Top PDF BAI'AT ANTARA SUNNAH DAN BID'AH

Makalah “Risalah Bid’ah” – Ust. Abu Qotadah

Makalah “Risalah Bid’ah” – Ust. Abu Qotadah

Di antara contoh yang bisa memperjelas syarat-syarat ini adalah apa yang dituturkan oleh Abu Syamah, beliau berkata : “ Sudah menjadi kebiasaan manusia mereka melakukan sholat antara dua adzan di hari jum‟at dua raka‟at atau empat atau lebih dari itu sampai imam keluar (untuk khutbah ), dan hal ini memang boleh dan bukan kemungkaran kalau dilihat dari segi bahwa itu adalah sholat, hanya saja yang merupakan kemungkaran adalah keyakinan orang awan dan kebanyakan orang yang mengaku Faqih diantara mereka bahwa hal itu adalah sholat sunnah qabliyyah jum‟at, sebagaimana mereka terang -terangan dalam niatnya bahwa sholat itu adalah qabliyyah jum‟at. Ini adalah contoh khusus yang berkenaan dengan sholat dua rakaa‟at sebelum sholat jum‟at. Simaklah penjelasan tentang contoh tersebut jika dilihat dari sisi syarat-syarat yang lalu.
Baca lebih lanjut

35 Baca lebih lajut

Keguruan UIN Suka Yogyakarta

Keguruan UIN Suka Yogyakarta

Faktor-Faktor Pendorong Lahirnya Muhammadiyah  Umat Islam tidak memegang teguh tuntunan Al-Quran dan Sunnah Nabi, sehingga menyebabkan merajalelanya syirik, bid‟ah, dan khurafat, Isla[r]

25 Baca lebih lajut

PARTICULAR SUNNISM VERSI HASYIM ASY’ARI TENTANG AHL AL-SUNNAH WA AL-JAMA<‘AH

PARTICULAR SUNNISM VERSI HASYIM ASY’ARI TENTANG AHL AL-SUNNAH WA AL-JAMA<‘AH

Adapun teks karya Hasyim yang dijadikan sumber data penelitian ini adalah: “Risa > lah Ahl al-Sunnah wa al-Jama > ‘ah: Fi > > H { adi > th al-Mawta > wa Ashrat } al-Sa > ‘ah wa Baya > n Mafhu > m al- Sunnah wa al-Bid‘ah”; ‘‘Ziya > da > t Ta‘li > qa > t ‘ala > Manz } u > ma > t al-Shaykh ‘Abd Alla > h bin Ya > si > n al- Fa > suruani > ”; ‘‘al-Tanbi > ha > t al-Wa jiba > > t li man Yath } na > al-Mawlid bi al-Munkara > t”; ‘‘al-Tibya > n fi > al-Nahy ‘an Muqat } i‘a > t al-Arh } a > m wa al-Aqa > rib wa al-Ikhwa > n”; ‘‘Muqaddimah Qa > nu > n Asa > si > li Jam‘iyya > t Nahd } at al-‘Ulama > ”; ‘‘Risa > lah fi > > Ta’ki > d al-Akhd bi Ah } ad al-Madhhab al-A’immat al-Arba‘ah”; ‘‘Arba‘i > n H { adi > tha Tata‘allaq bi Maba > > di‘ Jam‘iyat Nahd } at al-‘Ulama’; ‘‘A < da > b al- ‘A < lim wa al-Muta‘allim fi > ma > Yah } ta > j ilayh al-Muta‘allim fi > Ah } wa > l Ta‘allum ma > Yatawaqqaf ‘alayh al-Mu‘allim fi > Maqa > ma > t al-Ta‘li > m”; ‘‘Mawa ‘iz > } ”; ‘‘al-Nu > r al-Mubi > n fi > Mah } abbat Sayyid al-Mursali > n”; ‘‘Dhaw’ al-Mis } ba > h } fi > Baya > n Ah } ka > m al-Nika > h } ”; ‘‘Al-Durrat al-Muntathirah fi > Masa > ’il Tis‘ah ‘Asharah”; ‘‘al-Risa > la > h fi > al-‘Aqa > ’id”; ‘‘al-Risa > la > h fi > al-Tasawuf ”, dan ; ‘‘Tamyi > z
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Di Balik Makna Bid ah dan Tradisi Khas I

Di Balik Makna Bid ah dan Tradisi Khas I

Dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan Imam Muslim Nabi berkata "Barangsiapa yang memulai membuat sunnah dalam Islam berupa amalan yang baik, maka ia memperoleh pahalanya diri sendiri dan juga pahala orang yang mengerjakan itu sesudah -sepeninggalnya - tanpa dikurangi sedikitpun dari pahala-pahala mereka yang mencontohnya itu. Dan barangsiapa yang memulai membuat sunnah dalam Islam berupa amalan yang buruk, maka ia memperoleh dosanya diri sendiri dan juga dosa orang yang mengerjakan itu sesudahnya - sepeninggalnya - tanpa dikurangi sedikitpun dari dosa-dosa mereka yang mencontohnya itu." (Riyadu As-Shalihin). Dr. Mustafa Sa’id Al Khin Muhyiddin, memberikan tafsir tehadap hadits di atas sekaligus memaparkan kandungan hadits tersebut bahwa setiap perkara baru yang bersifat mashlahat dan bermanfaat termasuk kedalam bid’ah hasanah. Dan sebaliknya apabila tidak memberi mashlahat dan manfaat maka hal tersebut termasuk ke dalam bid’ah tercela/tersesat. 2 Dapat difahami bahwa Bid’ah adalah
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Kedudukan As Sunnah Dalam Islam Dan Penjelasan Sesatnya Ingkarus Sunnah

Kedudukan As Sunnah Dalam Islam Dan Penjelasan Sesatnya Ingkarus Sunnah

J : Rasulullah telah mengabarkan dan menjelaskan apa yang harus kita perbuat, tidak ada satu perkara pun yang bisa mendekatkan ummatnya kepada Allah kecuali telah beliau jelaskan dan tidak ada satu perkara pun yang bisa menjauhkan ummatnya dari Allah kecuali telah beliau jelaskan pula. Di antara masalah yang beliau jelaskan adalah apa yang dipertanyakan sekarang ini. Rasulullah pernah bersabda : “Sesungguhnya barangsiapa yang hidup di antara kalian akan melihat perselisihan yang banyak.” Apakah obat penyakit ini, beliau bersabda : “Wajib atas kalian untuk berpegang dengan sunnahku dan sunnah Khulafa’ur Rasyidin setelahku, peganglah dan gigitlah dengan gigi geraham kalian, hati-hati kalian dari perkara yang diada-adakan karena semua perkara yang baru adalah bid’ah dan setiap yang bid’ah adalah sesat.”
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

AHLI SUNNAH WAL JAMA’AH

AHLI SUNNAH WAL JAMA’AH

Takyif adalah bertanya dengan “kaifa” (bagaimana), adapun yag dimaksu d dengan takyif adalah memastikan hakekat suatu sifat dengan menentukan benda atau keadaan tertentu terhadapnya. Meniadakan bentuk atau keadaan terhadap suatu makna bukanlah membiarkan makna yang terkandung dalam sifat-sifat tersebut, inilah faham yang dipegang oleh para Salaf As-Shalih, seperti yang dikatakan Imam Malik ketika ditanya tentang Lafad istawa, beliau menjawab : bahwa maknanya sudah diketahui adapun bentuk atau keadaannya tidak diketahui, sementara mempertanyakannya adalah bidah.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Yang penting ini adalah SUNNAH

Yang penting ini adalah SUNNAH

manfaat, dan kesehatan. Benarlah yg dikatakan : dibalik sunnah ada kejayaan. Bagi kita, jika misalnya belum tau manfaatnya, terus saja semangat mengikuti adab dan tuntunan Rasul. Manfaat itu efek samping, motivasi utamanya adalah mengikuti adab dan tuntunan Rasul.

2 Baca lebih lajut

SUNNAH TASYRI’IYYAH DAN GHAIRU TASYRI’IYYAH (Studi Analisis Terhadap Pemikiran Mahmud Syaltut) - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

SUNNAH TASYRI’IYYAH DAN GHAIRU TASYRI’IYYAH (Studi Analisis Terhadap Pemikiran Mahmud Syaltut) - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Sebagai seorang tokoh ulama sekaligus pemikir Islam, dalam mengemukakan suatu pendapat atau mencetuskan suatu gagasan pemikiran maka mereka harus memiliki suatu asumsi sebagai pijakan dasar dan menguatkan gagasan yang dikemukakannya tersebut. Begitu juga dengan gagasan Syaltut dalam mengklasifikasikan sunnah nabi menjadi dua golongan yaitu sunnah tasyri<‟iyyah dan ghairu tasyri<‟iyyah . Dalam hal ini, rupanya Syaltut dalam mengemukakan pendapat tersebut dalam karya pokoknya yang membahas tentang permasalahan ini, ia secara tersurat tidak menyertakan alasan atau asumsi yang menjadi dasar gagasan tersebut dalam bab yang sama. Namun alasan itu masih dapat ditelusuri melalui keterangan- keterangannya pada halaman lain dan bahkan dari karyanya yang lain, salah satunya yaitu dalam karya tafsirnya.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Metode Istinbath Hukum Ibn Rusyd Dalam Kitab Bidayah al-Mujtahid

Metode Istinbath Hukum Ibn Rusyd Dalam Kitab Bidayah al-Mujtahid

The sixth period of the historical development of Islamic law has been known as taqlid period—a period preceded by the collapse of Baghdad at the hands of Holagu in the year of 656 AH. In the midst of a fanatical mahzab, a muslim scholar, Ibn Rusyd, emerged as the auther of a fiqh book entitled Bidayah al-Mujtahid, also as a jurist of anti-taqlid. There are some methods he used in performing ‘law istinbath’, yet there is no book has explained the method. This study identifyed the methods used by Ibn Rusyd in performing the ‘law istinbath’ contained in the fiqh book Bidayah al’Mujtahid. Some findings an it are as follows: the method of ‘law istinbath’ Ibn Rusyd used has been conducted by seeing the various opinions, propositions, methods from various ‘imam mahzab’. Then, those opinions, propositions and methods are compared and the most suitable one is chosen to be applied. Ibn Rusyd law istinbath method is actually an ijtihad intiqa’i that is practiced with conducting mahzab comparison method. In resolving conflict between the propositions used, Ibn Rusyd has used the following method: Giving priority to Al-Jam’u wal al-Taufiq rather than tarjih. If choosing to perform the tarjih, some important things need to be noted: 1) The Sunnah with some narrators is given priority over the sunnah with few narrators, 2) The Sunnah whose narrators are proficient in law is prioritized overthe sunnah whose narrators are less proficient, 3) The Sunnah which is supported by other propositions is preferred over the sunnah which has no supporting propositions, 4) The authentic Sunnah Ahad would take precedence over the propositions of al-khitab and qiyas. 5) Dalalah manthuq is preferred over dalalah mafhum. 6) A specific proposition would take precedence over the proposition of a general nature, and 7) The verse of a general nature is preferred over qiyas.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Peraturan Perundangan PP NO 29 TH 1990

Peraturan Perundangan PP NO 29 TH 1990

Mengingat bahwa pendidikan menengah dapat disel enggarakan baik ol eh Pemerint ah, dal am hal ini Depart emen Pendidikan dan Kebudayaan dan Depart emen l ain, maupun ol eh masyarakat , dal am hal ini yayasan at au badan penyel enggara yang bersif at sosial , Perat uran Pemerint ah ini j uga mengat ur pembagian wewenang dan t anggung j awab at as penyel enggaraan pendidikan menengah di ant ara para penyel enggara pendidikan menengah yang bersangkut an.

35 Baca lebih lajut

Aliran al Asyari dan al Asyariyyah perke

Aliran al Asyari dan al Asyariyyah perke

Dikatakan bahawa perkara ini terjadi kerana al-Kunduri bermazhab Hanafi- Mu`tazilah74 dan merupakan penentang kuat kepada golongan Syafi`i-Asy`ari. Al- Asy`ariyyah dan al-Syafi`iyyah merupakan kombinasi dua madhhab - Usul dan fiqh yang diterima umum pada masa itu. Dalam beberapa waktu, golongan al-Asya`irah dicela secara terbuka di masjid-masjid pada hari Juma`at dan dilarang daripada mengajar atau berdakwah dan dibuang negeri. Beberapa orang ulama termasuk al-Qusyairi dan al-Juwayni merasa lebih selamat melarikan diri atau bersembunyi. Al-Qusyairi yang juga seorang ahli tasawwuf telah menuliskan peristiwa fitnah yang berlaku di antara Mu`tazilah (al-Kunduri) dengan al- Asya`irah dalam kitabnya, Syikayah Ahl al-Sunnah bi-syikayah ma nala-hum min al- mihnah.
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

pengantar diskusi 1 EMT KONSEP BALIKPAPAN 2016

pengantar diskusi 1 EMT KONSEP BALIKPAPAN 2016

PEMERINT AH PEMERINT AH DUNIA USAHADUNIA USAHA MASYARAK AT MASYARAK AT KAPASITAS KESEHATA N KLASTER KESEHATAN DIPIMPIN OLEH KEPALA OTORITAS KESEHATAN PEMERINTAH KEPALA DINA[r]

4 Baca lebih lajut

Sunnah sunnah Yang Ditinggalkan Pada Bul

Sunnah sunnah Yang Ditinggalkan Pada Bul

Saya telah ditanya beberapa kali, maka saya tidak akan memberikan kesempatan untuk menanyakan perkara yang sama, sebaliknya saya akan memberikan jawapan, dengan mengatakan hadis ini dapat ditemukan dalam sebahagian kitab-kitab sunnah yang paling masyhur. Diantaranya dari Sunan Abu Daud, kitab ketiga dari enam kitab yang terkenal. Yang pertama adalah Sahih Bukhari, yang kedua Sahih Muslim dan yang ketiga adalah Sunan Abu Daud.

32 Baca lebih lajut

THE SCHOOL OF AHL AL-SUNNAH WA AL-JAMA<`AH AND THE ATTACHMENT OF INDONESIAN MUSLIMS TO ITS DOCTRINES

THE SCHOOL OF AHL AL-SUNNAH WA AL-JAMA<`AH AND THE ATTACHMENT OF INDONESIAN MUSLIMS TO ITS DOCTRINES

thought which did not agree with this has allegedly strayed away from the true path of God and the Sunnah of the Prophet. It can be derived from the above explanation too that the use of the term Sunnah indicates that the followers of this school should adopt the Sunnah or the traditions established by the Prophet and his companions, usually called the salaf or predecessors (of the Muslim community). Moreover, their traditions are considered to have been representing pure Islam, free from any form of heresy. As they also used the term ahl al-h } aqq, they claimed that their religious doctrines are the only truth which should be accepted and observed by all Muslims. They also claimed that they consistently maintain the truth, as they called themselves ahl al-istiqa > mah. Finally, the use of the term jama > ‘ah, or community, emphasizes their historical consciousness on the basis of the support of the majority of Muslim people. In other words, they should maintain the historical continuity of the ummah in order to avoid disintegration. Consequently, this group accepted the caliphate of al- Ma’mu> n, although the latter was too much inclined to support the Shi> `i> s and suppress those who opposed Mu’tazilite doctrines, like Ima> m Ah} mad b. H{ anbal, 12 who was celebrated as the leading figure of
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

DIALOG AL QURAN DENGAN URF ARAB DAN IMPL

DIALOG AL QURAN DENGAN URF ARAB DAN IMPL

Sebelum Islam datang, masyarakat Arab hidup dalam suatu tatanan budaya lokal (‘urf) yang terkenal dengan sistem kesukuan yang fanatik, di mana setiap kelompok mem- punyai kepala suku dan jabatan diwarisi turun menurun. Sistem hukum yang hidup (living law) di kalangan masyarakat Arab berbentuk budaya lokal atau konvensi yang tertulis dan mempunyai spesifikasi sesuai dengan suku masing-masing. Schacht mengatakan bahwa istilah hukum dalam budaya lokal bangsa Arab sebelum Islam adalah asli (native) sampai masa tertentu tetap berlangsung dalam istilah hukum Islam, yaitu Sunnah. Tetapi dengan datangnya perubahan bukan merupakan masalah, karena istilah-istilah hukum Islam tidaklah mesti tanpa bukti positif yang diduga berasal dari produk sebelum Islam. Dalam hal ini Schacht mengatakan bahwa apa yang kemudian disebut dengan Sunnah merupakan sebuah istilah baru yang diperkenalkan oleh Islam untuk menyebut salah satu aspek budaya lokal atau ‘urf Arab yang diintrodusir menjadi hukum Islam, tanpa legislasi dari al-Qur’an dan tanpa kewenangan Nabi Muhammad SAW untuk merubahnya. 7
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

TAFSIR AYAT AYAT AL QURAN

TAFSIR AYAT AYAT AL QURAN

Masih menurut M. Quraish Shihab, ayat ini menunjukkan bahwa dengan mengetahui dan mengamalkan ilmu yang bersumber dari Allah Swt, seseorang akan memperoleh kekuatan dan kemampuan jauh melebihi kekuatan dan kemampuan yang cerdik dan jenius walau dari jenis jin... Dalam konteks ini, Nabi Muhammad Saw bersabda, Sesungguhnya Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung berfirman: “Barang siapa yang memusuhi wali-Ku (orang yang dekat kepada- KU) maka sesungguhnya aku telah menyatakan perang baginya. Tidaklah seorang hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku, dengan sesuatu lebih Aku senangi daripada melaksanakan apa yang Aku fardhukan atasnya. Dan tidak pula hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri dengan melakukan amalan-amalan sunnah, sehingga Aku mencintainya. Dan bila Aku mencintainya, menjadilah Aku telinganya yang ia gunakan untuk mendengar, matanya yang ia gunakan untuk melihat, tangannya yang dengannya ia menghajar, dan kakinya yang dengannya ia berjalan. Apabila ia bermohon kepada-Ku maka pasti Aku kabulkan permohonannya, apabila ia meminta perlindungan-Ku maka pasti ia Ku-Lindungi. Tidak pernah aku mundur-maju menyangkut sesuatu yang Ku-kerjakan sebagaimana mundur-maju-Ku terhadap jiwa hamba-Ku yang mukmin. Ia tidak senang mati, padahal Aku tidak senang menyakiti (hati)nya. (HR Bukhari melalui Abu Hurairah). 23
Baca lebih lanjut

283 Baca lebih lajut

peraturan pemerintah nomor 82 tahun 2001 tentang pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air

peraturan pemerintah nomor 82 tahun 2001 tentang pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air

Dampak negat if pencemaran air mempunyai nil ai (biaya) ekonomik, di samping nil ai ekol ogik, dan sosial budaya. Upaya pemul ihan kondisi air yang cemar, bagaimanapun akan memerl ukan biaya yang mungkin l ebih besar bil a dibandingkan dengan nil ai kemanf aat an f inansial dari kegiat an yang menyebabkan pencemarannya. Demikian pul a bil a kondisi air yang cemar dibiarkan (t anpa upaya pemul ihan) j uga mengandung ongkos, mengingat air yang cemar akan menimbul kan biaya unt uk menanggul angi akibat dan at au dampak negat if yang dit imbul kan ol eh air yang cemar.
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

Kecenderungan Kebutuhan Perawat Pada Rumah Sakit Pemerintah Di Sumatera Utara Tahun 2002 - 2005

Kecenderungan Kebutuhan Perawat Pada Rumah Sakit Pemerintah Di Sumatera Utara Tahun 2002 - 2005

Penelit ian ini ber t uj uan unt uk m enget ahui kecender ungan kebut uhan per aw at dengan m enggunak an for m ula hasil Lokakar ya Nasional Keper aw at an 1983 pada Rum ah Sak it ( RS) Pem er int ah di Sum at er a Ut ar a 2002 - 2005 yait u Rum ah Sakit Um um ( RSU) Pusat Adam Malik Medan, Rum ah Sak it Um um Pem at ang Siant ar dan Rum ah Sak it Um um Tebing Tinggi, dengan j enis penelit ian st udi kasus. Dar i hasil penelit ian diper oleh bahw a di RSUP Adam Malik Medan k ecender ungan k ebut uhan per aw at t ahun 2002 - 2005 m engik ut i gar is t r end Y = 476.07 - 31.141 X. Di RSU Pem at ang Siant ar kecender ungan kebut uhan per aw at t ahun 2002 - 2005 m engikut i gar is t r end Y = 193.51 - 8.841 X, sedangk an di RSU Tebing Tinggi k ebut uhan per aw at t ahun 2002 - 2005 m engik ut i gar is t r end Y = 68.234 - 0.7182 X. Pada RS pem er int ah kelas A t er j adi kelebihan per aw at , sedangkan pada RS kelas B j um lah per aw at yang ada ham pir sam a dengan j um lah per aw at yang dibut uhkan dan pada RS k elas C j ust r u t er j adi k ek ur angan j um lah per aw at . Unt uk t et ap m enj aga kesesuaian kebut uhan per aw at pada Rum ah Sak it Pem er int ah di Sum at er a Ut ar a per lu adanya ker j asam a ant ar a or ganisasi pr ofesi, Rum ah Sakit dan Pem er int ah dalam m em per hit ungkan j um lah inst it usi pendidikan keper aw at an yang r asional. Dalam hal ini Rum ah Sakit per lu lebih r asional dalam m elakukan ker j asam a dengan inst it usi pendidikan dalam keper luan pr akt ek klinik.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Analisis komparatif: konsep takfir antara salaf dan khalaf - Repository UIN Sumatera Utara

Analisis komparatif: konsep takfir antara salaf dan khalaf - Repository UIN Sumatera Utara

Meskipun beliau lulusan Fakultas Us{u>l ad-Din, beliau juga tekun mempelajari berbagai disiplin ilmu keagamaan secara umum, terutama disiplin ilmu syari`ah. Bahkan disertasi yang ditulis pun sebagaimana terlihat dalam kutipan di atas adalah masalah zakat, bagian dari ilmu syariah. Beliau pernah mengatakan ‚Sebenarnya saya adalah lulusan fakultas ushuluddin Universitas Al-Azhar yang lebih menekuni bidang studi aqidah, filsafat, tafsir dan hadis. Namun hal ini tidak menghalangi saya untuk mendalami fiqh, ta>ri>kh tasyri>`, ushul fiqh dan kaidah- kaidahnya (al-Qawa>’id al-Fiqhiyyah). Dengan mempelajari bidang-bidang studi tersebut, saya justru dapat menambah wawasan ilmu yang saya peroleh pada fakultas Us{u>l ad-Di>n, bahkan dengan bekal-bekal ilmu tersebut saya telah diberikan pemantapan filsafat, kebudayaan dan kesejarahan, selain kebudayan Islam yang beraneka ragam. 184
Baca lebih lanjut

123 Baca lebih lajut

Memahami Macam Macam Sunnah

Memahami Macam Macam Sunnah

Guru memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengamati beberapa permasalahan yang terkait dengan sunnah qauliyah dan sunnah fi’liyah.. Guru meminta peserta didik untuk menjawab per[r]

10 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...