Top PDF bab4 permasalahan dan isu strategis

bab4 permasalahan dan isu strategis

bab4 permasalahan dan isu strategis

Isu strategis adalah kondisi atau hal yang harus diperhatikan atau dikedepankan dalam perencanaan pembangunan karena dampaknya yang signifikan bagi entitas (daerah/masyarakat) dimasa datang. Suatu kondisi/kejadian yang menjadi isu trategis adalah keadaan yang apabila tidak diantisipasi, akan menimbulkan kerugian yang lebih besar atau sebaliknya, dalam hal tidak dimanfaatkan, akan menghilangkan peluang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang. Karakteristik suatu isu strategis adalah kondisi atau hal yang bersifat penting, mendasar, berjangka panjang, mendesak, bersifat kelembangaan/keorganisasian dan menentukan tujuan di masa yang akan datang.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

ISU ISU STRATEGIS DALAM ANALISIS DAMPAK

ISU ISU STRATEGIS DALAM ANALISIS DAMPAK

Masalah kependudukan di Indonesia pada hakekatnya menyangkut tiga aspek yaitu aspek kuantitas, aspek kualitas dan aspek mobilitas. Saat ini dari aspek kuantitas, Indonesia memiliki jumlah penduduk yang sangat besar yang mencapai angka 237,6 juta jiwa pada tahun 2010, ini menempatkan Indone- sia sebagai negara dengan penduduk paling banyak nomor 4 dunia. Sementara itu dari aspek kuali- tas, Indonesia memiliki kualitas penduduk yang rendah, tercermin pada Indeks Pembangunan Manu- sia Indonesia yang menempati ranking ke 108 dari 188 negara pada tahun 2009. Untuk aspek mobili- tas, Indonesia memiliki persebaran penduduk yang timpang, dimana 58% penduduk terkonsentrasi di Pulau Jawa, padahal Pulau Jawa hanya memiliki luas daratan 7% dari total daratan di Indonesia. Kondisi diatas berdampak luas pada berbagai aspek kehidupan dan pembangunan Indonesia. Dilihat dari aspek sosial ekonomi dampak yang ditimbulkan antara lain: masalah pemenuhan kebutuhan pan- gan, perumahan, kesehatan, pendidikan, penyediaan lapangan kerja dan lain sebagainya. Berbagai kesulitan dalam pemenuhan kebutuhan tersebut bermuara pada tingginya angka pengangguran, juga masalah kemiskinan yang pada akhirnya dapat memicu berbagai konflik sosial seperti tingkat krimi- nalitas yang tinggi, kasus-kasus tawuran warga, permasalahan TKI di luar negeri, perdagangan manusia, timbulnya demonstrasi anarkis dan lain sebagainya. Besarnya dampak kependudukan ini memerlukan suatu Analisis Dampak Kependudukan yang komprehensif dan tepat sehingga didapat- kan solusi dan masukan yang tepat bagi para pembuat kebijakan untuk penyelesaian masalah- masalah tersebut.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

6.1.1 Isu Strategis, Kondisi Eksisting, Permasalahan, dan Tantangan 6.1.1.1 Isu Strategis Pengembangan Permukiman - DOCRPIJM 2397a8126d BAB VI06 1 BAB Bangkim pdf.compressed

6.1.1 Isu Strategis, Kondisi Eksisting, Permasalahan, dan Tantangan 6.1.1.1 Isu Strategis Pengembangan Permukiman - DOCRPIJM 2397a8126d BAB VI06 1 BAB Bangkim pdf.compressed

Drainase yang dimaksud disini adalah drainase perkotaan yang didefinisikan sebagai drainase di wilayah kota yang berfungsi untuk mengelola dan mengendalikan air permukaan sehingga tidak mengganggu dan/atau merugikan masyarakat. Dalam upaya pengelolaan sistem drainase di banyak kota di Indonesia pada umumnya masih bersifat parsial, sehingga tidak menyelesaikan permasalahan banjir dan genangan secara tuntas. Pengelolaan drainase perkotaan harus dilaksanakan secara menyeluruh, mengacu kepada SIDLACOM dimulai dari tahap Survey, Investigation (investigasi),Design(perencanaan),Operation(Operasi)dan Maintanance (Pemeliharaan), serta ditunjang dengan peningkatan kelembagaan, pembiayaan serta partisipasi masyarakat. 8.4.3.2 Isu Strategis, Kondisi Eksisting, Permasalahan, dan Tantangan Drainase
Baca lebih lanjut

148 Baca lebih lajut

7.1.1 Isu Strategis, Kondisi Eksisting, Permasalahan, dan Tantangan a. Isu Strategis Pengembangan Permukiman - DOCRPIJM 1504168805BAB 7 Rencana Pembangunan Infrastruktur Cipta Karya

7.1.1 Isu Strategis, Kondisi Eksisting, Permasalahan, dan Tantangan a. Isu Strategis Pengembangan Permukiman - DOCRPIJM 1504168805BAB 7 Rencana Pembangunan Infrastruktur Cipta Karya

Drainase yang dimaksud disini adalah drainase perkotaan yang didefinisikan sebagai drainase di wilayah kota yang berfungsi untuk mengelola dan mengendalikan air permukaan sehingga tidak mengganggu dan/atau merugikan masyarakat. Dalam upaya pengelolaan sistem drainase di banyak kota di Indonesia pada umumnya masih bersifat parsial, sehingga tidak menyelesaikan permasalahan banjir dan genangan secara tuntas. Pengelolaan drainase perkotaan harus dilaksanakan secara menyeluruh, mengacu kepada SIDLACOM dimulai dari tahap Survey, Investigation (investigasi), Design (perencanaan), Operation (Operasi) dan Maintanance (Pemeliharaan), serta ditunjang dengan peningkatan kelembagaan, pembiayaan serta partisipasi masyarakat.
Baca lebih lanjut

114 Baca lebih lajut

BAB III Isu isu strategis

BAB III Isu isu strategis

Pencapaian tujuan pembangunan daerah diawali dengan perumusan perencanaan yang berkualitas. Kondisi tersebut diatas sangat erat kaitannya dengan keberadaan institusi perencana dalam hal ini Bappeda yang membantu Kepala Daerah dalam Perencanaan Pembangunan Daerah. Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, Bappeda masih menghadapi beberapa permasalahan sebagai berikut :

10 Baca lebih lajut

permasalahan dan isu strategis

permasalahan dan isu strategis

Tantangan Beberapa faktor eksternal yang menjadi tantangan dalam pembangunan di Provinsi Kepulauan Riau antara lain: sebanyak 19 Pulau Terdepan di Provinsi Kepri Karimun 2, Batam 4, B[r]

14 Baca lebih lajut

7.1 Pengembangan Permukiman 7.1.1 Isu Strategis, Kondisi Eksisting, Permasalahan, Dan Tantangan Pengembangan Permukiman A. Isu Strategis Pengembangan Permukiman Isu strategis nasional yang berpengaruh terhadap pengembangan permukiman saat ini adalah:  Me

7.1 Pengembangan Permukiman 7.1.1 Isu Strategis, Kondisi Eksisting, Permasalahan, Dan Tantangan Pengembangan Permukiman A. Isu Strategis Pengembangan Permukiman Isu strategis nasional yang berpengaruh terhadap pengembangan permukiman saat ini adalah:  Me

Permasalahan yang kerap terjadi pada pengembangan kawasan permukiman kumuh yaitu perbandingan luas lahan permukiman/rumah tidak sebanding dengan jumlah penduduk yang menempati. Indikator lain yang terjadi adalah kawasan permukiman padat penduduk, rumah berhimpitan sehingga memudahkan penjalaran kebakaran, pelayanan sarana dan prasarana tidak lagi mencukupi, seperti kurangnya air bersih, sanitasi buruk, sampah berserakan, jaringan listrik yang ruwet dan tidak mencukupi bahkan terjadi pencurian listrik, jaringan telepon juga ruwet, fasilitas umum dipakai untuk kepentingan pribadi, sehingga lingkungan menjadi kurang tertib dan kotor.
Baca lebih lanjut

132 Baca lebih lajut

BAB III ISU ISU STRATEGIS

BAB III ISU ISU STRATEGIS

Selama kurun waktu 5 (lima) tahun kedepan, Sekretariat Daerah dituntut lebih responsif, kreatif dan inovatif dalam menghadapi perubahan-perubahan baik ditingkat lokal, regional dan nasional. Perencanaan pembangunan hendaknya selalu memperhatikan isu isu dan permasalahan yang mungkin dihadapi kedepan oleh masyarakat sehingga arah pelaksanaan pembangunan menjadi lebih tepat sasaran. Untuk itu perlu diantisipasi dengan perencanaan yang matang dan konferensif sehingga arah pembangunan sesuai dengan tujuan pembangunan daerah.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

BAB III Isu isu strategis

BAB III Isu isu strategis

Pencapaian tujuan pembangunan daerah diawali dengan perumusan perencanaan yang berkualitas. Kondisi tersebut diatas sangat erat kaitannya dengan keberadaan institusi perencana dalam hal ini Bappeda yang membantu Kepala Daerah dalam Perencanaan Pembangunan Daerah. Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, Bappeda masih menghadapi beberapa permasalahan sebagai berikut :

10 Baca lebih lajut

Isu isu strategis Pembangunan Berkelanjutan

Isu isu strategis Pembangunan Berkelanjutan

Uraian di atas hanya ingin menyampaikan bahwa semakin lama semakin banyak isu positif yang berkembang tentang hal-hal yang dapat memperbaiki, merawat, dan menjaga bumi ini dan segala sumber dayanya dari kepunahan. Para ahli, pemerintah, dan peneliti berlomba-lomba mencari solusi bagi kepentingan bumi dan generasi berikutnya, sehingga semakin banyak hasil penelitian, regulasi, dan kebijakan yang dihasilkan untuk menjaga kestabilan semua permasalahan yang terjadi. Bahkan, Blum (2008) menyatakan bahwa pendidikan lingkungan sangat penting dan secara umum dianggap sebagai upaya utama dalam mencapai sustainable development.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

DOCRPIJM 63161226bd BAB IVBAB 4 Analisis Isu Strategis meranti OK

DOCRPIJM 63161226bd BAB IVBAB 4 Analisis Isu Strategis meranti OK

4.2.4 Isu Strategis Kabupaten Kepulauan Meranti Isu strategis daerah merupakan permasalahan yang berkaitan dengan fenomena atau belum dapat diselesaikan pada periode lima tahun sebelu[r]

19 Baca lebih lajut

BAB IV PERMASALAH DAN ISU STRATEGI DAERAH - BAB 4 Permasalahan dan Isu Strategis

BAB IV PERMASALAH DAN ISU STRATEGI DAERAH - BAB 4 Permasalahan dan Isu Strategis

Identifkasi permasalahan pembangunan diuraikan melalui pendekatan aspek geograf dan demograf, aspek kesejahteraan masyarakat, aspek pelayanan umum yang menggambarkan permasalahan dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah, atau terhadap beberapa urusan yang dianggap memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap munculnya permasalahan pada bidang urusan lainnya serta aspek daya saing. Hal ini dimaksudka agar dapat dipetakan berbagai permasalahan yang terkait dengan urusan yang menjadi kewenangan dan tanggungjawab penyelenggaraan pemerintahan daerah guna menentukan isu-isu strategis pembangunan jangka menengah daerah
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

Bab	IV	Permasalahan	dan	Isu-Isu	Strategis	Daerah - BAB IV PERMASALAHAN DAN ISU-ISU STRATEGIS DAERAH

Bab IV Permasalahan dan Isu-Isu Strategis Daerah - BAB IV PERMASALAHAN DAN ISU-ISU STRATEGIS DAERAH

Adapun kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Sumedang pada tahun 2017 hanya 54,83% dalam kondisi baik (>40 Km/Jam). Hal ini berarti belum meratanya aksesibilitas masyarakat dalam penggunaan infrastruktur jalan yang baik. Selanjutnya jalan yang dilengkapi dengan penerangan jalan umum (PJU) mengalami pengurangan selama tahun 2013-2017, untuk mengurangi resiko kecelakaan lalu lintas perlu penambahan fasilitas lalu lintas dan perlengkapan jalan. Lebih lanjut Kabupaten Sumedang belum memiliki terminal yang memadai sehingga berdampak pada terhambatnya mobilitas warga. Untuk mendukung adanya sistem transportasi yang baik Kabupaten Sumedang perlu menyusun analisa tatanan transportasi lokal yang sesuai dengan kondisi saat ini, analisa tersebut mencakup manajemen rekayasa lalu lintas, kapasitas ruas jalan, dan analisa trayek angkutan umum. Untuk infrastruktur tempat pembuangan sampah selama periode 2013-2017 tidak mengalami penambahan, sementara itu produksi sampah terus meningkat setiap tahunnya, sehingga perlu peninjauan kondisi pembuangan sampah lebih lanjut agar tempat pembuangan sampah dapat menampung sampah dengan baik. Hal ini menjadi penting karena dapat menjadi faktor yang menimbulkan permasalahan sistemik, yakni terganggunya kesehatan masyarakat dan keindahan dan kerapihan kota. Selanjutnya untuk mendukung peningkatan sektor pertanian yang menjadi penyumbang PDRB 20,3% di tahun 2017, maka infrastruktur jaringan irigasi perlu ditingkatkan kuantitas dan kualitasnya sesuai dengan keperluan lahan pertanian.
Baca lebih lanjut

45 Baca lebih lajut

03_BAB_03 Permasalahan dan isu strategis

03_BAB_03 Permasalahan dan isu strategis

III-10 kehidupan sosial. Ketersediaan pangan utama di Kabupaten Bogor pada tahun 2017 (digambarkan oleh Konsumsi Normatif Perkapita terhadap Ketersediaan Bersih Serealia), terdapat sebanyak 25 Kecamatan belum swasembada, hanya 15 Kecamatan yang termasuk swasembada pangan, tetapi secara keseluruhan Kabupaten Bogor sudah mencapai swasembada pangan. Pada tahun 2017 ketersediaan pangan utama Kabupaten Bogor sebesar 61,75%, hal ini mengindikasikan bahwa 38,25% ketersediaan pangan kabupaten Bogor masih bergantung oleh pemenuhan pasokan pangan utama dari luar Kabupaten Bogor. Kabupaten Bogor sudah berupaya dalam membina para pelaku usaha tani guna meningkatkan produktivisas pertanian dengan program penyuluhan, namum akan tetapi jumlah penyuluh yang masih terbatas menjadi kendala tersendiri, sampai saat ini hanya terdapat 172 PPS untuk penyuluh pertanian, 42 PPS penyuluh kehutanan dan 31 PPS penyuluh perikanan. Secara umum permasalahan pangan di Kabupaten Bogor adalah:
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

Tabel Isu, Permasalahan dan Program Strategis

Tabel Isu, Permasalahan dan Program Strategis

Dengan demikian sampah pada tahun 2031, sampah yang dihasilkan oleh penduduk di Kabupaten Batu Bara ini adalah sebesar 717 m3/hari Tabel 6.28; 7 Rencana TPA yang dialokasikan di Desa Bo[r]

73 Baca lebih lajut

04. RPJMD 2013-2018 Bab-IV    Isu Strategis dan Permasalahan

04. RPJMD 2013-2018 Bab-IV Isu Strategis dan Permasalahan

Hal tersebut juga sejalan dengan upaya pengurangan dampak perubahan iklim (climate change) yang ada sehingga diperlukan untuk segera memanfaatkan energi alternatif secara bertahap dan berorientasi pasar. Kondisi yang terjadi saat ini pertumbuhan kapasitas pembangkit masih lebih rendah dari pertumbuhan kebutuhan listrik. Akibatnya pada waktu tertentu akan terjadi pemadaman bergilir beberapa daerah. Jika hal dibiarkan terus menerus akan mengganggu proses pembangunan. Kemudian jumlah desa tidak berlistrik masih cukup signifikan, ada sekitar 870 desa tidak berlistrik di Sumatera Utara. Untuk dapat memberikan dukungan yang baik dan cukup bagi pembangunan maka dalam 5 tahun ke depan provinsi Sumatera Utara harus dapat membangun 1.000 MW pembangkit. Kemudian ketersediaan gas alam, terutama bagi industri juga turut menjadi perhatian. Konsep pengembangan energi adalah sustainabel energi yang terdiri dari dua komponen utama, efisiensi dan energi terbarukan. Hal-hal inilah yang mendasari isu strategis dan kebijakan strategis tentang energi dan kelistrikan di provinsi Sumatera Utara dan dijabarkan sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Daftar isi.doc 73KB Mar 29 2010 05:05:17 AM

Daftar isi.doc 73KB Mar 29 2010 05:05:17 AM

28 2.6 Penyelesaian Alternatif dari Akar Permasalahan yang Berhasil Diidentifikasi dan Isu-isu Strategis .... 29 2.7 Aktivitas yang diusulkan berdasarkan Isu Strategis, Akar Permasa[r]

4 Baca lebih lajut

Bab IV. ANALISA ISU-ISU STRATEGIS

Bab IV. ANALISA ISU-ISU STRATEGIS

Berdasarkan perkembangan pelaksanaan pembangunan yang sudah berjalan sampai dengan saat ini dan memperhatikan analisis lingkungan internal yang mencakup kekuatan, kelemahan dan lingkungan eksternal mencakup peluang dan tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan RPJMD Kota Tebing Tinggi Tahun 2012-2016, maka dapat digambarkan isu-isu strategis yang memerlukan perhatian dikelompokkan sebagai berikut :

1 Baca lebih lajut

ASPEK PER SEKTOR BAB

ASPEK PER SEKTOR BAB

Karenanya, permasalahan perumahan dan permukiman tidak dapat dipandang sebagai permasalahan fungsional dan fisik semata, tetapi lebih kompleks lagi sebagai permasalahan yang berkaitan dengan dimensi kehidupan bermasyarakat yang meliputi aspek sosial, ekonomi, budaya, teknologi, ekologi maupun politik. Perbedaan-perbedaan sudut pandang yang ada sesungguhnya bukan untuk dipertentangkan, tetapi sebagai suatu upaya untuk memperkaya tinjauan agar dapat lebih memandang persoalan perumahan dan permukiman secara lebih holistik. Kesadaran akan adanya keragaman tersebut penting, karena hal tersebut dapat melahirkan alternatif-alternatif strategi penyelenggaraan di bidang
Baca lebih lanjut

80 Baca lebih lajut

Bab III Isu Isu Strategis OK

Bab III Isu Isu Strategis OK

Tujuan, kebijakan dan strategi penataan ruang wilayah kabupaten meliputi (1) Rencana struktur ruang wilayah kabupaten yang meliputi sistem perkotaan di wilayahnya yang terkait dengan kawasan pedesan meliputi kawasan lindung dan kawasan budidaya, (3) penetapan kawasan strategis kabupaten, (4) arahan pemanfaatan ruang wilayah yang berisi indikasi program utaman jangka menengah lima tahunan, (5) ketentuan pengendalian pemanfaatan ruang wilayah yang berisi ketentuan umum peraturan zonasi, ketentuan perizinan, ketentuan insentif dan disinsentif dan arahan sanksi. Rencana tata ruang wilayah kabupaten dapat ditinjau kembali dalam hal (1) perubahan kondisi lingkungan strategis tertentu yang berkaitan dengan bencana alam skala besar, dan (2) perubahan batas terirorial.
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...