Top PDF Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku dan Bahan Pendukung pada PT. MGN

Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku dan Bahan Pendukung pada PT. MGN

Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku dan Bahan Pendukung pada PT. MGN

Agroindustri merupakan salah satu bentuk pembangunan sektor pertanian dalam arti luas. Agroindustri memiliki peranan strategis dalam pembangunan perekonomian. Salah satu keunggulan komparatif agroindustri yaitu berupa penggunaan bahan baku yang berasal dari sumberdaya alam yang tersedia dalam negeri. Agroindustri pada sektor kehutanan merupakan salah satu kontributor utama bagi perekonomian nasional bila dipandang dari penyediaan lapangan kerja, penerimaan negara bukan pajak dan pajak, sumber pendapatan asli daerah, dan lain-lain (FWI,2011). Industri kayu olahan untuk pasar ekspor mulai dikembangkan oleh perusahaan di Indonesia pada tahun 1986 sesuai dengan kebijaksanaan Pemerintah yang melarang ekspor kayu bulat. Pemerintah hanya mengizinkan ekspor kayu gergaji maupun kayu olahan lainnya.
Baca lebih lanjut

40 Baca lebih lajut

Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Busa pada PT. "X" untuk Meminimumkan Biaya Persediaan.

Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Busa pada PT. "X" untuk Meminimumkan Biaya Persediaan.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengendalian persediaan bahan baku yang selama ini diterapkan oleh PT.X serta metode pengendalian persediaan bahan baku yang dapat meminimumkan biaya persediaan PT.X. Model probabilistik metode Q sesuai dengan penyelesaian masalah yang ada dalam perusahaan ini dikarenakan permintaan selama horison perencanaan bersifat probabilistik dan berdistribusi normal dengan rata-rata (D) dan deviasi standar. Hasil penelitian menunjukan total biaya dengan model probabilistik lebih rendah dibandingkan kebijakan perusahaan. Total cost persediaan yang dikeluarkan perusahaan selama tahun 2015 dengan menggunakan model probabilistik adalah sebesar Rp 83.643.450,66, sedangkan dengan menggunakan kebijakan perusahaan adalah sebesar Rp 83.666.250,65. Sehingga terdapat selisih total cost persediaan antara model probabilistik dan kebijakan perusahaan sebesar Rp 22.749,99.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU KARET PADA PT. HOK TONG BANJARMASIN

PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU KARET PADA PT. HOK TONG BANJARMASIN

Hasil analisis menunjukkan bahwa prosentase kenaikan/penurunan kebutuhan bahan baku akan mempengaruhi jumlah produksi yang akan dihasilkan, sehingga dibutuhkan pengendalian persediaan bahan baku yang efektif dan efisien. Untuk kebutuhan bahan baku tahun yang akan datang (2005) diperkirakan sebesar 13.124.131 kg. Jumlah pemesanan yang ekonomisnya untuk satu kali pesan sebesar 52.024 kg. Dan diperlukan frekuensi pemesanan sebanyak 252 kali pesan dalam satu tahun.

1 Baca lebih lajut

Analisis Sistem Pengendalian Persediaan Bahan Baku Utama Biskuit di PT XYZ

Analisis Sistem Pengendalian Persediaan Bahan Baku Utama Biskuit di PT XYZ

Industri biskuit bergerak dinamis seiring dengan kebutuhan masyarakat akan makanan ringan. PT XYZ adalah salah satu perusahaan yang memproduksi biskuit. Di perusahaan tersebut, ada dua jenis bahan baku yang digunakan untuk memproduksi biskuit, yaitu bahan baku mentah (raw material) dan bahan baku kemasan (packaging material). Dinamika permintaan akan biskuit berdampak pula pada proses penyediaan bahan baku pembuatan biskuit. PT XYZ memiliki kendala dalam pemenuhan kebutuhan tersebut terutama dikarenakan tren permintaan yang berubah-ubah. Atas masalah tersebut, penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi bahan baku kelas A di PT XYZ, (2) mengidentifikasi konsep-konsep persediaan yang dilakukan oleh PT XYZ, (3) mengidentifikasi kesenjangan antara rencana persediaan dengan realisasi, dan (4) menganalisis sistem pengendalian persediaan untuk menentukan cara terbaik dalam pengendalian persediaan.
Baca lebih lanjut

72 Baca lebih lajut

ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN  BAHAN BAKU KAYU SENGON   ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU KAYU SENGON DENGAN METODE EOQ (Studi pada PT Dharma Satya Nusantara Temanggung).

ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU KAYU SENGON ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU KAYU SENGON DENGAN METODE EOQ (Studi pada PT Dharma Satya Nusantara Temanggung).

Pengendalian persediaan merupakan masalah vital yang mempengaruhi kelancaran proses produksi yang berimbas terhadap kelangsungan hidup perusahaan. Dikarenakan biaya penyimpanan bisa sangat mahal, maka perlu diperhatikan metode pengendalian persediaan yang sesuai dengan situasi perusahaan. Menyimpan terlalu banyak persediaan akan merugikan perusahaan dengan biaya simpan yang terlalu besar sedangkan kekurangan persediaan akan menghambat proses produksi yang akan berimbas pada kehilangan penjualan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah akan ada efisiensi biaya dengan membandingkan biaya total aktual perusahaan dan biaya total jika perusahaan menggunakan metode EOQ, serta untuk mengetahui angka ROP dan safety stock sebagai model probabilistiknya. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara,observasi serta studi pustaka. Penelitian ini dilakukan di PT Dharma Satya Nusantara Temanggung. Bahan baku yang diteliti adalah kayu sengon. Sedangkan pengukuran data dilakukan secara matematis. Analisa dilakukan secara deskriptif dengan menjabarkan poin-poin yang ditemukan dengan bantuan tabel maupun gambar. Metode pembelian bahan baku dengan metode EOQ ini diharapkan dapat meminimalkan biaya total persediaan. Sedangkan permintaan bahan baku yang tidak menentu diharapkan dapat diatasi dengan menetapkan ROP serta Safety Stock. Hasil penelitian menunjukkan adanya efisiensi biaya pada tiap jenis kayu sengon dengan menggunakan metode EOQ. Penelitian juga menghasilkan titik ROP untuk tiap jenis kayu sengon yang dapat digunakan sebagai titik pemesanan kembali serta persediaan pengaman yang perlu disimpan oleh perusahaan dalam antisipasi permintaan yang tidak menentu.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Kulit Guna Meminimumkan Biaya Persediaan PT. "X" Bandung.

Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Kulit Guna Meminimumkan Biaya Persediaan PT. "X" Bandung.

1. PT.X merupakan perusahaan pembuat sepatu khusus pria yang berbahan dasar kulit sapi yang telah diolah. Selama ini PT.X melakukan pemesanan bahan baku kulit dengan tidak terjadwal. Perusahaan akan melakukan pemesanan bahan baku pada saat bahan baku sudah habis. Bahan baku kulit yang digunakan berasal dari pemasok yang berada di Jawa Timur. Oleh karenanya, apabila terjadi kekurangan bahan baku pada saat produksi maka perusahaan akan mengupayakan bahan yang dibutuhkan ke pemasok. Hal seperti ini menjadikan perusahaan mengalami biaya pemesanan yang cukup besar untuk setiap kali pemesanan kembali. Berdasarkan kebijakan perusahaan, total cost yang harus dikeluarkan perusahaan adalah sebesar Rp. 4.608.095,703.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Analisis Pola Pengolahan Kayu dalam Rangka Optimalisasi Penggunaan Bahan Baku pada PT. MGN

Analisis Pola Pengolahan Kayu dalam Rangka Optimalisasi Penggunaan Bahan Baku pada PT. MGN

PT. MGN merupakan salah satu industri pengolahan kayu yang sedang berkembang di Indonesia. PT. MGN mulai berdiri sejak tanggal 7 Feberuari 2012 dengan izin usaha terdaftar berupa PT yang masih sedang dalam proses pengurusan. PT. MGN berada pada lokasi yang sangat strategis, sehingga PT. MGN nyaris tidak memiliki pesaing di wilayah Bogor. Modal awal yang digunakan dalam pendirian usaha tersebut digunakan pemilik untuk membeli bahan baku, mesin dan peralatan pendukung lainnya. PT. MGN menghasilkan produk frame dan easel dengan berbagai jenis dan salah satu produk easel yang dihasilkan oleh PT. MGN adalah easel 1300 Natural. Hasil produksi dari perusahaan tersebut akan diekspor ke negara Korea. Melihat peluang usaha
Baca lebih lanjut

45 Baca lebih lajut

Analisis pengendalian persediaan bahan baku impor dengan simulasi monte carlo di PT Goodyear Indonesia Tbk - Bogor

Analisis pengendalian persediaan bahan baku impor dengan simulasi monte carlo di PT Goodyear Indonesia Tbk - Bogor

Karet merupakan komoditas alam yang banyak terdapat di Indonesia. Tahun 2003 Indonesia merupakan negara produsen dan pengekspor karet alam terbesar kedua di dunia setelah Thailand, dengan total produksi sebesar 1.770.400 ton (23,34% dari nilai total produksi dunia). Produksi karet alam ini terus meningkat setiap tahunnya dan pada tahun 2005, produksi karet nasional mencapai 2,2 juta ton. Hal ini mendorong banyaknya berdiri industri yang menghasilkan produk berbasis karet, salah satunya yaitu industri pembuatan ban. Persaingan yang ketat pada industri ban menuntut perusahaan produsen ban untuk melakukan strategi agar tercipta efisiensi di berbagai bagian seperti manajemen produksi, persediaan bahan baku, penjualan, dan lain sebagainya.
Baca lebih lanjut

204 Baca lebih lajut

Analisis pengendalian persediaan bahan baku susu kental manis pada PT Indomilk

Analisis pengendalian persediaan bahan baku susu kental manis pada PT Indomilk

Pengumpulan data dilaksanakan pada PT Indomilk yang berlokasi di Jl. Raya Bogor Km 26,6 Gandaria, Jakarta selama bulan Juli 2005. Manajemen persediaan bahan baku pada PT Indomilk dianalisis dan diuraikan secara deskriptif. Analisa yang dilakukan dibatasi hanya pada dua jenis bahan baku utama, yaitu Skim Milk Powder (SMP) dan Butter Milk Powder (BMP). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Material Requirement Planning (MRP) dengan tiga teknik penentuan ukuran lot yang berbeda, yaitu teknik Lot-For-Lot (LFL), Economic Order Quantity (EOQ), dan Part-Period Total Cost Balancing (PPB). Perusahaan menerapkan periodic order cycle policy dalam pengendalian persediaan bahan bakunya, dimana persediaan diawasi dan pada setiap periode tertentu sejumlah bahan baku ditambahkan agar jumlah persediaan tetap berada pada tingkat persediaan yang telah ditentukan. Tingkat persediaan bahan baku pada PT Indomilk diatur dalam standard buffer stock policy, dimana targeted buffer stock untuk bahan baku SMP dan BMP adalah sebesar kebutuhan dua minggu produksi. Selama periode pengamatan (Juli 2004 – Juni 2005), total kuantitas pesanan untuk bahan baku SMP adalah sebesar 6.194,75 ton dengan frekuensi pemesanan sebanyak 28 kali. Untuk bahan baku BMP, total kuantitas pesanannya adalah sebesar 2.705,225 ton dengan frekuensi pemesanan sebanyak 20 kali.
Baca lebih lanjut

103 Baca lebih lajut

Pengendalian Persediaan Bahan Baku Untuk (1)

Pengendalian Persediaan Bahan Baku Untuk (1)

Krakatau Steel ANALISIS SISTIM ANTRIAN DALAM MENINGKATKAN EFESIENSI PELAYANAN PADA PT XXX PENENTUAN TINGKAT PERSEDIAAN BAHAN BAKU YANG EFEKTIF GUNA MEMPERLANCAR PROSES PRODUKSI PENER[r]

1 Baca lebih lajut

Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku dalam Meminimumkan Biaya Persediaan dengan Metode EOQ (Studi Kasus: PT. Sinar Sosro Medan)

Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku dalam Meminimumkan Biaya Persediaan dengan Metode EOQ (Studi Kasus: PT. Sinar Sosro Medan)

Tabel 3.6 Tabel Indeks Musiman Pemakaian Gula Pasir 35 Tabel 3.7 Perhitungan Nilai Trend Pemakaian Gula Pasir 36 Tabel 3.8 Nilai Trend Periode Januari – Desember 2013 39 Tabel 3.9 Ramalan Pemakaian Bahan Baku Gula Pasir Industri Bulan

11 Baca lebih lajut

Analisis biaya persediaan bahan baku ayam di restoran hartz chicken buffet (HCB) Bogor

Analisis biaya persediaan bahan baku ayam di restoran hartz chicken buffet (HCB) Bogor

Penelitian mengenai manajemen persediaan dilakukan Astuti (2002), yang melakukan penelitian tentang pengendalian persediaan bahan baku susu bubuk pada PT Mirota KSM Inc, Yogyakarta. Analisis pengendalian persediaan susu bubuk PT Mirota KSM Inc menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) dan model persediaan probabilistik yang terdiri dari persediaan pengaman (Safety Stock) dan titik pemesanan kembali (Reorder Point). Penggunaan model EOQ ini atas dasar sifat bahan baku yang mudah rusak mengharuskan susu bubuk digunakan secara kontinu serta letak pemasok yang jauh dari lokasi perusahaan sehingga perusahaan membutuhkan suatu model pengendalian persediaan yang mudah diterapkan perusahaan dan membantu perusahaan dalam menentukan persediaan pengaman agar proses produksi berjalan lancar. Hasil analisis menunjukkan bahwa biaya persediaan berdasarkan kebijakan pengendalian persediaan dengan metode EOQ lebih kecil dibandingkan dengan biaya persediaan berdasarkan kebijakan pengendalian yang dilakukan perusahaan. Perusahaan dapat menghemat biaya persediaan jika menggunakan metode EOQ sebagai model pengendalian persediaannya.
Baca lebih lanjut

81 Baca lebih lajut

Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Spare Parts Gudang Bahan Baku Line 1 PT TDI

Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Spare Parts Gudang Bahan Baku Line 1 PT TDI

EOI merupakan sistem pemesanan interval tetap untuk menentukan waktu dan jumlah pemesanan optimum untuk persediaan. Pada pembelian satuan dan gabungan, pemisahan pesanan jarang dilakukan untuk tiap item. Biasanya, pemasok menyediakan banyak item, dan ini lebih ekonomis untuk pemesanan gabungan. Ketika semua item dari sumber yang sama dipesan bersamaan, tinjauan level stok untuk item tersebut dapat dikoordinasikan dan perawatan inventori dapat ditekan menjadi minimum serta penghematan biaya logistik dan transportasi sangat dimungkinkan. Pada persiapan pemesanan gabungan, kuantitas tiap item yang dipesan berdasarkan interval waktu antara order pada group tersebut. Permasalahan mendasar pada situasi ini adalah penentuan interval waktu yang mana akan meminimalkan biaya inventori pada biaya grup keseluruhan.
Baca lebih lanjut

71 Baca lebih lajut

Analisis Pengendalian Persediaan Produk Synchrowood Dengan Menggunakan Metode Economic Order Quantity (Eoq) Pada Toko Creative Interior

Analisis Pengendalian Persediaan Produk Synchrowood Dengan Menggunakan Metode Economic Order Quantity (Eoq) Pada Toko Creative Interior

Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Dengan Metode Economic Order Quantity Pada PT.. Enggal Subur Kertas.[r]

2 Baca lebih lajut

Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Sepatu Di PT Foximas Mandiri.

Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Sepatu Di PT Foximas Mandiri.

Langkah awal dalam pengolahan data yaitu penulis menghitung rata-rata dan standar deviasi masing-masing produk agar mengetahui CV masing-masing produk. Apabila hasil CV ≤ 0,2 maka data tersebut bersifat stationer namun apabila CV > 0,2 maka data tersebut bersifat non-stationer. Dari 12 produk yang diteliti, terdapat 11 produk (PDH POLRI, CLEANER, POLWAN T1, PDH SWG, S.POLAIR, PDL TNI, PROVOST TNI, KOWAD, PDL T-REX, S.BOOT DAN PDL SWG) yang bersifat non-stationer dan 1 produk (PDU P) bersifat stationer. Setelah menghitung CV lalu produk diramalkan berdasarkan sifat data masing- masing produk. Kemudian penulis melakukan perhitungan biaya setup, biaya pesan, biaya simpan produk jadi (level 0) dan biaya simpan bahan baku (level 1) untuk mengetahui total biaya yang dikeluarkan perusahaan. Setelah menghitung peramalan dan biaya-biaya, maka selanjutnya peramalan yang diperoleh dihitung menggunakan metode transportasi untuk mengetahui apakah kapasitas produksi reguler dapat memenuhi permintaan atau tidak . Langkah selanjutnya yang dilakukan adalah membuat Material Requirements Planning (MRP) dengan menggunakan teknik lotting masing-masing. Perusahaan menggunakan teknik lotting Fixed Lot dan teknik lotting yang diusulkan adalah teknik lotting Wagner- Whitin. Setelah menghitung kedua teknik lotting, diperoleh masing-masing total biaya dan diketahui besar nilai penghematan apabila menggunakan teknik lotting usulan.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Analisis kebijakan perusahaan dalam pengendalian persediaan bahan baku di PT. X

Analisis kebijakan perusahaan dalam pengendalian persediaan bahan baku di PT. X

Studi tentang manajemen rantai suplai dilakukan oleh Aini (2005) dan Usman (2007). Aini (2005) dengan judul penelitian Analisis Sistem Pasokan Sayuran ke Ritel menggunakan pendekatan analisis deskriptif untuk menyatakan bahwa alokasi penggunaan biaya terbesar dalam pengadaan barang (procurement) dan distribusi adalah pembelian bahan baku yang dilakukan secara kredit dan tunai serta biaya transportasi. Untuk itu perusahaan perlu melakukan efisiensi biaya dengan melakukan penghematan di sektor lain seperti biaya pemesanan (ordering cost) yang berkurang setelah beralih pada media elektronik. Selain itu perusahaan juga akan berusaha meningkatan pendapatan penjualan karena diharapkan dapat mengurangi biaya tetap perusahaan. Faktor lain yang juga mempengaruhi tingkat keuntungan perusahaan adalah minimisasi persentase jumlah barang yang kembali dari pasar ( return). Jika presentase jumlah produk atau barang yang dikembalikan dari konsumen semakin rendah maka kinerja perusahaan dalam melakukan penanganan distribusi produk dikatakan baik, sebaliknya ketika presentase jumlah produk return banyak maka kinerja distribusi produk yang dilakukan oleh perusahaan rendah.
Baca lebih lanjut

119 Baca lebih lajut

Evaluasi Penerapan Sistem Pengendalian Internal untuk Persediaan Barang Dagangan pada PT. JAYA TERANG MANDIRI - UDiNus Repository

Evaluasi Penerapan Sistem Pengendalian Internal untuk Persediaan Barang Dagangan pada PT. JAYA TERANG MANDIRI - UDiNus Repository

Analisis Pengendalian Internal Persediaan Bahan Baku Terhadap Efektifitas Pengelolaan Persediaan Bahan Baku.Universitas SamRatulangi: Manado... Salangka, 2013.Penerapanakuntansipersed[r]

2 Baca lebih lajut

Analisis Sistem Informasi Akuntansi Pengendalian Persediaan Bahan Baku pada PT. X.

Analisis Sistem Informasi Akuntansi Pengendalian Persediaan Bahan Baku pada PT. X.

1) Penulis menyarankan agar perusahaan menambah jumlah karyawan. Karyawan yang masih dibutuhkan adalah karyawan yang dapat ditempatkan pada bagian akuntansi dan bagian gudang. Bagian akuntansi direkomendasikan agar pencatatan yang dibutuhkan perusahaan dapat dibuat dengan lebih baik. Sedangkan bagian gudang dibutuhkan untuk mengendalikan persediaan bahan baku di gudang, baik barang yang masuk dan barang yang keluar.

18 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...