Top PDF BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data 1. Gambaran Umum a. Sejarah Singkat SD Negeri 5 Margorejo Dawe Kudus - KEMAMPUAN GURU PAI MENGGUNAKAN METODE WORD SQUARE PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SD NEGERI 5 MARGOREJO DAWE KUDU

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data 1. Gambaran Umum a. Sejarah Singkat SD Negeri 5 Margorejo Dawe Kudus - KEMAMPUAN GURU PAI MENGGUNAKAN METODE WORD SQUARE PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SD NEGERI 5 MARGOREJO DAWE KUDU

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data 1. Gambaran Umum a. Sejarah Singkat SD Negeri 5 Margorejo Dawe Kudus - KEMAMPUAN GURU PAI MENGGUNAKAN METODE WORD SQUARE PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SD NEGERI 5 MARGOREJO DAWE KUDU

Teori diatas menunjukan beberapa kompetensi guru yang harus dimiliki. Hal tersebut harus dimiliki karena guru dalam menyampaikan materi harus terstruktur sehingga dapat mencapai tujuan yang diinginkan dan kompetensi tersebut adalah salah satu dari kemampuan sebagai guru. Dari beberapa kompetensi yang ada, dalam kemampuan pembelajaran adalah kompetensi pedagogic. Kompetensi ini wajib dimiliki dalam mengelola kelas dan pembelajaran yang efektif. Kemampuan guru PAI adalah dalam menguasai kompetensi pedagogic yang akan menentukan kemampuan guru tersebut dalam pembelajaran yang efektif. Guru PAI SD Negeri 5 Margorejo dalam melaksanakan pembelajaran sudah memenuhi kompetensi-kompetensi yang ada terutama kompetensi pedagogic sebagai kompetensi yang harus dimiliki dalam pembelajaran. Didalam pembelajaran guru mampu mengelola kelas dan penyampaian materi dengan baik. mampu meningkatkan motivasi siswa
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum MTs Negeri 1 Kudus. 1. Sejarah Singkat Berdirinya MTS Negeri 1 Kudus. - PELAKSANAAN MUATAN LOKAL PEMBIASAAN SOSIAL DAN PRAKTIK IBADAH (PSPI) DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN PSIKOMOTORIK PADA PESERTA DID

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum MTs Negeri 1 Kudus. 1. Sejarah Singkat Berdirinya MTS Negeri 1 Kudus. - PELAKSANAAN MUATAN LOKAL PEMBIASAAN SOSIAL DAN PRAKTIK IBADAH (PSPI) DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN PSIKOMOTORIK PADA PESERTA DID

Melihat fakta yang ada di lingkungan madrasah khususnya di MTs Negeri 1 Kudus mengenai kurikulum Pendidikan agama Islam dan keadaan siswa yang masih belum seluruhnnya mampu menerapkan ibadah seperti sholat dengan baik. Dimana juga jam pelajaran untuk Pendidikan agama Islam tersebut sangat minim dan terbatas dan kurangnya kemampuan siswa-siswi dalam Pendidikan agama Islam khususnya praktik ibadah, sehingga proses pembelajaran Pendidikan agama Islam khususnya dalam hal ibadah tidak berjalan dengan baik dan efektif. Maka dari itu guru PAI berinisiatif melaksanakan kegiatan praktik ibadah dengan menggunakan metode demonstrasi dalam pembelajaran pembiasaan sosial danpraktik ibadah (PSPI)
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian - KEMAMPUAN GURU PAI MENGGUNAKAN METODE WORD SQUARE PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SD NEGERI 5 MARGOREJO DAWE KUDUS - STAIN Kudus Repository

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian - KEMAMPUAN GURU PAI MENGGUNAKAN METODE WORD SQUARE PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SD NEGERI 5 MARGOREJO DAWE KUDUS - STAIN Kudus Repository

Dalam penelitian kualitatif yang menjadi instrumen atau alat penelitian adalah peneliti itu sendiri. 7 Peneliti kualitatif sebagai human instrument, berfungsi menetapkan fokus penelitian, memilih informan sebagai sumber data, melakukan pengumpulan data, menilai kualitas data, analisis data, menafsirkan data dan membuat kesimpulan atas temuannya. 8 Dalam penelitian kualitatif segala sesuatu yang akan dicari dari obyek penelitiannya belum jelas dan pasti masalahnya, rancangan penelitian masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah peneliti memasuki lapangan. Dengan demikian dalam penelitian kualitataif ini belum dapat dikembangkan instrumen penelitian sebelum masalah diteliti jelas sama sekali. Jadi peneliti adalah instrumen kunci dalam penelitian kualitatif.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN POSTER SESSION PADA SISWA  Upaya Meningkatkan Hasil Belajar IPS Melalui Model Pembelajaran Poster Session Pada Siswa Kelas IV SD Negeri Margorejo I Surakarta Tahun Pelajaran 2011/2012.

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN POSTER SESSION PADA SISWA Upaya Meningkatkan Hasil Belajar IPS Melalui Model Pembelajaran Poster Session Pada Siswa Kelas IV SD Negeri Margorejo I Surakarta Tahun Pelajaran 2011/2012.

Bukanlah merupakan hasil karya tulis orang lain, ataupun menjiplak karya orang lain secara keseluruhan, kecuali hanya dalam kutipan yang telah kami buat dengn sebenar-benarnya secara tertulis diacu dalam naskah dan disebutkan dalam daftar pustaka, dan apabila pernyataan ini tidak benar maka kami siap mempertanggung jawabannya.

15 Baca lebih lajut

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI PE

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI PE

Penelitian dilaksanakan di SD Negeri Margorejo Kecamatan Wedarijaksa . Subjek penelitian adalah siswa kelas II SD Negeri 2 Margorejo Kecamatan Wedarijaksa dengan jumlah siswa24 siswa terdiri dari 14 siswa perempuan dan 10 siswa laki-laki. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik tes dan nontes. Sesuai dengan materi pelajaran yaitu tentang sumber energi, maka tes yang dilakukan adalah tes tertulis.

11 Baca lebih lajut

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum SD I Honggosoco Jekulo Kudus 1. Tinjauan Historis Berdirinya SD 1 Honggosoco Jekulo Kudus - PELAKSANAAN PENILAIAN PERFORMANCE DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA DI SD 1 HONGGOSOCO KECAMA

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum SD I Honggosoco Jekulo Kudus 1. Tinjauan Historis Berdirinya SD 1 Honggosoco Jekulo Kudus - PELAKSANAAN PENILAIAN PERFORMANCE DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA DI SD 1 HONGGOSOCO KECAMA

Pendidikan agama Islam memiliki peran penting dalam penyandaran nilai-nilai agama Islam kepada peserta didik. Tujuan pendidikan Islam dalam kurikulum pendidikan agama Islam adalah untuk menumbuhkan dan meningkatkan keimanan, melalui pemberian dan pemupukaan pengetahuan, penghaayatan, pengamalan peserta didik tentang pendidikan agama islam sehingga menjadi manusia muslim yang terus berkembang dalam hal keimanan, ketakwaan kepada Allah SWT. Serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta untuk dapat melanjutkan pada jenjang lebih tinggi. Dalam pembelajaran tentu tidak terlepas dari sebuah kendala dalam proses pembelajaran. Kendala dalam proses pembelajaran PAI yang ada diSD 1 Honggosoco menurut Ibu Endang,S.Pd.I ,kendala dalam pelaksanaan pembelajaran PAI adalah
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Sejarah Berdirinya - PENGARUH IMPLEMENTASI METODE SERIAL POSITION EFFECT TERHADAP TINGKAT PEMAHAMAN SISWA PADA MATA PELAJARAN AQIDAH AKHLAK DI MA NU MIFTAHUL FALAH CENDONO DAWE K

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Sejarah Berdirinya - PENGARUH IMPLEMENTASI METODE SERIAL POSITION EFFECT TERHADAP TINGKAT PEMAHAMAN SISWA PADA MATA PELAJARAN AQIDAH AKHLAK DI MA NU MIFTAHUL FALAH CENDONO DAWE K

