Top PDF BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Objek Penelitian 1. Deskripsi Lokasi Penelitian - Implementasi Pendekatan Kurikulum 2013 pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SD Negeri 1 Yukum Jaya Kabupaten Lampung Tengah - Rad

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Objek Penelitian 1. Deskripsi Lokasi Penelitian - Implementasi Pendekatan Kurikulum 2013 pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SD Negeri 1 Yukum Jaya Kabupaten Lampung Tengah - Rad

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Objek Penelitian 1. Deskripsi Lokasi Penelitian - Implementasi Pendekatan Kurikulum 2013 pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SD Negeri 1 Yukum Jaya Kabupaten Lampung Tengah - Rad

Perbedaan lain yang terdapat pada kurikulum 2013 yaitu, guru tidak perlu lagi menyusun Silabus, Program Tahunan, Program Semester, dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Karena pada kurikulum 2013 semua perangkat pembelajaran tersebut sudah disusun oleh kementrian pendidikan, guru tinggal menyalin ulang, sehingga tidak menyita banyak waktu belajar. Sedangkan pada kurikulum 2006, guru harus menyusun perangkat pembelajaran secara mandiri, yang biasanya dilaksanakan secara bersama-sama, baik yang dilaksanakan disekolah sendiri bersama guru-guru yang lain, maupun dilaksanakan pada kegiatan kelompok kerja guru (KKG), yang sudah pasti meninggalkan kegiatan belajar.
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

Implementasi Pendekatan Kurikulum 2013 pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SD Negeri 1 Yukum Jaya Kabupaten Lampung Tengah

Implementasi Pendekatan Kurikulum 2013 pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SD Negeri 1 Yukum Jaya Kabupaten Lampung Tengah

Untuk menganalisis data yang telah di peroleh melalui interview, observasi dan dokumentasi, maka peneliti menggunakan teknik deskriptif kualitatif dengan pertimbangan bahwa penlitian ini berusaha menggambarkan dan mempresentasikan data secara sistematis, ringkas dan sederhana tentang Implementasi Kurikulum 2013 di SDN I Yukum Jaya, khususnya pada pembeajaan PAI dan budi pekerti, sehingga lebih mudah dipahami oleh peneliti dan orang lain yang tertarik pada hasil penelitian yang telah dilakukan. Peneliti berusaha menggambarkan seojektif mungkin penelitian ini. Mendeskripsikan data kualitatif adalah dengan cara menyusun dan mengelompokkan data yang ada sehingga memberikan gambaran nyata terhadap responden. Metode penelitian kualitatif tidak mengandalkan bukti berasarkan logika matematis, pinsip angka-angka, atau metode statistik. 163 Proses
Baca lebih lanjut

140 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah - Implementasi Pendekatan Kurikulum 2013 pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SD Negeri 1 Yukum Jaya Kabupaten Lampung Tengah - Raden Intan Repository

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah - Implementasi Pendekatan Kurikulum 2013 pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SD Negeri 1 Yukum Jaya Kabupaten Lampung Tengah - Raden Intan Repository

Asesmen autentik memiliki relevansi kuat terhadap pendekatan ilmiah dalam pembelajaran sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013. Karena, penilaian semacam ini mampu menggambarkan peningkatan hasil belajar peserta didik, baik dalam rangka mengobservasi, menalar, mencoba, membangun jejaring, dan lain-lain. Penilaian autentik cenderung fokus pada tugas-tugas kompleks atau kontekstual, memungkinkan peserta didik untuk menunjukkan kompetensi mereka dalam pengaturan yang lebih autentik. Karenanya, penilaian autentik sangat relevan dengan pendekatan tematik terpadu dalam pembejajaran, khususnya jenjang sekolah dasar atau untuk mata pelajaran yang sesuai. 26
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

BAB II LANDASAN TEORI A. Implementasi Kurikulum 2013 1. Pengertian Implementasi - Implementasi Pendekatan Kurikulum 2013 pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SD Negeri 1 Yukum Jaya Kabupaten Lampung Tengah - Raden Intan Repository

BAB II LANDASAN TEORI A. Implementasi Kurikulum 2013 1. Pengertian Implementasi - Implementasi Pendekatan Kurikulum 2013 pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SD Negeri 1 Yukum Jaya Kabupaten Lampung Tengah - Raden Intan Repository

Teori Piaget, menyatakan bahwa belajar berkaitan dengan pembentukan dan pekembangan suatu struktur mental atau struktur kognitif yang dengannya seseorang secara intlektual beradaptasi dan mengkoordinasi lingkungan sekitarnya. Dan teori Vygotsky menytakan bahwa pembelajaran terjadi apabila peserta didik bekerja atau belajar menangani tugas-tugas yang belum dipelajari namun tugas-tugas itu masih berada dalam jangkauan kemampuan atau tugas itu berada dalam zone of proximal developments daerah trletak antara tingkat perkembangan anak saat ini yang definisikan sebagai kemampuan pemecahan masalah di bawah bimbingan orang dewasa atau teman sebaya yang lebih mampu.
Baca lebih lanjut

65 Baca lebih lajut

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian - Implementasi Pendekatan Kurikulum 2013 pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SD Negeri 1 Yukum Jaya Kabupaten Lampung Tengah - Raden Intan Repository

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian - Implementasi Pendekatan Kurikulum 2013 pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SD Negeri 1 Yukum Jaya Kabupaten Lampung Tengah - Raden Intan Repository

Untuk menganalisis data yang telah di peroleh melalui interview, observasi dan dokumentasi, maka peneliti menggunakan teknik deskriptif kualitatif dengan pertimbangan bahwa penlitian ini berusaha menggambarkan dan mempresentasikan data secara sistematis, ringkas dan sederhana tentang Implementasi Kurikulum 2013 di SDN I Yukum Jaya, khususnya pada pembeajaan PAI dan budi pekerti, sehingga lebih mudah dipahami oleh peneliti dan orang lain yang tertarik pada hasil penelitian yang telah dilakukan. Peneliti berusaha menggambarkan seojektif mungkin penelitian ini. Mendeskripsikan data kualitatif adalah dengan cara menyusun dan mengelompokkan data yang ada sehingga memberikan gambaran nyata terhadap responden. Metode penelitian kualitatif tidak mengandalkan bukti berasarkan logika matematis, pinsip angka-angka, atau metode statistik. 163 Proses
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

37 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Data

37 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Data

Berdasarkan hasil uji normalitas Kolmogorov-Smirnov terlihat bahwa pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol memiliki tingkat variasi sampel yang tidak homogen dan data yang tidak berdistribusi normal, karena memiliki nilai signifikansi <0,05 yaitu sebesar 0,027 dan 0,002. Karena tingkat normalitas tidak berdistribusi normal, maka data selanjutnya di analisis dengan uji Mann- Whitney (U Test) untuk mengetahui perlakuan yang diberikan menunjukkan pengaruh atau tidak berpengaruh terhadap hasil belajar siswa.

13 Baca lebih lajut

Pendekatan Humanis Dalam Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam 2013 - Repository UIN Sumatera Utara

Pendekatan Humanis Dalam Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam 2013 - Repository UIN Sumatera Utara

Pendekatan humanis merupakan salah satu aktivitas pembelajaran yang membantu peserta didik percaya diri dan mampu mengembangkan potensi. Pendekatan dengan mengembangkan kurikulum berdasarkan humanis bertolak dari ide memanusiakan manusia. Kurikulum 2013 berupaya mempersiapkan peserta didik yang memiliki keahlian hidup (life skill). Kurikulum 2013 ikut serta dalam mengembangkan kurikulum Pendidikan Agama Islam berlandaskan nilai- nilai moral. Rumusan masalah penelitian adalah: 1). Apa landasan pendekatan humanis dalam pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam 2013? 2). Bagaimana konsep pendekatan humanis dalam pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam 2013? 3).Bagaimana implementasi pendekatan humanis dalam pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam 2013 di SMA Negeri 1 Matauli Pandan?
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Lokasi Penelitian 1. Letak, Luas, dan Batas - Analisis Lokasi Terhadap Kinerja Terminal Kartasura Tahun 2012

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Lokasi Penelitian 1. Letak, Luas, dan Batas - Analisis Lokasi Terhadap Kinerja Terminal Kartasura Tahun 2012

Dari analisis di atas ada aspek-aspek yang masih perlu diperbaiki yaitu, factor muat (load factor), waktu antara (headway) dan waktu tunggu penumpang. Dalam upaya untuk meningkatkan kinerja operasional terminal terhadap angkutan umum diperlukan peran serta pemerintah dalam hal ini adalah upaya pengoptimalan Teriminal Kartasura, salah satu faktor buruknya kinerja operasional adalah lokasi terminal yang jauh dari jalan utama yang kurang memberikan akses yang baik, sehingga kendaraan bus tidak masuk ke terminal dan cenderung untuk langsung melanjutkan perjalan, selain itu alasan para operator kendaraan ialah karena lokasi terminal yang jauh dari jalan utama yang dapat mempengaruhi waktu tempuh untuk mencapai tujuan. Pengaturan dan penindakan tegas harus diberikan apabila kendaraan bus tidak mentaati aturan atau melanggar dengan tidak masuk kedalam terminal. Jika hal ini tidak segera ditangani dengan baik maka Terminal Kartasura tidak akan berfungsi sebgaimana fungsinya karena dari kinerja operasional terhadap angkutan umum sangat kurang sehingga akan berdampak pada keengganan calon penumpang untuk memanfaatkan terminal sebagi objek transfer moda angkutan dan akan memilih menunggu kendaraan bus di pinggir jalan atau di terminal bayangan yang ada di sepanjang jalan menuju terminal.
Baca lebih lanjut

67 Baca lebih lajut

BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Setting Penelitian - NEW BAB IV

BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Setting Penelitian - NEW BAB IV

Hal itu juga berlangsung sampai sekarang, baik dari segi bidang ekonomi (misalnya pangan oleh masyarakat yang bersedia mengantarkan langsung sesuai dengan kebutuhan sehari-hari, ada yang setiap hari seperti sayur mayur dan ikan, beras yang biasanya per minggu dan bumbu dapur serta peralatan yang dianggap kurang dilakukan satu kali dalam sebulan), dan bidang pengajar (misalkan dari para alumni pondok pesantren Al-Falah sendiri, seperti almarhum ustadz H. M. Gazali yang mengabdikan diri sampai beliau wafat) dan sampai sekarang pun tenaga pengajar banyak dari kalangan alumni pondok, dikarenakan lebih mengenal bagaimana sistem pendidikan pesantren yang dikembangkan. 2
Baca lebih lanjut

62 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PADA PEMBELAJARAN PAI DAN BUDI PEKERTI DI SMAN 1 NGUNUT - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PADA PEMBELAJARAN PAI DAN BUDI PEKERTI DI SMAN 1 NGUNUT - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PADA PEMBELAJARAN PAI DAN BUDI PEKERTI DI SMAN 1 NGUNUT SKRIPSI Diajukan Kepada Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Tulung[r]

6 Baca lebih lajut

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN G. Gambaran Objek Penelitian - IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 MATA PELAJARAN PAI DAN BUDI PEKERTI PADA SMP NEGERI PILOT PROYEK KURIKULUM 2013 DI KABUPATEN PATI (STUDI KASUS DI SMP NEGERI 3 PATI DAN SMP NEGERI 1 JUWANA)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN G. Gambaran Objek Penelitian - IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 MATA PELAJARAN PAI DAN BUDI PEKERTI PADA SMP NEGERI PILOT PROYEK KURIKULUM 2013 DI KABUPATEN PATI (STUDI KASUS DI SMP NEGERI 3 PATI DAN SMP NEGERI 1 JUWANA)

“Alhamdulillah, dengan adanya Kurikulum 2013 ini guru semakin dimudahkan dalam proses pembelajaran. Karena guru tidak hanya memberikan materi pelajaran dengan ceramah, tetapi metode dan strategi lainnya. Sekarang saya bebas membawa proses pembelajaran anak kemana saja. Artinya, ketika saya mengajar tentang wudlu dan sholat, maka saya ajak anak untuk belajar di musholla. Bahkan untuk pembelajaran sholat jama‟ qashar, dulu saya pernah mengadakan kegiatan pembelajaran terpadu (integrated learning). Disamping itu dengan tersedianya sarana-prasarana sekolah termasuk adanya LCD tiap kelas, maka memudahkan saya untuk mengajar dengan menggunakan ICT. Untuk prestasi anakpun meningkat, terbukti pada lomba mapel PAI anak saya meraih juara II kabupaten. Tahun kemarin anak saya maju lomba MAPSI di tingkat provinsi untuk cabang Tilawah dan Tahfidz.
Baca lebih lanjut

47 Baca lebih lajut

t pk 0705545 table of content

t pk 0705545 table of content

Teknik Analisis Data ……… 76 BAB IV DESKRIPSI DATA DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN A.. Deskripsi Keadaan Guru SMA Negeri 1 Carenang ………....[r]

3 Baca lebih lajut

42 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Deskripsi Pra Siklus

42 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Deskripsi Pra Siklus

Berdasarkan analisis hasil belajar diatas, dapat di lihat bahwa hasil belajar siswa kelas 4 SD Negeri Bergas Kidul 03 terjadi peningkatan setelah menerapkan model pembelajaran PBL. Pra siklus sampai pada siklus II dalam penerapan model pembelajaran PBL, terjadi peningkatan hasil belajar yakni terlihat dari presentase hasil belajar siswa pada setiap siklus terjadi peningkatan. Pada siklus I pembelajaran menggunakan Kompetensi Dasar (KD) 3.1 menjelaskan pecahan – pecahan senilai dengan gambar dan model kongkret dan Kompetensi Dasar (KD) 4.1 mengindentifikasi pecahan pecahan senilai dengan gambar dan model konkret dengan indikator menyebutkan unsur unsur pecahan,menunjukan bentuk pecahan dari suatu gambar atau model konkret dan membandingkan pecahan. Pada siklus I hasil belajar siswa belum mencapai indikator pencapaian yang di rencanakan yakni 80% ketuntasan, hal ini di karenakan siswa yang belum berani untuk menyampaikan pendapat dan masih kurang perhatian dalam proses pembelajaran serta guru juga belum menguasai kelas secara keseluruhan, selain respon siswa juga masih kurang yaitu pada saat apresepsi atau pemberian masalah awal, guru memberikan pertanyaan-pertanyaan siswa yang merespon atau yang bisa menjawab hanya ada lima orang, sedangkan ada dua siswa yang ditunjuk tidak mau menjawab dan hanya diam saja, di karenakan siswa belum terbiasa untuk aktif dan ikut terlibat dalam proses pembelajaran tetapi dalam pembelajaran siklus I terlihat ada daya tarik siswa terhadap materi yang diajarkan, yakni siswa memberikan respon siswa yang senang saat menerima materi pada saat proses belajar berlangsung kemudian pada saat berdiskusi dalam kelompok juga masih terlihat ada beberapa siswa yang belum terlibat aktif serta pada saat menyajikan hasil, masih terlihat ada beberapa siswa yang masih belum berani. Karena pada siklus I belum mencapai ketuntasan indikator ketuntasan maka di lakukan perbaikan pada siklus II.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

BAB III METODOLOGI PENELITIAN III.1 Deskripsi Lokasi Penelitian III.1.1 Deskripsi Singkat Tentang Sekolah

BAB III METODOLOGI PENELITIAN III.1 Deskripsi Lokasi Penelitian III.1.1 Deskripsi Singkat Tentang Sekolah

dijangkau dari segala arah.SMP Negeri 1 Sei Suka memiliki letak tang strategis karena berada di Kota Baru Tanjung Gading Kelurahan Perkebunan Sipare-Pare Kecamatan Sei Suka Kabupaten Batu Bara Propinsi Sumatera Utara tepatnya didalam komplek perumahan karyawan PT. Inalum yang merupakan proyek kerja sama antara pemerintah Indonesia dengan pemerintaj jepang (ASAHAN PROJECT), sehingga dapat menampung aspirasi masyarakat/ karyawan PT. Inalum dan sekitarnya akan kebutuhan pendidikan bagi anak-anaknya serta dapat dijangkau dari segala arah untuk kebutuhan pendidikan bagi anak-anak di luar lingkungan Perumahan PT. Inalum.
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

Yantiani

Yantiani

Menurut Sanjaya (2012:24) dipaparkan bahwa “sebagai pengelola pembelajaran (learning manager), guru berperan dalam menciptakan iklim belajar yang memungkinkan siswa dapat belajar secara nyaman”. Guru tidak hanya memberi konsep kepada siswa untuk menghafal, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana konsep-konsep tersebut dapat bertahan lama dalam pikiran siswa sehingga dapat mempengaruhi proses belajar siswa. Lebih lanjut dikemukakan, sebagai manajer, guru memiliki empat fungsi umum yaitu, merencanakan tujuan pembelajaran, mengorganisasikan berbagai sumber belajar untuk mewujudkan tujuan belajar, memimpin yang meliputi memotivasi, mendorong, dan menstimulasi siswa, mengawasi segala sesuatu apakah sudah berfungsi sebagaimana mestinya atau belum dalam rangka pencapaian tujuan. Terkait dengan pendapat tersebut, salah satu faktor yang mempengaruhi guru dalam memperluas dan memperdalam suatu materi adalah rancangan pembelajaran yang dibuatnya. Guru harus mampu merancang suatu pendekatan pengajaran yang menunjang dalam tercapainya keberhasilan belajar siswa. Indikator ketercapaian tujuan pembelajaran tersebut itu dapat dilihat hasil belajar siswa.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Obyek Penelitian - 11.30.0060 Njoo, Denny Kelvianto BAB IV

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Obyek Penelitian - 11.30.0060 Njoo, Denny Kelvianto BAB IV

telah dilakukan, diperoleh hasil signifikansi sebesar 0,231 < 0,10 dengan nilai t=-1,208. Tidak berpengaruhnya profitabilitas terhadap pengungkapan tanggung jawab social karena pelaksanaan aktivitas sosial dan pengungkapan tanggung jawab sosial sangat tergantung dari kesadaran manajemen perusahaan, bukan dari kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan.

12 Baca lebih lajut

BAB IV DESKRIPSI SETTING DAN HASIL PENELITIAN

BAB IV DESKRIPSI SETTING DAN HASIL PENELITIAN

Tindakan kelas siklus 2 pertemuan ke dua dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 16 Maret 2011.Guru memasuki ruang kelas V, kemudian mengucapkan salam, mengecek kehadiran siswa dan menanyakan kabar mereka hari ini. Guru lalu menanyakan kepada siswa apakah mereka masih ingat apa kegiatan yang dilakukan pada pertemuan sebelumnya, dan menunjuk salah siswa untuk bercerita. Selanjutnya guru menjelaskan kepada siswa tentang tujuan pembelajaran yang akan dicapai serta menjelaskan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan yang merupakan kelanjutan dari pertemuan sebelumnya.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

S PAI 1001276 Chapter 5

S PAI 1001276 Chapter 5

Jadi pelaksanaan proses pembelajaran PAI dan Budi Pekerti di SMA Negeri 2 Sumedang belum sesuai dengan kurikulum 2013 karena masih ada beberapa keterampilan yang belum muncul pada kegiatan inti, yang mana keterampilan tersebut merupakan ciri khas dari pendekatan saintifik yang digunakan pada pembelajaran yang mengacu pada kurikulum 2013, keterampilan tersebut ialah yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan data, mengasosiasi, dan mengkomunikasikan.

3 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI :Studi Deskriptif Pada Kelas X SMA Negeri 2 Sumedang Tahun Ajaran 2013 2014: - repository UPI S PAI 1001276 Title

IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI :Studi Deskriptif Pada Kelas X SMA Negeri 2 Sumedang Tahun Ajaran 2013 2014: - repository UPI S PAI 1001276 Title

IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI Studi Deskriptif pada Kelas X SMA Negeri 2 Sumedang Tahun Ajaran 2013/2014 Oleh Pathiyyah Se[r]

3 Baca lebih lajut

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data 1. Deskripsi Hasil Penelitian - PENGARUH SUPERVISI KEPALA SEKOLAH DAN IKLIM ORGANISASI TERHADAP KINERJA PENDIDIK DI SD NEGERI KECAMATAN GUNUNG ALIP KABUPATEN TANGGAMUS - Raden Intan Repository

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data 1. Deskripsi Hasil Penelitian - PENGARUH SUPERVISI KEPALA SEKOLAH DAN IKLIM ORGANISASI TERHADAP KINERJA PENDIDIK DI SD NEGERI KECAMATAN GUNUNG ALIP KABUPATEN TANGGAMUS - Raden Intan Repository

Dari analisis data diatas, diperoleh temuan-temuan yang merupakan jawaban atas masalah-masalah penelitian. Masalah pokok penelitian telah terjawab, yaitu pengaruh supervisi kepala sekolah dan iklim organisasi terhadap kinerja pendidik di SD Negeri Kecamatan Gunung Alip Kab. Tanggamus. Pembahasan selanjutnya diuraikan tentang pengaruh masing- masing variabel bebas, yaitu supervisi kepala sekolah dan iklim organisasi terhadap kinerja pendidik di SD Negeri Kecamatan Gunung Alip Kab. Tanggamus.

21 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...