Top PDF ANALISIS PERBEDAAN KEUNTUNGAN ANTARA POLA PETERNAKAN KEMITRAAN DAN POLA PETERNAKAN MANDIRI DI KABUPATEN BLITAR

ANALISIS PERBEDAAN KEUNTUNGAN ANTARA POLA PETERNAKAN KEMITRAAN DAN POLA PETERNAKAN MANDIRI DI KABUPATEN BLITAR

ANALISIS PERBEDAAN KEUNTUNGAN ANTARA POLA PETERNAKAN KEMITRAAN DAN POLA PETERNAKAN MANDIRI DI KABUPATEN BLITAR

Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 18 Januari sampai dengan 31 Januari 2008 yang bertempat di enam Kecamatan di Kabupaten Blitar yaitu: Kecamatan Srengat, Kecamatan Kanigoro, Kecamatan Kademangan, Kecamatan Ponggok, Kecamatan Talun, Kecamatan Garum. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui bentuk perbedaan keuntungan peternakan pola kemitraan dan peternakan pola kemandirian yang berada di kabupaten Blitar.

1 Baca lebih lajut

Kajian Usaha Peternakan Ayam Ras Pedaging Di Kabupaten Karanganyar: Membandingkan Antara Pola Kemitraan Dan Pola Mandiri

Kajian Usaha Peternakan Ayam Ras Pedaging Di Kabupaten Karanganyar: Membandingkan Antara Pola Kemitraan Dan Pola Mandiri

yang sulit seperti turunnya harga ayam ras di pasar, peternak rakyat masih meraih keuntungan. Kajian kelembagaan kemitraan perunggasan nasional melalui pola Perusahaan Inti Rakyat (PIR) yang dilakukan oleh Rusastra, Yusdja dan Sumaryanto (1990) dengan menggunakan analisis deskriptif, menghasilkan temuan bahwa kebijakan program PIR ternyata tidak berjalan dengan baik disebabkan oleh faktor distorsi makro. Dalam pelaksanaannya program PIR menghadapi tiga masalah utama yang perlu penanganan secara tuntas, yaitu fluktuasi harga input, harga output dan kemandirian peternak plasma. Harga input khususnya harga pakan cenderung meningkat karena adanya ketergantungan bahan baku impor sementara pengadaan pakan domestik terkendala oleh rendahnya mutu pakan. Masalah harga output terkait dengan struktur industri yang dikuasai skala besar, lemahnya kemampuan antisipasi pasar, daya serap pasar domestik yang lemah dan belum berhasilnya diversifikasi pasar ekspor.
Baca lebih lanjut

260 Baca lebih lajut

Kajian Usaha Peternakan Ayam Ras Pedaging Di Kabupaten Karanganyar Membandingkan Antara Pola Kemitraan Dan Pola Mandiri

Kajian Usaha Peternakan Ayam Ras Pedaging Di Kabupaten Karanganyar Membandingkan Antara Pola Kemitraan Dan Pola Mandiri

Mitra, pada pokoknya sama dengan “teman” atau “kawan” yang dalam padanan bahasa Inggrisnya adalah “friendship” atau “partnership”. American Heritage Dictionary (1992) dalam Syahyuti (2006), mengartikan bahwa kemitraan merupakan suatu hubungan antar individu-individu atau antar kelompok- kelompok yang dicirikan oleh adanya kerjasama yang saling menguntungkan (mutual cooperation) dan tanggung jawab (responsibility) untuk mencapai suatu tujuan tertentu (achievement of specified goal). Istilah ini muncul pertama kali dalam hukum bisnis yang berkaitan dengan suatu kontrak berbagi yang adil dalam hal keuntungan maupun kerugian dalam kerjasama bisnis (joint business). Esensi kemitraan dalam ekonomi terletak pada kontribusi bersama, baik berupa tenaga kerja (labor) maupun benda (property), atau keduanya untuk tujuan-tujuan ekonomi. Pengendalian kegiatan juga dilakukan bersama, dimana pembagian keuntungan dan kerugian didistribusikan diantara pihak yang bermitra. Artinya, sumberdaya dan kompetensi masing-masing digabungkan untuk mencapai sinergi, menuju peningkatan volume maupun kualitas produk atau jasa yang dihasilkan (Syahyuti, 2006).
Baca lebih lanjut

125 Baca lebih lajut

ANALISIS USAHA PETERNAKAN AYAM PETELUR POLA KEMITRAAN DI UD. JATINOM INDAH KANIGORO KABUPATEN BLITAR

ANALISIS USAHA PETERNAKAN AYAM PETELUR POLA KEMITRAAN DI UD. JATINOM INDAH KANIGORO KABUPATEN BLITAR

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola kemitraan, dan tingkat keuntungan para peternak ayam petelur yang mengikuti pola kemitraan UD. Jatinom Indah dalam satu periode pemeliharaan. Materi yang digunakan adalah peternak (plasma) yang ikut pola kemitraan dengan UD. Jatinom Indah Kecamatan Kanigoro, dan data diambil sebanyak 21 anggota plasma. Metode penelitian ini adalah metode survei yang berlokasi dibeberapa peternak ayam petelur anggota UD. Jatinom Indah. Variabel yang diamati adalah investasi awal, penerimaan, dan faktor­faktor produk yang meliputi biaya pengadaan bibit, biaya pakan, obat dan tenaga kerja. Data yang diperoleh kemudian ditabulasikan dan dianalisis secara deskriptif dengan mengunakan rumus : total revenue, total cost dan keuntungan.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

KAJIAN USAHA PETERNAKAN AYAM RAS PEDAGING DI KABUPATEN KARANG ANYAR: MEMBANDINGKAN ANTARA POLA KEMITRAAN DAN POLA MANDIRI

KAJIAN USAHA PETERNAKAN AYAM RAS PEDAGING DI KABUPATEN KARANG ANYAR: MEMBANDINGKAN ANTARA POLA KEMITRAAN DAN POLA MANDIRI

Salah satu cara untuk mengukur manfaat pola kemitraan dibandingkan dengan pola mandiri pada usahaternak ayam ras pedaging adalah dengan melihat perbedaan pendapatan peternak untuk tiap satu ekor ternak yang mereka hasilkan. Pendapatan merupakan selisih dari nilai penerimaan terhadap nilai pengeluaran (biaya). Biaya usahaternak ayam ras pedaging merupakan nilai dari semua pengeluaran yang dipergunakan dalam menghasilkan produk per ekor ayam ras pedaging. Dalam penelitian ini, biaya yang dikeluarkan dikelompokan menjadi biaya tetap dan biaya variabel. Biaya tetap meliputi biaya sewa kandang dan biaya untuk alat-alat kandang seperti tempat pakan, tempat minum dan alat pemanas (gasolec). Sedangkan biaya variabel adalah biaya yang habis digu- nakan dalam satu periode produksi ayam ras pedaging. Biaya-biaya ini meliputi biaya DOC, biaya pakan, obat-obatan, vaksin, biaya tenaga kerja dan biaya- biaya lainnya (gas, listrik, gula merah, sekam). Biaya dihitung untuk satu kali periode produksi (+ 35 hari) mulai dari persiapan untuk berproduksi, proses produksi dan pemanenan. Sedangkan penerimaan usahaternak ayam ras
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

ANALISIS KEUNTUNGAN DAN TITIK IMP AS (BREAK EVEN POINT) USAHA PETERNAKAN AYAM RAS PEDAGING POLA KEMITRAAN DAN MANDIRI DI KABUPATEN LAMPUNG SELATAN

ANALISIS KEUNTUNGAN DAN TITIK IMP AS (BREAK EVEN POINT) USAHA PETERNAKAN AYAM RAS PEDAGING POLA KEMITRAAN DAN MANDIRI DI KABUPATEN LAMPUNG SELATAN

14 pendapatan dan keuntungan serta efisiensi usaha ternak ayam broiler sebagai ternak ayam potong yang dilakukan pada skala usaha tertentu oleh masyarakat. Guna mengembangkan usaha peternakan ayam potong yang diusahakan oleh para peternak di Kecamatan Merbau Mataram Kabupaten Lampung Selatan, maka perlu diketahui seberapa besar usaha tersebut memberikan keuntungan maksimal, serta besarnya jumlah produksi yang dihasilkan agar dapat menunjukan keadaan impas. Dalam jangka panjang apakah usaha tersebut dapat diteruskan. Hal ini terkait dengan jumlah modal yang akan dikeluarkan oleh peternak serta peluang pasar komoditas, karena para pemilik modal akan memasuki lapangan usaha baru atau mengembangkan usahanya apabila lapangan usaha tersebut dapat memberikan keuntungan.
Baca lebih lanjut

160 Baca lebih lajut

Analisis Usaha Peternakan Broiler Pola Kemitraan dan Peternakan Mandri (Studi Kasus Pada PT. SUR)

Analisis Usaha Peternakan Broiler Pola Kemitraan dan Peternakan Mandri (Studi Kasus Pada PT. SUR)

R/C Ratio yang diperoleh menunjukkan bahwa usaha ternak broiler mandiri maupun mitra cukup efisien karena tiap peternak menunjukkan rata-rata R/C ratio besar dari 1. Analisa R/C ratio adalah perbandingan antara penerimaan dan biaya, untuk mengetahui tingkat efisiensi suatu usaha. R/C ratio lebih tinggi pada peternak mandiri yaitu sebesar 1,15 dibandingkan dengan peternak mitra yaitu sebesar 1,09. Hal ini sesuai dengan pernyataan Kadarsan (1995), bahwa R/C rasio adalah rasio penerimaan atas biaya yang menunjukkan besarnya penerimaan yang akan diperoleh dari setiap rupiah yang dikeluarkan dalam produksi usaha ternak. Analisis ini dapat digunakan untuk mengukur tingkat keuntungan relatif kegiatan usaha ternak, artinya dari angka rasio tersebut dapat diketahui, apakah suatu usaha ternak menguntungkan atau tidak. Usaha ternak dikatakan menguntungkan bila nilai R/C rasio lebih besar dari satu. Sebaliknya, usaha ternak dikatakan tidak menguntungkan bila nilai R/C rasio lebih kecil dari satu.
Baca lebih lanjut

69 Baca lebih lajut

KAJIAN USAHA PETERNAKAN AYAM RAS PEDAGING DI KABUPATEN KARANGANYAR : MEMBANDINGKAN ANTARA POLA KEMITRAAN DAN POLA MANDIRI LUSI DWI WINDARSARI

KAJIAN USAHA PETERNAKAN AYAM RAS PEDAGING DI KABUPATEN KARANGANYAR : MEMBANDINGKAN ANTARA POLA KEMITRAAN DAN POLA MANDIRI LUSI DWI WINDARSARI

waktu yang tepat, tetapi dapat juga ditinjau dari segi efisiensi penggunaan faktor produksi tersebut. Efisiensi ekonomi dalam berproduksi dapat dicapai melalui kemitraan karena masing-masing pihak yang bermitra menawarkan sisi keunggulan masing- masing. Lebih jauh Sumardjo, Jaka dan Wahyu (2004), menyatakan bahwa kemitraan bisnis memang bermanfaat dalam meningkatkan akses usaha kecil ke pasar, modal dan teknologi serta mencegah terjadinya diseconomies of scale sehingga mutu juga menjadi terjaga. Hal seperti ini dapat terjadi karena adanya komitmen kedua belah pihak untuk bermitra. Pengusaha menengah sampai dengan skala besar memiliki komitmen atau tanggung jawab moral dalam membimbing dan mengembangkan pengusaha kecil supaya dapat mengembangkan usahanya sehingga mampu menjadi mitra yang handal untuk meraih keuntungan bersama. Mereka yang bermitra perlu mengetahui kekuatan dan kelemahan masing-masing untuk saling mengisi, saling melengkapi, saling memperkuat serta tidak saling mengeksploitasi. Dalam kondisi ini akan tercipta rasa saling percaya antar kedua belah pihak sehingga usahanya akan semakin berkembang (Novian, 2006).
Baca lebih lanjut

125 Baca lebih lajut

ANALISIS PENDAPATAN USAHA PETERNAKAN AYAM RAS PEDAGING POLA KEMITRAAN DAN NON KEMITRAAN DI KABUPATEN LAMONGAN

ANALISIS PENDAPATAN USAHA PETERNAKAN AYAM RAS PEDAGING POLA KEMITRAAN DAN NON KEMITRAAN DI KABUPATEN LAMONGAN

Peternak mandiri prinsipnya menyediakan seluruh input produksi dari modal sendiri dan bebas memasarkan produknya. Pengambilan keputusan mencakup kapan memulai beternak dan memanen ternaknya, serta seluruh keuntungan dan resiko ditanggung sepenuhnya oleh peternak (Supriyatna, 2006). Ada beberapa faktor yang menyebabkan usaha peternakan ayam ras pedaging tetap dikelola secara mandiri oleh sebagian besar penduduk di Kota Pasuruan yaitu: 1) pemeliharaannya cukup mudah; 2) waktu pemeliharaannya cukup singkat; 3) tingkat pengembalian modal relative cepat. Namun selain itu ada beberapa hal yang menjadi kendala yaitu: 1) sarana produksi kurang; 2) manajemen pemeliharaan peternak yang belum memadai; 3) modal relative terbatas; 4) resiko pemasaran cukup besar; 5) usahanya tergantung situasi dan cenderung spekulatif
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

ANALISIS PERBEDAAN PENDAPATAN DAN EFISIENSI USAHA TERNAK AYAM BROILER POLA MANDIRI DENGAN TERNAK POLA KEMITRAAN DI KABUPATEN KARANGANYAR

ANALISIS PERBEDAAN PENDAPATAN DAN EFISIENSI USAHA TERNAK AYAM BROILER POLA MANDIRI DENGAN TERNAK POLA KEMITRAAN DI KABUPATEN KARANGANYAR

Penelitian dengan judul Analisis Perbedaan Pendapatan dan Efisiensi Usaha Ternak Ayam Broiler Pola Mandiri Dengan Ternak Pola Kemitraan di Kabupaten Karanganyar ini bertujuan untuk mengetahui besarnya perbandingan pendapatan peternak ayam broiler sistim kemitraan dan non kemitraan di Kabupaten Karanganyar serta untuk mengetahui perbedaan efesiensi biaya produksi peternakan ayam Broiler sistim kemitraan dan non kemitraan di Kabupaten Karanganyar.

8 Baca lebih lajut

ANALISA KEUNTUNGAN USAHA PETERNAKAN AYAM BROILER POLA MANDIRI DI KABUPATEN MALANG (Studi Kasus Di Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang) - Jurnal

ANALISA KEUNTUNGAN USAHA PETERNAKAN AYAM BROILER POLA MANDIRI DI KABUPATEN MALANG (Studi Kasus Di Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang) - Jurnal

Rana et al., (2012) menyatakan bahwa keuntungan merupakan tujuan terbesar untuk setiap usaha peternakan yang dijalankan bersamaan dengan adanya berbagai tantangan sesuai dengan skala usaha yang dijalankan. Tantangan yang harus dihadapi dalam usaha budidaya ayam broiler diantaranya adalah lemahnya manajemen pemeliharaan. Lemahnya manajemen pemeliharaan disebabkan karena broiler merupakan jenis ternak unggas hasil dari persilangan dan seleksi yang rumit sehingga membutuhkan pemeliharaan yang intensif. Fluktuasi atau perubahan harga kebutuhan pakan, Day Old Chicken (DOC), dan obat - obatan yang tidak menentu secara otomatis mempengaruhi keseimbangan harga antara permintaan dan penawaran akan daging broiler. Perbedaan kondisi dimana permintaan lebih rendah daripada penawaran, hal tersebut yang mengakibatkan adanya ketidakpastian peternak untuk menjual daging broiler siap potongnya. Peternak akan menjual hasil produksinya disaat harga dapat meningkat lebih baik daripada mereka menjual murah hasil ternaknya. Keadaan demikian membuat peternak terpaksa harus mengeluarkan biaya tambahan untuk biaya pakan dan budidaya yang memakan waktu lebih lama. Besaran margin keuntungan di setiap siklus produksi usaha budidaya sangat tipis yaitu sebesar 5% sampai dengan angka 10%. Harga kebutuhan untuk budidaya merupakan faktor penghambat yang besar dan berpengaruh terhadap banyaknya total biaya yang harus dikeluarkan oleh peternak. Beberapa contoh kebutuhan adalah produk impor bahan baku pembuatan ransum, feed supplement, vaksin, dan obat-obatan. Produksi ayam broiler penting bagi perekonomian selain untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat dan menambah penghasilan, juga bermanfaat untuk meningkatkan lapangan pekerjaan.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

