Top PDF Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku pada PT. XYZ, Jakarta (Studi Kasus pada Painting Plastik Part Honda OEM)

Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku pada PT. XYZ, Jakarta (Studi Kasus pada Painting Plastik Part Honda OEM)

Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku pada PT. XYZ, Jakarta (Studi Kasus pada Painting Plastik Part Honda OEM)

Thinner (New), Wip Up Solvent, F/C R258 Winning Red, dan T/C Clear Base. Jenis yang termasuk kedalam kategori B, yaitu U/C NH-177M Vestock Silver Met, U/C Pink R258 For Winning Red, SGI U/C Thinner New , SGI F/C Thinner, sarung tangan nylon, Polyure Mightlac Hardener, Thinner Laquer Central, dan U/C NH-A 30M Digital Silver. Sedangkan jenis bahan baku yang termasuk dalam kategori C adalah Masking Tape, Sand Paper, masker kain, tag rag, Tessa Flexible Fineline, sarung tangan, High Performance Cloth, Majun B, koran bekas dan Scoth Brate. Berdasarkan hasil analisis ABC, penelitian ini lebih difokuskan pada jenis bahan baku yang termasuk kedalam kelas A karena kelas A memiliki tingkat volume penggunaan tinggi dan biaya persediaannya juga tinggi.
Show more

124 Read more

Analisis pengendalian persediaan bahan baku susu kental manis pada PT Indomilk

Analisis pengendalian persediaan bahan baku susu kental manis pada PT Indomilk

Pengumpulan data dilaksanakan pada PT Indomilk yang berlokasi di Jl. Raya Bogor Km 26,6 Gandaria, Jakarta selama bulan Juli 2005. Manajemen persediaan bahan baku pada PT Indomilk dianalisis dan diuraikan secara deskriptif. Analisa yang dilakukan dibatasi hanya pada dua jenis bahan baku utama, yaitu Skim Milk Powder (SMP) dan Butter Milk Powder (BMP). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Material Requirement Planning (MRP) dengan tiga teknik penentuan ukuran lot yang berbeda, yaitu teknik Lot-For-Lot (LFL), Economic Order Quantity (EOQ), dan Part-Period Total Cost Balancing (PPB). Perusahaan menerapkan periodic order cycle policy dalam pengendalian persediaan bahan bakunya, dimana persediaan diawasi dan pada setiap periode tertentu sejumlah bahan baku ditambahkan agar jumlah persediaan tetap berada pada tingkat persediaan yang telah ditentukan. Tingkat persediaan bahan baku pada PT Indomilk diatur dalam standard buffer stock policy, dimana targeted buffer stock untuk bahan baku SMP dan BMP adalah sebesar kebutuhan dua minggu produksi. Selama periode pengamatan (Juli 2004 – Juni 2005), total kuantitas pesanan untuk bahan baku SMP adalah sebesar 6.194,75 ton dengan frekuensi pemesanan sebanyak 28 kali. Untuk bahan baku BMP, total kuantitas pesanannya adalah sebesar 2.705,225 ton dengan frekuensi pemesanan sebanyak 20 kali.
Show more

103 Read more

Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Kulit Guna Meminimumkan Biaya Persediaan PT. "X" Bandung.

Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Kulit Guna Meminimumkan Biaya Persediaan PT. "X" Bandung.

Berdasarkan permasalahan yang dialami oleh PT.X, maka dapat disimpulkan bahwa perusahaan membutuhkan adanya pengendalian persediaan bahan baku dengan metode yang tepat. Oleh karena itu, sudah selayaknya bila dilakukan penelitian di PT.X pada bagian bahan bakunya, agar bisa dicarikan jalan keluar untuk menetapkan jumlah bahan baku yang memadai sehingga kelancaran proses produksi dapat terjamin. Hasil penelitian ini akan dilaporkan dalam bentuk karya ilmiah atau skripsi dengan judul “ Analisis Pengendalian
Show more

21 Read more

Pengendalian persediaan bahan baku produk Dadung dengan analisis abc pada PT. Mondrian Klaten 3353

Pengendalian persediaan bahan baku produk Dadung dengan analisis abc pada PT. Mondrian Klaten 3353

Sistem perekrutan dan pengelolaan sumber daya manusia di PT. Mondrian dimulai dengan penyebaran informasi penerimaan karyawan baru melalui beberapa media seperti surat kabar, radio dan kampus-kampus yang terkait dengan spesifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan. Setelah itu diadakan proses penyeleksian lamaran calon karyawan yang melamar ke perusahaan yang selanjutnya diadakan wawancara terhadap calon karyawan. Apabila calon karyawan dinyatakan lulus wawancara maka akan dilanjutkan dengan serangkaian test sesuai dengan bidang masing-masing. Calon karyawan yang lulus test akan menjalani masa job training kurang lebih tiga bulan sebelum diangkat menjadi karyawan tetap.
Show more

71 Read more

Analisis Sistem Informasi Akuntansi Pengendalian Persediaan Bahan Baku pada PT. X.

Analisis Sistem Informasi Akuntansi Pengendalian Persediaan Bahan Baku pada PT. X.

Melihat begitu pentingnya nilai persediaan dalam perusahaan, dan praktek kecurangan yang terjadi dalam perusahaan banyak terletak pada bagian yang berhubungan dengan persediaan, maka penulis memilih topik pengendalian persediaan. Penulis menemukan perusahaan yang memiliki sistem informasi akuntansi pengendalian persediaan yang masih tradisional dan dipandang membutuhkan sistem yang lebih baik. Maka penulis memilih PT.X sebagai objek penelitian. Penulis berpendapat bahwa persedian perusahaan yang lebih rawan untuk terjadinya penyelewengan dan pencurian adalah persediaan bahan baku. Maka dari itu, penulis mengangkat topik persediaan bahan baku sebagai topik penelitian.
Show more

18 Read more

ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN  BAHAN BAKU KAYU SENGON   ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU KAYU SENGON DENGAN METODE EOQ (Studi pada PT Dharma Satya Nusantara Temanggung).

ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU KAYU SENGON ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU KAYU SENGON DENGAN METODE EOQ (Studi pada PT Dharma Satya Nusantara Temanggung).

Pengendalian persediaan merupakan masalah vital yang mempengaruhi kelancaran proses produksi yang berimbas terhadap kelangsungan hidup perusahaan. Dikarenakan biaya penyimpanan bisa sangat mahal, maka perlu diperhatikan metode pengendalian persediaan yang sesuai dengan situasi perusahaan. Menyimpan terlalu banyak persediaan akan merugikan perusahaan dengan biaya simpan yang terlalu besar sedangkan kekurangan persediaan akan menghambat proses produksi yang akan berimbas pada kehilangan penjualan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah akan ada efisiensi biaya dengan membandingkan biaya total aktual perusahaan dan biaya total jika perusahaan menggunakan metode EOQ, serta untuk mengetahui angka ROP dan safety stock sebagai model probabilistiknya. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara,observasi serta studi pustaka. Penelitian ini dilakukan di PT Dharma Satya Nusantara Temanggung. Bahan baku yang diteliti adalah kayu sengon. Sedangkan pengukuran data dilakukan secara matematis. Analisa dilakukan secara deskriptif dengan menjabarkan poin-poin yang ditemukan dengan bantuan tabel maupun gambar. Metode pembelian bahan baku dengan metode EOQ ini diharapkan dapat meminimalkan biaya total persediaan. Sedangkan permintaan bahan baku yang tidak menentu diharapkan dapat diatasi dengan menetapkan ROP serta Safety Stock. Hasil penelitian menunjukkan adanya efisiensi biaya pada tiap jenis kayu sengon dengan menggunakan metode EOQ. Penelitian juga menghasilkan titik ROP untuk tiap jenis kayu sengon yang dapat digunakan sebagai titik pemesanan kembali serta persediaan pengaman yang perlu disimpan oleh perusahaan dalam antisipasi permintaan yang tidak menentu.
Show more

17 Read more

Sistem Pengendalian Sediaan Bahan Baku Produk Tuna Di Pt Awindo International Jakarta

Sistem Pengendalian Sediaan Bahan Baku Produk Tuna Di Pt Awindo International Jakarta

Penelitan tentang pengendalian persediaan telah dilakukan sebelumnya oleh beberapa peneliti, diantaranya adalah Lusi Miftakhoridyah (1999) dan Muhammad Subki Rifa’i (2011). Lusi Miftakhoridyah melakukan penelitian pada tahun 1999 yang berjudul “Model Pengendalian Persediaan Bahan Baku untuk Produk Udang Beku di PT. Lola Mina, Muara Baru Jakarta”. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui teknis penyediaan bahan baku dan mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan titik pemesanan optimum belum dicapai di PT. Lola Mina. Metode yang digunakan adalah metode studi kasus dengan menggunakan rumus formula economic order quantity . Hasil yang didapatkan dari penelitian tersebut adalah bahwa teknis penyediaan bahan baku untuk produk udang beku didasarkan pada ketersediaan udang yang dimiliki oleh petambak yang datang ke PT. Lola Mina dan dalam pembelian bahan baku ini belum dilakukan dengan perencanaan yang baik. Faktor-faktor yang menyebabkan titik pemesanan optimum belum dicapai adalah kontinuitas pengumpulan bahan baku udang yang tidak stabil, kurang diterapkan perencanaan yang baik dalam pembelian udang, dan jumlah serta waktu pembelian udang tidak menentu.
Show more

43 Read more

Analisis Sistem Pengendalian Persediaan Bahan Baku Utama Biskuit di PT XYZ

Analisis Sistem Pengendalian Persediaan Bahan Baku Utama Biskuit di PT XYZ

Tabel 7 merupakan hasil analisis ABC atas bahan baku, dimana penentuan tersebut didasarkan pada penggunaan bahan baku yang paling banyak dalam proses produksi dan mengeluarkan biaya dalam jumlah yang tinggi. Bahan baku yang termasuk kedalam kategori penting dengan persentasi kumulatif biaya yang digunakan mencapai 70 persen agar mendapatkan perhatian lebih dalam pengendalian persediaannya. Berdasarkan hasil analisis pada Tabel 7, bahan baku yang berada di kelas A yaitu gula, tepung terigu dan bubuk cokelat yang secara berurutan memiliki persentase biaya kumulatif sebesar 30,59 persen, 50,37 persen dan 69,83 persen. Di kelas B, setelah bubuk cokelat adalah shortening dengan presentase kumulatif biaya sebesar 82,37 persen. Di kelas C, menggenapi presentase biaya sampai dengan 100 persen yaitu pewarna berupa lake brilliant blue dan perasa berupa butter flavor dengan jumlah penggunaan per tahun sebesar 0,05 ton dan 0,11 ton.
Show more

72 Read more

Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Kemeja di PT Unie Sakinah Busana

Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Kemeja di PT Unie Sakinah Busana

Salah satu unit usaha Garment berskala menengah. PT Unie Sakinah Busana (USB) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertekstilan atau pakaian jadi. PT. USB memproduksi kemeja pria/wanita, blouse, wanita, rok, baju anak- anak, dan sebagainya. PT Unie Sakinah Busana merupakan salah satu perusahaan yang cukup mendapat perhatian dari pemerintah karena perusahaan ini termasuk kedalam perusahaan yang mampu bertahan dan dapat berkembang dengan baik semenjak tahun 1998. Namun dalam pengelolaan manajemen perusahaan belum tertata dengan baik, khususnya dalam pengelolaan persediaan bahan baku.
Show more

38 Read more

PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU KAIN GREY DENGAN METODE ANALISIS ABC PADA PT. PRIMISSIMA YOGYAKARTA

PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU KAIN GREY DENGAN METODE ANALISIS ABC PADA PT. PRIMISSIMA YOGYAKARTA

Biaya penyimpanan (holding cost atau carrying cost) terdiri atas biaya-biaya yang bervariasi secara langsung dengan kualitas persediaan. Biaya penyimpanan per periode akan semakin besar apabila kuantitas bahan yang dipesan semakin banyak, atau rata-rata persediaan semakin tinggi. Biaya-biaya yang termasuk sebagai biaya penyimpanan adalah: Biaya fasilitas-fasilitas penyimpanan (termasuk penerangan, pemanas atau pendingin), biaya modal (oportunity cost of capital, yaitu alternatif pendapatan atas dana yang di infestasikan dalam persediaan ), biaya keusangan, biaya penghitungan fisik dan kondisi laporan, biaya asuransi persediaan, biaya pencurian, pengrusakan atau pengrampokan, biaya penanganan persediaan, dan sebagainya.
Show more

94 Read more

Analisis Sistem Pengadaan Dan Pengendalian Persediaan Bahan Baku Jamu Tradisional Pada PT X Bogor

Analisis Sistem Pengadaan Dan Pengendalian Persediaan Bahan Baku Jamu Tradisional Pada PT X Bogor

Simplisia yang digunakan PT X dalam proses produksi sebagian besar diperoleh dari pemasok yang berada di Yogyakarta. Jauhnya jarak dari pemasok dan sifat simplisia yang tergantung pada alam membuat pihak perusahaan perlu merencanakan suatu sistem pengendalian persediaan bahan baku secara efektif dan efisien. Pada bulan Januari tahun 2003 PT X sempat mengalami kekurangan simplisia dipasok dari Yogyakarta. Untuk menghindari kekurangan pasokan simplisia maka pada periode produksi selanjutnya jika perusahaan akan memesan salah satu atau beberapa jenis simplisia yang dipasok dari Yogyakarta maka simplisia lainnya yang juga dipasok dari daerah tersebut juga dipesan sehingga terjadi penumpukan stok simplisia dalam jumlah yang sangat besar.
Show more

122 Read more

Analisis Sistem Pengendalian Persediaan Bahan Baku di PT Septatrada Hardaguna, Gunung Putri - Bogor

Analisis Sistem Pengendalian Persediaan Bahan Baku di PT Septatrada Hardaguna, Gunung Putri - Bogor

optimum 4 had sekali, gula pasir dilakukan sebanyak 16 kali pemesanan, kuantitas pemesanan scbesar 17 000 kg per pemesanan dan waktu pemesanan optimum setiap 7 hari sekali Baker's fat dilakukan sebanyak 24 kali pemesanan, kuantitas pemesanan untuk baker's fat beragam mulai dari 2 250 kg sampai 7 500 kg per pemesanan dan waktu pemesanan optimum 6 hari sekali. Pada gula pasir dengan met ode perusahaan, terjadi kekurangan bahan yang tr.enyebabkan timbulnya biaya kekurangan bahan sebesar R, 410 320. Total biaya persediaan selama enam bulan untuk tepung terigu Rp 1 504 865 985, gula pasir Rp 1 171 148 694 dan baker's fat sebesar Rp 576 895 709.3.
Show more

121 Read more

ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU KAYU SENGON PT ABHIRAMA KRESNA DENGAN METODE EOQ

ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU KAYU SENGON PT ABHIRAMA KRESNA DENGAN METODE EOQ

Salah satu alasan para pendiri PT. BASIRIH INDUSTRIAL CORPORATION dalam membangun industri di jawa dikarenakan sejalan dengan perkembangan usahanya dalam memenuhi kebutuhan kayu lapis atau polywood serta melihat potensi industri kayu lapis khususnya yang berbahan baku sengon cukup tersedia di pulau Jawa. Dengan melihat prospek perusahaan dan kebutuhan untuk industri hilirnya yang begitu bagus, maka para eksekutif PT. Abhirama Kresna berupaya membangun industri kayu lapis (plantation wood industry) agar dapat menampung dan mengolah kayu bulat sengon menjadi polywood dan veneer plan. 2. Tujuan Perusahaan
Show more

83 Read more

Analisis biaya persediaan bahan baku ayam di restoran hartz chicken buffet (HCB) Bogor

Analisis biaya persediaan bahan baku ayam di restoran hartz chicken buffet (HCB) Bogor

Penelitian mengenai manajemen persediaan dilakukan Astuti (2002), yang melakukan penelitian tentang pengendalian persediaan bahan baku susu bubuk pada PT Mirota KSM Inc, Yogyakarta. Analisis pengendalian persediaan susu bubuk PT Mirota KSM Inc menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) dan model persediaan probabilistik yang terdiri dari persediaan pengaman (Safety Stock) dan titik pemesanan kembali (Reorder Point). Penggunaan model EOQ ini atas dasar sifat bahan baku yang mudah rusak mengharuskan susu bubuk digunakan secara kontinu serta letak pemasok yang jauh dari lokasi perusahaan sehingga perusahaan membutuhkan suatu model pengendalian persediaan yang mudah diterapkan perusahaan dan membantu perusahaan dalam menentukan persediaan pengaman agar proses produksi berjalan lancar. Hasil analisis menunjukkan bahwa biaya persediaan berdasarkan kebijakan pengendalian persediaan dengan metode EOQ lebih kecil dibandingkan dengan biaya persediaan berdasarkan kebijakan pengendalian yang dilakukan perusahaan. Perusahaan dapat menghemat biaya persediaan jika menggunakan metode EOQ sebagai model pengendalian persediaannya.
Show more

81 Read more

Show all 10000 documents...