Top PDF Apa dan bagaimana volume dan intensitas berperan dalam latihan olahraga

Materi 4 Pengembangan Ekstrakurikuler Olahraga Sekolah

Materi 4 Pengembangan Ekstrakurikuler Olahraga Sekolah

Tujuan utama pada tahap ini adalah untuk mencapai penampilan prestasi yang optimal. Tujuan utama pada tahap ini adalah untuk mencapai penampilan prestasi yang optimal. Sebelum memasuki kompetisi utama dilakukan pemulihan pendek dengan penurunan volume dan intensitas latihan (unloading) berkisar antara 5 hari sampai satu minggu. Setelah itu diikuti persiapan khusus untuk mencapai puncak prestasi.

7 Baca lebih lajut

EVALUASI PROGRAM LATIHAN TERHADAP TINGKAT KELELAHAN PADA ATLET PELATDA PON SQUASH PUTRI PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2016 -

EVALUASI PROGRAM LATIHAN TERHADAP TINGKAT KELELAHAN PADA ATLET PELATDA PON SQUASH PUTRI PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2016 -

berikan perawatan dengan relaksasi, serta faktor psikologis atlet tentang variasi latihan dengan merubah beban eksternal menjadi beban tubuh. Dalam persiapan khusus yang ke dua intensitas memasuki 80% dan terus meningkat sedangkan volume latihan kurang dari 90% dan terus menurun, hal ini terus terjadi hingga intensitas berada lebih dari 90% dan volume latihan 80%. Tujuan latihanpun juga sama dengan persiapan khusus yang pertama hanya saja pemilihan bentuk latihan yang lebih banyak penambahan variasinya seperti latihan leader driil,aktifitas permainan yang melatih kecepatan, dan daya ledak, dan kekuatan. Ini dilakukan untuk melatih otot-otot secara acak diamana sebelumnya otot sudah mengalami latihan, sehingga otot terbiasa digunakan untuk gerakan-gerakan yang tidak terprediksi dan menghentak secara tiba-tiba. Sama halnya dalam olahraga squash dimana gerakan yang menghentak dan ritme yang berubah dan sulit diprediksi memaksa otot bekerja ekstra pula, apabila otot tidak terbiasa dengan ritme kontraksi yang tiba-tiba akan menyebabkan cidera dan ketidakmampuan otot untuk berkontraksi dan tubuh tidak dapat melakukan tehnik gerakan yang ingin digunakan saat permainan berlangsung.
Baca lebih lanjut

49 Baca lebih lajut

PENGARUH LATIHAN SQUAT JUMP ANTARA VOLUME TETAP INTENSITAS BERUBAH DAN VOLUME BERUBAH INTENSITAS TETAP TERHADAP HASIL MENENDANG LAMBUNG JARAK JAUH PADA SISWA EKSTRAKURIKULER

PENGARUH LATIHAN SQUAT JUMP ANTARA VOLUME TETAP INTENSITAS BERUBAH DAN VOLUME BERUBAH INTENSITAS TETAP TERHADAP HASIL MENENDANG LAMBUNG JARAK JAUH PADA SISWA EKSTRAKURIKULER

Di SMA Negeri 1 Purwareja Klampok, olahraga cukup mendapat perhatian dari para civitas yang ada di sekolah tersebut. Hal ini dapat dilihat dari dimasukannya ekstrakurikuler berbagai cabang olahraga seprti sepakbola, bola voli, sepak takraw, pencak silat dan bola basket ke dalam kurikulum sekolah. Untuk ekstrakurikuler sepakbola itu sendiri termasuk salah satu ekstrakurikuler yang banyak diminati oleh para siswa di SMA negeri 1 Purwareja Klampok, akan tetapi kebijakan sekolah yang mengharuskan siswa kelas XII agar lebih fokus untuk menatap ujian nasional, maka yang boleh mengikuti eksrtrakurikuler hanya siswa kelas X dan XI saja.
Baca lebih lanjut

94 Baca lebih lajut

PENGARUH PENINGKATAN INTENSITAS LATIHAN FUTSAL  TERHADAP VO Pengaruh Peningkatan Intensitas Latihan Futsal Terhadap VO2 Max.

