Top PDF ANALISIS PENGEMBANGAN USAHA INDUSTRI KERAJINAN SEPATU WANITA

ANALISIS PENGEMBANGAN USAHA INDUSTRI KERAJINAN SEPATU WANITA

ANALISIS PENGEMBANGAN USAHA INDUSTRI KERAJINAN SEPATU WANITA

Industri kerajinan sepatu di Kecamatan Ciomas Kabupaten Bogor umumnya menghasilkan sepatu dan sandal dengan semua ukuran baik untuk pria maupun untuk wanita. Bahan baku yang digunakan untuk membuat sepatu dan sandal adalah kulit imitasi serta bahan lain yang digunakan yaitu lapis (AC), lateks, sol, tamsin, spon, hak, lem, tekson, dus, pengeras, pur Ce, benang, dll. Bahan-bahan ini diperoleh dari toko bahan di kota Bogor. Bagi pengusaha yang memiliki modal cukup, maka bahan baku dapat mereka peroleh sesuai dengan harga pasar, sedangkan pengusaha yang lemah dalam hal permodalan, maka bahan baku mereka peroleh dengan modal kepercayaan dan kesepakatan dengan pihak Grosir, dengan sistem hubungan sub kontrak komersial atau sering disebut ” bon putih ”. Selain sistem bon p utih pembelian bahan baku juga biasa diberikan dengan sitem giro dengan tempo waktu satu bulan sampai dengan dua bulan, namun dengan menggunakan kedua sistem ini pengusaha sepatu akan sangat banyak memperoleh (c harge ) dan harga yang berlaku pun bukan lagi harga pasar, sehingga mereka akan sangat dirugikan.
Baca lebih lanjut

84 Baca lebih lajut

Karakteristik Industri Tahu Di Desa Trimurti Kecamatan Srandakan Kabupaten Bantul.

Karakteristik Industri Tahu Di Desa Trimurti Kecamatan Srandakan Kabupaten Bantul.

Hasil (1) faktor- faktor produksi yang terkait dengan industri kerajinan keramik meliputi modal, bahan baku, tenaga kerja, sumber energi, transportasi dan pemasaran; (2) hambatan- hambatan yang dialami dalam usaha industri kerajinan keramik ini yaitu tenaga kerja, pemasaran, bahan baku, bahan bakar, modal, peralatan, kurangnya peranan dari pemerintah serta organisasi yang kurang aktif; (3) ada beberapa faktor yag mempengaruhi turunnya jumlah perajin industri kerajinan keramik antara lain yaitu persaingan yang tidak sehat antar perajin, kemampuan sumber daya manusia yang rendah seperti manajemen usaha yang kurang, jangkauan pemasaran yang masih sempit, minimnya penggunan media elektronik dalam mempromosikan hasil produksi serta kurangnya inovasi dari perajin untuk menciptakan produk baru; (4) dari hasil analisis situasi berdasarkan isu- isu strategis yang berkembang di daerah penelitian dan secara cermat memperhatikan pengaruh dari faktor internal dan eksternal secara obyektif terdapat 19 prioritas strategi pengembangan usaha industri kerajinan keramik di Kecamatan Purwareja Klampok.
Baca lebih lanjut

116 Baca lebih lajut

PERUMUSAN STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA MELALUI EVALUASI INTERNAL DAN EKSTERNAL (STUDI DI LINGKUNGAN INDUSTRI KECIL SEPATU MOJOKERTO)

PERUMUSAN STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA MELALUI EVALUASI INTERNAL DAN EKSTERNAL (STUDI DI LINGKUNGAN INDUSTRI KECIL SEPATU MOJOKERTO)

1. Berdasarkan analisis lingkungan internal dan eksternal, maka dapat diketahui kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dari industri kecil sepatu. Kekuatan- kekuatan yang dimiliki olehnya adalah pemilik yang sekaligus pemimpin perusahaan yang berwawasan sesuai bidang dan berjiwa wirausaha, adanya pelayanan yang baik dari pemilik yang bisa melahirkan loyalitas pelanggan, lokasi yang mudah dijangkau (dekat pasar), kualitas produk yang baik (jahitan dan potongan sepatu), harga jual produk lebih rendah dari pesaing, dan adanya saluran distribusi langsung dari industri sepatu ke pelanggan. Adapun kelemahannya adalah kapasitas produksi belum dapat memenuhi permintaan pasar, tidak adanya labelisasi kemasan, modal usaha terbatas, kurangnya kontrol terhadap standar produk yang berasal dari mitra kerja (pemasok bahan baku/penolong), kegiatan promosi masih sederhana, kualitas keterampilan karyawan masih terbatas, dan fasilitas mesin untuk menunjang kegiatan perusahaan masih terbatas. Peluang yang dihadapi yakni meliputi permintaan produk yang semakin meningkat, ketersediaan bahan baku, pertumbuhan ekonomi positif, pertumbuhan penduduk, dan perkembangan model sepatu. Adapun ancaman yang ada meliputi merebaknya persaingan, dan ancaman pendatang baru.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

ANALISIS PEMICU BISNIS DAN KEBERHASILAN USAHA (Studi Kasus Pada Pemilik Industri Sepatu dan Sandal Kulit Di Kota Malang)

ANALISIS PEMICU BISNIS DAN KEBERHASILAN USAHA (Studi Kasus Pada Pemilik Industri Sepatu dan Sandal Kulit Di Kota Malang)

Dalam proses produksi sebuah industri termasuk industri sepatu di Malang sangat tergantung terhadap peran tenaga kerja. Tenaga kerja memiliki peran dan kedudukan yang sangat penting sebagai pelaku (actor) dalam mencapai tujuan perusahaan. Pengelolaan tenaga kerja biasa disebut Manajemen Sumber Daya Manusia adalah pendayagunaan, pembinaan, pengaturan, pengurusan, pengembangan unsur tenaga kerja,baik berstatus baru, karyawan maupun pegawai dengan segala kegiatan dalam usaha mencapai hasil guna dan daya guna yang sebesar-besarnya sesuai dengan harapan usaha perorangan, badan usaha, perusahaan, lembaga maupun instansi (Siswanto, 2003). Dengan menjalankan fungsi- fungsi manajemen sumber daya manusia secara konsisten maka perusahaan akan mencapai daya guna dan hasil guna yang sebesar- sebesarnya, tercapainya daya guna dan hasil guna yang maksimal menjadikan perkembangan jumlah karyawan bisa dijadikan sebagai salah satu indikator keberhasilan.
Baca lebih lanjut

50 Baca lebih lajut

STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA KERAJINAN EN

STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA KERAJINAN EN

nilai tambah dalam kegiatan industri. Hal ini berguna dalam pemetaan peran setiap segmen dan tahapan nilai berdasarkan masukan dan layanan tambahan untuk produk. (Webber,2007) Analisis SWOT melengkapi sistem analisis nilai secara keseluruhan, SWOT (Kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman), titik awal kualitatif untuk setiap strategi daya saing atau analisis lain untuk pengambilan keputusan tujuan. Analisis SWOT adalah cara yang baik untuk memberikan karakterisasi umum industri saat, mengidentifikasi masalah, dan menghasilkan diskusi. Hal ini sangat berguna sebagai alat fasilitasi netral untuk fokus diskusi awal tentang keadaan yang dirasakan dari rantai nilai atau untuk melakukan brainstorming awal pada potensi peluang dan risiko. 2. Menggunakan Diamond Porter
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI KECIL KERAJINAN GENTENG DI KABUPATEN KEBUMEN

STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI KECIL KERAJINAN GENTENG DI KABUPATEN KEBUMEN

dalam penyusunan strategi pada industri kerajinan genteng. Selain untuk analisis deskriptif, jumlah sampel 89 orang digunakan untuk menentukan peringkat dalam matrik IFAS (Internal Factor Summary) dan EFAS (Eksternal Factor Summary). Kemudian, dilakukan juga pengambilan sampel responden sebagai keyperson yang dilakukan secara purposive sampling. Purposive sampling adalah teknik pengambilan sampel dengan memilih secara sengaja sampel yang akan diteliti sebagai responden. Pemilihan secara purposive sampling dengan kriteria bahwa responden yang dijadikan sampel mengetahui lingkungan bisnis. Pihak tersebut meliputi perwakilan dari Dinas Pemerintah dan perwakilan dari pengusaha. Pihak pemerintah yaitu Kepala Seksi Pengawasan Industri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kebumen (satu orang), Kepala bidang UMKM Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Kebumen (satu orang), perwakilan dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, dan perwakilan pengusaha industri kerajinan genteng untuk masing – masing kecamatan (satu orang). Keyperson tersebut digunakan dalam menentukan faktor internal dan eksternal dan menilai bobot dalam tahapan analisis SWOT. Tujuan adanya keterlibatan pihak tersebut dalam penelitian ini diharapkan mampu menghasilkan alternatif strategi yang lebih objektif.
Baca lebih lanjut

211 Baca lebih lajut

PEMBERDAYAAN PENGRAJIN PARTISIPAN PADA ASOSIASI PENGEMBANGAN INDUSTRI KERAJINAN  PEMBERDAYAAN PENGRAJIN PARTISIPAN PADA ASOSIASI PENGEMBANGAN INDUSTRI KERAJINAN RAKYAT INDONESIA ( APIKRI ).

PEMBERDAYAAN PENGRAJIN PARTISIPAN PADA ASOSIASI PENGEMBANGAN INDUSTRI KERAJINAN PEMBERDAYAAN PENGRAJIN PARTISIPAN PADA ASOSIASI PENGEMBANGAN INDUSTRI KERAJINAN RAKYAT INDONESIA ( APIKRI ).

Hasil analisis diketahui bahwa program Pemberdayaan pengrajin partisipan yang dilakukan APIKRI terdiri atas dua program yaitu pertama,Peningkatan kapasitas pengrajin partisipan yang dalam pelaksanaan dilakukan untuk mengasah kemampuan pengrajin untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar serta menemukan pasar bagi pemasaran kerajinan yang dihasilkan.Kedua program Pendampingan tehknis mengatasi masalah pengrajin yang dalam pelaksanaannya dilakukan untuk mengatasi berbagai masalah yang dihadapi pengrajin dalam mengelolah usaha kerajinan yang digeluti.Masalah tersebut diantaranya masalah kekurangan modal usaha dan masalah dalam pengembangan usaha. Dalam meneliti tentang kemandirian pengrajin yang dilakukan dengan pengedaran kuesioner pada 54 pengrajin yang dijadikan sebagai sampel diketahui bahwa dalam kemandirian modal usaha, penggunaan modal sendiri dalam usaha diperoleh hasil 100% pengrajin partisipan sudah mandiri, dalam kemandirian pembuatan kerajinan, penggunaan desain sendiri dalam pembuatan kerajinan diperoleh hasil 90.7% pengrajin sudah mandiri dan dalam kemandirian pemasaran kerajinan, Pemasaran yang dilakukan sendiri dalam pemasaran kerajinan diperoleh hasil 96.2% pengrajin sudah mandiri.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MISKIN MELALUI PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN PADA INDUSTRI RUMAHAN PEMBUATAN IKAN SALAI DI KOTA PALEMBANG Gagan Ganjar Resmi Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Bina Darma ganjarresmi@yahoo.com ABSTRAK - PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MISKIN MELALUI PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN PADA INDUSTRI RUMAHAN PEMBUATAN IKAN SALAI DI KOTA PALEMBANG Gagan Ganjar Resmi Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Bina Darma ganjarresmi@yahoo.com ABSTRAK - PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

Di Indonesia, pelaku usaha atau yang bergerak sebagai entrepreneur masih di bawah dua persen dari total penduduk, sedangkan pelaku usaha wanita masih di bawah 0,1 persen. Potensi perempuan Indonesia untuk berkiprah di sektor usaha atau sebagai pembisnis cukup besar. Populasi wanita yang mencapai 49 persen dari total penduduk Indonesia merupakan potensi besar bagi kaum perempuan (BPS; 2013). Sebagian besar pelaku usaha wanita Indonesia bergerak di tingkatan usaha mikro, kecil, menengah (UMKM), sebagian kecil bergerak di level menengah ke atas. Meski jumlahnya masih kecil, para pelaku usaha ini dinilai lebih ulet dan tangguh dalam mengatasi resiko bisnis, bahkan mereka bertahan saat dihantam badai krisis 1998 maupun 2009 lalu. Hampir sebagian besar usaha mereka bergerak dalam kategori industri rumahan, kelompok usaha, maupun usaha kecil yang memanfaatkan kemampuan diri seperti menjahit, membuat kue, kerajinan, termasuk pembuatan ikan salai yang sebagian besar dilakukan oleh kaum perempuan, mulai dari pembersihan ikan, pengolahan dan pengasapan sampai dengan penjualan langsung kepada konsumennya.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

LAPORAN TUGAS AKHIR  Analisis Kelayakan Pengembangan Usaha Kerajinan Sangkar Burung Dengan Pendekatan Value Engineering Guna Efisiensi Biaya Produksi (Studi Kasus : Kerajinan Sangkar Milik Bapak Tumino, Ngepringan, Serenan, Juwiring, Klaten).

LAPORAN TUGAS AKHIR Analisis Kelayakan Pengembangan Usaha Kerajinan Sangkar Burung Dengan Pendekatan Value Engineering Guna Efisiensi Biaya Produksi (Studi Kasus : Kerajinan Sangkar Milik Bapak Tumino, Ngepringan, Serenan, Juwiring, Klaten).

Puji syukur alhamdulillah kita panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Tugas Akhir yang berjudul “Analisis Kelayakan Pengembanagan Uusaha Kerajinan Sangkar Burung dengan Pendekatan Value Engineering Guna Efisiensi Biaya Produksi”. Tugas akhir ini disusun dengan maksud untuk memenuhi syarat untuk menyelesaikan Program pendidikan Strata-1 pada Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta.

20 Baca lebih lajut

Analisis Strategi Pengembangan Usaha Pada Industri Sepatu Cibaduyut Di Kota Bandung.

Analisis Strategi Pengembangan Usaha Pada Industri Sepatu Cibaduyut Di Kota Bandung.

2. Sedangkan Faktor Eksternal Peluang Potensi pasar yang masih besar dilihat dari jumlah Penduduk Kota Bandung dan Jawa Barat serta dekatnya Kota Bandung dengan Ibu Kota Jakarta serta Tingkat pendapatan penduduk yang cukup tinggi tetapi masih ada Ancaman yaitu Tingkat Inflasi kebutuhan pokok terutama makanan membuat masyarakat lebih mengencangkan ikat pinggang dalam pengeluarannya dan Persaingan dengan Pabrik sepatu yang lebih besar menjadi Ancaman teersendiri bagi UKM Sepatu Cibaduyut.

12 Baca lebih lajut

Analisis kinerja dan strategi pengembangan usaha kerajinan sepatu di kabupaten Bogor studi kasus CV. Anugerah Jaya, desa Suka Makmur, kecamatan Ciomas

Analisis kinerja dan strategi pengembangan usaha kerajinan sepatu di kabupaten Bogor studi kasus CV. Anugerah Jaya, desa Suka Makmur, kecamatan Ciomas

melimpah dan terlatih, lokasi dekat dengan pemasok, dan pimpinan kreatif. Sedangkan yang menjadi kelemahannya adalah manajemen keuangan belum teratur, manajemen persediaan bahan baku belum teratur, kurangnya pengawasan produksi, lahan kerja kurang luas dan nyaman, teknologi minimalis, tidak ada perhitungan harga pokok produksi dan sarana transportasi terbatas. Dari segi faktor eksternal yang menjadi kekuatan adalah memiliki sistem pemasaran terpusat, dan tempat penjualan strategis, serta memiliki banyak relasi. Sedangkan yang menjadi kelemahannya adalah adanya pesaing dalam negeri, adanya pesaing dari luar negeri, faktor musim, faktor inflasi, kekuatan tawar menawar pemasok bahan dan grosir. Berdasarkan analisis SWOT maka strategi yang dapat dijalankan dalam rangka mengembangkan usaha kerajinan sepatu adalah Pemerintah membantu usaha kerajinan sepatu dengan regulasi yang mendukung perkembangan usaha tersebut, misalnya: pemberian kredit lunak tanpa agunan dan mendirikan koperasi atau paguyuban yang memfasilitasi kebutuhan modal dan ketersediaan bahan baku yang relatif lebih murah.
Baca lebih lanjut

94 Baca lebih lajut

Kelas XI PRAKARYA BS Sem1

Kelas XI PRAKARYA BS Sem1

Kekayaan alam Indonesia merupakan modal untuk menghasilkan produk kerajinan. Sejak dahulu rakyat Indonesia telah menggunakan produk kerajinan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Kekayaan alam Indonesia merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu, kita harus memuji ciptaan Tuhan Yang Maha Agung ini. Produk kerajinan lebih banyak memanfaatkan bahan-bahan alam. Ada juga yang memanfaatkan bahan limbah sebagai bahan kerajinan seperti limbah kertas, plastik, karet, dan logam. Bagaimana pendapatmu ketika melihat sampah yang berserakan, tidak teratur di suatu tempat? Tentunya sampah atau limbah tersebut dapat membuat pemandangan menjadi tidak indah, menghasilkan bau tidak sedap, dan dampaknya akan merusak lingkungan. Limbah tersebut sebenarnya dapat dimanfaatkan sebagai barang kerajinan yang bermanfaat bagi kehidupan manusia.
Baca lebih lanjut

256 Baca lebih lajut

prawira kurtilas sem1 xi bukusiswa rev2017 terampilmatematika blogspot com

prawira kurtilas sem1 xi bukusiswa rev2017 terampilmatematika blogspot com

Kekayaan alam Indonesia merupakan modal untuk menghasilkan produk kerajinan. Sejak dahulu rakyat Indonesia telah menggunakan produk kerajinan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Kekayaan alam Indonesia merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu, kita harus memuji ciptaan Tuhan Yang Maha Agung ini. Produk kerajinan lebih banyak memanfaatkan bahan-bahan alam. Ada juga yang memanfaatkan bahan limbah sebagai bahan kerajinan seperti limbah kertas, plastik, karet, dan logam. Bagaimana pendapatmu ketika melihat sampah yang berserakan, tidak teratur di suatu tempat? Tentunya sampah atau limbah tersebut dapat membuat pemandangan menjadi tidak indah, menghasilkan bau tidak sedap, dan dampaknya akan merusak lingkungan. Limbah tersebut sebenarnya dapat dimanfaatkan sebagai barang kerajinan yang bermanfaat bagi kehidupan manusia.
Baca lebih lanjut

258 Baca lebih lajut

STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA INDUSTRI KERAJINAN ENCENG GONDOK SYARINA PRODUCTION DI DESA KEBONDOWO KECAMATAN BANYUBIRU KABUPATEN SEMARANG -

STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA INDUSTRI KERAJINAN ENCENG GONDOK SYARINA PRODUCTION DI DESA KEBONDOWO KECAMATAN BANYUBIRU KABUPATEN SEMARANG -

i STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA INDUSTRI KERAJINAN ENCENG GONDOK SYARINA PRODUCTION DI DESA KEBONDOWO KECAMATAN BANYUBIRU KABUPATEN SEMARANG SKRIPSI Untuk Memperoleh Gelar Sarja[r]

1 Baca lebih lajut

Prakarya dan kewirausahaan SMA kelas XI - Repositori Institusi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Prakarya dan kewirausahaan SMA kelas XI - Repositori Institusi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Kekayaan alam Indonesia merupakan modal untuk menghasilkan produk kerajinan. Sejak dahulu rakyat Indonesia telah menggunakan produk kerajinan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Kekayaan alam Indonesia merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu, kita harus memuji ciptaan Tuhan Yang Maha Agung ini. Produk kerajinan lebih banyak memanfaatkan bahan-bahan alam. Ada juga yang memanfaatkan bahan limbah sebagai bahan kerajinan seperti limbah kertas, plastik, karet, dan logam. Bagaimana pendapatmu ketika melihat sampah yang berserakan, tidak teratur di suatu tempat? Tentunya sampah atau limbah tersebut dapat membuat pemandangan menjadi tidak indah, menghasilkan bau tidak sedap, dan dampaknya akan merusak lingkungan. Limbah tersebut sebenarnya dapat dimanfaatkan sebagai barang kerajinan yang bermanfaat bagi kehidupan manusia.
Baca lebih lanjut

258 Baca lebih lajut

Kelas 11 SMA Prakarya dan Kewirausahaan Siswa 2017

Kelas 11 SMA Prakarya dan Kewirausahaan Siswa 2017

Indonesia merupakan negara kepulauan yang kaya akan hasil alam. Berbagai jenis tanaman dan hewan yang dapat kita jadikan sebagai bahan pangan nabati dan hewani bisa dengan mudah kita temui di sekitar kita. Kita sebagai makhluk ciptaan Tuhan hendaknya senantiasa bersyukur atas limpahan nikmat yang tidak putus- putusnya diberikan kepada kita. Tuhan telah memberikan karunian-NYA kepada manusia berupa akal pikiran dan kemampuan berpikir melebihi makhluk ciptaan- NYA yang lain. Dengan akal dan pikiran kita dapat memanfaatkan bahan nabati dan hewani menjadi produk yang beraneka ragam.Salah satunya adalah produk makanan khas daerah. Pada awalnya kita hanya bisa menemukan makanan –makanan khas daerah di tempat asalnya saja, namun seiring dengan berkembangnya zaman, kini kita dapat menemukan makanan khas daerah diberbagai macam tempat, tidak hanya di daerah asalnya saja. Contohnya ; pempek dan tekwan adalah makanan khas Palembang, kita bisa menemukan penjual pempek dan tekwan diberbagai daerah, bahkan di mancanegara. Hal ini merupakan peluang usaha yang potensial bagi para wirausawahan kuliner dalam memulai bisnisnya. Peluang dalam bahasa Inggris adalah opportunity yang berarti kesempatan yang muncul dari sebuah kejadian atau moment. Jadi, peluang usaha makanan khas daerah merupakan kesempatan yang muncul dan menjadi inspirasi (ide) bagi seseorang dalam melakukan usaha kuliner makanan khas daerah.
Baca lebih lanjut

257 Baca lebih lajut

Pengaruh Strategi Inovasi Terhadap Strategi Desain dan Karakteristik Desain pada Sepatu Fashion Wanita di Lingkungan Industri Kecil dan Menengah Kota Bandung.

Pengaruh Strategi Inovasi Terhadap Strategi Desain dan Karakteristik Desain pada Sepatu Fashion Wanita di Lingkungan Industri Kecil dan Menengah Kota Bandung.

- Mengembangkan fungsi tambahan produk sepatu fashion wanita lainnya. Sepatu tidak lagi hanya befungsi sebagai alas kaki, selain itu memiliki fungsi tambahan diantaranya menunjang penampilan, meningkatkan status sosial di lingkungannya dan meningkatkan kepercayaan diri pemakainya.

17 Baca lebih lajut

PERANAN WANITA DALAM PENGEMBANGAN USAHA KECIL RUMAH TANGGA UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN KELUARGA Oleh Annisa Mardatillah, S.SoS,M.Si Dosen Ilmu Administrasi Niaga FISIPOL – UIR Abstract - Peranan Wanita Dalam Pengembangan Usaha Kecil Rumah Tangga Untuk M

PERANAN WANITA DALAM PENGEMBANGAN USAHA KECIL RUMAH TANGGA UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN KELUARGA Oleh Annisa Mardatillah, S.SoS,M.Si Dosen Ilmu Administrasi Niaga FISIPOL – UIR Abstract - Peranan Wanita Dalam Pengembangan Usaha Kecil Rumah Tangga Untuk M

3. Menurut Joseph Schumpeter, wirausahawan adalah seorang inovator yang mengimplementasikan perubahan- perubahan di dalam pasar melalui kombinasi-kombinasi baru. Kombinasi baru tersebut bisa dalam bentuk: a) memperkenalkan produk baru atau dengan kualitas baru, b) memperkenalkan metoda produksi baru, c) membuka pasar yang baru (new market), d) Memperoleh sumber pasokan baru dari bahan atau komponen baru, atau e) menjalankan organisasi baru pada suatu industri. Schumpeter mengkaitkan wirausaha dengan konsep inovasi yang diterapkan dalam konteks bisnis serta mengkaitkannya dengan kombinasi sumber daya.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Penerapan Entrepreneurial Marketing Terhadap Pengembangan Dan Keberlanjutan Usaha Industri Rumahan Di Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal

Penerapan Entrepreneurial Marketing Terhadap Pengembangan Dan Keberlanjutan Usaha Industri Rumahan Di Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal

17 Menurut Fuad et al (2005), unsur-unsur penting dalam wiraswasta yaitu unsur keterampilan, pengetahuan, sikap mental dan kewaspadaan. Indikator konsep yang berorientasi pada inovasi serta penilaian kebutuhan pasar secara intuitif mencapai tingkat persentase sebesar 62 persen. Pada usaha kerupuk mangrove, pelaku usaha berinovasi dengan tidak hanya menjadikan buah mangrove dan tancang sebagai kerupuk melainkan juga membuat sebagai tepung. Kemampuan dalam melakukan inovasi menjadi penting mengingat kebutuhan pasar yang mengalami perubahan dengan cepat. Oleh karena itu, pelaku usaha perlu menggunakan konsep yang berorinetasi inovasi dalam penerapan entrepreneurial marketing agar usaha industri rumahan yang termasuk dalam kategori usaha kecil dan rentan ini tetap bertahan dan maju, hal ini didukung dengan pernyataan menurut Sarma (2013) inovasi produk dapat dijadikan sebagai ukuran yang relevan atas pertumbuhan, profitabilitas, dan kelangsungan hidup UKM yang baru berkembang.
Baca lebih lanjut

53 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...