Top PDF BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Kedelai 2.1.1 Klasifikasi Kedelai - RIZKIYA H. BAB II

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Kedelai 2.1.1 Klasifikasi Kedelai - RIZKIYA H. BAB II

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Kedelai 2.1.1 Klasifikasi Kedelai - RIZKIYA H. BAB II

Penyebab timbulnya penyakit karat daun adalah cendawan Phakopsora phachyrizi. Penyakit tersebut banyak menyerang tanaman kedelai yang terjadi pada musim kemarau. Tanaman yang terserang menunjukan gejala-gejalanya berupa bintik-bintik cokelat yang terdapat pada daun. Bintik-bintik tersebut meluas hingga seluruh permukaan daun berubah menjadi cokelat, daun mengering kemudian rontok. Jenis penyakit ini menyerang tanaman kedelai yang umurnya belum tua, dan bisa menyebabkan hampanya polong. Pada serangan yang berat, daun-daunnya rontok. Apabila tanaman yang terserang ini disentuh, spora akan bertebangan yang akhirnya akan hinggap dan menyerang tanaman yang masih sehat. Selain karena sentuhan, spora tersebut bisa terbang terbawa oleh angin (Soesanto, 2015).
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kedelai

4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kedelai

Pabrik pembuatan tempe dipastikan hampir tidak menghasilkan limbah, sedangkan untuk pabrik tahu menghasilkan produk samping berupa limbah pabrik tahu. Limbah pabrik tahu terdiri dari limbah cair dan ampas kedelai yang berkisar antara 25-67% produksi tahu (http://cisaruafarm.com/bahan-baku-pakan/ampas- kedelai/). Menurut data biro pusat statistik pada tahun 1990 ampas kedelai yang diperoleh sebagai produk samping proses pembuatan tahu adalah sebanyak 13.057 ton (Jenie dkk., 1994), sedangkan pada tahun 1999 adalah sebanyak 731.501 ton (Tarmidi, 2003). Terjadi peningkatan sebesar 700.000 ton dalam jangka waktu 9 tahun. Bentuk fisik kedelai dapat dilihat pada Gambar 1.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kedelai

3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kedelai

Susu kedelai bermanfaat bagi penderita intoleransi laktosa, yaitu seseorang yang tidak mempunyai enzim laktase dalam tubuhnya sehingga orang tersebut tidak dapat mencerna makanan yang berlemak. Banyaknya kejadian lain berupa diare akibat minum susu hewani yang disebabkan oleh berkurangnya aktivitas enzim laktase di dalam tubuh, maka dianjurkan untuk mengkonsumsi produk susu olahan bebas laktosa seperti susu kedelai dan susu kacang hijau. Fungsi laktase adalah untuk mencerna laktosa (gula susu) dan menguraikannya menjadi glukosa dan galaktosa (Hartoyo,2005).

11 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Tanaman Kedelai 2.1.1. Deskripsi Tanaman Kedelai - OKTA ELOK PRADHANI BAB II

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Tanaman Kedelai 2.1.1. Deskripsi Tanaman Kedelai - OKTA ELOK PRADHANI BAB II

Kedelai Gepak Kuning dielpas tahun 2008 yang berasal dari seleksi varietas lokal Gepak Kuning. Tipe pertumbuhan determinate, warna hipokotil berwarna ungu, warna epikotil berwarna hijau, warna daun hijau, warna bulu batang cokelat, warna bunga ungu, warna kulit biji kuning muda sampai kehijauan, warna polong tua berwarna cokelat, warna hilum biji cokelat, bentuk daun lonjong, percabangan agak tegak, umur berbunga 28 hari, umur polong masak 73 hari, tinggi tanaman 55 cm,bobot 100 biji 8,25 gram, rata – rata hasil 2,22 ton/ha, potensi hasil 2,86 ton/ha, kandungan protein 35,38%, kandungan lemak 15,10%. Ketahanan terhadap penyakit yaitu Aphis sp Phaedonia sp. Ketahanan terhadap hama yaitu agak tahan terhadap ulat grayak. Daerah sebaran atau adaptasi yaitu dapat beradaptasi baik di lahan sawah dan tegal, baik pada musim hujan maupun kemarau. Memiliki kadar rendemen tahu yang tinggi.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. 1. Morfologi dan Klasifikasi Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) - AFAN SUGIANTO .... BAB II

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. 1. Morfologi dan Klasifikasi Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) - AFAN SUGIANTO .... BAB II

