Top PDF ANALISIS USAHA DAN NILAI TAMBAH GULA KELAPA (Studi Kasus Di Desa Rejoagung Kecamatan Srono Kabupaten Banyuwangi)

ANALISIS USAHA DAN NILAI TAMBAH GULA KELAPA (Studi Kasus Di Desa Rejoagung Kecamatan Srono Kabupaten Banyuwangi)

ANALISIS USAHA DAN NILAI TAMBAH GULA KELAPA (Studi Kasus Di Desa Rejoagung Kecamatan Srono Kabupaten Banyuwangi)

JUDUL : ANALISIS USAHA DAN NILAI TAMBAH GULA KELAPA (Studi Kasus di Desa Rejoagung Kecamatan Srono Kabupaten Banyuwangi). Menyatakan bahwa Karya Ilmiah atau Skripsi berjudul “Analisis Usaha Dan Nilai Tambah Gula Kelapa (Studi Kasus di Desa Rejoagung Kecamatan Srono Kabupaten Banyuwangi)” adalah bukan merupakan karya tulis orang lain baik sebagian maupun keseluruhan, kecuali dalam bentuk kutipan yang telah disebutkan sumbernya.

21 Baca lebih lajut

ANALISIS USAHA DAN NILAI TAMBAH GULA KELAPA. (Studi Kasus Di Desa Rejoagung Kecamatan Srono Kabupaten Banyuwangi) SKRIPSI

ANALISIS USAHA DAN NILAI TAMBAH GULA KELAPA. (Studi Kasus Di Desa Rejoagung Kecamatan Srono Kabupaten Banyuwangi) SKRIPSI

JUDUL : ANALISIS USAHA DAN NILAI TAMBAH GULA KELAPA (Studi Kasus di Desa Rejoagung Kecamatan Srono Kabupaten Banyuwangi). Menyatakan bahwa Karya Ilmiah atau Skripsi berjudul “Analisis Usaha Dan Nilai Tambah Gula Kelapa (Studi Kasus di Desa Rejoagung Kecamatan Srono Kabupaten Banyuwangi)” adalah bukan merupakan karya tulis orang lain baik sebagian maupun keseluruhan, kecuali dalam bentuk kutipan yang telah disebutkan sumbernya.

21 Baca lebih lajut

Analisis Nilai Tambah Gula Kelapa dan Strategi Pengembangan pada Agroindustri Kecap Cap “SRK” di Kabupaten Pacitan

Analisis Nilai Tambah Gula Kelapa dan Strategi Pengembangan pada Agroindustri Kecap Cap “SRK” di Kabupaten Pacitan

berkompetisi dengan perusahaan-perusahaan kecap berskala nasional maupun perusahaan lokal di wilayah Kabupaten Pacitan.Perkembangan agroindustri yang masih monoton memerlukan analisis usaha yang nantinya dapat diketahui nilai tambah produk gula kelapa untuk menghasilkan kecap dan penyusunan strategi pengembangan usaha dengan membuat prioritas strategi mana saja yang mungkin untuk dijalankan untuk dapat bersaing di industri kecap yang VHPDNLQ EHUNHPEDQJ $SDELOD VWUDWHJL SHQJHPEDQJDQ LQGXVWUL NHFLO NHFDS FDS ³65.´ GLODNXNDQ dengan tepat maka diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumberdaya dan peluang usaha industri kecap dalam rangka mendukung pembangunan dan peningkatan taraf hidup pengusaha dan para stakeholders lainnya. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian adalah: (1) Mengidentifikasi besarnya nilai tambah gula kelapa dalam menghasilkan produk NHFDS SDGD DJURLQGXVWUL NHFDS FDS ³65.´ 0HQJDQDOLVLV IDNWRU LQWHUQDO GDQ HNVWHUQDO \DQJ PHPSHQJDUXKL SHPDVDUDQ NHFDS FDS ³65.´ 0HQFDUL DOWHUQDWLI VWUDWHJL \DQJ WHSDW VHVXDL dengan kondisi lingkungan usahanya dan menentukan prioritas strategi yang dapat diterapkan GDODP PHPDVDUNDQ NHFDS FDS ³65.´
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Analisis Nilai Tambah Nira Kelapa pada Agroindustri Gula Merah Kelapa (Kasus pada Agroindustri Gula Merah Desa Karangrejo Kecamatan Garum, Blitar)

