Top PDF Analisis Perbandingan Sistem Pengasutan motor

Analisis Perbandingan Sistem Pengasutan motor

Analisis Perbandingan Sistem Pengasutan motor

Abstrak—Tulisan ini menjelaskan masalah pengasutan motor induksi 3 fasa pada PDAM Wendit Malang. Persoalan yang paling utama adalah besarnya arus pengasutan yang tinggi antara 4 sampai 7 kali arus nominal. Arus pengasutan yang besar ini mengakibatkan penurunan tegangan sesaat (sag) pada sistem jaringan. Untuk mengurangi arus asut yang besar tersebut, maka perlu dipasang peralatan pengasutan. Peralatan pengasutan tersebut berupa ototrafo, resistor dan reaktor. Pengujian dilakukan pada salah satu unit motor induksi 3 fasa, 380 V, 354 A, 200 kW dengan cos θ sebesar 0,86 sebagai penggerak pompa dengan dengan bantuan Software ETAP. Dari pengujian yang dilakukan, terlihat bahwa dengan menggunakan ototrafo terjadi penurunan arus pengasutan yang cukup signifikan dari sebesar 2016,73 A tanpa bantuan alat pengasutan menjadi sebesar 578,32 A dengan bantuan alat pengasutan atau sama dengan penurunan arus asut sebesar 71.32%.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Analisis Kedip Tegangan Akibat Pengasutan Motor Induksi

Analisis Kedip Tegangan Akibat Pengasutan Motor Induksi

Interupsi adalah gangguan yang terjadi ketika tegangan suplai atau arus beban menurun sampai kurang dari 0,1 pu (per unit) untuk periode waktu tidak lebih dari 1 menit. Interupsi diukur dengan lamanya waktu terjadi gangguan, di mana besarnya tegangan yang terjadi pada saat gangguan selalu kurang dari 10 persen dari tegangan nominalnya. Lama terjadinya interupsi dikarenakan oleh gangguan pada sistem utilitas dan ditentukan oleh waktu pengoperasian dari peralatan proteksi. Peralatan proteksi (recloser) pada umumnya akan membatasi interupsi disebabkan oleh gangguan non permanen kurang dari 30 siklus. Lamanya gangguan karena kesalahan fungsi peralatan atau koneksitas peralatan yang longgar atau kurang baik.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

Analisis Kedip Tegangan Akibat Pengasutan Motor Induksi

Analisis Kedip Tegangan Akibat Pengasutan Motor Induksi

Perkembangan teknologi menyebabkan kebutuhan akan daya listrik dengan kualitas yang baik atau memenuhi standar menjadi sangat penting bagi kehidupan masyarakat modern. Karena peranan tersebut dominan dibidang industri, telekomunikasi, teknologi informasi, pertambangan, transportasi umum, dan lain-lain yang semuanya itu bersifat lebih peka terhadap kualitas daya listrik, seperti terdapat pada sistem kendali yang berbasis pada mikroprosesor dan perangkat elektronika daya, peningkatan kualitas daya listrik perlu terus dilakukan. Kualitas daya listrik merupakan mutu daya listrik meliputi, nilai tegangan, frekuensi, faktor daya, kedip tegangan dan kandungan harmonisa[1]; dan kedip tegangan adalah salah satu yang sering terjadi yang walaupun durasi gangguan hanya beberapa milidetik dapat menyebabkan produksi berhenti.
Baca lebih lanjut

56 Baca lebih lajut

Analisis Kedip Tegangan Akibat Pengasutan Motor Induksi

Analisis Kedip Tegangan Akibat Pengasutan Motor Induksi

Perkembangan teknologi menyebabkan kebutuhan akan daya listrik dengan kualitas yang baik atau memenuhi standar menjadi sangat penting bagi kehidupan masyarakat modern. Karena peranan tersebut dominan dibidang industri, telekomunikasi, teknologi informasi, pertambangan, transportasi umum, dan lain-lain yang semuanya itu bersifat lebih peka terhadap kualitas daya listrik, seperti terdapat pada sistem kendali yang berbasis pada mikroprosesor dan perangkat elektronika daya, peningkatan kualitas daya listrik perlu terus dilakukan. Kualitas daya listrik merupakan mutu daya listrik meliputi, nilai tegangan, frekuensi, faktor daya, kedip tegangan dan kandungan harmonisa[1]; dan kedip tegangan adalah salah satu yang sering terjadi yang walaupun durasi gangguan hanya beberapa milidetik dapat menyebabkan produksi berhenti.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

ANALISIS KEDIP TEGANGAN (VOLTAGE SAGS) AKIBAT PENGASUTAN MOTOR INDUKSI DENGAN BERBAGAI METODE PENGASUTAN STUDI KASUS DI PT. ABAISIAT RAYA.

ANALISIS KEDIP TEGANGAN (VOLTAGE SAGS) AKIBAT PENGASUTAN MOTOR INDUKSI DENGAN BERBAGAI METODE PENGASUTAN STUDI KASUS DI PT. ABAISIAT RAYA.

Suatu sistem tenaga listrik harus memiliki tingkat keandalan yang tinggi agar sistem tersebut mampu menyediakan pasokan energi listrik yang dibutuhkan secara kontinyu dan dengan kualitas daya yang baik dari segi regulasi tegangan maupun regulasi frekuensinya. Salah satu gangguan yang sering terjadi pada sistem tenaga listrik adalah gangguan kedip tegangan (voltage sags). Kedip tegangan ini dapat disebabkan oleh Pemikulan beban yang besar atau pengasutan motor berkapasitas besar. Pada pengasutan motor arus starting yang dihasilkan dapat mencapai 5-10 kali nilai nominalnya, sehingga perlu diterapkan metode starting motor untuk mereduksi arus yaqng besar ini.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Analisis Perbandingan Pengasutan Pada Arus Start Dengan Menggunakan Softstarter dan Inverter Pada Motor Induksi 3 Fasa

Analisis Perbandingan Pengasutan Pada Arus Start Dengan Menggunakan Softstarter dan Inverter Pada Motor Induksi 3 Fasa

Pada motor induksi yang diam apabila tegangan normal diberikan ke stator makan akan ditarik arus yang besar oleh belitan primernya. Motor induksi saat dihidupkan secara langsung akan menarik arus 5 sampai 7 kali dari arus beban penuh dan hanya menghasilkan torsi 1,5 sampai 2,5 kali torsi beban penuh. Arus mula yang besar ini dapat mengakibatkan drop tegangan pada saluran sehingga akan menggangu peralatan lain yang dihubungkan pada saluran yang sama. Untuk motor yang berdaya diatas 30 hp tidak dianjurkan menghidupkan motor secara langsung.

54 Baca lebih lajut

PENGASUTAN MOTOR INDUKSI DAYA BESAR DENGAN MENGGUNAKAN KAPASITOR

PENGASUTAN MOTOR INDUKSI DAYA BESAR DENGAN MENGGUNAKAN KAPASITOR

Untuk menjaga kondisi tegangan sistem tetap stabil maka kapasitas kapasitor untuk pengasutan motor harus diperhitungkan secara tepat. Dengan memperhatikan gambar maka pada waktu motor diasut, arus kapasitor akan segera mengalir mendahului sumber untuk memenuhi kebutuhan daya reaktif motor, sehingga arus dan rugi tegangan dalam penghantar akan menjadi berkurang. Besarnya kompensasi daya reaktif yang diperlukan dipengaruhi oleh besar impedansi kapasitor yang dapat diperoleh dengan dua metode. Pertama berdasarkan analisis rangkaian, kedua adalah dengan menggunakan kurva karakteristik 𝑍 𝑚 𝑍
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

STUDI ANALISIS KEDIP TEGANGAN AKIBAT PENGASUTAN MOTOR INDUKSI DI PT. PRIMATEXCO INDONESIA BATANG.

STUDI ANALISIS KEDIP TEGANGAN AKIBAT PENGASUTAN MOTOR INDUKSI DI PT. PRIMATEXCO INDONESIA BATANG.

