Top PDF ANALISIS PELAKSANAAN PROGRAM KELUARGA BE

ANALISIS PELAKSANAAN PROGRAM KELUARGA BE

ANALISIS PELAKSANAAN PROGRAM KELUARGA BE

Tabu atau Pantangangan adalah suatu pelarangan sosial yang kuat terhadap kata, benda, tindakan atau orang yang tidak diinginkan oleh suatu kelompok budaya atau masyarakat. Berdasarkan hasil wawancara bersama Bapak Zakaria yang mengatakan: “sebagian besar masyarakat Kecamatan Tanah Tumbuh masih Tabu akan penyampaian Pelaksanaan Program Keluarga Berencana (KB) dalam Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga dikarenakan menurut mereka penyuluhan tentang KB ini menggunakan bahasa atau kata - kata yang dilarang dan kotor untuk dikatakan di muka umum. Sehingga hal semacam inilah yang mengakibatkan masyarakat pada umumnya enggan untuk menghadiri program - program penyuluhan yang kami lakukan. Dilain kesempatan Ibu Azizah membenarkan hal tersebut ia mengatakan bahwa: “sebagian besar masyarakat tanah tumbuh enggan untuk ikut hadir dalam program penyuluhan yang kami lakukan dengan alasan mereka malu untuk mendengarkan penyampaian penyuluhan KB tersebut, sehingga tidak jarang acara program penyuluhan yang kami lakukan hanya dihadiri beberapa orang saja.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

ANALISIS DESKRIPTIF TENTANG PELAKSANAAN KOMUNIKASI PROGRAM BINA KELUARGA BALITA DI KECAMATAN JOGONALAN KABUPATEN KLATEN.

ANALISIS DESKRIPTIF TENTANG PELAKSANAAN KOMUNIKASI PROGRAM BINA KELUARGA BALITA DI KECAMATAN JOGONALAN KABUPATEN KLATEN.

Proses integrative antara lembaga-lembaga pendidikan pra sekolah dan keluarga menjadi isu strategis dalam mengembangkan pembelajaran bagi anak. Ini semestinya berjalan tidak hanya antara pihak keluarga dan non pemerintah (baca: swasta), melainkan tanggung jawab ini dapat terjadi dengan pemerintah pula. Dalam soal kependudukan, terutama menyangkut penduduk yang berkualitas, pemerintah sangat memiliki kepentingan di dalamnya. Ada korelasi yang mudah dijelaskan tentang kepedulian pemerintah mengenai kualitas penduduk ini, antara lain korelasi kualitas penduduk dengan tenaga kerja, kualitas penduduk dengan produktifitas ekonomi, kualitas penduduk dengan daya tahan dan kesehatan, dan sebagainya. Singkatnya, kualitas penduduk mencakup dimensi yang luas dan kompleks. Setiap peningkatan terhadap kualitas penduduk dari satu sisi atau dimensi saja, akan mempengaruhi aspek-aspek lain yang menjadi perhatian pemerintah.
Baca lebih lanjut

70 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA PROGRAM PEMBINAAN KESEJAHTERAAN KELUARGA DENGAN PELAKSANAAN PROGRAM KELUARGA BERENCANA DI DESA SUKOSARI KECAMATAN KUNIR KAB. LUMAJANG TAHUN 2006

HUBUNGAN ANTARA PROGRAM PEMBINAAN KESEJAHTERAAN KELUARGA DENGAN PELAKSANAAN PROGRAM KELUARGA BERENCANA DI DESA SUKOSARI KECAMATAN KUNIR KAB. LUMAJANG TAHUN 2006

pembinaan kesejahteraan keluarga dalam program perencanaan sehat dengan usaha perbaikan gizi keluarga diperoleh nilai 0,350 yang menunjukkan nilai lebih besar dari nilai r tabel dengan N = 50 taraf signifikansi 95% (0,279); hasil analisis hubungan antara program pembinaan kesejahteraan keluarga dalam program perencanaan sehat dengan gerakan pelaksanaan norma keluarga kecil bahagia sejahtera diperoleh nilai 0,548.

14 Baca lebih lajut

PEMBERDAYAAN KELUARGA MELALUI POSDAYA BE

PEMBERDAYAAN KELUARGA MELALUI POSDAYA BE

Kegiatan utama dalam Posdaya spesifik pada kesejahteraan keluarga melalui Program Keluarga Mandiri Pangan, maka Rumah Pangan Lestari adalah konsep yang sangat relevan dan sangat mendukung program Posdaya dan Keluarga mandiri pangan karena semuanya fokus pada pemberdayaan keluarga yang dengan memanfaatkan lahan pekarangan sebagai solusi alternatif. Beberapa tahap yang perlu diperhatikan dalam merealisasikannya antara lain: 1) Mengadakan perencanaan, 2) Pelatihan, 3) Pelaksanaan, dan 4) Monitoring dan Evaluasi. Selain langkah-langkah tersebut kegiatan ini perlu dukungan dari berbagai pihak antara lain bekerjasama dengan pemerintah, BUMN dan Swasta, Organisasi Masyarakat, dan lembaga keuangan.
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA PROGRAM PEMBINAAN KESEJAHTERAAN KELUARGA DENGAN PELAKSANAAN PROGRAM KELUARGA BERENCANA DI DESA SUKOSARI KECAMATAN KUNIR KAB. LUMAJANG TAHUN 2006

HUBUNGAN ANTARA PROGRAM PEMBINAAN KESEJAHTERAAN KELUARGA DENGAN PELAKSANAAN PROGRAM KELUARGA BERENCANA DI DESA SUKOSARI KECAMATAN KUNIR KAB. LUMAJANG TAHUN 2006

pembinaan kesejahteraan keluarga dalam program perencanaan sehat dengan usaha perbaikan gizi keluarga diperoleh nilai 0,350 yang menunjukkan nilai lebih besar dari nilai r tabel dengan N = 50 taraf signifikansi 95% (0,279); hasil analisis hubungan antara program pembinaan kesejahteraan keluarga dalam program perencanaan sehat dengan gerakan pelaksanaan norma keluarga kecil bahagia sejahtera diperoleh nilai 0,548.

14 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN PROGRAM KOMUNIKASI PEMBANGUNAN  BIDANG  KELUARGA BERENCANA  Pelaksanaan Program Komunikasi Pembangunan Bidang Keluarga Berencana Strategi Komunikasi Bapermas Kota Surakarta dalam Sosialisasi Program Keluarga Berencana.

PELAKSANAAN PROGRAM KOMUNIKASI PEMBANGUNAN BIDANG KELUARGA BERENCANA Pelaksanaan Program Komunikasi Pembangunan Bidang Keluarga Berencana Strategi Komunikasi Bapermas Kota Surakarta dalam Sosialisasi Program Keluarga Berencana.

Pelaksanaan Program KB, Pemerintah Kota Surakarta memberikan tugas kepada Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana ( Bapermas, PP, PA dan KB ). Pengelola Pelaksanaan Program Keluarga Berencana memerlukan penanganan yang serius juga strategi yang tepat. Pengendalian laju pertumbuhan penduduk merupakan kunci keberhasilan yang dilakukan melalui peningkatan jumlah peserta KB dan KB mandiri. Srategi komunikasi Baperma Bidang Keluarga Berencana berperan penting dalam mengatasi laju pertumbuhan kependudukan, dibutuhkan kerja keras dalam mewujudkan semua itu strategi Program KB dikatakan sebagai alat untuk mencegah pertumbuhan penduduk. Salah satunya adalah dengan penyebarluasan gagasan untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya Program KB melalui sosialisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi komunikasi Bapermas Kota Surakarta dalam Sosialisasi Program keluarga Berencana. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Deskriptif kualitatif. Subjek penelitian dari berbagai sumber informasi yang diperoleh untuk data penelitian, yang berupa informan, dokumen, dan aktivitas. Teknik pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis Miles and Huberman. Hasil penelitian perolehan pelaksanaan strategi komunikasi pembangunan dalam mensosialisasikan program KB telah berjalan dengan baik, seperti yang telah dikemukakan dalam penelitian ini ditemukan pelaksanaannya belum mencapai target optimal walaupun pencapaiannya bisa dikatakan berhasil. Pelaksanaan sosialisasi program KB oleh Bapermas Kota Surakarta dilakukan dengan strategi komunikasi pembangunan melalui metode berbagai kegiatan seperti talkshow, iklan layanan masyarakat dan penyuluhan.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN PROGRAM KOMUNIKASI PEMBANGUNAN  BIDANG  KELUARGA BERENCANA  Pelaksanaan Program Komunikasi Pembangunan Bidang Keluarga Berencana Strategi Komunikasi Bapermas Kota Surakarta dalam Sosialisasi Program Keluarga Berencana.

PELAKSANAAN PROGRAM KOMUNIKASI PEMBANGUNAN BIDANG KELUARGA BERENCANA Pelaksanaan Program Komunikasi Pembangunan Bidang Keluarga Berencana Strategi Komunikasi Bapermas Kota Surakarta dalam Sosialisasi Program Keluarga Berencana.

The implementation of the family planning program, the Government of Surakarta assigned tasks to the Agency for Community Empowerment, Women's Empowerment, Child Protection and Family Planning (Bapermas, PP, PA and KB). Business implementation of the Family Planning Program require a serious also the right strategy. Controlling the rate of population growth is key to the success of which is done through an increase in the number of FP and FP independent. Baperma communication strategy, Family Planning Sector plays an important role in addressing the population growth rate, it takes hard work to realize all the strategies, family planning program is said to be a tool to prevent the growth of population. One way is to disseminate the idea to raise public awareness about the importance of family planning programs through socialization. The purpose of this study was to determine the communication strategy Bapermas Surakarta in Socialization Program Family Planning. This research uses descriptive qualitative research methods. The subject of research from various sources of information obtained for research data, in the form of informants, documents and activities. Data collection techniques of interview, observation and documentation. Analyzed using Miles and Huberman. The results of the research the acquisition of implementation of development communication strategy in disseminating family planning program has been going well, as noted in the study found their implementation has not yet reached the optimal target achievement though is successful. The socialization of family planning programs by Bapermas Surakarta do with the communication strategy of development through methods of various activities such as talk shows, public service announcements and outreach.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA PROGRAM PEMBINAAN KESEJAHTERAAN KELUARGA DENGAN PELAKSANAAN PROGRAM KELUARGA BERENCANA DI DESA SUKOSARI KECAMATAN KUNIR KAB. LUMAJANG TAHUN 2006

HUBUNGAN ANTARA PROGRAM PEMBINAAN KESEJAHTERAAN KELUARGA DENGAN PELAKSANAAN PROGRAM KELUARGA BERENCANA DI DESA SUKOSARI KECAMATAN KUNIR KAB. LUMAJANG TAHUN 2006

pembinaan kesejahteraan keluarga dalam program perencanaan sehat dengan usaha perbaikan gizi keluarga diperoleh nilai 0,350 yang menunjukkan nilai lebih besar dari nilai r tabel dengan N = 50 taraf signifikansi 95% (0,279); hasil analisis hubungan antara program pembinaan kesejahteraan keluarga dalam program perencanaan sehat dengan gerakan pelaksanaan norma keluarga kecil bahagia sejahtera diperoleh nilai 0,548.

14 Baca lebih lajut

DISKRESI DALAM PELAKSANAAN PROGRAM KELUARGA HARAPAN

DISKRESI DALAM PELAKSANAAN PROGRAM KELUARGA HARAPAN

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Lokasi penelitian ini berada di Desa Pace Kecamatan Silo. Untuk metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dokumentasi. Sedangkan metode analisis data yang digunakan adalah dari Miles dan Huberman yang meliputi tiga alur kegiatan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.

16 Baca lebih lajut

analisis dampak pelaksanaan program

analisis dampak pelaksanaan program

The Rural Agribusiness Development Program (PUAP) is one of important program of Ministry of Agriculture to reduce poverty and job creation. It is also intended to reduce assymetric development between urban and rural along with subsectoral gap by providing capital assistance to farmers, farm laborers, and farm households channeled through the Joint Farmers Group (Gapoktan) as farmers institution who implement PUAP program. This study aimed to analysis the impact of the program on PUAP participants. The evaluation consists of (1) understanding the implementation PUAP Program in Gapoktan Rukun Tani, (2) analysing the performance of Gapoktan Rukun Tani, and (3) analysing the impact of PUAP Program implementation on the income of farmer’s PUAP recipient. The results suggest that the The Rural Agribusiness Development Program should be maintained because it provides significant benefit to the community. Beside that, the role of facilitator of Gapoktan should be actived, because the management of gapoktan and the society still need direction to develop the business, including the administration proses and also farm crops and horticulture technological aspects to member PUAP intensively and sustainably.
Baca lebih lanjut

113 Baca lebih lajut

PROGRAM INTERVENSI DINI BERSUMBERDAYA KELUARGA UNTUK MENGOPTIMALKAN PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK CEREBRAL VISUAL IMPAIRMENT (CVI).

PROGRAM INTERVENSI DINI BERSUMBERDAYA KELUARGA UNTUK MENGOPTIMALKAN PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK CEREBRAL VISUAL IMPAIRMENT (CVI).

Anak dengan cerebral visual impairment merupakan salah satu dari sekian banyak karakteristik anak berkebutuhan khusus. Cerebral visual impairment (CVI) merupakan kondisi dimana seseorang mengalami cerebral palsy yang disertai dengan visual impairment. Kondisi disabilitas yang dialami seseorang seringkali disertai dengan masalah-masalah perkembangan lainnya. Masalah perkembangan yang dialami oleh salah seorang anak CVI (berinisial IC) adalah ketertinggalan dalam aspek kognitif. IC merupakan anak yang mengalami cerebral visual impairment sejak lahir. Ketertinggalan perkembangan kognitif ini disebabkan oleh lingkungan terutama keluarga yang kurang memahami kondisi perkembangan anaknya, serta adanya kecenderungan keluarga untuk mengatasi hambatan-hambatan yang terlihat secara fisik semata. Berdasarkan kondisi ini maka dibutuhkan suatu alternatif kegiatan yang dapat mengoptimalkan perkembangan kognitif anak cerebral visual impairment. Tujuan penelitian ini untuk memberikan alternatif program intervensi dini yang dapat mengoptimalkan perkembangan kognitif anak cerebral visual impairment. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, hasil yang didapatkan (1) Anak dengan kondisi disabilitas ganda seperti cerebral visual impairment memiliki potensi perkembangan kognitif yang dapat dioptimalkan dengan bantuan dari lingkungannya terutama keluarga, (2) Pentingnya pemahaman keluarga mengenai kondisi perkembangan anak, untuk memaksimalkan peranan dan fungsi keluarga untuk optimalisasi perkembangan kognitif anak, (3) Program intervensi dini dapat menjadi alternatif yang membantu keluarga untuk memaksimalkan segala aktivitas rutin harian, guna mengoptimalkan perkembangan kognitif anak cerebral visual impairment. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada setiap pihak dan profesional yang berkepentingan terhadap tumbuh kembang khususnya perkembangan kognitif anak CVI agar mempertimbangkan aktivitas sehari-hari dalam melakukan intervensi dini, selain itu berbagai pihak juga dapat mengembangkan program intervensi dini ini hingga teruji efektifitasnya pada subjek yang sama atau dikembangkan dan disesuaikan dengan subjek yang memiliki masalah serupa.
Baca lebih lanjut

46 Baca lebih lajut

T PKKH 1303186 Chapter3

T PKKH 1303186 Chapter3

Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif yaitu dengan metode deskriptif. Metode deskriptif (Moleong, 2007, hlm.11) merupakan penelitian kualitatif dimana data yang dikumpulkan berupa kata-kata, gambar, dan bukan angka-angka. Format deskriptif kualitatif studi kasus tidak memiliki ciri seperti air (menyebar di permukaan), tetapi memusatkan diri pada suatu unit tertentu dari berbagai fenomena (Bungin, 2010, hlm. 68). Menurut Creswell (2013, hlm. 20) studi kasus merupakan strategi penelitian dimana di dalamnya peneliti menyelidiki secara cermat suatu program, aktifitas, peristiwa, atau sekelompok individu. Pendekatan ini dipilih guna mendapatkan data yang kaya akan kondisi di lapangan.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

T PKKH 1202039 Abstract

T PKKH 1202039 Abstract

Penelitian ini adalah sebuah riset dan pengembangan program intervensi dini. Landasan teori yang digunakan adalah teori ekologi yang meyakini bahwa perkembangan individu dipengaruhi oleh sistem lingkungan. Anak-anak yang mengalami hambatan perkembangan motorik memerlukan intervensi dini. Keluarga adalah sistem lingkungan terdekat dengan anak sehingga program yang dikembangkan berupa dukungan pada keluarga agar mampu melakukan intervensi dini terhadap anaknya. Penelitian ini terdiri dari tiga tahapan yaitu studi pendahuluan, pengembangan program dan pelaksanaan program. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara kepada tiga keluarga yang menjadi subyek penelitian dan diolah secara kualitatif. Studi pendahuluan adalah analisa terhadap keadaan anak dan keluarga sehingga menghasilkan temuan berupa potensi dan kebutuhan keluarga. Potensi dikategorikan berdasarkan aspek-aspek dalam Family Functioning Style (Deal, Trivette&Dunst, 1988) yang mencakup: komitmen, kekompakkan, komunikasi, kompetensi dan strategi mengatasi masalah. Hasil analisa ini menjadi dasar bagi perumusan rancangan program. Rancangan ini kemudian divalidasi melalui expert judgment dan menghasilkan program. Hasil dari pelaksanaan program dukungan keluarga ini adalah (1) Program dapat dijalankan pada keluarga dengan latar belakang dan kebutuhan yang beragam, (2) prioritas utama program adalah membantu keluarga mencapai komitmen dan kompetensi yang diperlukan untuk melakukan intervensi dini, (3) keberfungsian dari aspek-aspek potensi dapat mendukung keluarga dalam melakukan intervensi dini pada anak.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

KONDISI TERKINI PELAKSANAAN PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH)

KONDISI TERKINI PELAKSANAAN PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH)

TIM NASIONAL PERCEPATAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN LANGKAH LANGKAH YANG PERLU SEGERA DILAKUKAN TERKAIT IMPLEMENTASI PERPRES NO 32/2014: • Penetapan Bendahara Dana Kapitasi JKN pada F[r]

23 Baca lebih lajut

S PAUD 1202380 Abstract

S PAUD 1202380 Abstract

This research is motivated by the importance of family involvement in children’s education. Involving the family in education can be realized in various forms of activities one of which is in the implementation of the meal program with such as has been implemented by TK Negeri Pembina Centeh. The purpose of this study was to determine the extent of family involvement in the administration of the program from planning to evaluation. The research method applied is a case study in TK Negeri Pembina Centeh. Data collection techniques applied in this study were interviews, documentary studies, and observations. The results showed 1) Involving the family in organizing joint meal program is motivated by the inability of the school to host them independently 2) In the process of planning learner ’ s family are involved in decision- making on the implementation of the meal program, the family of learners also take an active role in determining the menu planning, and procurement of tableware by providing ideas or suggestions to teachers. 3) During the implementation of the program the family holds a very important role as a provider of the menu for the meal program and helped to criticize if there is an error during program execution 4) The involvement of families directly as in the planning and execution is not visible in the evaluation, but the complaints and proposals submitted by parents during the implementation of the program contributed to the material evaluation of teachers. 5) Advantages of family involvement in the program in addition to helping the school also fosters a sense of pride in the child to parents being, the drawback is negligence by parents when providing meal menu. The involvement of parents in the administration of the program was assessed a good influence on both sides. Recommendations for the management of similar institutions who wish to set up a program but are constrained by various causes, family involvement in the administration of the program may be one solution that can be implemented to tackle the problem.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) OLEH PELAKSANA PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PPKH) DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI PENDIDIKAN (Studi di Kecamatan Rajadesa Kabupaten Ciamis) Oleh : Nidya Putri Astari email. astarinydya03gmail.com Fakultas Ilmu Sosia

IMPLEMENTASI PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) OLEH PELAKSANA PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PPKH) DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI PENDIDIKAN (Studi di Kecamatan Rajadesa Kabupaten Ciamis) Oleh : Nidya Putri Astari email. astarinydya03gmail.com Fakultas Ilmu Sosia

Program Keluarga Harapan sebenarnya telah dilaksanakan di berbagai negara, khususnya negara-negara Amerika Latin dengan nama program yang bervariasi. Namun secara konseptual, istilah aslinya adalah Conditional Cash Transfers (CCT), yang diterjemahkan menjadi Bantuan Tunai Bersyarat. Program ini tidak sama dengan program Subsidi Langsung Tunai (SLT) yang diberikan dalam rangka membantu rumah tangga miskin mempertahankan daya belinya pada saat pemerintah melakukan penyesuaian harga BBM. PKH lebih dimaksudkan kepada upaya membangun sistem perlindungan sosial kepada masyarakat miskin. (Kepmensos, 2013:13).
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Laporan Individu Pendampingan Keluarga KKN PPM UNUD Periode XIII Tahun 2016 Desa Batuan - Kecamatan Sukawati - Kabupaten Gatuan.

Laporan Individu Pendampingan Keluarga KKN PPM UNUD Periode XIII Tahun 2016 Desa Batuan - Kecamatan Sukawati - Kabupaten Gatuan.

Rumah kediaman keluarga Pak Made Jatra berlokasi di wilayah Banjar Dlodtunon, Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, dengan luas lahan kurang lebih 4 are dan luas total bangunan kurang lebih 1 are dengan pola masa majemuk. Rumah keluarga Pak Made Jatra masih menggunakan pola perletakan masa bangunan layaknya Arsitektur Tradisional Bali dengan style sederhada yang dibatasi oleh biaya dalam estetikanya. Lahan dengan luas kurang lebih 4 are tersebut merupakan lahan yang diwariskan secara turun temurun oleh leluhur.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Laporan Individu Pendampingan Keluarga KKN PPM UNUD Periode XIII Tahun 2016 Desa Sobangan - Kecamatan Mengwi - Kabupaten Bobangan.

Laporan Individu Pendampingan Keluarga KKN PPM UNUD Periode XIII Tahun 2016 Desa Sobangan - Kecamatan Mengwi - Kabupaten Bobangan.

I Made Gempol adalah seorang Ayah yang berumur 65 tahun yang tinggal bersama istri, dan anak-anaknya, di Banjar Tengah, Desa Sobangan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Keadaan di rumah Bapak I Made Gempol cukup memprihatinkan dengan dua kamar tidur, kondisi dapur yang berbeda ruangan. Konstruksi rumah Bapak Made Gempol hanyalah rumah sederhana dengan bangunan berbentuk seperti kamar atau rumah kos yang tidak memiliki ruang keluarga untuk berbincang-bincang hanya ruang terbuka yang langsung terhubung dengan kamar tidurnya, Tidak berisi plafon sebagai lapisan dari atap rumahnya.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Arsip Berkas Edukasi 2 KEMITRAAN KELUARGA

Arsip Berkas Edukasi 2 KEMITRAAN KELUARGA

PERANSEKOLAH Melakukan analisis kebutuhan Melakukan analisis kebutuhan Menyusun program tahunan pendidikan keluarga Menyusun program tahunan pendidikan keluarga Melakukan pertemuan[r]

33 Baca lebih lajut

T PKKH 1402661 Chapter 5

T PKKH 1402661 Chapter 5

Guru dapat melakukan asesmen kepada setiap anak, agar guru dapat merumuskan program yang sesuai dengan kondisi masing-masing anak. Guru tidak bisa langsung menjudge bahwa setiap hambatan komunikasi yang dimiliki oleh anak berkebutuhan khusus merupakan hambatan pendengaran.

2 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...