Top PDF dampak pertambangan terhadap lingkungan e01f22b1

dampak pertambangan terhadap lingkungan e01f22b1

dampak pertambangan terhadap lingkungan e01f22b1

Dampak dari kegiatan pertambangan batubara seperti yang telah peneliti uraikan pada analisis masalah pertama, selain menimbulkan kerusakan lingkungan dan tingginya tingkat pencemaran, juga telah merampas hak ekonomi, sosial dan budaya warga negara, terutama masyarakat sekitar tambang. Deklarasi HAM Universal menjamin hak ekosob setiap warga negara yaitu ditunjukkan dalam Pasal 22 yang menyebutkan bahwa : setiap orang sebagai anggota masyarakat berhak atas jaminan sosial dan berhak akan terlaksananya hak-hak ekonomi, sosial dan budaya yang sangat diperlukan untuk martabat dan pertumbuhan bebas pribasinya, melalui usaha-usaha nasional maupun kerjasama internasional, dan sesuai denngan penngaturan serta sumber daya setiap negara. Selanjutnya Pasal 17 Deklarasi HAM Universal menyatakan bahwa: (1) setiap orang berhak memiliki harta baik sendiri maupun bersama-sama,
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

DAMPAK KEBIJAKAN PERIZINAN PERTAMBANGAN TERHADAP KERUSAKAN LINGKUNGAN BUKIT CAMANG BANDAR LAMPUNG

DAMPAK KEBIJAKAN PERIZINAN PERTAMBANGAN TERHADAP KERUSAKAN LINGKUNGAN BUKIT CAMANG BANDAR LAMPUNG

Pembangunan selalu dihadapkan dengan persoalan lingkungan. Pembangunan dan prinsip-prinsip kelestarian alam dipandang sebagai dua kutub yang berlawanan yang tidak bisa bertemu. Pemanfaatan Sumber Daya Alam harus dimanfaatkan dan dikelola berdasarkan prinsip keseimbangan ekosistem, karena akibat yang timbul dari pemanfaatan sumber daya alam yang tidak terkontrol akan berdampak pada lingkungan. Izin pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam relatif mudah untuk dikeluarkan oleh pemerintah tanpa mempertimbangkan secara cermat dampak lingkungan. Akibatnya, seringkali pada tahap operasional pemanfaatan sumber daya alam tidak atau kurang mengindahkan kelestarian lingkungan.
Baca lebih lanjut

106 Baca lebih lajut

Dampak Pertambangan Batubara Terhadap Ekonomi Lingkungan Dan Sosial Di Kecamatan Meureubo Kabupaten Aceh Barat.

Dampak Pertambangan Batubara Terhadap Ekonomi Lingkungan Dan Sosial Di Kecamatan Meureubo Kabupaten Aceh Barat.

Kegiatan pertambangan batubara di Kecamatan Mereubo, Kabupaten Aceh Barat telah berlangsung sejak tahun 2012. Areal izin pertambangan batubara tersebut masuk dalam enam wilayah administratif desa yaitu Desa Sumber Batu, Buloh, Pucok Reudep, Reudep, Balee dan Paya Baroe akan tetapi kegiatan pertambangan batubara yang sedangkan berlangsung sampai dengan tahun 2013 hanya mencakup 5 desa yaitu Desa Sumber Batu, Buloh, Pucok Reudep, Reudep dan Balee. Desa-desa tersebut merupakan desa ring satu yaitu desa yang paling merasakan dampak dari kehadiran pertambangan batubara. Industri pertambangan batubara memerlukan modal investasi yang besar dalam pelaksanaannya dikarenakan memerlukan biaya pembebasan lahan, biaya tenaga profesional, biaya alat, fasilitas dan teknologi tinggi dalam melaksanakan kegiatan operasional pertambangan. Berdasarkan data nilai investasi pada sektor pertambangan batubara yang mengacu pada nilai investasi awal PT Arutmin Indonesia di Propinsi Kalimantan Selatan untuk tahun pertama adalah Rp. 303.495 miliar yang terdiri atas biaya pembebasan lahan, pembangunan kantor, pembelian kendaraan, perijinan dan modal kerja operasional untuk empat bulan dengan luas konsesi sebesar 320 ha (Sujarwanto 2012).
Baca lebih lanjut

135 Baca lebih lajut

Makalah Kewarganegaraan Analisis Kasus P

Makalah Kewarganegaraan Analisis Kasus P

3.3 Dampak pertambangan emas yang dilakukan Freeport terhadap alam sekitarnya Beberapa kerusakan lingkungan yang diungkap oleh media dan LSM adalah, Freeport telah mematikan 23.000 ha hutan di wilayah pengendapan tailing. Merubah bentang alam karena erosi maupun sedimentasi. Meluapnya sungai karena pendangkalan akibat endapan tailing. Freeport telah membuang tailing dengan kategori limbah B3 (Bahan Beracun Berbahaya) melalui Sungai Ajkwa. Limbah ini telah mencapai pesisir laut Arafura. Tailing yang dibuang Freeport ke Sungai Ajkwa melampaui baku mutu total suspend solid (TSS) yang diperbolehkan menurut hukum Indonesia. Limbah tailing Freeport mencemari perairan di muara sungai Ajkwa dan mengontaminasi sejumlah besar jenis mahluk hidup serta mengancam perairan dengan air asam tambang berjumlah besar. Tailing yang dibuang Freeport merupakan bahan yang mampu menghasilkan cairan asam berbahaya bagi kehidupan aquatik. Bahkan sejumlah spesies aquatik sensitif di sungai Ajkwa telah punah akibat tailing Freeport. Menurut perhitungan Greenomics Indonesia, biaya yang dibutuhkan untuk memulihkan lingkungan yang rusak adalah Rp 67 trilyun.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Eksternalitas Pertambangan Emas Rakyat Di Kabupaten Buru Maluku

Eksternalitas Pertambangan Emas Rakyat Di Kabupaten Buru Maluku

Data produksi emas Gunung Botak secara resmi tidak ada karena pertambangan masih bersifat rakyat atau illegal, sehingga data resmi produksi belum tercatat di pemerintah daerah. Dari hasil wawancara dengan penambang hasil produksi dihitung dalam tiga bulan, jika beruntung penambang bisa memproduksi emas sebanyak 1-4 kilogram dalam tiga bulan. Untuk mengekstraksikan emas dari material penambang menggunakan air raksa atau Merkuri, dan penggunaan air raksa untuk ekstraksi emas biasanya memakai 500 gram sampai 1 Kg. Air raksa dijual bebas di Gunung Botak, 1 Kg air raksa dihargai Rp.1.500.000. Pengunaan air raksa yang tidak terkontrol dapat mengakibatkan dampak buruk terhadap lingkungan dan manusia sendiri. Bahaya Merkuri dari penggunaan air raksa bisa mencemari badan sungai, air tanah, dan kerusakan tanah serta bahaya terhadap kesehatan manusia. Hasil survei di lokasi penelitian menemukan Sumber air di ke-3 (tiga) lokasi tambang (sungai Anhoni, sungai Gogrea dan Gunung Botak) telah keruh, kotor dan berwarna kuning kecokelatan. Terjadinya erosi di areal pertambangan yang disebabkan oleh aliran air hujan yang cukup tinggi serta adanya sedimentasi dari limbah material pertambangan dan sanitasi lingkungan tempat tinggal para penambang di areal tambang tidak terpelihara.
Baca lebih lanjut

122 Baca lebih lajut

PENULISAN HUKUM/SKRIPSI PERTANGGUNG JAWABAN JOINT OPERATING BODY PERTAMINA-PETROCHINA EAST JAVA TERHADAP PENGENDALIAN DAMPAK EKSPLRASI DAN EKSPLOITASI DI KABUPATEN TUBAN, JATIM.

PENULISAN HUKUM/SKRIPSI PERTANGGUNG JAWABAN JOINT OPERATING BODY PERTAMINA-PETROCHINA EAST JAVA TERHADAP PENGENDALIAN DAMPAK EKSPLRASI DAN EKSPLOITASI DI KABUPATEN TUBAN, JATIM.

Puji dan syukur saya panjatkan kepada Tuhan Hyang Maha Esa yang telah menyertai dan membimbing saya selama kuliah, hingga terselesaikannya penulisan skripsi dengan Judul Pertanggung Jawaban Joint Operating Body Pertamina – Petrochina East Java Terhadap Pengendalian Dampak Eksplorasi Dan Eksploitasi Di Kabupaten Tuban, JATIM. Karya tulis ini hendaknya dapat menjadi bahan pelengkap bagi permasalahan hukum yang serupa tentang dampak lingkungan akibat dari pertambangan serta melalui karya tulis ini dapat diketahui kendala – kendala yang muncul dalam mengatasi dampak lingkungan agar sesuai dengan peraturan perundang –undangan pada suatu perusahaan pertambangan dan juga melalui karya tulis ini diharapkan kepada pemerintah yang berwenang dalam bidang lingkungan agar lebih tegas dalam memberikan sanksi kepada perusahaan yang berpotensi menimbulkan dampak lingkungan. Selain itu diharpkan kepada setiap perusahaan pertambangan agar terus memperhatikan lingkungan dan masyarakat sekitar.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

T1 312006076 BAB III

T1 312006076 BAB III

Penghormatan pada hak-hak masyarakat dan masyarakat adat yang terkena dampak dari kegitan/usaha pertambangan terkait dengan dampak lingkungan yang ditimbulkan dari kegiatan/usaha pertambangan tertuang dalam Pasal 65 ayat 3 dan 4 Undang- undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Dimana setiap orang berhak mengajukan usul dan/atau keberatan terhadap rencana usaha dan/atau kegiatan yang diperkirakan dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan hidup. Selanjutnya dalam ayat 4 dikatakan bahwa setiap orang berhak untuk berperan dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup sesuai dengan peraturan perundang- undangan.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

DAMPAK PERTAMBANGAN BATUBARA TERHADAP KESEHATAN MASYARAKAT SEKITAR PERTAMBANGAN BATUBARA (KAJIAN JASA LINGKUNGAN SEBAGAI PENYERAP KARBON)

DAMPAK PERTAMBANGAN BATUBARA TERHADAP KESEHATAN MASYARAKAT SEKITAR PERTAMBANGAN BATUBARA (KAJIAN JASA LINGKUNGAN SEBAGAI PENYERAP KARBON)

Hilangnya vegetasi hutan pada kegiatan pembersihan lahan tambang (land clearing) menimbulkan dampak pada penurunan kemampuan kawasan hutan untuk menyerap karbon, dan adanya karbon yang terlepas ke atmosfer. Kegiatan untuk menyerap karbon sebesar-besarnya pada kegiatan revegetasi lahan bekas tambang adalah suatu keharusan agar kawasan yang dihutankan tersebut dapat menyerap karbondioksida dan dapat menekan pemanasan global. Kegiatan penanaman pohon-pohonan untuk menyerap karbondioksida sebesar-besarnya pada kegiatan reklamasi tambang akan memperbaiki fungsi lingkungan, keberlanjutan secara ekonomi, sosial dan lingkungan (Witoro, 2007).
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

dampak lingkungan hidup operasi pertambangan tembaga dan emas freeport rio tinto di papua

dampak lingkungan hidup operasi pertambangan tembaga dan emas freeport rio tinto di papua

Independensi RPT sangat penting dalam menjamin bahwa proses kajian ulang benar-benar terbuka. Sayangnya, ada beberapa alasan yang melatarbelakangi kekhawatiran bahwa banyak anggota tim ini yang menjadi sasaran tekanan politik ataupun keuangan, yang menghalangi mereka secara terbuka mengemukakan kekhawatiran-kekhawatiran mengenai lingkungan dan kesehatan. Secara spesifik, dari dua anggota RPT yang berasal dari LSM, keduanya tidak memiliki kualifikasi ilmiah, dan keduanya adalah pemimpin LSM lokal (LEMASA dan LEMASKO) yang menerima pembayaran tahunan sebesar ratusan ribu dolar dari Freeport. Sebenarnya, meskipun ia merupakan pemimpin masyarakat yang dihormati, namun laporan RPT luput mencatat bahwa anggota “LSM” tersebut yaitu Tom Beanal adalah anggota dari Dewan Komisaris Freeport Indonesia sejak tahun 1999 (Leith 2003). Anggota RPT yang lain adalah dari Unversitas Indonesia (8 anggota), Institut Pertanian Bogor (2 anggota), Universitas Cendrawasih di Papua, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gajah Mada, dan beberapa pegawai pemerintah (8 anggota). Banyak staf dari setiap institusi pendidikan tersebut bekerja di Freeport sebagai konsultan, termasuk melakukan banyak penelitian yang menjadi bagian proses ERA itu sendiri. Sementara, pemerintah Indonesia adalah pemegang saham langsung di PTFI, selain penerima pajak yang signifikan dari penambangan tersebut. Hanya pegawai pemerintah yang berani, dan tidak peduli dengan kenaikan karir, yang benar-benar siap “mengguncang” Freeport.
Baca lebih lanjut

119 Baca lebih lajut

DAMPAK KEGIATAN PERTAMBANGAN INDUSTRI DA

DAMPAK KEGIATAN PERTAMBANGAN INDUSTRI DA

Sebagian besar ekosistem berubah-ubah dari waktu ke waktu, kadang- kadang sangat cepat. Satu aliran lava gunung berapi yang baru akan segera dihuni oleh tumbuhan dan binatang dan dapat berkembang menjadi sebuah hutan hujan jika iklimnya cocok. Perubahan demikian disebut dengan suksesi (succession). Selama terjadinya suksesi, biota berubah dalam komposisi jenis-jenisnya, dan lingkungan abiotik termodifikasi oleh interaksi antara faktor fisik serta faktor kimia dan orga- nisme. Misalnya, batuan menjadi tanah. Selama perubahan ini, tidak dapat dihindarkan lagi terjadi pula perubahan pola dan besarnya energi serta perubahan alih hara. Unsur-unsur kimia yang penting bagi kelangsungan kehidupan mengalami daur di dalam biosfer melalui jalur-jalur tertentu, dari lingkungan ke organisme dan dari organisme kembali ke lingkungan. Dengan demikian unsur kimia itu dari lingkungan (udara, air, tanah) memasuki organisme hidup melalui rantai dan jaring makanan dan kembali ke lingkungan.Ditinjau dari unsur kimia , organisme hidup disusun oleh 6 unsur kimia yang merupakan 95 % dari massa organisme, yaitu C,O,H,N,P,S. Ada 40 unsur kimia lain penyusun organisme hidup antara lain Ca, Mg, K. Aliran dalam bentuk daur ini disebut dengan Daur Biogeokimia. Karena rantai makanan merupakan saluran dari aliran energi, maka daur Biogeokimia dan Aliran Energi merupakan dua proses utama yang terjadi di dalam suatu ekosistem.
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

PENCEMARAN LINGKUNGAN merupakan segala riska

PENCEMARAN LINGKUNGAN merupakan segala riska

Limbah cair dari pertambangan batubara biasanya tercemar asam sulfat dan senyawa besi, yang dapat mengalir keluar pertambangan dan di buang ke selokan. Air yang mengandung asam sulfat dan senyawa besi akan berubah menjadi asam. Bila air yang bersifat asam ini melewati daerah batuan karang akan menghasilkan senyawa Ca dan Mg. Jika senyawaa Ca dan Mg terbawa air akan memberi efek terjadinya Air Sadah yang tidak bisa di gunakan untuk mencuci karena Air Sadah tidak bias berbuih juka di beri sabun. Limbah pertambangan yng bersifat asam akan menyebabkan korosi dan melarutkan logam-logam sehingga air akan bersifat racun. Selain batubara, emas juga menghasilkan limbah berbahaya. Limbah pertambangan emas mengandung merkuri. Para penambang emas ini umumnya kurang mempedulikan dampak limbah yang mengandung merkuri karena kurangnya pengetahuan. Karena penambang ini biasanya penambang tradisional yang tidak mempunyai ijin untuk mencari bijih emas. Biasanya mereka membuang proses pengolahan ke selokan atau parit, merkuri tersebut akan brubah menjadi metil merkuri karena proses alamiah.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Dampak Pertambangan Terhadap Perubahan P (2)

Dampak Pertambangan Terhadap Perubahan P (2)

Abstrak. Penelitian tentang perubahan tutupan/penggunaan lahan dan kesesuaian peruntukan ruang sangat penting, karena perubahan tutupan/penggunaan lahan memiliki dampak terhadap lingkungan fisik dan kesesuaian peruntukan ruang memiliki dampak terhadap peraturan dan perundang-undangan yang mengatur tata ruang. Adapun tujuan artikel ini adalah mengetahui perubahan tutupan/penggunaan lahan dengan menggunakan data citra satelit, memprediksi tutupan/penggunaan lahan 10 tahun ke depan, dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya perubahan tutupan/penggunaan lahan. Lokasi studi penelitian adalah Kabupaten Luwu Timur. Metode penelitian yang digunakan yaitu Land Change Modeler, Ca- Markov, Enter dan Overlay. Hasil Analisis terhadap perubahan tutupan/penggunaan lahan menunjukkan bahwa telah terjadi perubahan tipe penggunaan lahan tahun 2002 dan 2013. Penggunaan lahan terbuka yang disebabkan oleh perusahaan tambang mengalami perubahan seluas 15. 375.93 ha. Kontribusi terbesar dari kelas lahan terbuka berasal dari kelas lahan hutan. Hasil prediksi tutupan/penggunaan lahan tahun 2024 menunjukkan bahwa lahan pemukiman akan bertambah sebesar 23 172.63 ha diikuti oleh lahan terbuka sebesar 19 947.56 ha. Faktor yang berpengaruh terhadap perubahan lahan dari semua kelas tutupan/penggunaan lahan, perubahan penggunaan lahan hutan ke lahan terbuka dan perubahan lahan hutan ke lahan terbangun/permukiman adalah alokasi RTRW untuk kawasan, lokasi pertambangan dan lereng.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Dampak Pertambangan Terhadap Perubahan P (1)

Dampak Pertambangan Terhadap Perubahan P (1)

Abstrak. Penelitian tentang perubahan tutupan/penggunaan lahan dan kesesuaian peruntukan ruang sangat penting, karena perubahan tutupan/penggunaan lahan memiliki dampak terhadap lingkungan fisik dan kesesuaian peruntukan ruang memiliki dampak terhadap peraturan dan perundang-undangan yang mengatur tata ruang. Adapun tujuan artikel ini adalah mengetahui perubahan tutupan/penggunaan lahan dengan menggunakan data citra satelit, memprediksi tutupan/penggunaan lahan 10 tahun ke depan, dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya perubahan tutupan/penggunaan lahan. Lokasi studi penelitian adalah Kabupaten Luwu Timur. Metode penelitian yang digunakan yaitu Land Change Modeler, Ca- Markov, Enter dan Overlay. Hasil Analisis terhadap perubahan tutupan/penggunaan lahan menunjukkan bahwa telah terjadi perubahan tipe penggunaan lahan tahun 2002 dan 2013. Penggunaan lahan terbuka yang disebabkan oleh perusahaan tambang mengalami perubahan seluas 15. 375.93 ha. Kontribusi terbesar dari kelas lahan terbuka berasal dari kelas lahan hutan. Hasil prediksi tutupan/penggunaan lahan tahun 2024 menunjukkan bahwa lahan pemukiman akan bertambah sebesar 23 172.63 ha diikuti oleh lahan terbuka sebesar 19 947.56 ha. Faktor yang berpengaruh terhadap perubahan lahan dari semua kelas tutupan/penggunaan lahan, perubahan penggunaan lahan hutan ke lahan terbuka dan perubahan lahan hutan ke lahan terbangun/permukiman adalah alokasi RTRW untuk kawasan, lokasi pertambangan dan lereng.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

DAMPAK AKTIVITAS PERTAMBANGAN NIKEL TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI KECAMATAN TINANGGEA KABUPATEN KONAWE SELATAN CECENG SELEGI Sahrun Suriyani Bunga Batara Cecengselegigmail.com JURUSAN ILMU ADMINISTRASI PUBLIK

DAMPAK AKTIVITAS PERTAMBANGAN NIKEL TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI KECAMATAN TINANGGEA KABUPATEN KONAWE SELATAN CECENG SELEGI Sahrun Suriyani Bunga Batara Cecengselegigmail.com JURUSAN ILMU ADMINISTRASI PUBLIK

Setiap bangsa membutuhkan dan berhak mencita-citakan basis industri khususnya sektor pertambangn yang efektif dan efisien dalam pengembangan taraf hidup kebutuhan masyarakat yang terus mengalami perubahan. Pertambangan mengeksplorasi material dari basis sumber daya alam, dan memasukan baik produk maupun limbah lingkungan hidup manusia. Hal ini sejalan dengan apa yang dikemukakan oleh Kristanto dalam Darsun (2015), industri sektor pertambangan mengakibatkan berbagai perubahan dalam pemanfaatan energi dan sumber daya alam.

11 Baca lebih lajut

Dampak Pertambangan Terhadap Perubahan P

Dampak Pertambangan Terhadap Perubahan P

Abstrak. Penelitian tentang perubahan tutupan/penggunaan lahan dan kesesuaian peruntukan ruang sangat penting, karena perubahan tutupan/penggunaan lahan memiliki dampak terhadap lingkungan fisik dan kesesuaian peruntukan ruang memiliki dampak terhadap peraturan dan perundang-undangan yang mengatur tata ruang. Adapun tujuan artikel ini adalah mengetahui perubahan tutupan/penggunaan lahan dengan menggunakan data citra satelit, memprediksi tutupan/penggunaan lahan 10 tahun ke depan, dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya perubahan tutupan/penggunaan lahan. Lokasi studi penelitian adalah Kabupaten Luwu Timur. Metode penelitian yang digunakan yaitu Land Change Modeler, Ca- Markov, Enter dan Overlay. Hasil Analisis terhadap perubahan tutupan/penggunaan lahan menunjukkan bahwa telah terjadi perubahan tipe penggunaan lahan tahun 2002 dan 2013. Penggunaan lahan terbuka yang disebabkan oleh perusahaan tambang mengalami perubahan seluas 15. 375.93 ha. Kontribusi terbesar dari kelas lahan terbuka berasal dari kelas lahan hutan. Hasil prediksi tutupan/penggunaan lahan tahun 2024 menunjukkan bahwa lahan pemukiman akan bertambah sebesar 23 172.63 ha diikuti oleh lahan terbuka sebesar 19 947.56 ha. Faktor yang berpengaruh terhadap perubahan lahan dari semua kelas tutupan/penggunaan lahan, perubahan penggunaan lahan hutan ke lahan terbuka dan perubahan lahan hutan ke lahan terbangun/permukiman adalah alokasi RTRW untuk kawasan, lokasi pertambangan dan lereng.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Dampak Pertambangan Terhadap Lingkungan perairan

Dampak Pertambangan Terhadap Lingkungan perairan

Polusi suara atau pencemaran suara adalah gangguan pada lingkungan yang diakibatkan oleh bunyi atau suara yang mengakibatkan ketidaktentraman makhluk hidup di sekitarnya. Pencemaran suara diakibatkan suara-suara bervolume tinggi yang membuat daerah sekitarnya menjadi bising dan tidak menyenangkan. Penilaian terhadap suara yang muncul sebagai polusi atau tidak merupakan sesuatu yang subjektif. Kerusakan yang diakibatkan pencemaran suara bersifat setempat, tidak seperti polusi udara maupun polusi air. Suara yang dihasilkan dari Blasting dan suara dari alat-alat berat yang digunakan dapat mengganggu kenyamanan masyarakat di sekitar lingkungan pertambangan. Polusi suara juga memberi dampak negatif kepada para pekerja, sehingga menimbulkan gangguan pada indra pendengaran.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Analisis mengenai dampak lingkungan Amda

Analisis mengenai dampak lingkungan Amda

Ekstraksi dan Pembuangan Tailing Batuan. Lebih dari 2/3 kegiatan ekstraksi bahan mineral dengan pertambangan terbuka dengan teknik open-pit, strip mining, dan quarrying, tergantung bentuk geometris tambang dan mineralnya. Ekstrasi mineral dengan tambang terbuka menyebabkan terpotongnya puncak gunung dan menimbulkan lubang yang besar. Salah satu teknik tambang terbuka adalah metode strip mining (tambang bidang) menggunakan alat pengeruk, dilakukan pada bidang galian yang sempit. Setelah mineral diambil, dibuat bidang galian baru di dekat lokasi galian yang lama. Batuan tailing digunakan untuk menutup lubang yang dihasilkan oleh galian sebelumnya. Teknik tambang seperti ini biasanya digunakan untuk menggali deposit batubara yang tipis dan datar yang terletak didekat permukaan tanah. Tambang bawah tanah digunakan jika zona mineralisasi terletak jauh di dalam tanah sehingga jika digunakan teknik pertambangan terbuka jumlah batuan penutup yang harus dipindahkan sangat besar. Produktifitas tambang tertutup 5 sampai 50 kali lebih rendah dibanding tambang terbuka, karena ukuran alat yang digunakan lebih kecil dan akses ke
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Dampak Merkuri Terhadap Lingkungan

Dampak Merkuri Terhadap Lingkungan

Merkuri selain mempunyai manfaat yang besar juga mempunyai dampak yang negatif terhadap manusia dan alam. Merkuri merupakan logam yang sangat beracun dan berbahaya terhadap organisme, dalam penggunaan atau aktivitas tertentu merkuri akan disebarkan ke lingkungan baik berupa bahan pertanian, obat-obatan, cat, kertas, pertambangan serta sisa buangan industri. Semua bentuk merkuri, baik dalam bentuk unsur, gas maupun dalam bentuk garam merkuri organik adalah beracun. Merkuri dapat berada dalam bentuk metal, senyawa- senyawa anorganik dan senyawa organik.Merkuri yang terdapat dalam limbah atau waste di perairan umum diubah oleh aktifitas mikro organisme menjadi komponen methyl merkuri (CH3-Hg) yang memiliki sifat racun dan daya ikat yang kuat disamping kelarutannya yang tinggi terutama dalam tubuh hewan air. Diantara berbagai macam logam berat, merkuri digolongkan sebagai pencemar paling berbahaya. Sedang unsur-unsur logam berat lainnya juga memiliki potensi yang
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

408198367.doc 3.35MB 2015-10-12 00:17:49

408198367.doc 3.35MB 2015-10-12 00:17:49

Disisi lain pertambangan pasir merusak lingkungan sekitar. Bahkan batuan jenis filic yang terbentuk 30-60 juta tahun lalu di kawasan konservasi Kebumian Karangsambung Kebumen, Jawa Tengah, tergerus erosi akibat penambangan pasir di hulu sungai Luk Ulo. Selain mengerosi batuan purba pertambangan pasir juga mengurangi air tanah serta membuat jalan longsor dan amblas. Permasalahan yang akan kami bahas adalah Dampak Kerusakan Lingkungan dan Hilangnya Batu Akik Akibat Pertambangan Pasir di Karangsambung.

23 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...