Top PDF Analisis Produksi Pertanian Kakao Di Kecamatan Nangapanda Kabupaten Ende

Analisis Produksi Pertanian Kakao Di Kecamatan Nangapanda  Kabupaten Ende

Analisis Produksi Pertanian Kakao Di Kecamatan Nangapanda Kabupaten Ende

productivity and cocoa farmer income at Nagapanda district in Ende Regency. This research hoped useful for the Ende Regency to evaluate policies so capable to increasing cocoa agriculture. This study uses primary data which is obtained bydistrbuting a quetioner to 100 samples in order to define the input defference of the field area, worker seed, tools, chemical, and fertilizer used to obtain cocoa agricultural productivity increment. Sample taking method use simple non probability sampling that is proposive sampling. Proposive sampling is taking sample from population based on certain criteria. The used criteria can be based on certain judgement. The used analysis tool is double analyses regretion, statical test, econometric test, and measuring the cocoa farmer production differences. Statistic test showed that field area factors, workers, tools, chemical, and fertilizer give significant influence to cocoa agricultural productivity at Nangapanda distric while seed factors give less signifcant influence
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Analisis Rantai Nilai Usaha Kakao sebagai Produk Unggulan Kabupaten Ende-NTT

Analisis Rantai Nilai Usaha Kakao sebagai Produk Unggulan Kabupaten Ende-NTT

Gubernur diberikan mandat melalui Peraturan Gubernur (Pergub) tentang jenis, jumlah, sub sektor, dan sebaran pupuk bulanan pada masing-masing kabupaten/ kota. Kebutuhan Pupuk Bersubsidi ini digunakan dengan mempertimbangkan rekap Rencana Defi nitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). RDKK disusun berdasarkan usulan dari kelompok tani. Penyusunan RDKK dilakukan oleh Kepala Dinas Kabupaten/Kota dan diketahui Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Kabupaten/Kota setempat. Dalam peraturan tersebut kapasitas pupuk bersubsidi untuk sektor perkebunan sebanyak 1.783,598 ton/ per tahun. Permen tersebut menjadi salah satu perlindungan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi. Namun, kondisi di lapangan berkata bahwa terjadi kelangkaan sarana produksi, salah satunya adalah pupuk. Dengan kapasitas pupuk yang tertulis dalam Permen, seharusnya kelangkaan tersebut dapat diminimalisir. Pada peraturan ini tidak dimungkinkan adanya monitoring dan evaluasi distribusi pupuk yang disediakan oleh pemerintah. Berdasarkan data dari Kementan (2012- 2015), kebutuhan pupuk sub-sektor perkebunan terjadi penurunan dari tahun 2012 (2.719,219).
Baca lebih lanjut

78 Baca lebih lajut

Analisis Efisiensi Penggunaan Input Produksi USAhatani Kakao di Desa Kawende Kecamatan Poso Pesisir Utara Kabupaten Poso

Analisis Efisiensi Penggunaan Input Produksi USAhatani Kakao di Desa Kawende Kecamatan Poso Pesisir Utara Kabupaten Poso

Indonesia memiliki potensi alamiah yang bagus untuk mengembangkan sektor pertanian, salah satu sub sektor dari sektor pertanian adalah sektor perkebunan. Sebagai suatu kepulauan yang terletak di daerah tropis sekitar khatulistiwa, Indonesia memiliki beragam jenis tanah yang mampu menyuburkan tanaman, sinar matahari yang konsisten sepanjang tahun, konsisi alam yang memenuhi persyaratan tumbuh tanaman, dan curah hujan rata-rata per tahun yang cukup tinggi, semua kondisi itu merupakan faktor-faktor ekologis yang baik untuk membudidayakan tanaman perkebunan.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Kakao Rakyat di Kabupaten Tanah Datar (Studi Kasus Nagari Balimbing Kecamatan Rambatan)

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Kakao Rakyat di Kabupaten Tanah Datar (Studi Kasus Nagari Balimbing Kecamatan Rambatan)

pembangunan ekonomi dan masyarakat secara umum. Pembangunan pertanian memberikan sumbangan kepada pembangunan ekonomi serta menjamin bahwa pembangunan menyeluruh itu akan bersifat umum, dan mencakup penduduk yang hidup dari bertani yang jumlahnya cukup besar.

5 Baca lebih lajut

Strategi Peningkatan Produksi Kakao Di Desa Karang Rejo Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat.

Strategi Peningkatan Produksi Kakao Di Desa Karang Rejo Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat.

Tanaman Kakao (Theobroma cacao) merupakan salah satu komoditi Perkebunan Unggulan, hal ini tergambar dari banyaknya permintaan bibit Kakao yang bermutu dari petani/kelompok tani. Hal ini didukung oleh banyak potensi lahan yang cocok secara ekologis untuk tanaman ini disamping harga yang cukup stabil dan baik sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani/masyarakat pertanian. Sesuai dengan sifat tumbuhnya tanaman Kakao memerlukan pelindung maka dapat dikembangkan pada lahan-lahan yang ada tanaman kelapa, karet, lamtoro sekaligus dalam rangka meningkatkan produktifitas lahan usaha tani. Dalam usaha tani Kakao membutuhkan teknik budidaya yang baik dan benar agar memperoleh produksi yang optimal, juga memperhatikan kondisi lingkungan dan agroklimat di lokasi pembukaan kebun kakao harus sesuai dengan kebutuhan tanaman kakao (Pertanian Centre. Com, 2008).
Baca lebih lanjut

65 Baca lebih lajut

OPTIMALISASI PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI PADA USAHATANI KAKAO DI KECAMATAN KUMPEH KABUPATEN MUARO JAMBI

OPTIMALISASI PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI PADA USAHATANI KAKAO DI KECAMATAN KUMPEH KABUPATEN MUARO JAMBI

Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Kumpeh Kabupaten Muaro Jambi dengan responden adalah petani kakao. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan : 1. Untuk mengetahui gambaran fungsi produksi pada usahatani kakao 2. Menganalisis tingkat optimasi/efisiensi ekonomi penggunaan faktor produksi pada usahatani kakao, dan 3. Melakukan pendekatan perhitungan untuk menentukan penggunaan faktor produksi yang optimal pada usahatani kakao. Petani yang dijadikan responden dipilih secara purposive yaitu petani yang memiliki kakao pada umur tanaman optimal 9-14 tahun. Jumlah petani yang memenuhi kriteria iniadalah 55 orang dan teknik pengambilan respoden dilakukan dengan sensus. Metode analisis yang digunakan adalah analisis fungsi produksi Cobb Douglas, kemudian dilanjutkan perhitungan optimasi dengan kriteria efisiensi ekonomi, dimana efisiensi penggunaan faktor produksi tercapai apabila NPMXi/HXi=1. Dari hasil analisis dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa : 1) Penggunaan faktor produksi lahan dan tenaga kerja secara teknis/fisik berpengaruh terhadap kenaikan produksi kakao/hektar/tahun, sedangkan pupuk dan obat-obatan tidak memberikan pengaruh terhadap produksi. 2) Penggunaan faktor produksi tenaga kerja, pupuk dan obat-obatan pada usahatani kakao secara ekonomi belum efisien. 3) Dari hasil optimasi, penggunaan kerja dapat ditingkatkan hingga 238,5 HOK/hektar/tahun atau ditambah sebesar 167,64 HOK dari tenaga kerja aktual yang dicurahkan petani. Sedangkan penggunaan pupuk (X2) dapat ditambah hingga sebesar 2.293,28 kg/tahun/hektar atau ditambah 1.340,38 kg dari penggunaan actual dan obat-obatan (X3) ditambah menjadi 9,50 liter atau ditambah 0,87 liter dari jumlah obat-obatan yang digunakan petani.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Strategi Pengembangan Kawasan Pesisir Melalui Komoditas Unggulan Di Kecamatan Pulau Ende - Kabupaten Ende

Strategi Pengembangan Kawasan Pesisir Melalui Komoditas Unggulan Di Kecamatan Pulau Ende - Kabupaten Ende

Kecamatan Pulau Ende adalah salah satu kecamatan yang terletak di Kabupaten Ende Nusa Tenggara Timur. Secara geografis letak Kecamatan Pulau Ende berbatasan dengan Laut Sawu disebelah Utara, Selatan, Timur, dan Barat. Secara umum penduduk Pulau Ende bekerja sebagai Nelayan, PNS, Petani, dan Swasta. Sebagian besar masyarakatnya bekerja sebagai nelayan dan menangkap hasil perikanan di pesisir Pulau Ende dan area disekitar Kabupaten Ende. Perikanan merupakan salah satu potensi yang mendukung roda perekonomian masyarakat Pulau Ende karena Potensi perikanan yang ada di Pulau Ende cukup besar. jika dilihat dari KDA dimana sektor perikanan yang memberikan pemasukan yang cukup besar bagi nelayan dan merupakan sebagai penunjang kebutuhan utama bagi masyarakat Pulau
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Evaluasi Sistem Penyediaan Air Bersih Di Wilayah Ndetundora Kecamatan Ende Kabupaten Ende

Evaluasi Sistem Penyediaan Air Bersih Di Wilayah Ndetundora Kecamatan Ende Kabupaten Ende

Di Kabupaten Ende, pengelolaan air untuk memenuhi jumlah kebutuhan air yang diperlukan, masih dihadapkan pada berbagai kendala. Salah satunya bersifat teknis adalah topografi yang bergelombang sampai berbukitan. Sehingga dalam pengelolaan air, tidak dapat mengandalkan sistem gravitasi, tetapi terpaksa dilakukan dengan sistem pemompaan.

9 Baca lebih lajut

ANALISIS KEPUASAN PETANI TERHADAP KINERJA PENYELENGGARAAN PENYULUHAN PERTANIAN DI KABUPATEN ENDE PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

ANALISIS KEPUASAN PETANI TERHADAP KINERJA PENYELENGGARAAN PENYULUHAN PERTANIAN DI KABUPATEN ENDE PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

sangat diperlukan dalam penyelenggaraan penyuluhan sehingga mampu menjawab berbagai persoalan penyuluhan pertanian. (Anwas, 2011; Hanafiah et al., 2013). Empat komponen penilaian yakni P13 (K:H = 3,86:4,62), P14 (K:H = 3,87:4,61), P15 (K:H = 4,15:4,67), dan P 17 (K:H = 3,74:4,59) berada pada kuadran III yakni mempunyai nilai harapan yang kecil atau petani merasa bahwa parameter ini kurang penting, tetapi kinerja yang ditunjukkan penyuluh telah memuaskan petani. Hal ini membuktikan bahwa petani di Kabupaten Ende belum berorientasi pada bisnis namun masih berorientasi untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya. Dengan demikian, perlu perubahan pada paradigma penyuluhan di Kabupaten Ende agar berorientasi pada bisnis (Sadono, 2008).
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Analisis Perkembangan Produksi Sektor Pertanian di Kabupaten Langkat

Analisis Perkembangan Produksi Sektor Pertanian di Kabupaten Langkat

Jumlah produksi tanaman pangan meurut jenis tanaman di kabupaten Langkat (ton) tahun 2012-2016. Jumlah produksi padi sawah dari tahun 2012-2016 adalah 2.321.891 (ton). Jumlah produksi padi lading dari tahun 2012-2016 adalah 8.497 (ton). Jumlah produksi jagung dari tahun 2012-2016 adalah 726.265 (ton). Jumlah produksi kacang kedelai dari tahun 2012-2016 adalah 3.994 (ton). Jumlah produksi kacang tanah dari tahun 2012-2016 adalah 7.514 (ton). Jumlah produksi kacang hujau dari tahun 2012-2016 adalah 5.932 (ton). Jumlah produksi ubi kayu dari tahun 2012-2016 adalah 93.088 (ton). Jumlah produksi ubi jalar dari tahun 2012-2016 adalah 18.366 (ton)
Baca lebih lanjut

79 Baca lebih lajut

Penyebab Ibu Menyusui Tidak Eksklusif di Kecamatan Pulau Ende, Kabupaten Ende Nusa Tenggara Timur.

Penyebab Ibu Menyusui Tidak Eksklusif di Kecamatan Pulau Ende, Kabupaten Ende Nusa Tenggara Timur.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa menyusui di Pulau Ende masih menganut pola menyusui eksklusif, predominan dan partial walaupun ibu dan keluarga mempunyai persepsi positif.Pengetahuan ibu kurang tentang ASI eksklusif. Pemeriksaan ANC tidak prosedural. Pemberian IMD belum sesuai standar.Kesulitan menyusu dini karena ibu kesurupan, puting susu datar/inferted mamae, dan bayi dengan kasus kejang saat lahir. Selama masa nifas, kebiasaan ibu pantang makan nasi, ikan, sayur daun kelor dan buah nangka. Penyuluhan dan konseling baik di Puskesmas ataupun di Posyandu belum memadai, tidak ada konseling ASI eksklusif melalui kunjungan rumah, tidak ada media. Ibu tidak terobsesi dengan iklan susu formula.Meningkatkan produksi ASI dengan sayur daun singkong dan kacang hijau. Pelaksanaan kebijakan program ASI Eksklusif, belum optimal. Ada dukungan dari keluarga agar ibu menyusui eksklusif. Hambatan dalam mengelola program pemberian ASI secara eksklusif adalah kurangnya tenaga bidan.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Pembinaan Produksi Kompos Limbah Pertanian dan Pemanfaatannya  di Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor

Pembinaan Produksi Kompos Limbah Pertanian dan Pemanfaatannya di Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor

Analisis kandungan C-organik, unsur hara makro, unsur hara mikro, dan logam berat (Pb, Hg, As, dan Cd) kompos yang diproduksi oleh Poktan Sangkuriang dan program IbM. Demplot penambahan kompos pada tanaman padi sawah dilakukan di Desa Pasir Eurih pada lahan Bapak Suyudi dan Bapak Soma. Lahan sawah Bapak Suyudi belum pernah diberi bahan organik, se- dangkan lahan sawah Bapak Soma sudah pernah diberi bahan organik dalam bentuk kompos jerami. Demplot penambahan kompos pada ta- naman palawija dilakukan di Desa Sukajadi pada lahan Bapak Deni Ramatilah. Tanamanan palawija yang ditanam adalah jagung manis yang ditumpangsarikan dengan ubi jalar.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Undangan Pembuktian Kualifikasi Pengadaan pupuk NPK untuk kegiatan intensifikasi tanaman  kakao  di Kabupaten Ende

Undangan Pembuktian Kualifikasi Pengadaan pupuk NPK untuk kegiatan intensifikasi tanaman kakao di Kabupaten Ende

Basuki Rahmat Kupang NTT UNDANGAN PEMBUKTIAN KUALIFIKASI Nomor : 04/ PJ.ULP/DISTAN.NPK/01/VIII/2016 Dengan ini kami mengundang penyedia yang telah lulus pada tahapan Evaluasi Administ[r]

1 Baca lebih lajut

Analisis Kelayakan Finansial USAhatani Kakao di Kecamatan Bulok Kabupaten Tanggamus

Analisis Kelayakan Finansial USAhatani Kakao di Kecamatan Bulok Kabupaten Tanggamus

Produksi kakao sangat erat hubungannya dengan harga biji kakao kering di tingkat petani.Harga biji kakao kering di tingkat petani cukup fluktuatif. Pada empat tahun terakhir, harga biji kakao kering berada pada kisaranRp19.000,00- Rp23.000,00 per kg. Harga tersebut sangat bergantung kepada tingkat kekeringan biji kakao. Semakin kering biji kakao tersebut, maka semakin mahal harganya. Produksi dan penerimaan yang didapatkan petani kakao sangat penting bagi pendapatan usahatani keluarga petani.Penerimaan petani merupakan hasil perkalian antara produksi dengan harga kakao. Berdasarkan Tabel 4, penerimaan tertinggi pada usahatani kakao terjadi pada tahun ke-13. Hal tersebut dikarenakan produksi maksimal usahatani kakao terjadi pada tahun ke-13.Pada tahun ke-14 hingga tahun ke-25, penerimaan usahatani kakao cenderung mengalami penurunan.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Peran penyuluh pertanian terhadap pengelolaan budidaya kakao di Desa Pengkendekan Kecamatan Sabbang  Kabupaten Luwu Utara

Peran penyuluh pertanian terhadap pengelolaan budidaya kakao di Desa Pengkendekan Kecamatan Sabbang Kabupaten Luwu Utara

Tabel 15 menunjukkan bahwa tingkat kinerja atau peranan penyuluh terhadap kelompok tani dalam pengelolaan budidaya kakao tergolong “tinggi”, hal ini dapat dilihat dari rata-rata skor capaian sebesar 43,32 yang berada pada interval 36,1-54. Sebagaimana diketahui bahwa jika peran penyuluh dalam melakukan pembinaan kepada kelompok tani aktif atau berkategori tinggi, maka besar kemungkinan usahatani dari kelompok tani yang dibinanya akan menunjukkan peningkatan hasil dan produktivitas. Sementara kondisi lapangan menunjukkan bahwa produktivitas yang dihasilkan oleh petani menunjukkan grafik yang semakin menurun.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Undangan Klarifikasi, Negosiasi & Pembuktian Kualifikasi_Pupuk Organik Kakao Ende.

Undangan Klarifikasi, Negosiasi & Pembuktian Kualifikasi_Pupuk Organik Kakao Ende.

Perihal : Undangan Klarifikasi, Negosiasi dan Pembuktian Kualifikasi Sehubungan dengan pelaksanaan pelelangan paket pekerjaan Pengadaan Pupuk Organik untuk Kegiatan Perluasan Tanaman[r]

1 Baca lebih lajut

Analisis Produksi dan Kelayakan Usahatani Kakao di Kabupaten Madiun BAB 0

Analisis Produksi dan Kelayakan Usahatani Kakao di Kabupaten Madiun BAB 0

Penelitian ini dilakukan di dua tempat, yaitu di Desa Cermo Kecamatan Kare di Desa Batok Kecamatan Gemarang Kabupaten Madiun. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 82 petani kakao. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan fungsi produksi Cobb-Douglas dan analisis R/C (return cost ratio).

15 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects