Top PDF Analogue Electronic Trainer (Operational Amplifier).

Analogue Electronic Trainer (Operational Amplifier).

Analogue Electronic Trainer (Operational Amplifier).

Operational Amplifier (Op-Amp) Trainer has been designed to study the following basic linear amplifier which is inverting amplifier, non-inverting amplifier, summing amplifier, the difference amplifier, and cascade amplifier. The IC 741 used to design the basic circuit of op-amp. The base trainer designed is an open board style. The component was designed as a portable plug in component with its adapter. There have two input voltage which is +/- 15V and +/- 12V. +/- 15V get from the Traco power with high efficiency up to 81%. And +/- 12V get from designed a voltage regulator. In addition the Printed Circuit Board (PCB) in this trainer can be changed to another circuit board which is Bipolar Junction Transistor (BJT) circuit and Field Effect Transistor (FET) circuit. This base trainer design is user friendly for students, lecturers and technicians.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Analogue Electronic Trainer (BJT).

Analogue Electronic Trainer (BJT).

The trainer is a training kit that normally used in the laboratory either at school, college or university. Most of the students assemble their experiment by using certain a trainer such as a common emitter trainer, FET trainer and so on. Unfortunately, each of the trainers is fixed with one design and all the components are mounted in.

24 Baca lebih lajut

Analogue Electronic Trainer Operational Amplifier

Analogue Electronic Trainer Operational Amplifier

Op-amp dinamakan juga dengan penguat diferensial (differential amplifier). Sesuai dengan istilah ini, op-amp adalah komponen IC yang memiliki 2 input tegangan dan 1 output tegangan, dimana tegangan output-nya adalah proporsional terhadap perbedaan tegangan antara kedua inputnya itu. Penguat diferensial seperti yang ditunjukkan pada gambar-1 merupakan rangkaian dasar dari sebuah op-amp.

10 Baca lebih lajut

Optimization Of Power And Gain In MOSFET Multi-Stage Operational Amplifier Using Taguchi’s Approach.

Optimization Of Power And Gain In MOSFET Multi-Stage Operational Amplifier Using Taguchi’s Approach.

Two stage op-amp consists of a cascade of V to I and I to V stages [5]. It is divided into two parts; first stage and two stage as shown in Figure 2.1. The first stage consists of a differential amplifier which is convert the differential input voltages to differential currents. These differential currents are applied to a current-mirror load by replacing the differential voltage [7]. This is known as differential voltage amplifier. The second stage consists of a common-source MOSFET that convert the second stage input voltage to current known as current-sink inverter. This two stage op-amp is so widely used in current technology
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Modul Praktikumcurrent Feedback Operational Amplifier T1 612009002 BAB I

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Modul Praktikumcurrent Feedback Operational Amplifier T1 612009002 BAB I

penggunaan current feedback op-amp banyak digunakan untuk alat-alat yang bekerja pada frekuensi tinggi misalnya current feedback op-amp dengan tipe LT-1227 biasa digunakan sebagai Video amplifier, cable driver, RGB amplifier dan lain-lain.[2] selain itu current feedback op-amp dengan tipe AD-8001 biasa digunakan pada video line driver, professional camera, Rf receiver dan lain-lain [3].

3 Baca lebih lajut

TRAINER PEMANCAR DAN PENERIMA FM SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SISTEM TELEKOMUNIKASI.

TRAINER PEMANCAR DAN PENERIMA FM SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SISTEM TELEKOMUNIKASI.

Perancangan trainer pemancar dan penerima FM sebagai media pembelajaran sistem telekomunikasi ini melewati beberapa tahap, yaitu (1) Analisis kebutuhan, (2) Implementasi kebutuhan, (3) Perancangan sistem, (4) Langkah kerja, (5) Alat uji, (6) Penjadwalan, (7) Biaya, (8) Proses, dan (9) Pengujian. Rancang bangun trainer pemancar dan penerima FM sebagai media pembelajaran sistem telekomunikasi dibangu dari 2 bagian terpisah, yaitu trainer pemancar FM dan trainer penerima FM. Trainer pemancar FM dibangun dari rangkaian stereo pre-amplifier, rangkaiajn stereo encoder, rangkaian voltage controlled oscillator (VCO) dari tuner FM, rangkaian buffer, rangkaian hight power amplifier, rangkaian filter peredam harmonik, media transmisi berupa kabel koaksial, antena slim-jim. Trainer penerima FM dibangun dari rangkaian penala, rangkaian IC LA1260, rangkaian audio frequency amplifier (AF amplifer), rangkaian demodulator stereo berupa IC LA3361, rangkaian mono tone control, rangkaian OCL150watt mono.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

BAB I DAN OP AMP

BAB I DAN OP AMP

Keuntungan dari penggunaan Op Amp adalah karena komponen ini memiliki penguatan (A) yang sangat besar, Impedansi input yang besar, (Zin) dan Impedansi Output yang kecil (Zout). Selain dari itu, kemampuan interval frekuensi dari komponen ini sangat lebar. Penggunaan dari Op-amp meliputi: amplifier atau penguat biasa (non-Inverting Amplifier), Inverting Amplifier, komputer analog (operasi jumlah, kurang, integrasi, dan diferensiasi), dll.

21 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Modul Praktikumcurrent Feedback Operational Amplifier T1 612009002 BAB IV

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Modul Praktikumcurrent Feedback Operational Amplifier T1 612009002 BAB IV

respon frekuensi penguat penjumlah R1=100k, R2=100k,R3=200k FrekuensiHz 1k 1M 10M VoVpp 6,4 3,8 2 Dengan menggunakan R1=R2=R3=1kΩ diinginkan inputan sebesar 2Vpp ditambahkan dengan 2v[r]

65 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Modul Praktikumcurrent Feedback Operational Amplifier T1 612009002 BAB II

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Modul Praktikumcurrent Feedback Operational Amplifier T1 612009002 BAB II

9 berlaku pada gambar 2.5 Sehingga persamaan yang berlaku pada penggunaan CFA sebagai penguat non-inverting adalah sebagai berikut: Karena nilai impedansi output pada buffer input me[r]

8 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN TRAINER AUDIO POWER AMPLIFIER OCL DILENGKAPI VU METER DAN PROTEKTOR SPEAKER UNTUK MATA PELAJARAN PEREKAYASAAN SISTEM AUDIO DI SMK NEGERI 1 MAGELANG.

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN TRAINER AUDIO POWER AMPLIFIER OCL DILENGKAPI VU METER DAN PROTEKTOR SPEAKER UNTUK MATA PELAJARAN PEREKAYASAAN SISTEM AUDIO DI SMK NEGERI 1 MAGELANG.

Power amplifier OCL memiliki respon frekuensi yang lebar, sehingga hampir semua range frekuensi audio dapat diproses dengan baik. Salah satu ciri power amplifier model ini adalah menggunakan sumber tegangan ganda (+)(-)(gnd). Power amplifier OCL memiliki kelemahan, apabila terjadi short circuit pada bagian penguat akhir power amplifier dapat menyebabkan rusaknya loudspeaker karena lilitan loud speaker teraliri arus listrik DC. Maka perlu untuk menggunakan rangkaian protektor speaker. Berikut adalah contoh rangkaian power amplifier OCL.
Baca lebih lanjut

195 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Modul Praktikumcurrent Feedback Operational Amplifier T1 612009002 BAB V

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Modul Praktikumcurrent Feedback Operational Amplifier T1 612009002 BAB V

Aplikasi CFA sebagai tapis aktif memiliki cara analisa yang sama dengan penggunaan VFA sebagai tapis aktif yang membedakan adalah nilai penguatan yang dihasilkan, dimana pada penggunaan [r]

2 Baca lebih lajut

Piezoelectric Sensing Application Focused On Accelerometer Design.

Piezoelectric Sensing Application Focused On Accelerometer Design.

Accelerometer is an electronic device used to measure the activity of vibration and shock which present in all areas of our daily lives. They may be generated and transmitted by motors, turbines, machine-tools etc. In this project, a low cost accelerometer device is developed for the use of measuring vibration level from vibration sources such as motor engine, machineries with a simple set-up using piezoelectric cantilever. The accelerometer is developed using easily available piezoelectric materials with physical area about a few cm 2 (3cm x 5cm) which can easily mounted in the form of a cantilever. The piezoelectric cantilever was obtained off-the-shelf and tailor made to suit to the application as an accelerometer. The accelerometer was designed to operate at frequency higher than its resonant frequency so that a linear response would be produced. At this said frequency, the voltage output is proportional to the magnitude of the acceleration level (g-level), therefore the level of the vibration from any sources with excitation frequency higher than the piezoelectric cantilever structure natural frequency can be measured. However, at frequency range outside from resonant, the voltage output produced by the piezoelectric accelerometer is small and very difficult to measure accurately due to measurement noise. Therefore, amplifier circuit was developed to amplifier the small signal from the accelerometer before being measured and analyzed.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

gunadarma 21104972 pi filkom

gunadarma 21104972 pi filkom

RANGKAIAN PENYIDIK LOGIKA TTL DENGAN MENGGUNAKAN OPERATIONAL AMPLIFIER KOMPARATOR LM-339 UNTUK TIGA KONDISI MUHAMMAD SOLEH, AQWAM ROSADI KARDIAN, SKom., M Penulisan Ilmiah, Fakultas Il[r]

1 Baca lebih lajut

WA 0812 8214 5265   Belajar Forex Untuk (1)

WA 0812 8214 5265 Belajar Forex Untuk (1)

Tidak ada yang ditutupi - Bahkan Trainer kami akan menunjukkan Accountnya pada saat Training > Konsultasi Seumur Hidup dengan Trainer kami, Trainer kami akan selalu siap untuk Anda, kam[r]

2 Baca lebih lajut

s te 0704606 chapter3

s te 0704606 chapter3

3.1. KOMPONEN DAN ALAT UNTUK MEMBUAT POWER AMPLIFIER Sebelum kita membuat power amplifier kita harus menyiapkan alat dan bahan/komponen yang mau digunakan untuk membuat power amplifier,mengecek alat alat dan bahan/komponen yang belum ada berikut alat dan komponen.

6 Baca lebih lajut

Tutorial Mikrokontroler AVR dan LCD

Tutorial Mikrokontroler AVR dan LCD

Product Kit Trainer Tutorial MCS51 Tutorial AVR Tutorial ARMSTM32 Link Download Software Galery Pelatihan Best Seller Trainer Super MCS51 Trainer Standart MCS51 Trainer Super A[r]

4 Baca lebih lajut

Optimalisasi Pembangkitan Tunable Gelombang Mikro Menggunakan Optical Amplifier pada DFB Laser

Optimalisasi Pembangkitan Tunable Gelombang Mikro Menggunakan Optical Amplifier pada DFB Laser

14,4 16,546 0,383 Tabel data SNR terhadap arus injeksi sebelum dan sesudah menggunakan optical amplifier Arus mA Optical Amplifier Tanpa Optical Amplifier... 64 Lampiran 10 Gamba[r]

15 Baca lebih lajut

Laporan Praktikum Elektronika Dasar II i

Laporan Praktikum Elektronika Dasar II i

Penguat operasional (operational amplifier) mulai digunakan pada tahun 1940-an, ketika sirkuit elektronika dasar dibuat dengan menggunakan tabung vakum untuk melakukan operasi matematika seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, integral, dan turunan. Penguat operasional pada umumnya tersedia dalam bentuk sirkuit terpadu dan yang paling banyak digunakan adalah seri 741. Ada beberapa hal menarik tentang sirkuit internal 741, yaitu transistor masukan terhubung dengan konfigurasi pengikut emiter NPN yang keluarannya terhubung secara langsung kepada sepasang transistor PNP yang terkonfigurasi sebagai penguat basis bersama. Konfigurasi ini memisahkan masukan dan mencegah sinyal umpan balik yang mungkin memiliki efek berbahaya yang bergantung pada frekuensi (Daryanto, 2008:67).
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Modul Praktikumcurrent Feedback Operational Amplifier

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Modul Praktikumcurrent Feedback Operational Amplifier

Prinsip kerja dari CFA (current feedback operational amplifier) jauh berbeda dari op-amp yang biasa digunakan, CFA memanfaatkan arus yang mengalir antara kedua inputan (inverting dan non inverting) dalam melakukan fungsi penguatan, sedangkan VFA (voltage feedback amplifier) memanfaatkan perbedaan nilai tegangan antara kedua inputan. Perbedaan cara kerja antara kedua penguat ini membuat CFA memiliki beberapa keunggulan dibanding dengan VFA diantaranya CFA dapat bekerja pada frekuensi masukan yang sangat tinggi. Persamaan- persamaan yang berlaku pada CFA juga berbeda dengan persamaan- persamaan pada VFA, dimana penggunaan resistor umpan balik negatif pada aplikasi- aplikasi untai yang menggunakan CFA sangat perlu diperhatikan karena adanya factor transimpedansi (Z). penggunaan nilai resistor umpan balik yang besar dapat mempengaruhi nilai penguatan yang dihasilkan oleh CFA, dimana nilai penguatan akan turun dari yang diharapkan, karena adanya pengaruh dari transimpedansi (Z)
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Show all 3231 documents...