Top PDF Analisis Stabilitas Transien Dan Perancangan Pelepasan Beban Pada Joint Operation Body (JOB) Pertamina-Petrochina East Java - ITS Repository

Analisis Stabilitas Transien Dan Perancangan Pelepasan Beban Pada Joint Operation Body (JOB) Pertamina-Petrochina East Java - ITS Repository

Analisis Stabilitas Transien Dan Perancangan Pelepasan Beban Pada Joint Operation Body (JOB) Pertamina-Petrochina East Java - ITS Repository

Kestabilan transien adalah kemampuan dari suatu sistem tenaga mempertahankan sinkronisasi setelah mengalami gangguan besar yang bersifat mendadak selama sekitar satu “swing” (yang pertama) dengan asumsi bahwa pengatur teganngan otomatis (AVR) dan governor belum bekerja [3]. Kestabilan transien merupakan fungsi dari kondisi operasi dan gangguan. Situasi yang lebih hebat akan terjadi bila pembangkitan atau beban besar hilang dari sistem atau terjadi gangguan pada saluran tranmisi. Pada kasus semacam itu stabilitas transient harus cukup kuat untuk mempertahankan diri terhadap kejutan (shock) atau perubahan beban yang relatif besar yang terjadi. Stabilitas transient adalah kemampuan sistem untuk tetap pada kondisi sinkron (sebelum terjadi aksi dari kontrol governor) yang mengikuti gangguan pada sistem.
Baca lebih lanjut

111 Baca lebih lajut

ANALISIS STABILITAS TRANSIEN DAN PERANCANGAN PELEPASAN BEBAN PADA SISTEM KELISTRIKAN PT. SEMEN TONASA - ITS Repository

ANALISIS STABILITAS TRANSIEN DAN PERANCANGAN PELEPASAN BEBAN PADA SISTEM KELISTRIKAN PT. SEMEN TONASA - ITS Repository

Pada gambar 4.31 dapat dilihat respon frekuensi sistem saat mengalami gangguan hubung singkat pada bus 25. Saat terjadi gangguan hubung singkat pada bus bus25 pada detik ke 2, frekuensi sistem naik mencapai 100.189 %. Hal ini diakibatkan karena lepasnya CB 304 mengakibatkan hilangnya beban yang berada di bawah bus T5.GS51.CB6KV.03 sehingga besarnya daya pembangkitan lebih besar dari daya yang dibutuhkan beban. Frekuensi mencapai kondisi steady state pada 100%. Berdasarkan standar ANSI/IEEE C37.106-1987 dimana untuk operasi kontinu frekuensi dikatakan stabil jika nilainya antara 99.17-100.83%, maka frekuensi sistem sudah stabil.
Baca lebih lanjut

125 Baca lebih lajut

Evaluasi Koordinasi Proteksi Akibat Penambahan Pembangkit Dan Rekonfigurasi Jaringan Di Joint Operation Body Pertamina-Petrochina East Java (JOB P-PEJ), Tuban - ITS Repository

Evaluasi Koordinasi Proteksi Akibat Penambahan Pembangkit Dan Rekonfigurasi Jaringan Di Joint Operation Body Pertamina-Petrochina East Java (JOB P-PEJ), Tuban - ITS Repository

Dari hasil plot koordinasi kurva arus waktu kondisi existing dapat diketahui bahwa terdapat misscoordination dan overlaping. Melalui hasil analisis dan perhitungan manual direkomendasikan penyetelan pick up rele arus lebih dan penyetelan grading time rele. Rele yang perlu disetel ulang adalah rele arus lebih gangguan fasa (overcurrent relay) dan rele arus lebih gangguan tanah (ground fault relay). Setting rele dengan penambahan pengaman pada rele 88. Dengan memakai konfigurasi stand alone harus ditambahkan trafo sebesar 4 MVA pada sisi outgoing generator centaur 2 sehingga dapat digunakan data Load Flow & Short Circuit.
Baca lebih lanjut

115 Baca lebih lajut

PENULISAN HUKUM/SKRIPSI PERTANGGUNG JAWABAN JOINT OPERATING BODY PERTAMINA-PETROCHINA EAST JAVA TERHADAP PENGENDALIAN DAMPAK EKSPLRASI DAN EKSPLOITASI DI KABUPATEN TUBAN, JATIM.

PENULISAN HUKUM/SKRIPSI PERTANGGUNG JAWABAN JOINT OPERATING BODY PERTAMINA-PETROCHINA EAST JAVA TERHADAP PENGENDALIAN DAMPAK EKSPLRASI DAN EKSPLOITASI DI KABUPATEN TUBAN, JATIM.

kewenangan dalam penandatanganan kontrak dengan investor asing. Pertamina adalah perusahaan milik negara dimana pertamina sebagai pemegang kuasa pertambangan atas seluruh wilayah pertambangan Migas di Indonesia berdasarkan (Pasal 11 Undang – Undang No 8 Tahun 1971 tentang Pertamina. Dengan berlakunya Undang – Undang Nomor 22 Tahun 2001 Pertamina bukan lagi yang memiliki kewenangan dalam penandatangan kontrak dengan investor asingmelainkan BPMIGAS yang memiliki kewenangan dalam melakukan Kontrak Production Sharing. Yang menjadikan investor asing mau menanamkan modal atau mengadakan kerjasama denganIndonesia terutama dalam sektor pertambangan MIGAS dikarenakan Indonesia kaya akan Sumber Daya Alam terutama Minyak dan Gas Bumi yang nantinya akan memberikan keuntungan bagi mereka.
Baca lebih lanjut

67 Baca lebih lajut

ANALISIS KESTABILAN TRANSIEN DAN MEKANISME PELEPASAN BEBAN DI PT.PUSRI AKIBAT PENAMBAHAN GENERATOR DAN PENAMBAHAN BEBAN - ITS Repository

ANALISIS KESTABILAN TRANSIEN DAN MEKANISME PELEPASAN BEBAN DI PT.PUSRI AKIBAT PENAMBAHAN GENERATOR DAN PENAMBAHAN BEBAN - ITS Repository

Seiring dengan perkembangan sistem tenaga listrik, masalah stabilitas pada sistem tenaga listrik menjadi hal yang utama untuk menjamin kontinuitas dan keandalan operasi dari suatu sistem tenaga listrik. Perkembangan sistem tenaga listrik baik pada beban maupun generator akan secara otomatis menimbulkan masalah-masalah baru yang menyangkut tentang masalah kestabilan sistem. Dalam suatu sistem atau plant yang besar, lebih dari dua generator yang bekerja secara bersamaan, kerugian besar mungkin dapat terjadi jika kontinuitas daya tidak stabil [1]. Suatu sistem dikatakan stabil ketika terdapat keseimbangan antara daya mekanik pada penggerak utama generator (prime mover) dengan daya output listrik. Daya output listrik sangat dipengaruhi oleh kenaikan dan penurunan beban dimana saat hal tersebut terjadi maka prime mover harus mampu menyesuaikan masukan daya input mekanik yang sesuai. Apabila pada saat yang sama prime mover tidak mampu menyesuaikan dengan kondisi beban, hal ini dapat mengakibatkan sistem menjadi tidak stabil Dalam keadaan setimbang maka generator berputar dengan kecepatan sinkron. Berdasarkan paper IEEE Transactions on Power Systems berjudul Definition and Classification of Power System Stability, kestabilan sistem tenaga listrik dikategorikan menjadi tiga, yaitu kestabilan frekuensi, sudut rotor, dan tegangan [2].
Baca lebih lanjut

143 Baca lebih lajut

Analisis Kestabilan Transien dan Mekanisme Pelepasan Beban Di PT. Pertamina RU V Balikpapan Akibat Penambahan Generator 2x15MW dan Penambahan Beban 25 MW - ITS Repository

Analisis Kestabilan Transien dan Mekanisme Pelepasan Beban Di PT. Pertamina RU V Balikpapan Akibat Penambahan Generator 2x15MW dan Penambahan Beban 25 MW - ITS Repository

Kestabilan sistem tenaga listrik secara umum dapat didefinisikan sebagai kemampuan dari suatu sistem tenaga listrik untuk mempertahankan keadaan sinkronnya pada saat dan sesudah terjadi gangguan. Definisi ini berlaku juga untuk sistem yang beroperasi dengan menginterkoneksikan beberapa generator (multimachine)[2]. Sistem dikatakan stabil ketika adanya kesimbangan antara daya mekanik pada prime mover dengan daya elektriks yang disalurkan ke beban. Sistem tenaga listrik yang kompleks memiliki banyak beban-beban dinamis yang besar daya yang diserapnya sangat variasi dalam rentang waktu tertentu, dengan adanya perubahan ini pasokan daya yang disalurkan oleh generator harus sesuai dengan kebutuhan bebannya. Apabila sistem mengalami kelebihan daya elektrik maka akan terjadi perlambatan pada rotor generator, hal ini disebabkan semakin terbebaninya generator. Namun kelebihan daya mekanik akan terjadi percepatan rotor generator, hal ini disebabkan semakin ringan beban yang ditanggung generator. Apabila kedua kondisi ini tidak dihilangkan dengan segera, maka percepatan dan perlambatan putaran motor akan mengakibatkan hilangnya sinkronisasi dalam sistem. Maka dibutuhkan analisis kestabilan agar generator yang terganggu tidak lepas dari sistem dan menyebabkan kerusakan sistem menjadi semakin meluas.
Baca lebih lanjut

157 Baca lebih lajut

Analisis Stabilitas Transien Dan Mekanisme Pelepasan Beban Akibat Penambahan Pembangkit 1x26,8 MW Pada Sistem kelistrikan PT. Petrokimia Gresik - ITS Repository

Analisis Stabilitas Transien Dan Mekanisme Pelepasan Beban Akibat Penambahan Pembangkit 1x26,8 MW Pada Sistem kelistrikan PT. Petrokimia Gresik - ITS Repository

Apabila sistem tenaga listrik dilakukan pembebanan dengan beban penuh secara tiba-tiba, maka arus yang diperlukan sangat besar akibatnya frekuensi sistem akan turun dengan cepat. Pada kondisi demikian sistem akan keluar dari keadaan sinkron walaupun besar beban belum mencapai batas kestabilan mantap yaitu daya maksimumnya, Hal ini dikarenakan daya keluar elektris generator jauh melampaui daya masukan mekanis generator atau daya yang dihasilkan penggerak mula, dan kekurangan ini disuplai dengan berkurangnya energi kinetis generator. Sehingga putaran rotor generator melambat atau frekuensi sistem turun, sudut daya 𝛿 bertambah besar dan melampaui sudut kritisnya, akibatnya generator akan lepas sinkron atau tidak stabil. Sesaat dilakukannya pembebanan tersebut, rotor generator akan mengalami ayunan dan getaran yang besar.
Baca lebih lanjut

126 Baca lebih lajut

Analisis Kestabilan Transien dan Mekanisme Pelepasan Beban di PT. Pupuk Kujang - ITS Repository

Analisis Kestabilan Transien dan Mekanisme Pelepasan Beban di PT. Pupuk Kujang - ITS Repository

Dari data respons tegangan pada gambar 4.38, saat dilakukan pelepasan beban tahap 1 pada t = 2,42 detik didapat nilai tegangan pada kedua bus mengalami ketidakstabilan dimana nilainya naik menuju tak terhingga atau tidak konvergen. Kondisi ini merupakan kondisi yang berbahaya bagi sistem. Untuk itu perlu dilakukan mekanisme pelepasan beban tahap 2 sebagai upaya untuk menstabilkan sistem kembali. Pada kasus pelepasan beban tahap 2, beban yang dilepas yaitu sebesar 15% dari beban total yaitu sebesar (2,672 MW), namun pada tugas akhir ini total beban yang dilepas sebesar 3,674 MW sesuai data urutan prioritas beban yang ada di PT. Pupuk Kujang. Waktu simulasi pelepasan beban tahap 2 disimulasikan pada t = 2,52 detik dengan rincian pada t = 2,4 detik adalah waktu penurunan frekuensi hingga 98,16% kemudian ditambah waktu tunda relay 6 cycle yaitu selama t = 0,12 detik.
Baca lebih lanjut

104 Baca lebih lajut

HALAMAN JUDUL - Analisa Reliability, Safety Dan Risk Management Pada Sistem Pengendalian Separator V-100 Di Job Pertamina - Petrochina East Java - ITS Repository

HALAMAN JUDUL - Analisa Reliability, Safety Dan Risk Management Pada Sistem Pengendalian Separator V-100 Di Job Pertamina - Petrochina East Java - ITS Repository

Level minyak pada Separator V-100 JOB Pertamina- Petrochina East Java-Tuban dikendalikan untuk menjalankan tiga tujuan. Yang pertaman, agar minyak tidak sampai terbawa oleh aliran keluar gas (gas outlet) yang dikenal dengan carry over. Apabila terjadi carry over maka minyak akan masuk ke plant scrubber yang bisa menyebabkan beratnya kinerja dari scrubber. Yang kedua, bertujuan agar minyak tidak sampai masuk ke aliran keluaran air (water outlet) yang dapat menyebabkan berkurangnya produksi minyak dan terganggunya proses selanjutnya yaitu air dialirkan ke plant Sulfure Recovery Unit (SRU). Yang ketiga, agar produksi minyak stabil dan lebih optimal[10].
Baca lebih lanjut

156 Baca lebih lajut

Analisis Stabilitas Transien dengan Mempertimbangkan Beban Dinamis Menggunakan Metode Time Domain Simulation - ITS Repository

Analisis Stabilitas Transien dengan Mempertimbangkan Beban Dinamis Menggunakan Metode Time Domain Simulation - ITS Repository

Analisis mengenai kestabilan transien sistem tenaga memegang peranan penting dalam operasi sistem tenaga listrik. Karena sebuah sistem tenaga listrik dapat dikatakan handal apabila sistem tersebut mampu melayani kebutuhan beban secara kontinyu. Pada sistem selalu terjadi perubahan beban, sehingga dapat mengakibatkan gangguan atau ketidakstabilan pada sistem tenaga listrik. Bila gangguan tersebut tidak segera diatasi, maka akan menyebabkan ketidakseimbangan sistem, salah satunya adalah putaran rotor pada generator yang mengalami percepatan atau perlambatan sehingga terjadi hilangnya sinkronisasi pada generator. Untuk mencapai kestabilan setelah adanya gangguan, dibutuhkan suatu analisa kondisi transien untuk menentukan Critical Clearing Time (CCT). Metode yang dipakai adalah metode Time Domain Simulation sebagai pedomannya adalah perubahan dari sudut rotor generator sewaktu terjadi gangguan dalam sistem. Selain itu diamati juga mengenai adanya pengaruh damping dalam kestabilan sistem. Hasil dari simulasi ini menunjukkan bahwa adanya damping didalam sistem menyebabkan lebih stabil, sehingga nilai CCT antara sistem yang ber- damping dengan sistem yang tidak menggunakan damping memiliki nilai Critical Clearing Time (CCT) yang lebih besar pada sistem yang menggunakan damping.
Baca lebih lanjut

111 Baca lebih lajut

Analisis Kestabilan Transien Dan Pelepasan Beban Pada Sistem Integrasi 33 KV PT. Pertamina RU IV Cilacap Akibat Penambahan Beban RFCC Dan PLBC - ITS Repository

Analisis Kestabilan Transien Dan Pelepasan Beban Pada Sistem Integrasi 33 KV PT. Pertamina RU IV Cilacap Akibat Penambahan Beban RFCC Dan PLBC - ITS Repository

Pada situasi dimana adanya penambahan kapasitas pembangkit dengan daya cukup besar atau beban besar hilang dari sistem atau bahkan terjadi gangguan pada saluran tranmisi, stabilitas sistem harus cukup kuat untuk mempertahankan diri terhadap perubahan beban yang relatif besar, dimana ini akan berdampak pada keseimbangan sistem. Ketidakseimbangan ini akan menyebabkan adanya perubahan pada kestabilan sistem terutama kestabilan frekuensi, kestabilan tegangan dan kestabilan sudut rotor. Karena kestabilan di kelistrikan industri berkaitan dengan kemampuan sistem dalam mempertahankan kondisi kestabilan sehingga peralatan dapat bekerja dengan baik dan memiliki efisiensi tinggi, jadi perlu dilakukan adanya penanganan khusus untuk menjaga sistem tetap dalam keadaan stabil saat terjadi gangguan, salah satunya yaitu mekanisme pelepasan beban atau load shedding.
Baca lebih lanjut

109 Baca lebih lajut

Analisa Kestabilan Transien Dan Mekanisme Pelepasan Beban Pada PT. Aneka Tambang Pomalaa - ITS Repository

Analisa Kestabilan Transien Dan Mekanisme Pelepasan Beban Pada PT. Aneka Tambang Pomalaa - ITS Repository

Kestabilan steady state merupakan kemampuan suatu sistem untuk menjaga operasi sinkron antar mesin apabila terjadi gangguan kecil.Steady state stability adalah kemampuan sistem kelistrikan untuk membawa sistem kembali kedalam keadaan stabil setelah terjadi gangguan kecil pada jaringan seperti kenaikan atau penurunan beban secara tiba-tiba dan juga adanya perubahan pada AVR. Dan apabila aliran daya pada sistem tersebut melebihi jumlah daya yang diizinkan maka ada kemungkinan gangguan tersebut menyebabkan beberapa peralatan atau mesin akan lepas sinkron dengan sistem. Sehingga menyebabkan gangguan lebih lanjut. Sehingga steady state stability juga dapat didefinisikan sebagai batas kemampuan suatu sistem untuk menampung daya dalam sistem kelistrikan tanpa harus kehilangan steady state stability yang ia miliki.
Baca lebih lanjut

142 Baca lebih lajut

Lampiran Daftar Perusahaan Migas Untuk Laporan EITI 2014

Lampiran Daftar Perusahaan Migas Untuk Laporan EITI 2014

16 JOB Pertamina - EMP Gebang GEBANG BLOCK, ONS.OFF NORTH SUM. 17 Pertamina Hulu Energi Gebang, PT GEBANG BLOCK, ONS.OFF NORTH SUM. 18 ConocoPhillips (South Jambi) Ltd. SOUTH JAMBI 'B' BLOCK, ONS. JAMBI 19 Pertamina Hulu Energi South Jambi, PT SOUTH JAMBI 'B' BLOCK, ONS. JAMBI

2 Baca lebih lajut

OPTIMASI DESAIN DAN SIMULASI SISTEM PROTEKSI KATODIK ANODA KORBAN PADA WATER INJECTION PIPELINE PERTAMINA-PETROCHINA EAST JAVA TUBAN PLANT - ITS Repository

OPTIMASI DESAIN DAN SIMULASI SISTEM PROTEKSI KATODIK ANODA KORBAN PADA WATER INJECTION PIPELINE PERTAMINA-PETROCHINA EAST JAVA TUBAN PLANT - ITS Repository

Gambar 2 menunjukkan countour elemen di sekitar pipa yang merepresentasikan nilai arus. Dapat dilihat pada gambar bahwa nilai arus yang ada di sekeliling pipa tidak merata hal ini disebabkan karena beberapa hal, yaitu posisi dan jarak penempatan anoda terhadap pipa [6] . Pada jarak yang terlalu jauh arus yang diterima oleh pipa menjadi lebih sedikit [7] . Analisis distribusi arus pada potensial proteksi -950 mV menunjukkan bahwa pada setiap elemen yang mengelilingi pipa memiliki nilai kebutuhan arus lebih besar dari kriteria minimal yang disyaratkan, kecuali pada elemen-elemen yang ditunjukkan pada tabel 9 berikut:
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

OPTIMASI DESAIN DAN SIMULASI SISTEM PROTEKSI KATODIK ANODA KORBAN PADA WATER INJECTION PIPELINE PERTAMINA-PETROCHINA EAST JAVA TUBAN PLANT - ITS Repository

OPTIMASI DESAIN DAN SIMULASI SISTEM PROTEKSI KATODIK ANODA KORBAN PADA WATER INJECTION PIPELINE PERTAMINA-PETROCHINA EAST JAVA TUBAN PLANT - ITS Repository

Selain digunakan sebagai transportasi minyak dan gas, pipa juga digunakan untuk mengalirkan air sisa dari proses pengolahan minyak. JOB PPEJ menggunakan sistem Water Injection Pipeline yang dialirkan dari CPA menuju ke pad C. Water Injection Pipeline ini berfungsi sebagai media transportasi produce water (multiphase fluida) dari separator yang ada di CPA menuju ke sumur-sumur di area pad C, yaitu Mudi 14, Mudi 6, Mudi 12 dan Mudi 13. Selanjutnya produce water yang ada pada masing-masing sumur akan digunakan kembali untuk pengolahan minyak. Hal ini bertujuan untuk efesiensi dari proses pengolahan minyak yang dilakukan. Perlindungan terhadap korosi eksternal yang dilakukan pada Water Injection Pipeline di JOB PPEJ adalah menggunakan sistem proteksi katodik anoda korban dengan pelapis lindung coal tar enamel wrapping.
Baca lebih lanjut

130 Baca lebih lajut

PREDIKSI TEKANAN PORI MENGGUNAKAN METODE KOMPRESIBILITAS DI RESERVOIR KARBONAT, STUDI KASUS : LAPANGAN MZ JOB PERTAMINA - PETROCHINA EAST JAVA

PREDIKSI TEKANAN PORI MENGGUNAKAN METODE KOMPRESIBILITAS DI RESERVOIR KARBONAT, STUDI KASUS : LAPANGAN MZ JOB PERTAMINA - PETROCHINA EAST JAVA

Daerah penelitian terletak di cekungan Jawa Timur Bagian Utara. Cekungan Jawa Timur Bagian Utara merupakan salah satu cekungan tersier di Indonesia barat, terletak di bagian utara Jawa Timur, memanjang dari barat ke timur dengan panjang 250 km, meliputi kota Semarang hingga Surabaya dengan lebar 60-70 km. Cekungan ini dibatasi oleh busur Karimunjawa dan paparan Sunda ke arah timur dan barat laut, sedangkan ke arah utara dan barat cekungan dibatasi oleh tinggian Meratus dan tinggian Masalembo yang berada di tenggara Kalimantan. Bagian selatan busur vulkanik atau busur magmatik membatasi cekungan dari bagian timur hingga selatan. Cekungan Jawa Timur Bagian Utara ini terdiri dari sedimen tersier yang berumur eosen hingga resen (saat ini) yang berada pada batuan dasar (basement) pra-Tersier. (Well Report JOB PertaminaPetrochina East Java, 2014)
Baca lebih lanjut

119 Baca lebih lajut

PENULISAN HUKUM/SKRIPSI PERTANGGUNG JAWABAN JOINT OPERATING BODY PERTAMINA-PETROCHINA EAST JAVA TERHADAP PENGENDALIAN DAMPAK EKSPLRASI DAN EKSPLOITASI DI KABUPATEN TUBAN, JATIM.

PENULISAN HUKUM/SKRIPSI PERTANGGUNG JAWABAN JOINT OPERATING BODY PERTAMINA-PETROCHINA EAST JAVA TERHADAP PENGENDALIAN DAMPAK EKSPLRASI DAN EKSPLOITASI DI KABUPATEN TUBAN, JATIM.

Property owned by Indonesia spread throughout Indonesia, one of wealth in the mining sector is the mining and oil and gas that spread across several regions in Indonesia, one of which is located in East Java. Any mining activity can potentially have an impact on the environment and the community either negative or positive. One company that makes the exploration and exploitation activities in East Java is the Joint Operating body-Petrochina Pertamina East Java (JOB P- PEJ). As a company dedicated to the mining companies also have to make the implementation of the accountability to monitor the impact of the exploration and exploitation in the Tuban, East Java.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) EKSPLOITASI MINYAK BUMI (Studi di Joint Operating Body Pertamina - Petrochina East Java di Kabupaten Bojonegoro)

PELAKSANAAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) EKSPLOITASI MINYAK BUMI (Studi di Joint Operating Body Pertamina - Petrochina East Java di Kabupaten Bojonegoro)

Sebuah lokasi pengeboran gas di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas mengalami kebocoran yang berada di sumur Sukowati 29 di lapangan B, senin (13/01/2014). Menurut sejumlah warga di sekitar lokasi kebocoran gas, bau yang menyengat itu baru diketahui sekitar sore lalu, menjelang ibadah salat magrib. Akibat mencium bau itu, sejumlah warga mengalami mual-mual. Sumur pengeboran dikerjakan oleh perusahaan patungan Joint Operating Bodi Petrochina-Pertamina. Gas yang bocor ini merupakan Hidrogen Sulfida (H2S). Senyawa gas yang terbuat dari aktivitas biologi bakteri organik ini tergolong beracun, karena itupula apabila menciumnya akan terasa mual-mual. 4
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

Analisis Stabilitas Transien dan Mekanisme Pelepasan Beban pada Sistem Kelistrikan PT. Vale - ITS Repository

Analisis Stabilitas Transien dan Mekanisme Pelepasan Beban pada Sistem Kelistrikan PT. Vale - ITS Repository

Respon frekuensi untuk kasus lepas generator Balambano#1 dan Balambano#2 dapat dilihat pada gambar 4.13. Pada gambar dapat dilihat setelah detik ke-2 frekuensi pada semua bus di grid Furnace terus turun sampai 70,41%, sedangkan frekuensi pada semua bus di grid Auxiliary hanya berubah dari 100% menjadi 99,9682%. Respon frekuensi pada grid Furnace diluar dari standar IEEE Std C37.106-2003 yaitu 95%- 105%, maka perlu pengurangan beban pada sisi grid Furnace namun grid Furnace hanya menyuplai tanur peleburan sehingga pengurangan beban cukup dengan mengatur daya yang dilakukan langsung oleh operator yang mengawasi tanur. Sedangkan pada sisi grid Auxiliary saat terjadi lepas generator hanya mengalami sedikit perubahan frekuensi. Sehingga mekanisme pelepasan beban pada sistem tidak perlu dilakukan.
Baca lebih lanjut

77 Baca lebih lajut

ANALISIS STABILITAS TRANSIEN DAN PERANCANGAN PELEPASAN BEBAN PADA SISTEM KELISTRIKAN PT SEMEN TONASA

ANALISIS STABILITAS TRANSIEN DAN PERANCANGAN PELEPASAN BEBAN PADA SISTEM KELISTRIKAN PT SEMEN TONASA

1. Melaksanakan studi kestabilan transien sistem kelistrikan PT.SEMEN TONASA untuk mendapatkan rekomedasi yang diperlukan agar dapat menjaga kestabilan dari sistem sehingga mampu mengatasi setiap gangguan-gangguan yang terjadi.

42 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...