Top PDF Analisis Modal Sosial dalam Program Pemberdayaan Masyarakat di Desa Sungai Pinang Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar

Analisis Modal Sosial dalam Program Pemberdayaan Masyarakat di Desa Sungai Pinang Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar

Analisis Modal Sosial dalam Program Pemberdayaan Masyarakat di Desa Sungai Pinang Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar

KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan analisis data yang digunakan, dapat disimpulkan bahwa modal sosial dalam program pemberdayaan masyarakat PNPM Mandiri secara keseluruhan dapat dikategorikan tinggi. Tingginya modal sosial dilihat dari tingginya partisipasi dalam jaringan yang dimiliki oleh anggota SPP berdasarkan kesukarelaan atas kemauan diri sendiri untuk bergabung dalam program pemberdayaan masyarakat yang dimiliki anggota. selain itu kepercayaan antar individu maupun pelaksana kegiatan yang tinggi serta nilai-nilai kompetisi dan kejujuran yang dimiliki oleh setiap anggota SPP. Dimana kelompok merasa berkompetisi, namun kompetisi yang terjadi bukanlah persaingan untuk mengalahkan yang lain, tetapi sama- sama berlomba untuk maju bersama mencapai tujuan pemberdayaan masyarakat yaitu mencapai kesejahteraan dan setiap anggota SPP juga merupakan pribadi yang menjunjung tinggi sebuah kejujuran.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

ANALISIS MODAL SOSIAL DALAM PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DESA SUNGAI PINANG KECAMATAN TAMBANG KABUPATEN KAMPAR

ANALISIS MODAL SOSIAL DALAM PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DESA SUNGAI PINANG KECAMATAN TAMBANG KABUPATEN KAMPAR

KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan analisis data yang digunakan, dapat disimpulkan bahwa modal sosial dalam program pemberdayaan masyarakat PNPM Mandiri secara keseluruhan dapat dikategorikan tinggi. Tingginya modal sosial dilihat dari tingginya partisipasi dalam jaringan yang dimiliki oleh anggota SPP berdasarkan kesukarelaan atas kemauan diri sendiri untuk bergabung dalam program pemberdayaan masyarakat yang dimiliki anggota. selain itu kepercayaan antar individu maupun pelaksana kegiatan yang tinggi serta nilai-nilai kompetisi dan kejujuran yang dimiliki oleh setiap anggota SPP. Dimana kelompok merasa berkompetisi, namun kompetisi yang terjadi bukanlah persaingan untuk mengalahkan yang lain, tetapi sama- sama berlomba untuk maju bersama mencapai tujuan pemberdayaan masyarakat yaitu mencapai kesejahteraan dan setiap anggota SPP juga merupakan pribadi yang menjunjung tinggi sebuah kejujuran.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

“ANALISIS PELAKSANAAN PROGRAM PEMBERDAYAAN DESA”

(Study Tentang Mekanisme Pemberian dan Persedian Simpan Pinjam Usaha

Ekonomi Desa di Desa Tarai Bangun Kecamatan Tambang Kabupaten

Kampar)

“ANALISIS PELAKSANAAN PROGRAM PEMBERDAYAAN DESA” (Study Tentang Mekanisme Pemberian dan Persedian Simpan Pinjam Usaha Ekonomi Desa di Desa Tarai Bangun Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar)

Suatu keberhasilan pemerintahan daerah tentunya harus disertai dengan sistem yang baik. Begitu juga dengan program-program yang dijalankan harus berorientasi pada rakyat, oleh sebab itu pelaksanaannya sangat dipengaruhi oleh aparatur yang ada di pemerintahan dearah itu sendiri. Sasaran pemerintahan daerah pada hakikatnya adalah untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat, yang berorientasi pada peningkatan pendapatan masyarakat terutama yang mempunyai keterbatasan ekonomi. Pemerintahan pusat dan daerah bertekat untuk menanggulangi kemiskinan dengan berbagai cara. Penanggulangan kemiskinan sudah menjadi program vital pemerintahan dalam melaksanakan program mensejahterakan masyarakat.
Baca lebih lanjut

105 Baca lebih lajut

Peran Modal Sosial terhadap Keberdayaan Petani Karet di Desa Kuntu Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar

Peran Modal Sosial terhadap Keberdayaan Petani Karet di Desa Kuntu Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar

Kelompok Tani Karet terdiri dari individu-individu yang tergabung untuk melakukan kegiatan bersama dalam sebuah kelompok dalam sebuah hubungan sosial dengan melakukan interaksi yang ditopang oleh kepercayaan, norma dan jaringan yang memungkinkan efisiensi dan efektifitas koordinasi dan kerjasama untuk keuntungan dan kemajuan bersama. Pemberdayaan masyarakat tidak selalu harus diberikan modal berupa dana bergulir maupun dana bantuan langsung masyarakat lainnya. Tetapi yang paling penting adalah bagaimana masyarakat tersebut untuk dapat selalu berpartisipasi dalam segala kegiatan, saling percaya, menjunjung norma dan nilai yang ada serta selalu aktif dalam melakukan program pemberdayaan.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Identifikasi Modal Sosial Masyarakat Terhadap Restorasi Lahan Pasca Tambang: (Studi Masyarakat Desa Bukit Kijang, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah)

Identifikasi Modal Sosial Masyarakat Terhadap Restorasi Lahan Pasca Tambang: (Studi Masyarakat Desa Bukit Kijang, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah)

Peran modal sosial pada masyarakat Desa Bukit Kijang terhadap program restorasi lahan pasca tambang cukup menjadi perhatian penting bagi semua kalangan, baik masyarakat internal desa maupun pemerintah beserta stakeholder yang terlibat terhadap program yang sedang berlangsung di Desa Bukit Kijang. Berdasarkan temuan di lapangan dapat dideskripsikan kondisi sosial masyarakat desa tersebut bahwa dinamika hubungan atau relasi sosial yang terjadi di desa tidak berjalan efektif. Hal ini disebabkan karena rendahnya rasa saling percaya masyarakat internal desa dengan berbagai pihak pemerintah maupun stakeholder yang menjadi monitoring prog ram restorasi lahan pasca tambang. Keper- cayaan menjadi ukuran keberhasilan terhadap restorasi lahan pasca tambang yang merupakan model pembangunan desa menuju desa sejahtera berbasis kearifan lingkungan. Namun, realitas yang terjadi menjadi tolak ukur bahwa lingkungan menjadi korban akibat intervensi masyarakat demi mencapai kebutuhan ekonomi. Program restorasi lahan pasca tambang merupakan salah satu upaya pemulihan dan pemberdayaan terhadap kerusakan lingkungan yang semakin hari semakin memprihatinkan yang dipelopori oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka Tengah yang bekerjasama dengan Kementrian Lingkungan Hidup serta PT. Timah Tbk. Selain rendahnya tingkat kepercayaan yang menyebabkan kurangnya partisipasi masya- rakat yakni kurangnya koordinasi atau arus informasi yang disampaikan oleh pihak Aparatur Desa Bukit Kijang dalam melakukan sosialisasi pentingnya partisipasi masyarakat dalam membantu dan menjalankan program restorasi lahan pasca tambang di Desa Bukit Kijang. Meskipun pernah dilakukan sosialisasi namun partisipasi masyarakat juga masih tetap
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Identifikasi Modal Sosial Masyarakat Terhadap Restorasi Lahan Pasca Tambang: (Studi Masyarakat Desa Bukit Kijang, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah)

Identifikasi Modal Sosial Masyarakat Terhadap Restorasi Lahan Pasca Tambang: (Studi Masyarakat Desa Bukit Kijang, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah)

dijadikan sebagai suatu instrument penting suatu negara dalam membangun dan meningkatkan modal sosial dalam suatu masyarakat. Pemerintah dapat menciptakan kondisi dengan berbagai daya dukung modal sosial yang ada pada masyarakat maupun komunitas untuk menjalankan berbagai macam program yang berkaitan erat dengan pembangunan ekonomi masyarakat setempat. Program yang dilakukan oleh pemerintah pada masyarakat tertentu menjadi ukuran terhadap eksistensi modal sosial masyarakat setempat. Menurut Edi Suharto bahwa keberhasilan program pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakat tertentu didukung adanya modal sosial yang bekerja di dalam masyarakat tersebut dalam melangsungkan program pemerintah. Keikutsertaan atau partisipasi masyarakat men- jadi penopang keberhasilan program peme- rintah. Selanjutnya pada penelitian Wedy Nasrul, Nursyirwan Effendi, Yonariza, Melinda Noer (2015) sama halnya dengan penelitian sebelumnya menggambarkan bentuk-bentuk modal sosial apa saja yang berpotensi melindungi pasar tradisional gambir sebagai dukungan sosial untuk melindungi dan memberdaya pasar gambir. Berdasarkan hasil temuan di lapangan, ditemukan bentuk kerja sama dan tindakan kolektif yang merupakan kunci terciptanya dukungan sosial dari kelembagaan lokalyang terlibat untuk melindungi pasar tradi- sional gambir. Kedua penelitian ini memiliki kesamaan analisis kasus yaitu dihadirkan bentuk antisipasi dalam menghadapi kendala-kendala yang akan muncul jika modal sosial tidak bisa diper tahankan dan dilestarikan keutuhannya atau dapat dikatakan melemah. Sehingga warga yang terlibat pada pasar tradisional gambir harus mampu melakukan antisipasi dalam menghadapi tantangan dan kendala-kendala yang dapat men- jadi ancaman warga dalam melindungi eksistensi pasar tradisional gambir. Gambaran yang dapat direfleksikan secara kritis terhadap dua penelitian di atas bahwa pentingnya modal sosial dibangun dan dikembangkan dalam kehidupan masyarakat terutama berkaitan ter hadap pembangunan ekonomi masyarakat. Hal ini sejalan dengan pemikiran Coleman sebagaimana telah diuraikan
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Dampak Sosial Ekonomi dan Budaya Objek Wisata Sungai Hijau terhadap Masyarakat di Desa Salo Kecamatan Salo Kabupaten Kampar

Dampak Sosial Ekonomi dan Budaya Objek Wisata Sungai Hijau terhadap Masyarakat di Desa Salo Kecamatan Salo Kabupaten Kampar

ketigaKonsep ini menjelaskan bahwa alternatif pertama yang mengandalkan pada peranan pemerintah, dalam melakukan tindakannya berdasarkan pada keputusan pemerintah yang dibuat oleh para ahli sesuai dengan prinsip- prinsip teknis dan kriterianya sebagaimana ditetapkan oleh pejabat pusat/daerah. Sedangkan alternatif kedua melalui pasar yang dimanfaatkan untuk memenuhi segala keinginan seperti penanaman modal usaha, penambahan tenaga kerja dengan menggunakan intensif harga. Dalam pembangunan yang berpusat Pada rakyat relevan dengan kebijakan desentralisasi dalam penanganan masalah sosial. Pendekatan ini menyadari pentingnya kapasitas masyarakat untuk meningkatkan kemandirian dan kekuatan internal atas sumber daya materi dan non material yang penting pembangunan yang berpusat pada rakyat menekankan pada pemberdayaan, yang memandang inisiatif kreatif dari rakyat sebagai sumber daya pembangunan utama dan memandang kesejahteraan material dan spiritual mereka sebagai tujuan yang dicapai oleh proses pembangunan (Uphoff, 1995 :18).
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Analisis Modal Sosial Kelompok USAha Agroindustri Keripik Nenas di Desa Kualu Nenas Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar

Analisis Modal Sosial Kelompok USAha Agroindustri Keripik Nenas di Desa Kualu Nenas Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar

Berdasarkan analisis data yang digunakan, dapat disimpulkan bahwa modal sosial dalam kelompok agroindustri keripik nenas di Desa Kualu Nenas Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar secara keseluruhan memperoleh total skor 3,24 dan termasuk dalam kategori ³FXNXS WLQJJL´ \DQJ GLOLKDW GDUL bentuk jaringan, norma-norma sosial dan kepercayaan yang dibentuk kelompok agroindustri keripik nenas. Dimana, mereka merasakan adanya jaringan komunikasi antara kelompok maupun masyarakat, bentuk kerjasama yang membentuk rasa kepercayaan serta norma-norma sosial yang membentuk mereka tetap patuh terhadap aturan.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (Pnpmd) di Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar

Pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (Pnpmd) di Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar

Sumber daya manusia merupakan faktor yang mempengaruhi program PNPM Mandiri Perdesaan dikecamatan Siak Hulu. Dalam mewujudkan program yang berdaya guna untuk melaksanakan Program Pemberdayaan masyarakat miskin dibutuhkan sumber daya yang sesuai dan memiliki kemampuan dibidangya sehingga pekerjaan dapat ditentukan dengan waktu yang sudah ditentukan. Dalam program PNPM Mandiri Perdesaan ada sebagian pengelolanya masih kurang secara kuantitas dan kualitas, SDM Nya tidak sesuai dengan posisi jabatanya. Hal ini dapat menyebabkan hal ini dapat menyebabkan program yang dilakukan tidak berjalan dengan baik dan maksimal. Hal ini berdasarkan wawancara dengan ketua Unit Pengelola
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Agribisnis Nenas di Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar

Agribisnis Nenas di Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar

Peran pemerintah dalam memberikan fasilitas kepada petani masih belum berperan. Fasilitas ini berupa seperti bantuan pupuk, di Kecamatan Tambang bantuan subsidi pupuk dari pemerintah tidak berjalan lancar. Berdasarkan keterangan dari petani subsidi pupuk untuk tiga tahun belakangan sudah tidak ada ditahun-tahun sebelumnya jika ada subsidi pupuk tidak semua petani membeli pupuk subsidi dari pemerintah dikarenakan bagi petani harga pupuk subsidi lebih mahal dibanding harga pupuk di toko usahatani, hanya saja ada juga keuntungan jika membeli pupuk subsidi karena petani bisa menhutang terlebih dahulu.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Evaluasi Pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri di Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar

Evaluasi Pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri di Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar

Abstrac : Poverty is one of the fundamental problems that become the center of attention of the government in any country. One important aspect to support poverty reduction strategies is the availability of accurate data on poverty and on target. Good poverty data can be used to evaluate government policies on poverty , comparing poverty across time and regions, as well as determining the target the poor with the aim of improving their condition. Poverty reduction by focusing on community empowerment as the operational approach , commits the government in realizing welfare for society. One of the poverty reduction program is Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat ( PNPM). To improve the effectiveness of poverty alleviation and job creation , the government launched Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat ( PNPM) started in 2007. These results indicate that the program in the district in the implementation of Siak Hulu has not done well. Implementation of empowerment that do still right on target, there are still poor people who have not been helped by the PNPM Mandiri , the poor economy is still low and should be considered as well as PNPM assistance in order to create well- beingofsociety.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PERANAN BMT SYARI’AH TAMBANG DALAM MEMBERDAYAKAN

EKONOMI MASYARAKAT DITINJAU MENURUT

PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM

(Studi Kasus di Desa Tambang Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar)

PERANAN BMT SYARI’AH TAMBANG DALAM MEMBERDAYAKAN EKONOMI MASYARAKAT DITINJAU MENURUT PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM (Studi Kasus di Desa Tambang Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar)

diketahui bahwa jasa BMT yang mereka inginkan itu adalah dipergunakan untuk membiayai membuka usahanya ini dikeranakan mereka tidak mempunyai modal tetapi memiliki keinginan untuk membuka usaha, salah satu yang dapat mereka lakukan adalah mereka meminjam dananya ke BMT yang meraka anggap bisa untuk membantu modal yang mereka butuhkan, dan 21 responden (19%) mereka mengatakan untuk tambahan modal artinya mereka sudah memiliki dana hanya saja dana yang mereka miliki belum mencukupi untuk membuka usaha. Dan mengatakan untuk kebutuhan sehari-hari 20 responden (18,2%) artinya mereka tidak dapat memenuhi kebutuhannya karena pendapatan mereka tidak dapat mencukupi maka mereka memilih BMT sebagai pilihannya.
Baca lebih lanjut

68 Baca lebih lajut

Peran Pemerintah Desa dalam Pelaksanaan Program Tanam Bawang Merah di Desa Sungai Geringing Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar Tahun 2014

Peran Pemerintah Desa dalam Pelaksanaan Program Tanam Bawang Merah di Desa Sungai Geringing Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar Tahun 2014

4. Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan dilahirkan dari bahasa Inggris, yakni empowerment \DQJ EHUDUWL ³SHPEHUGD\DDQ DGDODK sebuah konsep yang lahir sebagai bagian dari perkembangan alam, pikiran masyarakat dan kebudayaan barat, utamanya eropa. Beberapa literatur menyebutkan bahwa konsep pemberdayaan sudah dikenal sejak repolusi industri atau sejak lahirnya eropa modern pada abad 18. Konsep pemberdayaan mulai tampak kepermukaan sekitar dekade 70-an dan kemudian berkembang terus sepanjang dekade 90-an hingga saat ini. Kemunculan konsep pemberdayaan hampir bersamaan dengan aliran-aliran seperti eksistensialisme, fenomenologi dan personalisme. Disusul kemudian masuknya gelombang pemikiran neo-marxisme, freudianisme, termasuk dalamnya aliran strukturime dan sisiologi kritik sekolah Frankrut. Bermunculan pulakonsep-konsep seperti elit, kekuasaan, anti kemapanan, gerakan populis, anti struktur, legitimasi, idiologi, pembebasan dan civil society (Vidhayandika 1996:44) Metode Penelitian
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Sistem Adat Perkawinan di Desa Parit Baru Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar

Sistem Adat Perkawinan di Desa Parit Baru Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar

Perkawinan melahirkan sebuah kelompok yang sangat penting dalam Masyarakat, terdiri dari pria dan perempuan yang mempunyai ikatan sebagai sepasang suami istri yang mempunyai ikatan sebagai sepasang suami istri yang mempunyai hubungan seksual dan anggota keluarga yang di akui oleh masyarakat serta memiliki hak dan kewajiban tertentu dan merupakan satu kesatuan norma dan tata cara yang di terimah untuk menyelesaikan berbagai tugas penting dalam masyarakat yang tidak lepas pengaruh budaya, pengalaman masa lalu, pengetahuan, kepercayaan terhadap suatu sistem dalam masyarakat. 3
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Analisis hukum Islam terhadap akad perjanjian pemberian tanah di desa sungai pinang dalam kecamatan sungai pinang Samarinda.

Analisis hukum Islam terhadap akad perjanjian pemberian tanah di desa sungai pinang dalam kecamatan sungai pinang Samarinda.

Jika di analisis dengan teori pemberian maka tidak bisa digunakan dalam penyelesaian dalam kasus ini belum adanya penyerahan secara langsung karena objek atau barang tersebut diserahkan atau diberikan langsung ketika akad pemberian itu berlangsung, sedangkan dalam kasus ini perjanjian pemberian lebih mengarah kepada janji atau status kehukuman dari tuntutan suatu akad yang dilakukan oleh Asnan kepada pihak ahli waris untuk mendapatkan janji yang telah dilakukan antara H. Asli dan Asnan.

84 Baca lebih lajut

Analisis Pemasaran Bawang Merah (Allium Ascalonicum) di Desa Sungai Geringging Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar

Analisis Pemasaran Bawang Merah (Allium Ascalonicum) di Desa Sungai Geringging Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar

The objectives of this research were to 1). Know the function, channel and marketing agencies onion. 2). Analyze costs, margins, profibality, efficiency and the share of the farmer. 3). Knowing the marketing problems of onion at Sungai Geringging Kampar Kiri districk in Kampar regency. This study usues survey, sampling was done by purposive sampling of 30 samples onion farmers at Sungai Geringging Kampar Kiri districk in Kampar regency. Taking sample of trader used snowball sampling by following marketing channel. The outcome of this research indicated the function-function of onion marketing at Sungai Geringging such as buy function, sale function, clean function, storage function, transportation function, standardization function, risk tackling function, market information function, financial capital function.There are 2 marketing channel 1). Farmer±trader of collector±trade of retailer±consumen. 2). Farmer±trader of collector±bigtrader±trader of retailer±consumen. The total cost of marketing collector is Rp 416,67/kg, retailers channel I is Rp 153,02/kg. Marketing costs of bigtrader channel II is Rp 275/kg and retailers channel II is Rp 176,03/kg. Marketing margins of channel I is Rp 3.166,67/kg and channel II is Rp 4.100/kg. Total profit of channel I is Rp 2.596,98/kg and channel II is Rp 3.232,30/kg. The efficiency of channel I is 2,46% and channel II is 3,60%. Problems faced by farmer is the weather and the price, while the problems faced by traders is the price.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Perilaku Tidak Memilih Masyarakat pada Pemilihan Kepala Desa Serentak Tahun 2015 di Desa Tarai Bangun Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar

Perilaku Tidak Memilih Masyarakat pada Pemilihan Kepala Desa Serentak Tahun 2015 di Desa Tarai Bangun Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar

menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Langkah-langkah yang dilakukan ialah menyusun angket, menyebarkan angket pada responden, menganalisa hasil angket dan Tabulasi data atau memasukkan data ke dalam tabel-tabel yang telah disediakan dengan frekuensi dari masing-masing data yang di olah. Kemudian dilakukan analisis data kuantitatif univariat, dimana jenis analisa data ini dilakukan terhadap penelitian deskriptif dengan menggunakan statistik deskriptif. Hasil perhitungan statistik tersebut nantinya merupakan dasar perhitungan selanjutnya. Analisis univariat dilakukan untuk mengetahui distribusi frekuensi dan persentase dari variabel dependen dan independen. Analisis univariat disajikan dalam bentuk tabel yang disertai dengan narasi singkat.Teknik analisis data dalam penelitian ini juga diperkuat dengan data kualitatif yaitu wawancara yang dilakukan dilokasi penelitian untuk mendapat gambaran secara utuh tingginya jumlah masyarakat yang tidak memilih pada pemilihan kepala desa.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Analisis hukum Islam terhadap akad perjanjian pemberian tanah di desa sungai pinang dalam kecamatan sungai pinang Samarinda

Analisis hukum Islam terhadap akad perjanjian pemberian tanah di desa sungai pinang dalam kecamatan sungai pinang Samarinda

Hukum Islam mengakui kebebasan berakad, yaitu suatu prinsip hukum yang menyatakan bahwa setiap orang dapat membuat akad atau jenis apapun tanpa terikat kepada nama-nama yang telah dite[r]

22 Baca lebih lajut

Strategi Adaptasi Sosial Suku Akit di Desa Sungai Upih Kecamatan Kuala Kampar Kabupaten Pelalawan

Strategi Adaptasi Sosial Suku Akit di Desa Sungai Upih Kecamatan Kuala Kampar Kabupaten Pelalawan

Masyarakat Indonesia adalah masyarakat majemuk yang ditandai dengan adanya beragam suku bangsa, adat istiadat, bahasa daerah, kesenian daerah yang kesemuanya itu tercermin dari kehidupan sehari- hari dari masyarakat yang bersangkutan. Kebhinekaan suku bangsa inilah yang ditunjang dengan letak geografis Indonesia sehingga sulit bagi pemerintah setempat atau daerah maupun pemerintah pusat untuk memantau secara terperinci bagaimana corak budaya masing- masing etnik tersebut serta kebutuhan apa yang kiranya dapat menghambat dalam perkembangan masyarakat tersebut, terutama mereka yang berdomisili di daerah pedalaman. Kecenderungan mempertahankan budaya dapat dilihat pada masyarakat adat terpencil yang tersebar di Indonesia. Akibatnya masyarakat terpencil ini mengalami keterbelakangan budaya dan mempengaruhi kehidupannya. Pola kehidupan masyarakat ini cenderung menutup diri dan tidak mau berinteraksi dengan masyarakat luar. Hal ini dapat dilihat pada masyarakat Suku Akit yang ada di Desa Sungai Upih, kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Koperasi pada Tambang Minyak Tradisional Desa Bangoan Kecamatan Jiken Kabupaten Blora

Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Koperasi pada Tambang Minyak Tradisional Desa Bangoan Kecamatan Jiken Kabupaten Blora

Kekayaan sumberdaya alam Indonesia yang melimpah menyebabkan Indonesia dijajah selama berabad-abad oleh Belanda, Prancis dan Jepang. Salah satu sumberdaya alam yang dimiliki adalah tambang minyak dan gas (MIGAS), yang termasuk dalam golongan sumberdaya tidak dapat diperbaharui. Sektor migas merupakan salah satu andalan untuk mendapatkan devisa dalam rangka kelangsungan pembangunan negara. Di Kabupaten Blora tepatnya di Kecamatan Cepu pada tahun 1880 ditemukan sumber minyak oleh Andrian Stoop seorang ilmuan dari Belanda yang menemukan ladang minyak di Desa Ledok, Cepu pada tahun 1893 diadakan pengeboran pertama kali di Desa Ledok yang masih menggunakan alat- alat tradisional. Kilang minyak Cepu dibangun oleh De Dordtsche Potroleum Maatschappij pada tahun 1894. Namun sekarang tambang minyak tradisonal sudah banyak di temui di kabupaten blora tidak hanya di desa ledok seperti misalnya di desa Bangoan kecamatan jiken yang juga merupakan pengasil tambang minyak terbesar dengan pendapatan minyak yang sangat memuaskan, namun itu pada waktu tambang minyak di desa Bangoan masih di kelola oleh pertamina. sekarang tambang minyak tradisonal di desa bangoan sudah di pegang oleh pemerintah daerah dan di kelola oleh koperasi daerah atau badan usaha lainya.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects