Top PDF Bab 5 Pola-pola Hereditas SMA kelas 12

Bab 5 Pola-pola Hereditas SMA kelas 12

Bab 5 Pola-pola Hereditas SMA kelas 12

d) Berapa % kemungkinan keturunan yang bergenotif homozigot?.. Rina menyilangkan buah rambutan rasa manis heterozigot yang berdaging tebal dengan buah rambutan rasa manis berdaging tip[r]

54 Baca lebih lajut

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi Pola Hereditas dengan Menggunakan Model Pembelajaran Snowbal Throwing di Kelas XII IPA4 SMA Negeri 1 Limboto Tahun Pelajaran 2011/2012

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi Pola Hereditas dengan Menggunakan Model Pembelajaran Snowbal Throwing di Kelas XII IPA4 SMA Negeri 1 Limboto Tahun Pelajaran 2011/2012

mengamati proses belajar mengajar digunakan lembar observasi pengamatan proses pembelajaran untuk kegiatan guru dan lembar observasi pengamatan proses untuk siswa, sedangkan evaluasi dilaksanakan secara tertulis dalam bentuk Pilihan Ganda dan Uraian . Evaluasi data dilaksanakan pada setiap akhir siklus. Data yang diperoleh diolah secara kuantitatif kemudian dideskripsikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan belajar mengajar di kelas oleh guru maupun siswa pada siklus I Observer 1, kategori amat baik 41,5% dan baik 58,5 %, observer 2 kategori amat baik 64,8%, baik 17,6% dan cukup 17,6%, sedangkan pada siklus II menunjukkan peningkatan yaitu untuk observer I kategori amat baik 61,5%, baik 38,5%. Demikian pula hasil belajar siswa menunjukkan peningkatan, pada siklus I hasil capaian pada pilihan ganda Tuntas 56,5% tdak tuntas 43,5% nilai rata-rata 65,6%, daya serap 73,3% dan hasil capaian pada soal Essay adalah Tuntas 69,5%, tidak tuntas 30,5%, rata,rata 71,3% dan daya serap 71,3% sedangkan pada siklus II hasil capaian siswa pada soal pilihan ganda siawa yang tuntas sejumlah 23 orang atau 100%, tidak tuntas 0 % , nilai rata-rata 79,1, daya serap 76,9, nilai capaian siswa pada soal Essay, Tuntas 100%, tidak tuntas 0, nilai rata-rata 84,7% dan daya serap 84,7%. Dengan demikian penerapan Model Pembelajaran Snowball Throwing dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Pola Hereditas di kelas XII IPA 4 SMA Negeri 1
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Hubungan Antara Pola Asuh Demokratis dan Konsep Diri Dengan Perilaku Prososial Siswa di Kelas Inklusi SMPN 12 Surakarta BAB 0

Hubungan Antara Pola Asuh Demokratis dan Konsep Diri Dengan Perilaku Prososial Siswa di Kelas Inklusi SMPN 12 Surakarta BAB 0

This research was conducted in quantitative method. The population of this research was 195 normal students from 7 inclusion class. Consideration from Cohen’s formula (5% degree of error) there was 131 research samples and 40 try out samples that selected by random sampling. Data were collected by using pro- social behavior scale, democratic parenting style scale, and self-concept scale. Multiple linear regression method was used in testing the hypothesis, and to know the relationship among the variables, correlation test was carried out.

19 Baca lebih lajut

Materi Pelajaran Fisika SMA Semester 1/2 Kelas 12 Bab 5 Medan Listrik

Materi Pelajaran Fisika SMA Semester 1/2 Kelas 12 Bab 5 Medan Listrik

070= F0=6 A438:8B <4=0@8: 60@8A60@8A <430= <06=4B8: 38=0<0:0= 1070= ?0@0<06=4B8: &4@70B8:0= !,"!0 8 30;0< 0B><=F0 B4@30?0B '( (&#" 34=60= '$" ( &$'"" A478=660 1070= 8=8 <4<8;8:8 ACA4?B818;8B0A ?>A8B85 :428; B4B0?8 <4<8;8:8 ?4@<4018;8B0A 38 0B0A ?4@<4018;8B0A C30@0 >=B>7 1070= 8=8 030;07 0;C<8=8C< <06=4A8C< E>;5@0< ?;0B8=C< 30= B4<1060 AC;5830

26 Baca lebih lajut

BAB III METODE PENELITIAN. banyak penajaman pengaruh bersama dan terhadap pola pola nilai yang

BAB III METODE PENELITIAN. banyak penajaman pengaruh bersama dan terhadap pola pola nilai yang

Menurut Moleong analisis data adalah proses mengorganisasikan dan mengurutkan data karena dalam pola, kategori dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja spirit yang disarankan oleh data. 7 Setelah berbagai data dari lapangan terkumpul, dengan menggunakan beberapa metode di atas, maka peneliti akan mengolah dan menganalisis data tersebut dengan menggunakan analisis secara deskriptif kualitatif. analisis deskriptif kualitatif merupakan suatu teknik yang menggambarkan, menguraikan dan menginterpretasikan arti data-data yang telah terkumpul, dengan memberi perhatian dan merekam sebanyak mungkin aspek
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

POLA PENYELENGGARAAN BIMBINGAN DAN KONSELING KARIER DI SMA

POLA PENYELENGGARAAN BIMBINGAN DAN KONSELING KARIER DI SMA

Pola penyelenggaraan bimbingan dan konseling karier SMA berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh dari angket dan wawancara kepada 19 orang konselor sebagai berikut, yaitu (1) Kegiatan layanan bantuan diawali oleh konselor dengan menyebarkan angket “penjurusan” Berdasarkan hasil angket “penjurusan” itu ditetapkanlah oleh konselor tentang kelasifikasi minat dan bakat siswa. Langkah ini hampir dilakukan oleh semua SMA yang ada di Bandarlampung. Bagi sekolah-sekolah tertentu ---jumlahnya tidak banyak, untuk mendapatkan data minat dan bakat dilakukan dengan pengetesan psikologis yang menggunakan jasa pihak lain, seperti psikolog atau tester lainnya; (2) Melakukan wawancara awal kepada siswa untuk mengumpulkan data tentang diri siswa dan memberikan informasi karier, terutama yang berkaitan dengan nama-nama jurusan studi yang ada di SMA dan nama- nama jurusan studi lanjut yang ada di perguruan tinggi serta peluang karier yang ada di masyarakat lingkungannya; (3) Memeriksa prestasi belajar untuk beberapa mata pelajaran tertentu. Kelompok mata pelajaran IPA meliputi: matematika, biologi, fisika, kimia. Kelompok mata pelajaran IPS meliputi: ekonomi/akuntansi, sejarah, geografi, sosiologi, dan pendidikan kewarganegaraan. Kelompok mata pelajaran bahasa meliputi: Bahasa Indonesia, Bahasa Asing, dan Sejarah. Pada tahun pelajaran 2009 tidak ada SMA di Bandarlampung yang membuka Jurusan Studi Bahasa. Prestasi belajar yang dimaksudkan adalah nilai yang diperoleh siswa untuk mata pelajaran tersebut yang terdapat pada buku raport siswa kelas X (smester I dan II). Selanjutnya, nilai dari kelompok mata pelajaran itu dihitung rata-ratanya untuk menemukan batas minimal tuntutan untuk memasuki suatu jurusan studi yang ada. Pada umumnya, SMA di Bandarlampung menjadikan nilai kelompok mata pelajaran sebagai penentu
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

ASERTIVITAS DALAM PEMILIHAN STUDI LANJUT SISWA KELAS XII SMA DITINJAU DARI PERSEPSI TERHADAP POLA ASUH  Asertivitas dalam Pemilihan Studi Lanjut Siswa Kelas XII SMA Ditinjau dari Persepsi terhadap Pola Asuh Orangtua.

ASERTIVITAS DALAM PEMILIHAN STUDI LANJUT SISWA KELAS XII SMA DITINJAU DARI PERSEPSI TERHADAP POLA ASUH Asertivitas dalam Pemilihan Studi Lanjut Siswa Kelas XII SMA Ditinjau dari Persepsi terhadap Pola Asuh Orangtua.

mengarahkan agar anak tidak halnya taat secara buta terhadap peraturan, tetapi tahu dan mengerti dengan baik mengapa ada hal yang boleh dilakukan dan ada yang tidak boleh dilakukan. Dengan demikian remaja juga memperoleh kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya sendiri bila ada peraturan yang dapat diterimanya. Diskusi dan bimbingan akan membantu perkembangan dan pertumbuhan remaja ke arah yang lebih baik, sebab di sini pihak remaja diberi kepercayaan dan harapan agar mereka dapat bertanggung jawab dalam hidupnya dan akibat-akibat dari keputusan atau pilihan yang diambil sendiri. Selain dalam pola asuh demokratis ditandai dengan adanya komunikasi terbuka dari dua arah, misalnya orangtua selalu bermusyawarah dengan remaja tentang tindakan yang diambil dan
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

POLA BERSIKAP, POLA KELAKUAN, DAN POLA SARANA KEBENDAAN

POLA BERSIKAP, POLA KELAKUAN, DAN POLA SARANA KEBENDAAN

Pola bersikap dari masyarakat Tengger Desa Ngadisari dalam pelestarian tradisi Entas-Entas, Praswala Gara, dan Pujan Kapat dapat dilihat dari sikap patuh dan penerimaan mereka terhadap tradisi tersebut. Faktor penting yang mempengaruhi sikap patuh tersebut adalah masih kuatnya budaya paternalistik yang berkembang di masyarakat. Dimana peranan Kepala Desa dan Tokoh Adat cukup kuat dalam membentuk sikap penerimaan masyarakat Tengger Ngadisari terhadap tradisi mereka. Masyarakat memiliki kecenderungan untuk mengikuti dan meneladani pemimpin mereka. Tingkat pendidikan yang masih rendah ikut menjadi faktor penyebab kepatuhan yang tinggi terhadap pemimpin. Selain itu pengaruh faktor keyakinan juga cukup dominan membentuk sikap mereka terhadap penerimaan pada tradisi tersebut. Seiring dengan interaksi yang cukup tinggi dengan wisatawan, mulai membentuk sikap komersialisasi pada warga masyarakat, dengan harapan akan menambah pendapatan dari perkembangan wisata budaya.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENENTUAN POLA - POLA GRAF TERHUBUNG BERLABEL BERORDE ENAM TANPA GARIS PARALEL DENGAN BANYAKNYA GARIS ≥ 5

PENENTUAN POLA - POLA GRAF TERHUBUNG BERLABEL BERORDE ENAM TANPA GARIS PARALEL DENGAN BANYAKNYA GARIS ≥ 5

Alhamdulillahi robil „alamin, segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, karena atas izin, rahmat dan hidayah serta ridho-Nya skripsi yang berjudul “ Penentuan Pola - Pola Graf Terhubung Berlabel Berorde Enam Tanpa Garis Paralel Dengan Banyaknya Garis ≥ 5” dapat diselesaikan tepat pada

32 Baca lebih lajut

BAB II LANDASAN TEORI. melestarikan pola-pola dan lembaga masyarakat yang ada. Dalam

BAB II LANDASAN TEORI. melestarikan pola-pola dan lembaga masyarakat yang ada. Dalam

Aksi demonstrasi menolak kebijakan kenaikan harga BBM yang terjadi di Kota Medan, sepanjang perjalanannya tidak pernah serta-merta langsung terjadi chaos, bentrok atau bahkan blokade terhadap sarana- sarana. Blokade Bandara Polonia oleh pengunjuk rasa pada tanggal 26 Maret 2012 bisa dikatakan sebagai puncaknya aksi menolak kenaikan harga BBM di Kota Medan. Pada hari-hari sebelumnya, demonstrasi mahasiswa terjadi di beberapa lokasi namun demonstrasi hanya berbentuk orasi, teatrikal, march, dan berbagai bentuk lainnya yang tidak berpotensi pada tindak kekerasan dan cenderung tidak diperhatikan. Dengan kata lain, aksi demonstrasi harus melalui proses dan tahapan kelas agar tepat sasaran
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Penjasorkes SD MI Kelas 5. Bab 12

Penjasorkes SD MI Kelas 5. Bab 12

141 Glosarium adaptasi : pengenalan diri terhadap lingkungan alkohol : senyawa organik etanol yang bersifat mudah terbakar dan memabukkan atlet : olahragawan atletik : cabang olahr[r]

13 Baca lebih lajut

Pola Pembelajaran Sosiologi Siswa Kelas XI SMA Negeri 2 Kendari

Pola Pembelajaran Sosiologi Siswa Kelas XI SMA Negeri 2 Kendari

Penelitian ini dilaksanakan pada SMA Negeri 2 Kendari Kecamatan Poasia Kota Kendari. Pemelihan sekolah dengan pertimbangan bahwa rata-rata guru telah mendapatkan penataran dan pelatihan Strategi pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pedekatan kualitatif naturalistik. Penelitian kualitatif menurut Bogdan dan Biklen dalam Moleong (2000: 75) adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskrifsi berupa kata-kata tertulis atau lisan dari oarng-orang dan perilaku yang dapat diamati. Penelitian ini dimaksudkan untuk memahami perilaku manusia dari kerangka acuan si pelaku sendiri, yakni bagaimana si pelaku memandang dan menafsirkan kegiatan dari segi pendiriannya, yang disebut ³presepsi emic´ VHGDQJNDQ PHQXUXW %RJGDQ GDQ %LNOHQ GDODP 0ROHRQJ 000: 77) menjelaskan bahwa penelitian kualitatif mempunyai latar yang alami sebagai sumber penelitian dalam pengumpulan data, disamping itu penelitian kualitatif bersifat deskriftif yang lebih mementingkan proses dari pada hasil secara induktif dan makna temuan merupakan hal yang paling esensial dalam rancangan kualitatif.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN. menerapkan kaidah-kaidah dan pola-pola perikelakuan tertentu terhadap individuindividu

BAB I PENDAHULUAN. menerapkan kaidah-kaidah dan pola-pola perikelakuan tertentu terhadap individuindividu

Perkembangan teknologi semakin maju pesat, membawa pengaruh terhadap perkembangan diberbagai sektor baik di bidang politik, ekonomi, sosial budaya, salah satu yang turut berkembang dengan pesat adalah masalah kriminalitas, namun perangkat hukum untuk mencegah dan memberantas kriminalitas itu sendiri belum memadai dan masih tertinggal jauh, sehingga berbagai jenis kejahatan baik yang dilakukan oleh perorangan, kelompok ataupun korporasi dengan mudah terjadi, dan menghasilkan harta kekayaan dalam jumlah besar, kejahatan-kejahatan tersebut tidak hanya dilakukan dalam batas wilayah satu negara, namun meluas melintasi batas wilayah negara lain sehingga sering Dan kemudian di undangannya UU No. 21 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, yakni berupa Sistem Pembalikan Beban Pembuktian dan Berimbang. Yang mengatur pembuktian terbalik secara lebih jelas yaitu pada Pasal 12 B, 12 C, 37, 37A, 38 A, dan 38 B.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

Matematika kelas 8-Kurikulum 2013 - Bab 1 Pola Bilangan.docx

Matematika kelas 8-Kurikulum 2013 - Bab 1 Pola Bilangan.docx

Penulisan bilangan yang didasarkan pada pola persegipanjang didasarkan pada pola persegipanjang hanya digunakan oleh bilangan bukan prima. Pada pola ini, hanya digunakan oleh bilangan bukan prima. Pada pola ini, noktah-noktah disusun menyerupai bentuk persegi panjang. noktah-noktah disusun menyerupai bentuk persegi panjang. Contoh :

12 Baca lebih lajut

BAB 15   HEREDITAS   BIMBINGAN ALUMNI UI

BAB 15 HEREDITAS BIMBINGAN ALUMNI UI

5. Jeruk purut manis yang kulitnya berkerut kasar disilangkan dengan jeruk purut asam yang kulitnya berkerut halus, ternyata menghasilkan keturunan yang 100% berasa manis dan kulit berkerut halus. Pernyataan berikut yang salah adalah (A) Rasio fenotip F 2 adalah 9 : 3 : 3 : 1

3 Baca lebih lajut

BAB 2 LANDASAN TEORI. terlebih dahulu pola-pola hubungan kekerabatan yang ada dalam keluarga tradisional

BAB 2 LANDASAN TEORI. terlebih dahulu pola-pola hubungan kekerabatan yang ada dalam keluarga tradisional

dasar manusia, yaitu: jin (prikemanusiaan), gi (keadilan), chi (pengertian), rei (sopan- santun) dan shin (keyakinan). Gojo menguasai lima hubungan dasar manusia atau gorin. Dari pemikiran seperti itu konsep Ie sudah tertaman pada masyarakat Jepang sampai sekarang, dan juga sistem Ie yang kuat itu dijadikan pola dasar sistem negara. Di dalam sistem Ie yang paling berkuasa dan bertanggung jawab terhadap Ie adalah Kacho atau Koshu, yaitu kepala Ie. Dalam sistem negara Jepang posisi tersebut ditempati oleh Tenno atau Kaisar.

16 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN. Pada awal mulanya, hubungan manusia dilaksanakan dalam pola-pola yang

BAB I PENDAHULUAN. Pada awal mulanya, hubungan manusia dilaksanakan dalam pola-pola yang

Pada awal mulanya, hubungan manusia dilaksanakan dalam pola-pola yang sederhana dan dengan luas wilayah yang sangat terbatas.Namun, seiring berkembangnya peradaban manusia, perkembangan hubungan itu mulai berkembang hingga mencapai kepada wilayah yang sangat luas.Bahkan dalam kehidupan modern ini hubungan manusia tidak lagi dilakukan dalam suatu wilayah, tetapi juga sudah dapat dilakukan antar wilayah negara.Hal ini semakin luas lagi ketika diimbangi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang dengan pesat.

18 Baca lebih lajut

Hubungan Pola Makan Dengan Pola Defekasi Pada Siswa Kelas V Dan Kelas VI Sekolah Dasar Di Semarang

Hubungan Pola Makan Dengan Pola Defekasi Pada Siswa Kelas V Dan Kelas VI Sekolah Dasar Di Semarang

ROM dapat ditingkatkan dengan aktivitas fisik. 5 Sayangnya, banyak lansia yang cenderung tidak beraktivitas 6,7 , padahal program latihn, baik latihan aerobik maupun latihan peningkatan kekuatan dengan pembebanan, yang dilakukan secara teratur dengan intensitas ringan-sedang dapat mengurangi tingkat penurunan fungsi fisik terkait usia. U.S. Centers for

9 Baca lebih lajut

HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PENGETAHUAN TENTANG SEKS BEBAS PADA REMAJA DI SMA MUHAMMADIYAH 5 YOGYAKARTA

HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PENGETAHUAN TENTANG SEKS BEBAS PADA REMAJA DI SMA MUHAMMADIYAH 5 YOGYAKARTA

pengetahuan seks pada remaja. Dari 61 responden didapatkan hasil bahwa (54,1%) responden berpengetahuan baik, (37,7%) responden berpengetahuan cukup, dan hanya (8,2%) responden berpengetahuan kurang. Diharapkan orang tua dapat menerapkan pola asuh yang sesuai kepada anaknya, sehingga dapat menimbulkan komunikasi yang efektif tentang kesehatan reproduksi pada remaja khususnya pengetahuan tentang seks bebas.

10 Baca lebih lajut

Pola komunikasi pengurus Lembaga Dakwah Sekolah (LDS) dalam kegiatan mentoring di SMA Negeri 5 Depok

Pola komunikasi pengurus Lembaga Dakwah Sekolah (LDS) dalam kegiatan mentoring di SMA Negeri 5 Depok

1. Pola komunikasi yang digunakan pementor dalam kegiatan mentoring di SMA Negeri 5 Depok adalah pola komunikasi roda dan pola komunikasi bintang. Kedua pola komunikasi tersebut cukup efektif digunakan dalam kegiatan mentoring. Hal ini terlihat dari adanya komunikasi yang terjadi secara dua arah (komunikator-komunikan, komunikan-komunikan), adanya kesamaan makna antara komunikator (pementor) dan komunikan (peserta mentor) serta adanya feedback dan efek berupa perubahan perilaku siswa, baik itu dari segi perkataan (misalnya tidak berkata kotor), sikap (contohnya mendengarkan orang yang sedang berbicara), pengetahuan agama (seperti: belajar tentang keutamaan shalat, puasa, zakat, dll.) maupun dari segi ibadahnya (intensitas shalat dan membaca al- Qur’an ).
Baca lebih lanjut

130 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects