Top PDF CLOUD LEARNING DAN BELAJAR KREATIF

CLOUD LEARNING DAN BELAJAR KREATIF

CLOUD LEARNING DAN BELAJAR KREATIF

Cloud Learning  Cloud Learning – universal access to learning by all through the fact that our learning environments, learning content, learning services an learning devices are bec[r]

17 Baca lebih lajut

Penerapan Pendekatan Resource Based Lear

Penerapan Pendekatan Resource Based Lear

Jadi dalam pendekatan resource based learning sumber informasi yang akan siswa terima bukan informasi dari guru. Informasi yang didapat bisa dari sumber- sumber yang ada di perpustakaan sekolah, lingkungan sekitar, media sosial, maupun informasi dari diskusi bersama teman-teman yang memiliki informasi berbeda tapi tetap dalam materi yang sama. Di mana informasi-informasi yang didapatkan bisa membuat siswa lebih kreatif dalam berpikir, sehingga siswa dapat menghasilkan sebuah kesimpulan dari sebuah konsep. Dengan menggunakan pendekatan resource based learning siswa tidak harus selalu belajar dalam kelas, melainkan siswa dapat belajar di perpustakaan, di laboratorium, di luar sekolah yang berhubungan dengan tugas atau masalah yang berkaitan.
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

PENGARUH METODE GUIDED DISCOVERY LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DITINJAU DARI KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA : STUDI QUASI EKSPERIMEN PADA KELAS XI KD MENGANALISIS INDEKS HARGA DAN INFLASI) DI SMA PASUNDAN 1 BANDUNG.

PENGARUH METODE GUIDED DISCOVERY LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DITINJAU DARI KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA : STUDI QUASI EKSPERIMEN PADA KELAS XI KD MENGANALISIS INDEKS HARGA DAN INFLASI) DI SMA PASUNDAN 1 BANDUNG.

Penyelenggaraan pendidikan sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 mengenai Sistem Pendidikan Nasional dapat diwujudkan melalui proses berkembangnya kualitas peserta didik melalui kurikulum. Kurikulum merupakan salah satu unsur yang memberikan kontribusi yang signifikan untuk mewujudkan proses berkembangnya kualitas potensi peserta didik. Salah satu kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan adalah dengan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah No 32 tahun Tentang Standar Nasional Pendidikan. Berdasarkan peraturan tersebut terdapat perubahan struktur kurikulum dari Kurikulum 2006 (KTSP) menjadi Kurikulum 2013. Kurikulum 2013 sebagai penyempurnaan kurikulum sebelumnya diharapkan dapat menghasilkan insan Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif dan afektif melalui penguatan sikap, keterampilan dan pengetahuan yang terintegrasi.
Baca lebih lanjut

39 Baca lebih lajut

Upaya Meningkatkan Penguasaan Konsep dan Berpikir Kreatif Siswa Melalui Media E-Learning Pada Konsep Sistem Transportasi Manusia.

Upaya Meningkatkan Penguasaan Konsep dan Berpikir Kreatif Siswa Melalui Media E-Learning Pada Konsep Sistem Transportasi Manusia.

Keberadaan e-learning di sekolah ini sedang dalam proses pembangunan, hal tersebut dapat terlihat dari fasilitas yang disediakan oleh sekolah. Untuk di kelas yang diteliti sendiri, keberadaan e-learning mungkin sudah tidak begitu asing keberadaanya bagi para siswa hal ini dapat terlihat dari hasil perolehan observasi awal pada Lampiran A.1, dari hasil angket tersebut menyatakan hanya 17,5% siswa di kelas tersebut yang belum pernah belajar menggunakan e-learning, selain itu dapat terlihat juga dari data tersebut bahwa penggunaan e-learning dalam proses pembelajaran dapat membuat pembelajaran menjadi lebih menarik, mempermudah dalam memahami konsep, terutama konsep yang abstrak. Namun dari data tersebut pula dapat terlihat bahwa para siswa masih merasa kesulitan dalam menggunakan fasilitas e-learning tersebut, apalagi jika tanpa bimbingan guru sebagai fasilitator.
Baca lebih lanjut

47 Baca lebih lajut

EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN STRATEGI PROBLEM BASED LEARNING DAN PROJECT BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR  Eksperimentasi Pembelajaran Matematika Dengan Pendekatan Problem Based Learning Dan Project Based Learning Terhadap Hasil Bela

EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN STRATEGI PROBLEM BASED LEARNING DAN PROJECT BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR Eksperimentasi Pembelajaran Matematika Dengan Pendekatan Problem Based Learning Dan Project Based Learning Terhadap Hasil Bela

Diperoleh data F AB = 0,101 dan F tabel = 3,16 dengan taraf signifikansi α = 5% pada interaksi baris dan kolom. Karena FAB < F tabel maka H0 diterima. Dapat disimpulkan bahwa tidak ada efek interaksi antara strategi Problem Based Learning dan strategi Project based learning terhadap hasil belajar matematika ditinjau dari kemampuan berfikir kreatif matematis. Kondisi di atas dapat disajikan pada tabel rerata hasil belajar matematika dan kemampuan berfikir kreatif matematis serta gambar profil efek dari variabel strategi pembelajaran sebagai berikut.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

 Post  CONTOH PTK

Post CONTOH PTK

Untuk meningkatkan hasil belajar PKn, dalam pembelajarannya harus menarik sehingga siswa termotivasi untuk belajar. Diperlukan model pembelajara interaktif dimana guru lebih banyak memberikan peran kepada siswa sebagai subjek belajar, guru mengutamakan proses daripada hasil. Guru merancang proses belajar mengajar yang melibatkan siswa secara integratif dan komprehensif pada aspek kognitif, afektif dan psikomotorik sehingga tercapai hasil belajar. Agar hasil belajar PKn meningkat diperlukan situasi, cara dan strategi pembelajaran yang tepat untuk melibatkan siswa secara aktif baik pikiran, pendengaran, penglihatan, dan psikomotor dalam proses belajar mengajar. Adapun pembelajaran yang tepat untuk melibatkan siswa secara totalitas adalah pembelajaran dengan Problem Based Learning. Pembelajaran dengan model Problem Based Learning adalah suatu model pembelajaran dimana sebelum proses belajar mengajar didalam kelas dimulai, siswa terlebih dahulu diminta mengobservasi suatu fenomena. Kemudian siswa diminta untuk mencatat permasalahan yang muncul, serta mendiskusikan permasalahan dan mencari pemecahan masalah dari permasalahan tersebut. Setelah itu, tugas guru adalah merangsang untuk berpikir kritis dan kreatif dalam memecahkan masalah yang ada serta mengarahkan siswa untuk bertanya, membuktikan asumsi, dan mendengarkan perspektif yang berbeda diantara mereka.
Baca lebih lanjut

118 Baca lebih lajut

Pembangunan Aplikasi E-Learning Dengan Menerapkan Konsep Cloud Computing

Pembangunan Aplikasi E-Learning Dengan Menerapkan Konsep Cloud Computing

E-learning berati pembelajaran yang menggunakan jasa bantuan elektronika, khususnya perangkat komputer. Dari berbagai literatur e-learning tidak dapat dilepaskan dari jaringan internet, karena media ini, yang dijadikan sarana untuk penyajian ide dan gagasan pembelajaran. Sistem e-learning ini menawarkan kemudahan dalam proses belajar mengajar, terutama dalam memberikan materi- materi mata pelajaran disekolah. Mungkin bagi beberapa orang, mereka sudah bisa merasakan manfaat adanya e-learning ini. Tapi masih banyak yang belum bisa merasakannya. Ada beberapa masalah yang menyebabkan belum semuanya bisa merasakan e-learning ini, diantaranya: (a) Minimnya sumber daya manusia terutama disekolah untuk membangun aplikasi e-learning; (b) Minimnya dana bagi sekolah untuk membeli berbagai infrastruktur untuk mendukung aplikasi yang dibangun.
Baca lebih lanjut