PENGARUH PENINGKATAN INTENSITAS LATIHAN FUTSAL TERHADAP VO Pengaruh Peningkatan Intensitas Latihan Futsal Terhadap VO2 Max.

Dari 20 responden usia 19-22 tahun, secara keseluruhan setelah diberikan perlakuan peningkatan intensitas latihan futsal menunjukkan bahwa klasifikasi baik sebanyak 3 orang, sedangkan untuk klasifikasi cukup sebanyak 10 orang, untuk klasifikasi kurang sebanyak 5 orang dan sangat kurang 2 orang. Secara keseluruhan, semua responden dapat mengikuti penelitian dengan maksimal, namun yang masuk dalam klasifikasi baik hanya 3 orang. Dilihat dari karakteristik ketiga responden tersebut, masing-masing memiliki tingkat kebugaran yang lebih baik dibandingkan yang lain. Kemudian untuk klasifikasi cukup disini paling mendominasi, sedangkan klasifikasi kurang dan sangat kurang sudah mulai mengalami peningkatan yang semula pre-test sejumlah 14 orang setelah diberi latihan futsal secara terprogram post-test mengalami peningkatan sehingga jumlahnya berkurang menjadi 7 orang. Dapat disimpulkan bahwa, untuk meningkatkan Vo 2 Max kategori kronis
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

PENGARUH PENINGKATAN INTENSITAS LATIHAN FUTSAL TERHADAP VO Pengaruh Peningkatan Intensitas Latihan Futsal Terhadap VO2 Max.

PENGARUH PENINGKATAN INTENSITAS LATIHAN FUTSAL TERHADAP VO Pengaruh Peningkatan Intensitas Latihan Futsal Terhadap VO2 Max.

Hasil : Responden sebanyak 20 orang diberikan perlakuan peningkatan intensitas latihan futsal. Penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan dengan frekuensi 3 kali dalam 1 minggu. Sebelum diberikan perlakuan peningkatan intensitas latihan futsal,terlebih dahulu semua responden diukur tingkat VO 2 Max (Pre-test), setelah

17 Baca lebih lajut

T POR 1201584 Chapter5

T POR 1201584 Chapter5

2. Bagi para pelatih untuk mampu merancang program latihan Tabata yang bervariatif karena hal ini penting agar kebutuhan latihan menjadi lebih terjamin dan sasaran latihan menjadi terarah sesuai dengan kebutuhan komponen fisik masing-masing yang diperlukan.

2 Baca lebih lajut

AFIFAH PREYANKA DUMI 22010111130115 Lap.KTI bab2

AFIFAH PREYANKA DUMI 22010111130115 Lap.KTI bab2

Sistem energi anaerobik laktasid juga tidak menggunakan oksigen untuk menghasilkan ATP. Sistem ini melibatkan glikolisis anaerobik, yaitu terjadi pemecahan glukosa untuk membentuk asam laktat. Pasokan ATP untuk tubuh dapat tersedia dengan cepat yang membantu dalam ledakan singkat secara intens dan berlangsung dari sekitar 30-60 detik dan dapat bertahan hingga dua menit. Bila intensitas latihan dipertahankan, terjadi akumulasi asam laktat dalam otot.

22 Baca lebih lajut

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta pembinaan dt aerk

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta pembinaan dt aerk

dapat menggunakan metode Bill Bowerman s Talk Test. Segabai contoh. jika latihan yang dipilih misalnya lari, maka langkah-langkah waktu berlari harus terasa tidak terlalu ringan, tapi juga tidak terasa berat. Selama berlari harus masih bisa berbincang-bincang dengan teman didekatnya. Jika itu bisa dilakukan berarti

45 Baca lebih lajut

(ABSTRAK) PENGARUH LATIHAN SQUAT JUMP ANTARA VOLUME TETAP INTENSITAS BERUBAH DAN VOLUME BERUBAH INTENSITAS TETAP TERHADAP HASIL MENENDANG LAMBUNG JARAK JAUH PADA SISWA EKSTRAKURIKULER SMA NEGERI 1 PURWAREJAKLAMPOK BANJARNEGARA TAHUN 2010.

(ABSTRAK) PENGARUH LATIHAN SQUAT JUMP ANTARA VOLUME TETAP INTENSITAS BERUBAH DAN VOLUME BERUBAH INTENSITAS TETAP TERHADAP HASIL MENENDANG LAMBUNG JARAK JAUH PADA SISWA EKSTRAKURIKULER SMA NEGERI 1 PURWAREJAKLAMPOK BANJARNEGARA TAHUN 2010.

Hasil analisis data diperoleh nilai t-hitung sebesar 2,685. Nilai t-tabel dengan taraf signifikansi 5% dan derajat kebebasan (d.b) 9 sebesar 2,262. Karena t-hitung lebih besar t-tabel atau 2,685 > 2,262, maka ada perbedaan hasil latihan squat jump volume tetap intensitas berubah dan volume berubah intensitas tetap terhadap hasil menendang jarak jauh pada siswa putera yang mengikuti eksrakurikuler sepakbola di SMA Negeri 1 Purwareja Klampok tahun 2010. Uji beda mean kelompok eksperimen lebih besar dari kelompok kontrol atau 39 > 37,3 , maka dapat disimpulkan bahwa latihan squat volume berubah intensitas tetap lebih baik dari metode latihan squat volume tetap intensitas berubah terhadap kemampuan menendang jarak jauh pada siswa putera yang mengikuti eksrakurikuler sepakbola di SMA Negeri 1 Purwareja Klampok tahun 2010.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

201708101426274.1.18.UrusanWajibPemudadanOlahRaga   Final14Maret2016

201708101426274.1.18.UrusanWajibPemudadanOlahRaga Final14Maret2016

2. sarana olahraga yang kurang memadai baik secara kualitas maupun kuantitas. Hal tersebut akibat dari jumlah penduduk yang semakin bertambah dengan ratio sarana olahraga tetap, yaitu sarana olahraga per 10.000 penduduk, maka jumlah sarana olahraga yang ada menjadi tidak signifikan.

8 Baca lebih lajut

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta

kekuatan. Juga, latihan ini dapat digunakan untuk latihan ini dapat digunakan untuk membangun kekuatan melalui perbaikan pada sikap membangun kekuatan melalui perbaikan pada sikap dari struktur tubuh manusia seperti halnya dilakukan dari struktur tubuh manusia seperti halnya dilakukan pada usia muda ( anak

118 Baca lebih lajut

pert 5 komponen komponen latihan

pert 5 komponen komponen latihan

Volume Latihan  Adalah ukuran yang menunjukkan jumlah suatu rangsangan atau pembebanan yang diberikan  Besarnya volume latihan dapat dihitung melalui: 1 lama tidaknya pemberian waktu[r]

17 Baca lebih lajut

mendapatkan kebugaran jasmani dengan latihan beban

mendapatkan kebugaran jasmani dengan latihan beban

5. Latihan bersifat spesifik (khusus) dan individual. Model latihan yang dipilih harus disesuaikan dengan tujuan yang akan dicapai, bersifat khusus dan jangan disamakan antara satu orang dengan yang lain. Misalnya seseorang yang ingin mendapatkan kebugaran jasmani dengan latihan beban maka pilihlah program latihan (physical fitness) yaitu program untuk meningkatkan kebugaran jasmani, sedangkan untuk melatih kekuatan dan daya tahan otot pilihlah latihan beban dengan program (body building). Dan latihan- latihannya pun harus disesuaikan dengan keadaan orangnya, tidak boleh disamakan antara satu orang dengan orang lainya.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

PENGARUH LATIHANPLYOMETRIK LEG PRESS  Pengaruh Latihan Plyometrik Leg Press Training Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Tungkai Dan Tinggi Lompatan Pada Pemain Bola Basket Di SMPN 26 Surakarta.

PENGARUH LATIHANPLYOMETRIK LEG PRESS Pengaruh Latihan Plyometrik Leg Press Training Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Tungkai Dan Tinggi Lompatan Pada Pemain Bola Basket Di SMPN 26 Surakarta.

Hanafi, Suriah. 2010. Efektifitas Latihan Beban dan Latihan Pliometrik dalam Meningkatkan Kekuatan Otot Tungkai dan Kecepatan Reaksi . Jurusan Pendidikan Olahraga Fik Universitas Negeri Makassar Jln. Wijaya Kusuma Raya No.14, Kampus Banta-Bantaeng Kode Pos 90222, Tlp. (0411) 872602. Harsono. 2001. Coaching dan Aspek-aspek Psikologis Dalam Coaching.

12 Baca lebih lajut

cedera bahu perenang dan rehabilitasi

cedera bahu perenang dan rehabilitasi

Setelah istirahat cukup dan dapat rekomendasi dari dokter, proses rehabilitasi dapat diteruskan dengan latihan. Karena latihan merupakan rehabilitasi yang paling cepat dalam proses pemulihan baik itu dengan latihan berenang maupun menggunakan latihan beban, tetapi latihan yang dijalankannya tidak terlalu berat dan dibatasi apabila sudah terasa sakit. Bentuk-bentuk latihannya adalahdengan cara berenang dan latihan beban.

15 Baca lebih lajut

T POR 1201584 Chapter1

T POR 1201584 Chapter1

Sesuai dengan pembahasan di atas, olahraga yang sifatnya akan digunakan sebagai pencapaian sebuah prestasi berkaitan dengan kemampuan dasar yang dimiliki oleh seorang individu, dengan kata lain pencapaian sebuah prestasi dapat diraih secara maksimal manakala kemampuan dasar seorang individu berada pada taraf sangat baik atau excellent . Berbicara mengenai kemampuan dasar tentunya tidak terlepas dari dua mekanisme penyediaan sumber energi oleh tubuh sebagai perangkat pendukung pelaksana terjadinya suatu gerak, yaitu olahdaya anaerobik dan aerobik. Lebih lanjut lagi olahdaya anaerobik dan aerobik nantinya akan berkaitan dengan hal kemampuan anaerobik dan aerobik.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

pertemuan ke 4 pembinaan mental atlet elit

pertemuan ke 4 pembinaan mental atlet elit

Kapan Sebaiknya Atlet Melakukan Latihan Mental  Latihan mental dilakukan sepanjang atlet menjalani latihan olahraga, karena seharusnya latihan mental merupakan bagian yang tidak terp[r]

7 Baca lebih lajut

Pengaruh Program Olahraga Umum (Senam Aerobik) dan Khusus (Body Language dan Senam Aerobik) terhadap Penurunan Berat Badan | Sugiarti | Jurnal Mutiara Medika 1648 4556 1 PB

Pengaruh Program Olahraga Umum (Senam Aerobik) dan Khusus (Body Language dan Senam Aerobik) terhadap Penurunan Berat Badan | Sugiarti | Jurnal Mutiara Medika 1648 4556 1 PB

Hal ini bisa terjadi, mungkin karena responden yang sudah menjalani latihan selama lebih dari 2 bulan sudah merasa bosan dengan latihan yang dijalani, sedangkan pada responden yang latihan kurang dari sama dengan 2 bulan, masih bersemangat untuk menurunkan berat badan dengan diet yang lebih diatur dibandingkan dengan responden yang sudah lebih dari 2 bulan. Sehingga, perlu ditambah variasi latihan ataupun variasi gerakan supaya anggota senam tidak merasa jenuh dengan latihan yang diberikan oleh instruktur. Selain itu, adanya resistensi penurunan berat badan akibat faktor genetik, akumulasi lemak dan massa otot juga mempengaruhi penurunan berat badan. Selanjutnya diharapkan responden tetap mengikuti latihan 3 kali seminggu dengan durasi 60 menit sekali latihan agar tetap mempertahankan berat badan yang telah dicapai.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...