Top PDF Daftar Pemilih Tetap Pemilihan Umum Anggota DPR,DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota Tahun 2014

DAFTAR PEMILIH TETAP Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota Tahun 2014

DAFTAR PEMILIH TETAP Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota Tahun 2014

Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota Tahun 2014. MODEL A.3.KPU[r]

11 Baca lebih lajut

DAFTAR PEMILIH TETAP PEMILIHAN UMUM ANGGOTA DPR, DPD, DPRD PROVINSI DAN DPRD KABUPATEN / KOTA TAHUN 2014

DAFTAR PEMILIH TETAP PEMILIHAN UMUM ANGGOTA DPR, DPD, DPRD PROVINSI DAN DPRD KABUPATEN / KOTA TAHUN 2014

PEMILIHAN UMUM ANGGOTA DPR, DPD, DPRD PROVINSI DAN DPRD KABUPATEN / KOTA TAHUN 2014.. No.[r]

133 Baca lebih lajut

DAFTAR PEMILIH TETAP Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota Tahun 2014

DAFTAR PEMILIH TETAP Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota Tahun 2014

Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota Tahun 2014. MODEL A.3.KPU[r]

14 Baca lebih lajut

DAFTAR PEMILIH TETAP Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota Tahun 2014

DAFTAR PEMILIH TETAP Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota Tahun 2014

Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota Tahun 2014. MODEL A.3.KPU[r]

5 Baca lebih lajut

DAFTAR PEMILIH TETAP Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota Tahun 2014

DAFTAR PEMILIH TETAP Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota Tahun 2014

Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota Tahun 2014. MODEL A.3.KPU[r]

19 Baca lebih lajut

DAFTAR PEMILIH TETAP Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota Tahun 2014

DAFTAR PEMILIH TETAP Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota Tahun 2014

Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota Tahun 2014. MODEL A.3.KPU[r]

19 Baca lebih lajut

DAFTAR REKAPITULASI ALAMAT / LOKASI TPS PEMILU ANGGOTA DPR, DPD, DPRD PROVINSI Dan DPRD KABUPATEN / Kota TAHUN 2014 SE KOTA BANJAR

DAFTAR REKAPITULASI ALAMAT / LOKASI TPS PEMILU ANGGOTA DPR, DPD, DPRD PROVINSI Dan DPRD KABUPATEN / Kota TAHUN 2014 SE KOTA BANJAR

VIII Halaman Tanah Bapak Jana, Lingkungan wargamulia IX Depan Rumah Bapak Hendra, Lingkungan Wargamulia.. X Depan Rumah Ibu Holil, Lingkungan Siluman XI Depan Rumah Bapak amron, Li[r]

14 Baca lebih lajut

PANDUAN KPPS PELAKSANAAN PEMUNGUTAN DAN PENGHITUNGAN SUARA DI TPS PEMILIHAN UMUM ANGGOTA DPR, DPD, DPRD PROVINSI DAN DPRD KABUPATEN/KOTA

PANDUAN KPPS PELAKSANAAN PEMUNGUTAN DAN PENGHITUNGAN SUARA DI TPS PEMILIHAN UMUM ANGGOTA DPR, DPD, DPRD PROVINSI DAN DPRD KABUPATEN/KOTA

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas terbitnya Buku Panduan KPPS tentang Pelaksanaan Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilihan Umum (PEMILU) Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota Tahun 2014. Panduan ini diharapkan menjadi acuan atau Panduan Kerja KPPS, dalam melaksanakan Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota sesuai dengan tugas wewenang dan kewajiban KPPS dalam UU No. 15 Tahun 2011. Terbitnya buku ini juga bertujuan agar KPPS sukses dalam menyelenggarakan salah satu kegiatan tahapan di wilayah kerjanya dan mendukung kesuksesan Pemilu 2014. Pemilihan Umum adalah sarana untuk melaksanakan kedaulatan rakyat berdasarkan azas langsung, umum, bebas, dan rahasia (LUBER), serta jujur dan adil (JURDIL). Pemilihan Umum untuk memilih Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota pada tahun 2014 dilaksanakan berdasarkan UU No. 8 Tahun 2012.
Baca lebih lanjut

49 Baca lebih lajut

PROFIL ANGGOTA DPRD KABUPATEN SITUBONDO HASIL PEMILU ANGGOTA DPR, DPD, DPRD KABUPATEN / KOTA TAHUN 2014

PROFIL ANGGOTA DPRD KABUPATEN SITUBONDO HASIL PEMILU ANGGOTA DPR, DPD, DPRD KABUPATEN / KOTA TAHUN 2014

Dalam penyusunan Profil Anggota DPRD Kabupaten Situbondo periode 2014-2019 ini didasarkan pada model BB-11 tentang Da ar Riwayat Hidup Bakal Calon Anggota DPRD Kabupaten yang tercantum dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 13 Tahun 2013 tentang Pencalonan Anggota DPR, DPRD Provinsi/Kabupaten/Kota.

78 Baca lebih lajut

ANALISIS YURIDIS PARLIAMENTARY THRESHOLD DALAM UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 2012 TENTANG PEMILIHAN UMUM ANGGOTA DPR, DPD, DAN DPRD

ANALISIS YURIDIS PARLIAMENTARY THRESHOLD DALAM UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 2012 TENTANG PEMILIHAN UMUM ANGGOTA DPR, DPD, DAN DPRD

Maka dengan memperhatikan pertimbangan diatas pemerintah berinisiatif untuk membuat Undang-Undang baru tentang Pemilihan Umum untuk merubah beberapa materi yang dianggap kurang efisien. Salah satunya adalah materi mengenai ambang batas parlemen (Parliamentary Threshold). Namun dengan adanya perubahan materi yang berkaitan dengan ketentuan besaran ambang batas parlemen (Parliamentary Threshold) sangat menimbulkan sebuah permasalahan baru bagi golongan-golongan tertentu. Ini didasari bahwa dalam Undang- Undang Pemilihan umum yang baru ini yaitu Undang-Undang Pemilihan Umum Nomor 8 Tahun 2012 yang dijelaskan dalam Pasal 208 bahwa partai politik perserta Pemilu harus memenuhi ambang batas perolehan suara sekurang-kurangnya 3,5% dari jumlah suara sah secara nasional untuk diikutkan dalam penentuan perolehan kursi anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD kabupaten/kota, yang mana dalam Undang-Undang Pemilihan umum yang lama besaran angka ambang batasnya hanya 2,5%. Sehingga Undang-Undang Pemilihan umum ini banyak mendapat kecaman dari berbagai pihak, bahkan ada yang menyebut bahwa ambang batas ini merupakan kejahatan luar biasa yang dilegitimasi DPR dan Pemerintah. 6
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

LAPORAN TAHAPAN KAMPANYE PADA PEMILIHAN UMUM ANGGOTA DPR, DPD DAN DPRD TAHUN 2014 DIVISI TEKNIS PENYELENGGARA, HUBUNGAN ANTAR LEMBAGA DAN HUPMAS

LAPORAN TAHAPAN KAMPANYE PADA PEMILIHAN UMUM ANGGOTA DPR, DPD DAN DPRD TAHUN 2014 DIVISI TEKNIS PENYELENGGARA, HUBUNGAN ANTAR LEMBAGA DAN HUPMAS

Untuk pelaksanaan kampanye Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD dan DPRD Tahun 2014 sesuai dengan Tahapan Kampanye, maka KPU Kota Cirebon melakukan rapat koordinasi dan konsolidasi dengan Partai Politik Peserta Pemilu Tahun 2014, Panitia Pengawas Pemilu Kota Cirebon beserta Instansi terkait, dalam rangka penyusunan Surat Keputusan mengenai Penetapan Zona/Wilayah/Lokasi Pemasangan Alat Peraga Kampanye Pemilihan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah Provinsi Jawa Barat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Barat Dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Cirebon Tahun 2014 dan penyusunan jadual dan lokasi Kampanye Rapat Umum Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD dan DPRD Tahun 2014 tingkat Kota Cirebon;
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

KAJIAN YURIDIS PELAKSANAAN KAMPANYE PEMILIHAN UMUM LEGISLATIF BERDASARKAN PERATURAN KPU NOMOR 15 TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN KAMPANYE PEMILIHAN UMUM ANGGOTA DPR, DPD DAN DPRD

KAJIAN YURIDIS PELAKSANAAN KAMPANYE PEMILIHAN UMUM LEGISLATIF BERDASARKAN PERATURAN KPU NOMOR 15 TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN KAMPANYE PEMILIHAN UMUM ANGGOTA DPR, DPD DAN DPRD

Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa, kampanye merupakan satu dari tahapan Pemilu Anggota DPR, DPRD dan DPD sebagaimana tertuang dalam ketentuan Pasal 4 ayat 2 huruf g Undang Undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilihan Umum. Menurut Peraturan KPU Nomor 15 Tahun 2013 Kampanye Pemilu adalah kegiatan peserta Pemilu untuk meyakinkan para pemilih dengan menawarkan visi, misi dan program peserta Pemilu yang dilakukan dengan prinsip efisien, ramah lingkungan, akuntabel, nondiskriminasi dan tanpa kekerasan. Pihak yang berwenang untuk menyelesaikan pelanggaran Peraturan KPU Nomor 15 Tahun 2013 adalah Banwaslu. Bawaslu, Bawaslu Provinsi, Panwaslu Kabupaten/Kota dan Panwaslu Kecamatan melakukan pengawasan tahapan kampanye sesuai tingkatannya dan menerima laporan pelanggaran peraturan kampanye. Laporan pelanggaran ketentuan kampanye yang bersifat administratif diteruskan kepada KPU, KPU/KIP Provinsi, atau KPU/KIP Kabupaten/Kota, laporan pelanggaran ketentuan kampanye yang mengandung unsur pidana diteruskan kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia sesuai tingkatannya.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

ANALISIS PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI DALAM MEMUTUS PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN UMUM ANGGOTA DPR-DPRD TAHUN 2014 PROVINSI JAWA BARAT (STUDI KASUS NOMOR 10-07- 12/PHPU-DPR-DPRD/XII/2014)

ANALISIS PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI DALAM MEMUTUS PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN UMUM ANGGOTA DPR-DPRD TAHUN 2014 PROVINSI JAWA BARAT (STUDI KASUS NOMOR 10-07- 12/PHPU-DPR-DPRD/XII/2014)

Di dalam duduk perkara yang mengutip putusan sela Mahkamah Konstitusi dalam perkara nomor 10-07-12/PHPU-DPD/XII/2014 mengenai Perselisihan Hasil Pemilihan Umum anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah tahun 2014, bertanggal 26 Juni 2014. Sebelum menjatuhkan putusan akhir Mahkamah Konstitusi menangguhkan berlakunya keputusan Komisi Pemilihan Umum nomor 411/Kpts/KPU/TAHUN 2014 tentang penepatan hasil pemilihan umum anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota secara nasional dalam pemilihan umum tahun 2014, bertanggal 9 Mei 2014, sepanjang permohonan pemohon calon perseorangan Hedi Permana Boy DPRD Provinsi daerah pemilihan Jawa Barat 3. Memerintahkan kepada Komisi Pemilihan Umum untuk melakukan penghitungan suara ulang berdasarkan C-1 plano dan melakukan koreksi sampai pada tingkat perhitungan DA-1 di 11 (sebelas) desa/kelurahan, yaitu Boyong Herang, Sukamaju, Babakan Karet, Sayang, Mekar Sari, Sawah Gede, Muka, Nagrak, Limbangan Sari, Pamoyanan, dan Solok. Diperintahkan kepada badan pengawas pemilihan umum dan kepolisian Republik Indonesia untuk mengawasi pelaksanaan amar putusan 2 tersebut di atas sesuai dengan kewenangan masing-masing. Diperintahkan juga kepada Komisi Pemilhan Umum dan badan pengawas pemilihan umum untuk melaporkan pelaksanaan amar putusan sebagaimana disebut diatas kepada Mahkamah Konstitusi dalam jangka waktu paling lambat 10 hari. Pertimbangan-pertimbangan hukum Dan
Baca lebih lanjut

79 Baca lebih lajut

Kinerja Panitia Pemilihan Kecamatan (Ppk) Dalam Penyelenggaraan Pemilihan Umum Anggota Dpr, Dpd Dan Dprd Tahun 2014 Di Kecamatan Palasa Kabupaten Parigi Moutong

Kinerja Panitia Pemilihan Kecamatan (Ppk) Dalam Penyelenggaraan Pemilihan Umum Anggota Dpr, Dpd Dan Dprd Tahun 2014 Di Kecamatan Palasa Kabupaten Parigi Moutong

pengangkatan kami sebagai ketua PPK yang dicurigai ada muatan politik karena status saya sebagai PNS. Dalam ketentuan, yang diangkat dari kalangan PNS untuk mengisi jabatan sekretaris dan bukan ketua. Namun, dalam ketentuan jabatan ketua dipilih dari anggota PPK dan disepakati oleh seluruh anggota. Oleh karena itu saya yang terpilih sebagai ketua walaupun berstatus PNS, tetapi saya tetap berpegang pada persyaratan bahwa anggota PPK antara lain harus mempunyai integritas, pribadi yang kuat, jujur, dan adil. Prinsip ini yang saya pegang sehingga saya tidak gentar menghadapi kritikan. Saya melaksanakan tugas sesuai dengan koridor peraturan
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PELANGGARAN ADMINISTRASI PEMILU DAN SENGKETA TATA USAHA NEGARA PEMILU ANGGOTA DPR, DPD, DAN DPRD TAHUN 2014

PELANGGARAN ADMINISTRASI PEMILU DAN SENGKETA TATA USAHA NEGARA PEMILU ANGGOTA DPR, DPD, DAN DPRD TAHUN 2014

dari Nasdem pernah dipidana penjara dengan ancamannya lebih dari 5 tahun. Meski yang bersangkutan sudah menyelesaikan hukuman pidananya, namun masa jeda belum terpenuhi 5 tahun untuk memenuhi syarat sebagai caleg. Sedangkan keputusan KPU mencoret calon PDI Perjuangan dari daftar caleg mengingat yang bersangkutan diketahui masih menjabat sebagai Ketua Komisi Kejaksan saat pendaftaran. Yang bersangkutan tidak menyampaikan posisinya (saat pendaftaran), tapi hanya menyatakan dia adalah pensiunan PNS. Posisi caleg sebagai pensiunan PNS tak menjadi soal, namun jabatan Ketua Komisi Kejaksaan merupakan lembaga atau badan yang anggarannya dibiayai negara. Seseorang yang berada pada posisi tersebut harus mengundurkan diri dari jabatannya. Calon seharusnya memberikan surat pemberhentian atau surat keterangan bahwa surat pemberhentian itu tengah diproses. namun surat tersebut tidak pernah sampai, sehingga KPU menganggap memenuhi syarat. Informasi berasal dari aduan yang masuk ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Kemudian berdasarkan kajian, Bawaslu memutuskan bahwa yang bersangkutan tidak memenuhi syarat. Bawaslu selanjutnya merekomendasikan kepada KPU untuk memproses lebih lanjut. Di samping calon anggota DPR, masih banyak lagi gugatan dari calon anggota DPRD baik provinsi maupun kabupaten kota akibat dicoret namanya dari daftar calon.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects