Top PDF BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA BERPIKIR, DAN PROPOSISI

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA BERPIKIR

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA BERPIKIR

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA BERPIKIR A. Kajian Pustaka Margaret Mead melihat keluarga sebagai fondasi paling kokoh yang harus dimiliki oleh sesorang. keluarga memiliki kapasitas sebagai perantara yang dapat membantu setiap anggota keluarga dalam mengatur diri mereka sendiri serta untuk menyiapkan diri untuk masuk ke dalam dunia luar. Parsons berpandangan jika keluarga memiliki dua kapasitas mendasar, yaitu sebagai tempat untuk anak dilahirkan dan sebagai tempat bagi anak-anak untuk mendapatkan sosialisasi pertama mereka. Selanjutnya, keluarga adalah tempat untuk menyesuaikan atau memantapkan karakter kepribadian diri setiap anggotanya (Rustina 2014).
Show more

12 Read more

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN PROPOSISI

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN PROPOSISI

2.3 Kerangka Pemikiran Setiap manusia pasti membutuhkan fashion dan aksesoris untuk memenuhi trend gaya hidup masing, baik dari anak-anak, remaja dan orang dewasa. Dengan melihat pesatnya pertumbuhan bisnis fashion dan aksesoris di Kota Bandung, maka persaingan diantara para pebisnis di bidang fashion dan aksesoris kian menjamur dibutuhkan strategi yang tepat untuk menarik pelanggan. Oleh sebab itu, tidak heran bisnis aksesoris menjadi salah satu usaha yang memiliki prospek cukup baik dan menjanjikan. Hydy Store bukan satu satunya toko aksesoris yang ada di Kota Bandung, akan tetapi usaha yang dijalankan oleh pemilik usaha ini sudah memiliki pelanggan yang setia, selain itu juga ada banyak faktor yang mempengaruhi kegiatan usaha Hydy Store saat ini.
Show more

32 Read more

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA BERPIKIR Pada Bab II ini akan dijabarkan mengenai kajian pustaka dan kerangka berpikir. Kajian pustaka tersebut

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA BERPIKIR Pada Bab II ini akan dijabarkan mengenai kajian pustaka dan kerangka berpikir. Kajian pustaka tersebut

Menurut Searle (dalam Leech, 2011: 164-165) tindak tutur ilokusi didasarkan pada berbagai kriteria dapat dibagi menjadi lima jenis yaitu: 1) asertif, 2) direktif, 3) komisif, 4) ekspresif, 5) deklarasi. Pertama, asertif n terikat pada kebenaran proposisi yang diungkapkan. Kedua, direktif ilokusi ini bertujuan untuk menghasilkan suatu efek berupa tindakan yang dilakukan oleh penutur. Ketiga, komisif n (sedikit banyak) terikat pada suatu tindakan di masa depan. Keempat, ekspresif berfungsi untuk mengungkapkan atau mengutarakan sikap psikologis penutur terhadap keadaan yang tersirat dalam ilokusi. Kemudian yang kelima yaitu, deklarasi mengakibatkan adanya kesesuaian antara isi proposisi dengan realitas.
Show more

28 Read more

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA BERPIKIR

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA BERPIKIR

Berdasarkan pengertian dari konsep dan dasar himpunan, dapat disimpulkan bahwa konsep himpunan adalah segala yang berwujud pengertian-pengertian baru yang bisa timbul seb[r]

7 Read more

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA BERPIKIR

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA BERPIKIR

Berdasarkan hal tersebut, akan dilakukan scoping review untuk memberikan informasi mengenai berbagai macam modul pembelajaran biologi yang telah dikembangkan peneliti dengan tu[r]

7 Read more

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA BERPIKIR

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA BERPIKIR

a) Memantau atau mengecek pengetahuannya dalam menentukan kemungkinan adanya kesalahan dalam penulisan apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan untuk memahami masalah. b)[r]

21 Read more

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA BERPIKIR

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA BERPIKIR

Menurut Al-Maruf (2009: 53) diksi berupa kata konotatif, kata konkret, kata sapaan khas dan nama diri, kata serapan, kata asing, kata vulgar, dan kata dengan objek realitas a[r]

45 Read more

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA BERPIKIR

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA BERPIKIR

Sesuai dengan pernyataan dari (Wulandari & Sholihin, 2016), juga mengemukakan apabila kegiatan belajar mengajar menggunakan PBL dapat menstimulasi kemampuan para [r]

29 Read more

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA BERPIKIR

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA BERPIKIR

membentuk suatu konstruksi pengetahuan yang menuju pada kemutakhiran struktur kognitifnya. Berdasarkan pengertian tersebut dapat disintesiskan bahwa teori belajar konstruk[r]

81 Read more

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA BERPIKIR

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA BERPIKIR

222) menyatakan bahwa pada kehidupan sehari-hari, banyak penyimpangan dalam penggunaan bahasa yang berkaitan dengan makna yang tidak tepat. Makna yang tidak tepat tersebut[r]

26 Read more

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA BERPIKIR

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA BERPIKIR

Pada tingkat submikro, Larutan elektrolit dan nonelektrolit dipelajari misalnya pada pembentukan ion-ion, adanya molekul-molekul yang dapat terurai dalam air atau tid[r]

8 Read more

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA BERPIKIR

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA BERPIKIR

kegiatan pembelajaran. Tujuan dalam proses belajar mengajar merupakan komponen pertama yang harus ditetapkan karena berfungsi sebagai indikator keberhasilaan pengajaran. 2) Bahan[r]

30 Read more

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA BERPIKIR

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA BERPIKIR

a. Hakikat geometri tidak dapat terlepas dari tempatnya yaitu matematika. Geometri merupakan ilmu pengetahuan yang tidak lebih dari mengetahui hasil jawabannya, akan teta[r]

24 Read more

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA BERPIKIR

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA BERPIKIR

al (2019: 249) menyebutkan bahwa fokus utama dalam Teori Ausubel adalah bahwa dari semua faktor yang mempengaruhi pembelajaran, yang paling penting adalah apa yang diketah[r]

54 Read more

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA BERPIKIR

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA BERPIKIR

Berdasarkan pemaparan teori di atas dapat disimpulkan bahwa musyawarah perencanaan pembangunan desa (Musrenbangdes) adalah suatu program tahunan yang diselenggarakan o[r]

15 Read more

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA BERPIKIR

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA BERPIKIR

terutama dalam situasi resmi, mengingat fungsi bahasa baku yang cukup beragam. Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional (2003: 14-15) menjelaskan bahwa “Bahasa baku mendukung empat fungsi, tiga di antaranya bersifat pelambang atau simbolik, sedangkan yang satu lagi bersifat objektif: (1) fungsi pemersatu, (2) fungsi pemberi kekhasan, (3) fungsi pembawa kewibawaan, dan (4) fungsi sebagai kerangka acuan.” Sejalan dengan pendapat tersebut, Nasucha, Rohmadi, dan Wahyudi (2014: 16) menyatakan bahwa “Bahasa baku menghubungkan semua penutur berbagai dialek bahasa, fungsi mempersatukan mereka menjadi satu masyarakat bahasa dan meningkatkan proses identifikasi penutur orang seorang dengan seluruh masyarakat.”
Show more

51 Read more

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA BERPIKIR

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA BERPIKIR

Tahap akhir dari penelitian ini adalah mengkaji aliran teater yang diterapkan setiap sutradara pada pementasan teater di Teater TESA selama periode 1987-2014. Dengan melibatkan unsur-unsur teater yang menjalin kesatuan dan keutuhan dramatik yang meliputi pemain, sutradara, tata panggung, tata cahaya, tata suara, tata busana, tata rias, dan cerita atau lakon akan ditemukan suatu bentuk aliran teater pada penggarapan tertentu. Melalui pengkajian aliran teater tersebut dapat ditemukan pola penggarapan Teater TESA secara jelas dari waktu ke waktu. Pada akhirnya, hasil kajian aliran teater yang dilihat dari segi perkembangan historis dapat digunakan untuk melakukan pemetaan terhadap perubahan-perubahan aliran teater dalam penggarapan pentas di Teater TESA selama periode 1987-2014.
Show more

30 Read more

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA BERPIKIR

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA BERPIKIR

Abdul Syani memberikan pengertian interaksi sosial sebagai berikut:”Interaksi sosial diartikan sebagai hubungan sosial timbal balik yang dinamis, yang menyangkut hubungan antara orang[r]

23 Read more

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA BERPIKIR

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA BERPIKIR

Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa siswa tidak memiliki kecakapan dalam dasar matematika “pemfaktoran” sehingga siswa tidak mampu mencapai kesimpulan meskipun mereka tahu penyelesaiannya. Beberapa siswa tidak mampu berpikir untuk perlu menyederhanakan dengan pemfaktoran pada persamaan. Beberapa siswa tidak menyadari bahwa mereka harus memfaktorkan dengan memanfaatkan identitas. Penelitian tersebut memiliki kaitan yang erat dengan penelitian yang peneliti lakukan. Keduanya sama-sama menggunakan pendekatan kualitatif, selain itu keduanya sama- sama ingin mengetahui jenis kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal-soal matematika Adapun perbedaan dari kedua penelitian ini terletak pada subyek dan materi yang diteliti.
Show more

24 Read more

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA BERPIKIR

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA BERPIKIR

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, mahasiswa adalah mereka yang sedang belajar di perguruan tinggi (Poerwadarminta, 2005: 375). Mahasiswa dapat didefinisikan sebagai individu yang sedang menuntut ilmu ditingkat perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta atau lembaga lain yang setingkat dengan perguruan tinggi. Mahasiswa dinilai memiliki tingkat intelektualitas yang tinggi, kecerdasan dalam berpikir dan keerencanaan dalam bertindak. Berpikir kritis dan bertindak dengan cepat dan tepat merupakan sifat yang cenderung melekat pada diri setiap mahasiswa, yang merupakan prinsip yang saling melengkapi. Mahasiswa adalah manusia yang tercipta untuk selalu berpikir yang saling melengkapi (Dwi Siswoyo, 2007: 121). Mahasiswa adalah orang yang belajar di perguruan tinggi, baik di universitas, institut atau akademi, mereka yang terdaftar sebagai murid di perguruan tinggi.
Show more

18 Read more

Show all 10000 documents...