Pemberian pakan buatan dalam jumlah yang berlebihan belum tentu akan menjamin pertumbuhan ikan secara maksimal karena sisa dari pelet yang mengendap justru dapat merusak kualitas air yan[r]

12 Baca lebih lajut

II-1 BAB II TINJAUAN PUSTAKA

II-1 BAB II TINJAUAN PUSTAKA

melalui bucket elevator I (BE-101) pada alur 3 menuju fluidized bed preheater (H-101). Di dalam Fluidized bed preheater, kedua campuran tersebut kemudian dipanaskan hingga suhunya mencapai 1500 o C. Panas yang digunakan dalam proses pemanasan ini berasal dari proses pembakaran antara gas alam pada alur 4 dengan udara bebas pada alur 5 di di dalam burner (B-101). Gas hasil pembakaran inilah yang dikirimkan melalui alur 6 ke fluidized bed preheater (H-101) sebagai pemanas. Pada temperatur ini (1500 o C), tidak ada reaksi yang terjadi antara silika dan karbon. Karbon dan silika yang telah dipanaskan, serta sulfur yang yang berasal dari gas alam kemudian dikirim melalui bucket elevator II (BE-102) pada alur 8 menuju tungku reduksi elektrik (R-101). Pada tungku reduksi ini terjadi reaksi antara karbon dengan silika yang kemudian menghasilkan silikon. Selain itu, silika juga dapat bereaksi dengan sulfur yang berasal dari gas alam dan menghasilkan silikon serta gas sulfur dioksida (SO 2 ).
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tanaman Kedelai 2.1.1 Klasifikasi Kedelai - BAB II FAIZ ALI YAFIE BIOLOGI'18

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tanaman Kedelai 2.1.1 Klasifikasi Kedelai - BAB II FAIZ ALI YAFIE BIOLOGI'18

Detam 3 merupakan hasil seleksi dari persilangan antara galur W9837 dengan varietas Cikuray. Potensi hasil bijinya tinggi, hingga 3,15 t/ha (rata- rata 2,88 t/ha), berumur genjah (75 hari), ukuran bijinya 11,8 g/100 biji dan agak toleran kekeringan. Detam 3 dapat dikembangkan sebagai salah satu alternatif mengatasi perubahan iklim, khususnya kekeringan, yang dapat dikurangi kerugian hasil bijinya melalui varietas kedelai berumur genjah, dan atau kedelai berumur genjah serta toleran kekeringan, khususnya pada periode terkritis yakni fase reproduktif (Balitkabi, 2013).
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Tanaman Kedelai 2.1.1. Klasifikasi Kedelai - BAB II IMAM DARMAWAN BIOLOGI'17

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Tanaman Kedelai 2.1.1. Klasifikasi Kedelai - BAB II IMAM DARMAWAN BIOLOGI'17

Akar tanaman kedelai berupa akar tunggang yang membentuk cabang-cabang akar. Akar utama tumbuh ke arah bawah, sedangkan cabang akar tumbuh menyamping tidak jauh dari permukaan tanah. Jika kelembaban tanah turun akar- akar tumbuh lebih kedalam agar dapat menyerap air dan unsur hara. Pertumbuhan ke samping dapat mencapai jarak 40 cm, dengan kedalaman hingga 120 cm. Selain berfungsi sebagai tempat bertumpunya tanaman dan alat pengangkut air maupun unsur hara, akar tanaman kedelai juga merupakan tempat terbentuknya bintil akar (Pitojo, 2003)

15 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.1 Pengertian Klasifikasi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.1 Pengertian Klasifikasi

2. Pattern recognition dilakukan dengan mentransformasikan data pada input space ke ruang yang berdimensi lebih tinggi, dan optimisasi dilakukan pada ruang vector yang baru tersebut. Hal ini membedakan SVM dari solusi pattern recognition pada umumnya, yang melakukan optimisasi parameter pada ruang hasil transformasi yang berdimensi lebih rendah daripada dimensi input space. 3. Menerapkan strategi Structural Risk Minimization (SRM).

11 Baca lebih lajut

jbptitbpp gdl mahastutih 27720 2 2007ta 2

jbptitbpp gdl mahastutih 27720 2 2007ta 2

Sumberdaya alam utama, yaitu tanah dan air, pada dasarnya merupakan sumberdaya alam yang dapat diperbaharui, namun mudah mengalami kerusakan atau degradasi. Kerusakan tanah disebabkan oleh: (1) kehilangan unsur hara dan bahan organik di daerah perakaran, (2) terkumpulnya garam di daerah perakaran, (3) penjenuhan tanah oleh air (waterlogging), dan (4) erosi. Kerusakan tanah oleh salah satu atau lebih proses tersebut menyebabkan berkurangnya kemampuan tanah untuk mendukung pertumbuhan tanaman atau menghasilkan barang atau jasa (Riquier, 1977 dalam Suripin, 2004)

20 Baca lebih lajut

1 BAB II TINJAUAN PUSTAKA

1 BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Orang tua dapat mengetahui status pertumbuhan anaknya. Apabila ada indikasi gangguan pertumbuhan berat badan atau kelebihan gizi, orang tua balita dapat melakukan tindakan perbaikan, seperti memberikan makanan lebih banyak atau membawa anak ke fasilitas kesehatan untuk berobat. Orang tua balita juga dapat mengetahui apakah anaknya telah mendapat imunisasi tepat waktu dan lengkap dan mendapatkan kapsul vitamin A secara rutin sesuai dengan dosis yang dianjurkan. 2

20 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Perencanaan Saluran Turun Dan Saluran Masuk Serta Pembuatan Grinding Cyl Dengan Material Besi Cor Kelabu Menggunakan Cetakan Permanen.

PENDAHULUAN Perencanaan Saluran Turun Dan Saluran Masuk Serta Pembuatan Grinding Cyl Dengan Material Besi Cor Kelabu Menggunakan Cetakan Permanen.

Bab ini berisi tentang tinjauan pustaka, dasar teori yang meliputi : tinjauan umum, klasifikasi besi cor, besi cor paduan, pengaruh kandungan unsur pada besi cor, sifat fisis pada besi cor, diagram kesetimbangan Fe-C (besi karbon), struktur mikro besi cor kelabu, dan sifat mekanis pada besi cor kelabu.

5 Baca lebih lajut

Rancang Bangun Simulator Pneumatik

Rancang Bangun Simulator Pneumatik

Katup ini sering digunakan sebagai saklar pembatas yang dilengkapi dengan roll sebagai tombol. Katup ini bekerja bila tombol roll pada katup tertekan secara manual melalui nok yang terdapat pada silinder Pneumatik atau karena adanya sistem mekanik lainnya. Saat posisi katup pneumatik belum tertekan yaitu saat katup tidak dioperasikan, saluran 2 berhubungan dengan 3, dan lubang 1 tertutup sehinggga tidak terjadi kerja apa-apa. Katup akan bekerja dan memberikan reaksi apabila ujung batang piston (batang penekan) sudah mendekat dan menyentuh pada roller-nya. Saat roller tertekan maka terlihat bahwa lubang 1 berhubungan dengan saluran 2, sedangkan saluran 3 menjadi tertutup. Hal ini akan berakibat bahwa udara bertekanan dari lubang 1 akan diteruskan ke saluran 2. Aplikasinya nanti adalah saluran 2 itu akan dihubungkan pada katup pemroses sinyal berikutnya. Saluran 2 akan berfungsi sebagai pemberi sinyal pada katup berikutnya. Katup sinyal roll ini akan bekerja apabila ujung roller tertekan oleh nok aktuator atau lainnya. Katup semacam ini dapat berfungsi sebagai pembatas gerakan atau pencegah gerakan yang berlebihan. Katup pneumatik pada dasarnya identik dengan saklar pada rangkaian listrik, maka katup tersebut juga disebut saklar pembatas.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. 1 Pemasaran 2.1.1 Pengertian Pemasaran - BAB II pdf

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. 1 Pemasaran 2.1.1 Pengertian Pemasaran - BAB II pdf

Menurut Abdullah dan Tantri (2013: 2), pemasaran adalah kreasi dan realisasi sebuah standar hidup. Secara lebih formal, permasaran (marketing) adalah suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menetukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang-barang yang dapat memuaskan keinginan dan jasa baik kepada par konsumen saati ini maupun konsumen potensial.

10 Baca lebih lajut

1 BAB II TINJAUAN PUSTAKA

1 BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Karakteristik balita anatara lain umur,jeniskelamin,jarak kelahiran,nomor urut anak sangat berpengaruh terhadap status gizi anak balita.Menurut Almatsier (2005), tingkat kebutuhan pada anak laki-laki lebih banyak jika dibandingkan dengan perempuan. Kebutuhan energi anak laki laki juga lebih banyak dibandingkan dengan kebutuhan energi anak perempuan, sehingga laki-laki mempunyai peluang untuk menderita KEP yang lebih tinggi daripada perempuan apabila kebutuhan akan protein dan energinya tidak terpenuhi dengan baik. Kebutuhan yang tinggi ini disebabkan aktivitas anak laki-laki lebih tinggi dibandingkan dengan anak perempuan sehingga membutuhkan gizi yang tinggi. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Suryono dan Supardi (2004), yang menyatakan bahwa jumlah anak balita yang mengalami KEP maupun Non-KEP mayoritas perempuan (58,5%). Senada dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Dewi (2008), menunjukkan bahwa sebanyak 61,6% anak balita perempuan memiliki nafsu makan yang kurang sehingga mempengaruhi pola konsumsi dan tingkat konsumsi yang akan mempengaruhi status gizi pada anak balita. 2). Pengetahuan Gizi Ibu
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

1 BAB II TINJAUAN PUSTAKA

1 BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2) Kebiasaan Makan Pagi : Makan pagi atau sarapan merupakan salah satu kebiasaan makan yang dilakukan di pagi hari sebelum memulai aktifitas. Kebiasaan makan sehari-hari terdiri dari makan pagi, makan siang, makan malam. Selama waktu tidur sistem metabolisme didalam tubuh tetap berlangsung sehingga pada pagi hari perut kosong. Kebutuhan energi diambil dari cadangan lemak tubuh (Muhilal, 2004).Sarapan pagi mempunyai peran penting dalam pemenuhan kebutuhan gizi seorang anak. Hal ini dikarenakan anak usia sekolah masih dalam masa pertumbuhannya. jika terjadi kebiasaan tidak sarapan pagi, maka pertumbuhan akan terhambat, anak akan menderita kekurangan gizi, anemia zat gizi besi dan kesehatan akan terganggu. Sarapan pagi bukan berarti makan pagi yang terdiri dari hidangan lengkap tetapi cukup beberapa jenis makanan saja, yang penting dalam konsumsi sehari-hari harus seseuai dengan kebutuhan gizi seimbang (Depkes, 2010).
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

TAP.COM -   BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. KANKER PAYUDARA NEOPLASMA ...

TAP.COM - BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. KANKER PAYUDARA NEOPLASMA ...

terjadinya apoptosis. Kedua, kemampuan bcl-2 untuk membentuk jalur ion di membran sitoplasma mitokondria, inti sel dan retikulum endoplasmik, gangguan pada membran mitokondria ini akan mengakibatkan penglepasan inducing factor yang mengaktifkan caspase untuk apoptosis kematian sel. Ketiga, adanya fungsi tumor necroting factor receptor family (Fas) yang mengandung sitoplasma ‘death domain’, pada saat ada aktivasi reseptor maka death domain ini akan mengalami interaksi dengan protein FasL sehingga terjadi apoptosis. 23,34

24 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - BAB II AIS (1)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - BAB II AIS (1)

Fase yang dari pembukaan lengkap sampai lahirnya bayi.Pada primigravida lamanya 30 menit sampai 3 jam, dan pada multipara 5 sampai 30 menit.Median lamanya persalinan kala II pada multipara sedikit berkurang dari 20 menit dan pada primigravida sedikit kurang dari 50 menit.Pada Kala 2 ini His menjadi lebih kuat, lebih sering, dan lebih lama, frekuensi3-4 kali /10 menit / < 40 detik.Selaput ketuban mungkin juga sudah pecah / baru pecah spontan pada awal Kala 2 ini (Baety, 2011).

30 Baca lebih lajut

9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. 1 Penelitian Terdahulu

9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. 1 Penelitian Terdahulu

2. Budaya organisasi. Pada dasarnya, budaya organisasi tersusun dari nilai-nilai bersama yang diakui secara luas dan dipegang secara kuat. Sebuah budaya yang ada pada perusahaan yang berorientasi pada pelanggan dapat mengarakan sumber daya dan dikelola sedemikian rupa agar mampu untuk memahami dan memenuhi tuntutan pelanggan secara menguntungkan. Hal ini berkaitan dengan karateristik penerapan CRM sebagai berikut : a. Mengidentifikasi pelanggan mana yang akan dilayani.

21 Baca lebih lajut

4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. 1 Pengertian Transformator

4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. 1 Pengertian Transformator

Perlu diingat bahwa hanya tegangan listrik arus bolak-balik yang dapat ditransformasikan oleh transformator, sedangkan dalam bidang elektronika, transformator digunakan sebagai gandengan impedansi antara sumber dan beban untuk menghambat arus searah sambil tetap melakukan arus bolak-balik antara rangkaian. Tujuan utama menggunakan inti pada transformator adalah untuk mengurangi reluktansi (tahanan magnetis) dari rangkaian magnetis (common magnetic circuit 1 .

18 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...