Analisis Nilai Tambah Nira Kelapa pada Agroindustri Gula Merah Kelapa (Kasus pada Agroindustri Gula Merah Desa Karangrejo Kecamatan Garum, Blitar)

Nilai tambah merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk menambah nilai guna dan bentuk dari suatu komoditas pertanian dalam hal ini nira kelapa melalui proses pengolahan. Analisis nilai tambah agroindustri gula merah kelapa di lokasi penelitian menggunakan metode Hayami. Melalui metode ini, dapat diketahui berapa nilai dari suatu output terhadap satu liter bahan baku utama yang digunakan setelah mengalami pengolahan dengan memperhitungkan biaya bahan baku yang berupa nira kelapa, upah tenaga kerja, input pendukung yang berupa kapur (laru) dan obat gula (Sodium metabisulphite). Selain itu juga dapat diketahui distribusi nilai tambah terhadap tenaga kerja dan balas jasa atau keuntungan bagi pemilik faktor produksi yang dalam hal ini pengusaha agroindustri gula merah kelapa.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

ANALISIS NILAI TAMBAH NIRA KELAPA PADA AGROINDUSTRI GULA MERAH KELAPA (KASUS PADA AGROINDUSTRI GULA MERAH DESA KARANGREJO KECAMATAN GARUM, BLITAR)

ANALISIS NILAI TAMBAH NIRA KELAPA PADA AGROINDUSTRI GULA MERAH KELAPA (KASUS PADA AGROINDUSTRI GULA MERAH DESA KARANGREJO KECAMATAN GARUM, BLITAR)

Nilai tambah merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk menambah nilai guna dan bentuk dari suatu komoditas pertanian dalam hal ini nira kelapa melalui proses pengolahan. Analisis nilai tambah agroindustri gula merah kelapa di lokasi penelitian menggunakan metode Hayami. Melalui metode ini, dapat diketahui berapa nilai dari suatu output terhadap satu liter bahan baku utama yang digunakan setelah mengalami pengolahan dengan memperhitungkan biaya bahan baku yang berupa nira kelapa, upah tenaga kerja, input pendukung yang berupa kapur (laru) dan obat gula (Sodium metabisulphite). Selain itu juga dapat diketahui distribusi nilai tambah terhadap tenaga kerja dan balas jasa atau keuntungan bagi pemilik faktor produksi yang dalam hal ini pengusaha agroindustri gula merah kelapa.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Analisis USAha Agroindustri Gula Kelapa

Analisis USAha Agroindustri Gula Kelapa

Analisis usaha pada industri gula kelapa skala rumah tangga di Kecamatan Langensari sangat penting bagi produsen gula kelapa dalam melaksanakan usahanya guna peningkatan keuntungan serta pengembangan usaha. Dalam kenyataannya, seringkali produsen gula kelapa kurang memperhatikan manajemen usaha berkaitan dengan besarnya biaya, penerimaan, dan pendapatan usaha mereka. Oleh karena itu, diperlukan analisis dari industri gula kelapa skala rumah tangga di Kecamatan Langensari ini sehingga produsen dapat melihat perkembangan dari usahanya. Meskipun para perajin telah terbiasa mengusahakan tersebut, tetapi para perajin tidak mengetahui secara pasti berapa besarnya biaya, penerimaan, pendapatan dan R/C dari agroindustri gula kelapa yang diusahakannya. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis terhadap agroindustri gula kelapa tersebut, sehingga dapat diketahui apakah agroindustri gula kelapa tersebut menguntungkan atau tidak, khususnya di Kecamatan Langensari Kota Banjar.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Analisis USAha Agroindustri Gula Kelapa

Analisis USAha Agroindustri Gula Kelapa

Masyarakat Indonesia mampu bertahan hidup sehat, serta menikmati kehidupannya dari dan dengan kelapa. Begitu banyak anggota masyarakat Indonesia yang berhasil dalam karier hidupnya di masyarakat karena kontribusi kelapa, kopra atau produk lain yang berbasis kelapa. Dalam hal keterlibatannya meningkatkan kualitas fisik manusia, khususnya di bidang kecantikan, kosmetika serta hasil gunanya bagi kehidupan dan kesehatan, tidak ada tanaman yang dapat mengungguli tanaman kelapa. Kelapa merupakan tanaman kehidupan, tanaman yang paling banyak dibudidayakan secara ekstensif dan tumbuh serta dimanfaatkan bagi kehidupan manusia. Tanaman kelapa tumbuh dan dibudidayakan di berbagai negara tropis basah di dunia. Tetapi 94,64 persen produksinya datang berasal dari kawasan Asia- Pasifik. Di kawasan tersebut, Indonesia memiliki luas perkebunan dan produksi kelapa terbesar, diikuti oleh Filipina dan India (Winarno, 2014).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

ANALISIS USAHA DAN NILAI TAMBAH AGROINDU

ANALISIS USAHA DAN NILAI TAMBAH AGROINDU

Aktifitas pengolahan nira pada industri gula semut merupakan salah satu bentuk kegiatan yang mengakibatkan bertambahnya nilai komoditi nira. Besaran nilai tambah tersebut dapat diketahui melalui analisis nilai tambah Metode Hayami. Melalui analisis ini dapat diketahui distribusi nilai tambah terhadap tenaga kerja dan perajin. Analisis nilai tambah pada penelitian ini dimulai dari pengadaan bahan baku nira sampai dengan produk gula semut habis terjual. Dasar perhitungan dalam analisis nilai tambah pada industri gula semut menggunakan per satuan liter dari bahan baku nira sebagai bahan baku utama. harga bahan baku nira pada saat penelitian yaitu Rp. 138,06 per liter.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Analisis USAha Dan Nilai Tambah Agroindustri Tempe

Analisis USAha Dan Nilai Tambah Agroindustri Tempe

digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan mengambil kasus pada perajin tempe di Kelurahan Banjar Kecamatan Banjar Kota Banjar. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Sampling yang digunakan adalah simple random sampling sebanyak 34 orang atau 25 persen dari ukuran populasi sebanyak 135 orang. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa : 1) Rata-rata besarnya biaya agroindustri tempe di Kelurahan Banjar Kecamatan Banjar Kota Banjar dalam satu kali proses produksi adalah sebesar Rp 492.425,58; rata-rata besarnya penerimaan agroindustri tempe di Kelurahan Banjar Kecamatan Banjar Kota Banjar dalam satu kali proses produksi adalah sebesar Rp 703.294,12; rata-rata besarnya pendapatan agroindustri tempe di Kelurahan Banjar Kecamatan Banjar Kota Banjar dalam satu kali proses produksi adalah sebesar Rp 210.868,54 dan rata-rata besarnya R/C agroindustri tempe di Kelurahan Banjar Kecamatan Banjar Kota Banjar adalah sebesar 1,43. 2) Rata-rata besarnya nilai tambah agroindustri tempe di Kelurahan Banjar Kecamatan Banjar Kota Banjar adalah sebesar Rp 5.331,64 per kilogram.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

ANALISIS NILAI TAMBAH NIRA KELAPA (Cocos nucifera) MENJADI GULA MERAH DI KECAMATAN KONGBENG KABUPATEN KUTAI TIMUR

ANALISIS NILAI TAMBAH NIRA KELAPA (Cocos nucifera) MENJADI GULA MERAH DI KECAMATAN KONGBENG KABUPATEN KUTAI TIMUR

(dibimbing oleh Rusmiyati dan Muhamad Yazid Bustomi). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya nilai tambah yang dihasilkan dari pengolahan Nira Kelapa menjadi Gula Merah di Kecamatan Kongbeng. Metode pengambilan data yang digunakan adalah metode wawancara, dengan jumlah 10 responden yang memproduksi gula merah. Hasil penelitian menunjukan bahwa total penerimaan usaha produksi nira kelapa menjadi gula merah adalah Rp. 209.160.000,-/ bulan dengan rata-rata Rp. 20.916.000.-/

