Top PDF ANALISIS PENGARUH STOCK SELECTION SKILL DAN MARKET TIMING ABILITY DENGAN METODE TREYNOR-MAZUY DAN HENRIKSSON-MERTON TERHADAP KINERJA REKSA DANA SAHAM (Studi Pada Reksa Dana Saham Tahun 2010-2014)

ANALISIS PENGARUH STOCK SELECTION SKILL

DAN MARKET TIMING ABILITY DENGAN METODE

TREYNOR-MAZUY DAN HENRIKSSON-MERTON

TERHADAP KINERJA REKSA DANA SAHAM

(Studi Pada Reksa Dana Saham Tahun 2010-2014)

ANALISIS PENGARUH STOCK SELECTION SKILL DAN MARKET TIMING ABILITY DENGAN METODE TREYNOR-MAZUY DAN HENRIKSSON-MERTON TERHADAP KINERJA REKSA DANA SAHAM (Studi Pada Reksa Dana Saham Tahun 2010-2014)

Yang bertanda tangan di bawah ini saya, Intan Tiara Kireina, menyatakan bahwa skripsi dengan judul: ANALISIS PENGARUH STOCK SELECTION SKILL DAN MARKET TIMING ABILITY DENGAN METODE TREYNOR- MAZUY DAN HENRIKSSON-MERTON TERHADAP KINERJA REKSA DANA SAHAM (Studi Pada Reksa Dana Saham Tahun 2010-2014) adalah hasil tulisan saya sendiri. Dengan ini saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat keseluruhan atau sebagian tulisan dari orang lain yang saya ambil dengan cara menyalin atau meniru dalam bentuk rangkaian kalimat atau simbol yang menunjukkan gagasan atau pendapat atau pemikiran dari penulis lain, yang saya akui seolah-olah sebagai tulisan saya sendiri, dan/atau tidak terdapat bagian atau keseluruhan tulisan yang saya salin, tiru atau yang saya ambil dari tulisan orang lain tanpa memberikan pengakuan penulis aslinya.
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

Pengaruh Stock Selection Skill, Market Timing Ability, Fund Age, dan Fund Size terhadap kinerja Reksa Dana Syariah Saham di Indonesia pada tahun 2015-2019

Pengaruh Stock Selection Skill, Market Timing Ability, Fund Age, dan Fund Size terhadap kinerja Reksa Dana Syariah Saham di Indonesia pada tahun 2015-2019

di Indonesia Periode 2014-2018” dianggap memberikan konstribusi positif terhadap kinerja reksa dana karena setiap instrumen yang dimasukkan ke dalam portofolio akan dipilih dan dianalisa secara spesifik yang kemudian dimasukkan ke dalam kelas-kelas aset tertentu. 59 Pemilihan sekuritas dari manajer investasi sangat diandalkan untuk mendapatkan return yang superior. Treynor- Mazuy mengatakan bahwa ketika nilai α positif berarti menunjukkan adanya kemampuan selectivity dari reksa dana tersebut. Artinya manajer investasi mampu membentuk komposisi portofolio yang tepat sehingga mampu menghasilkan return yang tinggi. Penelitian ini pun mendukung penelitian Annisa. Penelitian ini juga didukung oleh penelitian Waelan (2008) yang menyatakan bahwa manajer investasi di Bursa Efek Indonesia tidak memiliki kemampuan memilih saham. Pada penelitian yang dilakukan oleh Fajar Maulana dan Anindya Ardiansari (2018) juga menyatakan demikian, bahwa manajer investasi reksa dana syariah saham di Indonesia tidak memiliki stock selection skill.
Baca lebih lanjut

186 Baca lebih lajut

Analisis Pengaruh Market Timing Ability, Stock Selection Skill, Expense Ratio dan Tingkat Risiko terhadap Kinerja Reksa Dana Saham di Indonesia

Analisis Pengaruh Market Timing Ability, Stock Selection Skill, Expense Ratio dan Tingkat Risiko terhadap Kinerja Reksa Dana Saham di Indonesia

Syahid, Nur, 2015. “Analisis Pengaruh Stock Selection Skill, Market Timing Ability, Fund Longevit, Fund Cash Flow dan Fund Size terhadap Kinerja Reksa Dana (Studi Kasus: Reksa Dana Saham Periode Tahun 2010- 2014)”, Skripsi. Universitas Diponegoro.

5 Baca lebih lajut

Pengaruh Market Timing Ability dan Stock Selection Skill terhadap Kinerja Reksa Dana Saham

Pengaruh Market Timing Ability dan Stock Selection Skill terhadap Kinerja Reksa Dana Saham

Syahid, Nur, 2015. Analisis Pengaruh Stock Selection Skill, Market Timing Ability, Fund Longevit, Fund Cash Flow dan Fund Size terhadap Kinerja Reksa Dana (Studi Kasus: Reksa Dana Saham Periode Tahun 2010-2014) , Skripsi. Universitas Diponegoro.

6 Baca lebih lajut

Analisis Pengaruh Market Timing Ability, Stock Selection Skill, Expense Ratio dan Tingkat Risiko terhadap Kinerja Reksa Dana Saham di Indonesia

Analisis Pengaruh Market Timing Ability, Stock Selection Skill, Expense Ratio dan Tingkat Risiko terhadap Kinerja Reksa Dana Saham di Indonesia

5. Panjaitan (2012) melakukan penelitan dengan judul “Analisis Kemampuan Stock Selection dan Market Timing Manajer Investasi Pada Reksa Dana Saham di Indonesia”. Variabel dependen yang digunakan adalah kinerja reksa dana saham dengan variabel independennya adalah market timing ability dan stock selection skill. Peneliti menggunakan 51 reksa dana sebagai sampel penelitian degan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa stock selection skill baik metode Treynor-Mazuy dan Henriksson-Merton menunjukkan bahwa secara umum manajer investasi reksa dana saham di Indonesia tidak memiliki kemampuan memilih saham yang undervalue yang dapat mengalahkan kinerja pasar dan tidak memiliki kemampuan market timing yang baik dimana kurang optimal dalam merubah komposisi portofolio reksa dananya sesuai dengan tren pasar.
Baca lebih lanjut

37 Baca lebih lajut

Analisis Stock  Selection Skills dan Market Timing Abiliites Manajer Investasi Terhadap Reksa  Dana Saham Periode 2010-2013

Analisis Stock Selection Skills dan Market Timing Abiliites Manajer Investasi Terhadap Reksa Dana Saham Periode 2010-2013

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi saya yang berjudul “Analisis Stock Selection Skills dan Market Timing Abiliites Manajer Investasi Terhadap Reksa Dana Saham Periode 2010-2013”, adalah benar hasil karya saya dan judul yang dimaksud tersebut belum pernah dimuat, dipublikasikan, atau diteliti oleh mahasiswa lain dalam konteks penulisan skripsi program regular S-1 Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara. Semua sumber data dan informasi yang diperoleh telah dinyatakan dengan jelas, benar apa adanya. Apabila di kemudian hari pernyataan ini tidak benar, saya bersedia menerima sanksi yang ditetapkan oleh Universitas Sumatera Utara.
Baca lebih lanjut

117 Baca lebih lajut

Analisis Stock Selection Skills dan Market Timing Abiliites Manajer Investasi Terhadap Reksa Dana Saham Periode 2010-2013

Analisis Stock Selection Skills dan Market Timing Abiliites Manajer Investasi Terhadap Reksa Dana Saham Periode 2010-2013

The development of economic increasingly complex and raises a variety of alternative investin. Instrument of investment can be either tangible assets (real) and intangible assets (financial assets). The development of mutual funds continue to show improvement that can be seen from the increase in the Net Asset Value (NAV). This study aims to determine whether the investment manager of equity fund have stock selection skills and market timing abilities and to determine whether there is a trade-off between stock selection skills and market timing abilities.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Analisis Stock Selection Skills dan Market Timing Abiliites Manajer Investasi Terhadap Reksa Dana Saham Periode 2010-2013

Analisis Stock Selection Skills dan Market Timing Abiliites Manajer Investasi Terhadap Reksa Dana Saham Periode 2010-2013

Reksa Dana NISP Indeks Saham Progresif Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig.. Dependent Variable: Rp-Rf 18.[r]

24 Baca lebih lajut

ANALISIS PENGUKURAN KINERJA REKSA DANA SAHAM MENGGUNAKAN METODE SHARPE, METODE TREYNOR, DAN METODE JENSEN (Studi Pada Reksa Dana Saham Periode 2012-2014).

ANALISIS PENGUKURAN KINERJA REKSA DANA SAHAM MENGGUNAKAN METODE SHARPE, METODE TREYNOR, DAN METODE JENSEN (Studi Pada Reksa Dana Saham Periode 2012-2014).

Kinerja Reksa Dana merupakan hal yang wajib diketahui oleh investor maupun calon investor karena kinerja dapat dijadikan sebagai tolok ukur baik tidaknya suatu Reksa Dana. Investor yang tidak memahami perilaku pasar akan sangat kesulitan dalam menentukan keputusan investasi. Apalagi saat ini semakin banyak jenis investasi yang ditawarkan oleh para perusahaan yang tentunya menghasilkan persaingan yang ketat antar perusahaan penyedia jasa investasi. Untuk itu investor perlu untuk mengetahui informasi dari suatu Reksa Dana agar dapat menentukan keputusan yang tepat. Keputusan tersebut dapat berupa pemilihan investasi beserta perkiraan return yang mampu dihasilkan oleh Reksa Dana yang dipilih. Cara yang dapat dilakukan untuk menganalisa kinerja dari Reksa Dana pada penelitian kali ini adalah dengan melihat jumlah NAB mingguan dari setiap Reksa Dana kemudian dibandingkan dengan IHSG sebagai benchmark dan suku bunga Bank Indonesia sebagai suku bunga bebas risiko ( risk free rate ). Kemudian dilakukan pengukuran kinerja dengan menggunakan Risk-Adjusted Return dengan Metode Sharpe, Treynor, dan Jensen.
Baca lebih lanjut

229 Baca lebih lajut

Analisis Pengaruh Stock Selection Skills, Market Timing Ability, Fund Size, dan Fund Longevity terhadap Kinerja Reksa Dana Saham di Indonesia

Analisis Pengaruh Stock Selection Skills, Market Timing Ability, Fund Size, dan Fund Longevity terhadap Kinerja Reksa Dana Saham di Indonesia

KINERJA STOCKSELECTION MARKETTIMING SIZE LONGEVITY Mean 0.210314 0.000887 1.327473 26.73856 95.39583 Median 0.123002 -0.001443 0.601157 26.76079 82.00000 Maximum 0.887471 0.097541 26.67694 29.85923 222.0000 Minimum -0.331091 -0.032223 -30.26429 23.91677 16.00000 Std. Dev. 0.334662 0.017806 6.002843 1.609399 55.16526

17 Baca lebih lajut

Analisis Pengaruh Stock Selection Skills, Market Timing Ability, Fund Size, dan Fund Longevity terhadap Kinerja Reksa Dana Saham di Indonesia

Analisis Pengaruh Stock Selection Skills, Market Timing Ability, Fund Size, dan Fund Longevity terhadap Kinerja Reksa Dana Saham di Indonesia

Market timing is an investment style that atemps to buy into the stock market before bull market move and sell before a bear market move (Hirschey, 2008: 141). Market timing ability dinilai berkontribusi positif karena Manajer Investasi akan mampu memprediksikan kapan waktu yang tepat untuk menyesuaikan portofolio sahamnya sebagai antisipasi terhadap perubahan harga pasar. Selain itu, Manajer Investasi bertujuan untuk membeli sekuritas sebelum pergerakan pasar bullish dan menjual sekuritas sebelum pergerakan pasar bearish. Jadi kinerja reksadana akan lebih baik ketika market timing atas pembaruan portofolio saham yang dilakukan manajer investasi baik pula.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Analisis Pengaruh Stock Selection Skills, Market Timing Ability, Fund Size, dan Fund Longevity terhadap Kinerja Reksa Dana Saham di Indonesia

Analisis Pengaruh Stock Selection Skills, Market Timing Ability, Fund Size, dan Fund Longevity terhadap Kinerja Reksa Dana Saham di Indonesia

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh stock selection skill, market timing ability, fund size, dan fund longevity terhadap kinerja reksa dana saham di Indonesia dengan menggunakanpengukuran Sharpe Ratio. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh reksa dana saham yang aktif, diketahui tanggal efektifnya dan terdaftar di Badan Pengawas Pasar Modal-Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) dimulai periode Desember 2011-Desember 2014, yaitu sebanyak 48 reksa dana saham.Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Penelitian ini menggunakan data Nilai Aktiva Bersih (NAB) bulanan reksa dana, tanggal efektif reksa dana, BI Rate, dan IHSG periode 2012-2014. Penelitian ini menggunakan model data panel dengan teknik analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan, secara simultan stock selection skill, market timing ability, fund size, dan fund longevity berpengaruh signifikan terhadap kinerja reksa dana saham. Sedangkan secara parsial, diperoleh hasil bahwa stock selection skill dan market timing ability berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja reksa dana dan fund size serta fund longevity jugaberpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap kinerja reksa dana saham.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Analisis Pengaruh Stock Selection Skills, Market Timing Ability, Fund Size, dan Fund Longevity terhadap Kinerja Reksa Dana Saham di Indonesia

Analisis Pengaruh Stock Selection Skills, Market Timing Ability, Fund Size, dan Fund Longevity terhadap Kinerja Reksa Dana Saham di Indonesia

Dalam sebuah situs online Danareksa Investment Management (2012) dijelaskan bahwa seluruh dana investasi yang ada pada reksa dana tidak disimpan oleh manajer investasi, tetapi disimpan di pihak yang bernama bank kustodian. Selain itu, bank kustodian juga berfungsi sebagai administrator yang mencatat dan memberikan konfirmasi atas seluruh transaksi pembelian dan penjualan reksa dana, serta menghitung Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana setiap harinya. NAB adalah nilai yang menggambarkan total kekayaan reksa dana setiap harinya. Nilai ini dipengaruhi oleh pembelian dan penjualan reksa dana oleh para investor, selain dari harga pasar dari aset reksa dana itu sendiri.Satuan yang digunakan dalam reksa dana adalah Unit Penyertaan (UP). UP adalah satuan yang menunjukkan kepemilikan seseorang di dalam suatu reksa dana. Jumlah UP akan tetap selama tidak melakukan transaksi. Banyaknya UP yang didapatkan tergantung dari harga NAB per unit pada hari dimana reksa dana dibeli. Dengan demikian, kinerja portofolio reksa dana secara umum dapat dilihat dari perubahan tingkat return-nya yang diukur dengan NAB per unit.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Analisis Pengaruh Stock Selection Skills, Market Timing Ability, Fund Size, dan Fund Longevity terhadap Kinerja Reksa Dana Saham di Indonesia

Analisis Pengaruh Stock Selection Skills, Market Timing Ability, Fund Size, dan Fund Longevity terhadap Kinerja Reksa Dana Saham di Indonesia

Gumilang, Tinur F dan Heru Subiyantoro.“Reksa Dana Pendapatan Tetap di Indonesia: Analisis Market Timing dan Stock Selection Periode 2006– 2008.”Jurnal Keuangan dan Moneter, Badan Kebijakan Fiskal; Departemen Keuangan, Vol. 11 (1), April 2008, pp. 114 – 146.

4 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN - Analisis Stock Selection Skills dan Market Timing Abiliites Manajer Investasi Terhadap Reksa Dana Saham Periode 2010-2013

BAB I PENDAHULUAN - Analisis Stock Selection Skills dan Market Timing Abiliites Manajer Investasi Terhadap Reksa Dana Saham Periode 2010-2013

Namun yang menjadi permasalahan adalah bagaimana investor dapat memilih manajer investasi yang tepat dari sekian banyak manajer investasi yang ada sehingga mampu memberikan return yang baik bagi investor dimana reksa dana mengalami kenaikan dari periode sebelumnya dan return reksa dana lebih besar dari return pasar. Dalam rangka menjawab permasalahan ini, maka dilakukan penelitian ini dengan memfokuskan pada kinerja dari reksa dana berdasarkan pada stock selection skills dan market timing abilities masing-masing manajer investasi. Stock selection skills adalah kemampuan manajer untuk mengidentifikasi dan memilih saham/sekuritas yang mispriced dan memberikan potensi keuntungan di masa mendatang, sedangkan market timing abilities adalah kemampuan manajer investasi untuk bereaksi terhadap antisipasi perubahan harga dari suatu saham/sekuritas dengan cara menginvestasikan dananya atau menarik dananya dari suatu investasi secara tepat waktu.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - Analisis Stock Selection Skills dan Market Timing Abiliites Manajer Investasi Terhadap Reksa Dana Saham Periode 2010-2013

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - Analisis Stock Selection Skills dan Market Timing Abiliites Manajer Investasi Terhadap Reksa Dana Saham Periode 2010-2013

Reksa dana secara umum dapat dikatakan sebagai wadah dan pola pengelolaan dana/ modal bagi sekumpulan investor untuk berinvestasi dalam instrumen-instrumen investasi yang tersedia di pasar dengan cara membeli unit penyertaan reksa dana. Dana ini kemudian akan dikelola oleh Manajer Investasi (MI) ke dalam portofolio investasi, baik berupa saham, obligasi, pasar uang ataupun efek/ sekuriti lainnya.  

25 Baca lebih lajut

Analisis Kinerja Reksa Dana Saham Dan Kinerja Reksa Dana Terproteksi

Analisis Kinerja Reksa Dana Saham Dan Kinerja Reksa Dana Terproteksi

Dana yang terkumpul dalam Reksa Dana akan diinvestasikan dalam bentuk surat berharga seperti saham, obligasi, surat pengakuan hutang, surat berharga komersial dan tanda bukti hutang lainnya. Investasi dalam reksa dana akan memiliki komposisi dan hasil yang sesuai dengan karakteristik risiko dari surat berharga yang terdapat dalam portofolio reksa dana tersebut. Menurut Farid Harianto dan Siswanto (2003, h.744-747) Risiko tersebut adalah sebagai berikut:

7 Baca lebih lajut

Analisis perbandingan kinerja reksa dana saham dan reksa dana campuran dengan menggunakan Model sharpe, treynor, dan jensen

Analisis perbandingan kinerja reksa dana saham dan reksa dana campuran dengan menggunakan Model sharpe, treynor, dan jensen

Salah satu instrumen yang diperdagangkan di pasar modal adalah reksadana. Reksa dana tersebut memiliki berbagai jenis, dan yang paling umum digunakan oleh investor adalah reksa dana berdasarkan kebijakan portofolio investasi yang terdiri dari reksa dana pendapatan tetap, reksa dana pasar uang, reksa dana campuran dan reksa dan saham. Dan yang menjadi objek penelitian ini adalah reksa dana saham dengan reksa dana campuran karena memiliki beberapa persamaan namun memiliki total NAB yang jauh berbeda. Oleh karena itu, penelitian bertujuan menganalisis perbandingan kinerja reksa dana saham dan reksa dana campuran dengan tolak ukur kinerja pasar yang dicerminkan Indeks Harga Saham Gabungan dengan menggunakan metode Sharpe, Treynor dan Jensen selama periode 2013-2014. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari data bulanan yang telah dipublikasikan oleh Otoritas Jasa Keuangan, Bapepam-LK, Bank Indonesia, Yahoo Finance dan PT Infovesta. Data tersebut diolah menggunakan analisis deskriptif dan uji beda dengan menggunakan teknik statistic parametric t-test untuk dua sampel berpasangan (paired sample t-test). Dimana hasil penelitian dengan tingkat signifikansi (α) 5% menunjukkan hipotesis 1 nilai sig (2-tailed )(0,000) < α (0,05) maka H 0 ditolak, hal ini berarti terdapat perbedaan kinerja reksa dana saham
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Analisis perbandingan kinerja reksa dana saham dan reksa dana campuran dengan menggunakan Model sharpe, treynor, dan jensen

Analisis perbandingan kinerja reksa dana saham dan reksa dana campuran dengan menggunakan Model sharpe, treynor, dan jensen

Salah satu instrumen yang diperdagangkan di pasar modal adalah reksadana. Reksa dana tersebut memiliki berbagai jenis, dan yang paling umum digunakan oleh investor adalah reksa dana berdasarkan kebijakan portofolio investasi yang terdiri dari reksa dana pendapatan tetap, reksa dana pasar uang, reksa dana campuran dan reksa dan saham. Dan yang menjadi objek penelitian ini adalah reksa dana saham dengan reksa dana campuran karena memiliki beberapa persamaan namun memiliki total NAB yang jauh berbeda. Oleh karena itu, penelitian bertujuan menganalisis perbandingan kinerja reksa dana saham dan reksa dana campuran dengan tolak ukur kinerja pasar yang dicerminkan Indeks Harga Saham Gabungan dengan menggunakan metode Sharpe, Treynor dan Jensen selama periode 2013-2014. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari data bulanan yang telah dipublikasikan oleh Otoritas Jasa Keuangan, Bapepam-LK, Bank Indonesia, Yahoo Finance dan PT Infovesta. Data tersebut diolah menggunakan analisis deskriptif dan uji beda dengan menggunakan teknik statistic parametric t-test untuk dua sampel berpasangan (paired sample t-test). Dimana hasil penelitian dengan tingkat signifikansi (α) 5% menunjukkan hipotesis 1 nilai sig (2-tailed )(0,000) < α (0,05) maka H 0 ditolak, hal ini berarti terdapat perbedaan kinerja reksa dana saham
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Analisis perbandingan kinerja reksa dana saham dan reksa dana campuran dengan menggunakan Model sharpe, treynor, dan jensen

Analisis perbandingan kinerja reksa dana saham dan reksa dana campuran dengan menggunakan Model sharpe, treynor, dan jensen

Oleh karena itu investor diharapkan mempunyai standar pengukuran (bechmark) dalam melaksanakan investasinya. Beberapa metode yang sering digunakan dalam evaluasi kinerja reksa dana antara lain metode Sharpe, metode Treynor dan metode Jensen. Pengukuran dengan metode Sharpe adalah didasarkan atas risk-premium (selisih antara pendapatan yang dihasilkan oleh reksa dana dengan rata-rata pendapatan yang dihasilkan oleh investasi bebas risiko) dibandingkan terhadap standar deviasi (risiko total). Pengukuran ini akan menghasilkan besaran indeks Sharpe dari masing-masing reksa dana saham. Indeks Sharpe ini relevan digunakan untuk investor yang menanamkan dananya hanya atau sebagaian besar pada portofolio tersebut, sehingga portofolio dinyatakan dalam standar deviasi (Halim, 2005:69).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects