Top PDF BAB I PENDAHULUAN. Semangat reformasi di bidang politik, pemerintahan dan pembangunan

BAB I PENDAHULUAN. Semangat reformasi di bidang politik, pemerintahan dan pembangunan

BAB I PENDAHULUAN. Semangat reformasi di bidang politik, pemerintahan dan pembangunan

1 1.1. Latar Belakang Semangat reformasi di bidang politik, pemerintahan dan pembangunan kemasyarakatan telah mewarnai upaya pendayagunaan aparatur Negara dengan tuntutan mewujudkan administrasi Negara yang mampu mendukung kelancaran tugas dan fungsi penyelenggara pemerintahan dengan menerapkan prinsip-prinsip Good Governance (Tata Pemerintahan yang baik). Prinsip Good Governance merupakan

7 Read more

BAB I PENDAHULUAN. Reformasi yang terjadi pada bidang politik mulai merambah pada bidang

BAB I PENDAHULUAN. Reformasi yang terjadi pada bidang politik mulai merambah pada bidang

memantau dan mengontrol penggunaan dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Selain itu untuk menciptakan persaingan yang sehat antar daerah dan mendorong timbulnya inovasi. Sejalan dengan kewenangan tersebut Pemerintah Daerah diharapkan lebih mampu menggali sumber-sumber keuangan khususnya untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan pemerintahan dan pembangunan di daerahnya melalui pendapatan daerah.

15 Read more

BAB I PENDAHULUAN. laki-laki dalam segala bidang kehidupan, seperti hukum, pemerintahan, politik, pendidikan,

BAB I PENDAHULUAN. laki-laki dalam segala bidang kehidupan, seperti hukum, pemerintahan, politik, pendidikan,

3) Dalam lingkungan pemerintahan, yang menduduki posisi-posisi penting seperti kepala desa, kepala adat, badan adat (tokoh-tokoh adat) dan sebagainya adalah kaum laki-laki. Perempuan tidak memiliki akses untuk menduduki jabatan-jabatan tersebut dan hanya menjadi pembantu bagi kaum laki-laki. Perempuan juga tidak memiliki hak untuk terlibat dalam pengambilan keputusan-keputusan penting di dalam masyarakat sebab semuanya ditentukan oleh kaum laki-laki. Memang saat ini, kaum perempuan sudah dilibatkan dalam pengambilan keputusan di keluarga, masyarakat dan gereja tetapi jumlah mereka masih kecil dan sedikit dibandingkan kaum laki- laki. Dan hal ini hanya terjadi pada desa-desa di pusat klasis atau kabupaten dan di daerah-daerah pesisir pantai, sementara pada desa-desa yang jauh di pedalaman Buru Selatan, perempuan bahkan belum dilibatkan sama sekali dalam proses-proses pengambilan keputusan di masyarakat.
Show more

13 Read more

BAB I PENDAHULUAN. semangat reformasi pendidikan, diawali dengan munculnya kebijakan

BAB I PENDAHULUAN. semangat reformasi pendidikan, diawali dengan munculnya kebijakan

PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kurikulum berbasis Kompetensi (KBK) dapat dikatakan sebagai salah satu bentuk inovasi kurikulum. Kemunculan KBK seiring dengan munculnya semangat reformasi pendidikan, diawali dengan munculnya kebijakan pemerintah di antaranya lahirnya Undang-undang No. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah; Undang-undang No 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintahan dan Kewenangan Provinsi sebagai Daerah Otonom; serta lahirnya Tap MPR No. IV/MPR/1999 tentang Arah Kebijakan Pendidikan di Masa Depan. Disamping itu, rendahnya kualitas pendidikan merupakan faktor pendorong lain perlunya perubahan kurikulum dalam konteks reformasi pendidikan.
Show more

9 Read more

BAB I REFORMASI TATA PEMERINTAHAN DAN INOVASI DI KABUPATEN KEBUMEN. Sejak menggelindingnya semangat desentralisasi, pemerintah daerah di

BAB I REFORMASI TATA PEMERINTAHAN DAN INOVASI DI KABUPATEN KEBUMEN. Sejak menggelindingnya semangat desentralisasi, pemerintah daerah di

Konsep tata pemerintahan (governance) merupakan perluasan konsep dari pemerintah (goverment). Jika pemerintah government diidentikkan dengan satu aktor tunggal yaitu Negara, maka governance lebih melibatkan multistakeholders didalamnya. Tata pemerintahan menurut UNDP (dalam Agus Dwiyanto dkk 2003:4) didefinisikan sebagai „penggunaan kekuasaan administratif, politik dan ekonomi untuk mengelola masalah suatu negara pada semua tingkat. Tata pemerintahan mencakup mekanisme, proses, dan lembaga ketika Warga Negara dan kelompok masyarakat menyampaikan kepentingan, melakukan hak-hak politiknya, memenuhi kewajibannya, dan mendiskusikan perbedaan diantara mereka.
Show more

23 Read more

BAB I PENDAHULUAN. Era reformasi saat ini telah banyak perubahan dalam berbagai bidang

BAB I PENDAHULUAN. Era reformasi saat ini telah banyak perubahan dalam berbagai bidang

ekonomi yang terjadi saat ini diperlukan suatu perangkat evaluasi yang bersifat lintas sektoral, menyeluruh dan konsisten. Salah satu instrumen tersebut adalah tabel input-output (Tabel I-O, 2010). Pembangunan daerah merupakan suatu upaya sadar yang dilakukan oleh pemerintah daerah bersama masyarakat dalam rangka meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan secara merata bagi segenap lapisan masyarakat. Oleh karenanya keberhasilan pelaksanaan pembangunan daerah tidak hanya merupakan tanggungjawab pemerintah daerah saja, melainkan sebagai tanggungjawab bersama seluruh komponen masyarakat di daerah yang bersangkutan. Agar pelaksanaan pembangunan dapat mencapai sasaran yang diinginkan bersama, proses pembangunan harus terencana dan terprogram secara mapan.
Show more

11 Read more

BAB I PENDAHULUAN. pengambil keputusan dalam pemerintahan di era reformasi ini. Pemerintah telah

BAB I PENDAHULUAN. pengambil keputusan dalam pemerintahan di era reformasi ini. Pemerintah telah

DPRD sebagai wakil rakyat mempunyai wewenang dalam pengawasan terhadap APBD. Hal ini tercantum dalam pasal 42 ayat (1) huruf c Undang-undang nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah yang menyatakan bahwa: ”DPRD mempunyai tugas dan wewenang melaksanakan pengawasan terhadap Perda dan Peraturan Perundang-undangan lainnya, Peraturan Kepala Daerah, APBD, Kebijakan Pemerintah Daerah dalam melaksanakan program pembangunan daerah dan kerjasama internasional di daerah.”

8 Read more

BAB I PENDAHULUAN. Era reformasi merupakan babak baru dalam pemerintahan Indonesia,

BAB I PENDAHULUAN. Era reformasi merupakan babak baru dalam pemerintahan Indonesia,

menurut rencana atau dengan kata lain dengan membandingkan antara realisasi penerimaan pajak dengan potensi penerimaan pajak yang sebenarnya. Dengan peningkatan efektivitas pajak tersebut pada akhirnya diharapkan dapat lebih mengoptimalkan PAD sebagai sumber pendapatan daerah untuk membiayai pembangunan dan penyelenggaraan pemerintahan sehingga dapat mengurangi beban pemerintah pusat.

19 Read more

BAB I PENDAHULUAN. Reformasi politik yang telah berlangsung selama tiga belas tahun telah

BAB I PENDAHULUAN. Reformasi politik yang telah berlangsung selama tiga belas tahun telah

tinggi. Dibutuhkan kesabaran dan kesanggupan untuk menerima segala keadaan. Mantan ketua umum PIA Ardhya Garini, Ny. Sri Esa Subandrio, ibu dari tiga anak ini merasakan betul bagaimana beratnya tugas seorang istri prajurit TNI AU. Pada kesempatan kunjungan untuk mensosialisasikan misi dan visi organisasi, beliau juga memberikan semangat kepada istri prajurit TNI AU terutama untuk lebih memahami tugas suami mereka, beliau mengatakan “bahwa dengan memberikan pemahaman mendalam mengenai tugas para suami, diharapkan para istri bisa mendukung penuh tugas suami, sehingga ketika suami mereka ditugaskan ke luar daerah para istri bisa tenang kalau sudah memahami tugas suami” (Pikiran Rakyat, 2009).
Show more

12 Read more

BAB I PENDAHULUAN. Dalam reformasi di bidang keuangan negara, perubahan yang signifikan

BAB I PENDAHULUAN. Dalam reformasi di bidang keuangan negara, perubahan yang signifikan

7 Christiaens, 2001; Guthrie, 1998; Carlin and Guthrie, 2003; Hodges and Mellet, 2003; Brusca, 1997). Berdasarkan latar belakang di atas, penulis ingin menguji kembali sampai sejauh mana tingkat kesiapan pemerintah untuk menerapkan standar akuntansi pemerintah berbasis akrual dan menguji pengaruh dari faktor-faktor yang dapat mempengaruhi tingkat penerapan akuntansi akrual pada pemerintah. Penelitian terhadap penerapan akuntansi akrual pada Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Baratserta pengaruh dari faktor-faktor yang mempengaruhi penerapannya, diharapkan dapat membantu dan memberikan gambaran yang lebih nyata mengenai tingkat implementasi sistem akuntansi akrual pada pemerintahan di IndonesiakhususpadaPemerintahProvinsiJawa Barat. Oleh karena itu, penelitian ini diberi judul “Tinjauan Terhadap Kesiapan Pemerintah Dalam Menerapkan Standar Akuntansi Pemerintah Berbasis Akrual (Studi Kasus Pada Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat)”
Show more

10 Read more

BAB I PENDAHULUAN. perubahan dalam segala bidang, tidak terkecuali dalam bidang politik. Keputusan

BAB I PENDAHULUAN. perubahan dalam segala bidang, tidak terkecuali dalam bidang politik. Keputusan

BAB I PENDAHULUAN 1. Latarbelakang Permasalahan Peristiwa penting dalam kehidupan politik 1 di Indonesia terjadi pada tanggal 21 Mei 1998 2 . Pergantian kepemimpinan nasional dalam era reformasi mengagendakan perubahan dalam segala bidang, tidak terkecuali dalam bidang politik. Keputusan penting yang dilakukan pemerintah adalah dengan membuat paket kebijakan politik yang berisi perubahan peraturan perundang-undangan tentang kepartaian, pemerintahan daerah, susunan dan kedudukan anggota MPR, DPR dan DPRD beserta aturan pelaksanaannya yang membuka suasana kehidupan politik yang baru. Paket kebijakan politik ini telah menciptakan suasana yang berbeda dibandingkan pada masa Orde Baru yang menerapkan deparpolisasi, depolitisasi dan floating mass 3 serta sentralisasi kekuasaan pada pemerintah pusat yang menyebabkan rakyat teralienasi atau terpinggirkan dari kehidupan politik.
Show more

6 Read more

BAB I PENDAHULUAN. reformasi yang terjadi pada sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik

BAB I PENDAHULUAN. reformasi yang terjadi pada sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik

Karena itu berdasarkan UU No. 22 Tahun 1999 Pasal 60, 61, dan 62 maka Pemerintah Provinsi Jawa Barat membentuk perangkat daerah yang disebut Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, sebagai unsur pelaksana Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam bidang pendidikan. Dinas ini dipimpin oleh seorang kepala dinas pendidikan yang diangkat oleh Gubernur Jawa Barat. Kepala Dinas Pendidikan bertanggung jawab kepada Gubernur melalui Sekretaris Daerah.

18 Read more

BAB I PENDAHULUAN. pemerintahan daerah, yang diatur dengan Undang-undang. Pasca reformasi

BAB I PENDAHULUAN. pemerintahan daerah, yang diatur dengan Undang-undang. Pasca reformasi

Eksistensi desa yang awalanya masuk dalam penjelasan UUD 1945, justeru tergerus dengan lahirnya kedua Undang-undang tersebut. Sedangkan politik hukum Pemerintahan Orde Baru, menerapkan mekanisme kontrol politik yang dibangun melalui sentralisasi dan uniformasi pemerintahan melalui UU No. 5 Tahun 1979. Desa diatur dan dipaksa mengakui keseragaman yang ditentukan oleh Pemerintah. Sehingga kasatuan masyarakat adat yang ada di desa menjadi runtuh. Dan yang tekhir politik hukum Pemerintahan Desa di Orde Reformasi, dengan melalui UU No. 22 Tahun 1999 dan UU No. 32 Tahun 2004 mencoba menempatkan posisi desa menjadi lebih baik, keragaman kasatuan masyarakat hukum adat diakui eksistensinya. Akan tetapi fokus kedua undang-undang tersebut masih terlalu dominan fokusnya terhadap pemerintah daerah. 2. Dalam UU No. 6 Tahun 2014 mencoba memperbaiki undang-undang sebelumnya. Hal semacaam itu terlihat dalam nomenklatur desa dalam UU No.6 Tahun 2014 memberikan legitimasi kuat bagi desa adat/masyarakat hukum adat yang ada di Indonesia agar tidak dipaks menjadi bagian dari desa dengan corak desa jawa. Selanjutnya kewenangan desa berdasarkan ketentuan UU No. 6
Show more

45 Read more

BAB I PENDAHULUAN. Pada masa reformasi pola-pola penyelenggaraan Pemerintahan yang sentralistik dan

BAB I PENDAHULUAN. Pada masa reformasi pola-pola penyelenggaraan Pemerintahan yang sentralistik dan

ruang kota secara optimal melalui proses perizinan bangunan yang tertib, sederhana dan dilaksanakan dalam waktu yang singkat. 10 Adanya kegiatan perizinan yang dilaksanakan oleh Pemerintah, dalam hal ini Dinas Tata Ruang dan Bangunan Kota Pekanbaru pada intinya adalah untuk menciptakan kondisi bahwa kegiatan pembangunan sesuai dengan peruntukkan, di samping itu agar lebih berdaya guna dan berhasil guna dalam rangka pelayanan terhadap masyarakat dan pembangunan. Sedangkan bagi masyarakat dalam rangka melaksanakan Rencana Tata Ruang tersebut perlu adanya Sertifikat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang akan memberikan kepastian dan jaminan hukum terhadap bangunan yang dimiliki. Sedangkan bagi pihak pengusaha dengan adanya izin atau sertifikat bangunan tersebut guna untuk mempermudah dan memperlancar dalam proses peminjaman uang kepada Bank untuk mendapatkan atau menambah modal usaha dan lain sebagainya. Untuk mendirikan seunit bangunan diperlukan sertifikat agar bangunan itu dikatakan legal oleh Pemerintah.
Show more

15 Read more

BAB I PENDAHULUAN. antar pemerintahan. Di beberapa bidang, keputusan-keputusan ditetapkan

BAB I PENDAHULUAN. antar pemerintahan. Di beberapa bidang, keputusan-keputusan ditetapkan

dalam pemulihan perekonomian di Irlandia. Dalam model ini organisasi politik membuat keputusan dengan perhitungan yang tepat dalam menangani suatu masalah yang terjadi serta keuntungan dan kerugian dari semua kemungkinan yang ada untuk menentukan jalan mana yang harus diambil. Keputusan harus mencakup kepentingan dari organisasi itu sendiri tanpa merugikan Negara- Negara anggota yang lain. Organisasi internasional yang memiliki banyak anggota dan setiap negara anggota memiliki kepentingan nasionalnya sendiri akan membuat oragnisasi internasional tersebut sulit dalam mengambil keputusan. Oleh karena itu, solusi terbaik akan dicari demi menjaga kepentingan bersama antar anggota Uni Eropa dalam pemulihan perekonomian Irlandia tanpa mengorbankan salah satu atau sebagian anggotanya.
Show more

17 Read more

BAB I PENDAHULUAN. organisasi yang telah lama ada, seperti misalnya di bidang pemerintahan, ekonomi

BAB I PENDAHULUAN. organisasi yang telah lama ada, seperti misalnya di bidang pemerintahan, ekonomi

Pusat kepada Pemerintah Daerah. Kebijakan otonomi daerah di dalam Undang- Undang Nomor 32 tahun 2004 yang selanjutnya di gantikan oleh Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Nomor 9 tahun 2015 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, secara eksplisit memberikan otonomi yang luas kepada pemerintah daerah untuk mengurus dan mengelola berbagai kepentingan dan kesejahteraan masyarakat daerah. Pemerintah daerah harus mengoptimalkan pembangunan daerah yang berorientasi kepada kepentingan masyarakat. Melalui Undang-Undang No. 23 Tahun 2014 dan Undang-Undang Nomor 9 tahun 2015 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, pemerintah daerah dan masyarakat di daerah lebih diberdayakan sekaligus diberi tanggung jawab yang lebih besar untuk mempercepat laju pembangunan daerah. Pelaksanaan otonomi daerah di Indonesia menitikberatkan pada level kabupaten/kota dirasakan sudah cukup tepat dengan pertimbangan untuk lebih mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
Show more

20 Read more

BAB I PENDAHULUAN. pemerintahan kepada masyarakat di bidang penyelamatan yaitu dengan adanya Dinas

BAB I PENDAHULUAN. pemerintahan kepada masyarakat di bidang penyelamatan yaitu dengan adanya Dinas

b. Bagi Peneliti Untuk menampah pengetahuan dan wawasan untuk bekal terjun ke masyarakat mengenai pelaksanaan pelayanan publik. Dan untuk penyusunan usulan proposal sebagai syarat mendapat SK untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung.

10 Read more

BAB I PENDAHULUAN. penyelenggaraan beberapa bidang pemerintahan. Seiring dengan bertambah

BAB I PENDAHULUAN. penyelenggaraan beberapa bidang pemerintahan. Seiring dengan bertambah

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 73 Tahun 2005 tentang pemerintah kelurahan yang merupakan dasar dalam menuju masyarakat yang berkembang yaitu kelurahan tidak lagi menjadi level administrasi, tidak lagi menjadi bawahan daerah tetapi menjadi masyarakat yang mandiri. Sesuai dengan penjelasan Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2005 tentang kelurahan diamanatkan bahwa : Untuk mewujudkan tercapainya tujuan penyelenggaraan otonomi daerah, pemerintah berkewajiban melakukan pembinaan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah termasuk pemerintahan kelurahan. Pembinaan dimaksud mengandung filosofi bahwa diperlukan inovasi dan kreatifitas untuk mendorong upaya-upaya percepatan atau akselerasi pembangunan kelurahan seperti penanggulangan kemiskinan, penanganan bencana, peningkatan ekonomi masyarakat, peningkatan prasarana perkotaan, pemanfaatan sumber daya alam dan teknologi tepat guna dan pengembangan sosial budaya pada skala kabupaten/kota, karena pada prinsipnya masyarakat desa dan kelurahan sangat membutuhkan sentuhan dan perhatian yang sama dari pemerintah daerah untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Show more

15 Read more

BAB I PENDAHULUAN. adalah perubahan di bidang akuntansi pemerintahan yang transparan dan

BAB I PENDAHULUAN. adalah perubahan di bidang akuntansi pemerintahan yang transparan dan

1 1.1 Latar Belakang Penelitian Dalam reformasi di bidang keuangan negara, perubahan yang signifikan adalah perubahan di bidang akuntansi pemerintahan yang transparan dan akuntabel menjadi isu yang sangat penting di pemerintahan Indonesia. Salah satu kunci penting dalam pengelolaan keuangan negara tersebut adalah terkait dengan sistem akuntansi pemerintahan Indonesia yaitu dengan melakukan pengembangan kebijakan akuntansi pemerintah berupa standar akuntansi pemerintahan (SAP) yang bertujuan untuk memberikan pedoman pokok dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan pemerintah baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
Show more

10 Read more

BAB I PENDAHULUAN. depan bangsa dan negara. Karena itu, tuntutan reformasi, ekonomi, sosial, politik,

BAB I PENDAHULUAN. depan bangsa dan negara. Karena itu, tuntutan reformasi, ekonomi, sosial, politik,

Pembinaan remaja diarahkan pada upaya persiapan generasi muda menjadi kader bangsa yang tangguh dan ulet dalam menghadapi tantangan pembangunan serta bertanggung jawab terhadap masa depan kehidupan bangsa dan negara. Permasalahan remaja putus sekolah akan menimbulkan berbagai akibat, karena mereka tidak memiliki bekal yang menunjang hidup mereka saat menjadi orang dewasa. Hal ini akan menimbulkan tidak tercapainya cita-cita mereka, sehingga timbul ketidakberdayaan remaja, perasaan rendah diri dan terisolasi dari lingkungan sosialnya. Demikian halnya anak remaja di desa Pelandia Kecamaatan Buke Kabupaten Konawe Selatan yang tinggal di perkampungan dan rata-rata pendidikannya masih tergolong rendah. Banyaknya remaja putus sekolah di desa Pelandia Kecamata Buke Kabupaten Konawe Selatan. Kondisi keluarga remaja tersebut, kondisi ekonominya yang lemah, tingkat pendidikan orang tuanya hanya tamatan SD, kedua orang tua remaja masih masih ada, dan pekerjaan kedua orang tua bertani di ladang. 4 secara langsung yang mempengaruhi perilaku remaja itu sendiri. Banyak faktor yang menyebabkan sehingga remaja di desa Pelandia banyak yang tidak melanjutkan sekolah ke tingkat pendidikan lebih tinggi atau putus sekolah. Diantaranya adalah faktor kesibukan orang tua yang kurang memperhatikan pendidikan anak dan faktor dari anak itu sendiri dalam hal ini dipengaruhi oleh faktor lingkungannya yang sebagian besar tidak bersekolah.
Show more

12 Read more

Show all 10000 documents...