Top PDF Dampak Debu Vulkanik Gunung Sinabung terhadap Perubahan Sifat Fisika dan Kandungan Logam Berat pada Inceptisol.

Dampak Debu Vulkanik Gunung Sinabung terhadap  Perubahan Sifat Fisika dan Kandungan Logam Berat pada Inceptisol.

Dampak Debu Vulkanik Gunung Sinabung terhadap Perubahan Sifat Fisika dan Kandungan Logam Berat pada Inceptisol.

Kadar Pb yang secara alami dapat ditemukan dalam bebatuan sekitar 13 mg/kg. Khusus Pb yang tercampur dengan batufosfat dan terdapat didalam batu pasir ( sand stone) kadarnya lebih besar yaitu 100 mg/kg. Pb yang terdapat di tanah berkadar sekitar 5 -25 mg/kg dan di air bawah tanah (ground water) berkisar antara 1- 60 μ g/liter.Secara alami Pb juga ditemukan di air permukaan. Kadar Pb pada air telaga dan air sungai adalah sebesar 1 -10 μ g/liter. Dalam air laut kadar Pb lebih rendah dari dalam air tawar. Laut Bermuda yangdikatakan terbebas dari pencemaran mengandung Pb sekitar 0,07 μ g/liter. Kandungan Pb dalam air danau dan sungai di USA berkisarantara 1-10 μ g/liter.Secara alami Pb juga ditemukan di udara yang kadarnya berkisar antara 0,0001 – 0,001 μ g/m3. Tumbuh-tumbuhan termasuk sayur-mayur dan padi-padian dapat mengandung Pb, penelitian yang dilakukan di USA kadarnya berkisar antara 0,1 -1,0 μ g/kg berat kering. Logam berat Pb yang berasal dari tambang dapat berubah menjadi PbS (golena), PbCO3 (cerusite) dan PbSO4 (anglesite) dan ternyata golena merupakan sumber utama Pb yang berasal dari tambang. Logam berat Pb yang berasal dari tambang tersebut bercampurdengan Zn (seng) dengan kontribusi 70%, kandungan Pb murnisekitar 20% dan sisanya 10% terdiri dari campuran seng dan tembaga (Ariani, 2010).
Baca lebih lanjut

74 Baca lebih lajut

Dampak Debu Vulkanik Gunung Sinabung Terhadap Perubahan Sifat Kimia Tanah Inceptisol.

Dampak Debu Vulkanik Gunung Sinabung Terhadap Perubahan Sifat Kimia Tanah Inceptisol.

Berbeda saat masa inkubasi 4 minggu, pemberian debu vulkanik tidak berpengaruh nyata terhadap kejenuhan hidrogen tanah setelah masa vegetatif tanaman jagung (Tabel 3). Kejenuhan hidrogen sangat dipengaruhi oleh disosiasi H di tapak pertukaran, jika banyak terdapat H di tapak pertukaran maka kejenuhan terhadap hidrogen menjadi nyata. Diketahui bahwa H-dd tidak nyata setelah masa vegetatif tanaman jagung (Tabel 2.). Hal ini disebabkan oleh ion H tidak terikat kuat sehingga tidak menempati di daerah pertukaran. Berdasarkan hal tersebut juga, dapat dibuktikan jika melihat Tabel 1. yaitu terjadinya peningkatan pH tanah sehingga ion H sebagai penyebab kemasaman berada dalam jumlah yang sedikit. Kapasitas Tukar Kation Tanah
Baca lebih lanjut

103 Baca lebih lajut

Dampak Letusan Gunung Sinabung Terhadap Kadar Cu, Pb dan B Tanah Di Kabupaten Karo

Dampak Letusan Gunung Sinabung Terhadap Kadar Cu, Pb dan B Tanah Di Kabupaten Karo

Lapisan debu vulkanik yang berpotensi mengandung hara penyubur tanah untuk pertanian sebenarnya baru bisa dimanfaatkan sekitar 10 tahun setelah peristiwa penyebaran abu vulkanik itu. Penyuburan tanah bisa dipercepat jika dicampur dengan kompos, urea, dan lain-lain (Tim Kompas, 2010). Sifat-sifat tanah yang dipengaruhi yaitu sifat fisik, kimia, serta biologi tanah. Oleh sebab itu, diperlukan penelitian untuk mengetahui perubahan sifat - sifat tanah yang terjadi akibat ketebalan debu vulkanik. Dalam hal ini akan dikaji perubahan sifat fisik tanah dan kandungan logam beratnya. (Wikipedia, 2012)
Baca lebih lanjut

46 Baca lebih lajut

Analisis Logam Berat Dan Unsur Hara Debu Vulkanik Gunung Sinabung Kabupaten Karo–Sumatera Utara

Analisis Logam Berat Dan Unsur Hara Debu Vulkanik Gunung Sinabung Kabupaten Karo–Sumatera Utara

kandungan cadmium dalam rokok dihirup melaui asap rokok, padahal penyerapan cadmium dari paru-paru jauh lebih efektif dari melalui pencernaan / usus. Dan sebanyak 50% cadmium yang dihirup melaui asap rokok bisa diserap. Rata-rata perokok memiliki 4-5 kali kadar cadmium lebih tinggi dalam darah dan 2 3 kali lebih tinggi kadar cadmium di ginjal dibandingkan bukan perokok. Efek kesehatan lainnya yang dapat disebabkan oleh cadmium adalah : Diare, sakit perut dan muntah- muntah, kertakan tulang, kegagalan reproduktif bahkan ketidaksuburan / kemandulan, kerusakan sistem syaraf pusat, kerusakan sistem imunitas, gangguan psikologis, kerusakan DNA atau kanker. Jadi selain kontak langsung dengan logam berat , sisa / limbah industri, penggunaan bahan bakar, manusia dapat keracunan logam berat melalui makanan dan air yang dikonsumsi. Hal ini terjadi karena lingkungan seperti udara, air dan tanah terkontiminasi logam berat tersebut. Dampaknya, seluruh makhluk dihidup dalam rantai makanan, termasuk tumbuhan, hawan dan manusia ikut terkontiminasi dan menderita berbagai gangguan kesehatan. (Liu, Hermanto, 2009 )
Baca lebih lanjut

71 Baca lebih lajut

Studi Sifat Mekanik Campuran Debu Vulkanik Sinabung (Dvs), Polyethylene (Pe), Dan Polypropylene (Pp) Menggunakan Mesin Mixer

Studi Sifat Mekanik Campuran Debu Vulkanik Sinabung (Dvs), Polyethylene (Pe), Dan Polypropylene (Pp) Menggunakan Mesin Mixer

Menggunakan Mesin Mixer Buatan Sendiri”, untuk penelitian ini menggunakan bahan debu vulkanik sinabung sebagai penguatnya. Debu ini berasal dari erupsi letusan gunung sinabung dimana pada debu terdapat kandungan material yang berasal dari magma yang terdapat di dalam perut bumi yang kaya akan silika (SiO2) 45%-55% dan oksigen (O2) juga mengandung zat besi (Fe) dan Magnesium (Mg). Dengan terdapatnya kandungan logam berat pada debu vulkanik sinabung, sebagian besar debu tersebut dimanfaatkan untuk dijadikan material pencampuran bahan khususnya di bidang teknik dan pembangunan Oleh sebab itu peneliti menggunakan debu sinabung sebagai bahan penguatnya.[5]
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Perubahan Beberapa Sifat Fisika Dan Kandungan Logam Berat Tanah Andisol Akibat Pemberian Debu Vulkanik Gunung Sinabung Serta Pengaruhnya Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Jagung (Zea Mays L.)

Perubahan Beberapa Sifat Fisika Dan Kandungan Logam Berat Tanah Andisol Akibat Pemberian Debu Vulkanik Gunung Sinabung Serta Pengaruhnya Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Jagung (Zea Mays L.)

Andisol memiliki porositas, permeabilitas, dan stabilitas agregat yang tinggi. Umumnya berkapasitas penyimpan air yang tinggi dan kaya akan unsur hara jika tidak tercuci berat. Mineral sekunder non-kristalin dan sedikit mengkristal mempengaruhi sifat fisika tanah Andisol. Rendahnya bulk densiti Andisol sebagian disebabkan oleh tingginya bahan organik dan rendahnya partikel densiti yaitu 1,4 – 1,8 g/cm 3 . Rendahnya PD debu vulkanik 2,4 g/cm 3 juga menyumbang rendahnya bulk densiti Andisol. Rendahnya bulk densiti Andisol utamanya merupakan refleksi dari porositas yang tinggi (Mukhlis, 2011).
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Perubahan Beberapa Sifat Fisika Dan Kandungan Logam Berat Tanah Andisol Akibat Pemberian Debu Vulkanik Gunung Sinabung Serta Pengaruhnya Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Jagung (Zea Mays L.)

Perubahan Beberapa Sifat Fisika Dan Kandungan Logam Berat Tanah Andisol Akibat Pemberian Debu Vulkanik Gunung Sinabung Serta Pengaruhnya Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Jagung (Zea Mays L.)

Berat jenis partikel dihitung berdasarkan pengukuran massa dan volume partikel tanah. Massa padatan tanah ditentukan dengan cara menimbang contoh tanah kering oven (105 0 C selama 24 jam), volume partikel dihitung dari volume zat cair yang dipisahkan partikel.

19 Baca lebih lajut

Perubahan Beberapa Sifat Fisika Dan Kandungan Logam Berat Tanah Andisol Akibat Pemberian Debu Vulkanik Gunung Sinabung Serta Pengaruhnya Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Jagung (Zea Mays L.)

Perubahan Beberapa Sifat Fisika Dan Kandungan Logam Berat Tanah Andisol Akibat Pemberian Debu Vulkanik Gunung Sinabung Serta Pengaruhnya Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Jagung (Zea Mays L.)

akibatkan oleh debu vulkanik yang memiliki diameter partikelnya < 0.26 mm yang mampu memenuhi pori-pori tanah dan memadatkannya. Hal ini sesuai pernyataan Achmad, (2003 dalam Manfarizah dkk., 2011), bulk densiti merupakan petunjuk kepadatan tanah, semakin padat suatu tanah semakin tinggi bulk densiti dan semakin tinggi bulk densiti maka semakin sulit ditembus air atau ditembus oleh akar tanaman dan memiliki porositas yang rendah, juga sebaliknya. Dari Tabel 1 dapat diketahui bahwa peningkatan rataan nilai bulk densiti tanah meningkat sejalan dengan peningkatan bobot debu vulkanik yang diberikan. Hal ini menunjukkan bahwa semakin banyak debu vulkanik yang diberikan maka semakin terisinya pori-pori tanah yang dimana debu vulkanik ditranslokasikan bersamaan dengan penyiraman yang mengakibatkan semakinnya padatnya tanah. Pemberian debu vulkanik pada tanah secara nyata meningkatkan nilai partikel densiti tanah setelah 3 bulan aplikasi. Nilai tertinggi secara nyata berada pada perlakuan debu vulkanik pada taraf V5 (Debu vulkanik 3298,96 g /10 kg BTKU) sebesar 2,003 g/cm 3 yang berbeda nyata dengan perlakuan lainnya yaitu V0, V1, V2, V3, dan V4, dan nilai terendah terdapat pada perlakuan V0 (Debu vulkanik 0 g/10 kg BTKU) yakni 1,743 g/cm 3 . Peningkatan rataan nilai partikel densiti tanah diakibatkan karena debu vulkanik yang berukuran < 0,26 mm (McGeary dkk.,2002 dalam Fiantis, 2006) mampu mengisi pori-pori tanah sehingga
Baca lebih lanjut

78 Baca lebih lajut

Perubahan Beberapa Sifat Fisika Dan Kandungan Logam Berat Tanah Andisol Akibat Pemberian Debu Vulkanik Gunung Sinabung Serta Pengaruhnya Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Jagung (Zea Mays L.)

Perubahan Beberapa Sifat Fisika Dan Kandungan Logam Berat Tanah Andisol Akibat Pemberian Debu Vulkanik Gunung Sinabung Serta Pengaruhnya Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Jagung (Zea Mays L.)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan beberapa sifat fisika dan kandungan logam berat tanah Andisol akibat pemberian debu vulkanik Gunung Sinabung serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok non faktorial dengan perlakuan V0 (tanpa debu vulkanik), V1 (659,79 g/10 Kg BTKU), V2 (1319,59 g/10 Kg BTKU), V3 (1979,38 g/10 Kg BTKU), V4 (2639,17 g/10 Kg BTKU), V5 (3298,96 g/10 Kg BTKU) dengan 4 ulangan.

12 Baca lebih lajut

Pengaruh Pemberian Debu Vulkanik Sinabung Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Padi Varietas Dendang pada Tanah Gambut

Pengaruh Pemberian Debu Vulkanik Sinabung Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Padi Varietas Dendang pada Tanah Gambut

Dampak Debu Vulkanik Gunung Sinabung Terhadap Perubahan Sifat Kimia Tanah Inceptisol.. Badan Litbang Pertanian.[r]

3 Baca lebih lajut

Dampak Ketebalan Abu Vulkanik Erupsi Gunung Sinabung Terhadap Sifat Biologi Tanah Di Kecamatan Naman Teran Kabupaten Karo

Dampak Ketebalan Abu Vulkanik Erupsi Gunung Sinabung Terhadap Sifat Biologi Tanah Di Kecamatan Naman Teran Kabupaten Karo

Adapun judul dari skripsi ini adalah “ Dampak Ketebalan Abu Vulkanik Pada Erupsi Gunung Sinabung Terhadap Sifat Biologi Tanah di Kecamatan Naman Teran Kabupaten Karo ” sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana di Program Studi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan.

12 Baca lebih lajut

Pembuatan Dan Karakterisasi Keramik Berpori Dengan Bahan Baku Kaolin, Alumina, Debu Vulkanik Gunung Sinabung Dan Karbon Aktif.

Pembuatan Dan Karakterisasi Keramik Berpori Dengan Bahan Baku Kaolin, Alumina, Debu Vulkanik Gunung Sinabung Dan Karbon Aktif.

Telah dilakukan penelitian tentang pembuatan keramik. Keramik dibuat dengan bahan dasar kaolin, alumina, debu vulkanik gunung Sinabung dan karbon aktif. Metode yang digunakan adalah dye pressing, perbandingan kaolin dan alumina (4:1) sebagai variabel tetap. Komposisi sebagai berikut (50:50:0), (50:45:5), (50:40:10), (50:35:15) dan (50:30:20). Karakterisasi keramik berpori yang telah diuji yaitu densitas 1,57-2,12gr/cm 3 ; porositas 12,19-31,24%; susut massa 7,86- 26,82%; susut bakar 14,75-20,21%; kuat tekan 8,63-38,40 MPa; kekerasan 39,32- 87,14 MPa..
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Pengaruh Media Tanam Top Soil, Debu Vulkanik Gunung Sinabung dan Kompos Jerami Padi Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tembakau Deli (Nicotiana tabacum L.)

Pengaruh Media Tanam Top Soil, Debu Vulkanik Gunung Sinabung dan Kompos Jerami Padi Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tembakau Deli (Nicotiana tabacum L.)

Indonesia merupakan negara kepulauan yang berada di daerah khatulistiwa yang mendapat julukan ring of fire dimana Indonesia terdiri dari berbagai deretan gunung yang masih terdapat aktifitas vulkanik. Salah satu gunung yang masih aktif adalah Gunung Sinabung yang terletak di dataran tinggi Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara. Koordinat puncak Gunung Sinabung adalah 03 o 10’ LU dan 98 o 23’ BT dengan puncak tertinggi gunung ini adalah 2.460 meter dpl yang menjadi puncak tertinggi di Sumatera Utara. Gunung ini belum pernah tercatat meletus sejak tahun 1600 (Global Volcanism Program, 2014)
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

PEMANFAATANDANKARAKTERISASIABUVULKANIK GUNUNG SINABUNG SEBAGAI BAHAN DASAR PEMBUATAN ADSORBEN SILIKA UNTUK MENGIKAT LOGAM BERAT Pb(II).

PEMANFAATANDANKARAKTERISASIABUVULKANIK GUNUNG SINABUNG SEBAGAI BAHAN DASAR PEMBUATAN ADSORBEN SILIKA UNTUK MENGIKAT LOGAM BERAT Pb(II).

Sintesis silika gel dengan metode sol-gel telah dilakukan dengan memanfaatkan abu vulkanik Gunung Sinabung yang diambil dari Desa Berastepu, Simpang Empat, Kabupaten Karo yang berjarak 1,5 km dari puncak Gunung Sinabung. Abu vulkanik merupakan salah satu sumber penghasil silika terbesar, berpotensi sebagai bahan pembuatan silika gel. Sintesis silika gel pada penelitian ini dilakukan dengan metode sol-gel. Abu vulkanik didekstruksi dengan larutan NaOH 4M dan pembentukkan gel dengan larutan HCl 3M. Karakterisasi silika dilakukan dengan analisis AAS, FTIR dan XRD. Kadar silika yang diperoleh dalam penelitian ini sebesar 17,85%. Berdasarkan hasil analisis menggunakan FTIR menunjukkan adanya gugus Si-O-Si dan Si-OH yang menyatakan bahwa adsorben silika berhasil dibuat. Karakterisasi menggunakan XRD menunjukkan bahwa silika yang dihasilkan memiliki derajat kekristalan yang rendah (berbentuk amorf). Silika gel hasil sintesis digunakan sebagai adsorben untuk mengikat logam berat Pb(II). Metode yang digunakan dalam interaksi adsorben dengan larutan yaitu metode batch. Pada penentuan massa optimum adsorben silika diperoleh 0,25 gram sebagai massa optimum. Waktu kontak optimum adsorpsi ion logam Pb(II) oleh silika gel yaitu 40 menit. pH optimum adsorpsi ion logam Pb(II) oleh silika gel yaitu pH 7. Dan konsentrasi optimum adsorpsi ion logam Pb(II) oleh silika yaitu 110 ppm.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Pengaruh Variasi Tekanan Terhadap Konstanta Kisi  Debu Vulkanik Gunung Sinabung

Pengaruh Variasi Tekanan Terhadap Konstanta Kisi Debu Vulkanik Gunung Sinabung

Merupakan golongan logam berbahaya karena berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan seperti gangguan paru-paru, kanker hingga kematian. Manusia terkontiminasi dengan logam berat ini sebagian besar melalui makanan. Dari kasus kematian yang ada, karena adanya kontak cadmium dalam waktu lama melalui air dan makanan yang terkontiminasi sehingga cenderung meningkatkan cadmium dalam tubuh. Bahan makanan yang mungkin memiliki kadar cadmium tinggi antara lain hati, jamur, kerang-kerangan, coklat dan rumput laut kering. Cadmium mudah diserap oleh zat-zat organik dalam tanah dan menjadi sangat berbahaya jika cadmium dalam tanah tersebut diserap melalui makanan, bagaimana bisa terjadi? Tanah yang mengandung cadmium akan diserap oleh tanaman dan dimakan oleh hewan yang hidupnya tergantung pada tanaman. Cadmium dapat terakumulasi dalam tubuh hewan. Oleh karena itu, bisa saja kadar cadmium yang tinggi dalam ginjalnya karena hal ini. Sementara itu cadmium dalam ekosistem air dapat terakumulasi dalam kupang, tiram, udang, udang laut dan ikan.
Baca lebih lanjut

78 Baca lebih lajut

Dampak Erupsi Gunung Sinabung Terhadap Sifat Kimia Tanah di Kabupaten Karo

Dampak Erupsi Gunung Sinabung Terhadap Sifat Kimia Tanah di Kabupaten Karo

Gunung Sinabung merupakan salah satu gunung api di Pulau Sumatera yang masih aktif. Gunung Sinabung ini termasuk ke dalam gunung api bertipe strato volkano. Gunung Sinabung terletak di Kabupaten Karo, dengan Ibu Kota Kabupaten adalah Kabanjahe, Provinsi Sumatera Utara dengan Ibu Kota Provinsi

2 Baca lebih lajut

Pembuatan Genteng Polimer Berbahan Baku  Debu Vulkanik Gunung Sinabung Dengan Perekat Resin Polipropilen

Pembuatan Genteng Polimer Berbahan Baku Debu Vulkanik Gunung Sinabung Dengan Perekat Resin Polipropilen

Debu Vulkanik ini merupakan leburan bagian dalam gunung yang terdiri dari batu – batu yang hancur, mineral dan kaca vulkanik. yang dikeluarkan saat letusan gunung berapi, berdiameter kurang dari 2 mm (0,079 inci). Debu vulkanik, Istilah ini juga sering digunakan untuk merujuk kepada semua produk letusan eksplosif, walaupun partikelnya lebih besar dari 2 mm. Debu vulkanik terbentuk selama letusan gunung berapi ledakan ketika gas – gas terlarut dalam magma berekspansi dan meluncur dengan kencang ke atmosfer. Kekuatan gas yang meluncur ini menghancurkan magma dan mendorongnya keluar dimana magma akan mengeras menjadi fragmen – fragmen batuan vulkanik dan kaca. Debu juga diproduksi ketika magma kontak dengan air selama letusan freatomagmatik, menyebabkan air langsung menguap dan menyebabkan pecahan magma terbawa uap keatas. Setelah di udara, abu diangkut oleh angin hingga ribuan kilometer jauhnya.
Baca lebih lanjut

64 Baca lebih lajut

Respons Pertumbuhan Tembakau (Nicotiana tabacum L.) Terhadap Pemberian Debu Vulkanik Gunung Sinabung Dan Dosis Pupuk Kompos

Respons Pertumbuhan Tembakau (Nicotiana tabacum L.) Terhadap Pemberian Debu Vulkanik Gunung Sinabung Dan Dosis Pupuk Kompos

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh debu vulkanik Gunung Sinabung dan pupuk kompos terhadap pertumbuhan tembakau. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Penelitian Tembakau Deli (BPTD) Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara pada ketinggian tempat + 15 meter diatas permukaan laut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli – Agustus 2014. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah pemberian debu vulkanik Gunung Sinabung (0 g, 500 g, 1000 g). Faktor kedua adalah dosis pupuk kompos (0 g, 250 g, 500 g dan 750 g). Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, tebal daun pasir, tebal daun kaki I, luas daun, panjang akar pada 18 - 50 hari setelah tanam (HSPT) dan bobot kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian debu vulkanik dengan pupuk kompos serta interaksi keduanya berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter.
Baca lebih lanjut

97 Baca lebih lajut

Pembuatan dan Karakterisasi Batako Ringan Berbahan Styrofoam dan Abu Vulkanik Gunung Sinabung.

Pembuatan dan Karakterisasi Batako Ringan Berbahan Styrofoam dan Abu Vulkanik Gunung Sinabung.

Batako Styrofoam adalah Batako ringan yang memilika massa ringan dibandingkan Batako merah yang kita kenal selama ini. Ada beberapa teknik untuk menurunkan densitas batako ringan yaitu dengan cara batako ringan dibuat berpori cukup banyak atau dengan cara mengganti agregat batako ringan dengan agregat ringan, misalnya : batu apung, serat alami, anu sekam, perlit, Styrofoam, dll. Agregat- agregat tersebut memiliki densitas < 1 gr/cm 3 . Dalam penelitian yang akan digunakan ini mencoba menguasai teknologi pembuatan batako ringan dari campuran air, semen, abu vulkanik, dan Styrofoam yaitu gabus putih yang
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Pengaruh Pelindian Dan Ketebalan Debu Vulkanik Gunung Sinabung Terhadap Sifat Tanah Andisol Dan Pertumbuhan Tanaman Sawi (Brassica juncea L.) Pada 4 Kali Tanam

Pengaruh Pelindian Dan Ketebalan Debu Vulkanik Gunung Sinabung Terhadap Sifat Tanah Andisol Dan Pertumbuhan Tanaman Sawi (Brassica juncea L.) Pada 4 Kali Tanam

Research to determine effect of the thickness and leaching of Sinabung volcanic ash on Andisol properties and green mustard in four plants. This study used a factorial randomized block design with treatment of the thickness volcanic ash D0 (without volcanic ash), D1 (989,6 g /10 kg air soil dried), D2 (1979,3 g/10 kg air soil dried), D3 (2969 g/10 kg air soil dried) and leaching treatment L0 (without leaching), L1 (leaching with 2xKL) with four replications.

2 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...