15 Baca lebih lajut

Analisis USAha dan Nilai Tambah Agroindustri Gula Semut (Studi Kasus pada Perajin Gula Semut di Desa Sidamulih Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis)

Analisis USAha dan Nilai Tambah Agroindustri Gula Semut (Studi Kasus pada Perajin Gula Semut di Desa Sidamulih Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis)

Aktifitas pengolahan nira pada industri gula semut merupakan salah satu bentuk kegiatan yang mengakibatkan bertambahnya nilai komoditi nira. Besaran nilai tambah tersebut dapat diketahui melalui analisis nilai tambah Metode Hayami. Melalui analisis ini dapat diketahui distribusi nilai tambah terhadap tenaga kerja dan perajin. Analisis nilai tambah pada penelitian ini dimulai dari pengadaan bahan baku nira sampai dengan produk gula semut habis terjual. Dasar perhitungan dalam analisis nilai tambah pada industri gula semut menggunakan per satuan liter dari bahan baku nira sebagai bahan baku utama. harga bahan baku nira pada saat penelitian yaitu Rp. 138,06 per liter.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Analisis Nilai Tambah USAha Pengolahan Gula Aren di Desa Suka Maju Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deli Serdang

Analisis Nilai Tambah USAha Pengolahan Gula Aren di Desa Suka Maju Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deli Serdang

3). Untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi petani di daerah penelitian, peranan pemerintah daerah melalui dinas perkebunan sangat diharapkan untuk melakukan pembinaan kepada petani. Dengan adanya kerja sama antara petani dan pemerintah tersebut, dapat dilakukan upaya antara lain: 1) untuk mengatasi masalah pada pohon aren dapat dilakukan teknik budidaya dan cara memanen yang tepat, 2) untuk kecukupan kayu bakar, perlu penanaman pohon penghasil kayu bakar diantara pohon aren atau usaha penanaman aren diikuti dengan penanaman pohon sebagai sumber kayu bakar, 3) untuk pengolahan gula aren, ada baiknya dilakukan pengolahan secara kolektif (gabungan/bersama) dalam wadah koperasi atau gabungan kelompok tani (Gapoktan) sehingga biaya yang dikeluarkan lebih efisien, dan 4) untuk mengatasi masalah pemasaran dapat dilakukan dengan penguatan kelembagaan melalui pemberdayaan petani/kelompok tani aren dengan mewujudkan sistem pemasaran secara kolektif dalam wadah koperasi atau gabungan kelompok tani (Gapoktan) dan sistem pemasaran melalui pola kemitraan.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

ANALISIS NILAI TAMBAH USAHA AGROINDUSTRI DAN PEMASARAN PRODUK GULA AREN DI KECAMATAN GUNUNGSARI KABUPATEN LOMBOK BARAT ABSTRAK

ANALISIS NILAI TAMBAH USAHA AGROINDUSTRI DAN PEMASARAN PRODUK GULA AREN DI KECAMATAN GUNUNGSARI KABUPATEN LOMBOK BARAT ABSTRAK

dihasilkan Rp 3.213,81 dapat memberikan nilai tambah sebesar Rp 1.156,10/liter bahan baku, dengan rasio nilai tambah sebesar 35,97 persen. Efektifitas dalam penciptaan nilai tambah sebesar 35,97 persen untuk perajin. Artinya setiap penambahan input lain sebesar 1 persen, output akan memperoleh nilai tambah sebesar 35,97 persen. Hal ini dikarenakan nilai tambah ditentukan oleh kemampuan memproduksi gula aren dan harga input disamping faktor-faktor yang telah disebutkan sebelumnya. Adapun presentase distribusi nilai tambah kepada tenaga kerja menunjukan hal yang sebaliknya dengan efektifitas penciptaan nilai tambah yaitu sebesar 27,91 persen. Artinya setiap Rp 1.156,10 nilai tambah membutuhkan pengeluaran sebesar 27,91 persen rasio bagian tenaga kerja. Hal ini menunjukan perimbangan antara besarnya bagian pendapatan tenaga kerja dengan bagian pendapatan perajin gula aren. Jumlah hari kerja yang digunakan disesuaikan dengan banyaknya bahan baku yang diolah selama satu kali proses produksi. Jumlah hari kerja yang digunakan adalah sebanyak 1,01 hari kerja dalam satu kali proses produksi atau 24,24 HKO/bulan.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PROFITABILITAS USAHA PENGOLAHAN DAN NILAI TAMBAH PRODUK MINYAK KELAPA (Studi Kasus: Tiga Usaha Usaha Pengolahan Minyak Kelapa di Kabupaten Ciamis)

PROFITABILITAS USAHA PENGOLAHAN DAN NILAI TAMBAH PRODUK MINYAK KELAPA (Studi Kasus: Tiga Usaha Usaha Pengolahan Minyak Kelapa di Kabupaten Ciamis)

Hasil perhitungan untuk setiap produk yang dihasilkan dari usaha pengolahan minyak kelapa pada penelitian ini menghasilkan nilai titik impas yang kecil. Ini dapat dilihat dari persentase BEP terhadap kondisi aktual produksi dan penjualan yang bernilai kecil berkisar antara 2 persen sampai 10 persen. Hal ini mirip dengan penelitian yang dilakukan oleh Sukiyono et al.(2012) untuk titik impas pada pengrajin gula aren di Kabupaten Rejang Lebong dengan persentase BEP terhadap kondisi aktual adalah 1.73 persen. Titik impas yang kecil ini dapat terjadi karena biaya variabel per unit dan biaya tetapnya sangat kecil dibandingkan dengan harga jual yang diterima oleh pelaku usaha. Hal ini sesuai dengan Mulyadi (2001) yang menyatakan bahwa usaha dengan biaya tetapnya relatif rendah, impasnya akan tercapai pada tingkat volume penjualan yang relatif rendah karena sebagian besar biayanya terdiri dari biaya bahan baku dan tenaga kerja langsung. Usaha pokok manajemen perusahaan yang biaya tetapnya relatif rendah adalah memperbaiki hubungan antara biaya dan harga jual agar titik impas diturunkan, sehingga daerah laba menjadi lebih besar. Usaha menurunkan biaya merupakan hal yang penting dalam perusahaan ini.
Baca lebih lanjut

87 Baca lebih lajut

Profitabilitas Usaha Pengolahan dan Nilai Tambah Produk Minyak Kelapa (Studi Kasus : Tiga Usaha Pengolahan Minyak Kelapa di Kabupaten Ciamis)

Profitabilitas Usaha Pengolahan dan Nilai Tambah Produk Minyak Kelapa (Studi Kasus : Tiga Usaha Pengolahan Minyak Kelapa di Kabupaten Ciamis)

Hasil perhitungan untuk setiap produk yang dihasilkan dari usaha pengolahan minyak kelapa pada penelitian ini menghasilkan nilai titik impas yang kecil. Ini dapat dilihat dari persentase BEP terhadap kondisi aktual produksi dan penjualan yang bernilai kecil berkisar antara 2 persen sampai 10 persen. Hal ini mirip dengan penelitian yang dilakukan oleh Sukiyono et al.(2012) untuk titik impas pada pengrajin gula aren di Kabupaten Rejang Lebong dengan persentase BEP terhadap kondisi aktual adalah 1.73 persen. Titik impas yang kecil ini dapat terjadi karena biaya variabel per unit dan biaya tetapnya sangat kecil dibandingkan dengan harga jual yang diterima oleh pelaku usaha. Hal ini sesuai dengan Mulyadi (2001) yang menyatakan bahwa usaha dengan biaya tetapnya relatif rendah, impasnya akan tercapai pada tingkat volume penjualan yang relatif rendah karena sebagian besar biayanya terdiri dari biaya bahan baku dan tenaga kerja langsung. Usaha pokok manajemen perusahaan yang biaya tetapnya relatif rendah adalah memperbaiki hubungan antara biaya dan harga jual agar titik impas diturunkan, sehingga daerah laba menjadi lebih besar. Usaha menurunkan biaya merupakan hal yang penting dalam perusahaan ini.
Baca lebih lanjut

87 Baca lebih lajut

Analisis Nilai Tambah dan Tingkat Produktivitas Kerja Serta Strategi Pengembangan Home Industry Gula Kelapa di Desa Tembokrejo Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember

Analisis Nilai Tambah dan Tingkat Produktivitas Kerja Serta Strategi Pengembangan Home Industry Gula Kelapa di Desa Tembokrejo Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember

Home industry gula kelapa di Desa Tembokrejo melakukan pengolahan nira menjadi gula kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Nilai tambah pada home industry gula kelapa di Desa Tembokrejo, (2) tingkat produktivitas kerja home industry gula kelapa di Desa Tembokrejo (3) Strategi pengembangan home industry gula kelapa di Desa Tembokrejo. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara sengaja (Purposive Method), yaitu di Desa Tembokrejo Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan analitis, dan metode pengambilan contoh yang digunakan adalah Total Sampling. Metode pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan observasi. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Analisa yang digunakan adalah analisis nilai tambah, analisis produktivitas kerja, analisis SWOT dan QSPM. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Nilai tambah pada home indutry gula kelapa di Desa Tembokrejo adalah Rp 1.637,04/kg. (2) Tingkat produktivitas kerja home industry gula kelapa adalah rendah yaitu sebesar Rp 5.858/jam. (3) Strategi pengembangan home industry gula kelapa berada pada posisi White Area. (4) QSPM diperoleh prioritas strategi home industry gula kelapa dengan nilai Total Attractiveness Score (TAS) sebesar 6,13 yaitu meningkatkan produksi gula kelapa.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

ANALISIS USAHA DAN NILAI TAMBAH DARI USAHA PENGOLAHAN MARNING DAN EMPING JAGUNG DI KABUPATEN GROBOGAN

ANALISIS USAHA DAN NILAI TAMBAH DARI USAHA PENGOLAHAN MARNING DAN EMPING JAGUNG DI KABUPATEN GROBOGAN

Jagung sebagai salah satu komoditas yang potensial untuk diolah menjadi bahan pangan dan bahan baku industri, maka penanganan jagung setelah panen perlu mendapat perhatian. Salah satu upaya untuk meningkatkan nilai tambah komoditas jagung secara vertikal adalah mengembangkan agroindustri pedesaan. Melalui pengembangan agroindustri jagung pedesaan, sebagian nilai tambah usaha yang selama ini dinikmati oleh perusahaan besar dari kegiatan pengolahan hasil akan bergeser kepada petani (Ishaq, 2010). Data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Grobogan menyebutkan bahwa di Kabupaten Grobogan sudah dilakukan penerapan teknologi penanganan panen dan pascapanen jagung, yang berfungsi meningkatkan mutu produk primer jagung, juga merupakan upaya untuk meningkatkan nilai tambah produk primer. Upaya yang dilakukan yaitu pengolahan berbagai bahan produk primer jagung menjadi berbagai olahan makanan, seperti mie jagung, tortilla chips, marning jagung, beras jagung instan, pop corn, dan emping jagung. Usaha olahan jagung ini sebagian sudah dijalankan oleh industri rumah tangga di Kabupaten Grobogan.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Analisis Nilai Tambah Tebu Di Pabrik Gula Sei Semayang PT. Perkebunan Nusantara II

Analisis Nilai Tambah Tebu Di Pabrik Gula Sei Semayang PT. Perkebunan Nusantara II

Dasar pengolahan gula tebu dalam bentuk kristal atau nama umum gula pasir, prinsipnya memisahkan gula sukrosa dari kotoran-kotoran bukan gula dan air yang untuk selanjutnya dilakukan pengkristalan. Pada umumnya proses pengolahan gula secara pabrik digolongkan menjadi beberapa stasiun yang berturut-turut sebagai berikut pertama stasiun penggilingan, kedua stasiun pemurnian, ketiga stasiun penguapan, keempat stasiun kristalisasi, kelima stasiun putaran dan keenam stasiun penyelesaian. Masing-masing stasiun ini mempunyai fungsi dan tugas tersendiri, namun tetap merupakan satu kesatuan yang saling berkaitan sehingga harus dipahami berbagai aspek operasionalnya, termasuk pengendalian dan pengawasan prosesnya (Setyohadi, 2006).
Baca lebih lanjut

93 Baca lebih lajut

Analisis Profitabilitas Usaha dan Nilai Tambah Produk Pada Usaha Keripik Singkong Geprek Di Kabupaten Bogor

Analisis Profitabilitas Usaha dan Nilai Tambah Produk Pada Usaha Keripik Singkong Geprek Di Kabupaten Bogor

Pada Tabel 6 diatas harga komoditi ubi kayu memiliki harga di tingkat petani yang paling rendah diantara tanaman pangan lainnya dari tahun 2010-2014. Dengan adanya kelemahan yang dimiliki singkong maka perlunya pengolahan menjadi produk lebih awet dan bernilai tambah seperti gaplek, tepung tapioka, tapai atau peyeum, keripik singkong, dan lain-lain. Adanya unit pengolahan ubi kayu menjadi keripik singkong memberikan nilai tambah bagi ubi kayu itu sendiri. Dengan adanya proses pengolahan produk tentunya memberikan variasi nilai tambah yang diciptakan. Selain itu pengolahan pada keripik singkong dapat di dilakukan oleh usaha mikro karena penggunaan bahan baku dalam satu kali produksi dapat dilakukan dengan kuantitas bahan baku yang minim, dengan teknolgi yang masih sederhana, dan penggunaan tenaga kerja yang minim sedangkan pada usaha pengolahan ubi kayu lainnya seperti tepung tapioka alat- alat produksi yang digunakan tidak bisa menggunakan alat-alat tradisional/sederhana melainkan harus ada mesin khusus untuk proses pengolahannya, membutuhkan bahan dengan kuantitas bahan baku lebih banyak dalam satu kali proses produksi dan tenaga kerja yang dibutuhkan lebih banyak dibandingkan dengan usaha keripik singkong. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian mengenai besarnya nilai tambah dari pengolahan ubi kayu menjadi keripik singkong. Pengolahan memiliki tujuan untuk menghasilkan output yang sesuai dengan keinginan konsumen. Nilai tambah menyatakan pertambahan nilai suatu komoditas karena adanya input fungsional yang diberlakukan pada komoditi yang bersangkutan, besarnya nilai tambah dipengaruhi oleh besarnya harga input, biaya produksi, teknik produksi, dan harga output (Hayami etal . 1987).
Baca lebih lanjut

79 Baca lebih lajut

Analisis Resiko dan Nilai Tambah Agroindustri Minyak Kelapa di Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo.

Analisis Resiko dan Nilai Tambah Agroindustri Minyak Kelapa di Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo.

iv KATA PENGANTAR Alhamdulillah segala puji bagi Allah SWT atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya kepada penulis sehingga kemudahan dan kelancaran senantiasa mengiringi di setiap langkah penyusunan skripsi ini. Shalawat serta salam tercurahkan kepada Rosulullah SAW, keluarga, dan orang-orang yang mengikuti sampai hari pembalasan. Usaha dan upaya untuk senantiasa melakukan yang terbaik atas setiap kerja menjadikan akhir dari pelaksanaan penelitian yang berwujud dalam bentuk penulisan skripsi dengan judul “Analisis Resiko dan Nilai Tambah Agroindustri Minyak Kelapa di Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo ”. Skripsi ini disusun untuk memenuhi sebagian per syaratan guna memperoleh gelar Sarjana Pertanian di Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...