Top PDF Bab 8 Pengolahan dan Wirausaha Produk Pembersih dari Bahan Nabati dan Hewani

Bab 8 Pengolahan dan Wirausaha Produk Pembersih dari Bahan Nabati dan Hewani

Bab 8 Pengolahan dan Wirausaha Produk Pembersih dari Bahan Nabati dan Hewani

Bahan pembuat sampo dapat berupa bahan sabun atau deterjen. Sampo yang terbuat dengan bahan sabun terdiri atas material utama, yaitu lemak (asam lemak) dan bahan kimia basa kuat dengan air. Air yang digunakan sebaiknya air yang sudah melalui proses deionisasi atau air murni, untuk mencegah terjadinya reaksi ion yang dapat menurunkan kualitas produk sampo. Kimia basa yang digunakan pada sampo adalah kalium hidroksida (KOH). KOH yang sudah dilarutkan pada air akan menghasilkan alkalin. Asam lemak dan alkalin bereaksi mengakibatkan terjadinya proses saponiikasi yang berfungsi sebagai pembersih. Sampo yang menggunakan deterjen sintetis di antaranya menggunakan senyawa natrium laurel sulfat (SLS) yang berfungsi mengatasi kesadahan air (kandungan mineral-mineral tertentu di dalam air). Sampo untuk rambut berminyak memiliki kandungan deterjen yang lebih tinggi daripada sampo untuk rambut kering.
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

Bab 8 Pengolahan dan Kewirausahaan Bahan Nabati dan Hewani Menjadi Produk Kosmetik

Bab 8 Pengolahan dan Kewirausahaan Bahan Nabati dan Hewani Menjadi Produk Kosmetik

Produk kosmetik diperlukan tidak hanya oleh kaum wanita tetapi juga oleh kaum pria sejak lahir sampai akhir hayat. Produk kosmetik dapat digunakan setiap hari maupun secara insidental atau berkala dan dipakai di seluruh tubuh dari ujung rambut sampai ujung kaki. Tidak semua bahan kosmetika cocok untuk setiap kondisi kulit. Jika terjadi ketidakcocokan, akan timbul iritasi pada kulit. Oleh karena itu, perhatikan kandungan bahan kimia yang tercantum di kemasan tiap-tiap produk. Penggolongan menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI berdasarkan kegunaan dan lokalisasi pemakaian pada tubuh, kosmetika digolongkan menjadi 13 golongan. 1. Preparat untuk bayi; minyak bayi, bedak bayi, dan
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

BAB I PENGAWETAN BAHAN NABATI DAN HEWANI

BAB I PENGAWETAN BAHAN NABATI DAN HEWANI

Pasteurisasi dilakukan dengan berbagai variasi waktu dan suhu. Semakin tinggi suhu yang digunakan, maka waktu yang diperlukan untuk memanaskan bahan juga akan semakin singkat. Ada 2 macam metode pasteurisasi yang sering digunakan, yaitu: LTLT ( Low Temperature Long Time) dan HTST ( High Temperature Short Time). LTLT menggunakan suhu 63 ° C selama 30 menit, sedangkan HTST menggunakan suhu 72 ° C selama 15 detik. Setelah dipanaskan, bahan pangan kemudian didinginkan dengan cepat hingga mencapai suhu 10 ° C untuk mencegah bakteri tumbuh kembali. Industri pengolahan susu biasa menggunakan metode HTST karena mempertimbangkan efisiensi proses dan kualitas produk akhir. Pasteurisasi juga dapat diaplikasikan untuk mengawetkan produk pangan dengan pH ≤ 3,7, seperti jus atau bubur buah, dengan tujuan untuk menginaktifkan jamur perusak dan ragi ( yeast) .
Baca lebih lanjut

35 Baca lebih lajut

Bab 4 Pengolahan Dan Kewirausahaan Bahan Nabati dan Hewani Menjadi Makanan Khas Daerah

Bab 4 Pengolahan Dan Kewirausahaan Bahan Nabati dan Hewani Menjadi Makanan Khas Daerah

Dalam melakukan usaha, ada dua kemungkinan, yaitu kegagalan dan keberhasilan. Setiap orang pada umumnya tidak mau menerima kegagalan. Hanya sedikit orang yang mau memahami bahwa sesungguhnya kegagalan itu hanya sementara saja karena kegagalan merupakan awal dari keberhasilan. Jika seseorang mempunyai mental dan pribadi wirausaha, dia tidak akan putus asa jika mengalami kegagalan. Ia akan berusaha bangkit lagi sampai ia berhasil memperoleh apa yang menjadi harapannya. Biasanya setelah mengalami kegagalan sekali, ia gunakan pengalaman dan tidak akan mengulangi kegagalan serupa. Adapun hal-hal yang dapat menyebabkan kegagalan usaha adalah sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

40 Baca lebih lajut

Prakarya dan Kewirausahaan SMA Kelas XI. Bab 4. Pengolahan dan Wirausaha Pengawetan Bahan Nabati dan Hewani   Database www.dadangjsn.com

Prakarya dan Kewirausahaan SMA Kelas XI. Bab 4. Pengolahan dan Wirausaha Pengawetan Bahan Nabati dan Hewani Database www.dadangjsn.com

Terdapat tiga fungsi dasar yang harus dipenuhi oleh kemasan. Fungsi pertama adalah fungsi perlindungan. Pada aspek ini, kemasan berfungsi untuk menjaga produk tetap bersih, pelindung dari kotoran dan kontaminasi; melindungi produk terhadap kerusakan fisik, perubahan kadar air, dan penyinaran. Fungsi kedua adalah fungsi penanganan. Beberapa hal yang termasuk dalam fungsi ini antara lain kemudahan dalam membuka atau menutup, mudah dalam tahap penanganan, pengangkutan, dan distribusi; mempunyai fungsi yang baik, efisien dan ekonomis; aman untuk lingkungan; mempunyai ukuran, bentuk dan bobot yang sesuai dengan norma atau standar yang ada; mudah dibuang dan mudah dibentuk atau dicetak. Fungsi ketiga adalah fungsi untuk pemasaran, kemasan menampakkan identifikasi, informasi, daya tarik, dan penampilan yang jelas sehingga dapat membantu promosi dan penjualan.
Baca lebih lanjut

43 Baca lebih lajut

Silabus prakarya dan kewirausahaan sma (2)

Silabus prakarya dan kewirausahaan sma (2)

Sikap 15% -Mandiri -Disiplin -Tanggung jawab 3.7 Memahami proses produksi pengolahan bahan pangan nabati dan hewani menjadi produk pembersih di wilayah setempat melalui pengamatan dar[r]

589 Baca lebih lajut

Bab 8 Wirausaha Pengolahan Produk Kesehatan Khas Daerah

Bab 8 Wirausaha Pengolahan Produk Kesehatan Khas Daerah

Obat dapat dibagi menjadi obatan-obatan tradisional dan modern. Obat tradisional, menurut deinisi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian (galenik) atau campuran dari bahan tersebut, yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman. Sediaan galenik adalah hasil ekstraksi simplisia yang berasal dari tumbuh-tumbuhan atau hewan. Obat-obatan modern adalah obat yang memiliki kandungan bahan terukur, teknik produksi modern dan diuji dengan cermat, sehingga khasiatnya juga dapat diketahui dengan pasti. Obat tradisional dapat dikembangkan menjadi obat modern, melalui penelitian agar diketahui dosis yang tepat untuk khasiat yang dibutuhkan. Obat-obatan tradisional telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia sejak zaman dahulu, dan merupakan kearifan lokal bangsa kita yang dapat dikembangkan. Produk obat tradisional dapat dimanfaatkan terutama untuk mencegah penyakit dan memulihkan kondisi tubuh.
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

PRAKARYA & KEWRUSAHAAN Kls X

PRAKARYA & KEWRUSAHAAN Kls X

gagasan (desain) dalam bentuk gambar skets/tertulis untuk kegiatan proses produksi (teknik, bahan, alat) termasuk keselamatan kerja pengolahan bahan pangan nabati dan hewani menjadi produk pembersih berdasarkan kesimpulan pengamatan/ kajian literatur, orisinalitas ide yang jujur, sikap percaya diri dan mandiri.

209 Baca lebih lajut

Bab 4 Pengolahan dan Wirausaha Pengawetan Bahan nabati dan Hewani

Bab 4 Pengolahan dan Wirausaha Pengawetan Bahan nabati dan Hewani

Terdapat tiga fungsi dasar yang harus dipenuhi oleh kemasan. Fungsi pertama adalah fungsi perlindungan. Pada aspek ini, kemasan berfungsi untuk menjaga produk tetap bersih, pelindung dari kotoran dan kontaminasi; melindungi produk terhadap kerusakan fisik, perubahan kadar air, dan penyinaran. Fungsi kedua adalah fungsi penanganan. Beberapa hal yang termasuk dalam fungsi ini antara lain kemudahan dalam membuka atau menutup, mudah dalam tahap penanganan, pengangkutan, dan distribusi; mempunyai fungsi yang baik, efisien dan ekonomis; aman untuk lingkungan; mempunyai ukuran, bentuk dan bobot yang sesuai dengan norma atau standar yang ada; mudah dibuang dan mudah dibentuk atau dicetak. Fungsi ketiga adalah fungsi untuk pemasaran, kemasan menampakkan identifikasi, informasi, daya tarik, dan penampilan yang jelas sehingga dapat membantu promosi dan penjualan.
Baca lebih lanjut

40 Baca lebih lajut

BAHAN PEMBERSIH BERBAHAN DASAR NABATI DAN HEWANI

BAHAN PEMBERSIH BERBAHAN DASAR NABATI DAN HEWANI

Produk samping dari industri pengolahan gelatin adalah dihasilkannya dikalsium fosfat (DCP). Penggunaan dikalsium fosfat pada industri umumnya digunakan sebagai zat anti penggumpalan (anticaking agent) pada produk bubuk/powder. DCP dapat pula direaksikan lebih lanjut untuk menghasilkan monokalsium fosfat maupun trikalsium fosfat. Penelaahan kehalalan bahan yang mengandung dikalsium maupun trikalsium fosfat adalah apakah bahan tersebut merupakan hasil samping industri gelatin atau tidak. Saat ini terdapat pula dikalsium maupun trikalsium fosfat yang diperoleh dari batu-batuan atau merupakan barang tambang.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Hasil Analisis KI KD KK 2013 SMA Mapel Mapel Prakarya

Hasil Analisis KI KD KK 2013 SMA Mapel Mapel Prakarya

Menetapkan desain proses produksi produk pembersih dari bahan pangan nabati dan hewani berdasarkan prosedur berkarya jenis, manfaat, kandungan, teknik pengolahan, dan pengemasan 3.6 Men[r]

218 Baca lebih lajut

PKBM Prakarya dan Kewirausahaan 10

PKBM Prakarya dan Kewirausahaan 10

- Mengidentifikasi sumber daya yang dibutuhkan dalam mendukung proses produksi pengawetan bahan nabati dan hewani - Memahami proses produksi pengawetan bahan nabati dan hewani di wilaya[r]

59 Baca lebih lajut

Buku Prakarya Kelas X Semester 1

Buku Prakarya Kelas X Semester 1

Budidaya berpangkal pada cultivation, yaitu suatu kerja yang berusaha untuk menambah, menumbuhkan, dan mewujudkan benda ataupun makhluk agar lebih besar (tumbuh), dan berkembang (banyak). Kinerja ini membutuhkan perasaan seolah dirinya (pembudidaya) hidup, tumbuh, dan berkembang. Prinsip pembi- naan rasa dalam kinerja budidaya ini akan memberikan hidup pada tumbuhan atau hewan, namun dalam bekerja dibutuhkan sistem yang berjalan rutinitas, seperti kebiasaan hidup orang: makan, minum, dan bergerak. Maka, seorang pem- budidaya harus memahami kartakter tumbuhan atau hewan yang di’budi- daya’kan. Konsep cultivation tampak pada penyatuan diri dengan alam dan pema- haman tumbuhan atau binatang. Pemikiran echosystem menjadi langkah yang selalu dipikirkan keseimbangan hidupnya. Manfaat edukatif budidaya ini adalah pembinaan perasaan, pembinaan kemampuan memahami pertumbuhan dan menyatukan dengan alam (echosystem) menjadi anak dan tenaga kerja yang berpikir sistematis, namun manusiawi dan penuh kesabaran. Hasil budidaya tidak akan dapat dipetik dalam waktu singkat melainkan membutuhkan waktu dan harus diawasi dengan penuh kesabaran. Bahan dan perlengkapan teknologi budi- daya sebenarnya dapat diangkat dari kehidupan sehari-hari yang variatif karena setiap daerah mempunyai potensi kearifan yang berbeda. Budidaya telah dilaku- kan oleh pendahulu bangsa ini dengan teknologi tradisi, namun telah menunjuk- kan konsep budidaya yang memperhitungkan musim, tetapi belum mempunyai standar ketepatan dengan suasana/iklim cuaca maupun ekonomi yang sedang berkembang. Maka, pembelajaran prakarya-budidaya diharapkan mampu mene- mukan ide pengembangan berbasis bahan tradisi dengan memperhitungkan kebelanjutan materi atau bahan tersebut.
Baca lebih lanjut

196 Baca lebih lajut

PKBM Prakarya dan Kewirausahaan 10 01

PKBM Prakarya dan Kewirausahaan 10 01

- Mengidentifikasi sumber daya yang dibutuhkan dalam mendukung proses produksi pengawetan bahan nabati dan hewani - Memahami proses produksi pengawetan bahan nabati dan hewani di wilaya[r]

59 Baca lebih lajut

BAHAN NABATI DAN HEWANI MENJADI MAKANAN

BAHAN NABATI DAN HEWANI MENJADI MAKANAN

Kandungan dan Manfaat Makanan Khas Daerah Makanan khas daerah memiliki kandungan gizi dan manfaat yang beragam, sesuai dengan bahan baku, bahan tambahan, dan teknik pengolahan yang digu[r]

9 Baca lebih lajut

Kelas10 prakarya dan kewirausahaan buku siswa 1646

Kelas10 prakarya dan kewirausahaan buku siswa 1646

Budidaya berpangkal pada cultivation, yaitu suatu kerja yang berusaha untuk menambah, menumbuhkan, dan mewujudkan benda ataupun makhluk agar lebih besar (tumbuh), dan berkembang (banyak). Kinerja ini membutuhkan perasaan seolah dirinya (pembudidaya) hidup, tumbuh, dan berkembang. Prinsip pembi- naan rasa dalam kinerja budidaya ini akan memberikan hidup pada tumbuhan atau hewan, namun dalam bekerja dibutuhkan sistem yang berjalan rutinitas, seperti kebiasaan hidup orang: makan, minum, dan bergerak. Maka, seorang pem- budidaya harus memahami kartakter tumbuhan atau hewan yang di’budi- daya’kan. Konsep cultivation tampak pada penyatuan diri dengan alam dan pema- haman tumbuhan atau binatang. Pemikiran echosystem menjadi langkah yang selalu dipikirkan keseimbangan hidupnya. Manfaat edukatif budidaya ini adalah pembinaan perasaan, pembinaan kemampuan memahami pertumbuhan dan menyatukan dengan alam (echosystem) menjadi anak dan tenaga kerja yang berpikir sistematis, namun manusiawi dan penuh kesabaran. Hasil budidaya tidak akan dapat dipetik dalam waktu singkat melainkan membutuhkan waktu dan harus diawasi dengan penuh kesabaran. Bahan dan perlengkapan teknologi budi- daya sebenarnya dapat diangkat dari kehidupan sehari-hari yang variatif karena setiap daerah mempunyai potensi kearifan yang berbeda. Budidaya telah dilaku- kan oleh pendahulu bangsa ini dengan teknologi tradisi, namun telah menunjuk- kan konsep budidaya yang memperhitungkan musim, tetapi belum mempunyai standar ketepatan dengan suasana/iklim cuaca maupun ekonomi yang sedang berkembang. Maka, pembelajaran prakarya-budidaya diharapkan mampu mene- mukan ide pengembangan berbasis bahan tradisi dengan memperhitungkan kebelanjutan materi atau bahan tersebut.
Baca lebih lanjut

196 Baca lebih lajut

RPP KWU XI Semester 1

RPP KWU XI Semester 1

Peserta didik menggali informasi yang berkaitan dengan tentang proses produksi (teknik, bahan, alat, jenis dan kualitas produk/jasa) dan ketentuan keselamatan kerja yang dibutuhkan dalam mendukung proses pembuatan makanan khas daerah yang berkembang di wilayah setempat.

27 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pengaruh Penggunaan Virgin Coconut Oil (VCO) Sebagai Emolient Terhadap Sifat Fisik Dan Stabilitas Vitamin C Dalam Sabun Transparan.

PENDAHULUAN Pengaruh Penggunaan Virgin Coconut Oil (VCO) Sebagai Emolient Terhadap Sifat Fisik Dan Stabilitas Vitamin C Dalam Sabun Transparan.

Sabun transparan sendiri memiliki penampilan yang mewah dan berkelas. Transparansinya menimbulkan kesan alami dan menarik. Oleh karena itu, sabun transparan umumnya ditujukan untuk segmen pasar menengah ke atas, sebagai sabun kecantikan atau perawatan. Sebagai sabun premium, sabun transparan dibuat dengan menggunakan bahan-bahan yang berkualitas dan bermanfaat bagi kesehatan dan kecantikan kulit. Bahan dasar sabun transparan sama dengan sabun padat biasa, yaitu minyak kelapa. Namun dalam beberapa tahun terakhir, pembuatan sabun transparan tidak lagi menggunakan minyak kelapa, melainkan minyak kelapa murni. Karakteristik minyak kelapa murni yang lebih tahan panas, tidak mudah terdegradasi, mengandung asam lemak jenuh, serta memiliki warna dan aroma yang lebih baik dibanding minyak kelapa, memberikan keunggulan tersendiri pada produk perawatan kulit dan kecantikan. Selain itu, minyak kelapa murni dihasilkan melalui proses ekstraksiyang menjaga komponen aktif biologis, seperti vitamin E dan polifenol. Oleh karena itu, penggunaannya dalam sabun transparan tidak hanya sebagai bahan baku, tetapi juga memberi nilai tambah pada produk (Kailaku, 2011).
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

RPP PRAKARYA PENGOLAHAN KELAS XI KD 2

RPP PRAKARYA PENGOLAHAN KELAS XI KD 2

Melalui praktik siswa dapat menggunakan perangkat untuk melakukan proses produksi desain dan pengemasan hasil pengolahan dari bahan nabati dan hewani, menyajikan hasil proses produksi brupa desain dan pengemasan dari hasil pengolahan bahan nabati dan hewani, membuat produk dan pengemasan hasil proses produksi pengolahan dari bahan nabati dan hewani, membuat laporan tertulis, mempresentasikan hasil prakrik dan bekerja dengan teliti, jujur, dan penuh tanggung jawab. Selama proses pembelajaran dilakuan penilaian proses pada aktivitas di kelas dan hasil tugas mandiri.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PEMERINTAH KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATA

PEMERINTAH KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATA

Guru menugaskan kepada Siswa untuk menanyakan permasalahan tentang desain dan pengemasan yang aman dan nyaman bagi konsumen Siswa mendikusi kan desain produk dan pengemasan karya pengawetan bahan nabati dan hewani terkait dengan keamanan dan kenyamanan konsumen

6 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...