187 Baca lebih lajut

Penalaran Kreatif versus Penalaran Imita

Penalaran Kreatif versus Penalaran Imita

Lithner (2005: 1, 2006: 5, 2008: 255) membuat kerangka teori penalaran matematis yang didasarkan pada serangkaian hasil studi empiris. Kerangka teori Lithner berupa karakterisasi penalaran matematis, yaitu penalaran kreatif dan penalaran imitatif. Penalaran kreatif dan penalaran imitatif ini merupakan konstruksi teoretis penalaran sebagai proses berpikir siswa dalam menyelesaikan masalah. Ide dasar pada kerangka Lithner adalah belajar menghafal ( rote learning ) sebagai penalaran imitatif, sedangkan ide penalaran kreatif yaitu kreasi solusi tugas yang baru dan fleksibel serta didasarkan pada argumen yang masuk akal dan sifat matematis intrinsik. Penalaran kreatif ini bukan merujuk pada berpikir superior atau luar biasa ( extraordinary ), tetapi penalaran kreatif dengan solusi tugas matematika yang dapat sederhana dan asli ( original ) untuk individu yang membuat solusi tersebut. Dengan demikian, penalaran kreatif berlawanan dengan penalaran imitatif.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

kelebihan kekurangan

kelebihan kekurangan

1. Membutuhkan pengalaman yang nyata. Karena kuantum learning menuntut guru untuk kreatif dan menjadikan kegitan belajar mengajar lebih menyenangkan sehingga diperlukan pengalaman yang matang untuk dapat menciptakan situasi yang diatas.

3 Baca lebih lajut

ANALISIS PENERAPAN MODUL PROBLEM BASED LEARNING DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF SISWA KELAS X SMA

ANALISIS PENERAPAN MODUL PROBLEM BASED LEARNING DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF SISWA KELAS X SMA

Salah satu faktor yang berpengaruh dalam pembelajaran adalah sumber belajar. Sumber belajar yang sering digunakan adalah modul, yang merupakan bahan ajar yang disusun untuk dapat dipelajari oleh siswa secara mandiri. Belajar mandiri dengan modul dapat mendorong siswa untuk berpikir kritis dan kreatif. Pada penelitian ini diterapkan modul problem based learning (PBL), yang dapat membantu siswa dalam belajar mandiri dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menganalisis pengaruh pembelajaran fisika dengan modul PBL terhadap kemampuan berpikir kritis dan berpikir kreatif siswa (2) Menemukan indikator berpikir kritis dan berpikir kreatif yang paling dominan meningkat pada pembelajaran fisika dengan modul PBL. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan metode Quasi Eksperimen Design dan desain dari penelitian ini adalah nonequivalent control group design. Penelitian ini diawali dengan menguji kemampuan awal berpikir kritis dan kreatif siswa pada kelas eksperimen dan kontrol, menggunakan uji t dan secara signifikan nila i α = 0,08 > 0,05, yang artinya tidak terdapat perbedaan kemampuan awal berpikir kritis dan kreatif siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil uji pengaruh modul tehadap kemampuan berpikir kritis dan kreatif dengan menggunakan uji regresi linear menunjukkan pengaruh modul sebesar 13,7% dan 36,6%. Peningkatan kemampuan berpikir kritis saat belajar dengan modul berbasis PBL pada Indikator memberian penjelasan dasar sebesar 0,71, indikator menyimpulkan sebesar 0,53 dan indikator mengatur strategi dan taktik sebesar 0,57. Peningkatan kemampuan berpikir kreatif saat belajar dengan modul berbasis PBL pada Indikator fluency sebesar 0,91, indikator flexibility sebesar 0,75, indikator originality sebesar 0,72 dan indikator evaluation sebesar 0,64. Temuan penelitian menunjukkan modul berbasis PBL dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif, dan pengaruh modul PBL dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif pada kemampuan berpikir jenjang tinggi, sedang dan rendah. Peningkatan tertinggi terdapat pada jenjang sedang, diikuti jenjang tinggi dan rendah.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN KETERAMPILAN BERFIKIR KREATIF SISWA SMP - repository UPI S FIS 0706442 Title

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN KETERAMPILAN BERFIKIR KREATIF SISWA SMP - repository UPI S FIS 0706442 Title

Penerapan Model Contextual Teaching and Learning CTL Untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa SMP Oleh Desy Nuryanti Sebuah skripsi yang diajuka[r]

3 Baca lebih lajut

Pembangunan Aplikasi E-Learning Dengan Menerapkan Konsep Cloud Computing

Pembangunan Aplikasi E-Learning Dengan Menerapkan Konsep Cloud Computing

E-learning berati pembelajaran yang menggunakan jasa bantuan elektronika, khususnya perangkat komputer. Dari berbagai literatur e-learning tidak dapat dilepaskan dari jaringan internet, karena media ini, yang dijadikan sarana untuk penyajian ide dan gagasan pembelajaran. Sistem e-learning ini menawarkan kemudahan dalam proses belajar mengajar, terutama dalam memberikan materi- materi mata pelajaran disekolah. Mungkin bagi beberapa orang, mereka sudah bisa merasakan manfaat adanya e-learning ini. Tapi masih banyak yang belum bisa merasakannya. Ada beberapa masalah yang menyebabkan belum semuanya bisa merasakan e-learning ini, diantaranya: (a) Minimnya sumber daya manusia terutama disekolah untuk membangun aplikasi e-learning; (b) Minimnya dana bagi sekolah untuk membeli berbagai infrastruktur untuk mendukung aplikasi yang dibangun.
Baca lebih lanjut

187 Baca lebih lajut

GURU KREATIF DAN STRATEGI PENGAJARAN EFEKTIF YANG MOTIVASI PELAJAR UNTUK BELAJAR

GURU KREATIF DAN STRATEGI PENGAJARAN EFEKTIF YANG MOTIVASI PELAJAR UNTUK BELAJAR

sebagai pusat pengajaran di Student Centered Learning (SCL) Metode dan model pembelajaran aktif telah membawa tentang motivasi yang lebih baik bagi peserta didik untuk belajar karena setiap siswa termotivasi dan terlibat dalam setiap langkah dari proses pengajaran. Mengaktifkan dan memotivasi peserta didik selama proses belajar mengajar adalah salah satu peran seorang guru dalam mode pembelajaran aktif. Mengaktifkan peserta didik menunjukkan bahwa peserta didik tidak hanya ditugaskan untuk menerima atau mendengarkan apa yang guru telah menjelaskan tetapi mereka harus terlibat dalam bertanya atau menjawab pertanyaan, bekerja di kelompok, membantu peserta didik lainnya, dan menunjukkan pemikiran kritis dan kreatif. Sejak pengajaran ini diharapkan dapat memotivasi peserta didik perlu untuk mempertimbangkan teknik yang digunakan dalam proses belajar mengajar.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Pengembangan Sistem E-Learning Berbasis Layanan Cloud Computing

Pengembangan Sistem E-Learning Berbasis Layanan Cloud Computing

E-learning berarti pembelajaran yang menggunakan jasa bantuan elektronika, khususnya perangkat komputer. Sistem e-learning ini menawarkan kemudahan dalam proses belajar mengajar, terutama dalam memberikan materi- materi mata pelajaran di sekolah.Mungkin bagi berapa orang sudah mengetahui manfaat adanya e- learning, mereka merasakan pembelajaran yang lebih efektif dan efisien.Tapi masih ada yang belum merasakannya, karena beberapa masalah, diantaranya: (a) Minimnya sumber daya manusia terutama sekolah untuk membangun aplikasi e- learning; (b) Minimnya dana bagi sekolah untuk membeli berbagai infrastruktur untuk mendukung aplikasi e-learning yang dibangun.Dengan melihat masalah tersebut maka terciptalah inovasi baru yaitu dengan menerapkan konsep cloud computing sebagai layanan software as a service (SaaS) yang menyediakan apilikasi yang sudah jadi dan pihak sekolah cukup memakainya saja. Dengan pemodelan perangkat lunak yang digunakan adalah model terstruktur penyimpanan infrastruktur cloud computing menggunakan Virtual Private Server (VPS). Dimana nantinya sekolah dapat memanfaatkan sumber daya perangkat lunak dengan system e- learning yang disediakan.Berdasarkan hasil pengujian dengan konsep cloud computing, sistem ini dinilai sudah cukup baik yaitu sudah dapat mengoptimalkan biaya operasional sekolah yang ingin memiliki website e-learning.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

ETIKA AKUNTAN DAN EMPAT PILAR PENDIDIKAN

ETIKA AKUNTAN DAN EMPAT PILAR PENDIDIKAN

Penjelasan terkait butir-butir pancasila dan prinsip etika juga tergambar dalam empat pilar pendidikan yaitu pada Pilar pertama Learning to know (Belajar mengetahui) sebagai hak setiap rakyat dan dijabarkan dalam PP No. 19 tahun 2005, yaitu Guru sebagai Agent Pembelajaran harus menjadi Fasilitator, Pemacu, Motivator, dan Inspirator bagi peserta didik. Kemudian pada pilar dua Lerning to do (Belajar untuk melakukan) yang mengacu pada perubahan dalam ranah kognitif, peningkatan kompetensi serta, pemilihan dan penerimaan secara sadar terhadap nilai, sikap, penghargaan, perasaan serta kemauan untuk berbuat atau merespon suatu stimulus. Pendidikan membekali manusia untuk tidak sekedar mengetahui, tetapi lebih jauh untuk terampil berbuat atau mengerjakan sesuatu sehingga menghasilkan sesuatu yang bermakna bagi kehidupan. Pada Pilar tiga Learning to be (belajar untuk menjadi pribadi yang utuh) yaitu belajar menjadi sesuatu atau berkembang menjadi pribadi yang seutuhnya, yang kreatif, berwawasan, yang pada akhirnya pribadi utuh tersebut diartikan sebagai proses pemahaman belajar berprilaku sesuai norma dan kaidah yang berlaku pada masyarakat sehingga dalam jangka panjang pendidikan learning to be bermuara menjadikan peserta didik menjadi manusiawi dan menjadi manusia yang berkeprikemanusiaan (Sila kedua Pancasila), pilar ke empat Learning to live together (Belajar untuk hidup bersama) dengan terbentuknya pribadi yang utuh peserta didik akan terbentuk menjadi insan yang dapat hidup bersama masyarakat dalam lingkungannya yang saling menghargai dan terbuka sesuai dengan butir ke lima pancasila sila persatuan Indonesia “Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika”.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

D MAT 1303259 Chapter5

D MAT 1303259 Chapter5

b) Pada level sekolah tinggi tidak terdapat perbedaan pencapaian kemandirian belajar antara siswa yang mendapat LCT dan LC. Namun pencapaian kemandirian belajar siswa yang mendapatkan LCT dan LC lebih baik dari siswa yang mendapat KV. Pada level sedang, tidak terdapat perbedaan pencapaian kemandirian belajar antara siswa yang mendapat LCT dengan LC dan antara siswa yang mendapat LC dengan KV. Namun pencapaian kemandirian belajar siswa yang mendapatkan LCT lebih baik dari siswa yang mendapatkan KV. Pada level tinggi dan sedang, peningkatan kemandirian belajar siswa yang mendapat LCT dan LC lebih baik dari siswa yang mendapat KV. Namun, peningkatan kemandirian belajar siswa yang mendapatkan LC dan LCT tidak berbeda secara signifikan.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Handout Azure For Student

Handout Azure For Student

Meningkatkan keterampilan TI Anda dengan kecepatan Anda sendiri di Microsoft Virtual Academy (MVA), tidak ada biaya, mudah untuk mengakses portal belajar yang menawarkan konten teknis yang ditargetkan pada produk dan teknologi Microsoft terbaru. Sebagai profesional IT atau Developer, MVA

34 Baca lebih lajut

GURU KREATIF DAN STRATEGI PENGAJARAN EFEKTIF YANG MOTIVASI PELAJAR UNTUK BELAJAR

GURU KREATIF DAN STRATEGI PENGAJARAN EFEKTIF YANG MOTIVASI PELAJAR UNTUK BELAJAR

dianggap sebagai satu-satunya sumber pengetahuan dan lebih ironisnya guru adalah seorang ahli dan siswa tidak. Sebaliknya, dalam pengajaran yang efektif, guru harus tertarik pada apa yang siswa tahu dan tidak tahu, seorang guru harus bermurah hati, seorang guru harus mampu membuatnya mudah bagi peserta didik untuk menguasai ide-ide dan fakta, dan yang lebih penting, seorang guru harus melakukan upaya untuk membuat bagian-bagian yang sulit mudah. Yang ketiga adalah penilaian dan umpan balik yang sesuai. Seorang guru harus mampu merancang penilaian yang tepat di mana penilaian sesuai dengan materi yang akan dipelajari. Ketika umpan balik diberikan, umpan balik harus terkait dengan apa yang siswa masih perlu belajar untuk melakukannya dengan benar. Sebagainya adalah tujuan yang jelas dan tantangan intelektual. Seorang guru harus merumuskan tujuan pengajaran secara jelas. Pernyataan yang jelas tentang apa yang harus dipelajari mendorong cocok antara usaha siswa dan tujuan program. Kelima adalah independensi, kontrol dan keterlibatan. Pengajaran proses pembelajaran harus mendapatkan siswa yang terlibat dengan konten dengan cara yang memungkinkan mereka untuk mencapai pemahaman. Proses mengajar harus menyediakan peserta didik cukup ruang untuk belajar dengan kecepatan mereka sendiri dan dalam urutan mereka sendiri. Peserta didik harus merasa memegang kendali atas apa yang mereka lakukan, serta merasa bahwa guru mengarahkan peserta didik. Harus ada keseimbangan untuk belajar dengan baik dan untuk menikmati pembelajaran itu sendiri. Yang terakhir adalah belajar dari siswa. Untuk belajar dari peserta didik adalah pujian kepada lima prinsip pertama. Meskipun lima prinsip pertama diperlukan tetapi tidak cukup untuk pengajaran yang baik dalam pendidikan tinggi tanpa belajar dari peserta didik. Pengajaran yang efektif berarti melihat hubungan antara pengajaran, pembelajaran dan konten sebagai bermasalah, pasti dan relatif. Ini melibatkan terus mencoba untuk mencari tahu bagaimana mengajar mempengaruhi belajar, dan beradaptasi dalam terang bukti guru mengumpulkan.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

belajar yang efektif dan kreatif

belajar yang efektif dan kreatif

Ciri-ciri Anak Auditori • Lebih suka musik daripada senirupa • Belajar dengan mendengarkan mengingat yang didiskusikan daripada yang dilihat • Berbicara dalam irama yang berpola • B[r]

22 Baca lebih lajut

creative teacher jurnal

creative teacher jurnal

Sebuah rencana pelajaran digunakan sebagai panduan dalam proses belajar mengajar. Guru kreatif menyiapkan RPP dengan formulating tujuan yang tepat dan ditulis dengan jelas yang didefinisikan sebagai deskripsi hasil belajar. Menurut Farrel (2001), kemampuan untuk merumuskan tujuan pembelajaran yang jelas membantu guru untuk menyatakan secara tepat apa yang peserta didik ingin belajar, membantu guru untuk membimbing pemilihan kegiatan yang sesuai, dan membantu guru untuk memberikan fokus pelajaran secara keseluruhan dan arah.

2 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...