Top PDF D1 Pajak Barang yang Dikenakan dan Tidak

D1 Pajak Barang yang Dikenakan dan Tidak

D1 Pajak Barang yang Dikenakan dan Tidak

Barang tidak berwujud adalah barang yang tidak ada wujudnya tetapi mempunyai nilai. contoh : sekuritas, software hak cipta yang dipatenkan, merek dagang yang dipatenkan, dan lainnya. Dipatenkan artinya didaftarkan didaftarkan di Direktorat Paten Kementerian Hukum dan HAM.

4 Baca lebih lajut

PERUBAHAN KETUJUH ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 145 TAHUN 2000 TENTANG KELOMPOK BARANG KENA PAJAK YANG TERGOLONG MEWAH YANG DIKENAKAN PAJAK PENJUALAN ATAS BARANG MEWAH

PERUBAHAN KETUJUH ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 145 TAHUN 2000 TENTANG KELOMPOK BARANG KENA PAJAK YANG TERGOLONG MEWAH YANG DIKENAKAN PAJAK PENJUALAN ATAS BARANG MEWAH

Pengenaan Pajak Penjualan atas Barang Mewah sebagaimana diatur pada Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2005 di atas dapat menimbulkan iklim investasi yang tidak kondusif di bidang industri otomotif, sehingga perlu dilakukan beberapa perubahan terhadap ketentuan mengenai pengenaan Pajak Penjualan atas Barang Mewah tersebut.

7 Baca lebih lajut

PERUBAHAN KELIMA ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 145 TAHUN 2000 TENTANG KELOMPOK BARANG KENA PAJAK YANG TERGOLONG MEWAH YANG DIKENAKAN PAJAK PENJUALAN ATAS BARANG MEWAH

PERUBAHAN KELIMA ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 145 TAHUN 2000 TENTANG KELOMPOK BARANG KENA PAJAK YANG TERGOLONG MEWAH YANG DIKENAKAN PAJAK PENJUALAN ATAS BARANG MEWAH

(5) Kelompok Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah selain kendaraan bermotor yang dikenakan Pajak Penjualan atas Barang Mewah dengan tarif sebesar 50% (lima puluh persen), adalah : a. kelompok permadani yang terbuat dari bulu hewan halus; b. kelompok pesawat udara selain yang dimaksud pada ayat (4),

0 Baca lebih lajut

PERUBAHAN KEENAM ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 145 TAHUN 2000 TENTANG KELOMPOK BARANG KENA PAJAK YANG TERGOLONG MEWAH YANG DIKENAKAN PAJAK PENJUALAN ATAS BARANG MEWAH

PERUBAHAN KEENAM ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 145 TAHUN 2000 TENTANG KELOMPOK BARANG KENA PAJAK YANG TERGOLONG MEWAH YANG DIKENAKAN PAJAK PENJUALAN ATAS BARANG MEWAH

Menimbang : bahwa dalam rangka Iebih memberikan kepastian hukum dan keadilan dalam pengenaan Pajak Penjualan atas Barang Mewah atas impor atau penyerahan kendaraan bermotor, perlu menetapkan Peraturan Pemerintah tentang Perubahan Keenam atas Peraturan Pemerintah Nomor 145 Tahun 2000 tentang Kelompok Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah yang Dikenakan Pajak Penjualan atas Barang Mewah;

10 Baca lebih lajut

T1 232008158 Full text

T1 232008158 Full text

PPN merupakan pajak yang dikenakan terhadap nilai tambah suatu barang atau jasa dari kegiatan ekonomi disuatu Negara, yang di dalam Undang-Undang disebut Daerah Pabean. Walaupun secara ekonomi makro pendekatan yang digunakan didalam perhitungan nilai tambah ada beberapa metode, tetapi secara sederhananya nilai tambah dapat dirumuskan nilai penjualan output dikurangi dengan pembelian atau input. PPN merupakan pajak objektif yaitu PPN dikenakan terhadap suatu peristiwa, kegiatan atau transaksi (objeknya), PPN dikenakan tanpa melihat orang ataupun badan (subjek) yang melakukan peristiwa, kegiatan atau transaksi.
Baca lebih lanjut

89 Baca lebih lajut

PERUBAHAN KETIGA ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 145 TAHUN 2000 TENTANG KELOMPOK BARANG KENA PAJAK YANG TERGOLONG MEWAH YANG DIKENAKAN PAJAK PENJUALAN ATAS BARANG MEWAH

PERUBAHAN KETIGA ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 145 TAHUN 2000 TENTANG KELOMPOK BARANG KENA PAJAK YANG TERGOLONG MEWAH YANG DIKENAKAN PAJAK PENJUALAN ATAS BARANG MEWAH

Menimbang : bahwa dalam rangka lebih memberikan kepastian hukum dan keadilan dalam pengenaan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah atas Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah, perlu menetapkan Peraturan Pemerintah tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Pemerintah Nomor 145 Tahun 2000 tentang Kelompok Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah Yang Dikenakan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah;

7 Baca lebih lajut

Analisis Perhitungan dan Pelaporan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada Perusahaan Properti (Studi Kasus pada PT. Metro Permata Raya Bandung).