ANALISIS PERBEDAAN PENDAPATAN DAN EFISIENSI USAHA TANI TEMBAKAU POLA KEMITRAAN DENGAN USAHA TANI TEMBAKAU POLA MANDIRI DI KECAMATAN MAYANG KABUPATEN JEMBER

ANALISIS PERBEDAAN PENDAPATAN DAN EFISIENSI USAHA TANI TEMBAKAU POLA KEMITRAAN DENGAN USAHA TANI TEMBAKAU POLA MANDIRI DI KECAMATAN MAYANG KABUPATEN JEMBER

Mayang merupakan salah satu kecamatan yang menghasilkan tembakau yang cukup besar di Kabupaten Jember. Untuk budidaya tembakau memerlukan pengetahuan tentang budidaya tembakau yang baik karena memerlukan biaya yang tinggi, karena itu banyak petani di Kecamatan Mayang yang bekerja sama dengan industri- industri yang ada di wilayah Jember khususnya PT. Gudang Garam karena selain memberikan penyuluhan tentang budidaya tembakau, PT. Gudang Garam juga memberikan jaminan harga yang tinggi disbanding dengan harga pasar. Tetapi juga masih banyak petani tembakau yang bertani dengan sistem mandiri, hal ini disebabkan karena ketakutan mereka terhadap PT. Gudang Garam yang akan bekerja sama, padahal keuntungan yang diperoleh lebih tinggi petani dengan sistem kemitraan.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

ANALISIS PERBEDAAN PENDAPATAN DAN EFISIENSI USAHA TANI TEMBAKAU POLA KEMITRAAN DENGAN USAHA TANI TEMBAKAU POLA MANDIRI DI KECAMATAN MAYANG KABUPATEN JEMBER

ANALISIS PERBEDAAN PENDAPATAN DAN EFISIENSI USAHA TANI TEMBAKAU POLA KEMITRAAN DENGAN USAHA TANI TEMBAKAU POLA MANDIRI DI KECAMATAN MAYANG KABUPATEN JEMBER

Mayang merupakan salah satu kecamatan yang menghasilkan tembakau yang cukup besar di Kabupaten Jember. Untuk budidaya tembakau memerlukan pengetahuan tentang budidaya tembakau yang baik karena memerlukan biaya yang tinggi, karena itu banyak petani di Kecamatan Mayang yang bekerja sama dengan industri- industri yang ada di wilayah Jember khususnya PT. Gudang Garam karena selain memberikan penyuluhan tentang budidaya tembakau, PT. Gudang Garam juga memberikan jaminan harga yang tinggi disbanding dengan harga pasar. Tetapi juga masih banyak petani tembakau yang bertani dengan sistem mandiri, hal ini disebabkan karena ketakutan mereka terhadap PT. Gudang Garam yang akan bekerja sama, padahal keuntungan yang diperoleh lebih tinggi petani dengan sistem kemitraan.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

ANALISIS PERBEDAAN USAHA TANI JERUK SIAM ANTARA POLA KEMITRAAN DAGANG UMUM DENGAN USAHA TANI JERUK POLA MANDIRI DI KECAMATAN UMBULSARI KABUPATEN JEMBER

ANALISIS PERBEDAAN USAHA TANI JERUK SIAM ANTARA POLA KEMITRAAN DAGANG UMUM DENGAN USAHA TANI JERUK POLA MANDIRI DI KECAMATAN UMBULSARI KABUPATEN JEMBER

Penelitian dengan judul Analisis Perbedaan Usahatani Jeruk Siam Antara Pola Kemitraan Dagang Umum Dengan Usahatani Jeruk Pola Mandiri di Kecamatan Umbulsari Kabupaten Jember ini bertujuan untuk mengetahui besarnya perbandingan pendapatan bersih usahatani jeruk sistem kemitraan dagang umum dan pola mandiri di Kecamatan Umbulsari serta untuk mengetahui perbedaan efesiensi biaya produksi Usahatani jeruk sistem kemitraan dagang umum dan mandiri di Kecamatan Umbulsari.

15 Baca lebih lajut

ANALISIS PERBANDINGAN USAHA CABE MERAH POLA KEMITRAAN DENGAN USAHA CABE MERAH POLA MANDIRI DI KABUPATEN JEMBER

ANALISIS PERBANDINGAN USAHA CABE MERAH POLA KEMITRAAN DENGAN USAHA CABE MERAH POLA MANDIRI DI KABUPATEN JEMBER

usahatani cabe merah pola mandiri (1.189% > 1.006 %). perbedaan ini juga ditunjukkan dengan uji t bahwa t hitung lebih besar dari t tabel (8.692 > 2.024) dengan taraf signifikan (α = 0.05) . adanya perbedaan rata -rata efisiensi biaya usahatani kedua pola diatas karena penerimaan total petani cabe merah yang lebih besar diikuti dengan biaya total sedikit, Hal ini dikerenakan petani cabe merah pola kemitraan memiliki manajemen usaha yang baik sehingga dapat meminimalisir pengeluaran yang tidak perlu, serta harga jual produk yang tinggi melebihi harga pasar yang di tetapkan oleh perusahaan PT.Heinz ABC yang memberikan keuntungan yang tinggi untuk petani cabe merah pola kemitraan. Petani cabe merah pola mandiri penerimannya sedikit dan biaya totalnya besar, Hal ini karena Pendapatan usahatani cabe merah pola mandiri yang rendah serta biaya yang tinggi karena adanya manajemen usaha yang kurang baik sehingga carut marut dalam pengelolaan keuangannya, serta harga produk yang rendah yang diberikan oleh PT.Heinz Abc dan masyarakat karena mengikuti harga pasar
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Elastisitas Produksi Usaha Peternakan Broiler Pola Kemitraan di Kabupaten Blitar

Elastisitas Produksi Usaha Peternakan Broiler Pola Kemitraan di Kabupaten Blitar

Beraneka macam faktor yang mengakibatkan timbulnya mortalitas, yaitu faktor cuaca, penyakit, hingga manajemen pemeliharaan yang kurang tepat. Pada saat kegiatan wawancara saya lakukan pada kebanyakan peternak, penyebab tingginya angka kematian dikarenakan banyaknya wabah penyakit yang menular seperti ND, tetelo, dan penyakit ngorok. Kerugian juga dialami oleh peternak pada akhir tahun 2013 sampai awal tahun 2014. Kerugian diakibatkan oleh menularnya wabah avian influenza atau flu burung yang terjadi pada awal tahun 2104. Faktor lain selain teknis pemeliharaan dan penyakit adalah keadaan psikologis peternak sebagai pemilik usaha broiler yang menangani langsung pekerjaan di lapang. Peternak yang mempunyai masalah dan menganggu keadaan psikologis, maka secara otomatis akan berpengaruh pada broiler yang dipelihara. Bagi peternak hal ini merupakan pernyataan diluar teori, tetapi kenyataan tersebut terkadang memang menjadi masalah bagi mereka. Berdasarkan hasil wawancara saya terhadap petugas penyuluh kemitraan, tak sedikit dari peternak yang berkeluh kesah pada mereka tentang masalah psikologis yang dihadapi diluar teori manajemen teknis pemeliharaan. Petugas penyuluh lapangan tak segan untuk mendengarkan seluruh keluh kesah mereka dan memberikan pendapat sehingga dapat meringankan beban mereka, dengan tujuan keadaan membaik dan manajemen pemeliharaan dapat ditangani secara baik kembali. Secara teori, keadaan psikologis peternak yang kurang baik akan mempengaruhi kinerja mereka dalam proses budidaya broiler. Mereka yang mempunyai beban pikiran akan melaksanakan proses manajemen pemeliharaan secara asal-asalan, hal tersebut berpengaruh pada penurunan jumlah produksi.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Analisis Risiko Usaha Peternakan Ayam Broiler Dengan Pola Kemitraan Dan Mandiri Di Kota Sawahlunto/Kab. Sijunjung

Analisis Risiko Usaha Peternakan Ayam Broiler Dengan Pola Kemitraan Dan Mandiri Di Kota Sawahlunto/Kab. Sijunjung

Hasil analisa manajemen risiko yang diterapkan peternakan plasma masih belum efektif dalam hal produksi, ini diindikasikan dengan masih berfluktuatifnya tingkat mortalitas, tingkat efisiensi penggunaan pakan, tingkat perolehan bobot badan dan Prestasi produksi yang diperoleh peternakan ayam broiler peternak plasma. Kegiatan produksi yang intensif dilakukan di awal saja, setelah beberapa hari proses budidaya berjalan beberapa anak kandang pada peternakan ini mulai lalai dan kurang disiplin dalam menjalankan proses budidaya.Seperti kontrol terhadap kebersihan lingkungan kandang, pembersihan sekam yang basah akibat kotoran ayam dan tumpahan minum ayam sehingga menimbulkan bibit penyakit, pengontrolan ayam yang seharusnya dilakukan sesering mungkin karena dengan sistem kandang panggung ini ayam bisa saja terjepit pada lantai bambu. Selanjutnya dengan kondisi pancaroba saat ini, kecekatan anak kandang dalam hal pengaturan sirkulasi udara dengan sistem buka tutup tirai sangat penting, namun masih belum efektif karena kondisi ayam yang kepanasan dan juga terserang gangguan pada pernafasan karena bau amonia.
Baca lebih lanjut

107 Baca lebih lajut

Analisis Pola Kemitraan USAha Peternakan Ayam Pedaging Sistem Closed House Di Plandaan Kabupaten Jombang

Analisis Pola Kemitraan USAha Peternakan Ayam Pedaging Sistem Closed House Di Plandaan Kabupaten Jombang

Pada kerja sama pola kemitraan antara peternak plasma dan PT. Pesona Ternak Gemilang sebagai inti di masa pra produksi tidak terjadi masalah. Namun pembinaan yang dilakukan oleh pihak inti dirasakan kurang optimal. Peternak plasma sudah mempunyai dasar pengetahuan tentang pemeliharaan ayam pedaging. Pembinaan yang dilakukan inti kepada pihak plasma ditujukan khususnya bagi anak kandang yang belum pernah melakukan proses pemeliharaan yaitu dengan cara melakukan pelatihan tentang proses pemeliharaan ayam pedaging dengan baik.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

ANALISIS PENDAPATAN USAHA PETERNAKAN AYAM BROILER POLA KEMITRAAN DI KECAMATAN KARANG INTAN KABUPATEN BANJAR

ANALISIS PENDAPATAN USAHA PETERNAKAN AYAM BROILER POLA KEMITRAAN DI KECAMATAN KARANG INTAN KABUPATEN BANJAR

Abstrak. Usaha peternakan sekarang ini sudah merupakan suatu usaha yang dapat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan hidup, mengingat daging ayam yang memiliki rasa yang relatif hampir diterima seluruh golongan masyarakat dan semua umur. Kabupaten Banjar salah satu sentra penghasil ayam broiler terbanyak khususnya dikecamatan karang intan. Tujuan penelitian ini adalah untuk Menganalisis biaya, pendapatan, penerimaan dan kelayakan usaha peternakan pola kemitraan di Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar; Menganalisis sensitivitas tingkat pendapatan usaha kemitraan peternakan ayam broiler; untuk mengetahui sistem pemasaran peternakan yang dilakukan pola kemitraan di Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar serta mengetahui permasalahan yang dihadapi pada pola kemitraan di Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar dengan perhitungan TC = FC + VC untuk biaya, R = p . Q untuk penerimaan, Pd = TR – TC untuk pendapatan dan R/C = Penerimaan Total (TR) / Biaya Total (TC) untuk kelayakan usaha. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan dengan menggunakan metode penarikan contoh yang melalui dua tahap (two stages sampling). Sebanyak 30 Peternak sebagai sampel menggunakan metode Proportionated Random Sampling. Dari penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata biaya penyusutan Rp 2.426.273. satu kali produksi. Rata-rata biaya sewa lahan Rp 235.000. Sehingga rata-rata biaya tetap Rp 2.661.273. Rata-rata biaya variabel Rp 111.192.195 satu kali proses produksi sehingga biaya total Rp113.853.468. Rata-rata total penerimaan Rp 126.102.904. Rata-rata total pendapatan Rp 12.249.436. Rata-rata nilai R/C Ratio usaha ternak ayam broiler di Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar adalah 1,11. Artinya setiap 1 rupiah yang dikeluarkan akan menghasilkan penerimaan sebesar Rp. 1,11. Sehingga secara keseluruhan usaha ternak ayam broiler di Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar layak untuk dikembangkan.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...