Top PDF BAB II LANDASAN TEORI - Simulasi Antrian Pelayanan Berkelompok Oleh Banyak Server

BAB II LANDASAN TEORI - Simulasi Antrian Pelayanan Berkelompok Oleh Banyak Server

BAB II LANDASAN TEORI - Simulasi Antrian Pelayanan Berkelompok Oleh Banyak Server

Pada sistem antrian diperlukan pola pelayanan yang dikenal dengan service time. Pola pelayanan ini memerlukan proses pelayanan yang dilakukan secara random, dengan menggunakan distribusi peluang tertentu. Pelayanan harus dapat dilakukan setelah pelanggan memasuki antrian. Namun demikian apakah pelanggan tersebut dapat segera dilayani sangat tergantung dari jumlah pelanggan yang ada dalam antrian, yang dinyatakan dengan tidak terhingga atau terbatas. Setelah mendapatkan pelayanan yang baik maka pelanggan akan langsung meninggalkan fasilitas pelayanan. Kesemuanya ini kemudian dinyatakan sebagai proses keluaran.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Simulasi Antrian Pelayanan Berkelompok Oleh Banyak Server

Simulasi Antrian Pelayanan Berkelompok Oleh Banyak Server

Menunggu dalam suatu antrian adalah hal yang paling sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Teori antrian berhubungan dengan semua aspek dari situasi dimana pelanggan harus menunggu untuk diberikan layanan. Model Antrian yang dibahas pada penelitian ini adalah antrian dimana pelanggan datang secara berkelompok mengikuti proses Poisson dan akan dilayani oleh server secara berkelompok. Jumlah pelanggan dalam tiap kelompok merupakan suatu variabel acak (dinotasikan dengan X) dan waktu antar kedatangan adalah distribusi Ekponensial. Waktu pelayanan dilakukan dengan distribusi Eksponensial dan distribusi Weibull sebagai pembanding. Jika waktu pelayanan menggunakan distribusi Eksponensial, maka model menjadi [ ] / [ ] / Sedangkan jika waktu pelayanan mengunakan distribusi Weibull dengan parameter α dan β, maka model menjadi [ ] / ( , ) [ ] / dan pemrosesannya dilayani oleh banyak server (dinotasikan dengan C) dengan disiplin antrian FIFO (First In First Out). Dalam penelitian ini digunakan simulasi untuk menghitung rata-rata waktu tunggu pelanggan di dalam antrian, rata-rata waktu tunggu pelanggan di dalam sistem, rata-rata jumlah pelanggan di dalam antrian, rata-rata jumlah pelanggan di dalam sistem dan probabilitas server sibuk. Melalui penelitian ini diharapkan dapat mengetahui performansi sistem melalui hasil yang diperoleh dari simulasi dengan distribusi waktu pelayanan yang berbeda.
Baca lebih lanjut

124 Baca lebih lajut

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI

Microsoft SQL Server 2005 adalah manajemen data terintegrasi dan perangkat lunak analisis yang memungkinkan organisasi yakin untuk mengelola informasi kritikal dari aplikasi bisnis yang semakin kompleks (Anonim, 2005b). SQL Server 2005 memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih luas dari informasi bisnis mereka dan mencapai hasil yang lebih cepat untuk keunggulan kompetitif.

15 Baca lebih lajut

BAB II  LANDASAN TEORI - BAB II

BAB II LANDASAN TEORI - BAB II

Microsoft SQL Server 2000 merupakan sebuah program RDBMS (Relational Database Management System) yang menyediakan dukungan untuk mengorganisasi data dengan cara menyimpannya ke dalam tabel database. Hubungan antar data dapat dikelompokkan ke dalam tabel, dan keterhubungan dapat didefenisikan antar tabel-tabel yang disebut dengan Relational Dataase. SQL Server merupakan database server. User dapat berhubungan dengan database yang ada pada server melalui sebuah aplikasi, sedangkan Administrator dapat mengakses data secara langsung untuk mengelolanya.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

BAB II LANDASAN TEORI. Antrian merupakan kejadian yang dapat dijumpai pada peristiwa-peristiwa

BAB II LANDASAN TEORI. Antrian merupakan kejadian yang dapat dijumpai pada peristiwa-peristiwa

Pola Kedatangan adalah sebuah pola yang menggambarkan bagaimana distribusi dari paket ketika akan memasuki suatu sistem pelayanan. Pola kedatangan terdapat dua jenis yaitu, paket yang datang secara acak atau random dan paket yang datang pada setiap periode waktu tertentu. Pola kedatangan digambarkan dengan interval antar waktu kedatangan yang berurutan yang didapatkan dari waktu antar kedatangan. Untuk kedatagan yang berubah stokastik, diperlukan fungsi probabilitas dari waktu antar kedatangan. Notasi yang digunakan untuk pola kedatangan adalah sebgai berikut :

20 Baca lebih lajut

BAB 2 LANDASAN TEORI. Sistem antrian adalah suatu himpunan pelanggan, pelayan (server) serta suatu

BAB 2 LANDASAN TEORI. Sistem antrian adalah suatu himpunan pelanggan, pelayan (server) serta suatu

Sistem ini adalah yang paling sederhana. Single channel berarti bahwa hanya ada satu jalur untuk memasuki sistem pelayanan atau ada satu fasilitas pelayanan. Single phase menunjukkan bahwa hanya ada satu pelayanan. Setelah menerima pelayanan, individu-individu keluar dari sistem. Contoh adalah seorang tukang cukur dan seorang pelayan toko. (Kakiay, Thomas, 2004).

16 Baca lebih lajut

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI

Menurut Sonarajah (2010) teori ini didasari oleh banyaknya penanaman modal asing yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan multinasional yang berkantor pusat di negara maju dan beroperasi melalui anak-anak perusahaannya di negara berkembang. Teori ini menyatakan bahwa perusahaan multinasional dalam menanamkan modalnya di negara berkembang dengan kebijakan global hanyalah untuk kepentingan induk perusahaan dan pemilik saham dari perusahaan multinasional tersebut yang berada di negara penanam modal. Negara pemilik modal menjadi sentral ekonomi di dunia, sedangkan negara-negara berkembang melayani kepentingan dari negara pemilik modal. Pembangunan menjadi tidak mungkin dalam suatu negara berkembang sebagai pelaku ekonomi yang tidak penting kecuali dapat mengubah situasi dengan negara berkembang menjadi pusat ekonomi melalui penanaman modal asing.
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

BAB II LANDASAN TEORI - Bab II

BAB II LANDASAN TEORI - Bab II

Dalam E-learning Framework yang dikembangkan oleh Sun Microsystem (Sun Microsystem, 2003), e-learning didefinisikan sebagai kemampuan untuk menggunakan internet, jaringan komputer, dan teknologi elektronika yang lainnya untuk memfasilitasi, mengukur, dan mengelola kegiatan belajar. Hal yang menarik dari e-learning adalah kemampuannya secara teori untuk mengurangi (atau bahkan menghilangkan sama sekali) dua pembatas terbesar dalam pengembangan dan pembelajaran yang berkelanjutan bagi para pembelajar, yaitu waktu dan biaya.

15 Baca lebih lajut

BAB II LANDASAN TEORI - BAB II

BAB II LANDASAN TEORI - BAB II

Pada bab ini akan dikemukakan tinjauan pustaka, tinjauan teori, kerangka pemikiran dan hipotesis. Tinjauan pustaka merupakan uraian sistematis tentang hasil-hasil penelitian yang telah dikemukakan oleh peneliti terdahulu dan ada hubungannya dengan penelitiuan yang akan dilakukan. Tinjauan teori yang akan dipaparkan adalah dukungan media pembelajaran berbasis penelitian pengembangan sebagai pemahaman awal konsep membaca tanda waktu jam analog. Kerangka berpikir berisi konsep yang akan digunakan untuk menjawab masalah yang diteliti, disusun berdasarkan kajian teoritis dan hasil penelitian yang telah dilakukan.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI

Teori COR diterapkan sebagai teori yang menjelaskan etiologi dari burnout. Dasar dari teori ini adalah bahwa “ People strive to retain, protect, and build resources and that what is threatening to them is the potential or actual loss of these valued resources ”. 13 Artinya, seseorang akan selalu berusaha untuk menjaga, memperoleh dan melindungi sumber daya yang bernilai yang dimilikinya dari sebuah ancaman atau gangguan. Sumberdaya yang dimaksud ialah energi, kondisi dan waktu yang merupakan sumberdaya berharga. COR di aplikasikan untuk menjelaskan etiologi atau sumber dari kejenuhan (burnout) dan hal-hal yang berhubungan dengan stress. Ketika sumberdaya yang dimiliki seseorang dalam posisi terancam (threaten), maka akan mempengaruhi sisi psikologis dan fisiknya. Sedangkan dalam kajian kejenuhan (burnout), aktivitas yang berlebihan (overload) akan membuat seseorang merasa terancam, dan menjadikan seseorang dalam keadaan jenuh (burned-out). 14 Dari teori COR, peneliti berkesimpulan bahwa ketika siswa dalam keadaan terancam sumberdayanya, yang disebabkan
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

BAB II LANDASAN TEORI A. Pengertian Manajemen - BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI A. Pengertian Manajemen - BAB II LANDASAN TEORI

Secara umum, pelayanan pada dasarnya adalah kegiatan yang ditawarkan oleh organiasi atau perorangan kepada konsumen (consumer atau yang dilayani), yang bersifat tidak berwujud dan tidak dapat dimiliki. Hal ini selaras dengan pendapatnya Normann yang dikutip oleh sutopo dan adi suryanto mengenai beberapa karakteristik pelayanan. Pertama, pelayanan bersifat tidak dapat diraba. Artinya peayanan sangat berlawanan sifatnya dengan barang jadi. Kedua, pelayanan terdiri atas tindakan nyata merupakan pengaruh yang sifatnya adalah tindakan sosial. Ketiga, produksi dan konsumsi dari pelayanan tidak dapat dipisahkan secara nyata. Sebab, pada umumnya, kejadiannya bersamaan dan terjadi di tempat yang sama 6 .
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

BAB II LANDASAN TEORI A. Landasan Teori - Isna Widhiana BAB II

BAB II LANDASAN TEORI A. Landasan Teori - Isna Widhiana BAB II

Kelas VIII B SMP Kristen 1 Surakarta Tahun Pelajaran 2011/20 12” yang menyebutkan bahwa terjadi peningkatan kepercayaan diri dengan menggunakan teknik sosiodrama pada siswa kelas VIII B SMP Kristen 1 Surakarta. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu Penelitian Tindakan Kelas. Subjek penelitian melibatkan 3 siswa di kelas VIII B SMP Kristen 1 Surakarta. Kesimpulan yang diperoleh yaitu dengan menggunakan teknik sosiodrama, kepercayaan diri pada ketiga subjek mengalami peningkatan yaitu pada siklus I Aldo sebesar 32,02%, Andre sebesar 21,05%, dan Airlangga 28,91%. Pada siklus II Aldo sebesar 62,88%, Andre sebesar 74,67%, dan Airlangga sebesar 74,31%.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

BAB II  LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI

Sebuah sistem informasi tidak tentu identik dengan sebuah komputer, akan tetapi dalam kenyataanya sistem informasi sering dikaitkan dengan komputer, sistem itu sendiri merupakan sebuah g[r]

18 Baca lebih lajut

ANALISIS MODEL ANTRIAN DENGAN WORKING VACATION PADA POLA KEDATANGAN BERKELOMPOK (BATCH ARRIVAL) SATU SERVER.

ANALISIS MODEL ANTRIAN DENGAN WORKING VACATION PADA POLA KEDATANGAN BERKELOMPOK (BATCH ARRIVAL) SATU SERVER.

4. Priority service (PS), artinya prioritas pelayanan diberikan kepada mereka yang mempunyai prioritas paling tinggi dibandingkan dengan mereka yang memiliki prioritas paling rendah, meskipun yang terakhir ini sudah lebih dahulu tiba dalam garis tunggu. Kejadian seperti ini bisa disebabkan oleh beberapa hal, misalnya seseorang yang keadaan penyakit yang lebih berat dibanding dengan orang lain dalam sebuah rumah sakit.

57 Baca lebih lajut

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI

Materi Segi Empat Melalui Pendekatan Open Ended dengan Seting Discovery pada Siswa Kelas VII SMPN 01 Boyolangu Tulungagung ”. Sinta Purnamasari menyimpulkan bahwa penerapan pendekatan open ended dengan seting discovery dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII SMPN 01 Boyolangu. Hal ini dapat diketahui dari hasil observasi pada siklus I sampai siklus II yang menyebutkan adanya peningkatan hasil siswa semula nilai rata-rata pre test 65,2 dan pada post test siklus I menjadi 71,40. Persentase ketuntasan belajar pada siklus I adalah 40,62% yang berarti bahwa ketuntasan belajar siswa masih dibawah kriteria ketuntasan minimal yang telah ditentukan yaitu 75% dari keseluruhan siswa. Pada siklus II terdapat peningkatan hasil belajar siswa yang semula nilai rata-rata pada pre test 65,2 dan post test siklus I 71,40, pada post test siklus II menjadi 87,25. Persentase ketuntasan belajar pada siklus II adalah 93,54%, yang berarti bahwa persentase ketuntasan belajar siswa sudah memenuhi kriteria ketuntasan yang telah ditentukan, yaitu 75% dari keseluruhan siswa. 53
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI

E-Commerce adalah kegiatan bisnis yang menyangkut konsumen, manufaktur, pelayanan jasa, dan perdagangan perantara dengan menggunakan jaringan komputer, yaitu internet (prasetyo dan barkatullah, 2009). Penggunaan sarana internet merupakan kemajuan teknologi yang dapat dikatakan menunjang keseluruhan spektrum kegiatan komersial.

8 Baca lebih lajut

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI

Palang merah remaja (PMR) adalah sebuah wadah atau organisasi pelajar yang mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melakukan pelayanan-pelayanan kesehatan dan medis terhadap para korban dan pasien yang membutuhkan pertolongan, baik dilingkungan internal sekolah maupun masyarakat yang berada di sekitarnya. Peran dan fungsi organisasi ini juga sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI), dan dalam banyak hal PMR bekerjasama dengan PMI untuk mengembangkan program-program pelayanan kesehatan dan medis kepada masyarakat.

41 Baca lebih lajut

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI

Pada perencanaan suatu konstruksi bangunan gedung diperlukan beberapa landasan teori berupa analisa struktur, ilmu tentang kekuatan bahan serta hal lain yang berpedoman pada peraturan-peraturan yang berlaku di Indonesia. Ilmu teoritis di atas tidaklah cukup karena analisa secara teoritis tersebut hanya berlaku pada kondisi struktur ideal sedangkan gaya-gaya yang dihitung hanya merupakan pendekatan dari keadaan yang sebenarnya atau yang diharapkan terjadi.

69 Baca lebih lajut

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI

Simulasi adalah suatu cara untuk menduplikasi atau menggambarkan ciri , tampilan, dan karakteristik dari suatu sistem yang nyata secara matematis. Simulasi juga bisa dikatakan sebagai sebuah tiruan dari sistem yang dinamis dengan menggunakan model komputer yang digunakan untuk mengevaluasi dan meningkatkan kerja sistem [6]. Simulasi merupakan salah satu teknik yang sering kali digunakan dalam suatu penelitian dan manajemen ilmu pengetahuan, dan oleh semua indikasinya hal tersebut sangat populer dikembangkan. Dari proses simulasi kita dapat mempelajari karakter maupun sifat operasional dari sistem fisik maupun abstrak.
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI

Akan tetapi, di dalam definisi di atas tadi, variance itu adalah harga rata-rata hitung dari pangkat-dua simpangan-simpangan antara nilai-nilai pengamatan dengan harga rata- rata hit[r]

18 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...