Top PDF Buletin Ketenagalistrikan No.45 Vol.12 Maret 2016

Buletin Ketenagalistrikan No.45 Vol.12 Maret 2016

Buletin Ketenagalistrikan No.45 Vol.12 Maret 2016

Saat ini Ditjen Ketenagalistrikan telah memiliki layanan register SLO secara online. Layanan ini akan diintegrasikan dengan layanan online yang dimiliki PLN, instalatir dan LIT-TR selaku penerbit SLO. Layanan registrasi SLO dapat diakses melalui slo.djk.esdm.go.id. Melalui website ini, masyarakat dapat mengakses daftar lembaga inspeksi dan biaya SLO. Selain itu website ini digunakan untuk registrasi SLO yang dilakukan oleh pemerintah. Layanan registrasi SLO sendiri pernah mendapatkan penghargaan dari Menteri ESDM. Bertepatan dengan Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke- 70 tahun 2015 yang dilaksanakan bulan September tahun lalu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said memberikan penghargaan juara II Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik di Lingkungan Kementerian ESDM kepada Registrasi Sertiikasi Laik Operasi (SLO) secara online yang dilaksanakan di Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan. Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Sujatmiko mewakili menerima Munir Ahmad menyampaikan paparan mengenai SLO
Baca lebih lanjut

60 Baca lebih lajut

Buletin Ketenagalistrikan No.48 Vol.12 Desember 2016

Buletin Ketenagalistrikan No.48 Vol.12 Desember 2016

Coffee morning merupakan kegiatan rutin yang diselengga- rakan Ditjen Ketenagalistrikan untuk menyampaikan infor- masi kepada stakeholder mengenai kebijakan dan regulasi terbaru di subsektor ketenagalistrikan. Selain meluncurkan buku, dalam coffee morning pada bulan September juga ada penjelasan mengenai Aturan Jaringan Sistem Tenaga Listrik Kalimantan melalui Permen ESDM Nomor 18 Tahun 2016 oleh Kepala Divisi Perencanaan Regional Kalimantan PT PLN (persero) Sudibyo. Selain itu, ada pula pemaparan tentang kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan Indonesia oleh founder/chairman The Indonesian Institute of Energy Regu- lation (IIER) Luluk Sumiarso. (AMH)
Baca lebih lanjut

60 Baca lebih lajut

Buletin Ketenagalistrikan No.53 Vol.14 Maret 2018

Buletin Ketenagalistrikan No.53 Vol.14 Maret 2018

Ketiga, untuk masyarakat yang tinggal jauh dari instalasi listrik PLN, tetapi tinggal bersama dalam satu wilayah, cara melistrikinya adalah dengan mengembangkan micro- grid off grid. Cara ini digunakan Pemerintah melalui usaha penyediaan tenaga listrik skala kecil sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM 38/2016. Dengan aturan ini, masyarakat yang tinggal di desa belum berkembang, terpencil, pulau terluar atau perbatasan dapat dilistriki oleh badan usaha lain seperti Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), swasta, dan koperasi yang diberikan wilayah usaha tersendiri oleh Pemerintah. Pengembangan sistem ini lebih mengutamakan pemanfaatan sumber energi terbarukan untuk pembangkit listriknya.
Baca lebih lanjut

60 Baca lebih lajut

Buletin Ketenagalistrikan No.37 Vol.10 Maret 2014

Buletin Ketenagalistrikan No.37 Vol.10 Maret 2014

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik pada Jumat (27/12) memberikan penjelasan kepada wartawan pada acara jumpa pers mengenai Kinerja Sektor ESDM Tahun 2013. Dalam pemaparannya, Kementerian ESDM pada tahun 2013 telah membuat landasan pembangunan sektor energi nasional yang dituangkan dalam Catur Dharma Energi. Program ini terdiri dari Tingkatkan Produksi Migas, Kurangi Pemakaian & Impor BBM, Dorong Masif Pengembangan EBT dan Hemat Energi. Menurut Jero Wacik, pada tahun 2013 ini sektor ESDM masih menjadi faktor strategis bagi perekonomian nasional. Selain sebagai penopang utama penerimaan negara dalam APBN, juga memasok kebutuhan energi, bahan baku industri, menciptakan lapangan kerja, menarik investasi serta mendorong pertumbuhan daerah.
Baca lebih lanjut

50 Baca lebih lajut

Buletin Ketenagalistrikan No.49 Vol.13 Maret 2017

Buletin Ketenagalistrikan No.49 Vol.13 Maret 2017

Presiden Jokowi mengamanatkan agar tarif listrik yang harus dibayar masyarakat tidak naik. Untuk itu kebijakan tarif yang kompetitif dan eisien terus diupayakan oleh pemerintah dengan membuat berbagai aturan. Peraturan Menteri ESDM Nomor 10,11, dan 12 tahun 2017 yang disosialisasikan pada coffee morning Jumat (10/2), diterbitkan agar tarif listrik tidak naik dan PT PLN (Persero) lebih eisien. Hal ini juga sesuai dengan amanat UU Nomor 30 tahun 2009 tentang ketenagalistrikan dimana pembangunan ketenagalistrikan bertujuan untuk menjamin ketersediaan tenaga listrik dalam jumlah yang cukup, kualitas yang baik, dan harga yang wajar dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara adil dan merata serta mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Baca lebih lanjut

60 Baca lebih lajut

Buletin Ketenagalistrikan No.46 Vol.12 Juni 2016

Buletin Ketenagalistrikan No.46 Vol.12 Juni 2016

Peserta yang menghadiri acara Forum PUIL ini berasal dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan yg diwakili oleh Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kalimantan Selatan, PT. PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Selatan dan Tengah, civitas akademika, asosiasi, serta perwakilan dari perusahaan lain yang terkait. Pembicara pada acara ini adalah pakar dan ahli yang berpengalaman di bidang Instalasi Listrik, dan merupakan penyusun PUIL 2011. Melalui acara ini Ditjen Ketenagalistrikan berharap para stakeholder mendapat informasi dan wawasan baru yang bermafaat khususnya dalam pelaksanaan pemasangan instalasi listrik yang sesuai dengan standar dan memenuhi ketentuan Keselamatan Ketenagalistrikan. (PSJ)
Baca lebih lanjut

60 Baca lebih lajut

Buletin Ketenagalistrikan No.47 Vol.12 September 2016

Buletin Ketenagalistrikan No.47 Vol.12 September 2016

Dinas ESDM Provinsi menurut Jarman juga diharapkan dapat terlibat dalam mewujudkan keselamatan ketenagalistrikan melalui pengawasan Sertiikat Laik Operasi (SLO) yang ada di wilayah masing-masing. Saat ini pemerintah tengah menugaskan PT PLN (Persero) untuk mewujudkan Pelayanan Satu Pintu Sambungan Listrik yang terintegrasi antara pelayanan online yang dilakukan Lembaga Inspeksi Teknik, PLN, dan pemerintah. Terkait Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Provinsi, beberapa hal yang dibahas dan diusulkan adalah penyediaan dana untuk pembangunan jaringan distribusi dan instalasi listrik untuk masyarakat tidak mampu.
Baca lebih lanjut

60 Baca lebih lajut

Buletin LAPAN Vol 4 No 1

Buletin LAPAN Vol 4 No 1

LAPAN telah berkontribusi dalam penanganan dan pencegahan bencana serta memberikan informasi berbasis data citra satelit. Salah satunya, LAPAN telah memberikan informasi iik-iik panas (hotspot) yang menjadi indikasi awal terjadinya kebakaran hutan. Informasi ini diberikan secara ruin dan dapat diakses melalui aplikasi pada telepon seluler. Tugas LAPAN sebagai Bank Data Penginderaan Jauh Nasional (BDPJN) juga menyediakan metode standar pengolahan data satelit yang dapat digunakan Sistem Pemantauan Bumi Nasional oleh berbagai pihak. Hal tersebut sesuai dengan UU. No.21 Tahun 2013 tentang Keantariksaan. Dalam pameran ini LAPAN menampilkan infograis mengenai beberapa kegiatan yang pening dan berskala nasional. Kegiatan tersebut yaitu pemantauan liputan awan, pemantauan iik api kebakaran lahan dan hutan, pemantauan ingkat kekeringan lahan, dan pemantauan penutup dan penggunaan lahan. Tak hanya itu, LAPAN juga menampilkan mock up satelit LAPAN-A3/LAPAN-IPB. LAPAN juga menampilkan mock up LSU 02.
Baca lebih lanjut

56 Baca lebih lajut

Untuk  Buletin Statistik APUPPT vol 85 - Maret 2017

Untuk Buletin Statistik APUPPT vol 85 - Maret 2017

 Dengan adanya penambahan HP tersebut, maka jumlah keseluruhan HP yang telah disampaikan oleh PPATK ke Penyidik sejak berlakunya UU TPPU hingga akhir Maret 2017 tercatat sebanyak 89 HP, dengan perincian: 36 HP diantaranya disampaikan ke Penyidik KPK, 30 HP ke Penyidik Kejaksaan, 25 HP ke Penyidik Kepolisian, 15 HP ke Ditjen Pajak, 5 HP ke Ditjen Bea Cukai, 4 HP ke Penyidik BNN, 3 HP masing-masing ke Gubernur BI dan Panglima TNI, serta 1 HP masing-masing ke Ketua Dewan OJK, Kemendagri, dan Kementerian Koperasi dan UKM.

61 Baca lebih lajut

Jurnal Visi Vol.5 No.1 Maret 2016

Jurnal Visi Vol.5 No.1 Maret 2016

dengan menggunakan FGT Index yang terdiri dari headcount ratio (H) yang menggambarkan persentase orang miskin dalam suatu populasi yang diobservasi, indeks kedalaman kemiskinan/poverty depth index (P1) yang menggambarkan kesenjangan antara pendapatan orang miskin dengan garis kemiskinan, dan indeks keparahan kemiskinan/poverty severity index (P2) yang menggambarkan distribusi pendapatan di antara orang miskin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai H, P1, dan P2 mengalami penurunan setelah mustahiq mengikuti Program Ikhtiar. Pengaruh Program Ikhtiar terhadap pendapatan per kapita mustahiq dianalisis dengan menggunakan metode Ordinary Least Square (OLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada taraf nyata 1 persen, variabel-variabel yang berpengaruh secara signifikan dan positif terhadap pendapatan per kapita mustahiq adalah pendapatan mustahiq yang diperoleh dari usaha yang menggunakan dana dari Program Ikhtiar dan variabel dummy keaktifan bekerja mustahiq. Pelatihan ini diperlukan untuk meningkatkan motivasi dan kemampuan wirausaha mustahiq, apalagi jika mengingat tingkat pendidikan mustahiq tergolong rendah dan tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan per kapita mustahiq. Besarnya modal/pembiayaan yang diterima dan banyaknya mustahiq melakukan pembiayaan melalui Program Ikhtiar tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap pendapatan per kapita mustahiq. Hal ini karena modal yang didapatkan mustahiq tergolong relatif kecil dan pada sebagian mustahiq dana untuk modal tersebut justru digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumtif. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa variabel jumlah tanggungan berpengaruh signifikan, namun berhubungan negatif dengan pendapatan per kapita mustahiq. Adapun perbedaan penelitian saya dengan penelitian sebelumnya adalah pada penelitian yang saya lakukan menggunakan metode analisis regresi linier sederhana dan melihat tingkat pendapatan masyarakat dengan jumlah responden sebesar 20 responden sedangkan pada penelitian sebelumnya menggunakan metode Ordinary Least Square (OLS) dan menggunakan 45 responden.
Baca lebih lanjut

124 Baca lebih lajut

Buletin vol. 17 no .2

Buletin vol. 17 no .2

Pada kegiatan produksi pulp/kertas (khususnya proses kimia), tahapan pemutihan diperlukan guna menghasilkan macam kertas tertentu dan turunan selulosa lain. Pada umumnya tahapan tersebut menggunakan bahan kimia berdasar khlor. Tahapan tersebut selain memerlukan volume air yang besar, juga mengakibatkan besarnya volume limbah pemutihan yang membahayakan kehidupan mahluk hidup, antara lain AOX, EOCl, dioksin (senyawa kimia yang dicurigai menyebabkan penyakit kanker), sisa bahan pemutih, serta bahan relatif terdegradasi. Selain itu limbah pemutihan tersebut bersifat korosif terhadap peralatan logam. Di Indonesia terdapat lima pabrik pulp/kertas yang menggunakan bahan baku kayu dengan kapasitas produksi di atas 200.000 ton/tahun, termasuk proses pemutihan pulp. Pada tahun 2006 produksi kelima pabrik tersebut mencapai 3 juta ton pulp putih/tahun. Diperkirakan proses pemutihan tersebut membutuhkan volume air sekitar 36-45 juta kiloliter/tahun, dan menghasilkan limbah cair pemutihan 27-30 juta kiloliter/tahun. Hal tersebut memerlukan dengan biaya tinggi. Salah satu usaha yang dapat dilakukan adalah menerapkan sistim pengolahan tertutup pada proses pemutihan pulp, sehingga penggunaan air proses dan elati dapat dihemat, bahan pemutih yang digunakan dapat didaur ulang serta akan mengurangi dampak relatif lingkungan. Kata kunci : Proses pemutihan, sistim tertutup, volume air, limbah buangan
Baca lebih lanjut

119 Baca lebih lajut

Buletin Ketenagalistrikan No.40 Vol.10 Desember 2014

Buletin Ketenagalistrikan No.40 Vol.10 Desember 2014

terhadap golongan pelanggan yang dihapus subsidinya tahun 2014 ini pun diterapkan perlakuan sama. Selain itu juga pelanggan Layanan Khusus TT/TM/TR yang memang idak disubsidi pun diterapkan mekanisme yang sama. Dengan demikian akan terdapat 12 (dua belas) golongan pelanggan tarif non subsidi yang terhadapnya diterapkan mekanisme penyesuaian tarif (tarif adjustment). Besaran penyesuaian dihitung berdasarkan iga indikator ekonomi makro yang sifatnya di luar kendali PT PLN (Persero) yaitu perubahan inlasi yang dirilis Badan Pusat Staisik (BPS), nilai kurs yang dikeluarkan Bank Indonesia (BI), dan harga minyak Indonesia (ICP) yang dikeluarkan oleh Kementerian ESDM. Dengan adanya perubahan keiga indikator ekonomi makro tersebut, yang menyebabkan perubahan besaran biaya pokok penyediaan tenaga listrik (BPP), maka terhadap 12 golongan pelanggan tersebut juga mengalami penyesuaian tarif (tarif adjustment) yang sebanding dengan besaran perubahan BPP tersebut. Kebijakan ini dituangkan dalam Peraturan Menteri ESDM No.31 Tahun 2014 tentang Tarif Tenaga Listrik Yang Disediakan Oleh PT PLN (Persero), yang berlaku mulai 1 Januari 2015. Dengan demikian pada tahun 2015, akan terdapat 12 (dua belas)
Baca lebih lanjut

51 Baca lebih lajut

Buletin Ketenagalistrikan No.39 Vol.10 September 2014

Buletin Ketenagalistrikan No.39 Vol.10 September 2014

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Susilo Siswoutomo menghimbau masyarakat yang meninggalkan rumah untuk mudik ke kampung halaman saat Hari Raya Idul Fitri 1435 H memaikan semua peralatan listrik. Ia juga menghimbau agar para karyawan yang meninggalkan kantor mencabut sambungan komputer dan alat elektronik lainnya. “Hal tersebut dilakukan untuk mencegah hal-ha lyang mungkin terjadi saat rumah atau kantor kosong diinggal pemudik,” ujar Wamen ESDM. Hal tersebut disampaikan Wamen EDM saat meninjau kesiapan sub sektor ketenagalistrikan jelang Hari ray Idul Fitri 1435 di kantor PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero) Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Jawa Bali (PLN P3BJB) yang berlokasi di Gandul, Limo, Cinere, Depok, Jumat (25/7).
Baca lebih lanjut

50 Baca lebih lajut

00 Cover Jurnal Vol.14 No.1 Maret 2016

00 Cover Jurnal Vol.14 No.1 Maret 2016

ISSN 1412-4521 Daftar Isi Membangun Kualitas Layanan, Kualitas Produk, dan Persepsi Harga Untuk Mendukung Word Of Mouth Melalui Kepuasan Pengaruh Lingkungan Fisik, Persepsi Nilai da[r]

3 Baca lebih lajut

Front Matter Vol.12, No.1 JUN (2016)

Front Matter Vol.12, No.1 JUN (2016)

Fasciolopsiasis di Indonesia endemik di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan. Permasalahan dalam pengendalian penyakit ini adalah belum diketahuinya jenis keong yang berperan sebagai hospes perantara pertama. Jenis keong hospes perantara ditentukan dengan menemukan serkaria Fasciolopsis buski pada keong tersebut. Identifikasi serkaria secara mikroskopis belum bisa memastikan serkaria pada keong merupakan serkaria F. buski sehingga perlu digunakan metode yang lebih akurat. Oleh karena itu dilakukan penelitian mengenai identifikasi serkaria F. buski dengan Polymerase Chain Reaction (PCR) yang bertujuan untuk mengkonfirmasi jenis serkaria dan keong hospes perantara pertama F. buski. Penelitian berupa studi observasional di lapangan dan laboratorium yang dilaksanakan pada Maret-Desember 2014. Sampel keong berasal dari Desa Sungai Papuyu dan Kalumpang Dalam. Uji PCR sampel serkaria dilakukan di Laboratorium Biologi Molekuler FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru. Didapatkan 6 genus keong yaitu Pomacea, Bellamya, Indoplanorbis, Lymnaea, Gyraulus dan Melanoides. Tiga jenis serkaria didapatkan dengan pemeriksaan mikroskopis yaitu Echinostome cercariae pada keong Lymnaea dan Indoplanorbis, Brevifurcate-pharyngeate cercariae pada keong Lymnaea, dan Sulcatomicrocercous cercariae pada keong Bellamya. Hasil PCR menunjukkan sampel positif F. buski adalah Echinostome cercariae yang terdapat pada keong Lymnaea dan Indoplanorbis sehingga keong tersebut dapat dipastikan sebagai hospes perantara pertama dari F. buski.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Going Concern Vol. 11 No. 1 Maret 2016 | Vol. 11 No. 1 Maret 2016 | JURNAL RISET AKUNTANSI GOING CONCERN 10562 21040 1 SM

Going Concern Vol. 11 No. 1 Maret 2016 | Vol. 11 No. 1 Maret 2016 | JURNAL RISET AKUNTANSI GOING CONCERN 10562 21040 1 SM

Fixed assets have a very important role for the smooth operation of government services to maximize the activity takes appropriate policy in the management of fixed assets. Department of Public Works (PU) North Sulawesi is an institution that supports the affairs of the District / Town in the field of public works who carry out tasks in the District / City of North Sulawesi. Service vehicles, equipment and machinery, land, buildings, roads, and the fixed assets owned by the Department of Public Works North Sulawesi and very important in supporting the activities of government services. This study aimed to analyze the accounting treatment for fixed assets at the Department of Public Works North Sulawesi what was in accordance with Regulation 71 Year 2010 Statement of Government Accounting Standards (PSAP) No. 07 of the fixed assets. The method used is descriptive analysis method with a way to understand the reality and compare it with the theory that the researchers studied so it can be concluded. In the study the accounting treatment of fixed assets has been good. In practice, in the way of acquisition of fixed assets Public Works Department to make a purchase in cash, Department of Public Works has not shrunk its fixed assets where it is not in accordance with the Governmental Accounting Standards applicable, Department of Public Works to stop the fixed assets that are not used by way of eliminating it from the balance sheet and transferred to the post other fixed assets, as well as in the presentation and disclosure, the Department of Public Works has revealed the fixed assets in accordance with accounting standards applicable rule.
Baca lebih lanjut

94 Baca lebih lajut

Buletin LTPS Vol 1 No 1 1

Buletin LTPS Vol 1 No 1 1

Dalam workshop ini, para guru dilatih untuk membuat media pembelajaran secara mudah dengan perangkat lunak yang gratis dan mudah operasionalnya, EXelearning.. Exe merupakan program seder[r]

2 Baca lebih lajut

Back Matter Vol.12, No. 2 DES (2016)

Back Matter Vol.12, No. 2 DES (2016)

Yen GG (Oklahoma State University, School of Electrical and Computer Engineering, Stillwater, OK). Health monitoring on vibration signatures. Final report. Arlington (VA): Air Force Office of Scientific Research (US), Air Force Research Laboratory; 2002 Feb. Report No.: AFRLSRBLTR020123. Contract No.: F496209810049.

13 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...