Seiring perkembangan teknologi dalam sistem tenaga listrik, ukuran tingkat keandalan dan keamanan suatu sistem tenaga listrik menjadi faktor tuntunan yang utama. Suatu sistem tenaga listrik dikatakan memiliki tingkat keandalan yang tinggi apabila sistem tersebut mampu menyediakan pasokan energi listrik yang dibutuhkan oleh konsumen secara kontinyu atau terus- menerus dan dengan kualitas daya yang baik dari segi regulasi tegangan maupun regulasi frekuensinya. Disamping itu, faktor keamanan terhadap manusia dan peralatan yang terpasang dari kemungkinan gangguan pada sistem tersebut juga menjadi syarat keandalan suatu sistem tenaga listrik.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Analisis Tegangan Tidak Seimbang Terhadap Unjuk Kerjamotor Induksi 3 Fasa Pada Berbagai Metode Starting

Analisis Tegangan Tidak Seimbang Terhadap Unjuk Kerjamotor Induksi 3 Fasa Pada Berbagai Metode Starting

Analisis Perbandingan Torsi Start dan Arus Start, Dengan Menggunakan Pengasutan Autotrafo,Star Delta, dan Dol Direct Online Pada Motor Induksi 3 Fasa.. Medan: Departemen Teknik Ele[r]

2 Baca lebih lajut

Analisis Perbandingan Pengasutan Pada Arus Start Dengan Menggunakan Softstarter dan Inverter Pada Motor Induksi 3 Fasa

Analisis Perbandingan Pengasutan Pada Arus Start Dengan Menggunakan Softstarter dan Inverter Pada Motor Induksi 3 Fasa

Motor induksi (asinkron) adalah motor yang bekerja dengan memanfaatkan perbedaan fasa pada sumber untuk menimbulkan gaya putar pada bagian rotornya. Salah satu jenis motor yang paling sering di gunakan pada berbagai tempat mulai dari lingkungan rumah tangga sampai pada perindustrian yaitu motor induksi. Motor jenis induksi ini sangat luas penggunaannya dan mudah ditemui dimanapun. Hal ini dikarenanakan konstruksinya yang sederhana, ketahanannya, performanya, dan harganya yang relatif murah. Motor induksi secara umum dapat distartingdengan menghubungkan motor secara langsung ke jala-jala ataupun dengan mengatur tegangan input pada motor tersebut ataupun dengan menggunakan berbagai metode untuk pengasutannya. Hal ini dikarenakan arus start dimana arus start yaitu arus yang diperlukan oleh suatu motor induksi untuk dapat mencapai arus beban penuhnya biasanya 4 sampai 7 dari arus beban penuhnya sehingga menyebabkan adanya berbagai macam metode-metode pengasutan. Macam-macampengasutanpada motor induksi diantaranya yaitu Metode Direct On line (DOL), Metode Star-Delta, Metode Autotransformer, Metode Soft Starting, dan Inverter.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Analisis Perbandingan Pengasutan Pada Arus Start Dengan Menggunakan Softstarter dan Inverter Pada Motor Induksi 3 Fasa

Analisis Perbandingan Pengasutan Pada Arus Start Dengan Menggunakan Softstarter dan Inverter Pada Motor Induksi 3 Fasa

Motor induksi tiga fasa memiliki dua komponen dasar yaitu stator dan rotor, bagian rotor dipisahkan dengan bagian stator oleh celah udara yang sempit (air gap) dengan jarak antara 0,4 mm sampai 4 mm. Tipe dari motor induksi tiga fasa berdasarkan lilitan pada rotor dibagi menjadi dua macam yaitu rotor belitan (wound rotor) adalah tipe motor induksi yang memiliki rotor terbuat dari lilitan yang sama dengan lilitan statornya dan rotor sangkar tupai (Squirrel-cage rotor) yaitu tipe motor induksi dimana konstruksi rotor tersusun oleh beberapa batangan logam yang dimasukkan melewati slot-slot yang ada pada rotor motor induksi, kemudian setiap bagian disatukan oleh cincin sehingga membuat batangan logam terhubung singkat dengan batangan logam yang lain.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Analisis Perbandingan Pengasutan Pada Arus Start Dengan Menggunakan Softstarter dan Inverter Pada Motor Induksi 3 Fasa

Analisis Perbandingan Pengasutan Pada Arus Start Dengan Menggunakan Softstarter dan Inverter Pada Motor Induksi 3 Fasa

Motor induksi yang langsung dihidupkan tanpa menggunakan metode- metode pengasutan akan menarik arus 5 sampai 7 kali dari arus beban penuh dan hanya akan menghasilkan torsi 1,5 sampai 2,5 kali torsi beban penuh. Arus yang besar akan mengakibatkan drop tegangan pada saluran sehingga dapat mengganggu peralatan lain yang dihubungkan pada saluran tersebut. Untuk motor yang berdaya besar khususnya motor induksi 3 fasa akan membutuhkan arus starting yang besar seiring dengan motor yang berdaya besar, sehingga dengan daya motor diatas 30 HP keatas tidak dianjurkan untuk menghidupkan motor secara langsung tanpa menggunakan metode-metode pengasutan. Beberapa metode pengasutan yang paling umum digunakan yaitu Direct on line (DOL), Star-Delta, Auto-transformer, Resistansi Primer, Resistansi Sekunder, Inverter, dan SoftStarter. Dimana yang paling banyak digunakan pada lapangan yaitu metode DOL tetapi metode ini masih juga menghasilkan arus start yang besar. Jika terus dilakukan, maka akan menyebabkan memperpendek umur dari motor itu sendiri. Tulisan ini membahas tentang perbandingan antara pengasutan pada softstarter dan inverter pada arus start. Hasil analisis arus start pada pengasutan softstarter yaitu sebesar 789A yang dicapai dalam waktu 11s dan torsi maksimum yang dihasilkan oleh motor induksi 3 fasa yaitu sebesar 1,30 Nm. Sedangkan arus start pada pengasutan inverter yaitu sebesar 776A yang dicapai dalam waktu 19s. Kata Kunci : Motor induksi 3 fasa, Torsi, Pengasutan, Softstarter, Inverter
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Analisis Perbandingan Pengasutan Pada Arus Start Dengan Menggunakan Softstarter dan Inverter Pada Motor Induksi 3 Fasa

Analisis Perbandingan Pengasutan Pada Arus Start Dengan Menggunakan Softstarter dan Inverter Pada Motor Induksi 3 Fasa

[7] Priahutama, Aditya Bakti, Perancangan Modul Soft Starting Motor Induksi 3 Fasa dengan Atmega 8535, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Semarang, 2010[r]

1 Baca lebih lajut

ANALISIS KEDIP TEGANGAN (VOLTAGE SAGS) AKIBAT PENGASUTAN MOTOR INDUKSI DENGAN BERBAGAI METODE PENGASUTAN STUDI KASUS DI PT. ABAISIAT RAYA - Repositori Universitas Andalas

ANALISIS KEDIP TEGANGAN (VOLTAGE SAGS) AKIBAT PENGASUTAN MOTOR INDUKSI DENGAN BERBAGAI METODE PENGASUTAN STUDI KASUS DI PT. ABAISIAT RAYA - Repositori Universitas Andalas

Suatu sistem tenaga listrik dikatakan memiliki tingkat keandalan yang tinggi apabila sistem tersebut mampu menyediakan pasokan energi listrik yang dibutuhkan oleh konsumen secara kontinyu dan dengan kualitas daya yang baik dari segi regulasi tegangan maupun regulasi frekuensinya. Tersedianya penyaluran energi listrik yang kontinyu pada suatu kawasan industri akan menghindarkan perusahaan tersebut dari kerugian produksi atau “loss of production” yang secara finansial akan sangat merugikan perusahaan

8 Baca lebih lajut

Analisis Perbandingan Pengasutan Pada Arus Start Dengan Menggunakan Softstarter dan Inverter Pada Motor Induksi 3 Fasa

Analisis Perbandingan Pengasutan Pada Arus Start Dengan Menggunakan Softstarter dan Inverter Pada Motor Induksi 3 Fasa

dan SoftStarter. Dimana yang paling banyak digunakan pada lapangan yaitu metode DOL tetapi metode ini masih juga menghasilkan arus start yang besar. Jika terus dilakukan, maka akan menyebabkan memperpendek umur dari motor itu sendiri. Tulisan ini membahas tentang perbandingan antara pengasutan pada softstarter dan inverter pada arus start. Hasil analisis arus start pada pengasutan softstarter yaitu sebesar 789A yang dicapai dalam waktu 11s dan torsi maksimum

10 Baca lebih lajut

Perbandingan Penggunaan Motor DC Dengan AC Sebagai Penggerak Pompa Air Yang Disuplai Oleh Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Perbandingan Penggunaan Motor DC Dengan AC Sebagai Penggerak Pompa Air Yang Disuplai Oleh Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Inverter merupakan alat yang digunakan untuk mengubah arus listrik searah (DC) menjadi arus listrik bolak balik (AC). Prinsip fundamental dari operasi sebuah inverter adalah terhentinya sebuah tegangan searah secara periodic untuk menghasilkan sebuah gelombang kuadrat. Inverter banyak digunakan dalam industri sebagai elemen dasar, dalam sistem yang besar dan kompleks, misalnya dalam mengkonversi arus searah DC, dari perangkat seperti batere, panel surya atau solar cell menjadi arus listrik bolak-balik AC. (Sigalingging 1994:42)

11 Baca lebih lajut

Perancangan Soft Starting pada Motor Induksi 3 Fasa Menggunakan Mikrokontroler Atmega328 - ITS Repository

Perancangan Soft Starting pada Motor Induksi 3 Fasa Menggunakan Mikrokontroler Atmega328 - ITS Repository

Motor Induksi mempunyai banyak keunggulan di segi teknis maupun ekonomis, karena itu motor induksi terutama jenis motor induksi 3 fasa banyak digunakan pada dunia industri. Akan tetapi motor induksi juga mempunyai kekurangan, antara lain arus awal (start) yang besar yang dapat mengakibatkan penurunan tegangan sistem dan mengganggu kerja sistem peralatan lain dalam satu saluran. Maka dari itu diperlukan metode Soft Starting untuk mengurangi lonjakan arus pada arus awal (start) yang besar. Metode Soft Starting dilakukan dengan menggunakan komponen elektronika daya yaitu triac. Tegangan masukan motor induksi diatur dengan memberikan sinyal tunda pada triac dengan waktu tertentu yang diatur oleh platform Arduino. Pada beban motor induksi 3 fasa, besar arus starting relatif terkendali dan lebih kecil jika dibandingkan dengan metode DOL dan Wye-Delta.
Baca lebih lanjut

131 Baca lebih lajut

RANGKAIAN DASAR KONTROL MOTOR LISTRIK

RANGKAIAN DASAR KONTROL MOTOR LISTRIK

Kontaktor  K   untuk  arah  maju  dan  kontaktor  K   untuk  arah  mundur.  Relay  kontrol  berfungsi  sebagai  kontaktor  bantu  mengatur  operasi  kontaktor  K   dan  K .  Operasi  JOGG)NG  dilakukan  dengan  cara  menekan  sakelar  JOG   untuk  arah  maju  dan  JOG   untuk  arah  mundur.  Motor  akan  beroperasi  hannya  selama  saklar  JOG    ditekan  dan  setelah  dilepas  motor  akan  berhenti.  Jadi  motor  akan  beroperasi  sesuai  dengan  kebutuhan 

14 Baca lebih lajut

ANALISA PENGASUTAN SOFT STARTING MOTOR INDUKSI 3 FASA

ANALISA PENGASUTAN SOFT STARTING MOTOR INDUKSI 3 FASA

Puji Syukur alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, dengan segala rahmat dan hidayah-Nya yang telah dikaruniakan kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan Akhir ini yang berjudul “Analisa Pengasutan Soft Starting Motor Induksi 3 Fasa ” yang dibuat untuk memenuhi salah satu syarat untuk menyelesaikan pendididkan Diploma III Politeknik Negeri Sriwijaya Jurusan Teknik Elektro Program Studi Teknik Listrik.

15 Baca lebih lajut

Puspita Ayu Armi 1304432

Puspita Ayu Armi 1304432

Saat poros motor tidak berbeban, maka poros rotor “dikunci” oleh kutub stator lawan dan motor akan berputar pada kecepatan sinkron dan sudut Torsi G akan nol. Bila beban mekanis diberikan pada poros rotor, maka putaran rotor cenderung menurun tetapi putaran masih sinkron. Ikatan magnetik antara medan rotor dan stator masih terjadi, tetapi rotor tertinggal oleh sudut Torsi G. Torsi yang dihasilkan Td yang tergantung pada sudut Gdan ini harus cukup untuk mengatasi Torsi poros (T.beban) yang terjadi.

14 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...