Top PDF EFEK ANTIMIKROBA EKSTRAK BIJI JINTAN HITAM (Nigella sativa L) TERHADAP Salmonella typhi

EFEK ANTIMIKROBA EKSTRAK BIJI JINTAN HITAM (Nigella sativa L) TERHADAP Salmonella typhi

EFEK ANTIMIKROBA EKSTRAK BIJI JINTAN HITAM (Nigella sativa L) TERHADAP Salmonella typhi

Dibuat: 2009­11­26 , dengan 3 file(s). Keywords: Ekstrak biji jintan hitam (Nigella sativa L) Salmonella typhi merupakan agen penyebab penyakit demam tifoid yang masih sering dijumpai secara luas di berbagai negara berkembang dan memiliki bentuk infeksi paling serius dibanding genus yang lainnya karena sering menyebabkan komplikasi berupa perdarahan dan perforasi usus. Berdasarkan penelitian terdahulu, biji jintan hitam mengandung zat aktif antimikroba yang terdiri atas volatile oil, triterpene saponin dan flavonoid. Penelitian ini merupakan true
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

EFEK ANTIMIKROBA EKSTRAK JINTAN HITAM (Nigella sativa L.) TERHADAP PERTUMBUHAN Vibrio cholerae

EFEK ANTIMIKROBA EKSTRAK JINTAN HITAM (Nigella sativa L.) TERHADAP PERTUMBUHAN Vibrio cholerae

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Jintan hitam (Nigella sativa) merupakan salah satu tanaman obat yang telah dikenal luas di masyarakat, namun untuk khasiat dan kegunaannya sendiri belum banyak digunakan. Padahal jintan hitam, telah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu. Awalnya tanaman ini tumbuh liar di negara-negara Mediterania, dan dikembangbiakkan di Mesir dan Siria.

22 Baca lebih lajut

UJI EFEK ANTIINFLAMASI EKSTRAK ETANOL DAN EKSTRAK n- HEKSAN BIJI JINTAN HITAM (Nigella sativa L.) TERHADAP MENCIT (Mus musculus).

UJI EFEK ANTIINFLAMASI EKSTRAK ETANOL DAN EKSTRAK n- HEKSAN BIJI JINTAN HITAM (Nigella sativa L.) TERHADAP MENCIT (Mus musculus).

Studies have been conducted testing anti-inflammatory effects of black cumin seed extract to mice with induced by subplantar albumin, wich to determine the effect and the concentration of the seed extract jintan hitam as an anti-inflammatory. This study was done by giving albumin as mediators of inflamatinon in the feet of mice, after which the black cumin seed n-Heksan extract to mice given orally with a dose of 1,2 g/kg BB, 2,4 g/kg BB, and 4,8 g/kg BB and carried out observations began after inducing albumin, up to 120 minutes. Na.diclofenac is used as a comparison at dose of 0,2 mg. Obtained inflammation percentage of black cumin seed n-Heksan extract with dose 1,2 g/kg BB is 17,5%, dose 2,4 g/kg BB is 18,06% and for dose 4,8 g/kg BB is 23,33%. For black cumin seed etanol extract given orally with a same dose of 1,2 g/kg BB, 2,4 g/kg BB, and 4,8 g/kg BB orally and carried out observations began after inducing albumin, up to 120 minutes. Na.diclofenac is used as a comparison at dose of 0,2 mg. Obtained inflammation percentage of black cumin seed etanol extract with dose 1,2 g/kg BB is 20,83%, dose 2,4 g/kg BB is 22,22% and for dose 4,8 g/kg BB is 24,72%.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Uji Efek Knockdown Ekstrak Biji Jintan Hitam (Nigella sativa L.) Terhadap Nyamuk Aedes aegypti Dengan Metode Semprot

Uji Efek Knockdown Ekstrak Biji Jintan Hitam (Nigella sativa L.) Terhadap Nyamuk Aedes aegypti Dengan Metode Semprot

KATA PENGANTAR Assalamualaikum Wr.Wb Segala puji dan syukur kehadirat Allah SWT, karena hanya atas rahmat dan karunia-Nya lah kami dapat menyelesaikan Tugas Akhir yang berjudul “Uji Efek Knockdown Ekstrak Jintan Hitam (Nigella sativa Linn) terhadap Nyamuk Aedes aegypti dengan Metode Semprot” . Latar belakang kami mengambil judul tersebut untuk mencari alternatif insektisida alami yakni ekstrak biji jintan hitam yang mempunyai efek insektisida. Selain itu Aedes aegypti merupakan vektor utama dari penyakit parasit seperti demam berdarah dan penyakit kuning yang insidennya menduduki peringkat pertama di Asia Tenggara.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Kajian aktivitas antimikroba ekstrak jintan hitam (Nigella sativa L.) terhadap bakteri patogen dan perusak pangan.

Kajian aktivitas antimikroba ekstrak jintan hitam (Nigella sativa L.) terhadap bakteri patogen dan perusak pangan.

Tahapan penelitian ini meliputi penelitian pendahuluan dan penelitian lanjutan. Tahapan penelitian pendahuluan mencakup persiapan kultur mikroba, ekstraksi tunggal biji jintan hitam dengan metode refluks menggunakan air dan etanol, serta penyulingan minyak atsiri. Penelitian lanjutan mencakup ekstraksi bertingkat pada ampas penyulingan minyak atsiri jintan hitam, dengan metode refluks menggunakan beberapa pelarut organik dengan polaritas yang berbeda, yaitu heksan, etil asetat dan metanol secara berurutan. Dari keseluruhan proses ekstraksi akan diperoleh ekstrak air, ekstrak etanol, minyak atsiri, ekstrak heksan, ekstrak etil asetat, dan ekstrak metanol. Efektivitas senyawa antimikroba dari masing-masing ekstrak jintan hitam diuji menggunakan metode difusi agar. Pada minyak atsiri, ekstrak etanol, ekstrak etil asetat, dan ekstrak metanol selanjutnya dilakukan pengujian nilai Minimum Inhibitory Concentration (MIC) terhadap satu jenis bakteri. Selain itu, dilakukan juga identifikasi kualitatif komponen fitokimia terhadap ekstrak yang menunjukkan aktivitas antimikroba yang baik, yaitu minyak atsiri, ekstrak etanol, dan ekstrak etil asetat jintan hitam.
Baca lebih lanjut

183 Baca lebih lajut

Efek Knockdown Ekstrak Biji Jintan Hitam (Nigella sativa L.) Sebagai Insektisida Terhadap Lalat Rumah (Musca domestica) Dengan Metode Semprot.

Efek Knockdown Ekstrak Biji Jintan Hitam (Nigella sativa L.) Sebagai Insektisida Terhadap Lalat Rumah (Musca domestica) Dengan Metode Semprot.

Segala puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena hanya atas rahmat dan karunia-Nya lah kami dapat menyelesaikan Tugas Akhir yang berjudul “ Efek [r]

23 Baca lebih lajut

Aktivitas Antimikroba Ekstrak Air Teh Hitam (Camelia Sinensis) Terhadap Salmonella typhi.

Aktivitas Antimikroba Ekstrak Air Teh Hitam (Camelia Sinensis) Terhadap Salmonella typhi.

Typhoid fever is a major health problem in developing countries such as Indonesia, especially in urban areas, the disease causing many problems. Chloramfenicol is a common drug which used to cure typhoid fever. However, chloramfenicol possess undesirable adverse reactions, therefore we tried to find out the alternative medicine from herbal plant such as tea. The usage of tea as a herbal medicine had long been known by Indonesian people. Tea’s leaves contains flavonoid substance that is cathecin which has antimicrobial activities. The purpose of this research is to determine whether Water Extract of Black Tea has antimicrobial activities against Salmonella typhi.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

EFEK ANTIMIKROBA EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava L) TERHADAP Salmonella typhi SECARA IN VITRO

EFEK ANTIMIKROBA EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava L) TERHADAP Salmonella typhi SECARA IN VITRO

KATA PENGANTAR Assalamualaikum Wr.Wb Segala puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena hanya atas rahmat dan karunia-Nya lah kami dapat menyelesaikan Tugas Akhir yang berjudul “Efek Antimikroba Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L) Terhadap Salmonella typhi Secara IN VITRO ” . Latar belakang kami mengambil judul tersebut adalah semakin maraknya penggunaan obat tradisional, salah satunya adalah daun jambu biji, yang memiliki efek samping minimal dan dikenal khasiatnya sebagai zat antimikroba. Selain itu penyakit tifoid yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi merupakan salah satu masalah kesehatan yang ditemukan di seluruh dunia terutama pada negara berkembang.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

EFEK ANTIMIKROBA EKSTRAK DAUN LAVENDER (Lavandula angustifolia) TERHADAP BAKTERI Salmonella typhi

EFEK ANTIMIKROBA EKSTRAK DAUN LAVENDER (Lavandula angustifolia) TERHADAP BAKTERI Salmonella typhi

Latar Belakang: Salmonella typhi adalah bakteri gram negatif yang termasuk genus Salmonella, yang merupakan agen penyebab demam tifoid dan memiliki bentuk infeksi paling serius dibanding genus yang lainnya karena sering menyebabkan komplikasi berupa perdarahan dan perforasi usus. Daun lavender memiliki efek antimikroba karena mengandung borneol, 1,8 cineole dan camphor.

20 Baca lebih lajut

EFEK ANTIMIKROBA EKSTRAK BATANG KAYU MANIS (Cinnamomun burmanni) TERHADAP Salmonella typhi

EFEK ANTIMIKROBA EKSTRAK BATANG KAYU MANIS (Cinnamomun burmanni) TERHADAP Salmonella typhi

Dibuat: 2009­05­18 , dengan 3 file(s). Keywords: Efek antimikroba, Ekstrak batang kayu manis, Salmonella typhi, KBM (Kadar Bunuh Minimum). Salmonella typhi merupakan organisme enteropatogenik penyebab demam tifoid yang masih menjadi problem epidemologik di seluruh dunia. Pilihan utama antibiotik yang digunakan untuk Salmonella typhi adalah kloramfenikol. Dari beberapa penelitian tentang pola resistensi

1 Baca lebih lajut

UJI EFEK EKSTRAK BIJI PEPAYA (Carica papaya L) JENIS SOLO SEBAGAI ANTIMIKROBA TERHADAP Salmonella typhi SECARA IN VITRO

UJI EFEK EKSTRAK BIJI PEPAYA (Carica papaya L) JENIS SOLO SEBAGAI ANTIMIKROBA TERHADAP Salmonella typhi SECARA IN VITRO

3 Sampai saat ini masih dianut trilogi penatalaksanaan demam tifoid yaitu istirahat, perawatan, diet, terapi penunjang serta pemberian antimikroba. Hasil penelitian di RSUD Ulin Banjarmasin menunjukkan antibiotik golongan Ciprofloxacin, Cefixime dan Azitromisin masih tergolong sensitif untuk kuman Salmonella typhi sebesar lebih dari 70%, antibiotik Kotrimoksasol, Asam nalidiksat tergolong sensitif menengah dengan senitifitas lebih dari 60%, sedangkan antibiotik golongan Ampisilin, Amokisislin dan Kloramfenikol sudah resisten (Hartoyo, 2006). Adanya kenyataan bahwa tingkat kebutuhan masyarakat terhadap pengobatan semakin meningkat. Sementara taraf kehidupan sebagian masyarakat kita masih banyak yang kemampuannya pas-pasan. Maka dari itu, gerakan kembali ke alam (back to nature) yakni pengobatan tradisional yang ekonomis merupakan solusi yang baik untuk menanggulangi masalah tersebut (Hudiansyah, 2013).
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

EFEK ANTIMIKROBA EKSTRAK DAUN SALAM (Eugenia polyantha Wight) TERHADAP Salmonella Typhi IN VITRO

EFEK ANTIMIKROBA EKSTRAK DAUN SALAM (Eugenia polyantha Wight) TERHADAP Salmonella Typhi IN VITRO

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Salmonella typhi adalah strain bakteri yang menyebabkan terjadinya demam tifoid. Penyakit ini merupakan penyakit infeksi serius serta merupakan penyakit endemis yang menjadi masalah kesehatan global termasuk di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara seperti Malaysia dan Thailand.

21 Baca lebih lajut

HASIL PENELITIAN. EFEK ANTIMIKROBA EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava L) TERHADAP Salmonella typhi SECARA IN VITRO OLEH: ADITYA HUDIANSYAH

HASIL PENELITIAN. EFEK ANTIMIKROBA EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava L) TERHADAP Salmonella typhi SECARA IN VITRO OLEH: ADITYA HUDIANSYAH

Segala puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena hanya atas rahmat dan karunia-Nya lah kami dapat menyelesaikan Tugas Akhir yang berjudul “Efek Antimikroba Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L) Terhadap Salmonella typhi Secara IN VITRO”. Latar belakang kami mengambil judul tersebut adalah semakin maraknya penggunaan obat tradisional, salah satunya adalah daun jambu biji, yang memiliki efek samping minimal dan dikenal khasiatnya sebagai zat antimikroba. Selain itu penyakit tifoid yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi merupakan salah satu masalah kesehatan yang ditemukan di seluruh dunia terutama pada negara berkembang. Oleh karena itu, kami ingin menguji efek antimikroba ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava L) yang diuji pada bakteri Salmonella typhi.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

UJI EFEK ANTIMIKROBA EKSTRAK DAUN KETAPANG (Terminalia catappa L.) TERHADAP Salmonella typhi SECARA IN VITRO

UJI EFEK ANTIMIKROBA EKSTRAK DAUN KETAPANG (Terminalia catappa L.) TERHADAP Salmonella typhi SECARA IN VITRO

KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum wa rahmatulllahi wa barakaatuhu Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala, salawat dan salam semoga selalu tercurahkan untuk Nabi Muhammad Shollallohu‘alaihi wa sallam, untuk keluarga, para sahabat, dan semua pengikutnya hingga akhir zaman kelak. Alhamdulillah pen ulis dapat menyelesaikan penelitian yang berjudul “Uji Efek Antimikroba Ekstrak Daun Ketapang (Terminalia catappa L.) Terhadap Salmonella typhi Secara In Vitro”. Penulisan penelitian ini dilakukan dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk mencapai gelar Sarjana Kedokteran Jurusan Pendidikan Dokter pada Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang.
Baca lebih lanjut

46 Baca lebih lajut

Efek Ekstrak Biji Jintan Hitam (Nigella sativa) terhadap Jumlah Spermatozoa Mencit yang Diinduksi Gentamisin.

Efek Ekstrak Biji Jintan Hitam (Nigella sativa) terhadap Jumlah Spermatozoa Mencit yang Diinduksi Gentamisin.

Infertilitas merupakan salah satu hal yang kerap dibicarakan dan banyak terjadi di masyarakat. Menurut WHO, definisi dari infertilitas adalah gangguan reproduksi dimana tidak terjadi kehamilan setelah 12 bulan atau lebih pada pasangan yang aktif berhubungan seksual secara teratur tanpa kontrasepsi. 1 Menurut data dari WHO terdapat sekitar 50-80 juta pasangan mengalami infertilitas di dunia. Pada tahun 2010 didapatkan data insidensi infertilitas sebanyak 48.5 juta dari pasangan suami-istri di seluruh dunia, terutama di negara berkembang. 2-4 Tingkat infertilitas tertinggi terdapat di Benua Asia dan Afrika diantaranya Indonesia, Nepal, Republik Afrika Selatan dengan insidensi masing – masing (4,2% , 9,1% , dan 6,9%) 5 Pria memilliki kontribusi yang cukup besaryaitu sekitar 50% mengenai masalah infertilitas tersebut. 6 Pada pria, sekitar 32,4% infertilitas berkaitan dengan kualitas semen yang kurang baik seperti jumlah sperma yang dihasilkan rendah, morfologi sperma yang abnormal, dan motilitas sperma yang mengalami gangguan. Salah satu faktor penyebab penurunan kualitas semen yang paling utama adalah produksi Reactive Oxygen Species yang berlebihan seperti ion hidroksil, superoksida, hidrogen peroksida, hipoklorit, dan radikal peroksil. Yang menyebabkan stres oksidatif dan menurunkan kualitas sperma. Stres oksidatif dapat disebabkan oleh faktor eksogen dan endogen seperti merokok, efek sinar ultraviolet, dan metabolisme obat seperti antibiotik salah satunya adalah gentamisin. 7-8
Baca lebih lanjut

75 Baca lebih lajut

Efek Antimikroba Ekstrak Etanol Kayu Manis (Cinnamomum burmannii) Terhadap Staphylococcus aureus dan Salmonella typhi Secara In Vitro.

Efek Antimikroba Ekstrak Etanol Kayu Manis (Cinnamomum burmannii) Terhadap Staphylococcus aureus dan Salmonella typhi Secara In Vitro.

bakteri Gram-positif, dan menyusun sekitar 20% dari berat kering sel. O uter membrane (OM) terletak di luar lapisan peptidoglikan yang tipis. Peptidoglikan dan OM dihubungkan oleh lipoprotein Braun ; protein ini secara kovalen terikat pada peptidoglikan dan tertanam dalam OM. Terdapatnya OM adalah salah satu hal yang membedakan Gram- negatif dari bakteri Gram-positif. OM terdiri dari lapisan ganda fosfolipid yang berikatan dengan inner membran oleh lipopolisakarida (LPS). Lapisan peptidoglikan ditutupi oleh OM yang mengandung berbagai protein dan juga LPS. LPS terdiri dari lipid A, inti polisakarida, dan rantai O-side, yang memungkinkan bakteri Gram-negatif lebih tahan terhadap minyak atsiri dan ekstrak alami lainnya dengan aktivitas antimikroba. Larutan hidrofilik mampu melewati OM melalui protein porin yang melimpah yang berfungsi sebagai saluran transmembran hidrofilik, dan ini adalah salah satu alasan bahwa bakteri Gram-negatif relatif resisten terhadap antibiotik hidrofobik dan obat beracun (7). Pemaparan cinnamaldehyde pada bakteri mengakibatkan kerusakan morfologi pada bakteri serta kerusakan membran mengakibatkan lisisnya membran sel dan bocornya sitoplasma (8). Minyak atsiri kayu manis memiliki daya yang paling efektif untuk meningkatkan radiosensitivitas dari Salmonella typhi (9).
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

PENGARUH EKSTRAK DAUN SIRSAK (Annona muricata L) SEBAGAI ANTIMIKROBA TERHADAP BAKTERI SALMONELLA TYPHI

PENGARUH EKSTRAK DAUN SIRSAK (Annona muricata L) SEBAGAI ANTIMIKROBA TERHADAP BAKTERI SALMONELLA TYPHI

1.1. Latar Belakang Pemanfaatan obat tradisional di Indonesia sudah mulai banyak diminati mulai dari kalangan awam hingga kalangan intelek. Sehingga sangat penting dilakukan uji secara ilmiah mengenai kemampuan dari tumbuh-tumbuhan obat tradisional yang sering digunakan dalam pengobatan (Hariana, 2014). Salah satu tumbuhan yang berkhasiat sebagai antibakteri adalah sirsak (A ➶ ➶ ➹➶ ➘ ➴➷➬ ➮➱➘✃ ➘ ❐ ) (Astawan, 2008). Sirsak (A ➶ ➶ ➹➶ ➘ ➴➷➬ ➮ ➱➘✃ ➘ ❐ ) adalah tanaman yang dapat beradaptasi luas di daerah tropis Indonesia, baik pada daerah-daerah dataran rendah maupun dataran tinggi. Hampir semua masyarakat mengetahui buah sirsak (A ➶ ➶ ➹➶ ➘ ➴➷ ➬ ➮ ➱➘✃ ➘ ❐ ), selain rasanya yang manis dan segar ternyata buah ini juga memiliki segudang manfaat terutama untuk kesehatan (Rukmana, 2001). Mulai akar, batang, daun, hingga biji ternyata berkhasiat (Astawan, 2008). Menurut Thomas dalam Hambali, Husain & Alam, 2012, dalam beberapa tahun ini, potensi daun sirsak (A ➶ ➶ ➹➶ ➘
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

Efektivitas ekstrak daun pucuk merah (Syzygium myrtifolium Walp.) sebagai antimikroba terhadap Salmonella typhi

Efektivitas ekstrak daun pucuk merah (Syzygium myrtifolium Walp.) sebagai antimikroba terhadap Salmonella typhi

mengakibatkan tidak kurang dari 128.000 hingga 161.000 kematian di seluruh dunia. Sampai saat ini belum ditemukan adanya vaksin terhadap bakteri Salmonella typhi sehingga antimikroba menjadi terapi satu-satunya untuk penyakit demam typhoid. Maka dari itu diperlukan bahan alternatif sebagai solusi resistensi obat anti mikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek anti mikroba dari ekstrak daun pucuk merah terhadap bakteri Salmonella typhi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan metode difusi cakram dan dilusi tabung untuk menentukan zona hambat, Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM). Penelitian ini menggunakan tujuh perlakuan yakni ekstrak daun pucuk merah dengan konsentrasi 1,25%, 2,5%, 5%, 10%, 20%, kontrol positif (kloramfenikol), dan kontrol negatif (DMSO 1%). Hasil penelitian didapatkan zona hambat terbesar pada konsentrasi 20% dengan rata-rata 11,75 mm. Sedangkan Kadar Bunuh Minimum (KBM) didapatkan pada konsentrasi 5% ekstrak daun pucuk merah. Analisa statistik menunjukan bahwa konsentrasi ekstrak daun pucuk merah berpengaruh secara signifikan pada diameter zona hambat maupun KBM dengan p-value 0,016 dan 0,000. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ekstrak daun pucuk merah memiliki aktifitas antibakteri terhadap
Baca lebih lanjut

114 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...