Top PDF ANALISIS YURIDIS IJIN CUTI KEPALA DAERAH PROVINSI UNTUK MENGIKUTI PEMILIHAN PRESIDEN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 42 TAHUN 2008 TENTANG PEMILIHAN UMUM PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN

ANALISIS YURIDIS IJIN CUTI KEPALA DAERAH PROVINSI UNTUK MENGIKUTI PEMILIHAN PRESIDEN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 42 TAHUN 2008 TENTANG PEMILIHAN UMUM PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN

ANALISIS YURIDIS IJIN CUTI KEPALA DAERAH PROVINSI UNTUK MENGIKUTI PEMILIHAN PRESIDEN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 42 TAHUN 2008 TENTANG PEMILIHAN UMUM PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN

Pemilihan umum merupakan pranata terpenting dalam setiap negara demokrasi, terlebih lagi bagi negara yang berbentuk republik seperti Indonesia. Pranata itu berfungsi untuk memenuhi tiga prinsip pokok demokrasi, yaitu kedaulatan rakyat, keabsahan pemerintahan, dan pergantian pemerintahan secara teratur. Bagi negara demokrasi modern, pemilihan umum merupakan mekanisme utama yang harus ada dalam tahapan penyelenggaraan negara dan pembentukan pemerintahan. Pemilihan umum dipandang sebagai bentuk paling nyata dari kedaulatan yang berada di tangan rakyat serta wujud paling konkret partisipasi rakyat dalam penyelenggaraan negara. Oleh karena itu, sistem penyelenggaraan pemilu selalu menjadi perhatian utama. Pemerintahan dari, oleh, dan untuk rakyat diharapkan benar-benar dapat diwujudkan melalui penataan sistem dan kualitas penyelenggaraan pemilu.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN TUGAS DAN WEWENANG PANITIA PENGAWAS PEMILU (PANWASLU) DALAM MEWUJUDKAN TAHAPAN PEMILIHAN UMUM PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN TAHUN 2014 YANG JUJUR DAN ADIL BERDASARKAN UNDANG UNDANG NOMO

PELAKSANAAN TUGAS DAN WEWENANG PANITIA PENGAWAS PEMILU (PANWASLU) DALAM MEWUJUDKAN TAHAPAN PEMILIHAN UMUM PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN TAHUN 2014 YANG JUJUR DAN ADIL BERDASARKAN UNDANG UNDANG NOMO

undangan di Indonesia khususnya yang mengatur tentang Pemilihan umum selalu mengalami perubahan-perubahan setiap periode yang kadang-kadang membingungkan masyarakat, hal tersebut menjadi perhatian serius bagi para Penyelenggara Pemilihan Umum, terlebih kepada Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) yang langsung terjun kelapangan untuk mengawasi jalannya pemilihan umum. Seiring berkembangnya zaman begitu juga dengan banyaknya kecurangan-kecurangan dilapangan yang telah terjadi sebelum dan disaat dilaksanakannya pemilihan umum. Seperti yang terlihat dan nyata sebagai fakta terdapat beberapa kasus kecurangan maupun isu kecurangan dalam pemilihan umum presiden dan wakil presiden tahun 2014. Banyaknya pemilih siluman di Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tahun 2014 berakibat penggelembungan suara untuk salah satu kandidat (http//:pks-banten.org), dengan banyaknya kasus-kasus yang terjadi dilapangan, seolah-olah melambangkan bahwa sistem demokrasi yang telah diterapkan di negara Indonesia belum sepenuhnya bisa berjalan sesuai dengan negara yang telah demokrasi.
Baca lebih lanjut

59 Baca lebih lajut

ANALISIS YURIDIS SENGKETA DAFTAR PEMILIH TETAP (DPT) DALAM PENYELENGGARAAN PEMILIHAN UMUM PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN TAHUN 2009 BERDASARKAN UNDANG – UNDANG NOMOR 15 TAHUN 2011 TENTANG PENYELENGGARA PEMILIHAN UMUM

ANALISIS YURIDIS SENGKETA DAFTAR PEMILIH TETAP (DPT) DALAM PENYELENGGARAAN PEMILIHAN UMUM PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN TAHUN 2009 BERDASARKAN UNDANG – UNDANG NOMOR 15 TAHUN 2011 TENTANG PENYELENGGARA PEMILIHAN UMUM

Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah- Nya, sehingga penulisdiberikemudahan, kesabaran, kekuatansertahikmah yang terbaikdalammenyelesaikan skripsi dengan judul “ ANALISIS YURIDIS SENGKETA DAFTAR PEMILIH TETAP (DPT) DALAM PENYELENGGARAAN PEMILIHAN UMUM PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN TAHUN 2009 BERDASARKAN UNDANGUNDANG NOMOR 15 TAHUN 2011 TENTANG PEYELENGGARA PEMILIHAN UMUM ” yang disusun guna memenuhi salah satu syarat menyelesaikan program studi ilmu hukum dan mencapai gelar sarjana hukum pada Fakultas Hukum Universitas Jember.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Tentang Pedoman Beracara Dalam Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden

Tentang Pedoman Beracara Dalam Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden

Peraturan MahkaMah konstitusi noMor 4 tahun 2014 TENTANG PEdomAN BErAcArA dAlAm PErsElisihAN hAsil PEmilihAN UmUm PrEsidEN dAN WAkil PrEsidEN tiDak DiPerJuaLBeLikan mahkamah konstitus[r]

22 Baca lebih lajut

PEMILIHAN UMUM PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN

PEMILIHAN UMUM PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN

Pasal 6A Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menyatakan bahwa ?Presiden dan Wakil Presiden dipilih dalam satu pasangan secara langsung oleh rakyat? dan ?Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilihan umum sebelum pelaksanaan Pemilihan Umum?. Presiden dan Wakil Presiden dipilih setiap lima tahun sekali melalui Pemilu yang dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil, yang diselenggarakan oleh suatu komisi pemilihan umum yang bersifat nasional, tetap, dan mandiri.
Baca lebih lanjut

66 Baca lebih lajut

MENGUKUR DERAJAT DEMOKRASI UNDANG-UNDANG NOMOR 42 TAHUN 2008 TENTANG PEMILIHAN UMUM PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN MEASURING THE DEMOCRATIZATION DEGREE ACCORDING TO LAW NUMBER 42 OF 2008 CONCERNING GENERAL ELECTION OF THE PRESIDENT AND VICE PRESIDENT

MENGUKUR DERAJAT DEMOKRASI UNDANG-UNDANG NOMOR 42 TAHUN 2008 TENTANG PEMILIHAN UMUM PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN MEASURING THE DEMOCRATIZATION DEGREE ACCORDING TO LAW NUMBER 42 OF 2008 CONCERNING GENERAL ELECTION OF THE PRESIDENT AND VICE PRESIDENT

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Konsistensi Undang Undang Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden terhadap prinsip-prinsip demokrasi dalam UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Objek penelitian adalah kebijakan pemilu Presiden dan Wakil Presiden. Sedangkan subjek penelitiannya adalah DPR dan Pemerintah selaku pembuat UU. Sumber bahan hukum dari peraturan perundang-undangan, buku-buku, makalah dan literature penunjang lainnya yang dianalisisi secara normatif deduktif. Hasil penelitian menunjukkan pertama : Pembukaan dan Batang Tubuh UUD NRI Tahun 1945 telah mencerminkan kedaulatan rakyat, prinsip demokrasi dan pengakuan terhadap Hak Azasi Manusia. Kedua : Undang Undang Nomor 42 Tahun 2008 yang menjadi aturan pelaksana Pemilu Presiden dan Wakil Presiden kurang konsisten terhadap UUD NRI Tahun 1945. Kebijakan presidential threshold dan mekanisme pelaksanaan pemilu yang bertahap telah mereduksi prinsip-prinsip demokrasi tentang kebebasan, persamaan, keadilan, dan pertanggungjawaban.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

peran media dalam kampanye di tinjau dari undang-undang no.42 tahun 2008 tentang pemilihan umum presiden dan wakil presiden berdasarkan hukum penyiaran di indonesia.

peran media dalam kampanye di tinjau dari undang-undang no.42 tahun 2008 tentang pemilihan umum presiden dan wakil presiden berdasarkan hukum penyiaran di indonesia.

Tugas akhir ini mengangkat permasalahan tentang peran media dalam kampanye ditinjau dari Undang Undang yaitu Jojo Widodo melakukan kampanye pada pemilihan umum presiden dan wakil presiden 2015, yang dimana kamanye tersebut di luar jadwal yang ditetapkan oleh KPU, dan kamanye tersebut ditayangkan secara live oleh SCTV. Tujuan dari penelitian ini untuk membahas bagaimana akibat hukum dari kampenye melalui penyiaran televisi menurut peraturan perundang-undangan, dan tindakan hukum apa yang sebaiknya dilakukan oleh KPU terhadap lembaga penyiaran terkait kampanye di luar jadwal melalui penyiaran televisi berdasarkan peraturan perundang-undangan.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

KAMPANYE PEMILIHAN UMUM PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN PERSPEKTIF FIKIH SIYASAH

KAMPANYE PEMILIHAN UMUM PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN PERSPEKTIF FIKIH SIYASAH

Mengacu pada pemikiran Ibn Hazm, di dalam siyasah Islam, boleh bagi seseorang yang terpenuhi padanya syarat-syarat untuk menjadi pemimpin maju untuk mencalonkan dirinya dan memperkenalkan diri agar diketahui khalayak akan kelayakan dirinya menjadi pemimpin. Dengan ketentuan apabila kondisi negara tersebut dalam keadaan darurat, karena seorang khalifah terdahulu tidak melaksanakan Istikhlaf, dengan tidak menunjuk khalifah sebagai penggantinya, serta Ahlu al-Halli wa al-Aqdi belum memilih khalifah bagi kaum muslimin sehingga terjadi kekosongan kepemimpinan.
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

Peran Lurah Dalam Pemilihan Umum Legislatif, Pemilihan Umum Presiden/Wakil Presiden Dan Pemilihan...

Peran Lurah Dalam Pemilihan Umum Legislatif, Pemilihan Umum Presiden/Wakil Presiden Dan Pemilihan...

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui dan menggambarkan p e r a n l u r a h m e n u r u t p e r a t u r a n p e r u n d a n g - u n d a n g a n y a n g m e n g a t u r penyelenggaraan pemilihan umum legislatif, pilpres serta pilkada dengan menggunakan metode kualitatif, dimana teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan analisis dokumen. Adapun key informan dalam penelitian ini adalah individu- individu yang mengetahui atau terlibat langsung dalam proses pemilu dan pilkada, yakni lurah, anggota KPUD, anggota DPRD, tokoh masyarakat, pemantau pemilu serta fungsionaris partai politik.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

ANALISIS PEMILIHAN PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN DI INDONESIA DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM ( Studi terdahap Undang-Undang No 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden) - Raden Intan Repository

ANALISIS PEMILIHAN PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN DI INDONESIA DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM ( Studi terdahap Undang-Undang No 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden) - Raden Intan Repository

Telah kita ketahui ketika Nabi Muhammad SAW wafat beliau tidak meninggalkan wasiat tentang siapa penggantinya kelak dan tidak ada nash atau dalil yang tegas untuk menyebutkan khalifah pengganti beliau. Diangkatnya Abu Bakar menjadi Khalifah dilakukan dengan kesepakatan para sahabat. Pengangkatan beliau sebagai khalifah pertama melalui pemilihan musyawarah yang dilakukan oleh umat Islam setelah wafarnya Rasulullah SAW. Pemilihan secara musyawarah ini dilakukan dengan sengat panjang dan melalui perdebatan yang sengit oleh golongan Anshar dan Muhajirin, dalam hal ini menunjukan bahwa yang memilih seorang imam adalah para tokoh, ulama, dan pemimpin. Yang akan disebut dengan Ahlul Halli Wal „Aqdi.
Baca lebih lanjut

90 Baca lebih lajut

KUALIFIKASI PELANGGARAN PIDANA PEMILIHAN UMUM PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 42 TAHUN 2008 TENTANG PEMILIHAN UMUM PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN

KUALIFIKASI PELANGGARAN PIDANA PEMILIHAN UMUM PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 42 TAHUN 2008 TENTANG PEMILIHAN UMUM PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN

Tidak menindaklanjuti temuan Bawaslu, Panwaslu provinsi, Panwaslu kabupaten/kota, Panwaslu kecamatan, Pengawas Pemilu Lapangan, dan Pengawas Pemilu Luar Negeri dalam melakukan penyusunan dan pengumuman Daftar Pemilih Sementara, perbaikan Daftar Pemilih Sementara, penetapan Daftar Pemilih Tetap, yang merugikan Warga Negara Indonesia yang memiliki hak pilih sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 ayat (2).

10 Baca lebih lajut

KAJIAN YURIDIS KEDUDUKAN KOMISI PEMILIHAN UMUM DALAM PERSELISIHAN PEMILIHAN UMUM PRESIDEN TAHUN 2014 BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 15 TAHUN 2011 TENTANG PENYELENGGARA PEMILIHAN UMUM

KAJIAN YURIDIS KEDUDUKAN KOMISI PEMILIHAN UMUM DALAM PERSELISIHAN PEMILIHAN UMUM PRESIDEN TAHUN 2014 BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 15 TAHUN 2011 TENTANG PENYELENGGARA PEMILIHAN UMUM

Namun, karena waktu yang sangat singkat itu, cara pengajuannya juga dimudahkan, yaitu dapat melalui faksimile atau e-mail, dengan ketentuan bahwa permohonan aslinya sudah harus diterima Mahkamah Konstitusi dalam jangka waktu tiga hari terhitung sejak habisnya tenggang waktu. Terhadap permohonan tersebut, Kapaniteraan dapat meminta permohonan yang belum memiliki kelengkapan dalam jangka waktu paling lambat 1 x 24 jam sejak pemberitahuan kelengkapan tersebut diterima pemohon. Jika permohonan tersebut telah lengkap, dapat dicatatkan pada Buku Registrasi Perkara Konstitusi yang memuat secara lengkap catatan tentang kelengkapan administrasi dengan disertai pencantuman nomor perkara, tanggal penerimaan berkas permohonan, nama pemohon, dan pokok perkara. Setelah hal-hal tersebut dicatat dalam Buku Registrasi Perkara Konstitusi, Mahkamah Konstitusi telah dapat menetapkan hari sidang pertama dalam jangka waktu tiga hari (untuk Perselisihan Hasil Pemilihan Umum pasangan calon presiden-wakil presiden) dan tujuh hari (untuk Perselisihan Hasil Pemilihan Umum anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakian Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) setelah permohonan dicatat dalam Buku Registrasi Perkara Konstitusi. Hal ini berarti sudah dapat dimulai acara persidangan yang meliputi sidang pemeriksaan pendahuluan, pemeriksaan persidangan, dan sidang putusan.
Baca lebih lanjut

87 Baca lebih lajut

ANALISIS PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 14/PUU-XI/2013 TENTANG PENGUJIAN UNDANG-UNDANG NOMOR 42 TAHUN 2008 TENTANG PEMILIHAN UMUM PRESIDEN DAN WAKIL PREDIEN

ANALISIS PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 14/PUU-XI/2013 TENTANG PENGUJIAN UNDANG-UNDANG NOMOR 42 TAHUN 2008 TENTANG PEMILIHAN UMUM PRESIDEN DAN WAKIL PREDIEN

Permohonan yang diajukan oleh Effendi Gazali cenderung bersifat original intent 7 terhadap Pasal 22 huruf E ayat (1) UUD 1945, bahwa dapat dipahami ketika MPR yang melaksanakan Perubahan UUD 1945 pada tahun 2001, dengan jelas menyatakan bahwa Pemilihan Umum memang dimaksudkan untuk diselenggarakan lima tahun sekali (serentak) untuk memilih (sekaligus) anggota DPR, DPD, DPRD serta Presiden dan Wakil Presiden. Risalah sidang- sidang Panitia Ad Hoc 1 dengan jelas muncul kata- kata “Pemilu bareng - bareng”, “Pemilu serentak” serta istilah yang lebih spesifik “Pemilu lima kotak”. S idang-
Baca lebih lanjut

55 Baca lebih lajut

T1__Daftar Pustaka Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Penerapan Sistem Noken dalam Pelaksanaan Pilkada di Distrik Bomela Kabupaten Yahukimo Provinsi Papua Tahun 2015 T1  Daftar Pustaka

T1__Daftar Pustaka Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Penerapan Sistem Noken dalam Pelaksanaan Pilkada di Distrik Bomela Kabupaten Yahukimo Provinsi Papua Tahun 2015 T1 Daftar Pustaka

Malang:In-Trans Publishing Undang-Undang Dasar 1945 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2003 Tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 Tentang Ot[r]

2 Baca lebih lajut

ProdukHukum DalamNegri

ProdukHukum DalamNegri

b. bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 3 ayat (3) Undang- Undang Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden, ditetapkan bahwa pemungutan suara dalam pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden dilaksanakan pada hari libur atau hari yang diliburkan;

1 Baca lebih lajut

Status UU 42 Tahun 2008

Status UU 42 Tahun 2008

- Pasal 28 dan Pasal 111 Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden adalah konstitusional sepanjang diartikan mencakup warga negara yang tidak terdaftar dalam DPT dengan syarat dan cara sebagai berikut:

1 Baca lebih lajut

ProdukHukum DalamNegri

ProdukHukum DalamNegri

Mengingat : bahwa untuk melaksanakan ketentuan pasal 23 ayat (5) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2004 tentang Kampanye Pemilihan Umum oleh Pejabat Negara perlu ditetapkan Keputusan Presiden tentang Pengamanan dan Pengawalan calon Presiden dan calon Wakil Presiden dalam Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden;

3 Baca lebih lajut

76. Per KPU 50 th 2009 Pelaporan Dana Kampanye Pemilu Presiden

76. Per KPU 50 th 2009 Pelaporan Dana Kampanye Pemilu Presiden

c. bahwa ketentuan Pasal 98 Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 tersebut, menyatakan bahwa dalam rangka kampanye pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden pasangan calon di tingkat pusat wajib memiliki rekening khusus dana kampanye pada Bank sebagaimana dimaksud pada huruf b serta didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum paling lama 7 (tujuh) hari setelah pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden ditetapkan sebagai peserta pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden oleh Komisi Pemilihan Umum;
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

Pemilihan Presiden Dan Wakil Presiden Dalam Rangka Pelaksanaan Kedaulatan Rakyat Di Indonesia (Analisis Yuridis Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 Tentang Pemilihan Presiden Dan Wakil Presiden)

Pemilihan Presiden Dan Wakil Presiden Dalam Rangka Pelaksanaan Kedaulatan Rakyat Di Indonesia (Analisis Yuridis Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 Tentang Pemilihan Presiden Dan Wakil Presiden)

4. Bahwa sebagai yurisprudensi antara Pasal 8 juncto Pasal 9 dan Pasal 10 ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) UU 42/2008 dan Pasal 59 (1) huruf b UU Nomor 12 Tahun 2008 tentang Pemerintahan Daerah dan keduanya bersumber pada dasar hukum yang sama yaitu Pasal 28D ayat (3) UUD 1945. Hubungan antara pasal yang terdapat dalam Undang-Undang Pemda dan yang terdapat dalam Undang-Undang Pilpres tersebut tidaklah dapat diposisikan sebagai hubungan antara hukum yang khusus disatu pihak, yaitu Pasal 59 ayat (1) huruf b UU Pemda dan hukum yang umum dipihak lain yaitu Pasal 8 juncto Pasal 9 dan Pasal 10 ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) UU Pilpres. Karena ketentuan Pasal 59 (1) huruf b Undang-Undang Pemda bukan keistimewaan yang dimiliki oleh Pemerintah Daerah. Oleh karena tidak dalam posisi hubungan antara hukum yang khusus dengan hukum yang umum, adanya Pasal 59 (1) huruf b Undang- Undang Pemda harus dimaknai sebagai penafsiran baru oleh pembentuk undang-undang terhadap ketentuan Pasal 28D ayat (3) UUD 1945. Apabila kedua ketentuan tersebut berlaku bersama-sama tetapi untuk kekuasaan pemerintahan yang berbeda, maka akan menimbulkan akibat adanya dualisme dalam melaksanakan ketentuan Pasal 28D ayat (3) UUD 1945. Dualisme tersebut dapat mengakibatkan ketiadaan kedudukan yang sama antara Kepala Daerah dan Kepala Negara di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang artinya Kepala Negara memiliki hak konstitusional yang lebih sedikit karena tidak dapat mencalonkan diri sebagai Presiden dan Wakil Presiden secara independen oleh karena tidak terdapatnya perlakukan yang sama dalam hukum sebagaimana yang dijamin oleh Pasal 28D ayat (3) UUD 1945;
Baca lebih lanjut

118 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...