Top PDF Analisis Struktur Mikro Pori Batu Apung Lombok - ITS Repository

Analisis Struktur Mikro Pori Batu Apung Lombok - ITS Repository

Analisis Struktur Mikro Pori Batu Apung Lombok - ITS Repository

Unsur Si pada sampel 1A lebih banyak terlihat berwarna oranye yang tersebar merata di bagian dinding batas pori, hal ini menunjukkan bahwa unsur Si berikatan dengan unsur O sehingga warna yang muncul adalan percampuran antara warna kuning (Si) dengan warna merah (O). Hal tersebut juga dapat ditemukan pada sampel 3B dimana warna ungu muda yang merupakan percampuran dari warna biru muda (Si) dan merah (O) terlihat lebih dominan dibanding warna lain. Warna hijau yang merupakan representasi Na pada pada kedua sampel banyak terlihat tercampur dengan warna merah yang mewakili unsur O membentuk senyawa nao. Pada gambar hasil Na lebih banyak terdapat di bagian tepi dinding batas pori dan ada juga yang terdapat di bagian tengah dinding batas pori. Kandungan Al pada kedua sampel terlihat bercampur dengan O karena warna biru jarang ditemukan akan tetapi justru lebih banyak terlihat bercampur dengan warna merah membentuk warna ungu. Al lebih banyak terdapat di bagian dalam pori pori.
Baca lebih lanjut

68 Baca lebih lajut

ANALISIS STRUKTUR NANO BATU APUNG LOMBOK MENGGUNAKAN METODE BET (BRUNAUER-EMMETT-TELLER)

ANALISIS STRUKTUR NANO BATU APUNG LOMBOK MENGGUNAKAN METODE BET (BRUNAUER-EMMETT-TELLER)

Teori BET dapat digunakan setelah dilakukan uji menggunakan alat SAA (Surface Area Analyzer). Alat ini berfungsi untuk menentukan diameter dan volume pori, serta luas permukaan spesifik material. Berdasarkan prinsip adsorpsi- desorpsi gas adsorbat. Mekanisme adsorpsi gas tersebut berupa penyerapan gas (nitrogen, argon dan helium) pada permukaan suatu bahan padat yang akan dikarakterisasi pada suhu tetap. Jika diketahui volume gas (nitrogen, argon, atau helium) yang dapat diserap oleh suatu permukaan padatan pada suhu dan tekanan tertentu dan diketahui secara teoritis luas permukaan dari satu molekul gas yang diserap, maka luas permukaan total padatan tersebut dapat dihitung. Luas permukaan merupakan jumlah pori pada setiap satuan luas dari sampel. Sementara luas permukaan spesifik adalah luas permukaan per satuan gram (Perwira, 2014). Untuk menghitung luas padatan tersebut, teori BET inilah yang digunakan dengan menggunakan persamaan 2.1.
Baca lebih lanjut

77 Baca lebih lajut

KARAKTERISASI BATU APUNG LOMBOK SEBAGAI BAHAN KOMPOSIT ALAMI - ITS Repository

KARAKTERISASI BATU APUNG LOMBOK SEBAGAI BAHAN KOMPOSIT ALAMI - ITS Repository

Material piroklastik mengandung buih gelas alam dan gas-gas vulkanik yang mempunyai kesempatan untuk keluar (Ilter, O. 2010). Tetapi gas-gas tersebut tetap terperangkap karena lava mengalami pembekuan secara tiba- tiba. Proses pembekuan ini mengakibatkan terbentuknya gelembung berdinding gelas sehingga batuan endapan memiliki tekstur berpori-pori. Pumice berwarna putih abu-abu, kekuningan sampai merah, tekstur vesikuler dengan ukuran lubang yang bervariasi baik saling terhubung atau tidak satu sama lain atau tidak berstruktur skorious dengan lubang yang terorientasi. Kadang-kadang lubang tersebut terisi oleh zeolit atau kalsit (Supriadi R.A, dkk. 2010). Mineral-mineral yang terdapat dalam batu apung antara lain feldspar, kuarsa, obsidian, kristobalit, dan tridimit.
Baca lebih lanjut

81 Baca lebih lajut

ANALISIS POTENSI DAN MASALAH PENGELOLAAN SUMBERDAYA MIKRO-HIDRO DI DESA SANTONG KECAMATAN KAYANGAN KABUPATEN LOMBOK UTARA - Repository UNRAM

ANALISIS POTENSI DAN MASALAH PENGELOLAAN SUMBERDAYA MIKRO-HIDRO DI DESA SANTONG KECAMATAN KAYANGAN KABUPATEN LOMBOK UTARA - Repository UNRAM

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui: (1) Potensi sumber daya yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik bagi masyarakat Desa Santong maupun Masyarakat Desa Sambik Bangkol. (2) Permasalahan yang dihadapi dalam pengelolaan sumberdaya mikro-hidro di Desa Santong maupun Desa Sambik Bangkol.Metode yang digunakan adalah pendekatankualitatifmetodestudikasusdengan mewawancarai sebanyak 31 respondenberasal dari unsur masyarakat, pengelola dan dinas terkait. Berdasarkan analisis data dan pembahasan maka dapat disimpulkan dua hal berikut (1) Potensi PLTMH yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi bagi masyarakat Desa Santong termasuk kategori cukup baik, karena debit air mencukupi untuk menggerakkan turbin, (2) Permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam pengelolaan sumberdaya mikro-hidro di Desa Santong adalah sebagai berikut: (a)Ada dua Permasalahan dalam perencanaan yaitu terkait rencana lokasi di Dusun Senjajak yang tidak mempertimbangkan aspek keamanan rumah pembangkit.(b) Permasalahan dalam pengorganisasian adalah aturan pendukung yang kurang baik dan kurang kuat mengikat baik pengelola maupun pelanggan. (c) Permasalahan dalam pengarahan adalah kurang awasnya pengelola dalam mengarahkan pelanggan dan bukan pelanggan untuk bersama-sama menjaga asset PLTMH. (d) Permasalahan dalam pengawasan adalah jaminan keberlangsungan PLTMH, mempertahankan kemampuan PLTMH, dan pengendalian suplai listrik. Pengelola dalam hal ini kurang awas dalam memperhitungkan daya tahan generator dan lemah dalam memantau penggunaan listrik oleh masyarakat sehingga muncul masalah pencurian listrik.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENGARUH KOMPOSISI BATU APUNG SEBAGAI BAHAN ABRASIF TERHADAP KARAKTERISTIK KOMPOSIT

PENGARUH KOMPOSISI BATU APUNG SEBAGAI BAHAN ABRASIF TERHADAP KARAKTERISTIK KOMPOSIT

Telah dilakukan penelitian pembuatan komposit berbasis batu apung, pasir sungai, dan resin epoksi. Komposisi bahan baku komposit dibuat dengan perbandingan antara batu apung dan pasir sungai masing-masing 10:90, 15:85, 20:80, 25:75, 30:70, 35:65, 40:60, 45:55, 50:50, 55:45, 60:40, 65:35, 70:30, 75:25, 80:20, 85:15, 90:10 gram, dengan jumlah resin epoksi dibuat tetap seberat 25 gram. Preparasi bahan dan pembuatan sampel dilakukan dengan tahapan sebagai berikut: pengeringan, penggerusan, pengayakan, penimbangan, pencampuran, pencetakan, dan pengeringan (pengerasan). Pengujian yang dilakukan antara lain densitas, porositas, dan kuat tekan. Dari hasil pengukuran dan disesuaikan dengan standar batu asahan diperoleh hasil terbaik pada komposisi 30 gram batu apung, 70 gram pasir sungai, dan 25 gram resin epoksi (30:70), sehingga dapat dikatakan bahwa batu apung merupakan bahan abrasif dapat digunakan sebagai bahan pembuatan batu asahan (gerinda). Semakin banyak penambahan massa batu apung pada sampel, nilai porositas yang dihasilkan akan semakin tinggi, sedangkan nilai densitasnya akan semakin kecil. Hal ini disebabkan karena banyaknya pori-pori maupun ruangan pada sampel yang menyebabkan rapat massa pada sampel tersebut akan semakin kecil dan juga akan menurunkan tingkat kekuatan dari sampel.
Baca lebih lanjut

41 Baca lebih lajut

Pengaruh Penambahan Nikel (Ni) Terhadap Sifat Kekerasan Dan Struktur Mikro Pada Paduan Aluminum–Silikon (Al-Si) Melalui Proses Pengecoran - ITS Repository

Pengaruh Penambahan Nikel (Ni) Terhadap Sifat Kekerasan Dan Struktur Mikro Pada Paduan Aluminum–Silikon (Al-Si) Melalui Proses Pengecoran - ITS Repository

Energy Dispersive X-ray Spectroscopy (EDS atau EDX atau EDAX) adalah salah satu teknik analisis untuk menganalisis unsur atau karakteristik kimia dari spesimen. Karakterisasi ini bergantung pada penelitian dari interaksi beberapa eksitasi sinar X dengan spesimen. Kemampuan untuk mengkarakterisasi sejalan dengan sebagian besar prinsip dasar yang menyatakan bahwa setiap elemen memiliki struktur atom yang unik, dan merupakan ciri khas dari struktur atom suatu unsur, sehingga memungkinkan sinar-X untuk mengidentifikasinya.

99 Baca lebih lajut

ANALISIS TEGANGAN AKIBAT BEBAN GELOMBANG PADA STRUKTUR KAPAL PERANG TIPE COREVETTE - ITS Repository

ANALISIS TEGANGAN AKIBAT BEBAN GELOMBANG PADA STRUKTUR KAPAL PERANG TIPE COREVETTE - ITS Repository

Peningkatan sektor pertahanan nasional merupakan suatu hal yang penting dalam mempertahankan kedaulatan suatu negara. Salah satu diantaranya adalah dengan membuat Alat Utama Sistem Pertahanan Negara (ALUTSISTA) berupa kapal perang yang memiliki kecepatan tinggi, maneuver dan kekuatan struktur yang bagus. Ketika terjadi interaksi antara struktur kapal dengan beban gelombang maka akan muncul suatu tegangan. Jika tegangan yang dihasilkan melebihi batas tegangan yang diijinkan maka akan membahayakan dan merusak struktur kapal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji desain lambung dan kekuatan struktur kapal untuk daerah operasional di perairan Indonesia yang memiliki tinggi rata-rata gelombang 3-5 m dan menurut standar Germanischer Lloyd (GL) dengan tinggi rata-rata gelombang 6 m. Pembahasan dititikberatkan pada analisis gerakan kapal untuk mengetahui kekuatan struktur kapal akibat adanya beban gelombang. Analisis dilakukan dengan melakukan pemodelan numerik dengan metode panel. Skenario divariasikan berdasarkan sudut hadap 90 0 , 135 0 , 180 0
Baca lebih lanjut

173 Baca lebih lajut

Perancangan Tenaga Surya Lampu Celup Bawah Air (LACUBA) Pada Bagan Apung - ITS Repository

Perancangan Tenaga Surya Lampu Celup Bawah Air (LACUBA) Pada Bagan Apung - ITS Repository

Sedangkan untuk kontruksi kapal bagan apung sangat sederhana dan tidak terlalu sulit untuk di desain namun ada persyaratan yang harus di penuhi seperti kontruksi bagan perahu hanyut di bentuk dari kayu, bamboo, waring serta perahu bermotor yang sekaligus sebagai alat transfortasi di laut. Bagan perahu hanyut memiliki beberapa bagian diantaranya bagan yang terbuat dari bamboo berbentuk empat persegi panjang yang menyatu dengan perahu ditempatkan diiatas secara melintang, perahu sebagai bagian utama dalam meletakkan bagan, jarring bagan yang terletak dibawah perahu berukuran persegi sama sisi.
Baca lebih lanjut

81 Baca lebih lajut

Analisis Pengaruh Variasi Suhu Preheat terhadap Distorsi, Lebar HAZ, dan Struktur Mikro pada Sambungan Butt Joint Single V dengan Metode Pengelasan FCAW dan SMAW - ITS Repository

Analisis Pengaruh Variasi Suhu Preheat terhadap Distorsi, Lebar HAZ, dan Struktur Mikro pada Sambungan Butt Joint Single V dengan Metode Pengelasan FCAW dan SMAW - ITS Repository

Dalam Pengelasan terdiri dari tiga bagian yaitu logam Pengelasan, daerah pengaruh panas (Heat Affected Zone) dan logam induk yang tak terpengaruhi. Logam Pengelasan adalah bagian dari logam yang ada pada waktu pengelasan mencair dan kemudian membeku. Daerah pengaruh panas atau HAZ adalah logam dasar yang bersebelahan dengan logam las yang selama proses pengelasan mengalami siklus termal pemanasan dan pendinginan cepat. Logam induk tidak terpengaruhi adalah bagian logam dasar dimana panas dan suhu pengelasan tidak menyebabkan terjadinya perubahan–perubahan struktur dan sifat. Disamping ketiga pembagian utama tersebut masih ada satu daerah khusus yang membatasi antara logam las dan daerah pengaruh panas, yang disebut batas las.
Baca lebih lanjut

99 Baca lebih lajut

Analisis Kapabilitas Proses Pembuatan Batu Gamping Di CV. Anugerah Abadi Tuban - ITS Repository

Analisis Kapabilitas Proses Pembuatan Batu Gamping Di CV. Anugerah Abadi Tuban - ITS Repository

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayahNya penulis dapat menyelesaikan penyusunan tugas akhir ini dengan baik. Tugas akhir yang disusun diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar ahli madya pada Departemen Statistika Bisnis Fakultas Vokasi ITS dengan judul “Analisis Kapabilitas Proses Pembuatan Batu Gamping di CV Anugerah Abadi Tuban ” . Penyusunan dan penulisan tugas akhir ini tidak terlepas dari bantuan, bimbingan serta dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis dengan senang hati menyampaikan terimakasih kepada:
Baca lebih lanjut

62 Baca lebih lajut

PENGARUH KOMPOSISI KROMIUM (Cr) TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN KEKERASAN BAJA PERKAKAS KECEPATAN TINGGI AISI M10 MELALUI METODE PENGECORAN - ITS Repository

PENGARUH KOMPOSISI KROMIUM (Cr) TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN KEKERASAN BAJA PERKAKAS KECEPATAN TINGGI AISI M10 MELALUI METODE PENGECORAN - ITS Repository

Setelah penuangan dalam cetakan, logam cair akan bertransformasi menjadi padatan. Dinding cetakan biasanya lebih rendah temperaturnya daripada logam cair, sehingga logam cair akan memadat dengan cepat pada bagian kulit membentuk butiran yang halus. Butiran tumbuh pada umumnya berlawanan dengan arah transfer panas keluar menuju cetakan. Proses solidifikasi bergerak membentuk orientasi butiran columnar. Ketika diberikan driving force dari cetakan menuju arah datangnya transfer panas maka butiran akan menjadi equaxed dan kasar. Proses ini dinamakan nukleasi (pengintian) homogen, dimana kristal tumbuh dari dalam logam cair itu sendiri. Gambar 2.13 menunjukkan perbedaan struktur hasil coran beberapa jenis logam dan paduan (Kalpakjian. 2009).
Baca lebih lanjut

111 Baca lebih lajut

Apa Sih Penyebab Pori Pori Wajah Membesa

Apa Sih Penyebab Pori Pori Wajah Membesa

Munculnya pori-pori pada bagian wajah sebenarnya bukanlah masalah yang cukup serius. Meskipun begitu, dengan munculnya poripori besar di wajah kulit Kita akan lebih beresiko menyebabkan jerawat dan komedo. Terkadang pori pori wajah yang besar membuat Kita merasa jengkel, kesal dan berkurangnya rasa percaya diri, maka dari tu harus diatasi secara cepat.

8 Baca lebih lajut

HALAMAN JUDUL - Pengaruh Variasi Waktu Tahan Solution Treatment Dan Aging Terhadap Perubahan Mikro Struktur Serta Kekerasan Copperized-AISI 1006 - ITS Repository

HALAMAN JUDUL - Pengaruh Variasi Waktu Tahan Solution Treatment Dan Aging Terhadap Perubahan Mikro Struktur Serta Kekerasan Copperized-AISI 1006 - ITS Repository

karakterisasi material menggunakan alat SEM/EDX dan XRD. Dari hasil pengamatan makro memperlihatkan adanya lapisan tembaga dan oksida di permukaan substrat, hasil pengujian struktur mikro terbentuk struktur dominan matriks α-ferit dengan fasa kedua berupa partikel Fe-Cu pada batas butir serta lamanya waktu tahan pada solution treatment dan waktu tahan aging menyebabkan naiknya luasan daerah batas butir. Hasil pengujian OES memperlihatkan kenaikan kadar tembaga dalam baja sebesar 0,0905% dan mapping tembaga menunjukkan bahwa cluster tembaga memiliki kecenderungan berkumpul di batas butir. Pengujian XRD menunjukkan adanya pergeseran puncak Fe yang mengindikasikan Cu masuk kedalam Fe dan terbentuk fasa baru yaitu Cu 0,003 Fe 0,997 . Sedangkan pengujian kekerasan
Baca lebih lanjut

187 Baca lebih lajut

Analisis struktur mikro dan kekuatan pada paduan Cu berbasis Zn dan AI

Analisis struktur mikro dan kekuatan pada paduan Cu berbasis Zn dan AI

Begitu banyak paduan Cu yang digunakan dalam kebutuhan hidup sehari-hari. Salah satu jenis paduan Cu yang banyak digunakan sebagai salah satu penunjang kehidupan sehari-hari adalah paduan Cu berbasis Zn dan Al. Dari kedua paduan ini mempunyai nilai kualitas kekuatan yang berbeda-beda baik dilihat dari bentuk struktur miro maupun nilai kekerasannya. Untuk melihat bentuk struktur mikro maupun nilai kekerasannya akan dilakukan pengujian dengan pengujian metalografi, XRD, serta pengujian kekerasan dengan metode Vickers. Dari Hasil analisis yang didapatkan adalah bahwa paduan Cu berbasis Al lebih baik secara bentuk struktur mikro maupun nilai kekuatannya.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Analisa kekerasan dan struktur mikro

Analisa kekerasan dan struktur mikro

Dalam proses ini jika serbuk cangkang keong emas semakin banyak maka karbon yang berdifusi ke baja akan semakin cepat dan membuat nilai kekerasan permukaan dari baja akan semakin besar, sehingga karbon akan lebih mudah berdifusi di antara celah- celah atom Fe. Pada proses carburizing dengan penambahan 10% serbuk cangkang dengan menggunakan media pendingin larutan air garam diperoleh harga kekerasan tertinggi sebesar 269.38 kg/mm 2 dengan waktu penahanan 4 jam disusul dengan penambahan 15% serbuk cangkang dengan menggunakan media pendingin air tawar sebesar 262.26 kg/mm 2 dengan waktu penahanan 6 jam dan penambahan 10% serbuk cangkang dengan media pendingin air tawar 254.33 kg/mm 2 , dan penambahan 5% serbuk cangkang dengan media pendingin air tawar 262.26 kg/mm 2 , serta raw material dengan harga kekerasan 144.08 kg/mm 2 . Hasil Uji Struktur Mikro
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Studi Kelayakan Jalan Tol Wisata Sukorejo - Batu - ITS Repository

Studi Kelayakan Jalan Tol Wisata Sukorejo - Batu - ITS Repository

Sektor Pariwisata adalah satu dari empat sektor prioritas pembangunan pada Program Nawa Cita Pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla Tahun 2014 – 2019. Penerimaan devisa dari sektor pariwisata untuk tahun 2015 – 2019 diprediksikan terus meningkat hingga tahun 2020, Sektor pariwisata akan menjadi penyumbang devisa terbesar diatas eksport CPO, batubara, minyak dan karet (Pusdatin Kemenpar, 2014). Satu dari sekian banyak destinasi wisata umum di Indonesia, lokasi wisata di wilayah Gunung Arjuno koridor Sukorejo – Batu, yang meliputi Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang dan Kota Batu adalah destinasi utama wisatawan, baik domestic maupun non domestic di Provinsi Jawa Timur. Oleh karena itu perlunya dibangun fasilitas penunjang seperti Jalan Tol untuk membantu mencapai target pemerintah terutama di sektor pariwisata.
Baca lebih lanjut

175 Baca lebih lajut

PEMANFAATAN BATU APUNG (PUMICE) SEBAGAI BAHAN PEMUCAT CRUDE PALM OIL

PEMANFAATAN BATU APUNG (PUMICE) SEBAGAI BAHAN PEMUCAT CRUDE PALM OIL

Minyak kelapa sawit merupakan lemak yang diekstraksi dari buah kelapa sawit. Minyak dan lemak dapat diproses melalui proses pemurnian fisika dan kimia dengan pengendapan, netralisasi alkali dan pemucatan. Proses yang digunakan pada penelitian ini adalah pemucatan yaitu suatu proses untuk mengurangi atau menghilangkan zat-zat warna yang ada pada minyak dengan menggunakan batu apung atau pumice sebagai bahan pemucat yang mempunyai perbandingan kadar silikat nya 60,56 %. Dari hasil penelitian, kadar asam lemak bebas optimal yang dihasilkan sebesar 0,0307% pada temperatur 50 o C selama 20 menit dengan penambahan jumlah batu apung sebesar 1% serta ukuran batu apung -115+32 mesh, sedangkan tingkat kandungan karoten optimal yang mampu diadsorbasi oleh pumice adalah 699,266 ppm yang dihasilkan pada temperatur 60 o C dengan penambahan batu apung sebesar 1 % dan ukuran batu apung -115+32 mesh selama 20 menit.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Fullpaper Analisis Tekanan Pori menggunakan Metode Elemen Hingga

Fullpaper Analisis Tekanan Pori menggunakan Metode Elemen Hingga

Berdasarkan ketinggian muka air yang digunakan pada penelitian ini, maka didapat hasil tekanan air pori pencatatan piezometer dan koordinatnya sebagaimana ditunjukkan pada Tabel 2. Tabel 2 ini menampilkan tekanan air pori pencatatan piezometer pada sta 12 Bendungan Sermo. Berdasarkan Tabel 2 dapat dilihat bahwa pada tinggi muka air 126.33 meter tidak ada tekanan air pori yang berada di zona shell (dilihat dari koordinat y nya dan disesuaikan dengan Gambar 1). Begitu pula dengan tinggi muka air 133.47 meter; 136.60 meter, dan 136.71 meter. Oleh karena itu pada penelitian ini untuk sta 12 ditinjau pada bagian hilir di zona bedrock. Pemilihan piezometer yang digunakan adalah pada piezometer pondasi yang terletak pada bagian paling hilir sehingga dekat dengan penempatan V-Notch, yaitu PF-7 dan PF-8. Berdasarkan hasil penelitian pada Bendungan Duhok, Noori dan Ismaeel (2011) menyampaikan bahwa semakin bertambah tinggi muka air maka tekanan air porinya juga akan meningkat. Hal ini bertentangan dengan data pencatatan piezometer pada PF-7. Sehingga pada penelitian ini diambil data tekanan air pori pada PF-8.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

TINJAUAN KUAT LENTUR DINDING PANEL BATU APUNG DENGAN PENULANGAN BAMBU  TINJAUAN KUAT LENTUR DINDING PANEL BATU APUNG DENGAN PENULANGAN BAMBU.

TINJAUAN KUAT LENTUR DINDING PANEL BATU APUNG DENGAN PENULANGAN BAMBU TINJAUAN KUAT LENTUR DINDING PANEL BATU APUNG DENGAN PENULANGAN BAMBU.

TINJAUAN KUAT LENTUR DINDING PANEL BATU APUNG DENGAN PENULANGAN BAMBU Tugas Akhir untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat sarjana S-1 Teknik sipil diajukan oleh : Par[r]

9 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects