Top PDF ANALISIS USAHATANI CABAI MERAH (Capsicum Annum L.)VARIETAS HOT BEAUTY (Studi Kasus di Desa Sukamaju Kecamatan Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis)

ANALISIS USAHATANI CABAI MERAH (Capsicum Annum L.)VARIETAS HOT BEAUTY (Studi Kasus di Desa Sukamaju Kecamatan Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis)

ANALISIS USAHATANI CABAI MERAH (Capsicum Annum L.)VARIETAS HOT BEAUTY (Studi Kasus di Desa Sukamaju Kecamatan Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis)

Pendidikan responden bervariasi antara responden yang menamatkan pendidikan SD (Sekolah Dasar), dan SLTP (Sekolah Lanjutan Tingkat Pertam.Tingkat pendidikan mempengaruhi pada kegiatan seseorang dalam menjalankan usahanya. Selain itu pendidikan yang merupakan salah satu faktor menentukan sikap seseorang dalam mengambil keputusan khususnya dalam hal penanganan pasca panen karena dengan pendidikan baik secara formal maupun non formal seseorang akan bertambah dan semakin tahu dalam hal pengetahuan, kecakapan ataupun keterampilannya. Sebagian besar tamatan Sekolah Dasar (SD) yaitu sebanyak 29 orang (96,67 %) dan tamatan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) 1 orang (3,33 %), tingkat pendidikan petani cabai merah pada umumnya masih tergolong dalam kategori rendah.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

ANALISIS PRODUKTIVITAS USAHATANI CABAI MERAH BESAR (Capsicum annum L.) DI DESA ANDONGSARI KECAMATAN AMBULU KABUPATEN JEMBER

ANALISIS PRODUKTIVITAS USAHATANI CABAI MERAH BESAR (Capsicum annum L.) DI DESA ANDONGSARI KECAMATAN AMBULU KABUPATEN JEMBER

Indonesia merupakan negara agraris, di mana sektor pertanian mempunyai konstribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Sektor pertanian terdiri dari subsektor pertanian tanaman pangan dan hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan laut dan darat, serta kehutanan. Salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi di Indonesia adalah cabai merah besar. Tanaman cabai merah besar tumbuh dengan baik di dataran tinggi maupun dataran rendah, terutama pada saat berbunga tidak tahan terhadap hujan, karena bunga-bunganya akan mudah gugur, serta rentan kerusakan karena perubahan iklim yang ekstrim. Terdapat berbagai spesies cabai merah besar yang telah didomestikasi, namun hanya Capsicum annum L (cabai besar) dan C. frutescens L (cabai rawit) yang memiliki potensi ekonomi.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Analisis Efisiensi Penggunaan Faktor Produksi Usahatani Cabai Merah (Capsicum Annum l.)   ( Studi Kasus : Desa Sukanalu, Kecamatan Barusjahe, Kabupaten Karo)

Analisis Efisiensi Penggunaan Faktor Produksi Usahatani Cabai Merah (Capsicum Annum l.) ( Studi Kasus : Desa Sukanalu, Kecamatan Barusjahe, Kabupaten Karo)

produksi yaitu 1,34 yang berarti skala usahatani berada pada kondisi increasing return to scale. Pada kondisi ini skala usaha pada daerah I, sehingga untuk mengetahui efisiensi ekonomi menggunakan biaya minimum. Usahatani cabai keriting dapat dikatakan efisien secara ekonomis apabila NPMx/Px = 1 atau dengan kata lain produk fisik marginal dengan harga masing-masing faktor produksi sama besar. Dari hasil analisis menunjukkan bahwa rasio perbandingan produk marginal dengan harga dari faktor-faktor produksi yang berupa luas lahan, benih, tenaga kerja, pupuk kandang, pupuk ZA, pupuk SP 36 dan pupuk KCl yang digunakan nilainya tidak sama dengan 1 sehingga menunjukkan bahwa penggunaan faktor-faktor produksi belum optimal.
Baca lebih lanjut

134 Baca lebih lajut

ANALISIS PEMASARAN CABE MERAH (Capsicum annuum L.) VARIETAS HOT BEAUTY | Hoeriyah | JURNAL ILMIAH MAHASISWA AGROINFO GALUH 291 1355 1 PB

ANALISIS PEMASARAN CABE MERAH (Capsicum annuum L.) VARIETAS HOT BEAUTY | Hoeriyah | JURNAL ILMIAH MAHASISWA AGROINFO GALUH 291 1355 1 PB

Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah petani cabe merah di Desa Cibeureum Kecamatan Sukamantri Kabupaten Ciamis. Penarikan sampel untuk petani cabe merah dilakukan dengan menggunakansampel acak sederhana ( simple random sampling ). Simple random sampling adalah teknik penarikan anggota sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu (Sugiyono, 2011).

6 Baca lebih lajut

ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI CABAI MERAH (Capsicum annum L.) (Studi kasus di Dusun Teguhan Desa Mendogo Kecamatan Ngimbang).

ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI CABAI MERAH (Capsicum annum L.) (Studi kasus di Dusun Teguhan Desa Mendogo Kecamatan Ngimbang).

hama ini bisa menurunkan produktivitas tanaman, bahkan pada tingkat tertentu dapat mengakibatkan gagal panen. Berikut ini beberapa jenis hama utama yang sering menyerang tanaman cabai di Indonesia. Hama ulat, ulat yang sering menyerang tanaman cabai diantaranya ulat grayak (Spodoptera litura). Ulat jenis ini memakan daun sampai bolong-bolong sehingga mengganggu kemampuan fotosintesis tanaman. Pada tingkat yang parah ulat grayak memakan habis seluruh daun dan hanya menyisakan tulang-tulang daun. Selain itu ada juga jenis ulat yang menyerang buah cabai, yaitu jenis Helicoverpa sp, dan Spodoptera exigua. Ulat jenis ini membuat lubang pada buah cabai baik yang masih hijau maupun merah. Ulat biasanya menyerang pada malam hari atau saat matahari teduh. Pada siang yang terik, ulat bersembunyi di pangkal tanaman atau berlindung di balik mulsa sehingga ulat-ulat ini bisa lolos dari penyemprotan. Pengendalian teknis: ulat diambil saat malam hari ketika mulai berkeliaran. Pengambilan ulat sebaiknya dilakukan secara menyeluruh dan serempak. Bisa juga dipasang perangkap imago hama. Pencegahannya adalah dengan menjaga kebersihan lahan, siangi gulma pada selasar bedengan, parit atau lubang-lubang mulsa. Pengendalian kimiawi: penyemprotan dilakukan apabila serangan sudah parah. Jenis obat yang digunakan adalah insektisida. Dan penyemprotan sebaiknya dilakukan saat malam hari. Hama tungau, tungau yang biasa
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI TUMPANGSARI CABAI MERAH (Capsicum annum L) DAN BAWANG MERAH (Allium cepa L) DI LAHAN PASIR KABUPATEN BANTUL

ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI TUMPANGSARI CABAI MERAH (Capsicum annum L) DAN BAWANG MERAH (Allium cepa L) DI LAHAN PASIR KABUPATEN BANTUL

Analisis usahatani tumpangsari cabai merah dan bawang merah di lahan pasir Kabupaten Bantul terdapat nilai biaya, penerimaan, pendapatan dan kelayakan usahatani. Usahatani tumpangsari cabai merah dan bawang merah di lahan pasir Kabupaten Bantul terdapat dua biaya, yaitu biaya tetap dan biaya variabel. Biaya tetap yang terdapat pada usahatani tumpangsari cabai merah dan bawang merah di lahan pasir Kabupaten Bantul adalah biaya penyusutan alat dan sumur yang dikeluarkan oleh petani selama satu musim tanam, dan yang dimaksud biaya variabel terdiri dari biaya tenaga kerja luar keluarga, biaya pembelian bahan bakar mesin pompa air, sewa traktor, benih atau bibit, pupuk, dan pestisida yang dikeluarkan oleh patani selama satu musim tanaman. Penerimaan usahatani tumpangsari cabai merah dan bawang merah di lahan pasir Kabupaten Bantul merupakan pendapatan kotor yang diterima oleh petani dari hasil penjualan cabai merah dan bawang merah di lahan pasir Kabupaten Bantul dalam satu musim tanam. Pendapatan usahatani tumpangsari cabai merah dan bawang merah di lahan pasir Kabupaten Bantul merupakan pendapatan bersih atau pendapatan yang didapat oleh petani dari usahatani tumpangsari cabai merah dan bawang merah di lahan pasir Kabupaten Bantul yang sudah dikurang biaya total usahatani yang dikeluarkan. Kelayakan usahatani tumpangsari cabai merah dan bawang merah di lahan pasir Kabupaten Bantul merupakan perbandingan antara penerimaan yang diterima oleh petani dari usahatani tersebut dengan biaya yang dikeluarkan oleh petani untuk usahatani tersebut selama satu musim tanam yang ditunjukan oleh nilai R/C Ratio.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

ENGARUH ETHREL PADA DUA VARIETAS CABAI MERAH BESAR (Capsicum annum L.) TERHADAP PRODUKSI BUAH DAN KUALITAS BENIH

ENGARUH ETHREL PADA DUA VARIETAS CABAI MERAH BESAR (Capsicum annum L.) TERHADAP PRODUKSI BUAH DAN KUALITAS BENIH

Kekosongan produksi cabai pada saat kebutuhan meningkat sebelum musim panen dapat diatasi dengan mempercepat kemasakan buah melalui aplikasi Ethrel. Proses kemasakan buah yang dipercepat dengan penggunaan Ethrel diharapkan juga dapat digunakan untuk mempertahankan viabilitas benih dengan menekan pengaruh cuaca buruk dan hama penyakit di lapang. Kecepatan pemasakan buah akibat aplikasi Ethrel dipengaruhi oleh karakter tanaman. Aplikasi Ethrel pada dua varietas cabai merah besar Hot Beauty dan Gada yang memiliki perbedaan karakteristik tersebut masih perlu pengkajian lebih lanjut terutama terhadap dampak aplikasi tersebut pada proses pemasakan buah yang akan mempengaruhi produksi buah dan kualitas benih.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

ANALISIS PERILAKU HARGA DALAM PEMASARAN CABAI MERAH (CAPSICUM ANNUM L) DI KABUPATEN SRAGEN Skripsi

ANALISIS PERILAKU HARGA DALAM PEMASARAN CABAI MERAH (CAPSICUM ANNUM L) DI KABUPATEN SRAGEN Skripsi

Salah satu usaha pertanian yang ada di Indonesia adalah sayuran, selain dari usaha pertanian padi dan palawija. Pengelolaan usahatani sayuran dapat meningkatkan pendapatan petani dengan skala usaha kecil karena nilai ekonomi sayuran yang besar. Adanya permintaan pasar dalam negeri maupun luar negeri yang terus berkembang memungkinkan untuk memperluas peningkatan produksi sayuran. Hal ini dibuktikan dengan adanya perluasan areal pertanian, peningkatan teknologi dan perlindungan terhadap produksi dalam negeri, dengan begitu maka produksi sayuran dalam negeri bisa diekspor keluar negeri untuk memperluas peningkatkan produksi sayuran (Direktorat Budidaya Tanaman Sayuran, 2007:1).
Baca lebih lanjut

79 Baca lebih lajut

Respons Ketahanan Lima Varietas Cabai merah (Capsicum Annum l.) Terhadap Berbagai Konsentrasi Garam NaCl Melalui Uji Perkecambahan

Respons Ketahanan Lima Varietas Cabai merah (Capsicum Annum l.) Terhadap Berbagai Konsentrasi Garam NaCl Melalui Uji Perkecambahan

Varietas baru dipilih dan dikembangkan dari hasil seleksi terhadap populasi tertentu. Varietas unggul prinsipnya adalah jenis tanaman yang mempunyai sifat- sifat lebih baik daripada jenis- jenis lainnya. Beberapa varietas cabai yang sudah dikenal dan sering dibudidayakan petani adalah sebagai berikut: TM-999, TM-888, Salero, Taro, Kunthi, CTH-07, Hot Beauty, Long Chili, Hero, Rabu, Maraton, Arimbi-513, Cakra Putih (Anonimus, 2000).

40 Baca lebih lajut

AJIAN DAYA HASIL TIGA VARIETAS CABAI MERAH BESAR (Capsicum annum L.) AKIBAT PEMBERIAN JENIS PUPUK

AJIAN DAYA HASIL TIGA VARIETAS CABAI MERAH BESAR (Capsicum annum L.) AKIBAT PEMBERIAN JENIS PUPUK

Pupuk organik dan pupuk anorganik masing-masing mempunyai kelemahan dan kelebihan (Sudartiningsih, 2002). Pupuk anorganik NPK adalah termasuk pupuk majemuk dengan kandungan hara lebih lengkap. Efisiensi pemakaian tenaga kerja pada aplikasi pupuk majemuk juga lebih tinggi dari pada aplikasi pada pupuk tunggal yang harus diberikan dengan cara dicampur. Pupuk NPK 15-15-15 menunjukkan ketersediaan unsur hara yang seimbang. Fungsi pupuk majemuk dengan analisis seperti ini antara lain untuk mempercepat perkembangan bibit, sebagai pupuk pada awal penanaman, dan sebagai pupuk susulan pada saat tanaman memasuki fase generatif, seperti saat berbunga atau berbuah. Pupuk NPK 15-15-15 mempunyai kelemahan cepat hilang akibat pencucian. Kebutuhan tanaman akan unsur N, P, atau K berbeda sehingga dengan menggunakan pupuk dengan kadar hara seimbang dapat menyebabkan tanaman kelebihan atau bahkan kekurangan salah satu unsur dari pupuk majemuk yang diberikan (Novizan, 2002).
Baca lebih lanjut

40 Baca lebih lajut

Profitabilitas USAhatani Cabai Merah (Capsicum Annum L.) Di Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis

Profitabilitas USAhatani Cabai Merah (Capsicum Annum L.) Di Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) Besarnya biaya dan penerimaan pada usahatani cabai merah (2) profitabilitas dan R/C pada usahatani cabai merah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survai dengan mengambil lokasi secara purposif di Desa Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis. Penarikan sampel dalam penelitian ini adalah secara contoh acak kelompok (cluster random sampling). Dari jumlah populasi di sepuluh kelompoktani yang ada di lima desa di Kecamatan Panjalu diambil sebanyak 34 orang responden dari 170 orang yang melakukan usahatani cabai merah atau sebanyak 20 persen dari setiap anggota kelompok tani. Data dari responden ditabulasi dan dianalisis secara deskriptif. Hasil analisis menunjukkan : (1) Besarnya biaya produksi total (TC) pada usahatani cabai merah di Kecamatan Panjalu sebesar Rp 34.718.273,25 per hektar per musim tanam, dengan penerimaan sebesar Rp. 147.699.443,41 per hektar per musim tanam; (2) Besarnya profitabiltas usahatani cabai merah per hektar per musim tanam di Kecamatan Panjalu sebesar Rp. 112.981.170,16 dengan R/C 4,25.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Analisis Biaya, Penerimaan, Pendapatan dan R/c USAhatani Cabe Merah (Capsicum Annum L.) Varietas Hot Beauty (suatu Kasus di Desa Cibeureum Kecamatan Sukamantri Kabupaten Ciamis)

Analisis Biaya, Penerimaan, Pendapatan dan R/c USAhatani Cabe Merah (Capsicum Annum L.) Varietas Hot Beauty (suatu Kasus di Desa Cibeureum Kecamatan Sukamantri Kabupaten Ciamis)

yang mendapat prioritas adalah cabe merah. Cabe merah (Capsicum annum L.) termasuk kondisi hortikultura yang sering dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Tanaman cabe merah termasuk tanaman semusim yang tergolong ke dalam suku Solonaceae. Buah cabe merah sangat digemari karena memiliki rasa pedas dan dapat merangsang selera makan. Selain itu, buah cabe memiliki banyakkandungan gizi dan vitamin, diantaranya kalori, protein, lemak, karbohidrat, kalsium, vitamin A, B1 dan vitamin C (Prayudi, 2010).

8 Baca lebih lajut

ANALISIS BIAYA, PENERIMAAN, PENDAPATAN DAN R/C USAHATANI CABE MERAH (Capsicum annum L.) VARIETAS HOT BEAUTY (Suatu Kasus di Desa Cibeureum Kecamatan Sukamantri Kabupaten Ciamis)

ANALISIS BIAYA, PENERIMAAN, PENDAPATAN DAN R/C USAHATANI CABE MERAH (Capsicum annum L.) VARIETAS HOT BEAUTY (Suatu Kasus di Desa Cibeureum Kecamatan Sukamantri Kabupaten Ciamis)

yang mendapat prioritas adalah cabe merah. Cabe merah (Capsicum annum L.) termasuk kondisi hortikultura yang sering dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Tanaman cabe merah termasuk tanaman semusim yang tergolong ke dalam suku Solonaceae. Buah cabe merah sangat digemari karena memiliki rasa pedas dan dapat merangsang selera makan. Selain itu, buah cabe memiliki banyakkandungan gizi dan vitamin, diantaranya kalori, protein, lemak, karbohidrat, kalsium, vitamin A, B1 dan vitamin C (Prayudi, 2010).

8 Baca lebih lajut

ANALSIS USAHATANI CABAI MERAH KERITING (Capsicum annum L. Var. Longum sendt) DI DESA BANYUDONO KEC. DUKUN KAB. MAGELANG

ANALSIS USAHATANI CABAI MERAH KERITING (Capsicum annum L. Var. Longum sendt) DI DESA BANYUDONO KEC. DUKUN KAB. MAGELANG

Tiada kata yang patut kami ucapkan selain rasa syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan segala taufiq, hidayah serta inayah-Nya kepada kami. Sholawat serta salam semoga senantiasa tetap tercurahkan kepada junjungan nabi besar Muhammad Saw, Sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “ANALISIS USAHATANI CABAI MERAH KERITING (Capsicum annum L. longum sendt) DI DESA BANYUDONO KECAMATAN DUKUN KABUPATEN MAGELANG”.

13 Baca lebih lajut

KAJIAN MORFOLOGIS DAN FISIOLOGIS PERTUMBUHAFASE VEGETATIF TIGA VARIETAS CABAI MERAH BESAR (Capsicum annum L.) AKIBAT PEMBERIAN JENIS PUPUK

KAJIAN MORFOLOGIS DAN FISIOLOGIS PERTUMBUHAFASE VEGETATIF TIGA VARIETAS CABAI MERAH BESAR (Capsicum annum L.) AKIBAT PEMBERIAN JENIS PUPUK

Percobaan ini dilaksanakan di Green House Hortikulutura Fakultas Pertanian Universitas Jember pada bulan Januari sampai April 2005. Percobaan ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial 2 perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama pupuk (P), (P1)Pupuk organik Biorganik (70g/polybag), (P2)Pupuk anorganik NPK 15:15:15 (10g/10 liter air), dan (P3) Campuran pupuk organik dan pupuk anorganik (1 : 1). Faktor kedua varietas (V) V1 = Gada, V2 = Nenggala, V3 = OR – 775. Apabila Uji F menunjukan adanya perbedaan yang nyata dari masing-masing perlakuan maupun interaksinya, maka anilisis dilanjutkan uji beda jarak nyata BNJ 5 %.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Analisis Serangan Virus Gemini pada Cabai Merah (Capsicum annum L.) Berbasis Visual dengan Segmentasi Bayes

Analisis Serangan Virus Gemini pada Cabai Merah (Capsicum annum L.) Berbasis Visual dengan Segmentasi Bayes

Menurut Ahmad (2005) menyatakan bahwa warna ternyata tidak lebih dari sekedar respon psycho-physiological dari manusia untuk intensitas penyinaran yang berbeda. Energi dari cahaya tampak dengan panjang gelombang tertentu ditangkap oleh mata dan diterjemahkan oleh otak sebagai warna. Model pengolahan warna telah banyak dikembangkan oleh para ahli, salah satunya adalah model warna RGB. Model warna RGB menggunakan dasar tiga buah warna pokok yaitu Red (merah), Green (hijau), dan Blue (biru). Suatu citra warna yang disimpan dalam memori 8-bit, setiap pikselnya akan mengandung informasi intensitas tiga buah warna tersebut (R, G, dan B) dengan selang nilai 0 – 255.
Baca lebih lanjut

39 Baca lebih lajut

Pengaruh Iradiasi dan Suhu Terhadap Perubahan Kesegaran Cabai Merah (Capsicum annum L.) Selama Penyimpanan

Pengaruh Iradiasi dan Suhu Terhadap Perubahan Kesegaran Cabai Merah (Capsicum annum L.) Selama Penyimpanan

Analisis kandungan capsaicin dilakukan dengan instrumen High Performance Liquid Chromatography (HPLC) varian 940-LC, jenis kolom yang digunakan C18. Persiapan sampel dilakukan dengan menimbang 5 gram sampel cabai merah, kemudian dihancurkan dengan blender. Sebanyak 2 gram hancuran cabai dimasukkan kedalam labu takar 25 ml, kemudian dilarutkan dengan dengan 20 ml larutan etanol 95% kemudian di tera. Suspensi ini kemudian di ekstraksi dengan meletakkan labu takar dalam waterbath ultrasonic selama 10 menit. Setelah 10 menit, hasil ekstraksi diletakkan dalam ruang gelap selama 24 jam. Sebanyak 10 ml supernatan hasil ekstraksi di saring hingga dua kali, yang pertama di saring dengan kertas saring whatman no.1 dan yang kedua di saring dengan kertas saring millipore 0.45 mµ. Sebanyak 5 mikroliter larutan sampel hasil penyaringan diinjeksikan pada kolom menggunakan larutan elusi (fase gerak) acetonitril : air dengan kecepatan aliran 1.0 ml/min. Hasil larutan elusi di monitor menggunakan detektor UV vis pada panjang gelombang 254 nm. Konsentrasi capsaicin dinyatakan dalam satuan mikrogram per gram sampel.
Baca lebih lanjut

56 Baca lebih lajut

Pengembangan Model Bisnis Manisan Cabai Merah (Capsicum annum)

Pengembangan Model Bisnis Manisan Cabai Merah (Capsicum annum)

Petani lokal dibutuhkan sebagai patner utama pengembangan bisnis manisan cabai. Pada proses pengembangan profil produk berhasil didapatkan petani cabai di daerah Jawa Barat yang bersedia menjadi supplier bahan baku usaha manisan ini. Apabila petani mengalami kesulitan memasok bahan baku cabai ditemukan alternatif lain yaitu membeli bahan baku di pasar induk Kemang. Di pasar induk ini, perjualanan cabai segar mencapai ratusan ton dalam frekuensi waktu harian. Cabai merah berasal dari hasil panen petani di Sukabumi dan Jawa Tengah. Cabai ini sesuai dengan karakteristik bahan baku manisan. Patner utama lain yang dibutuhkan dalam pengembangan usaha manisan adalah produsen kemasan. Produsen kemasan di daerah Cengkareng Indah bersedia memproduksi kemasan primer manisan yaitu kemasan kombinasi alumunium foil dan PP (poli propilen). Patner utama (key patnership) manisan cabai mengalami perubahan lebih spesifik yaitu petani lokal di daerah Jawa Barat, pasar induk Kemang di Bogor, dan usaha kecil menengah (UKM) kemasan di daerah Cengkareng Indah, Jakarta.
Baca lebih lanjut

51 Baca lebih lajut

UJI PERKECAMBAHAN BEBERAPA VARIETAS BIJI CABAI MERAH (CAPSICUM ANNUUM L.).

UJI PERKECAMBAHAN BEBERAPA VARIETAS BIJI CABAI MERAH (CAPSICUM ANNUUM L.).

Cabai adalah komoditas yang bernilai ekonomi tinggi, dimana nilai jualnya sangat dipengaruhi oleh kualitas buahnya, khususnya penampilan produknya. Komoditas buah cabai banyak ditanam baik di kawasan dataran tinggi, pertengahan, bahkan yang terbanyak di dataran rendah. Pemasaran buah cabai merah cukup baik karena buah cabai merah dapat dijual, baik sebagai buah muda (cabai hijau) maupun tua (cabai merah), baik dalam bentuk segar, bahan industri (giling, kering, tepung), olahan (sambal, variasi bumbu, dan lain-lain), maupun hasil industri (pewarna, bumbu, rempah, dan lain- lain) (Rukmana, 2005).
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects