Top PDF Bab III - Bab 3 Islamisasi dan Silang Budaya di Nusantara

Bab III - Bab 3 Islamisasi dan Silang Budaya di Nusantara

Bab III - Bab 3 Islamisasi dan Silang Budaya di Nusantara

Hubungan antar kerajaan Islam, misalnya Samudera Pasai, Malaka, dan Aceh Darussalam, sangat bermakna dalam bidang budaya dan keagamaan. Ketiganya tersohor dengan sebutan Serambi Mekkah dan menjadi pusat pendidikan dan pengajaran agama Islam di Indonesia. Untuk mengintensifkan proses Islamisasi, para ulama telah mengarang, menyadur, dan menerjemahkan karya-karya keilmuan Islam. Sultan Iskandar Muda adalah raja yang sangat memperhatikan pengembangan pendidikan dan pengajaran agama Islam. Ia mendirikan Masjid Raya Baiturrahman, dan memanggil Hamzah al Fanzuri dan Syamsuddin as Sumatrani sebagai penasihat. Syekh Yusuf al Makassari ulama dari Kesultanan Goa di Sulawesi Selatan pernah menuntut ilmu di Aceh Darussalam sebelum melanjutkan ke Mekkah. Melalui pengajaran Abdur Rauf as Singkili telah muncul ulama Minangkabau Syekh Burhanuddin Ulakan yang terkenal sebagai pelopor pendidikan Islam di Minangkabau dan Syekh Abdul Muhyi al Garuti yang berjasa menyebarkan pendidikan Islam di Jawa Barat. Karya-karya susastra dan keagamaan dengan segera berkembang di kerajaan-kerajaan Islam. Kerajaan-kerajaan Islam itu telah merintis terwujudnya idiom kultural yang sama, yaitu Islam. Hal itu menjadi pendorong terjadinya interaksi budaya yang makin erat.
Baca lebih lanjut

88 Baca lebih lajut

Bab 3 Islamisasi dan Silang Budaya di Nusantara

Bab 3 Islamisasi dan Silang Budaya di Nusantara

dengan gelar Sultan Suryanullah. Yang mengajarkan agama Islam kepada Raden Samudera dengan patih-patih serta rakyatnya ialah seorang penghulu Demak. Proses Islamisasi di daerah itu, menurut A.A. Cense, terjadi sekitar 1550 M. Sejak pemerintahan Sultan Suryanullah, Kerajaan Banjar atau Banjarmasin meluaskan kekuasaannya sampai Sambas, Batanglawai Sukadana, Kotawaringin, Sampit, Madawi, dan Sambangan. Sebagai tanda daerah takluk biasanya pada waktu-waktu tertentu mengirimkan upeti kepada Sultan Suryanullah sebagai penguasa Kerajaan Banjar. Setelah Sultan Suryanullah wafat, ia digantikan oleh putra tertuanya dengan gelar Sultan Rahmatullah. Ketika menjabat sebagai raja, ia masih mengirimkan upeti ke Demak, yang pada waktu itu sudah menjadi Kerajaan Pajang. Setelah Sultan Rahmatullah, yang memerintah Kerajaan Banjarmasin ialah seorang putranya yang bergelar Sultan Hidayatullah. Pengganti Sultan Hidayatullah ialah Sultan Marhum Panambahan atau dikenal dengan gelar Sultan Mustain Billah yang pada masa pemerintahannya berupaya memindahkan ibu kota kerajaan ke Amuntai. Ketika memerintah pada awal abad ke-17 Sultan Mustain Billah ditakuti oleh kerajaan-kerajaan sekitarnya dan ia dapat menghimpun lebih kurang 50.000 prajurit. Demikian kuatnya Kerajaan Banjar sehingga dapat membendung pengaruh politik dari Tuban, Arosbaya, dan Mataram, di samping menguasai daerah-daerah kerajaan di Kalimantan Timur, Tenggara, Tengah, dan Barat.
Baca lebih lanjut

88 Baca lebih lajut

24 BAB III MASUKNYA ISLAM DI INDONESIA JALUR ISLAMISASI 3.1 Proses Islamisasi dan Perkembangan Islam di Indonesia

24 BAB III MASUKNYA ISLAM DI INDONESIA JALUR ISLAMISASI 3.1 Proses Islamisasi dan Perkembangan Islam di Indonesia

Agama Islam juga membawa perubahan sosial dan budaya, yakni memperhalus dan memperkembangkan budaya Indonesia. Penyesuaian antara adat dan syariah di berbagai daerah di Indonesia selalu terjadi, meskipun kadang- kadang dalam taraf permulaan mengalami proses pertentangan dalam masyarakat. Meskipun demikian, proses islamisasi di berbagai tempat di Indonesia dilak ukan dengan cara yang dapat diterima oleh rakyat setempat, sehingga kehidupan keagamaan masyarakat pada umumnya menunjukkan unsur campuran antara Islam dengan kepercayaan sebelumnya. Hal tersebut dilakukan oleh penyebar Islam karena di Indonesia telah sejak lama terdapat agama (Hindu-Budha) dan kepercayaan animisme.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Bab-3-perencanaan-kapasitas-dan-agregat

Bab-3-perencanaan-kapasitas-dan-agregat

Strategi yang mungkin digunakan (sebut rencana 1) oleh manufaktur yang dijelaskan dalam Contoh 1 adalah mempertahankan tingkat tenaga kerja yang tetap sepanjang periode 6 bulan. Strategi yang kedua (rencana 2) adalah menjaga tingkat tenaga kerja yang tetap pada suatu tingkatan yang diperlukan untuk memenuhi permintaan bulanan yang paling rendah (Maret) dan untuk memenuhi semua permintaan di atas tingkatan ini dengan subkontrak. Kedua rencana 1 dan 2 memiliki tingkat produksi dan oleh karena itu, disebut strategi bertingkat. Rencana 3 adalah dengan merekrut clan memberhentikan pekerja sesuai dengan yang dibutuhkan untuk menghasilkan kebutuhan bulanan secara tepat—strategi perburuan. Tabel 3 menyediakan informasi biaya yang penting untuk menganalisis ketiga alternatif ini:
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

BAB-3-FUGASITAS-DAN-KOEFISIEN-FUGASITAS

BAB-3-FUGASITAS-DAN-KOEFISIEN-FUGASITAS

TEORI GIBBS: Partial molar property selain volume dari suatu spesies dalam campuran gas ideal sama dengan molar property tersebut untuk spesies dalam keadaan murni pada temperatur camp[r]

85 Baca lebih lajut

01_02_03_04_Bab I, Bab II, Bab III dan Bab IV new

01_02_03_04_Bab I, Bab II, Bab III dan Bab IV new

Industri konstruksi merupakan salah satu sektor yang berkontribusi terhadap perekonomian Maluku Utara. Sebagaimana data BPS (2013), jika pada tahun 2004 nilai konstruksi tahun 2004 di Provinsi Maluku Utara baru mencapai Rp. 274 Milyar, maka pada tahun 2011 telah meningkat signifikan mencapai Rp. 1,085 Trilyun, atau meningkat hampir empat kali lipat. Pertumbuhan sektor konstruksi tidak hanya berpengaruh pada kuantitas tenaga kerja konstruksi yang harus dipenuhi, tapi juga segi kualitas pemenuhan terhadap tenaga kerja yang berdaya saing global. Data BPS menunjukkan kebutuhan tenaga kerja konstruksi meningkat setiap tahun dari 4,7 juta orang pada tahun 2006 menjadi 6,9 juta orang pada tahun 2013. Di sisi lain, pemberlakuan ASEAN Community 2015 membawa konsekuensi masuknya tenaga kerja asing di bidang konstruksi. Hal ini cukup mengkhawatirkan mengingat tenaga kerja Indonesia yang telah bersertifikat baru sejumlah 400.000 orang yang terdiri dari 100.000 tenaga ahli dan 300.000 tenaga terampil (BPS, 2013). Sementara data Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Provinsi Maluku Utara, pada tahun 2014 baru terdaftar 63 tenaga ahli konstruksi. Pada saat yang sama terdapat 791 badan usaha jasa konstruksi di wilayah Maluku Utara yang meliputi badan usaha jasa pelaksanaan, perencanaan dan pengawasan konstruksi, baik berkualifikasi besar, menengah maupun kecil. Dengan mengasumsikan setiap badan usaha mempunyai 3 (tiga) klasifikasi bidang usaha maka LPJK Provinsi Maluku Utara memperkirakan kebutuhan tenaga kerja konstruksi bersertifikasi di maluku utara sekitar 2500 orang yang mencakup tenaga ahli maupun terampil.
Baca lebih lanjut

196 Baca lebih lajut

Sistem Informasi Manajemen Dalam Pengambilan Keputusan pada PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan

Sistem Informasi Manajemen Dalam Pengambilan Keputusan pada PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan

Pada Bab III, penulis akan menguraikan tentang sistem informasi manajemen yang diterapkan dalam perusahaan, tipe-tipe keputusan, proses pengambilan keputusan, sistem informasi manajemen dalam pengambilan keputusan oleh manajemen dan penggunaan sistem informasi manajemen dalam pengambilan keputusan oleh manajemen.

5 Baca lebih lajut

3. BAB III RKPD 2016 BAB III RKPD

3. BAB III RKPD 2016 BAB III RKPD

Dalam rangka pelaksanaan Otonomi Daerah sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, untuk meningkatkan penerimaan daerah, maka perlu adanya usaha untu[r]

17 Baca lebih lajut

BAB 3 METODE PENELITIAN - BAB III

BAB 3 METODE PENELITIAN - BAB III

Untuk mengetahui jumlah sampel yang akan diambil dalam penelitian ini, peneliti menggunakan rumus Slovin Husein Umar, 1998:78, yaitu: 2 e = persen kelonggaran ketidaktelitian karena ke[r]

16 Baca lebih lajut

BAB 3 METODA PENELITIAN - BAB III

BAB 3 METODA PENELITIAN - BAB III

39 5 Analisis Regresi Analisis regresi dalam penelitian ini digunakan untuk menyatakan hubungan fungsional antara variabel independen dan variabel dependen, untuk itu dilakukan uji regr[r]

13 Baca lebih lajut

BAB 3 KERAJAAN MARITIM NUSANTARA

BAB 3 KERAJAAN MARITIM NUSANTARA

I do esia uka pulau -pulau yang dikelilingi laut, tetapi laut yang ditaburi pulau- pulau A.B. Lapia 9 9 -2012). Pernyataan itu bermakna pentingnya laut sebagai ruang hidup bangsa Indonesia. Dengan demikian laut merupakan system yang mempersatukan wilayah Indonesia. Laut sebagai suatu system jaringan pemersatu kepulauan Indonesia telah dibuktikan oleh pendahulu kita pada masa klasik (Hindu- Buda) yang berlanjut pada masa Islam. Jaringan perniagaan laut yang terbentang dari Aceh hingga Ternate-Tidore merupakan system jaringan yang mengintegrasikan seluruh Bandar-bandar perniagaan kecil dan besar ke dalam jaringan pasar global Asia. Laut melalui jaringan perniagaan merupakan jantung bagi kelangsungan hidup kerajaan-kerajaan maritime Tarumanegara hingga Mataram Islam. Karena laut muncul kerajaan-kerajaan maritime nusantara yang disegani, namun melalui laut pula kerajaan maritime mundur dan berubah menjadi agraris.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

BAB III LPPD 2014 PILIHAN - Kumpulan data - OPEN DATA PROVINSI JAWA TENGAH

BAB III LPPD 2014 PILIHAN - Kumpulan data - OPEN DATA PROVINSI JAWA TENGAH

Pada tahun anggaran 2014Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisataa Kota Semarang menyelenggarakan berbagai program dan kegiatan yang mencakup keseluruhan pengembangan kepariwisataan dalam berbagai event dengan tetap mengusung slogan Ayo Wisata ke Semarang Pemerintah Kota Semarang terus menerus mempromosikan tempat- tempat wisata potensial yang ada dengan berbagai tema antara lain: wisata heritage , wisata religi, wisata alam , wisata tradisi / budaya,wisata kuliner, wisata belanja, wisata permainan, wisata edukasi, serta beberapa obyek yang masih dalam penyelesaian seperti wisata air banjirkanal barat, waduk Jatibarang, dan sebagainya yang akan terus dikembangkan secara lebih optimal.
Baca lebih lanjut

60 Baca lebih lajut

BAB III REVIEW IKK 2016 - Kumpulan data - OPEN DATA PROVINSI JAWA TENGAH

BAB III REVIEW IKK 2016 - Kumpulan data - OPEN DATA PROVINSI JAWA TENGAH

Capaian kinerja penyelenggaraan Urusan Komunikasi dan Informasi diukur dari Indikator Kinerja Kunci (IKK) keberadaan website milik Pemerintah Daerah dan penyelenggaraan expo / pameran. Secara umum kinerja pada urusan ini dapat dikatakan baik, mengingat website milik Pemerintah Daerah sudah tersedia, yaitu www.semarangkota.go.id (IKK II.3 no 57). sementara pameran atau expo yang dilakukan cukup banyak menyangkut berbagai SKPD, baik dalam skala lokal, regional maupun Nasional, dan bahkan internasional yaitu sebanyak 45 kali(IKK II.3 no 58).
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

PEMANFAATAN KOMUNIKASI PEMASARAN BERBASI (1)

PEMANFAATAN KOMUNIKASI PEMASARAN BERBASI (1)

Citra merk telah lama dikenal dalam konsep penting pemasaran, K. L. Keller (1998) . Situs web dan internet branding efektif dalam mentransfer citra merk dan hubungan dengan pelanggan potensial dan calon pelanggan dari suatu perusahaan, Chen and Barnes (2007) . Menurut Mao (2010) , citra merk memegang peranan penting dalam membangun sebuah merk.Farquhar (45) menunjukkan tiga elemen penting dalam membenagun merk yang kuat dengan konsumen, Antara lain : 1. Evaluasi merk positif, 2. Citra merk positif, 3. Citra merk yang konsisten. Terdapat pendapatan lain terhadap citra merk dalam literatur ilmiah.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Bab III - Bab 3 Keunggulan dan Keterbatasan Antarruang dan Pengaruhnya terhadap kegiatan Ekonomi, Sosial, Budaya di Indonesia dan ASEAN

Bab III - Bab 3 Keunggulan dan Keterbatasan Antarruang dan Pengaruhnya terhadap kegiatan Ekonomi, Sosial, Budaya di Indonesia dan ASEAN

Pada subbab di atas, kalian telah mempelajari tentang keunggulan dan keterbatasan antarruang dalam permintaan, penawaran, teknologi serta pelaku ekonomi. Keunggulan masing-masing daerah disebabkan karena perbedaan potensi daerah yang satu dengan potensi daerah yang lain. Perbedaan potensi daerah juga bisa terjadi karena perbedaan teknologi. Setiap daerah memiliki keunggulan komparatif tersendiri. Contoh: Lampung memiliki keunggulan komparatif dalam memproduksi kopi dan Jawa Barat memiliki keunggulan komparatif dalam memproduksi beras. Dalam ilmu ekonomi, kedua daerah akan saling menguntungkan jika bersedia bertukar kopi dan beras. Keuntungan dari pertukaran sumber daya inilah yang menyebabkan terjadinya interaksi antarruang terhadap kegiatan ekonomi, sosial, budaya dan perdagangan di Indonesia dan ASEAN. Perdagangan antardaerah atau antarnegara akan terjadi jika ada produk yang diperdagangkan. Untuk menghasilkan produk, diperlukan kegiatan ekonomi berupa aktivitas produksi. Aktivitas produksi akan menghasilkan produk. Produk apa yang dihasilkan bergantung pada sumber daya yang dimiliki oleh suatu daerah. Jawa Barat memproduksi minyak, teh, susu, sutra alam, baterai, kertas, semen, beras, dan pupuk. Kalimantan Timur memproduksi kayu lapis, gas alam cair, minyak bumi, tenun, kristal, dan timah. Jawa Barat menawarkan beras, susu, teh ke Kalimantan Timur, begitu juga sebaliknya Kalimantan Timur menawarkan minyak bumi, tenun, kayu lapis ke Jawa Barat, sehingga muncul penawaran dan permintaan dari kedua daerah tersebut. Dengan demikian, antara Jawa Barat dan Kalimantan Timur terjadi interaksi ekonomi.
Baca lebih lanjut

58 Baca lebih lajut

Bab-iii-lanjutan-sumber-sumber-dan-penggunaan-dana

Bab-iii-lanjutan-sumber-sumber-dan-penggunaan-dana

3. Laporan Sumber-Sumber Dan Penggunaan Dana (Dalam Artian Modal Kerja) Dalam kenyataannya selain membuat laporan sumber dan penggunaan dana atas dasar kas, perusahaan juga membuat laporan sumber dan penggunaan dana atas dasar modal kerja (statements of sources and uses of working capital).

9 Baca lebih lajut

BAB III METODE PENELITIAN - PENERAPAN HYPNOTEACHING DALAM MENINGKATKAN RESPON BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SKI KELAS XI DI MA NU HASYIM ASY’ARI 3 KUDUS TAHUN PELAJARAN 2016/2017 - STAIN Kudus Repository

BAB III METODE PENELITIAN - PENERAPAN HYPNOTEACHING DALAM MENINGKATKAN RESPON BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SKI KELAS XI DI MA NU HASYIM ASY’ARI 3 KUDUS TAHUN PELAJARAN 2016/2017 - STAIN Kudus Repository

Metode dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, lengger, agenda, dan sebagainya. 10 Apabila diibandingkan dengan metode lain, metode ini lebih mudah, dalam arti jika ada kekeliruan sumber datanya masih tetap seperti ketika pengambilan dokumentasi dan belum berubah. Dengan metode dokumentasi yang diamati bukan benda hidup tetapi benda mati. Metode ini digunakan sebagai pelengkap penelitian dan digunakan untuk memperoleh data tentang penerapan hypnoteaching pada mata pelajaran SKI yang berupa foto ketika proses belajar mengajar di dalam kelas XI MA NU Hasyim Asy’ari 3 Kudus, atau foto lain yang mendukung dengan penelitian ini.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Islamisasi melalui perkawinan pada masa

Islamisasi melalui perkawinan pada masa

Meski akhirnya kekuatan Islam melemah saat kedatangan dan mengguritanya kekuasaan penjajah Belanda, kerajaan dan tokoh-tokoh Islam tanah Jawa memberikan sumbangsih yang besar pada perjuangan. Ajaran Islam yang salah satunya mengupas makna dan semangat jihad telah menorehkan tinta emas dalam perjuangan Indonesia melawan penjajah. Tak hanya di Jawa dan Sumatera, tapi di seluruh wilayah Nusantara. (Diambil dari Sumanto Alqurtuby, Arus Cina-Islam-Jawa (Yogyakarta: Inspeal Ahimsakarya Press dengan Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Jakarta, 2003), )

10 Baca lebih lajut

WAWASAN NUSANTARA PERWUJUDAN WAWASAN NUS

WAWASAN NUSANTARA PERWUJUDAN WAWASAN NUS

Falsafah Pancasila diyakini sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia yang sesuai dengan aspirasinya. Keyakinan ini dibuktikan dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia sejak awal proses pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia sampai sekarang. Dengan demikian wawasan nusantara menjadi pedoman bagi upaya mewujudkan kesatuan aspek kehidupan nasional untuk menjamin kesatuan, persatuan dan keutuhan bangsa, serta upaya untuk mewujudkan ketertiban dan perdamaian dunia .

17 Baca lebih lajut

Sistem Akuntansi Penerimaan Dan Pengeluaran Kas Pada PT Sarana Agro Nusantara Medan

Sistem Akuntansi Penerimaan Dan Pengeluaran Kas Pada PT Sarana Agro Nusantara Medan

BAB III : SISTEM AKUNTANSI PENERIMAAN DAN PENGELUARAN KAS PADA PT SARANA AGRO NUSANTARA Pada bab ini, penulis akan menganalisa data yang diperoleh dari penelitian berdasarkan t[r]

6 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...