Top PDF ANALISIS PENGELOAAN DAN PEMANFAATAN AIR

ANALISIS PENGELOAAN DAN PEMANFAATAN AIR

ANALISIS PENGELOAAN DAN PEMANFAATAN AIR

Dalam Jurnal Wilayah dan Lingkungan yang berjudul Kajian Pengawasan Pemanfaatan Sumberdaya Air di kawasan Industri Kota Semarang, dilakukan penelitian di delapan kawasan industri yang secara geografis terletak diatas cekungan air tanah Semarang-Demak sehingga pemanfaatan dapat dilakukan dengan mudah. Jumlah sumur artesis di 8 kawasan industri hanya ada 35 sumur bor yang terlaporkan dan dipergunakan oleh 139 jenis sektor usaha dengan berbagai jenis produk. Penggunaan air tanah di Industri pada umunya adalah untuk industri yang bergerak di sektor makanan, minuman, tekstil, laundry, bahan kimia, pengoilahan ikan, plastik dan gudang buah. Jenis industri tersebut tergolong industri yang memerlukan sediaan air bersih cukup banyak. Hal ini berdampak terhadap pemanfaatan air tanah sebagai bahan baku utama atau bahan pembantu dalam proses produksi dengan kapasistas cukup besar. 7
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Analisis Pemanfaatan Air Sungai Terhadap Daya Dukung Wilayah Dan Pengaruhnya Bagi Peningkatan...

Analisis Pemanfaatan Air Sungai Terhadap Daya Dukung Wilayah Dan Pengaruhnya Bagi Peningkatan...

Air sungai Kr.Peusangan pada mulanya dimanfaatkan oleh petani untuk mengairi sawahnya (irigasi desa), sejak tahun 1980 di alur sungai tersebut dibangun irigasi teknis yaitu irigasi Pante Lhong untuk mengairi sawah seluas 8000 ha lebih. Air sungai ini juga mulai dimanfaatkan oleh proyek Fital (PT.Arun NGL, PT. PIM, PT. AAF, PT.Kertas Kraft Aceh dan PT.Aeromatik) dalam lingkungan Zona Industri Lhokseumawe sebagai air baku dan air bersih/minum. Pemanfaatan air baku untuk industri pada umumnya dimanfaatkan untuk air permbersih/pengaelontor kotoran, air pemadam kebakaran, air untuk pendingin dan juga digunakan sebagai air baku khususnya untuk pabrik pupuk (PT. PIM, PT AAF), sedangkan yang dimanfaatkan untuk air bersih/minum digunakan untuk kantor/pabrik, komplek perumahan , mmah penduduk di wilayah Kota Administratif Lhokseumawe dan sekitamya.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

SKRIPSI ANALISIS YURIDIS TERHADAP PERIZINAN PEMANFAATAN AIR  Analisis Yuridis Terhadap Perizinan Pemanfaatan Air Tanah Oleh PT Tirta Investama Di Kabupaten Klaten.

SKRIPSI ANALISIS YURIDIS TERHADAP PERIZINAN PEMANFAATAN AIR Analisis Yuridis Terhadap Perizinan Pemanfaatan Air Tanah Oleh PT Tirta Investama Di Kabupaten Klaten.

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui mekanisme perizinan dan kesesuaian pemberian izin terhadap Undang-undang Sumberdaya Air dalam keterkaitannya antara keseimbangan pendapatan asli daerah, konservasi sumberdaya air dan pemenuhan masyarakat akan hak atas air. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan analisis data secara kualitatif. Peneliti menggunakan metode pendekatan yuridis empiris. Bupati Klaten telah memberikan perizinan pemanfaatan air tanah kepada PT Tirta Investama baik secara mekanisme administratif, maupun teknis pengelolaan sesuai dengan Undang-Undang Sumberdaya Air. PT Tirta Investama telah melengkapi semua persyaratan yang diminta oleh Pemerintah Daerah, tetapi Bupati belum mengeluarkan izin perpanjangan yang telah habis dan menggunakan rekomendasi teknis dari Gubernur sebagai dasar hukum. Pengawasan Pemerintah Daerah juga belum sesuai dengan undang-undang, karena tidak melibatkan peran serta masyarakat. Pemberian izin kepada PT Tirta Investama tersebut telah memenuhi keseimbangan Pendapatan Asli Daerah, pemenuhan hak atas air dan konservasi sumberdaya air guna mewujudkan kebermanfaatan sumberdaya air yang berkelanjutan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat sesuai yang tertuang dalam Undang-Undang Sumberdaya Air.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

STUDI IDENTIFIKASI DAN DESAIN AIR BAKU  (1)

STUDI IDENTIFIKASI DAN DESAIN AIR BAKU (1)

Sarjana Teknik Sipil Pengairan dengan pengalaman kerja di bidang air tanah minimal 7 tahun dalam menganalisa kondisi hidrogeologi atau potensi air tanah di suatu daerah dan mampu melakukan perencanaan- perencanaan teknik sipil yang berkaitan dengan pemanfaatan potensi air tanah. Bertanggungjawab terhadap pelaksanaan analisis data hidrologi sekunder, pengukuran data-data hidrologi di lapangan, melakukan analisis data hidrologi hingga mengambil kesimpulan dalam pekerjaan ini.

7 Baca lebih lajut

ANALISIS POTENSI DAN PEMANFAATAN AIR WADUK CIPANCUH DI KABUPATEN INDRAMAYU

ANALISIS POTENSI DAN PEMANFAATAN AIR WADUK CIPANCUH DI KABUPATEN INDRAMAYU

Daerah Irigasi Cipancuh merupakan salah satu penghasil beras di Kabupaten Indramayu, dengan luas persawahan 6319 ha. Permasalahan yang timbul pada Daerah Irigasi tersebut adalah kekurangan air terutama pada musim tanam kedua. Pengalokasian air yang kurang baik merupakan masalah yang dijumpai dilapangan yang berdampak pada kekurangan air di sebagian lahan pertanian. Petani yang memiliki lahan dekat dengan sumber air cenderung menggunakan air sebanyak- banyaknya, sementara yang jauh mengalami kekurangan air. Ketidak seimbangan antara ketersediaan dan pemanfaatan sumberdaya air merupakan permasalahan yang harus dicari jalan keluarnya. Penelitian ini difokuskan pada kebutuhan air Daerah Irigasi Cipancuh yang airnya diambil dari waduk Cipancuh. Perhitungan kebutuhan air irigasi dengan memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhinya antara lain: evapotranspirasi, perkolasi, penggunaan air penyiapan lahan, penggunaan air konsumtif, pergantian lapisan air dan curah hujan efektif. Masa tanam ditentukan dengan mensimulasikan tingkat ketersediaan dan kebutuhan air setengah bulanan selama satu tahun. Pola tanam mengikuti pola tanam yang sudah berjalan, yaitu padi dua kali setahun. Sementara pengaturan pola pemberian air didasarkan pada tingkat ketersediaan air dengan mengatur pintu air pada saluran sekunder. Sumberdaya Air
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Sistem Pengendalian Internal Kas pada Dinas Pengeloaan Sumber Daya Air Provinsi Sumatera Utara

Sistem Pengendalian Internal Kas pada Dinas Pengeloaan Sumber Daya Air Provinsi Sumatera Utara

a. Melaksanakan pengumpulan, pengolahan dan penyajian bahan / data untuk penyempurnaan dan penyusunan standart kewenangan Daerah Kabupaten / Kota dan standart pelaksanaan tugas-tugas Dinas dalam bidang pembinaan kerjasama Provinsi, Kabupaten / Kota, Lembaga Swasta dan Mayarakat dalam rangka pemanfaatan sumber daya air sesuai ketentuan dan standart yang ditetapkan.

34 Baca lebih lajut

Analisis Kebijakan Pengelolaan dan Pemanfaatan Air Tanah di Kecamatan Cidahu Kabupaten Sukabumi

Analisis Kebijakan Pengelolaan dan Pemanfaatan Air Tanah di Kecamatan Cidahu Kabupaten Sukabumi

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga bentuk intervensi tersebut belum berjalan optimal. Terbatasnya anggaran belanja dan kurang tegasnya pengawasan diindikasikan mendorong penggunaan instrumen dengan mekanisme pasar berdasarkan pada kuantitas produk maupun kuantitas masukan. Akan tetapi, intervensi atas dasar kuantitas seperti perizinan memerlukan perbaikan sistem administrasi dan pengawasan pelaksanaan kewajiban yang telah tertera dalam SIPA. Adapun bentuk intervensi dengan menggunakan instrumen pajak diindikasikan masih berdampak lemah terhadap pembatasan pemanfaatan air tanah oleh perusahaan, potensi pendapatan dari pajak air tanah relatif masih rendah jika dibandingkan dengan kebutuhan biaya pemeliharaan lingkungan.
Baca lebih lanjut

114 Baca lebih lajut

ANALISIS PEMANFAATAN AIR KONDENSAT PADA

ANALISIS PEMANFAATAN AIR KONDENSAT PADA

• Bagaimana menghitung efisiensi biaya bahan bakar untuk membandingkan antara penggunaan air kondensat sebagai air umpan boiler dengan air akuades.. • Apakah penggunaan air kondensat s[r]

9 Baca lebih lajut

Pemanfaatan Energi Air

Pemanfaatan Energi Air

Turbin francis merupakan salah satu turbin reaksi. Turbin dipasang diantara sumber air tekanan tinggi di bagian masuk dan air bertekanan rendah di bagian keluar. Turbin Francis menggunakan sudu pengarah. Sudu pengarah mengarahkan air masuk secara tangensial. Sudu pengarah pad turbin Francis dapat merupakan suatu sudu pengarah yang tetap ataupun sudu pengarah yang dapat diatur sudutnya. Untuk penggunaan pada berbagai kondisi aliran air penggunaan sudu pengarah yang dapat diatur merupakan pilihan yang tepat.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Sustainability Analysis on Direct Water Utilization in Gunung Gede Pangrango National Park, Bogor Regency Area

Sustainability Analysis on Direct Water Utilization in Gunung Gede Pangrango National Park, Bogor Regency Area

Indikator 2.a. dan 2.b. Keberlanjutan dimensi ekonomi juga terkait dengan minimisasi biaya produksi atau minimisasi biaya dalam memperoleh sumber daya, dalam hal ini dapat diartikan dengan minimisasi biaya atas pemanfaatan air yang telah dilakukan. Salah satu cara untuk menilai hal tersebut adalah dengan mengetahui rasio biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan pemanfaatan sumber daya air dibandingkan dengan pendapatan yang diperoleh masyarakat. Seluruh responden dari pihak pengguna non komersial ternyata mengeluarkan biaya yang sangat terjangkau sebagai iuran bulanan yaitu sebesar Rp. 5.000,- dari pendapatan rata-rata masyarakat yang berkisar antara Rp. 600.000,- sampai dengan Rp. 900.000,- per bulan. Apabila rasio tersebut dihitung secara persentase, maka nilai nominal iuran tersebut masih berada di bawah angka 20%, yang menunjukkan bahwa masyarakat cukup memiliki keuntungan dengan pengeluaran yang sedikit namun dapat memperoleh manfaat yang cukup besar, seperti terpeliharanya sarana penampung air, sedangkan bagi dana yang telah terkumpul pada lembaga FORPELA maka akan dikembalikan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pemeliharaan sarana pemanfaatan air dan pemberdayaan masyarakat. Demikian pula halnya dengan pihak pengguna komersial yang menyatakan bahwa biaya pemanfaatan air yang dikeluarkan sekitar kurang dari 20% dari biaya operasional.
Baca lebih lanjut

128 Baca lebih lajut

pemanfaatan air limbahemail

pemanfaatan air limbahemail

Air limbah yang diambil dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) PT Jaya Readymix Yogyakarta masih dapat digunakan sebagai bahan penyusun beton karena masih memenuhi persyaratan prEN 1008 dan ASTM C94, dengan kandungan Cl- 39 mg/l, SO42- 167 mg/l, dan kandungan zat padat endapannya 4,48 ml dari 80 ml slurry. Nilai slump yang diperoleh antara 6 – 12 cm, maka beton dalam keadaan yang cukup mudah untuk dikerjakan. Ditinjau dari hasil pengujian kuat tekan beton pada umur 7 hari, kuat tekan beton yang dihasilkan cenderung terjadi penurunan, dimana beton dengan slurry kuat tekannya berkisar 84 % sampai 93 % dari beton dengan air bersih. Sedangkan pada umur 28 hari kuat tekan yang dihasilkan dari beton dengan slurry mencapai 88 % sampai 108 %. Sehingga slurry masih memenuhi persyaratan prEN 1008 dan ASTM C94 untuk digunakan dalam pembuatan beton baru. Penggunaan slurry baru mengakibatkan penurunan nilai daya serap zat cair pada beton. Nilai serapan air setiap variasi pada penambahan air limbah (slurry) 25% adalah 1,190%, untuk 50 % adalah 2.737%, untuk 75% adalah 1.462%, dan untuk 100 % adalah 1.457 %. Penggunaan slurry mengakibatkan penurunan nilai koefisien laju penyerapan zat air. Adapun nilai sortivitas masing–masing variasi penambahan air limbah (slurry) 25 % adalah 0.9 x 10-3 (cm/detik1/2), untuk 50 % adalah 1,0 x 10-3 (cm/detik1/2), untuk 75 % adalah 1,1 x 10-3 (cm/detik1/2),dan untuk 100 % adalah 1,1x10-3 (cm/detik1/2). Persentase slurry yang aman untuk digunakan dalam pembuatan beton baru, menurut hasil penelitian ini adalah 25%, dimana hanya terjadi perubahan nilai slump sebesar 5%, kuat tekan beton umur 7 hari mencapai 92,617% dari beton yang menggunakan air bersih, dan kuat tekan 28 hari mencapai 107,225% dari kuat tekan beton yang menggunakan air bersih.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Hubungan Pengolahan Air Sumur Gali dengan Kejadian Diare di Wilayah TPA Muara Fajar Kota Pekanbaru Tahun 2017

Hubungan Pengolahan Air Sumur Gali dengan Kejadian Diare di Wilayah TPA Muara Fajar Kota Pekanbaru Tahun 2017

Air digunakan oleh manusia untuk keperluan sehari-hari seperti minum, memasak, mencuci, mandi, dan membersihkan kotoran. Diantara kegunaan-kegunaan air tersebut, yang sangat penting adalah kebutuhan untuk minum, tidak seorang pun dapat bertahan hidup lebih dari 4-5 hari tanpa minum air. Air juga digunakan untuk keperluan industri, pertanian, pemadam kebakaran, tempat rekreasi, transportasi dan lain lain (Chandra, 2007).

8 Baca lebih lajut

PEMANFAATAN AIR LIMBAH

PEMANFAATAN AIR LIMBAH

, kandungan zat padat, dan laju pengendapan. Pengujian ini mengacu pada standar prEN 1008 dan ASTM C94, yang akan dilakukan di laboratoriun Kimia BTKL (Balai Teknologi dan Kesehatan Lingkungan) Yogyakarta. Selanjutnya, dilakukan pengujian awal terhadap parameter kualitas dan durabilitas beton, yaitu: kuat tekan pada umur 7 dan 28 hari, dengan tiga benda uji silinder berdiameter 15 cm, tinggi 30 cm untuk setiap satu data uji. Sedangkan untuk pengujian serapan air semu dan sorptivitas akan dilaksanakan pada beton umur 28 hari dengan tiga benda uji kubus berukuran 15x15x15 cm, untuk setiap satu data uji. Penggunaan slurry divariasikan dengan takaran 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100% dari volume total air yang dibutuhkan. Data yang diperoleh dianalisis dengan metode deskriptif-kuantitatif, untuk mengetahui kelayakan daur ulang air berdasarkan acuan prEN 1008 dan ASTM C94.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

KINERJA REAKTOR ELEKTROKIMIA BATCH ALUMUNIUM BESI DENGAN VARIASI RASIO ELEKTRODA CAIRAN UNTUK PENGOLAHAN AIR LIMBAH BATIK.

KINERJA REAKTOR ELEKTROKIMIA BATCH ALUMUNIUM BESI DENGAN VARIASI RASIO ELEKTRODA CAIRAN UNTUK PENGOLAHAN AIR LIMBAH BATIK.

(sumber : Laboratorium Proses, JTK) Tabel 4.2 memaparkan hasil pengujian kandungan zat terlarut dengan spektrofotometer. Sampel in merupakan sampel air limbah batik yang diambil langsung dari bak tampungan industri batik, artinya sampel yang diuji merupakan air limbah yang belum melalui proses pengolahan dengan REB-AB. Secara rata- rata hasil pengujian dengan spektrofotometer menghasilkan angka adsorbat yang relatif besar. Hal ini menunjukkan kandungan zat terlarut, dalam hal ini zat warna, pada air limbah sangat pekat. Sehingga tidak layak untuk dibuang secara langsung ke badan air. Sedangkan pada sampel yang telah melalui proses memiliki nilai adsorbat yang bervariatif sehingga diperlukan analisis mengenai beberapa parameter yang diharapkan mendapatkan variasi komponen yang paling efisien digunakan di lapangan. Untuk itu dilakukan proses analisis yang meliputi kebutuhan daya arus listrik dan timbulnya panas yang dibahas lebih lanjut pada sub bab Analisis dan Pembahasan.
Baca lebih lanjut

67 Baca lebih lajut

Proses Pola Pengeloaan Keuangan BLUD mpdf

Proses Pola Pengeloaan Keuangan BLUD mpdf

SYNCORE - always deliver value Proses Pola Pengeloaan Keuangan BLUD posted by danik on September 27, 2016 Proses pola pengelolaan BLUD dibagi menjadi tahapan, berikut ini tahapan pros[r]

2 Baca lebih lajut

Sistem Pengendalian Internal Kas pada Dinas Pengeloaan Sumber Daya Air Provinsi Sumatera Utara

Sistem Pengendalian Internal Kas pada Dinas Pengeloaan Sumber Daya Air Provinsi Sumatera Utara

3. Untuk menghindari terjadinya kecurangan dan penyelewengan kas pada Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Provinsi Sumatera Utara sebaiknya semua kwitansi yang telah dibayar, dicatat dalam suatu daftar menurut waktu pengeluarannya dan diparaf oleh si penerima kwitansi tersebut dan disesuaikan dengan tanggal dan nama pada kwitansi agar sesuai dengan yang tercatat dalam buku kas.

75 Baca lebih lajut

JABATAN DALAM PENGELOAAN INSTITUSI

JABATAN DALAM PENGELOAAN INSTITUSI

JABATAN DALAM PENGELOAAN INSTITUSI Peran/Jabatan Institusi Masa Kerja Bendahara Non Reguler Jurusan Pendidikan Teknik Elektro Fakultas Teknik UNY 2003 s.d.. sekarang Bendahara Prog[r]

1 Baca lebih lajut

Perspektif Pengeloaan Lingkungan.

Perspektif Pengeloaan Lingkungan.

Sungai secara alamiah merupakan sebuah kesatuan, namun pada kenyataannya pengelolaannya terkotak-kotak ke dalam wilayah administratif. Selain itu, sungai juga memiliki keterkaitan dengan perilaku manusia yang bertinggal di sekitarnya. Tulisan ini membahas permasalahan Daerah Aliran Sungai (DAS) melalui pendekatan pembahasan isu pengelolaan dan isu perilaku manusia, khususnya dalam kerangka keterkaitan wilayah hulu dan hilir. Departemen Pekerjaan Umum sebagai pengelola dan penanggung jawab sumber daya air secara nasional, sering mengemukakan semboyan ”one river one plan one management”. Namun pada kenyataannya hal ini masih sering bertentangan dengan produk perundangan dan peraturan yang dibuat oleh pemerintah, terutama terkait dengan otonomi daerah. Tulisan ini juga mencoba untuk memberikan gambaran kondisi permukiman dan perilaku manusia di Bale Kambang dan Kampung Pulo yang merupakan wilayah hilir sungai. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dalam praktek penataan ruang DAS diperlukan keterpaduan antara pengelolaan DAS di berbagai wilayah, serta pemahaman terjadinya perilaku masyarakat di wilayah sekitar DAS. Hasil penelitian ini dapat memberikan masukan bagi praktek penataan dan pengelolaan lingkungan perkotaan pada wilayah DAS yang tidak dapat berdiri sendiri, serta pentingnya melihat keterkaitan antara lingkungan fisik DAS dengan dengan perilaku sosial masyarakat di sekitarnya.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Konsepsi Pengeloaan Lahan.

Konsepsi Pengeloaan Lahan.

Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi berbagai peraturan pemerintah yang ada sebagai dasar untuk mengembangkan konsep pengelolaan lahan terlantar secara berkelanjutan sehingga dapat mem[r]

1 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...