Top PDF Analisis Total Bakteri Coliform Di Perairan Muara Kali Wiso Jepara

Analisis Total Bakteri Coliform Di Perairan Muara Kali Wiso Jepara

Analisis Total Bakteri Coliform Di Perairan Muara Kali Wiso Jepara

Kali Wiso is the river in the middle of Jepara. This river receives wastes disposal from surrounding across. The waste including domestic waste, market waste, ship waste, and waste from fish market. Based on the inputs of the waste that made the estuary polluted. Polluted waters can be seen from the observation of physical, chemical, and biological. The conditions of the waters which biologically polluted are recognized from the pathogenic bacteria existing in these waters. The indicator of bacteria used, namely coliform bacteria, because of its positive correlation with other pathogenic bacteria. The utilization of these waters is used for the activities of the port, fishing pout, and fishing activities in the waters around Jepara. Therefore, its important to know the density of coliform bacteria so that can be advantageous according to its purpose. The purpose of this study to determine total of coliform bacteria and the existence of Escherichia coli bacteria. This research conducted in March 2016 at Kali Wiso estuary with on the condition of ups and downs with two repetitions. The method used is a survey with purposive sampling technique. Laboratory analysis method used by ISO -01-2332-1991. The density of coliform bacteria in the waters of the Kali Wiso estuary is >110.000 cells/100ml and Escherichia coli bacteria is >110.000 cells/100ml. On the condition of ups and downs density of coliform bacteria and Escherichia coli have the same approximate value, but it does’nt signify that the total of bacteria both are the same. The density of coliform bacteria and Escherichia coli have exceeded the water quality criteria that have been set. The existence of these pathogenic bacteria can contaminate the biota in aquatic. Therefore, this biotics are consumed by humans, it can cause health problem indirectly.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Hubungan Kandungan Bahan Organik Dengan Total Bakteri Di Sedimen Muara Sungai Wiso, Jepara

Hubungan Kandungan Bahan Organik Dengan Total Bakteri Di Sedimen Muara Sungai Wiso, Jepara

Berdasarkan hasil analisis nilai probabilitas diperoleh P = 0,552, nilai probabilitas tersebut lebih besar dibandingkan 0,05 maka H0 diterima dan H1 ditolak ini berarti tidak terdapat perbedaan nyata antara pasang dan surut. Dari hasil yang didapat rata – rata total bakteri tertinggi terlihat pada stasiun dua yaitu rata – ratanya sebesar 5.100.000 cfu/ml. Diduga hal ini disebabkan karena pada stasiun dua banyak terdapat rumah penduduk dan aktivitas kapal – kapal yang bersandar pada badan sungai yang membuang limbahnya ke badan sungai. Sehingga mengakibatkan tingginya populasi total bakteri di sedimen pada area tersebut. Hal ini kemungkinan dipicu karena pertumbuhan bakteri tergantung dari bahan – bahan organik maupun anorganik sebagai sumber energinya, dan terurama berhubungan dengan dekomposisi, zat – zat tepung dan bahan – bahan nitrogen lainnya serta lemak sebagai bahan makanannya (Sutedjo, 1991).Kapal tangkap ikan yang banyak bersandar di sekitar aliran perairan muara pada stasiun dua ini mengakibatkan banyaknya limbah minyak (bahan bakar kapal) di perairan muara sungai wiso Jepara.Menurut Cooper et al. (1990) dalam Suyasa (2011), pada lingkungan yang telah lama tercemar limbah minyak atau lemak serta kolam pengolahan limbah minyak atau lemak dimungkinkan terdapat bakteri pendegradasi minyak atau lemak tersebut secara alamiah.Selain itu, lahan ini disekitar muara pada stasiun dua juga dijadikan kawasan pemukiman bagi warga setempat yang menyebabkan aliran air terkontaminasi limbah domestik dari kegiatan rumah tangga. Hal ini mengakibatkan total bakteri pada stasiun dua lebih banyak dibandingkan total bakteri pada stasiun lainnya. Menurut Gaudy (1980), pada limbah domestik yang berasal dari kegiatan rumah tangga pada umumnya banyak ditemukan mikroorganisme seperti golongan bakteri, jamur, dan virus.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Eksistensi Koprostanol Dan Bakteri Coliform Pada Lingkungan Perairan Sungai, Muara, Dan Pantai Di Jepara Pada Monsun Timur

Eksistensi Koprostanol Dan Bakteri Coliform Pada Lingkungan Perairan Sungai, Muara, Dan Pantai Di Jepara Pada Monsun Timur

Koprostanol sebagai alternatif indikator yang diusulkan, menurut Coakley and Long (1990), harus dapat memenuhi persyaratan : a) mempunyai hubungan yang spesifik dengan sumber tertentu, b) dapat ditentukan secara kuantitatif, dan c) bersifat cukup konservatif. Walker et al. (1982) mendapatkan koprostanol hasil reduksi kolesterol oleh bakteri dan merupakan sterol fekal dominan yaitu 40 – 60 % dari total sterol yang dihasilkan oleh manusia. Menurut Hatcher et al.(1977), keberadaan sterol fekal koprostanol di lingkungan perairan telah menunjukkan bahwa koprostanol merupakan indikator kimia untuk kontaminasi limbah domestik. Untuk itu perlu dilakukan kajian eksistensi koprostanol dan bakteri coliform pada berbagai kondisi lingkungan dengan variasi pencemaran.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Hubungan Total Bakteri Dengan Kandungan Bahan Organik Total Di Muara Kali Wiso, Jepara

Hubungan Total Bakteri Dengan Kandungan Bahan Organik Total Di Muara Kali Wiso, Jepara

Muara merupakan salah satu ekosistem penting yang berada di pesisir. Muara juga termasuk tempat terjadinya siklus dekomposisi unsur-unsur hara dimana terjadi perombakan dari bahan organik menjadi anorganik yang sangat dibutuhkan algae untuk dapat memaksimalkan proses fotosintesis. Menurut Ghufran et al. (2007), bahwa muara atau estuarin merupakan daerah yang kaya akan unsur hara dan jasad renik makanan alami, maka daerah ini merupakan daerah pengasuhan (nursery ground) dan daerah tempat mencari makan (feeding ground ) bagi berbagai jenis biota laut seperti ikan, kerang dan udang. Daerah muara terdapat makanan yang melimpah bagi organisme air akan tetapi predator relatif sedikit. Hal ini dikarenakan muara sungai mempunyai produktifitas yang tinggi dan adanya penambahan zat±zat organik atau aliran nutrien yang berasal dari aliran sungai dan air laut untuk mendukung kehidupan fitoplankton.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Pengaruh Penambahan Jeruk Nipis (Citrus Aurantifolia) dalam Ransum terhadap Total Bakteri Asam Laktat dan Bakteri Coliform pada Saluran Pencernaan Itik Magelang Jantan

Pengaruh Penambahan Jeruk Nipis (Citrus Aurantifolia) dalam Ransum terhadap Total Bakteri Asam Laktat dan Bakteri Coliform pada Saluran Pencernaan Itik Magelang Jantan

Itik merupakan salah satu unggas lokal yang mempunyai potensi sebagai penghasil sumber protein hewani Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan sari jeruk nipis (Citrus aurantifolia) terhadap total bakteri asam laktat dan bakteri coliform pada saluran pencernaan (doudenum, jejenum dan ileum) itik Magelang jantan. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah itik Magelang jantan sebanyak 100 ekor. Bahan penyusun ransum adalah dedak halus, jagung, nasi kering, bungkil kedelai, tepung ikan, premix dan sari jeruk nipis. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah perbedaan penambahan level sari jeruk nipis 0 ml (T1), 1,5 ml (T2), 3 ml (T3), 4,5 ml (T4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan sari jeruk nipis nyata meningkatkan (P<0,05) terhadap total bakteri asam laktat dan menurunkan bakteri coliform pada saluran pencernaan itik Magelang jantan. Nilai rata-rata dari T0, T1, T2 dan T3 untuk total bakteri asam laktat yaitu 816 CFU/ML, 956 CFU/ML, 1090 CFU/ML dan 1646 CFU/ML; total bakteri coliform yaitu 932 x 10 5 MPN/gram, 332 x 10 5 MPN/gram, 210 x 10 5 MPN/gram dan 129 x 10 5 MPN/gram.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Sebaran Kandungan Bahan Organik Total Di Perairan Muara Sungai Porong Kabupaten Sidoarjo

Sebaran Kandungan Bahan Organik Total Di Perairan Muara Sungai Porong Kabupaten Sidoarjo

Perairan muara sungai Porong, Sidoarjo termasuk ke dalam ekosistem pesisir yang banyak dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan ekonomi, seperti industri, pemukiman, pertanian, dan tambak. Kegiatan tersebut akan meningkatkan beban masukan berupa limbah yang masuk ke perairan Muara Sungai Porong. Daerah industri yang terdapat di Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, terutama industri tekstil dan industri kulit memasok limbah yang akan terbawa oleh aliran Sungai Porong hingga sampai ke muara sungai.Limbah cair tekstil berasal dari tumpahan dan air cucian tempat pencelupan larutan kanji dan proses pewarnaan. Zat warna tekstil merupakan gabungan dari senyawa organik tidak jenuh, kromofor dan auksokrom sebagai pengaktif kerja kromofor dan pengikat antara warna dengan serat. Kapas mentah mengandung kotoran seperti lilin kapas, zat-zat lemak, senyawa pectin, protein, debu dan tanah (Manurung, 2004). Sama halnya dengan industri tekstil, industri kulit juga menghasilkan
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENURUNAN BAKTERI TOTAL COLIFORM PADA AIR LIMBAH RUMAH SAKIT TERHADAP PENGARUH LAMA WAKTU PENYINARAN DENGAN SINAR ULTRA VIOLET

PENURUNAN BAKTERI TOTAL COLIFORM PADA AIR LIMBAH RUMAH SAKIT TERHADAP PENGARUH LAMA WAKTU PENYINARAN DENGAN SINAR ULTRA VIOLET

Mahluk hidup di dunia ini tanpa terkecuali sangat menggantungkan hidupnya pada air. Pada manusia, air selain sebagai konsumsi makan dan minum juga diandalkan untuk keperluan pertanian, industri dan lain-lain. Makin bertambahnya jumlah penduduk di dunia ini, dengan sendirinya menambah aktivitas kehidupannya yang mau tidak mau menambah pengotoran atau pencemaran air yang pada hakikatnya dibutuhkan. Air limbah rumah sakit adalah seluruh buangan cair yang berasal dari hasil proses seluruh kegiatan rumah sakit yang meliputi kamar mandi, dapur, laundry , ruang operasi dan laboratorium. Air limbah rumah sakit merupakan salah satu sumber pencemaran air yang sangat potensialberdampakpadalingkungan.Dalam sistem pengolahan air limbah RSKIA Sadewa muncul permasalahan pada kualitas air limbah.Hasil uji limbah cair IPAL RSKIA Sadewa masih fluktuatif melebihi baku mutu limbah cair.Berdasarkanhasilujilaboratorium air limbaholehpihak RSKIA SadewapriodeJanuari 2015 – Maret 2016 menunjukkan parameter Total Coliform masih fluktuatif belum memenuhi baku mutu yang ditetapkan.Perludilakukan kontrol terhadap polusi air untuk mencegah penyebaran penyakit melalui air. Dalam pengolahan air limbah rumah sakit perlu adanya pengendalian kualitas air yaitu dengan cara desinfeksi menggunakan radiasi sinar ultra violet. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh desinfeksi dengan penyinaran lampu ultra violet dan merumuskan masalah pengaruh penyinaran lampu ultraviolet terhadap penurunan kadar Total Coliform air limbah Rumah Sakit.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

BAB IV HASIL PENELITIAN Data diambil dari semua unit penelitian, berupa hasil penghitungan jumlah bakteri Coliform pada medium Kaldu Laktosa (KL), jumlah total bakteri Coliform fecal pada medium Brilliant Green Lactose Bile Broth (BGLBB) dan total koloni

BAB IV HASIL PENELITIAN Data diambil dari semua unit penelitian, berupa hasil penghitungan jumlah bakteri Coliform pada medium Kaldu Laktosa (KL), jumlah total bakteri Coliform fecal pada medium Brilliant Green Lactose Bile Broth (BGLBB) dan total koloni

bakteri Escherichia coli pada medium Mac Concey Agar (MCA)/100 mL sampel air minum isi ulang berbahan baku air tanah. Parameter yang diukur dalam penelitian adalah tabung yang berisi medium, yang menunjukkan reaksi positif berupa gelembung pada dasar tabung Durham, pada medium Kaldu Laktosa (KL) dan medium Brilliant Green Lactose Bile Broth (BGLBB), kemudian menghitung nilai MPN Coliform dengan tabel MPN Coliform serta total koloni bakteri Escherichia coli pada medium Mac Concey Agar (MCA) pada semua unit penelitian.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Sebaran Kandungan Bahan Organik Total di Perairan Muara Sungai Porong Kabupaten Sidoarjo

Sebaran Kandungan Bahan Organik Total di Perairan Muara Sungai Porong Kabupaten Sidoarjo

The estuaries at the Porong, Sidoarjo waters is a part of the coastal ecosystem which is used for many economic activities, such as industry, settlement, agricultural, and embankment. Those activities would potentially increase the burden of the input waste containing organic materials and will be carried away by the River flow to the Porong River estuary. Organic wastes will be distributed in different directions and patterns of distribution that occurs will be affected by the pattern of current. The purpose of this research was to know the distribution of the total content of organic matter at the time of low tide.The research material used in this research were the primary data of total organic matter and current. The secondary data were batimetri Porong River estuary map and currentdata from BMKG. Research method used in this research was descriptive method with 6 stations in 3 depth, and sample wastaken on December 18 th 2013. The analysis of total organic matter used titrimetri methods (SNI 06-6989.22-2004). Then, the data were analyzed used ArcGIS 10program and SMS 8.1.The output were ini spatial distribution and current modeling. Distribution of total organic matter in Porong, Sidoarjo estuary at depth 0,2d were 3.10%-9,78 mg/l, at 0,6d were 6,44%-9,78 mg/l, and at 0,8d were 8.44%-11.11 mg/l. The pattern of total organic matterdistribution leads eastward to the sea followed the current pattern at low tide.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Jumlah Coliform, BAL dan Total Bakteri Usus Halus Ayam Broiler yang Diberi Kunyit (Curcuma domestica)

Jumlah Coliform, BAL dan Total Bakteri Usus Halus Ayam Broiler yang Diberi Kunyit (Curcuma domestica)

Saluran pencernaan merupakan organ yang memiliki fungsi sebagai pencerna pakan serta fungsi imunologis (sebagian besar sel-sel imun diproduksi di usus). Terkait dengan fungsi pencerna pakan, penyerapan nutrisi pakan dapat berlangsung optimal apabila kondisi usus dalam keadaan sehat dan baik. Kesehatan usus salah satunya dipengaruhi oleh populasi mikroba yang ada didalamnya diantaranya yaitu bakteri. Bakteri menguntungkan yang ada di usus halus misalnya bakteri asam laktat (BAL) sedangkan bakteri patogen misalnya bakteri coliform.

7 Baca lebih lajut

Analisis Kualitatif Bakteri Coliform Pada Air Limbah Rumah Sakit

Analisis Kualitatif Bakteri Coliform Pada Air Limbah Rumah Sakit

Dalam metode MPN (Most Probable Number) untuk uji kualitas mikrobiologi air dalam praktikum digunakan kelompok Coliform sebagai indikator. Bakteri indikator adalah bakteri yang keberadaanya dalam pangan menunjukkan bahwa air atau makanan tersebut pernah tercemar oleh manusia. Kelompok Coliform mencakup bakteri yang bersifat aerobik dan anaerobik fakultatif, bakteri gram negatif, dan tidak membentuk spora. Kelompok Coliform fekal mampu menghasilkan gas dalam kaldu E.C dalam waktu 24 jam pada suhu 44.5 ˚C. Metode MPN merupakan uji deretan bung yang menyuburkan pertumbuhan koliform sehingga diperoleh nilai untuk menduga jumlah koliform dalam sampel yang diuji. Jumlah koliform ini bukan penghitungan yang tepat namun merupakan angka yang sebenarnya. Uji ini diawali dengan memasukkan 10 ml cairan dari sampel ke dalam lauryl tryptose broth (Lay, 1994).
Baca lebih lanjut

37 Baca lebih lajut

Distribusi Kandungan Karbon Total Sedimen Dasar Di Perairan Muara Sungai Kaliboyo, Batang

Distribusi Kandungan Karbon Total Sedimen Dasar Di Perairan Muara Sungai Kaliboyo, Batang

Jika dilihat pada Gambar 3, nilai kandungan karbon organik total dalam sedimen semakin ke arah laut semakin turun nilainya. Turunnya nilai kandungan organik total diduga oleh faktor kurangnya suplai bahan organik dari daratan dan pergerakan arus pasang surut yang mempengaruhi pola distribusi dan pasokan material organik yang berasal dari sungai. Pada saat air surut, massa air sungai akan lebih dominan sehingga kandungan material organik dan unsur-unsur hara di muara sungai menjadi lebih tinggi begitu sebaliknya.

7 Baca lebih lajut

Total Bakteri Dan C/n Ratio Dalam Sedimen Sungai Sekembu Jepara Dalam Kaitannya Dengan Pencemaran

Total Bakteri Dan C/n Ratio Dalam Sedimen Sungai Sekembu Jepara Dalam Kaitannya Dengan Pencemaran

Metode pemantauan pencemaran sungai yang digunakan selama ini menggunakan pendekatan pengukuran perubahan mutu air, yang diperoleh dari analisis contoh dari kolom air. Penggunaan parameter mutu air kurang tepat untuk perairan yang bersifat dinamis seperti air sungai, dikarenakan air tersebut dapat berpindah-pindah setiap saat sesuai dengan arah arus, sehingga tidak dapat mencerminkan dengan tepat mutu perairan dimaksud pada waktu dan ruang tertentu. Kelemahan ini dapat diatasi dengan melakukan analisis sedimen yang relatif diam dan tidak bergerak. Dalam hal ini penggunaan sedimen sebagai acuan dianggap lebih tepat, oleh karena sedimen relatif diam tidak bergerak seperti air sungai, sehingga lebih refresentatif dan mewakili keadaan lokasi darimana sedimen tersebut diperoleh. Mengingat adanya beberapa indikator untuk mengetahui tingkat pencemaran pada sedimen yang terjadi maka penelitian ini akan melakukan analisis keadaan total bakteri sedimen dengan konsentrasi c/n ratio sedimen.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Waterfront city development di kawasan sempadan sungai: Studi kasus Sungai Wiso dan Kanal, Jepara

Waterfront city development di kawasan sempadan sungai: Studi kasus Sungai Wiso dan Kanal, Jepara

Tulisan ini bermaksud menganalisis implementasi kebijakan pengelolaan kawasan sempadan sungai di Kabupaten Jepara, serta membingkainya dalam konsepsi waterfront city development. Penelitian ini menggunakan implementasi kebijakan publik dari Merilee Grindle. Menurut Grindle, keberhasilan suatu implementasi kebijakan publik sangat ditentukan oleh derajat dari level implementasi tersebut, yang terdiri dari content of policy dan context of implementation. Content of policy merujuk pada substansi yang terkandung di dalam kebijakan publik, sedangkan context of implementation merupakan representasi dari lingkungan dimana kebijakan publik itu akan berlangsung. Implementasi kebijakan publik ini berhasil dikarenakan policy statement dapat tersampaikan menjadi policy outcome. Metode yang digunakan di dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Studi kasus merupakan metode penelitian terhadap satu kasus yang dilakukan secara intensif dan mendalam.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

PENGARUH LAMA PERENDAMAN DENGAN MENGGUNAKAN LARUTAN DAUN SALAM (Syzygium polyanthum) SEBAGAI PENGAWET TERHADAP TOTAL BAKTERI Coliform DAN E.coli DAGING BROILER

PENGARUH LAMA PERENDAMAN DENGAN MENGGUNAKAN LARUTAN DAUN SALAM (Syzygium polyanthum) SEBAGAI PENGAWET TERHADAP TOTAL BAKTERI Coliform DAN E.coli DAGING BROILER

Pertumbuhan bakteri pada daging dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain suhu, waktu, tersedianya oksigen, dan kadar air daging. Upaya untuk menekan pertumbuhan bakteri agar menambah lama simpan daging broiler adalah preservasi daging. Preservasi daging dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu pengawetan secara fisik, pengawetan secara kimia, dan pengawetan secara biologi. Pengawetan secara fisik misalnya pengeringan, pengeluaran udara, pendinginan, dan pembekuan. Pengawetan secara biologi berupa pengawetan dengan cara fermentasi. Pengawetan secara kimia seperti pengasapan, curing, pengasaman, penggunaan bahan kimia sintetis dan bahan aktif alami yang berasal dari tumbuhan.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Analisis kadar bakteri Coliform pada air sungai di desa Joho kabupaten Kediri

Analisis kadar bakteri Coliform pada air sungai di desa Joho kabupaten Kediri

The Brantas River in Joho Village is the only source of crystal clear water commonly used by residents as a necessity of life. High contamination due to animal and human feces caused the river in Joho Village to be polluted by bacteria. Bacteria commonly found in animal and human feces are Coliform bacteria. So the impact that occurs when Coliform bacteria enter the body is diarrhea. The purpose of this study was conducted to determine the levels and types of Coliform bacteria that exist in the Brantas River, Joho Village based on its macroscopic as well as the suitability of quality standards. This research is an analytical observational study conducted at Sunan Ampel UIN Lab, Surabaya. The independent variables in this study (3 river water points) and the dependent variable (levels of Coliform bacteria). The sample is collected from three spots: upstream, midstream, and downstream using TPC (Total plate count) dan MPN (Most probable number) method then proceed to macroscopic analysis using NA and EMB as the media. The result of TPC shown the highest microbial content is 572 and 516 colonies/ml with TBUD over the limit (300 colonies) in upstream area with anlysis anova score P > 0.05 there is no significant difference from each dilution. In other hand, the highest score of MPN is >1100/100 ml in downstream area. Macroscopic result from TPC test found that the bacterias contained are Aeromonas sp., Bacillus sp., dan Enterobacter sp. while MPN test result found E.coli, Klebsiella sp. and Enterobacter sp.. According to river water quality standards regulation 82/2001, the lowest result of MPN 15/100 ml and considered as a class 1, means it can be consumed raw with requirements. In other hand, the lowest TPC score 42,3 x 10 3
Baca lebih lanjut

73 Baca lebih lajut

Kontaminasi Staphylococcus Aureus dan Bakteri Coliform pada Sushi.

Kontaminasi Staphylococcus Aureus dan Bakteri Coliform pada Sushi.

S. aureus memproduksi sekelompok toksin yang disebut pyrogenic toxic superantigens. Superantigen ini terdiri dari toxic-shock syndrome toxin-1 (TSST- 1) dan staphylococcal enterotoxins (SEs). Enterotoksin yang dihasilkan oleh S. aureus merupakan penyebab utama keracunan makanan. Enterotoksin tersebut dapat menyebabkan gastroenteritis dengan manifestasi klinis berupa muntah dengan atau tanpa diare (Vasconcelos dan Cunha, 2010). Sifat terpenting dari SEs adalah resisten terhadap enzim protease yang ada di saluran pencernaan seperti pepsin dan resisten terhadap panas (heat-stable) (Balaban dan Rasooly, 2000). Apabila makanan yang sudah terkontaminasi oleh S. aureus dimakan dan masuk ke dalam saluran pencernaan, enzim protease yang berfungsi sebagai pemecah protein tidak dapat bekerja melawan SEs karena sifat SEs yang resisten terhadap enzim protease. Walaupun makanan yang dimakan sudah dimasak atau dipanaskan, SEs tidak akan hancur karena sifat SEs yang resisten terhadap panas. Coliform merupakan bakteri yang memiliki habitat normal di usus manusia dan hewan. Penyebaran bakteri Coliform dari manusia ke manusia dapat terjadi melalui jalur fekal oral yaitu dengan cara manusia memakan makanan yang telah terkontaminasi feses manusia maupun feses hewan (Granato et al., 2014). Makanan dapat terkontaminasi oleh Coliform karena perilaku pengolah makanan yang tidak higienis, pencucian peralatan yang tidak bersih, pengolah makanan yang tidak sehat, dan penggunaan air pencuci peralatan yang terkontaminasi Coliform (Mansauda et al., 2014). Jika terdapat bakteri Coliform pada makanan maka hal ini menunjukkan kontaminasi yang bersifat patogen (Granato et al., 2014).
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Shigella 1,68x105 CFUbutir, sedangkan hasil analisis dari sampel isi telur segar diperoleh total bakteri 1,60x104 CFUml, jamur 3,00x102 propagulml, coliform 2,00x10

Shigella 1,68x105 CFUbutir, sedangkan hasil analisis dari sampel isi telur segar diperoleh total bakteri 1,60x104 CFUml, jamur 3,00x102 propagulml, coliform 2,00x10

Abstrak – Penyu sisik (Eretmochelysimbricata) merupakan salah satu jenis penyu yang hidup di perairan Indonesia. Populasi penyu sisik saat ini terus mengalami penurunan. Salah satu faktor penyebabnya adalah keberadaan mikroba pencemar pada telur penyu. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui cemaran mikroba pada telur penyu sisik di Pulau Kelapa Dua. Analisis secara mikrobiologi meliputi total bakteri, jamur, coliform, Enterobacter, dan Salmonella- Shigella dilakukan terhadap sampel telur segar dan telur gagal menetas. Hasil analisis menunjukkan bahwa semua sampel tercemar mikroba yang mempengaruhi daya tetas telur. Sampel cangkang telur segar memiliki total bakteri 9,60x10 5 CFU/butir, jamur 2,35x10 5
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Analisis Kondisi Perairan Ditinjau Dari Konsentrasi Total Suspended Solid (Tss) Dan Sebaran Klorofil-a Di Muara Sungai Lumpur, Sumatera Selatan

Analisis Kondisi Perairan Ditinjau Dari Konsentrasi Total Suspended Solid (Tss) Dan Sebaran Klorofil-a Di Muara Sungai Lumpur, Sumatera Selatan

Wilayah pesisir adalah pertemuan antara darat dan laut, ke arah darat wilayah pesisir meliputi bagian daratan, baik kering maupun terendam air yang masih dipengaruhi sifat-sifat laut seperti pasang surut, angin laut dan perembesan air asin. Perairan Muara Sungai Lumpur sendiri memiliki berbagai resiko yang tinggi terhadap perubahan lingkungan, yang disebabkan oleh aktivitas manusia yang berkontribusi meningkatkan sejumlah zat pencemar bagi perairan. Hal ini didukung dengan pernyataan dari Cahyono (1993) yang menyebutkan bahwa wilayah pesisir merupakan lingkungan yang dinamis, unik dan rentan terhadap perubahan lingkungan. Secara geografis Muara Sungai Lumpur terletak di Kabupaten Ogan Komering Ilir yang merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan yang terletak di antara 104 o trï
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Hubungan Kerapatan Lamun dengan Kelimpahan Bakteri Heterotrof di Perairan Pantai Kartini Kabupaten Jepara

Hubungan Kerapatan Lamun dengan Kelimpahan Bakteri Heterotrof di Perairan Pantai Kartini Kabupaten Jepara

Pembuatan mortar atau menumbuk daun lamun dilakukan untuk mengetahui bakteri yang berasosiasi pada daun lamun. Sampel daun lamun (sumber isolat) sebanyak tiga helai yang diperoleh dari tiga titik sampling pada masing masing stasiun dipotong hingga menjadi 2x3 cm luasannya lalu digerus dengan bantuan air laut diatas mortar keramik steril. Selanjutnya, sampel ditimbang sebanyak 1gr diatas aluminium foil dan dimasukkan ke dalam tabung reaksi I yang berisi 5 ml air laut. Kemudian di vortex hingga homogen selama 2-3 menit. Selanjutnya akan didapatkan tiga hasil mortar untuk lamun pada stasiun dengan kerapatan rendah, sedang, dan tinggi pada satu kali pengulangan setiap minggunya, maka total penelitian ini akan mendapatkan sembilan hasil mortar untuk tiga kali pengulangan pada waktu tiga minggu. Menurut Minassai (2013) untuk mengetahui bakteri yang berasosiasi di daun lamun cara yang digunakan untuk mengkultur bakteri adalah dengan menggerus daun lamun terlebih dahulu lalu diencerkan.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects