Top PDF BAHASA RUPA DAN PENDIDIKAN DALAM FILM PENUMPASAN PENGHINAAN G 30 S PKI.

BAHASA RUPA DAN PENDIDIKAN DALAM FILM PENUMPASAN PENGHINAAN G 30 S PKI.

BAHASA RUPA DAN PENDIDIKAN DALAM FILM PENUMPASAN PENGHINAAN G 30 S PKI.

Film ini menggambarkan masa menjelang kudeta dan beberapa hari setelah peristiwa tersebut. Dalam kala kekacauan ekonomi, enam jenderal diculik dan dibunuh oleh PKI dan TNI Angkatan Udara, konon untuk memulai kudeta terhadap Presiden Soekarno. Jenderal Soeharto muncul sebagai tokoh yang menghancurkan gerakan kudeta tersebut, setelah itu mendesak rakyat Indonesia untuk memperingati mereka yang tewas dan melawan segala bentuk komunisme. Film ini juga menampilkan pergantian rezim pemerintahan Indonesia dari Presiden Soekarno ke Soeharto menurut versi pemerintahan Orde Baru. Film ini menggambarkan gerakan G30S sebagai gerakan kejam yang telah merencanakan "setiap langkah dengan terperinci", menggambarkan sukacita dalam penggunaan kekerasan yang berlebihan dan penyiksaan terhadap para jenderal.
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

T PSN 1201593 Table of content

T PSN 1201593 Table of content

vii Gumilar Pratama, 2014 Bahasa rupa dan pendidikan dalam film penumpasan penghinaan G 30 S PKI Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR [r]

3 Baca lebih lajut

T PSN 1201593 Abstract

T PSN 1201593 Abstract

iii Gumilar Pratama, 2014 Bahasa rupa dan pendidikan dalam film penumpasan penghinaan G 30 S PKI Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu ABSTRAK[r]

2 Baca lebih lajut

T PSM 1201593 Bibliography

T PSM 1201593 Bibliography

1 Gumilar Pratama, 2014 Bahasa rupa dan pendidikan dalam film penumpasan penghinaan G 30 S PKI Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Daftar Pu[r]

3 Baca lebih lajut

Propaganda media dalam bentuk kekerasan terbuka : studi semiotika terhadap film pengkhianatan g 30 S PKI

Propaganda media dalam bentuk kekerasan terbuka : studi semiotika terhadap film pengkhianatan g 30 S PKI

1. PROFIL SUTRADARA FILM PENGKHIANATAN G 30 S PKI Arifin C. Noer Lahir di Cirebon, Jawa Barat. Pendidikan: Sarjana Publik Administrasi, Fak. Sospol, Universitas Cokroaminoto, Yogya. Sudah mulai menyair ketika masih di bangku SLTP. Ketika meneruskan ke pendidikan tinggi di Yogya, ia mulai terlibat kegiatan teater, yang kemudian memberi warna paling penting dalam hidupnya. Naskah-naskah dramanya banyak mendapatkan penghargaan dan diterjemahkan ke bahasa asing. Pementasan-pementasan grup teaternya, Teater Kecil, merupakan tonggak penting dalam sejarah teater modern Indonesia. Dunia film dimasukinya sejah 1971 melalui penulisan skenario Pemberang yang memenangkan hadiah Golden Harvest di FFA 1972. Sejak itu ia banyak menulis skenario. Yang mendapatkan Piala Citra: Rio Anakku (FFI 1973), Melawan Badai (FFI 1974), Pengkhianatan G-30-S PKI (FFI 1984), Taksi (FFI 1990). Mulai 1977 ia mulai menangani film pertamanya, Suci Sang Primadona. Dua penyutradaraannya mendapatkan Citra: Serangan Fajar (FFI 1982), dan Taksi (1990). Ada lima lagi karya penyutradaannya dan penulisan skenarionya yang diunggulkan dalam FFI. Penghargaann lain diterimanya dari dunia sinetron: Skenario dan Penyutradaraan dalam Keris (FSI 1995), Cerita dan Skenario Bukan Perempuan Biasa (FSI 1997). 40
Baca lebih lanjut

110 Baca lebih lajut

Propaganda Media Dalam Bentuk Kekerasan Terbuka (Studi Semiotika Terhadap Film Pengkhianatan G 30 S PKI)

Propaganda Media Dalam Bentuk Kekerasan Terbuka (Studi Semiotika Terhadap Film Pengkhianatan G 30 S PKI)

1. PROFIL SUTRADARA FILM PENGKHIANATAN G 30 S PKI Arifin C. Noer Lahir di Cirebon, Jawa Barat. Pendidikan: Sarjana Publik Administrasi, Fak. Sospol, Universitas Cokroaminoto, Yogya. Sudah mulai menyair ketika masih di bangku SLTP. Ketika meneruskan ke pendidikan tinggi di Yogya, ia mulai terlibat kegiatan teater, yang kemudian memberi warna paling penting dalam hidupnya. Naskah-naskah dramanya banyak mendapatkan penghargaan dan diterjemahkan ke bahasa asing. Pementasan-pementasan grup teaternya, Teater Kecil, merupakan tonggak penting dalam sejarah teater modern Indonesia. Dunia film dimasukinya sejah 1971 melalui penulisan skenario Pemberang yang memenangkan hadiah Golden Harvest di FFA 1972. Sejak itu ia banyak menulis skenario. Yang mendapatkan Piala Citra: Rio Anakku (FFI 1973), Melawan Badai (FFI 1974), Pengkhianatan G-30-S PKI (FFI 1984), Taksi (FFI 1990). Mulai 1977 ia mulai menangani film pertamanya, Suci Sang Primadona. Dua penyutradaraannya mendapatkan Citra: Serangan Fajar (FFI 1982), dan Taksi (1990). Ada lima lagi karya penyutradaannya dan penulisan skenarionya yang diunggulkan dalam FFI. Penghargaann lain diterimanya dari dunia sinetron: Skenario dan Penyutradaraan dalam Keris (FSI 1995), Cerita dan Skenario Bukan Perempuan Biasa (FSI 1997). 40
Baca lebih lanjut

110 Baca lebih lajut

Film G30S PKI Kolosal Sejarah Mumpuni

Film G30S PKI Kolosal Sejarah Mumpuni

Film ini memang bukan film kolosal yang pertama bagi Arifin C Noer, namun dia sendiri mengakui bahwa mengurus dan menata casting yang begitu besar memang ukan pekerjaan yang mudah dan sebentar. Untuk membuat film itu, Arifin mengeluarkan usaha yang sangat besar dengan membaca sebanyak mungkin tentang peristiwa tersebut, mewawancarai saksi sejarah, dan berusaha mencari properti asli. Arifin sebetulnya memimikan bahwa film Pengkhianatan G30S/PKI bisa menjadi sebuah film pendidikan dan renungan tanpa pesan kebencian bagi setiap orang yang menontonnya.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

WIMBA ASAL USUL DAN PERUNTUKKANNYA

WIMBA ASAL USUL DAN PERUNTUKKANNYA

ke udia e dapat api dari iga pe gala a pe ulis e e puh studi edia audio isual. “ekali di Australia, sekali di I do esia, da sekali di Eropa, kese ua ya de ga pakar pakar Barat se agai i struktur ya. Dala keiga studi terse ut pe ulis ulai erasaka adanya perbedaan antara bahasa rupa barat u u ya, ahasa rupa edia audio isual Barat khusus ya de ga ahasa rupa tradisi kita, ter asuk ahasa rupa edia audio isual tradisi kita aya g e er, aya g kulit, aya g golek , alaupu ada pula persa aa ya. “epula g ya dari studi di Eropa ersa a i dilaksa aka pe eliia ahasa rupa Waya g Be er lako Jaka Ke a g Ku i g se uah edia audio isual tradisio al - . Di sa u g de ga pe eliia ahasa rupa relief eritra Lalita istara Boro udur - . Kese ua ya dipaduka dala disertasi ya g erupaka studi per a di ga a tara ga ar prasejarah sa pel du ia , ga ar pri iif sa pel du ia , ga ar a ak sa pel du ia , ga ar tradisi sa pel Boro udur da aya g e er , da ga ar oder sa pel du ia .
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

format daftar riwayat pekerjaan ptk eful

format daftar riwayat pekerjaan ptk eful

KETERANGAN NO NAMA KETERANGAN SURAT KETERANGAN PEJABAT NOMOR TANGGAL 1 2 3 4 5 1 Keterangan tidak terlibat G.30.S/PKI 2 Keterangan berkelakuan baik 3 Keterangan berbadan sehat Ket[r]

12 Baca lebih lajut

SEJARAH PEMBERONTAKAN G 30 S

SEJARAH PEMBERONTAKAN G 30 S

Tuntutan untuk membubarkan PKI, bubarkan kabinet seratus menteri dan turunkan harga kemudaian dikumandangkan oleh para mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi hingga salah seorang mahasiswa dari Universitas Indonesia Arif Rahman Hakim tewas dalam aksi demonstrasi tersebut yang kemudian mendapat gelar pahlawan amanat penderitaan rakyat (Ampera). Gejolak politik yang terjadi pada saat itu membuat Soekarno mengeluarkan surat perintah yang dibuat pada tanggal 11 Maret 1966 yang kemudian dikenal dengan Supersemar, isinya memberikan amanat kepada Letjen Soeharto untuk mengambil segala tindakan demi mencapai keamanan dan ketenangan. Supersemar ini merupakan titik awal berdirinya rezim Orde Baru karena pada tanggal 12 Maret 1966 PKI dinyatakan sebagai partai terlarang di seluruh Indonesia, semua orang yang diindikasikan terlibat dalam peristiwa G 30 S/PKI dibersihkan dari kabinet dan berdirilah kabinet Orde Baru yang berkuasa lebih dari 30 tahun.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

GERAKAN 30 SEPTEMBER 1965 PKI

GERAKAN 30 SEPTEMBER 1965 PKI

- Letkol Untung memerintahkan kepada seluruh anggota gerakan untuk siap dan mulai bergerak pada dini hari 1 Oktober 1965 untuk melakukan serangkaian penculikan dan pembunuhan terhadap 6 [r]

8 Baca lebih lajut

this PDF file PEMILIHAN TIPOGRAFI PADA JUDUL FILM | Duto Hartanto | Nirmana DKV03050207

this PDF file PEMILIHAN TIPOGRAFI PADA JUDUL FILM | Duto Hartanto | Nirmana DKV03050207

Tipografi yang memiliki perlakuan spesial efek khusus biasanya lebih memberikan kesan dramatik dari tipografi tersebut seperti pada film “superhero”, misalnya film Phantoms yang ditambah spesial efek motion blur yang memberi kesan bayangan lari. Penggunaan huruf dengan efek khusus yang dibantu sarana komputer grafis yang canggih akan memudahkan menciptakan tipografi digital. Penggunaan efek komputer grafis yang tidak diimbangi dengan peletakan elemen desain yang lain berakibat tidak komunikatif, bahkan tidak legibility. Sebagai contoh pada poster film Dinosaur yang eye catching-nya pada mata Dinosaurusnya bukan pada judul filmnya.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Pemberontakan Pki-musso Di Madiun 18 - 30 September 1948.

Pemberontakan Pki-musso Di Madiun 18 - 30 September 1948.

Dengan adanya seruan presiden yang dilakukan melalui radio tentang timbulnya Pemberontakan PKI di Ma- diun dan anjuran agar rakyat ikut membantu pemerintah da- lam usaha pengembalian keamanan dan pembersihan ter- hadap kaum pemberontak telah mendapat sambutan dari rakyat. Keragu-raguan yang selama ini timbul di kalangan rakyat dapat dihilangkan dan dengan serentak rakyat yang belum terikat oleh PKI telah membantu pemerintah dalam usaha pengamanan tersebut. Ditinjau dari segi psychologis memang sukar bagi kaum pemberontak untuk mencari pengikut baru di luar kalangan FDR; karena koreksi Musso dilaksanakan tidak konsekuen. Orang-orang yang dianggap menjalankan politik yang salah tidak segera disingkirkan, ma- lahan sesudah diadakan koreksi mereka menduduki jabatan yang lebih tinggi. Sedangkan kebanyakan rakyat terutama pengikut PNI, Masyumi dan Kaum Komunis Tan Malaka menginginkan orang-orang FDR yang bersalah itu dising- kirkan. Koreksi Musso terhadap kesalahan FDR/PKI pada hakekatnya melindungi mereka yang salah. Inilah kelemahan koreksi Musso, sehingga pemberontakan di Madiun tidak mendapat sambutan dari segenap rakyat, malah menimbul- kan berbagai kebencian dari berbagai pihak. Sebab seolah-
Baca lebih lanjut

66 Baca lebih lajut

G30S dan Sejarah Orang Kalah

G30S dan Sejarah Orang Kalah

Namun, operasi tersebut gagal total. Malah esoknya angkatan darat mampu melakukan serangan balik. Dan Gestapu dipukul mundur. Sementara PKI, yang memberikan dukungan atas operasi tersebut, kemudian dituduh sebagai dalang dibaling pembunuhan jenderal tersebut, sehingga PKI harus dihancurkan. Lantas kita tahu, sampai saat ini, sejarah resmi kemudian tertulis tragedi G30S/PKI.

2 Baca lebih lajut

3.1 Menganalisis upaya bangsa indonesia dalam menghadapi ancaman disintegrasi bangsa antara lain PKI Madiun 1948, DI/TII, APRA, Andi Aziz, RMS, PRRI, Permesta, G-30-S/PKI 3.1.1 3.1.2 3.1.3 Mendeskripsikan ancaman disintegrasi bangsa Indonesia Menjelaskan

3.1 Menganalisis upaya bangsa indonesia dalam menghadapi ancaman disintegrasi bangsa antara lain PKI Madiun 1948, DI/TII, APRA, Andi Aziz, RMS, PRRI, Permesta, G-30-S/PKI 3.1.1 3.1.2 3.1.3 Mendeskripsikan ancaman disintegrasi bangsa Indonesia Menjelaskan

Setelah Jepang menyerah tidak syarat pada sekutu, Andi Azis diperbolehkan memilih tugas apakah yang akan diikutinya, apakah ikut satuan-satuan sekutu yang akan bertugas di Jepang atau yang akan bertugas di gugus selatan (Indonesia). Dengan pertimbangan bahwa telah 11 tahun tidak bertemu orang tuanya di Sulawesi Selatan, akhirnya ia memilih bertugas ke Indonesia, dengan harapan dapat kembali dengan orang tuanya di Makassar. Pada tanggal 19 Januari 1946 satuannya mendarat di Jawa (Jakarta), waktu itu ia menjabat komandan regu, kemudian bertugas di Cilinding. Dalam tahun 1947 mendapat kesempatan cuti panjang ke Makassar dan mengakhiri dinas militer. Tetapi di Makassar Andi Azis merasa bosan. Ditinggalkannya Makassar untuk kembali lagi ke Jakarta dan mengikuti pendidikan kepolisian di Menteng Pulo, pertengahan 1947 ia dipanggil lagi masuk KNIL dan diberi pangkat Letnan Dua. Selanjutnya menjadi Ajudan Senior Sukowati (Presiden NIT), karena Sukowati berhasrat memiliki Ajudan bangsa Indonesia asal Sulawesi (Makasar), sedang ajudan seniornya selama ini adalah Kapten Belanda totok. Jabatan ini dijalaninya hampir satu setengah tahun, kemudian ia ditugaskan sebagai salah seorang instruktur di Bandung-Cimahi pada pasukan SSOP—sekolah pasukan payung milik KNIL bernama School tot Opleiding voor Parachusten—(Baret Merah KNIL) dalam tahun 1948. pada tahun 1948 Andi Azis dikirim lagi ke Makasar dan diangkat sebagai Komandan kompi dengan pangkat Letnan Satu dengan 125 orang anak buahnya (KNIL) yang berpengalaman dan kemudian masuk TNI. Dalam susunan TNI (APRIS) kemudian Ia dinaikan pangkatnya menjadi kapten dan tetap memegang kompinya tanpa banyak mengalami perubahan anggotanya.
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

Indonesia 50 Tahun Melawan Lupa

Indonesia 50 Tahun Melawan Lupa

Perkembangan ini memberi peluang kepada rakyat Indonesia untuk memahami peristiwa 1965 dengan perspektif yang berbeza. Tidak ada lagi tafsiran tunggal terhadap apa sebetulnya yang berlaku menjelang, ketika, dan selepas 30 September 1965. Kesalahan kemudian tidak hanya ditujukan kepada PKI, tetapi juga ada peranan musuh politiknya, termasuk tentara, badan perisik Amerika CIA, pertubuhan-pertubuhan anti komunis, bahkan Suharto sendiri. Dengan munculnya pelbagai versi dan teori konspirasi menanggapi peristiwa itu, sejarah telah kembali ke peranannya sebagai situs kontestasi (contested field).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

BORO 1965-1970 Analisis Sejarah Mengenai Perkembangan Paroki Boro Kalibawang Kulonprogo SKRIPSI

BORO 1965-1970 Analisis Sejarah Mengenai Perkembangan Paroki Boro Kalibawang Kulonprogo SKRIPSI

Setelah melihat uraian pada bagian sebelumnya, maka dapat disimpulkan kedalam tiga bagian. Pertama, P. Prennthaler adalah imam yang menjadi peletak dasar benih iman Katolik di Paroki Boro. Ia datang dan tinggal di Boro, bahkan meninggal dan dikuburkan di Boro. Sejak pertama kali pengaruh Katolik masuk ke Boro, Gereja telah memberikan perhatian terutama mengenai pendidikan kesehatan dan kehidupan ekonomi masyarakat. Perhatian itu diberikan karena rasa cinta kasih tanpa melupakan visi dan misi untuk menghimpun jemaat. Bentuk perhatian itu diberikan Gereja melalui sarana dan prasarana yang ada seperti sekolah, rumah sakit panti asuhan dan pertenunan. Itu merupakan bentuk yang nyata belum lagi perhatian Gereja yang tidak kelihatan. Selain mendirikan sarana dan prasarana yang ada, Gereja meningkatkan peran para katekis demi memperlancar usaha Gereja untuk menghimpun jemaat.
Baca lebih lanjut

130 Baca lebih lajut

BUKU PANDUAN 4 MONUMEN PANCASILA SAKTI TAMBAH DAMI PASEBAN 1

BUKU PANDUAN 4 MONUMEN PANCASILA SAKTI TAMBAH DAMI PASEBAN 1

Proses pengangkatan jenazah tujuh perwira TNI-AD dari dalam sumur tua dengan diameter 75 Cm dan kedalaman 12 meter dilaksanakan tanggal 4 Oktober 1965 oleh pasukan RPKAD dan KIPAM (Kesatuan Intai Para Amphibi) KKO AL pimpinan Kapten KKO Winanto. Pengangkatan jenazah dari dalam sumur melibatkan pasukan KIPAM karena sumur cukup dalam dan berbau busuk. Peralatan utama yang dipakai untuk mengangkat jenazah dari dalam sumur tua berupa peralatan selam (masker dan tabung gas) dan tali tambang. Pangkostrad Mayjen Soeharto memimpin langsung pengangkatan jenazah dari dalam sumur tua di Desa Lubang Buaya. Jenazah yang berhasil diangkat pertama kali yaitu jenazah Letu P.A. Tendean pada pukul 12.05 WIB. Pukul 12.30 dua jenazah berhasil diangkat sekaligus karena dalam keadaan terikat menjadi satu yaitu jenazah Mayjen S. Parman dan jenazah Mayjen R. Soeprapto. Selanjutnya berturut-turut berhasil diangkat jenazah Mayjen M.T. Haryono, jenazah Brigjen Soetojo S. Jenazah Letjen A. Yani berhasil diangkat pukul 13.20 WIB dan yang paling terakhir diangkat yaitu jenazah Brigjen TNI D.I. Pandjaitan pada pukul 13.40 WIB. Selanjutnya, satu persatu jenazah dimasukkan ke dalam pei untuk dibawa ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto untuk divisum.
Baca lebih lanjut

149 Baca lebih lajut

Kekerasan Dalam Film Pengkhianatan G 30 S/PKI (Dalam Perspektif Jurnalistik Islam) - Repository UIN Sumatera Utara

Kekerasan Dalam Film Pengkhianatan G 30 S/PKI (Dalam Perspektif Jurnalistik Islam) - Repository UIN Sumatera Utara

Film fitur merupakan karya fiksi, yang strukturnya selalu berupa narasi, yang dibuat dalam tiga tahap. Tahap praproduksi merupakan periode ketika skenario diperoleh.Skenario ini bisa berupa adaptasi dari novel, atau cerita pendek, cerita fiktif, atau kisah nyata yang dimodifikasi, maupun karya cetakan lainnya, bisa juga ditulis secara khusus untuk dibuat filmnya. Tahap produksi merupakan masa berlangsungnya pembuatan film berdasarkan skenario itu. Tahap terakhir, post- produksi (editing) ketika semua bagian film yang pengambilan gambarnya tidak sesuai dengan urutan cerita, disusun menjadi suatu kisah yang menyatu.
Baca lebih lanjut

74 Baca lebih lajut

Fakta dan Sejarah dan fakta

Fakta dan Sejarah dan fakta

Dini hari tanggal 1 Oktober 1965 Gerakan Tiga Puluh September (G30S) PKI menculik dan membunuh 6 orang perwira tinggi Angkatan Darat yang yang dinilai sebagai penghalang utama rencana mereka untuk merebut kekuasaan Negara. Pagi itu pula mereka berhasil menguasai Gedung RRI dan Gedung Pusat Telekomunikasi. Di bawah todongan pistol, seorang penyiar RRI dipaksa menyiarkan pengumuman yang menyatakan bahwa G-30-S telah menyelamatkan Negara

38 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...