Top PDF Analisis perilaku memilih pada Pilkada Kota Kupang Tahun 2017

Analisis perilaku memilih pada Pilkada Kota Kupang Tahun 2017

Analisis perilaku memilih pada Pilkada Kota Kupang Tahun 2017

Salah satu aspek penting dari karakter sosiologis yang menjadi alasan pemilih dalam menentukan pilihan politik atas paket calon yang dikehendaki adalah karena kesamaan agama. Kota Kupang dengan jumlah penduduk sebesar 347.523 jiwa, mayoritas beragama Kristen Protestan dan Katolik yang dapat dirincikan sebagai berikut: penduduk yang beragama Kristen Protestan: 255.661 jiwa (73,57%), Katolik: 79.935 jiwa (23,00%), Islam: 4.817 jiwa (1,39%), Hindu: 7.041 jiwa (2,03%), Budha: 62 Jiwa (0,02%) dan agama lainnya sebesar 7 jiwa (0,002%). Dominasi penduduk Kota Kupang berdasarkan Agama Protestan dan Katolik dalam kenyataan telah membuka peluang yang sangat signifikan bagi para calon pemimpin, tim sukses, dan para relawan melakukan politisasi terhadap agama melalui para tokoh gereja dengan memanfaatkan mimbar-mimbar gereja dan berbagai acara keagamaan lain guna mempengaruhi para jemaat dan umat Kristiani agar memberi dukungan suara kepada para calon pemimpin yang seagama dengannya pada saat hari pencoblosan. Fenomena seperti ini menunjukkan bahwa agama masih menjadi alat politik yang efektif bagi para politisi yang haus kekuasaan ketika berkompetisi dalam pilkada. Hal ini setidaknya dapat menimbulkan polarisasi antar pemeluk agama yang kemudian dapat memicu konflik antar golongan dan berimplikasi pada ketimpangan pola pelayanan publik jika tidak ada langkah rekonsiliasi paska pilkada.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PERILAKU MEMILIH MASYARAKAT DALAM PILKADA KOTA SURABAYA TAHUN 2015 Repository - UNAIR REPOSITORY

PERILAKU MEMILIH MASYARAKAT DALAM PILKADA KOTA SURABAYA TAHUN 2015 Repository - UNAIR REPOSITORY

Tingkat partisipasi masyarakat dalam pemilihan umum di Surabaya dapat dikatakan cukup rendah dan cenderung tidak stabil, bila dibandingkan dengan kota-kota lain di Jawa Timur. Penelitian ini merupakan studi perilaku politik yang bertujuan untuk mengkaji mengenai perilaku memilih masyarakat dalam menentukan pilihannya pada Pilkada. Pengumpulan data primer menggunakan kuisioner dengan responden yang ditentukan menggunakan teknik penarikan sampel multi-stage random sampling. Sedangkan data skunder didapatkan dari dokumen KPU dan berbagai literatur. Dari analisis penelitian dengan cara kuantitatif yang menggunakan teknik crosstab dan chi-square, ditemui hasil bahwa perilaku memilih masyarakat cenderung mengesampingkan status sosial ekonomi individu dan lebih berdasarkan pada pendekatan rasional dengan indikator isu-isu politik, program-program dan evaluasi kandidat dalam menentukan pilihannya pada Pilkada Kota Surabaya tahun 2015. Hal ini tentunya penting untuk diperhatikan oleh pemerintah Indonesia dalam meningkatkan angka partisipasi, dimana pada pemilihan umum tahun 2014 hanya mencapai 75,2 % dari keseluruhan pemilih.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Partisipasi Politik Masyarakat dalam PILKADA Kota Banda Aceh 2017 (Analisis terhadap Menurunnya Angka GOLPUT)

Partisipasi Politik Masyarakat dalam PILKADA Kota Banda Aceh 2017 (Analisis terhadap Menurunnya Angka GOLPUT)

Konsep yang dikembangkan adalah konsep sosialisasi dan sikap dalam melihat perilaku memilih. Aktivitas memilih lebih ditentukan oleh kekuatan sosialisasi yang diterima oleh anak sejak masa kecil. Oleh karena itu, dalam pendekatan psikologi ditekankan pada tiga aspek utama, yaitu: ikatan emosional pada suatu partai politik tertentu, orientasi isu-isu dan orientasi pada kandidat. Bagi psikolog, sikap merupakan refleksi fungsi kepentingan. Penilaian terhadap suatu obyek diberikan berdasarkan motivasi, minat dan kepentingan orang tersebut. Sikap juga berfungsi sebagai penyesuian diri. Individu bersikap tertentu merupakan akibat dari keinginan orang tersebut untuk sama atau pun beda dengan orang lain, termasuk panutannya. Sikap juga berfungsi untuk mengatasi konflik internal, seperti idealisasi, rasionalisasi dan indentifikasi.
Baca lebih lanjut

84 Baca lebih lajut

Perilaku Politik Pemilih Pada Pemilihan Kepala Daerah Di Di Kota Madiun (Studi Pada Perilaku Pemilih Pada Pilkada Di Kota Madiun)

Perilaku Politik Pemilih Pada Pemilihan Kepala Daerah Di Di Kota Madiun (Studi Pada Perilaku Pemilih Pada Pilkada Di Kota Madiun)

Teori tindakan sosial digunakan oleh penulis untuk menganalisis perilaku politik pemilih. Perilaku politik pemilih sebagai tindakan sosial merupakan suatu proses yang dimana aktor terlibat dalam pengambilan-pengambilan keputusan subyektif tentang sarana dan cara untuk mencapai tujuan tertentu yang telah dipilih, tindakan tersebut setiap jenis perlaku manusia, yang penuh arti di orientasika pada perilku orang lain. Menurut Weber, tindakan sosial adalah tindakan yang mempunyai makna subyektif bagi dan dari aktor pelakunya. ( johnson, 1986). Tindakan-tindakan sosial untuk untuk mencapai harapan–harapan dalam aktifitas sosial politik, tindakan yang didasari oleh kesadaran keyakinan mengenai nilai-nilai (wert) seperti etika, estetika, agama dan nilai-nilai lainnya yang dapat mempengaruhi tingkah laku manusia dalam kehidupannya, tindakan yang ditentukan oleh kondisi kejiwaan dan perasaan aktor yang melakukannya. Dan tindakan yang didasarkan kebiasaan-kebiasaan yang telah mendarah daging ( johson, 1986)
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PERILAKU MEMILIH KADER PARTAI DEMOKRASI INDONESIA PERJUANGAN KOTA SURAKARTA (Studi perilaku memilih kader PDI Perjuangan Kota Surakarta pada pemilu 2009 )

PERILAKU MEMILIH KADER PARTAI DEMOKRASI INDONESIA PERJUANGAN KOTA SURAKARTA (Studi perilaku memilih kader PDI Perjuangan Kota Surakarta pada pemilu 2009 )

Munculnya pendekatan ini karena reaksi atas ketidakpuasan mereka terhadap pendekatan sosiologis. Secara metodologis, pendekatan sosiologis dianggap sulit diukur, seperti bagaimana mengukur secara tepat sejumlah indikator kelas sosial, tingkat pendidikan, agama dan sebagainya. Di samping itu, secara materi, patur dipersoalkan apakah benar variabel-variabel sosiologis seperti status sosial ekonomi keluarga, kelompok-kelompk primer ataupun sekunder itu memberi sumbangan pada perilaku pemilih. Tidakkah variabel-variabel itu baru dapat dihubungkan dengan perilaku pemilih kalau ada proses sosialisasi? Untuk itu, sosialisasilah yang sebenarnya menentukan, bukan karakteristik sosiologis. Berdasarkan penjelasan dan temuan data inilah Mc. Alister ketika menulis laporan penelitiannya tentang voting behavior di Inggris memberi judul bukunya: The Loyalitis of Voters: Liftime Learning Model.
Baca lebih lanjut

94 Baca lebih lajut

PERILAKU MEMILIH MASYARAKAT KOTA PADANG PADA PEMILU KEPALA DAERAH SUMATERA BARAT TAHUN 2010.

PERILAKU MEMILIH MASYARAKAT KOTA PADANG PADA PEMILU KEPALA DAERAH SUMATERA BARAT TAHUN 2010.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dangan tipe penelitian penjelasan (explanatory research). Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah kuisioner, sedangkan analisa menggunakan program SPSS 15.00 dengan analisis data Coeffisient Contingensy.

7 Baca lebih lajut

Perilaku Minum Sopi pada Remaja di Kecamatan Maulafa, Kota Kupang

Perilaku Minum Sopi pada Remaja di Kecamatan Maulafa, Kota Kupang

Minuman keras beralkohol digolongkan ke dalam             Napza (narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya)               karena mempunyai sifat menenangkan sistem saraf             pusat, memengaruhi fungsi tubuh maupun perilaku             seseorang, mengubah suasana hati dan perasaan orang               yang   mengonsumsinya.   Minum   minuman   keras   berhubungan dengan kecelakaan lalu lintas yang dapat               menimbulkan korban jiwa, ganggan perilaku seksual,             perilaku bunuh diri, prestasi sekolah yang buruk, dan                 risiko yang lebih besar untuk menimbulkan kecanduan               dikemudian hari (1). Penggunaan alkohol berlebihan             menciptakan masalah kesehatan masyarakat yang           signifikan serta dapat menciptakan masalah keamanan             di seluruh dunia. Hampir 4% dari semua kematian di                   seluruh dunia dikaitkan dengan konsumsi alkohol,             terkait dengan masalah sosial yang serius, seperti               penyakit dan cedera (2). Konsumsi alkohol yang               berlebihan meningkatkan risiko lebih dari 200 penya-               kit, termasuk siroris hati, tuberkulosis, dan beberapa               jenis kanker. Konsumsi alkohol yang tidak bertanggung               jawab merupakan salah satu penyebab terjadinya             kecelakaan dan tindak kekerasan (3). 
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Pertalian Agama Pada Pilkada DKI Jakarta Tahun 2017

Pertalian Agama Pada Pilkada DKI Jakarta Tahun 2017

Sebagai masyarakat yang beragama, masyarakat Jakarta tidak dapat melepasakan segala bentuk perilakunya dari baju kebesaran yang disebut dengan “agama”. Meminjam istilah Muammar Qadhafi yang dikutip oleh Endang Mintarja, bahwa peranan agama dalam kehidupan bernegara dapat menjadi landasan hukum nasional (Mintarja, 2011). Senada dengan ungkapan Benton Johnson, bahwa hal semacam ini dapat dilihat sebagai pertanda bangkitnya kesadaran kolektif masyarakat akan arti penting agama dalam kehidupan sosial, budaya, ekonomi dan politik Negara itu, karena agama dianggap dapat memberikan motivasi, dorongan dan stimulan bagi perubahan sosial yang diharapkan (Effendy, 2000). Demikian pula secara sosiologis, kadar keberagamaan masyarakat memiliki pengaruh pada perilaku politik masyarakat yang berbeda dengan masyarakat lainnya, karena semakin agama itu diyakini dengan keyakinan yang benar oleh penganut karakter seseorang akan “berwarna agama” lebih kental (Kahmad, 2011). 6 Maka jika menggunakan analisa perspektif
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Analisis Perilaku Konsumen Dalam Memilih  Produk Kosmetik Sariayu Martha Tilaar Di Kota Semarang

Analisis Perilaku Konsumen Dalam Memilih Produk Kosmetik Sariayu Martha Tilaar Di Kota Semarang

Perilaku konsumen dipengaruhi oleh pekerjaan, keadaan ekonomi, dan konsep diri. Pekerjaan mempengaruhi perilaku konsumen seseorang. Ketika seseorang memiliki pekerjaan bagus, maka gaya hidup semakin tinggi dan semakin mengubah kebutuhannya. Kosmetik adalah kebutuhan primer. Karena wanita identik dengan kosmetik. Apalagi zaman sekarang banyak perusahaan dimana tempat mereka bekerja menuntut penampilan sempurna atau diwajibkan memakai kosmetik. Agar mereka terlihat lebih menarik.

12 Baca lebih lajut

Perilaku Pemilih Menjelang Pilkada Serentak 2015 Di Kota Semarang

Perilaku Pemilih Menjelang Pilkada Serentak 2015 Di Kota Semarang

Dalam perspektif kelembagaan politik, minimnya pengetahuan publik terhadap program para calon menjadi kritik tersendiri bagi partai politik. Mengambil buah pikiran Miriam Budiardjo (2008: 367-370) bahwa salah satu fungsi utama partai politik adalah sosialisasi politik yang terjabarkan melalui distribusi program calon yang diusung partai kepada publik. Peran strategis partai politik dalam pilkada serentak tidak semestinya berjalan hanya pada tahap pencalonan semata (rekruitmen), lebih dari itu sosialisasi politik mesti beriringan dengan pendidikan politik kepada publik melalui distribusi program dan penilaian atas program-program tersebut. Hasil penelitian menjelaskan bahwa program-program yang terkait dalam visi bakal calon walikota yang diharapkan oleh masyarakat diantaranya penyediaan lapangan pekerjaan (39,4%), pembangunan infrastruktur (15,1%), peningkatan kualitas dan fasilitas pendidikan (12,1%).
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Analisis Perilaku Pasien dalam Memilih Klinik Kesehatan di Depok

Analisis Perilaku Pasien dalam Memilih Klinik Kesehatan di Depok

Berdasarkan hasil perhitungan thurstone analysis case V (Tabel 12) diketahui bahwa faktor “dokter memiliki kemampuan diagnosa yang baik” merupakan faktor yang paling mempengaruhi responden dalam memilih klinik kesehatan dan faktor tersebut juga merupakan prioritas yang paling penting saat memilih klinik kesehatan. Faktor ini dipilih menjadi faktor yang sangat mempengaruhi pemilihan klinik kesehatan, mengingat tujuan utama responden mendatangi klinik kesehatan adalah untuk mendapatkan kesembuhan dari sakit yang diderita. dimana keakuratan mendiagnosa suatu penyakit berkaitan erat dengan proses penyembuhan. Terdapat responden yang memilih faktor ini, tetapi berlokasi cukup jauh (+ 4 km) dari alamat klinik kesehatan, dimana untuk menuju lokasi klinik kesehatan yang menjadi tempat penelitian, responden telah melalui beberapa klinik kesehatan lainnya. Namun mengingat responden telah mengetahui dokter memiliki kemampuan diagnosa yang baik, maka responden lebih memilih klinik kesehatan tersebut. Faktor lain yang dinilai penting dan mempengaruhi responden dalam memilih klinik kesehatan adalah “dokter/bidan melayani dengan ramah,” dan “lokasi klinik kesehatan dekat dengan tempat tinggal”.
Baca lebih lanjut

200 Baca lebih lajut

Jurnalisme Online Pilkada Dki 2017 (Pendekatan Analisis isi Semantik Berita Online Pilkada Dki di detiknews)

Jurnalisme Online Pilkada Dki 2017 (Pendekatan Analisis isi Semantik Berita Online Pilkada Dki di detiknews)

Tingginya perhatian rakyat Indonesia dan warga DKI Jakarta di Pilkada DKI 2017, khususnya putaran kedua bisa dilihat dari semaraknya pemberitaan tentang perhelatan pesta demokrasi tersebut, termasuk di dalamnya berita online atau berita daring. Pemberitaan lainnya yang juga marak antara lain berita tentang banyaknya survey yang dilakukan beberapa lembaga survey dan beberapa putaran forum debat terbuka yang diadakan stasiun TV yang ditonton jutaan warga DKI, bahkan rakyat Indonesia di luar Provinsi DKI Jakarta.

15 Baca lebih lajut

SUPPORTER DAN PILKADA : Perilaku Pemilih Suporter Slemania pada pilkada serentak 2015

SUPPORTER DAN PILKADA : Perilaku Pemilih Suporter Slemania pada pilkada serentak 2015

Untuk variabel Isu Politik, Berdasarkan diagram diatas, dapat dilihat bahwa responden sangat mempertimbangkan item isu politik terkait keloahragaan yang disampaikan oleh kandidat. Maka dari itu item tertinggi pernyataan mendukung kandidat yang memiliki program olahraga dengan baik sebesar 49% bentuk jawaban setuju. Hal yang wajar, kelompok suporter secara otomati memiliki kosentrasi pada perkembangan keloahragaan di wilayah Slemana dan juga berharap kepada kandidat mampu mendorong prestasi di semua olahraga khususnya sepakbola. Peduli pada program kandidat membuktikan bahwa pembentukan prestasi itu di dukung dari sektor pemerintah daerah. Lalu diikuti item pernyataan perbaikan prestasi sebesar 46%. Rencana jangka pendek dan panjang oleh kandidat menjadi bahan perhatian bagi responden untuk memutuskan keputusan politiknya. Di susul oleh item pernyataan kepiawaian dalam mengelola isu dan mantan atlet olah raga yang memiliki jumlah sama sebesar 34%. Latar belakang kandidat yang peduli terhadap dunia persepakbolaan juga menjadi perhatian responden, responden mengangap bahwa kandidat lebih tahu apa yang harud dilakuakn guna menjalankan program – program keloahragaan bagi masyarakat Sleman, hal ini juga menjadi faktor responden memilih kandidat pada pemilihan kepala daerah Sleman 2015.
Baca lebih lanjut

85 Baca lebih lajut

Perilaku Warga Peduli AIDS terhadap Penanggulangan HIV dan AIDS  Di Kota Kupang

Perilaku Warga Peduli AIDS terhadap Penanggulangan HIV dan AIDS Di Kota Kupang

The AIDS Tackling Committee (KPA) of Kupang City has been running several programs handling over the AIDS and HIV. One of the program is involving ordinary member of the society through AIDS Care Community Member. This research aim is to describe knowledge, attitude, and behavior of AIDS Care Community Members towards HIV and AIDS Tackling Program. This research is a survey, descriptive in nature. It was held from October 2017 to March 2018. The research population is 625. By using Slovin formula and simple random sampling technique, the sample is 93. The research results are as follows: the majority of the community member possessed a good knowledge (74%), all of the community members (100%) showed a positive attitude on the effort and 60,2% of the members of the community have conducted supportive acts towards the effort. Therefore, it is suggested that, there should be some upgrading’s on cadres capacity, especially their active involvement in mobilizing the society to conduct some supportive acts. Finally, it is expected that the overall society participation in tackling HIV and AIDS should be uplifted.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Menatap Putaran Kedua Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Di Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Tahun 2017

Menatap Putaran Kedua Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Di Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Tahun 2017

As stated under Article 18 of Indonesian Constitution, Indonesia is separated into provinces and those provinces are separated into districts and cities, on which every province, district, and city is managed by respective local government as regulated by Law of Indonesia No. 23/2014 concerning Local Government . Province, district and city manage and take care of their own local governmental issues in accordance with autonomy and delegation principle. As an autonomy area, province, district and town have local government to enforce governmental functions, which are Local Government and Local House of Representative. The local head of district is the local head of district in province, district or city area, who serves as the area executive body and its Loc al House of Representative. Both are the government’s enforcing elements. . The 2017 Local Election was held simultaneously by 101 areas consist of provinces, districts, and cities. The election has just done on 15 February 2017. The writer creates this writing by taking the election in DKI Jakarta as an example, considering the fact that DKI Jakarta is a privileged province in enforcing local government due to its capacity as the capital city of Indonesia.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Memilih Makanan Jajanan Pada Siswa Sd Ngadirgo 01 Kecamatan Mijen Kota Semarang tahun 2011.

Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Memilih Makanan Jajanan Pada Siswa Sd Ngadirgo 01 Kecamatan Mijen Kota Semarang tahun 2011.

Hasil penelitian ini menyatakan ada hubungan antara pengetahuan (p value 0,016), kebiasaan makan pagi (p value 0,015), kebiasaan membawa bekal (p value 0,025), jumlah uang saku (p value 0,001), respon siswa setelah melihat iklan tv ( p value 0,025), peran orang tua ( p value 0,001), dan peran teman ( p value 0,004) dengan perilaku memilih makanan jajanan.

1 Baca lebih lajut

Pendidikan Karakter dan Perilaku Memilih Warga Kota Sungai Penuh

Pendidikan Karakter dan Perilaku Memilih Warga Kota Sungai Penuh

Di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, keterlibatan langsung warga dalam setiap pemilihan politik telah membawa perubahan besar. Tidak saja bagi meningkatnya partisipasi warga secara langsung dalam politik, namun juga beberapa ekses negatif terhadap prilaku memilih warga. Di antara yang paling menonjol adalah pola pilihan yang sangat dipengaruhi oleh unsur primordialisme dan penggunaan uang sebagai imbalan dalam pemilihan. Prilaku politik warga dalam melakukan pilihan seperti yang tersebut di atas, alih-alih mendukung berkembangnya demokrasi ke arah yang lebih baik, justeru menghancurkan nilai-nilai yang ingin dicapai oleh demokrasi. Sehingga perlu upaya yang cukup serius untuk mengantisipasi berkembangnya prilaku politik yang telah berkembangan, paling tidak sejak proses pemilihan langsung, tahun 2004, dimulai. Namun, di tengah-tengah masalah yang ditemui di atas, tetap ada peluang bagi pihak yang ingin memperbaiki kualitas prilaku memilih warga. Responden meyakini bahwa himbauan para tokoh masyarakat di masing-masing daerah tetap bisa memberi pengaruh positif bagi prilaku memilih warga. Bahkan, media komunikasi melalui tempat-tempat ibadah dan acara-acara keagamaan dianggap efektif untuk memperbaiki prilaku memilih warga di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.
Baca lebih lanjut

74 Baca lebih lajut

PARTISIPASI MASYARAKAT  PADA PILKADA BEREBES TAHUN   2017  (Studi Komunikasi Politik Tentang Perilaku Pemilih di Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes)

PARTISIPASI MASYARAKAT PADA PILKADA BEREBES TAHUN 2017 (Studi Komunikasi Politik Tentang Perilaku Pemilih di Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes)

secara kebetulan mendapati mereka yang pada saat pencoblosan / Pilkada sedang di perantauan baik diluar kota maupun diluar negeri (TKI) mengatakan bahwa hal ini sudah terbiasa terjadi di Kabupaten Brebes. Mereka juga mengatakan alasan serta argumentasinya bahwa jikalau mereka harus pulang hanya untuk mencoblos, mereka memperhitungkan waktu serta biaya yang tidak sedikit. Mereka sebenarnya paham betul akan kewajiban mereka sebagai warga negara Indonesia, maka dari itu mereka ingin diberi solusi yang terbaik. Kemudian hasil jawaban dari pertanyaan mengenai alasan tidak nyoblos alais golput, sebanyak tujuh responden menjawab sedang ada keperluan yang tidak bisa ditinggalkan, dua responden menjawab TPS jauh, dan lima responden menjawab pada saat Pilkada masih diperantauan (luar kota/luar negri). Hal ini diperkuat oleh Ketua KPUD Kabupaten Brebes, Muamar Riza pahlevi, mengatakan salah satu faktor rendahnya partisipasi pemilih yaitu banyaknya perantau yang tidak pulang kampung saat hari pencoblosan.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects