Top PDF Antonius Rachmat C, S.Kom, M.Cs

Antonius Rachmat C, S.Kom, M.Cs

Antonius Rachmat C, S.Kom, M.Cs

Pembuatan Flowchart ‡ Sebelum pem buat an program ¾ Mem perm udah program m er dalam m enent ukan alur logika program ‡ Sesudah pem buat an program... Flowchart Kelipatan Bilangan.[r]

38 Baca lebih lajut

Antonius Rachmat C, S.Kom, M.Cs

Antonius Rachmat C, S.Kom, M.Cs

Contoh Directory di Linux • "/“ direktori root • /bin perintah binari esensial • /boot file statis dari boot loader • /dev device files • /etc konfigurasi sistem host-specific • /lib[r]

32 Baca lebih lajut

Antonius Rachmat C, S.Kom, M.Cs

Antonius Rachmat C, S.Kom, M.Cs

Copyright © 1997 Alex Chaffee RMI Flow Client Virtual Machine Client Server Virtual Machine Stub Remote Object Skeleton Registry Virtual Machine “Fred” Server 1 2... Copyright[r]

44 Baca lebih lajut

Antonius Rachmat C, S.Kom, M.Cs

Antonius Rachmat C, S.Kom, M.Cs

‡ M e m bu a t clie n t a pplica t ion . Kit a dapat m em buat XML- RPC at au SOAP client sesuai dengan bahasa pem rogram an yang kit a sukai. Jika SOAP client sesuai dengan bahasa pem rogram an yang kit a sukai. Jika service ini m em iliki file WSDL, kit a j uga m em iliki opsi unt uk secara

49 Baca lebih lajut

Proceedings S 5 2015 Edisi  Revisi. Ani Rachmat

Proceedings S 5 2015 Edisi Revisi. Ani Rachmat

The table of contents lists 92 papers presented at the seminar. Of these papers, 5 papers are presented by invited keynote speakers. They are Prof. Aron Repmann, Ph.D. (Trinity Christian College, USA), Prof. Yudha Thianto, Ph.D. (Trinity Christian College, USA), Dr. Priyankoo Sarmah, Ph.D. (Indian Institute of Technology Guwahati, India), Helena I.R. Agustien, Ph.D. (Semarang State University, Indonesia), and Dr. M. Suryadi, M.Hum. (Diponegoro University, Indonesia).

26 Baca lebih lajut

ESTIMATION OF MEASUREMENT UNCERTAINTY IN THE DETERMINATION OF Fe CONTENT IN POWDERED TONIC FOOD DRINK USING GRAPHITE FURNACE ATOMIC ABSORPTION SPECTROMETRY | Budiman | Indonesian Journal of Chemistry 21538 40624 1 PB

ESTIMATION OF MEASUREMENT UNCERTAINTY IN THE DETERMINATION OF Fe CONTENT IN POWDERED TONIC FOOD DRINK USING GRAPHITE FURNACE ATOMIC ABSORPTION SPECTROMETRY | Budiman | Indonesian Journal of Chemistry 21538 40624 1 PB

Ashing step. The crucible was put in the furnace at initial temperature not higher than 100 °C and the temperature of furnace was slowly raised to 450 °C at rate nomore than 50 °C/h. The sample was ashed for at least 8 h or overnight. Then, the crucible was taken out from the furnace and let it cool. The ash was wetted with 1-3 mL water and evaporated on hotplate. The crucible was put back in furnace with temperature set up the same as the first step of ashing above. The procedure was repeated until the sample was completely ashed, ash should be white/grey or slightly colored.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PENGGUNAAN ETIL SELULOSA SEBAGAI MATRIKS TABLET LEPAS LAMBAT TRAMADOL HCL : STUDI EVALUASI SIFAT FISIK DAN PROFIL DISOLUSINYA.

PENGGUNAAN ETIL SELULOSA SEBAGAI MATRIKS TABLET LEPAS LAMBAT TRAMADOL HCL : STUDI EVALUASI SIFAT FISIK DAN PROFIL DISOLUSINYA.

Berdasarkan hukum fick l tentang difusi, Brunner dan Nerrints menghubungkan kecepatan pelarutan dengan koefisien difusi dalam persamaan : Cs C S = Luas permukaan bahan obat yang terdi[r]

20 Baca lebih lajut

INOVASI PELAYANAN MELALUI ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN DITINJAU DARI DIMENSI KUALITAS PELAYANAN PADA USAHA RENTAL SOUND SYSTEM DRAGON 85 - Unika Repository

INOVASI PELAYANAN MELALUI ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN DITINJAU DARI DIMENSI KUALITAS PELAYANAN PADA USAHA RENTAL SOUND SYSTEM DRAGON 85 - Unika Repository

Keterangan: SS = SANGAT SETUJU S = SETUJU CS = CUKUP SETUJU TS = TIDAK SETUJU STS = SANGAT TIDAK SETUJU KEANDALAN X1 No Indikator SS S CS TS STS 1 Menurut pengalaman[r]

41 Baca lebih lajut

MEKANISME CORPORATE GOVERNANCE DALAM PER

MEKANISME CORPORATE GOVERNANCE DALAM PER

S e d a n g k a n n ila i k o e fisie n d a ri h a s il p e n g u jia n te r s e b u t m e n je la s k a n b a h w a a p a b ila v a ria b e l la in d ia n g g a p k o n s ta n , m a k a s e tia p k e n a ik a n s a tu o ra n g k o m is a ris d a la m s u a tu p e r u s a h a a n a k a n m e n u ru n k a n k e m u n g k in a n p e r u s a h a a n te rs e b u t m e n g a la m i te k a n a n k e u a n g a n s e b e s a r .3 9 8 . U n tu k u k u ra n k o m is a ris p e n g u jia n d i a ta s m e n g h a s ilk a n n ila i y a n g s ig n ifik a n d e n g a n ta n d a n e g a tif. H a l ini m e n u n ju k k a n b a h w a d e n g a n s e m a k in b e rta m b a h n y a k o m is a ris d a la m s u a tu p e r u s a h a a n m a k a f u n g si m o n ito rin g te rh a d a p k in e rja d ire k s i a k a n s e m a k in d ija la n k a n a ta u d itin g k a tk a n s e ir in g d e n g a n s e m a k in b a n y a k n y a k o m is a ris y a n g m e la k u k a n p e n g a w a s a n . O le h s e b a b itu , d e n g a n s e m a k in m e n in g k a tn y a fu n g si m o n ito rin g y a n g d ija la n k a n k o m is a r is te rs e b u t m a k a k e m u n g k in a n p e ru s a h a a n m e n g a la m i k e s u lita n k e u a n g a n a k a n s e m a k in m e n g e c il.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Absensi dan M V C

Absensi dan M V C

Gambar 3.13 Halaman Index Pegawai Pengguma dengan tingkatan ini hanya dapat mengakses : - Data Absensi Data Absensi merupakan halaman yang digunakan untuk melihat daftar absensi milik[r]

7 Baca lebih lajut

PENDEKATAN ANTRIAN M M C DALAM PERENCANA

PENDEKATAN ANTRIAN M M C DALAM PERENCANA

Proporsi terbesar dari permasalahan sistem antrian meliputi pengambilan keputusan satu atau kombinasi dari tiga keputusan berikut [2] : Jumlah petugas layanan di fasilitas pelayanan; Efisiensi petugas layanan; Banyaknya fasilitas pelayanan. Ketika permasalahan diformulasikan dalam bentuk model antrian, variabel keputusan biasanya meliputi c (banyaknya petugas layanan),  (laju pelayanan rata-rata), dan  (laju kedatangan rata-rata). Banyaknya fasilitas pelayanan terkait erat dengan  , di mana pada fasilitas pelayanan yang berbeda maka nilai  masing-masing jenis layanan akan berbeda, namun jika diasumsikan semua mempunyai beban kerja yang seimbang antar fasilitas maka nilai  ekuivalen dengan total laju kedatangan ke semua fasilitas dibagi dengan banyaknya fasilitas.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Identifikasi Konsentrasi Sisa Ozon pada Proses Ozonisasi Konvensional dan Advanced Oxidation Process (AOP) Tipe Ozon/H¬2O2 untuk Pengolahan Lindi Dari TPA Aktif

Identifikasi Konsentrasi Sisa Ozon pada Proses Ozonisasi Konvensional dan Advanced Oxidation Process (AOP) Tipe Ozon/H¬2O2 untuk Pengolahan Lindi Dari TPA Aktif

Nilai KLa dapat ditentukan dengan persamaan II.1 berikut ini Reynolds, 1996: Ln {Cs–Co–Cs–Ct} = KLa.t II.I Dimana : KLa = Koefisien transfer total, jam-1 Cs = Konsentrasi gas jenuh, m[r]

11 Baca lebih lajut

DIKTAT MATA KULIAH KOMUNIKASI DATA BAB I

DIKTAT MATA KULIAH KOMUNIKASI DATA BAB I

I st ilah dat a dalam dikt at ini berar t i segala sesuat u yang belum m em ilik i art i bagi si penerim anya. Dalam ilm u kom unikasi dat a, dat a berart i inform asi yang disaj ikan dalam bent uk isyarat digit al biner. Pada dasarnya kom unikasi dat a m erupakan proses pengirim an inform asi di ant ara dua t it ik m enggunakan kode biner m elew at i saluran t ransm isi dan peralat an sw it ching, bisa ant ara kom put er dan kom put er, kom put er dengan t erm inal, at au kom put er dengan peralat an, at au peralat an dengan peralat an.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

1. Lasswell’s Model (Model Lasswell) Teori komunikasi yang dianggap paling awal (1948). Lasswell menyatakan bahwa cara yang terbaik untuk menerangkan proses komunikasi adalah menjawab pertanyaan : Who says in which channel to whom with what effect (Siapa

1. Lasswell’s Model (Model Lasswell) Teori komunikasi yang dianggap paling awal (1948). Lasswell menyatakan bahwa cara yang terbaik untuk menerangkan proses komunikasi adalah menjawab pertanyaan : Who says in which channel to whom with what effect (Siapa

Khusus mengenai istilah Channel yang disingkat C pada rumus S-M-C-R itu yang berarti saluran atau media, komponen tersebut menurut Edward Sappir mengandung dua pengertian, yakni primer dan sekunder. Media sebagai saluran primer adalah lambang, misalnya bahasa, kial (gesture), gambar atau warna, yaitu lambang-lambang yang dieprgunakan khusus dalam komunikasi tatap muka face-to-face communication), sedangkan media sekunder adalah media yang berwujud, baik media massa, misalnya surat kabar, televisi atau radio, maupun media nir-massa, misalnya, surat, telepon atau poster. Jadi, komunikator pada komunikasi tatap muka hanya menggunakan satu media saja, misalnya bahasa, sedangkan pada komunikasi bemedia seorang komunikator, misalnya
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Teknologi Informasi Dan Komunikasi Kelas 8 Eric Kurniawan Antonius Rachmat 2010

Teknologi Informasi Dan Komunikasi Kelas 8 Eric Kurniawan Antonius Rachmat 2010

Pengenalan Teknologi Informasi dan Komunikasi A Pada mulanya jika seseorang ingin menyampaikan atau memberitahukan suatu informasi atau berita dilakukan dengan cara lisan atau dengan d[r]

186 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...