Top PDF BRIKET LIMBAH JAGUNG SEBAGAI SUMBER ENER

BRIKET LIMBAH JAGUNG SEBAGAI SUMBER ENER

BRIKET LIMBAH JAGUNG SEBAGAI SUMBER ENER

Abstrak. Kecamatan Tigabinanga merupakan sentra tanaman jagung terluas di Kabupaten Tanah Karo, Propinsi Sumatera Utara. Limbah jagung yang dihasilkan sebanyak 8.128.734 ton/tahun. Produksi limbah jagung akan semakin tinggi jumlahnya akibat serangan penyakit hawar daun dan busuk tongkol. Sampai sejauh ini limbah jagung belum dimanfaatkan oleh masyarakat setempat sebagai briket, padahal briket limbah jagung dapat digunakan sebagai alternatif bahan bakar ramah lingkungan. Ipteks ini telah diaplikasikan kepada kelompok petani (Rimo kayu dan Paya Kumpal) Desa Simolap, Kecamatan Tiga Binanga. Tujuan kegiatan ini adalah: 1. Melatih petani agar dapat menghasilkan briket. 2. Meningkatkan pendapatan petani dari hasil penjualan briket. Metoda yang diaplikasikan berupa penyuluhan, pelatihan maupun transfer tekhnologi pembuatan briket kepada petani jagung kemudian dilanjutkan dengan pembinaan yang dilakukan secara periodik melalui koordinasi dengan ketua kelompok tani jagung. Hasil yang diperoleh berupa briket limbah jagung yang dipasarkan melalui kios wirausaha briket kelompok tani di Desa Simolap.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Pemanfaatan Tongkol Jagung Dan Limbah Teh Sebagai Bahan Briket Arang

Pemanfaatan Tongkol Jagung Dan Limbah Teh Sebagai Bahan Briket Arang

Beberapa jenis limbah seperti limbah pertanian dan limbah industri penggergajian kayu dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif pengganti BBM dan gas.Menurut Pari (2002) untuk mengolah limbah tersebut menjadi bermanfaat, maka diperlukan teknologi.Teknologi tersebut di antaranya adalah teknologi pembuatan arang dari serbuk penggergajian kayu.Arang dari serbuk penggergajian kayu yang dihasilkan dapat diolah lebih lanjut menjadi produk yang lebih mempunyai nilai ekonomi seperti arang aktif, briket arang, serat karbon, dan arang kompos.

5 Baca lebih lajut

Pemanfaatan Tongkol Jagung Dan Limbah Teh  Sebagai Bahan    Briket Arang

Pemanfaatan Tongkol Jagung Dan Limbah Teh Sebagai Bahan Briket Arang

Briket merupakan salah satu bahan bakar yang berasal dari biomassa yang digunakan sebagai sumber energi alternatif yang sangat sederhana dan murah.Biomassa yang digunakan dalam penelitian ini adalah tongkol jagung dan limbah teh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara pengolahan briket bioarang dari tongkol jagung dan limbah teh dengan variasi komposisi dan juga untuk mengetahui komposisi briket arang yang terbaik antara tongkol jagung dengan pencampuran limbah teh terhadap mutu briket yang dihasilkan. Pengujian yang dilakukan adalah dengan rancangan acak lengkap non faktorial dengan parameter kadar air, kerapatan, nilai kalor dan kadar abu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komposisi bahan pembuat briket memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap kadar air, kerapatan, nilai kalor dan kadar abu.Kadar air terbaik diperoleh pada penelitian ini yaitu 2.89% yang memenuhi standar briket buatan Jepang, Amerika, Inggris dan Indonesia.Nilai Kerapatan terbaik sebesar 0.415 gr/cm 3 belum memenuhistandar briket buatan Jepang, Amerika, Inggris dan Indonesia.Nilai kalor terbaik dalam penelitian ini yaitu sebesar 10052.08kal/gryang memenuhi standar briket buatan Jepang, Amerika, Inggris dan Indonesia.Kadar abu terbaik dalam penelitian ini yaitu 2.83%, yang memenuhi standar mutu briket buatan Jepang, Amerika, Inggris dan Indonesia.
Baca lebih lanjut

67 Baca lebih lajut

Pemanfaatan Tongkol Jagung Dan Limbah Teh Sebagai Bahan Briket Arang

Pemanfaatan Tongkol Jagung Dan Limbah Teh Sebagai Bahan Briket Arang

Briket arang yang banyak digunakan oleh masyarakat antara lain untuk membakar daging (berbeqeu di hotel, restoran atau konsumsi kelompok masyarakat tertentu dalam selera eksklusif). Di Negara yang memiliki 4 musim, briket arang dapat digunakan sebagai pemanas ruangan. Untuk industri kecil dan menengah briket arang digunakan sebagai sumber energy, misalnya pada pembuatan plat baja, keramik, kaca, pengrajin,pandai besi dan lain-lain (Balitbang Kehutanan, 1994).

17 Baca lebih lajut

TUGAS AKHIR PEMBUATAN BRIKET BIOCOAL DARI CAMPURAN BATUBARA LIGNIT, TONGKOL JAGUNG DAN TEMPURUNG BIJI KARET SEBAGAI SUMBER ENERGI ALTERNATIF

TUGAS AKHIR PEMBUATAN BRIKET BIOCOAL DARI CAMPURAN BATUBARA LIGNIT, TONGKOL JAGUNG DAN TEMPURUNG BIJI KARET SEBAGAI SUMBER ENERGI ALTERNATIF

Potensi batubara lignit dan limbah biomassa tongkol jagung dan tempurung biji karet ini memiliki potensi dan manfaat yang besar untuk dijadikan sebagai sumber energi alternatif pengganti bahan bakar fosil terutama minyak bumi dan gas bumi. Tujuan penelitin ini adalah untuk memperbaiki kualitas briket batubara dengan menambahkan tongkol jagung dan tempurung biji karet sehingga dihasilkan briket biocoal yang berkualitas untuk sumber energi alternatif. Penelitian ini dilakukan dengan pengujian proksimat bahan baku kemudian dilanjutkan dengan analisa karbonisasi serta yang terakhir analisa briket biocoal yang meliputi kandungan air, kandungan abu, kandungan zat terbang, karbon tetap, total sulfur serta nilai kalor. Metode yang digunakan dengan memvariasikan waktu karbonisasi yaitu 30 menit dan 60 menit serta memvariasikan komposisi briket biocoal yaitu 80:10:10, 60:20:20, dan 50:25:25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa briket biocoal dengan waktu karbonisasi 60 menit dengan komposisi 80:10:10 menghasilkan kualitas briket biocoal yang terbaik sesuai dengan SNI 1-6253-200, dengan kandungan air 2,64%, kandungan abu 5,35%, volatile matter 24,56%, fixed carbon 67,45%, total sulfur 0,06% dan nilai kalor 6361 kkal/kg.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Pemanfaatan Tongkol Jagung Dan Limbah Teh Sebagai Bahan Briket Arang

Pemanfaatan Tongkol Jagung Dan Limbah Teh Sebagai Bahan Briket Arang

Briket merupakan salah satu bahan bakar yang berasal dari biomassa yang digunakan sebagai sumber energi alternatif yang sangat sederhana dan murah.Biomassa yang digunakan dalam penelitian ini adalah tongkol jagung dan limbah teh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara pengolahan briket bioarang dari tongkol jagung dan limbah teh dengan variasi komposisi dan juga untuk mengetahui komposisi briket arang yang terbaik antara tongkol jagung dengan pencampuran limbah teh terhadap mutu briket yang dihasilkan. Pengujian yang dilakukan adalah dengan rancangan acak lengkap non faktorial dengan parameter kadar air, kerapatan, nilai kalor dan kadar abu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komposisi bahan pembuat briket memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap kadar air, kerapatan, nilai kalor dan kadar abu.Kadar air terbaik diperoleh pada penelitian ini yaitu 2.89% yang memenuhi standar briket buatan Jepang, Amerika, Inggris dan Indonesia.Nilai Kerapatan terbaik sebesar 0.415 gr/cm 3 belum memenuhistandar briket buatan Jepang, Amerika, Inggris dan Indonesia.Nilai kalor terbaik dalam penelitian ini yaitu sebesar 10052.08kal/gryang memenuhi standar briket buatan Jepang, Amerika, Inggris dan Indonesia.Kadar abu terbaik dalam penelitian ini yaitu 2.83%, yang memenuhi standar mutu briket buatan Jepang, Amerika, Inggris dan Indonesia.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Pemanfaatan Tongkol Jagung Dan Limbah Teh Sebagai Bahan Briket Arang

Pemanfaatan Tongkol Jagung Dan Limbah Teh Sebagai Bahan Briket Arang

Briket merupakan salah satu bahan bakar yang berasal dari biomassa yang digunakan sebagai sumber energi alternatif yang sangat sederhana dan murah.Biomassa yang digunakan dalam penelitian ini adalah tongkol jagung dan limbah teh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara pengolahan briket bioarang dari tongkol jagung dan limbah teh dengan variasi komposisi dan juga untuk mengetahui komposisi briket arang yang terbaik antara tongkol jagung dengan pencampuran limbah teh terhadap mutu briket yang dihasilkan. Pengujian yang dilakukan adalah dengan rancangan acak lengkap non faktorial dengan parameter kadar air, kerapatan, nilai kalor dan kadar abu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komposisi bahan pembuat briket memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap kadar air, kerapatan, nilai kalor dan kadar abu.Kadar air terbaik diperoleh pada penelitian ini yaitu 2.89% yang memenuhi standar briket buatan Jepang, Amerika, Inggris dan Indonesia.Nilai Kerapatan terbaik sebesar 0.415 gr/cm 3 belum memenuhistandar briket buatan Jepang, Amerika, Inggris dan Indonesia.Nilai kalor terbaik dalam penelitian ini yaitu sebesar 10052.08kal/gryang memenuhi standar briket buatan Jepang, Amerika, Inggris dan Indonesia.Kadar abu terbaik dalam penelitian ini yaitu 2.83%, yang memenuhi standar mutu briket buatan Jepang, Amerika, Inggris dan Indonesia.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

OPTIMALISASI BIOBRIKET LTJ (LIMBAH TONGKOL JAGUNG) SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF DALAM RANGKA MENGHADAPI KRISIS BAHAN BAKAR MINYAK DI INDONESIA.

OPTIMALISASI BIOBRIKET LTJ (LIMBAH TONGKOL JAGUNG) SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF DALAM RANGKA MENGHADAPI KRISIS BAHAN BAKAR MINYAK DI INDONESIA.

Indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat melimpah khususnya sumber daya alamnya. Penggunaan sumber daya alam khususnya sumber daya alam diperbarui yang berlebihan mengakibatkan munculnya limbah yang dapat mencemari lingkungan salah satunya adalah limbah biomassa seperti tongkol jagung dan limbah-limbah pertanian atau perkebunan lainnya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, produksi jagung pada tahun 2013 sebesar 18,51 juta ton. Adanya jumlah yang besar inilah menyebabkan limbah biomassa pun meningkat. Meningkatnya limbah biomassa menjadi persoalan yang harus ditanggulangi dengan cara mengubah limbah biomassa tersebut menjadi energi alternatif berupa briket tongkol jagung. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) membuat briket arang dari limbah tongkol jagung, (2) menentukan ukuran partikel dan konsentrasi perekat yang tepat dari briket arang tongkol jagung, (3) mengukur parameter uji dari briket arang limbah tongkol jagung yang meliputi kadar air, kadar abu, kadar zat menguap (volatile matter), kadar karbon terikat (fixed carbon), dan nilai kalor yang didasarkan pada Standar Nasional Indonesia (SNI). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen di laboratorium. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah limbah tongkol jagung dengan menggunakan beberapa macam variasi ukuran yaitu 20 mesh, 40 mesh dan 60 mesh. Konsentrasi perekat juga dipergunakan sebagai variasi yaitu sebesar 5%, 10%, 15% dan 20%. Pengarangan dilakukan dengan menggunakan cara tradisional dalam tungku, sedangkan penguapan dilakukan dengan menggunakan oven selama 2 x 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran dan konsentrasi perekat berpengaruh secara signifikan terhadap kadar air, kadar zat menguap, kadar abu, kadar karbon terikat dan besarnya nilai kalor. Dari uji karakteristik briket didapatkan variasi ukuran terbaik adalah 20 mesh dan konsentrasi perekat 10% dengan kadar air terbaik 5,297%, kadar zat menguap (volatile matter) terendah sebesar 10,405%, kadar karbon terikat (fixed carbon) terbaik sebesar 80,128%, dan nilai kalor terbaik adalah 6937,5 kal/gram, sedangkan kadar abu terendah diperoleh dari ukuran 20 mesh dan perekat konsentrasi 5% sebesar 3,210%.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L.)

Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L.)

Limbah jerami padi, brangkasan jagung dan tongkol jagung merupakan sumber bahan organik yang potensial untuk meningkatkan kesuburan tanah. Limbah tersebut selama ini belum dimanfaatkan secara optimal karena proses dekomposisinya membutuhkan waktu yang lama, sehingga petani sering membakar limbah tersebut untuk mempercepat pengolahan tanah (Sisworo, 2000). Kendala utama jerami padi maupun brangkasan jagung sebagai bahan organik adalah tingginya kadar selulosa sehingga pelapukannya memerlukan waktu yang lama. Komposisi kimia jerami padi rata-rata adalah 6,86% protein, 30,2% serat dan 7,7% lignin. Oleh karena itu diperlukan adanya mikroorganisme yang mampu mendekomposisi bahan yang mengandung selulosa dan lignin tinggi dengan cepat (Sisworo, 2000)
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Growth Performance and Digestive Organ Weight of Broilers Fed Different Levels of Shrimp Waste Meal Fermented with Bacillus sp.

Growth Performance and Digestive Organ Weight of Broilers Fed Different Levels of Shrimp Waste Meal Fermented with Bacillus sp.

Perbedaan pengaruh penambahan LUFb terhadap bobot badan dan konsumsi beraku- mulasi terhadap konversi pakan. Konversi pakan pada perlakuan P1 secara statistik lebih rendah (P<0,01) dibandingkan dengan ke- lompok ayam pada perlakuan P0, dan dengan semakin banyaknya penambahan LUFb (P2, P3 dan P4) konversi pakan semakin tinggi. Penelitian Khempaka et al. (2006) melaporkan bahwa penggunaan limbah udang sampai 8% akan menurunkan e fi siensi pakan, kecernaan bahan kering dan retensi N, sehingga disaran- kan penggunaan limbah udang sebagai pakan sumber protein ayam broiler sebanyak 4%.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Uji Kualitas Briket dari Limbah Kelapa Sawit - Repositori UIN Alauddin Makassar

Uji Kualitas Briket dari Limbah Kelapa Sawit - Repositori UIN Alauddin Makassar

Limbah cair dari pabrik minyak kelapa sawit ini umumnya bersuhu tinggi 70-80 o C, berwarna kecoklatan, mengandung padatan terlarut dan tersuspensi berupa koloid dan residu minyak dengan BOD (biological oxygen demand) dan COD (chemical oxygen demand) yang tinggi. Apabila limbah cair ini langsung dibuang ke perairan dapat mencemari lingkungan. Jika limbah tersebut langsung dibuang ke perairan, maka sebagian akan mengendap, terurai secara perlahan, mengkonsumsi oksigen terlarut, menimbulkan kekeruhan, mengeluarkan bau yang tajam dan dapat merusak ekosistem perairan. Limbah cair industri kelapa sawit memiliki kadar air 95 %, padatan dalam bentuk terlarut/tersuspensi 4,5 %, sisa minyak dan lemak emulsi 0,5 – 1 %. Selama proses, asam lemak bebas akan dilepaskan. Limbah cair industri kelapa sawit juga memiliki temperatur yang tinggi yaitu 60 – 80 º C karena limbah tersebut berasal dari proses kondensasi serta mengandung bahan organik yang tinggi sehingga limbah tersebut berpotensi untuk mencemari air tanah dan badan air 20 .
Baca lebih lanjut

95 Baca lebih lajut

Efektivitas Pemberian Beberapa Jenis dan Dosis Pupuk Cair Organik Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.)

Efektivitas Pemberian Beberapa Jenis dan Dosis Pupuk Cair Organik Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.)

Pengertian pupuk organik adalah pupuk yang tersusun dari materi makhluk hidup, seperti pelapukan sisa -sisa tanaman, hewan, dan manusia. Pupuk organik dapat berbentuk padat atau cair yang digunakan untuk memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Pupuk organik mengandung banyak bahan organik daripada kadar haranya. Sumber bahan organik dapat berupa kompos, pupuk hijau, pupuk kandang, sisa panen (jerami, brangkasan, tongkol jagung, bagas tebu, dan sabut kelapa), limbah ternak, limbah industri yang menggunakan bahan pertanian, dan limbah kota (sampah).atau bisa disimpulkan secara singkat adalah Pupuk yang sebagian atau seluruhnya terdiri dari bahan organik yang berasal dari sisa tanaman dan atau kotoran hewan, yang telah melalui proses, rekayasa, berbentuk padat atau cair yang digunakan untuk mensuplai hara tanaman, memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah (Goenadi, 1995).
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Pemanfaatan limbah Tebu menjadi briket dan biopelet

Pemanfaatan limbah Tebu menjadi briket dan biopelet

Pada analisis ragam (Lampiran 9) menunjukkan bahwa konsentrasi perekat briket ampas tebu berpengaruh nyata terhadap karbon terikat yang dihasilkan. Karbon terikat tertinggi diperoleh pada konsentrasi 5% dengan nilai karbon terikat sebesar 20.29% sedangkan karbon terikat terendah diperoleh pada konsentrasi tertinggi yaitu 15% dengan nilai karbon terikat sebesar 17.76%. Karbon yang dihasilkan briket ampas tebu menurun seiring dengan penambahan konsentrasi perekat. Hal ini disebabkan konsentrasi perekat dapat meningkatkan kandungan zat terbang briket ampas tebu dan secara tidak langsung akan menurunkan karbon yang dihasilkan. Pada uji Duncan (Lampiran 10), untuk setiap konsentrasi memberikan pengaruh beda nyata pada semua konsentrasi. Parameter karbon terikat belum ada standar yang ditentukan oleh negara-negara eropa namun karbon terikat yang dihasilkan briket ampas tebu masih sangat rendah. Perhitungan karbon terikat dapat dihasilkan dengan melihat nilai kadar abu dan kadar zat menguap.
Baca lebih lanjut

51 Baca lebih lajut

Pertumbuhan dan Produksi Tiga Varietas Kedelai Hitam (Glycine max (L). Merril) dengan Permberian Beberapa Jenis Bahan Organik

Pertumbuhan dan Produksi Tiga Varietas Kedelai Hitam (Glycine max (L). Merril) dengan Permberian Beberapa Jenis Bahan Organik

Sumber bahan organik dapat berupa kompos, pupuk hijau, pupuk kandang, sisa panen jerami, brangkasan, tongkol jagung, bagas tebu, dan sabut kelapa, limbah ternak, limbah industri yang m[r]

12 Baca lebih lajut

Pemanfaatan Limbah Jerami Padi Untuk Briket Dan Biopelet

Pemanfaatan Limbah Jerami Padi Untuk Briket Dan Biopelet

Pengolahan limbah jerami padi dapat menghasilkan produk yang bermanfaat berupa arang yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan briket arang dan biopelet. Proses pembakaran untuk menjadikan bahan untuk membuat arang harus dilakukan dengan metode yang tepat dan benar. Penambahan perekat pada pembuatan briket dan biopelet arang sangat dibutuhkan agar briket dan biopelet yang dihasilkan memiliki keteguhan tekan yang besar dan kerapatan yang kecil. Sifat fisik briket arang mempengaruhi tinggi rendahnya nilai kalor briket arang. Briket arang yang dihasilkan dapat digunakan sebagai bahan baku rumah tanggga sebagai pengganti bahan bakar alternatif.
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

Substitution of Pennisetum purpureum Leaf with Corn Husk and Sweet Potato Waste as a Pellet Form in Performance Local Male Rabbit

Substitution of Pennisetum purpureum Leaf with Corn Husk and Sweet Potato Waste as a Pellet Form in Performance Local Male Rabbit

Peternak kelinci umumnya memberikan pakan berupa hijauan dan konsentrat. Hijauan berupa rumput yang diberikan pada ternak kelinci penggunaannya bersaing dengan ternak ruminansia, selain itu konsentrat yang dijual di pasaran harganya relatif mahal. Pakan dengan kandungan nutrisi yang tepat dan berkualitas dibutuhkan dalam menggantikan hijauan rumput yang umumnya diberikan untuk kelinci. Pakan komplit dengan kandungan nutrisi yang baik dan harga ekonomis sangat diperlukan. Pemberian pakan dalam bentuk pellet sebaiknya dilakukan agar tidak ada seleksi antara bahan baku yang berbeda, selain itu pemberian pakan dalam bentuk pellet memiliki palatabilitas yang tinggi sehingga menghasilkan performa yang baik pada ternak kelinci (Maertens, 2010). Ketersediaan klobot jagung dan limbah ubi jalar yang cukup banyak merupakan suatu potensi dalam menggantikan rumput. Klobot jagung dengan kandungan serat yang tinggi dapat dijadikan sebagai sumber serat, untuk memenuhi kebutuhan protein maka dikombinasikan dengan limbah ubi jalar. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan performa kelinci lokal jantan yang diberi pakan komplit bentuk pellet mengandung klobot jagung dan limbah ubi jalar yang mensubstitusi daun rumput gajah.
Baca lebih lanjut

88 Baca lebih lajut

PENGARUH LIMBAH  FLY ASH DARI SERBUK ARANG BRIKET TERHADAP BETON GEOPOLIMER  Pengaruh Limbah Fly Ash Dari Serbuk Arang Briket Terhadap Beton Geopolimer.

PENGARUH LIMBAH FLY ASH DARI SERBUK ARANG BRIKET TERHADAP BETON GEOPOLIMER Pengaruh Limbah Fly Ash Dari Serbuk Arang Briket Terhadap Beton Geopolimer.

pengadukan 7,5 menit karena lebih optimum dibandingkan 15 menit dimana 7,5 menit mempunyai kuat tekan rata-ratanya 3,510 MPa sedangkan 15 menit mempunyai kuat tekan rata-rata lebih rendah yaitu 2,689 MPa. Kuat tekan beton geopolimer kecil di akibatkan karena serbuk arang briket mempunyai sifat pozolan yang tidak terlalu mengikat dan serbuk arang briket terlalu menyerap air terlalu banyak.

13 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Perbedaan Hasil Belajar IPA Menggunakan Model Discovery Learning dan Problem Based Learning pada Siswa Kelas 3 SD N Gugus Diponegoro – Grobogan

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Perbedaan Hasil Belajar IPA Menggunakan Model Discovery Learning dan Problem Based Learning pada Siswa Kelas 3 SD N Gugus Diponegoro – Grobogan

Matahari adalah sumber dari segala sumber energi. Setiap hari matahari memancarkan cahaya dan panas. Panas matahari dimanfaatkan setiap hari. Energi panas merubah keadaan benda. Misalnya pakaian basah menjadi kering. Energi panas yang lain pun bermanfaat bagi manusia. Energi panas dari kompor digunakan untuk memasak. Energi panas dari setrika dapat menghaluskan pakaian.

71 Baca lebih lajut

Pemanfaatan Limbah Tebu sebagai Bahan Briket Arang

Pemanfaatan Limbah Tebu sebagai Bahan Briket Arang

Puji dan syukur penulis panjatkan terhadap Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga begitu banyak nikmat yang tak terhingga jumlahnya. Hanya dengan izin dan kemudahan yang diberikan-Nya, penulis dapat menyelesaikan proposal penelitian yang berjudul “ Pemanfaatan Limbah Tebu sebagai Bahan Briket Arang “. Pemanfaatan limbah ampas tebu ini dijadikan sebuah briket yang dikarakteristik secara uji fisik ,uji kimia dan efisiensi kelajuan pembakarannya.

30 Baca lebih lajut

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus  Repositori Universitas Muria Kudus

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus Repositori Universitas Muria Kudus

Sifat Fisis dan Kimia Briket Arang Campuran Limbah Kayu Gergajian Sabetan Kayu.. Analisis perbandingan sifat fisis briket arang tempurung kelapa dan arang kulit kakao.[r]

2 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...