Analisis Perhitungan dan Pelaporan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada Perusahaan Properti (Studi Kasus pada PT. Metro Permata Raya Bandung).

Pajak Pertambahan Nilai (PPN) adalah pajak yang dikenakan atas setiap pertambahan nilai dari barang atau jasa. Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dikenakan atau terjadi pada setiap jalur proses produksi dan distribusi, untuk barang yang dikenakan di daerah pabean atau pelabuhan. Dalam bahasa Inggris, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) disebut Value Added Tax (VAT) atau Goods and Services Tax (GST). Pajak Pertambahan Nilai (PPN) termasuk jenis pajak tidak langsung,

16 Baca lebih lajut

A. FUNGSI PERMINTAAN, FUNGSI PENAWARAN DAN KESEIMBANGAN PASAR FUNGSI PERMINTAAN - PENERAPAN FUNGSI LINIER

A. FUNGSI PERMINTAAN, FUNGSI PENAWARAN DAN KESEIMBANGAN PASAR FUNGSI PERMINTAAN - PENERAPAN FUNGSI LINIER

Adanya pajak yang dikenakan pemerintah atas penjualan suatu barang akan menyebabkan produsen menaikkan harga jual barang tersebut sebesar tarif pajak per unit (t), sehingga fungsi penawarannya akan berubah yang pada akhirnya keseimbangan pasar akan berubah pula. Fungsi penawaran setelah pajak menjadi:

11 Baca lebih lajut

PENGADAAN BARANG JASA PEMERINTAH oleh Mudjisantosa: Dikenakan PPN ?

PENGADAAN BARANG JASA PEMERINTAH oleh Mudjisantosa: Dikenakan PPN ?

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 267 /PMK.010/2015 tentang Kriteria dan/ atau Rincian Ternak, Bahan Pakan Untuk Pembuatan Pakan Ternak dan Pakan Ikan Yang Atas Impor dan/ atau Penyerahannya Dibebaskan Dari Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai;

6 Baca lebih lajut

D1 Pajak Surat Pemberitahuan SPT

D1 Pajak Surat Pemberitahuan SPT

Pemungut PPN wajib melaporkan PPN atau PPN dan PPnBM yang telah dipungut, ke Kantor Pelayanan Pajak tempat Pemungut PPN terdaftar paling lama akhir bulan berikutnya setelah Masa Pajak berakhir. Orang pribadi atau badan yang bukan Pengusaha Kena Pajak wajib melaporkan PPN yang terutang atas kegiatan membangun sendiri (biasa disebut PPN KMS) yang telah disetor dengan menggunakan lembar ketiga Surat Setoran Pajak ke Kantor Pelayanan Pajak yang wilayahnya meliputi tempat bangunan tersebut, paling lama akhir bulan berikutnya setelah Masa Pajak berakhir Orang pribadi atau badan yang bukan Pengusaha Kena Pajak wajib melaporkan PPN yang terutang atas pemanfaatan Barang Kena Pajak tidak berwujud dan/atau Jasa Kena Pajak dari luar Daerah Pabean yang telah disetor (biasa disebut PPN JLN), dengan menggunakan lembar ketiga Surat Setoran Pajak ke Kantor Pelayanan Pajak yang wilayahnya meliputi tempat tinggal orang pribadi atau tempat kedudukan badan tersebut, paling lama akhir bulan berikutnya setelah saat terutangnya pajak.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

MAKALAH PERPAJAKAN | Karya Tulis Ilmiah

MAKALAH PERPAJAKAN | Karya Tulis Ilmiah

Pajak keluaran ialah pajak yang dikenakan ketika subjek pajak melakukan penjualan terhadap barang kena pajak (BKP) dan atau jasa kena pajak (JKP) yang tergolong dalam barang mewah. Sebagai salah satu jenis pajak, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) seringkali disebut sebagai pajak objektif. Pada PPN, hal yang pertama kali ditekankan adalah objek pajak yang akan dikenakan. Kemudian, subjek pajak yang terkena. Misalnya, barang-barang mewah, kendaraan mewah, dan sebagainya. Yang pertama dikenakan adalah tarif pada tiap-tiap barang tersebut. Kemudian, barulah wajib pajak pengonsumsi barang tersebut yang dikenai beban pajaknya sehingga wajib pajak tersebut disebut sebagai subjek pajak.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENERAPAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI DI DINAS TENAGA KERJA TRANSMIGRASI DAN KEPENDUDUKAN PROVINSI JAWA TIMUR RANGKUMAN TUGAS AKHIR - PENERAPAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI DI DINAS TENAGA KERJA TRANSMIGRASI DAN KEPENDUDUKAN PROVINSI JAWA TIMUR - Perbanas Institut

PENERAPAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI DI DINAS TENAGA KERJA TRANSMIGRASI DAN KEPENDUDUKAN PROVINSI JAWA TIMUR RANGKUMAN TUGAS AKHIR - PENERAPAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI DI DINAS TENAGA KERJA TRANSMIGRASI DAN KEPENDUDUKAN PROVINSI JAWA TIMUR - Perbanas Institut

Pajak Pertambahan Nilai (PPN) adalah yang pajak dikenakan atas setiap pertambahan nilai dan barang dan atau jasa dalam peredarannya dari produsen ke konsumen. Atau pajak atas konsumsi barang dan jasa di daerah pabean yang dikenakan secara bertingkat di setiap jalur produksi dan distribusi.

15 Baca lebih lajut

PENGARUH PENGENAAN PAJAK PENJUALAN ATAS BARANG MEWAH KENDARAAN BERMOTOR RODA DUA TERHADAP DAYA BELI KONSUMEN DI KOTA PALEMBANG

PENGARUH PENGENAAN PAJAK PENJUALAN ATAS BARANG MEWAH KENDARAAN BERMOTOR RODA DUA TERHADAP DAYA BELI KONSUMEN DI KOTA PALEMBANG

Sehingga dalam upaya mencapai keseimbangan pembebanan pajak dan dalam mengendalikan pola fikir konsumsi masyaraka yang tidak produktif dari masyarakat. Sebagaimana diatur dalam undang-undang PPN dan PPnB merupakan sebagai pendapatan pajak atas konsumsi. Namun berbeda dengan PPN yang setiap produksi dan distribusinya hanya dikenakan pada setiap mata rantainya. Sedangkan PPnBM yang dikenakan pada satu kali saja pada saat mengimpor. Seperti yang kita ketahui berita dimedia-media contohnya masa terkait pemikiran atas pengenaan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) atas beberapa jenis barang. Yang pertama adalah pemikiran untuk mengenakan PPnBM atas impor mobil-mobil mewah seperti Lamborghini, Ferrari, atau merk-merk semcamnnya. Pemikiran yang kedua yaitu untuk mengenakan PPnBM atas impor telepon seluler pintar.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 145 TAHUN 2000 TENTANG KELOMPOK BARANG KENA PAJAK YANG TERGOLONG MEWAH YANG DIKENAKAN PAJAK PENJUALAN ATAS BARANG MEWAH

PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 145 TAHUN 2000 TENTANG KELOMPOK BARANG KENA PAJAK YANG TERGOLONG MEWAH YANG DIKENAKAN PAJAK PENJUALAN ATAS BARANG MEWAH

b. kendaraan bermotor selain sedan atau station wagon dengan motor bakar cetus api atau nyala kompresi (diesel atau semi diesel) dengan kapasitas sistem 2 (dua) gandar penggerak (4x4), dengan kapasitas silinder sampai dengan 1500 CC. (4) Kelompok Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah yang

0 Baca lebih lajut

MAKALAH PERPAJAKAN II KELAS A JURUSAN S1

MAKALAH PERPAJAKAN II KELAS A JURUSAN S1

PPnBM dan PPN diatur dalam undang-undang yang sama, karena PPnBM tidak dapat dikenakan tersendiri tanpa pengenaan PPN. PPN merupakan pajak yang dikenakan atas setiap pertambahan nilai dari Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak dalam peredarannya dari produsen ke konsumen. Hampir semua barang konsumsi dikenakan PPN, maka PPN ditetapkan bertarif tunggal, 10% dari harga jual. Sedangkan PPnBM lebih spesifik lagi, dikenakan hanya pada saat penyerahan Barang Kena Pajak yang berkategori mewah, dengan tarif beragam, sesuai jenis barang.
Baca lebih lanjut

38 Baca lebih lajut

D1 Pajak Peraturan yang berkaitan dengan

D1 Pajak Peraturan yang berkaitan dengan

n. Surat Edaran Dirjen Pajak SE 39/PJ/2014 tentang Prosedur Penerbitan Surat Keterangan Bebas dan Surat Dispensasi serta Prosedur Pengembalian Pajak Pertambahan Nilai atau Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah Kepada Perwakilan Negara Asing dan Badan Internasional serta Pejabatnya o. Surat Edaran Dirjen Pajak SE 32/PJ/2016 Tentang Prosedur Pelaksanaan dan

4 Baca lebih lajut

PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 145 TAHUN 2000 TENTANG KELOMPOK BARANG KENA PAJAK YANG TERGOLONG MEWAH YANG DIKENAKAN PAJAK PENJUALAN ATAS BARANG MEWAH

PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 145 TAHUN 2000 TENTANG KELOMPOK BARANG KENA PAJAK YANG TERGOLONG MEWAH YANG DIKENAKAN PAJAK PENJUALAN ATAS BARANG MEWAH

Menimbang : bahwa dalam rangka lebih memberikan kepastian hukum dan keadilan dalam pengenaan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah atas impor atau penyerahan kendaraan bermotor, perlu menetapkan Peraturan Pemerintah tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 145 Tahun 2000 tentang Kelompok Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah Yang Dikenakan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah;

0 Baca lebih lajut

EVALUASI ATAS PENGHITUNGAN DAN PELAPORAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI PT JMU

EVALUASI ATAS PENGHITUNGAN DAN PELAPORAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI PT JMU

Hasil dari penelitian ini yaitu terdapat penyerahan Barang Kena Pajak yang seharusnya dikenakan Pajak Pertambahan Nilai, namun tidak dikenakan oleh PT JMU. Selain itu, terdapat perolehan Barang Kena Pajak yang seharusnya dipungut Pajak Pertambahan Nilai, namun tidak dipungut oleh Pengusaha Kena Pajak penjual. Dari hasil evaluasi, PT JMU belum mengelompokkan antara Pajak Masukan yang dapat dikreditkan dengan yang tidak dapat dikreditkan. Penulis juga menemukan adanya Faktur Pajak Standar yang cacat, baik Faktur Pajak Standar Masukan maupun Keluaran. Berdasarkan temuan tersebut, mengakibatkan timbulnya Pajak Masukan yang tidak dapat dikreditkan. Akibatnya penghitungan Pajak Pertambahan Nilai PT JMU menjadi kurang bayarBerdasarkan evaluasi atas SPT Masa PPN Desember 2005 Pembetulan I, masih terdapat kesalahan dalam pengisian formulir 1195 induk maupun lampiran. PT JMU juga tidak menyampaikan secara lengkap SPT Masa PPN Desember 2005 Pembetulan I ke Kantor Pelayanan Pajak.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

barang dan Jasa yang tidak dikenakan paj

barang dan Jasa yang tidak dikenakan paj

14. Jasa yang disediakan oleh pemerintah dalam rangka menjalankan pemerintahan secara umum, meliputi jenis-jenis jasa yang dilaksanakan oleh instansi pemerintah seperti pemberian Izin Mendirikan Bangunan (IMB), pemberian Ijin Usaha Perdagangan, pemberian Nomor Pokok Wajib Pajak dan pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP). 15. Jasa penyediaan tempat parkir yang dilakukan oleh pemilik tempat parkir dan/atau

3 Baca lebih lajut

Peranan Faktur Pajak Sebagai Sarana dalam Pelaporan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) (Studi Kasus Pada CV. Deka Konstruksi).

Peranan Faktur Pajak Sebagai Sarana dalam Pelaporan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) (Studi Kasus Pada CV. Deka Konstruksi).

CV. Deka Konstruksi merupakan suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang pemasaran semen. Ditinjau dari objek pajak dalam kegiatan usahanya, CV. Deka Konstruksi melakukan kegiatan perdagangan yang dikenakan PPN. Bila perusahaan melakukan pembelian terhadap Barang Kena Pajak (BKP), maka perusahaan tersebut akan dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) masukan dari Dasar Pengenaan Pajak (DPP) barang tersebut. Sebaliknya, bila perusahaan ini melakukan penjualan terhadap barang tersebut, maka perusahaan berhak melakukan pemungutan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) keluaran terhadap Barang Kena Pajak (BKP) tersebut. Pajak masukan yang telah disetor dapat dikreditkan dengan pajak keluaran yang dipungut. Kelebihan atas Pajak Pertambahan Nilai (PPN) ini dapat direstitusi atau dikompensasikan ke masa tahun pajak berikutnya.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...