Top PDF Buletin Ketenagalistrikan No.41 Vol.11 Maret 2015

Buletin Ketenagalistrikan No.41 Vol.11 Maret 2015

Buletin Ketenagalistrikan No.41 Vol.11 Maret 2015

Pemerintah juga mengeluarkan Permen ESDM Nomor 3 Tahun 2015 yang mengatur prosedur pembelian tenaga listrik dan harga patokan tenaga listrik dari PLTU Mulut Tambang, PLTU Batubara, PLTG/PLTMG, dan PLTA oleh PT PLN (Persero) melalui pemilihan langsung dan penunjukan langsung. Ini merupakan suatu terobosan untuk menyederhanakan dan mempercepat pengembangan pembangkit listrik oleh PT PLN (Persero). Selain mengeluarkan Permen, Menteri ESDM Sudirman Said juga membentuk Unit Pelaksana Program Pembangunan Ketenagalistrikan Nasional (UP3KN) untuk menjadi fasilitator dan penghubung antara pelaku usaha Independent Power Producer (IPP) dengan PT PLN (Persero). UP3KN diharapkan dapat mengurai sumbatan-sumbatan di bidang ketenagalistrikan.
Baca lebih lanjut

56 Baca lebih lajut

Buletin Ketenagalistrikan No.37 Vol.10 Maret 2014

Buletin Ketenagalistrikan No.37 Vol.10 Maret 2014

Pada tahun 1992 para pemimpin negara ASEAN yang saat itu masih terdiri atas 6 negara yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Brunei Darussalam menyepakai Common Efecive Preferenial Tarif – ASEAN Free Trade Area (CEPT-AFTA) yaitu kesepakatan untuk menghapus tarif bea masuk seluruh produk dalam perdagangan antar-negara ASEAN kecuali produk barang tertentu atau dengan kata lain kesepakatan untuk membentuk pasar bebas di antara negara-negara ASEAN. Selanjutnya, dalam KTT ke-2 ASEAN pada tahun 1997 para pemimpin negara ASEAN menyepakai ASEAN Vision 2020 yaitu mewujudkan kawasan yang stabil, makmur, dan berdaya-saing inggi dengan pembangunan ekonomi yang merata yang ditandai dengan penurunan ingkat kemiskinan dan perbedaan sosial ekonomi, yang kemudian pada tahun 2007 dalam KTT ke-12 ASEAN, disepakai untuk dipercepat pelaksanaannya menjadi tahun 2015 dengan membentuk ASEAN Economic Community (AEC) 2015 yang akan diimplementasikan berdasarkan AEC Blueprint. Percepatan dilakukan dalam rangka memperkuat daya saing ASEAN dalam menghadapi kompeisi global antara lain dengan India dan China, dengan perimbangan adanya potensi penurunan biaya produksi barang konsumsi sebesar 10 s.d. 20% sebagai dampak integrasi ekonomi dan peningkatan kemampuan kawasan dengan implementasi standar dan prakik internasional.
Baca lebih lanjut

50 Baca lebih lajut

Buletin Ketenagalistrikan No.45 Vol.12 Maret 2016

Buletin Ketenagalistrikan No.45 Vol.12 Maret 2016

BCEF 2016 yang digelar di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) tanggal 11-12 Februari ini dihadiri oleh lebih dari 1.200 partisipan yang merupakan perwakilan negara- negara di dunia, antara lain Saudi Arabia, Australia, Timor Leste, Malaysia, Papua Nugini, Srilanka, Kamboja, Hungaria, Amerika Serikat, Denmark, Jepang, Swedia, Selandia Baru, Jerman, Swiss, Inggris, Kroasia, Azerbaijan, Norwegia, Kazakhstan, Finlandia, Spanyol, Iran, Perancis, Belgia dan Uni Eropa. Forum ini juga dihadiri perwakilan dunia usaha, pakar di bidang energi, perwakilan masyarakat sipil dan komunitas muda, serta media massa nasional dan internasional. (PSJ) Menteri ESDM Sudirman Said menyatakan Indonesia
Baca lebih lanjut

60 Baca lebih lajut

Buletin Ketenagalistrikan No.49 Vol.13 Maret 2017

Buletin Ketenagalistrikan No.49 Vol.13 Maret 2017

Presiden Jokowi mengamanatkan agar tarif listrik yang harus dibayar masyarakat tidak naik. Untuk itu kebijakan tarif yang kompetitif dan eisien terus diupayakan oleh pemerintah dengan membuat berbagai aturan. Peraturan Menteri ESDM Nomor 10,11, dan 12 tahun 2017 yang disosialisasikan pada coffee morning Jumat (10/2), diterbitkan agar tarif listrik tidak naik dan PT PLN (Persero) lebih eisien. Hal ini juga sesuai dengan amanat UU Nomor 30 tahun 2009 tentang ketenagalistrikan dimana pembangunan ketenagalistrikan bertujuan untuk menjamin ketersediaan tenaga listrik dalam jumlah yang cukup, kualitas yang baik, dan harga yang wajar dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara adil dan merata serta mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Baca lebih lanjut

60 Baca lebih lajut

Buletin Ketenagalistrikan No.44 Vol.11 Desember 2015

Buletin Ketenagalistrikan No.44 Vol.11 Desember 2015

Terkait perijinan, Sujatmiko menyatakan bahwa nantinya hanya akan ada tiga jenis perijinan di bidang ketenagalistrikan, yakni ijin di bidang hulu (pembangkitan), ijin di bidang hilir (pengusahaan), dan ijin penunjang (termasuk untuk pemanfaatan jaringan). Hal lain seperti persetujuan harga,, keselamatan kerja, masalah lingkungan dan lainnya akan menjadi standar bagi pemohon ijin. Pemerintah hanya akan mengeluarkan check list, jika standar terpenuhi, ijin akan jalan terus dan tidak akan ditunda-tunda. Ia mengharapkan pihak yang mengurusi perijinan dapat proaktif untuk mengecek status perijinan di masing-masing instansinya.
Baca lebih lanjut

57 Baca lebih lajut

Buletin Ketenagalistrikan No.43 Vol.11 September 2015

Buletin Ketenagalistrikan No.43 Vol.11 September 2015

Untuk mempercepat pelaksanaan pembangunan ketenagalistrikan, pemerintah daerah perlu mengoptimalkan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di daerah. Untuk itu koordinasi antara PTSP Pusat dan Daerah harus selalu dilakukan. Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Jarman saat Focus Group Discussion (FGD) antara Bank Indonesia, Pemerintah Pusat, dan Pemerintah Daerah se-Kalimantan yang dilaksanakan di Balikapapan, Selasa (11/8). Menurut Jarman, masih banyak perizinan di daerah yang belum didelegasian Kepala Daerah kepada PTSP Daerah. Dengan PTSP di daerah, perizinan untuk membangun pembangkit dan jaringan transmisi dan distribusi listrik yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah dapat lebih cepat.
Baca lebih lanjut

58 Baca lebih lajut

Buletin Ketenagalistrikan No.42 Vol.11 Juni 2015

Buletin Ketenagalistrikan No.42 Vol.11 Juni 2015

Pemerintah kembali menegaskan optimismenya untuk dapat membangun pembangkit listrik 4,2 GW dalam lima tahun ke depan. Tidak tercapainya target program percepatan pembangunan pembangkit listrik (FTP) tahap I dan II bukan menjadi alasan untuk pesimis. Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM, Ir. Jarman M.Sc saat menyampaikan presentasi ‘Masterplan on Indonesia Power Plant Development’ dalam ‘Indonesia Power Project Finance 2015 Conference’ yang diselenggarakan oleh Petromindo.com di Hotel Ritz Carlton Jakarta, Selasa (24/3).
Baca lebih lanjut

60 Baca lebih lajut

Untuk  Buletin Statistik APUPPT vol 85 - Maret 2017

Untuk Buletin Statistik APUPPT vol 85 - Maret 2017

3. Informasi lainnya yang terkait dengan pelaksanaan tugas PPATK. Sepanjang kuartal I tahun 2017, jumlah penyampaian laporan ke PPATK semakin terus bertambah. Penerimaan pelaporan terbanyak selama Maret 2017 terutama terkait LTKL (Swift Bank), LTKT, LTKM, dan LTPBJ, yang masing-masing bertambah sebanyak 586,1 ribu LTKL, 217,4 ribu LTKT, 5,1 ribu LTKM, dan 2,9 ribu LTPBJ. Dengan adanya penambahan laporan-laporan tersebut, jumlah keseluruhan laporan yang telah diterima PPATK sejak Januari 2003 telah mencapai 42.383.637 laporan atau meningkat sebanyak 5,7 persen dibandingkan jumlah kumulatif laporan per akhir Desember 2016. Bila diamati perkembangan bulanannya (month-to-month, disingkat m-to-m), penerimaan keseluruhan laporan di Maret 2017 bila dibandingkan penerimaan pada bulan sebelumnya mengalami peningkatan sebesar 17,7 persen. Peningkatan terbesar terjadi pada penerimaan LTKL dan LTPBJ, yakni masing-masing naik sebesar 22,0 persen dan 9,4 persen.
Baca lebih lanjut

61 Baca lebih lajut

Jurnal Visi Vol.4 No.1 Maret 2015

Jurnal Visi Vol.4 No.1 Maret 2015

Kinerja keuangan bank dapat diukur dengan indikator kecukupan modal, likuiditas dan profitabilitas. Penilaian aspek penghimpunan dana dan penyaluran dana merupakan kinerja keuangan yang berkaitan dengan peran bank sebagai perusahaan intermediasi. Sedangkan penilaian kondisi likuiditasbank berguna untukmengetahui seberapa besar kemampuan bank dalam memenuhi kewajibannya kepada para deposan (Abdullah, 2005:120).Menurut SK Direksi Bank Indonesia No.30/2/UPPB 30 April 1997 tentang tata cara penilaian tingkat kesehatan bank umum, bahwa tingkat kesehatan bank dinilai dengan pendekatan CAMEL dengan mengukur kualitas faktor permodalan, kualitas aktiva produktif, manajemen rentabilitas dan likuiditas. Penilaian kesehatan bank bertujuan untuk menentukan bank tersebut dalam kondisi sehat, cukup sehat, kurang sehat dan tidak sehat sehingga Bank Indonesia sebagai pengawas dan pembina bank-bank dapat memberikan arahan atau petunjuk harus dijalankan atau bahkan dihentikan kegiatan operasinya (Kasmir, 2008:49). Athanasoglou et. al (2005) mendefinisikan karakteristik spesifik bank sebagai faktor-faktor yang berasal dari kondisi internal perusahaan atau bank (the firm internal condition)yang dapat dilihat dari neraca dan laporan rugi laba bank. Faktor dari karakteristik spesifik bank untuk mengetahui pengaruhnya terhadap kinerja perbankan dapat menggunakan rasio-rasio keuangan.Kinerja keuangan bank berdasarkan karakteristik spesifik perbankan yang diambil darirasio keuangan bank, antara lain CapitalAdequacy Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL), Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO), Loan to Deposite Ratio(LDR).Salah satu indikator dalam menilai kinerja perbankan adalah melalui penilaianReturn On Asset (ROA) yang digunakan untuk mengukur profitabilitas bank karena Bank Indonesia sebagai pembina dan pengawas perbankan lebih mengutamakan nilai profitabilitas suatu bank diukur dengan asset yang dananya sebagian besar dari dana simpanan masyarakat (Dendawijaya, 2009:119). Semakin besar ROA suatu bank,
Baca lebih lanjut

103 Baca lebih lajut

Buletin vol. 17 no .2

Buletin vol. 17 no .2

Keterangan gambar: Gambar 1A: Gambar 1B: Fresh water = Air tawar untuk proses ClO2, Cl2, NaOH = Bahan kimia untuk pemutihan pulp ClO2, Cl2, dan soda api alkali untuk melarutkan senya[r]

119 Baca lebih lajut

Buletin Plasma Nutfah Vol.11 No.1 Th.2005

Buletin Plasma Nutfah Vol.11 No.1 Th.2005

KESIMPULAN Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa galur harapan padi sawah yang sesuai dengan agro-ekosistem di Bali adalah B10836 E-02-ML-0019 9,50 kg dan BP138E-02-ML-0024 8,60 [r]

5 Baca lebih lajut

Buletin Ketenagalistrikan No.40 Vol.10 Desember 2014

Buletin Ketenagalistrikan No.40 Vol.10 Desember 2014

terhadap golongan pelanggan yang dihapus subsidinya tahun 2014 ini pun diterapkan perlakuan sama. Selain itu juga pelanggan Layanan Khusus TT/TM/TR yang memang idak disubsidi pun diterapkan mekanisme yang sama. Dengan demikian akan terdapat 12 (dua belas) golongan pelanggan tarif non subsidi yang terhadapnya diterapkan mekanisme penyesuaian tarif (tarif adjustment). Besaran penyesuaian dihitung berdasarkan iga indikator ekonomi makro yang sifatnya di luar kendali PT PLN (Persero) yaitu perubahan inlasi yang dirilis Badan Pusat Staisik (BPS), nilai kurs yang dikeluarkan Bank Indonesia (BI), dan harga minyak Indonesia (ICP) yang dikeluarkan oleh Kementerian ESDM. Dengan adanya perubahan keiga indikator ekonomi makro tersebut, yang menyebabkan perubahan besaran biaya pokok penyediaan tenaga listrik (BPP), maka terhadap 12 golongan pelanggan tersebut juga mengalami penyesuaian tarif (tarif adjustment) yang sebanding dengan besaran perubahan BPP tersebut. Kebijakan ini dituangkan dalam Peraturan Menteri ESDM No.31 Tahun 2014 tentang Tarif Tenaga Listrik Yang Disediakan Oleh PT PLN (Persero), yang berlaku mulai 1 Januari 2015. Dengan demikian pada tahun 2015, akan terdapat 12 (dua belas)
Baca lebih lanjut

51 Baca lebih lajut

Buletin Ketenagalistrikan No.38 Vol.10 Juni 2014

Buletin Ketenagalistrikan No.38 Vol.10 Juni 2014

Kamis (17/4) lalu, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan menggelar Coffee morning tentang Sosialisasi Peraturan Menteri ESDM Nomor 09 Tahun 2014 Tentang Tarif Tenaga Listrik Yang Disediakan Oleh Perusahaan Perseroan (Persero) PT. Perusahan Listrik Negara. Permen ESDM Nomor 9 Tahun 2014 ini keluar sesuai dengan hasil Kesimpulan Rapat Kerja Komisi VII DPR RI dengan Menteri ESDM tanggal 21 Januari 2014. Dalam Raker tersebut Komisi VII DPR RI menerima dan menyetujui usulan Pemerintah untuk melakukan penghapusan subsidi listrik secara bertahap bagi pelanggan industri menengah (I-3) yang go public dan Industri besar (I-4) serta penerapan tariff adjustment terhadap pelanggan listrik non subsidi rumah tangga besar (R-3), bisnis menengah (B-2), bisnis besar (B-3) dan kantor pemerintah sedang (P-1) terhitung tanggal 1 Mei 2014 setiap 2 (dua) bulan sampai dengan Desember 2014.
Baca lebih lanjut

48 Baca lebih lajut

Buletin Ketenagalistrikan No.39 Vol.10 September 2014

Buletin Ketenagalistrikan No.39 Vol.10 September 2014

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Susilo Siswoutomo menghimbau masyarakat yang meninggalkan rumah untuk mudik ke kampung halaman saat Hari Raya Idul Fitri 1435 H memaikan semua peralatan listrik. Ia juga menghimbau agar para karyawan yang meninggalkan kantor mencabut sambungan komputer dan alat elektronik lainnya. “Hal tersebut dilakukan untuk mencegah hal-ha lyang mungkin terjadi saat rumah atau kantor kosong diinggal pemudik,” ujar Wamen ESDM. Hal tersebut disampaikan Wamen EDM saat meninjau kesiapan sub sektor ketenagalistrikan jelang Hari ray Idul Fitri 1435 di kantor PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero) Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Jawa Bali (PLN P3BJB) yang berlokasi di Gandul, Limo, Cinere, Depok, Jumat (25/7).
Baca lebih lanjut

50 Baca lebih lajut

Buletin LTPS Vol 1 No 1 1

Buletin LTPS Vol 1 No 1 1

Dalam workshop ini, para guru dilatih untuk membuat media pembelajaran secara mudah dengan perangkat lunak yang gratis dan mudah operasionalnya, EXelearning.. Exe merupakan program seder[r]

2 Baca lebih lajut

Going Concern Vol. 11 No. 1 Maret 2016 | Vol. 11 No. 1 Maret 2016 | JURNAL RISET AKUNTANSI GOING CONCERN 10562 21040 1 SM

Going Concern Vol. 11 No. 1 Maret 2016 | Vol. 11 No. 1 Maret 2016 | JURNAL RISET AKUNTANSI GOING CONCERN 10562 21040 1 SM

Fixed assets have a very important role for the smooth operation of government services to maximize the activity takes appropriate policy in the management of fixed assets. Department of Public Works (PU) North Sulawesi is an institution that supports the affairs of the District / Town in the field of public works who carry out tasks in the District / City of North Sulawesi. Service vehicles, equipment and machinery, land, buildings, roads, and the fixed assets owned by the Department of Public Works North Sulawesi and very important in supporting the activities of government services. This study aimed to analyze the accounting treatment for fixed assets at the Department of Public Works North Sulawesi what was in accordance with Regulation 71 Year 2010 Statement of Government Accounting Standards (PSAP) No. 07 of the fixed assets. The method used is descriptive analysis method with a way to understand the reality and compare it with the theory that the researchers studied so it can be concluded. In the study the accounting treatment of fixed assets has been good. In practice, in the way of acquisition of fixed assets Public Works Department to make a purchase in cash, Department of Public Works has not shrunk its fixed assets where it is not in accordance with the Governmental Accounting Standards applicable, Department of Public Works to stop the fixed assets that are not used by way of eliminating it from the balance sheet and transferred to the post other fixed assets, as well as in the presentation and disclosure, the Department of Public Works has revealed the fixed assets in accordance with accounting standards applicable rule.
Baca lebih lanjut

94 Baca lebih lajut

Buletin LAPAN Vol 4 No 1

Buletin LAPAN Vol 4 No 1

LAPAN telah berkontribusi dalam penanganan dan pencegahan bencana serta memberikan informasi berbasis data citra satelit. Salah satunya, LAPAN telah memberikan informasi iik-iik panas (hotspot) yang menjadi indikasi awal terjadinya kebakaran hutan. Informasi ini diberikan secara ruin dan dapat diakses melalui aplikasi pada telepon seluler. Tugas LAPAN sebagai Bank Data Penginderaan Jauh Nasional (BDPJN) juga menyediakan metode standar pengolahan data satelit yang dapat digunakan Sistem Pemantauan Bumi Nasional oleh berbagai pihak. Hal tersebut sesuai dengan UU. No.21 Tahun 2013 tentang Keantariksaan. Dalam pameran ini LAPAN menampilkan infograis mengenai beberapa kegiatan yang pening dan berskala nasional. Kegiatan tersebut yaitu pemantauan liputan awan, pemantauan iik api kebakaran lahan dan hutan, pemantauan ingkat kekeringan lahan, dan pemantauan penutup dan penggunaan lahan. Tak hanya itu, LAPAN juga menampilkan mock up satelit LAPAN-A3/LAPAN-IPB. LAPAN juga menampilkan mock up LSU 02.
Baca lebih lanjut

56 Baca lebih lajut

Jurnal Fitopatologi Vol 11 No 1 2015

Jurnal Fitopatologi Vol 11 No 1 2015

Penyakit busuk rimpang jahe yang disebabkan oleh Fusarium oxysporum f. sp. zingiberi tergolong sulit dikendalikan karena bersifat tular tanah dan dapat membentuk klamidospora sebagai struktur bertahan. Tujuan penelitian ialah mendapatkan isolat cendawan antagonis yang berasal dari rizosfer jahe yang berpotensi menghambat pertumbuhan F. oxysporum f. sp. zingiberi. Cendawan pada rizosfer jahe diisolasi dan diuji daya antagonisnya menggunakan metode biakan ganda. Cendawan yang mampu menghambat F. oxysporum f. sp. zingiberii diidentiikasi. Sebanyak 11 isolat cendawan berhasil diisolasi dari rizosfer tanaman jahe, dan 9 isolat di antaranya berpotensi menghambat pertumbuhan F. oxysporum f. sp. zingiberii. Aktivitas antibiosis ditunjukkan oleh 9 isolat cendawan, yaitu AB4, GC1, BB1, AB1, AB2, K12, GC3, K11, GC2, dan isolat AB2, BB1, serta K11 menunjukkan kemampuan kompetisi. Berdasarkan pengamatan morfologi konidium diketahui bahwa cendawan antagonis tersebut terdiri atas Penicillium spp. (4 isolat), Trichoderma spp. (3 isolat), and Aspergillus spp. (2 isolat).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...