1. Metode Serial position effect yang dilakukan dalam pembelelajaran aqidah akhlah dengan cara siswa dianjurkan menyusun daftar kata-kata yang diawali dan di akhiri dengan kata-kata yang harus diingat serta kata- kata yang harus diingat tersebut ditulis dengan menggunakan huruf dan warna yang mencolok agar tampak sangat berbeda dari kata-kata yang lainnya yang tidak perlu diingat, terbukti berjalan dengan baik di MA NU Miftahul Falah cendono Dawe Kudus hal ini dapat dilihat bahwa metode serial position effect dalam katagori “sangat baik” hal ini dibuktikan juga
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

Yantiani

Yantiani

Menurut Sanjaya (2012:24) dipaparkan bahwa “sebagai pengelola pembelajaran (learning manager), guru berperan dalam menciptakan iklim belajar yang memungkinkan siswa dapat belajar secara nyaman”. Guru tidak hanya memberi konsep kepada siswa untuk menghafal, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana konsep-konsep tersebut dapat bertahan lama dalam pikiran siswa sehingga dapat mempengaruhi proses belajar siswa. Lebih lanjut dikemukakan, sebagai manajer, guru memiliki empat fungsi umum yaitu, merencanakan tujuan pembelajaran, mengorganisasikan berbagai sumber belajar untuk mewujudkan tujuan belajar, memimpin yang meliputi memotivasi, mendorong, dan menstimulasi siswa, mengawasi segala sesuatu apakah sudah berfungsi sebagaimana mestinya atau belum dalam rangka pencapaian tujuan. Terkait dengan pendapat tersebut, salah satu faktor yang mempengaruhi guru dalam memperluas dan memperdalam suatu materi adalah rancangan pembelajaran yang dibuatnya. Guru harus mampu merancang suatu pendekatan pengajaran yang menunjang dalam tercapainya keberhasilan belajar siswa. Indikator ketercapaian tujuan pembelajaran tersebut itu dapat dilihat hasil belajar siswa.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Sejarah Singkat Madrasah Aliyah Al-Hikmah - BAB IV NEW

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Sejarah Singkat Madrasah Aliyah Al-Hikmah - BAB IV NEW

Beberapa siswa menyatakan bahwa sholat dhuha memberikan ketenangan hati, hal ini memberikan efek kepada kecerdasan spiritual mereka. Karena dengan hati yang tenang mereka menjadi lebih peka terhadap lingkungan sekitar, hal ini di tunjukan dengan data yang didapatkan setelah dilakukan pengamatan dan angket terhadapat beberapa murid Madrasah Aliyah Al-Hikmah yang melakukan sholat dhuha. Adapun data tersebut sebagai berikut :

18 Baca lebih lajut

BAB IV TEMUAN DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN A. Temuan Penelitian 1. Gambaran Umum SMP Negeri 1 Kecamatan Maja a. Profil (Umum) Sekolah - Profesionalisme Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Upaya Meningkatkan Akhlak Peserta Didik (Penelitian Terhadap Guru

BAB IV TEMUAN DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN A. Temuan Penelitian 1. Gambaran Umum SMP Negeri 1 Kecamatan Maja a. Profil (Umum) Sekolah - Profesionalisme Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Upaya Meningkatkan Akhlak Peserta Didik (Penelitian Terhadap Guru

Sekolah merupakan sebuah sistem yang terdiri dari berbagai komponen dan instrument yang tidak dapat dipisahkan (integratied). Sehingga untuk menjalankan misi program harus melalui pendekatan sistem organisasi, termasuk dalam strategi pembinaan akhlak siswa. Pada sekolah yang diteliti, ditemukan adanya berbagai program sekolah yang secara sistematis menjadi media pembinaan akhlak siswa di MTs An- Nuur Kampung Baru. Di MTs An- Nuur Kampung Baru sekolah mengadakan program kebijakan yang berkaitan dengan pembiasaan kedisiplinan dan akhlak alkarimah bagi para guru dan karyawan. Diantara program yang dilakukan adalah:
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

BAB IV HASIL PENELITIAN PEMBAHASAN A. Situasi Umum MTs NU Miftahut Tholibin Mejobo Kudus 1. Sejarah Singkat Berdirinya MTs NU Miftahut Tholibin Mejobo Kudus. - PERAN GURU PAI (PENDIDIKAN AGAMA ISLAM) DALAM MENGATASI JUVENILE DELINQUENCY PADA SISWA MELALUI

BAB IV HASIL PENELITIAN PEMBAHASAN A. Situasi Umum MTs NU Miftahut Tholibin Mejobo Kudus 1. Sejarah Singkat Berdirinya MTs NU Miftahut Tholibin Mejobo Kudus. - PERAN GURU PAI (PENDIDIKAN AGAMA ISLAM) DALAM MENGATASI JUVENILE DELINQUENCY PADA SISWA MELALUI

Jadi dari beberapa hasil observasi tentang peran guru PAI dalam mengatasi juvenile delinquency melalui penguatan disini dapat disimpulkan bahwa pendidikan agama Islam adalah pendidikan dengan melalui ajaran-ajaran agama Islam yaitu berupa bimbingan dan asuhan terhadap anak didik agar kelak setelah selesai pendidikannya dapat memahami dan mengamalkan ajaran agama Islam serta menjadikannya sebagai pandangan hidup, sedangkan peran guru PAI disini untuk mengatasi hal tersebut guru PAI memakai metode cara Islami yakni melalui hafalan surat-surat al- qur’an, memberi bimbingan dengan cara bercerita tentang kisah-kisah nabi dan ulama, dan praktek ibadah. Selain guru memakai metode atau cara-cara untuk mengatasi juvenile delinquency tersebut guru juga mempunyai peran dan sanksi yang berbeda-beda untuk membuat efek jera peserta didiknya tersebut, bentuk sanksi dan penghargaan bagi siswa yang disebutkan diatas dari hasil observasi di MTs NU Miftahut Tholibin tersebut sangat memberi perubahan untuk peserta didik. Beberapa sanksi yang disebutkan diatas seperti mengelilingi lapangan, membersihkan kamar mandi, diberi tugas, dan lain sebagainya itu termasuk hal-hal yang membuat siswa harus sadar akan perilaku yang mereka langgar, akan tetapi semua itu mereka anggap angin belaka akhirnya teman-teman ada yang meniru walaupun hal tersebut sudah dirasa tidak baik, dan kebanyakan dari mereka itu anak
Baca lebih lanjut

47 Baca lebih lajut

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Situasi Umum Roudlotul Athfal NU Ibtidaul Falah Desa Samirejo Dawe Kudus 1. Sejarah Berdirinya Roudlotul Athfal NU Ibtidaul Falah Desa Samirejo Dawe Kudus - EFEKTIFITAS PERMAINAN EDUKATIF DALAM PENINGKATAN HASIL B

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Situasi Umum Roudlotul Athfal NU Ibtidaul Falah Desa Samirejo Dawe Kudus 1. Sejarah Berdirinya Roudlotul Athfal NU Ibtidaul Falah Desa Samirejo Dawe Kudus - EFEKTIFITAS PERMAINAN EDUKATIF DALAM PENINGKATAN HASIL B

Perkembangan agama pada anak usia dini sangat dipengaruhi proses pembentukan atau pendidikan agama yang diterima anak. Berkaitan dengan hal ini pendidikan agama yang diberikan di sekolah mempunyai peranan yang sangat penting. Oleh karena itu, pendidikan agama (pengajaran, pembiasaan, dan penanaman nilai-nilai) di sekolah harus menjadi perhatian semua pihak yang terlibat dalam pendidikan, bukan hanya guru agama tetapi kepala sekolah, dewan guru dan orang tua. Apabila semua pihak yang terlibat itu telah memberikan contoh (suri teladan) dalam melaksanakan nilai-nilai agama dengan baik, maka pada diri anak didik akan berkembang sikap positif terhadap agama dan pada gilirannya akan berkembang pula kesadaran beragama pada dirinya.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

KORELAS I ANTARA KEMAMPUAN KOGNITIF PENDIDIKAN AGAMA ISLAMA DENGAN PERILAKU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA DI SMK NU MIFTAHUL FALAH CENDONO DAWE KUDUS TAHUN 2012/2013 - STAIN Kudus Repository

KORELAS I ANTARA KEMAMPUAN KOGNITIF PENDIDIKAN AGAMA ISLAMA DENGAN PERILAKU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA DI SMK NU MIFTAHUL FALAH CENDONO DAWE KUDUS TAHUN 2012/2013 - STAIN Kudus Repository

Keberhasilan ranah kognitif juga akan berdampak positif terhadap perkembangan ranah psikomotor. Kecakapan psikomoto r ialah segala amal jasmaniah yang konkret dan mudah diamati, baik kualitas maupun kuantitasnya. Banyak contoh yang membuktikan bahwa kecakapan kognitif berpengaruh terhadap berkembangnya kecakapan psikomotor. Para siswa yang berprestasi baik dalam bidang pelajaran agama sudah tentu akan lebih rajin beribadah salat, puasa, dan mengaji. Dia juga tidak akan segan-segan memberi pertolongan atau bantuan kepada orang yang memerlukan. Sebab ia merasa memberi bantuan itu adalah kebajikan (afektif), sedangkan perasaan yang berkaitan dengan kebajikan tersebut berasal dari pemahaman yang mendalam terhadap materi pelajaran agama yang ia terima dari gurunya (kognitif).
Baca lebih lanjut

127 Baca lebih lajut

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI  METODE STAD BAGI SISWA KELAS IV SDN BANYUURIP 02   Peningkatan Hasil Belajar Matematika Melalui Metode Stad Bagi Siswa Kelas IV SDN Banyuurip 02 Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati Tahun 2013.

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI METODE STAD BAGI SISWA KELAS IV SDN BANYUURIP 02 Peningkatan Hasil Belajar Matematika Melalui Metode Stad Bagi Siswa Kelas IV SDN Banyuurip 02 Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati Tahun 2013.

Hasil dari observasi yang telah dilakukan pada tindakan siklus I, siswa belum bisa mengerjakan soal tes dengan hasil yang maksimal dan nilai Matematika siswa juga belum mengalami banyak kemajuan. Dalam kegiatan pembelajaran siklus I pada mata pelajaran Matematika diperoleh hasil belajar siswa sebagai berikut: Siswa yang tuntas ada 12 anak atau 40 % dan siswa yang tidak tuntas ada 14 anak atau 60 % .

17 Baca lebih lajut

BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Data 1. Profil Daerah Penelitian a. Sejarah Singkat SD N 2 Kaliwungu - HUBUNGAN ANTARA STRATEGI PEMBELAJARAN DENGAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA KELAS V DI SD N 2 KALIWUNGU KECAMATAN KALIREJO KABUPATEN

BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Data 1. Profil Daerah Penelitian a. Sejarah Singkat SD N 2 Kaliwungu - HUBUNGAN ANTARA STRATEGI PEMBELAJARAN DENGAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA KELAS V DI SD N 2 KALIWUNGU KECAMATAN KALIREJO KABUPATEN

Hasil wawancara penulis dengan kepala sekolah SD N 2 Kaliwungu dan observasi yang telah penulis lakukan tentang pelaksanaan strategi pembelajaran bidang studi pendidikan Agama Islam di SD N 2 Kaliwungu ternyata bahwa pelaksanaan strategi pembelajaran bidang studi pendidikan agama Islam tidak sepenuhnya dilaksanakan. (Sumber : Kegiatan Interview dan Observasi di SD N 2 Kaliwungu Kecamatan Kalirejo Kabupaten Lampung Tengah, 20 November 2016).

15 Baca lebih lajut

41 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum SD Negeri Pamongan 2

41 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum SD Negeri Pamongan 2

fasilitator, yakni memfasilitasi siswa dalam proses pembelajaran. Dalam pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran Mind Map, siswa menerima materi yang disampaikan oleh guru dalam bentuk peta pikiran yang berisi konsep-konsep kunci materi. Kemudian siswa membuat dan mengembangkan daya pikir mereka dengan membuat peta pikiran mereka sendiri di dalam suatu kelompok. Para siswa berdiskusi dan bekerja sama untuk membuat catatan sendiri. Setelah siswa selesai membuat catatan sendiri, hasil pekerjaan dipresentasikan di depan kelas secara bergantian tiap kelompok. Pada akhir pembelajaran guru memberikan evaluasi untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang telah diajarkan. Pembelajaran dengan menggunakan metode Mind Map ini menjadikan siswa senang dalam mengikuti pembelajaran. Siswa menjadi mudah memahami materi karena tidak perlu mencatat dengan kalimat-kalimat yang panjang dan menghapalkannya nanti, tetapi hanya menuliskan dengan peta pikiran yang dibuat sendiri berisi konsep-konsep kunci materi yang didapatkan. Hal ini tentunya memberikan pengaruh dalam perbaikan upaya peningkatan hasil belajar IPS siswa.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus - Repositori Universitas Muria Kudus

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus - Repositori Universitas Muria Kudus

Subjek penelitian ini siswa kelas IV SDN I Lau Dawe Kudus dengan hasil belajar rendah yang berjumlah 20 siswa terdiri 13 siswa laki-laki dan 7 siswa perempuan. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas menggunakan model pembelajaran Aptitude Treatment Interaction (ATI), dengan menggunakan 2 siklus, masing-masing siklus dengan 2 pertemuan. Setiap siklus melalui empat tahapan yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara, tes, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh meliputi data hasil belajar, aktivitas pemahaman peserta didik, serta keterampilan mengajar guru. Data penelitian dianalisis dengan teknik analisis data secara kuantitatif dan kualitatif.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Sejarah Singkat - 13. BAB IV TESIS

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Sejarah Singkat - 13. BAB IV TESIS

Berawal dari keinginan untuk membuat masjid dengan biaya sendiri sebagai bekal akhirat kelak, keluarga besar Hi. Darsum (Alm) yang dilaksanakan oleh putra / putrinya, akhirnya berhasil membangun sebuah masjid yang dapat menampung 500 Jamaah, di jalan Pramuka No.43 Kemiling Permai. Seiring berjalannya waktu pada tahun 2009 terbentuklah sebuah yayasan yang diberi nama “Yayasan Baitul Jannah”.Yayasan tersebut dipimpin oleh Ir.H.Sugirianto, M.M. hingga akhirnya yayasan ini mendirikan berbagai tingkatan pendidikan dalam bentuk sekolah dari TKIT, SDIT, SMPIT dan SMAIT sampai saat ini. 1
Baca lebih lanjut

57 Baca lebih lajut

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS MELALUI MODEL EXAMPLE NON- EXAMPLE KELAS IV SD 7 CENDONO DAWE KUDUS

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS MELALUI MODEL EXAMPLE NON- EXAMPLE KELAS IV SD 7 CENDONO DAWE KUDUS

This calssroom action research was conducted in the fourth grade of SD 7 Cendono Dawe Kudus which is the subject is the teacher and 32 students. This research was done in 2 cycles, each cycle consists of 4 phase. They are planning, acting, observing and reflecting. Independent variable is Example non example model, while dependent variable is learnin g process, consists of teacher’s skill in teaching and the achievements such as attitude, knowledge, and skill. The research’s instruments are interview, observation, achievement test, and documentation.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Gambaran Umum MTs. Negeri 1 Kudus a. Tinjauan sejarah - ANALISIS MANAJEMEN MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN (MGMP) DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU AKIDAH AKHLAK MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Gambaran Umum MTs. Negeri 1 Kudus a. Tinjauan sejarah - ANALISIS MANAJEMEN MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN (MGMP) DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU AKIDAH AKHLAK MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI

Guru Akidah Akhlak adalah guru yang mengajarkan tentang keimanan atau keyakinan terhadap Allah yang menciptakan alam semesta beserta seluruh isinya dengan segala sifat dan perbuatan-Nya kepada peserta didik. Guru akidah akhlak juga guru yang mengajarkan masalah masalah budi pekerti yang sesuai dengan syariat Agama Islam. Sehingga dilihat dari tanggung jawab seorang guru Akidah Akhlak tersebut sangat kental sekali dengan penanaman nilai-nilai agama pada peserta didiknya. Maka dari itu setidaknya seorang guru Akidah Akhlak harus memiliki sepuluh kompetensi, guna menunjang keprofesionalannya dalam mengajar, sepuluh kompetensi itu antara lain:
Baca lebih lanjut

49 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...