Top PDF Deskripsi Kreativitas Siswa dalam Memecahkan Masalah Matematika pada Materi Segiempat ditinjau dari Gaya Belajar

Deskripsi Kreativitas Siswa dalam Memecahkan Masalah Matematika pada Materi Segiempat ditinjau dari Gaya Belajar

Deskripsi Kreativitas Siswa dalam Memecahkan Masalah Matematika pada Materi Segiempat ditinjau dari Gaya Belajar

Berdasarkan hasil observasi di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Makassar dan salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) di Parepare ditemukan permasalahan yang sama yaitu kreativitas siswa masih kurang, hal ini dapat dilihat dari masih kurangnya kreativitas siswa dalam bertanya, kreativitas siswa dalam mengemukakan ide, kreativitas siswa dalam menjawab pertanyaan maupun soal/tugas yang diberikan dikelas. Siswa cenderung terpaku pada apa yang dijelaskan guru dan menjawab pertanyaan, soal dan tugas dengan melihat contoh yang telah diberikan. Gambaran permasalahan tersebut menunjukan bahwa masih rendahnya kreativitas belajar matematika yang dialami siswa disekolah tersebut. Faktor penyebab rendahnya kreativitas siswa tersebut adalah adanya kesulitan dalam mengikuti pelajaran karena gaya belajar mereka yang berbeda-beda. Hal ini dikarenakan siswa sering mengalami kesulitan dalam menyesuaikan gaya belajar dengan cara mengajar guru dikelas.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Profil antisipasi siswa dalam memecahkan masalah Matematika yang disajikan melalui video ditinjau dari gaya belajar

Profil antisipasi siswa dalam memecahkan masalah Matematika yang disajikan melalui video ditinjau dari gaya belajar

Salah satu jenis media yang merupakan media dengan teknologi audio visual adalah video. Video adalah segala sesuatu yang menyangkut bahan (software) dan perangkat keras/alat (hardware), yaitu sesuatu benda yang dapat dilihat, didengar, atau diraba dengan pancaindera. Penekanan media video pembelajaran terdapat pada visual dan audio yang dapat digunakan untuk meyampaikan isi materi ajar dari guru ke siswa, yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, minat pembelajar, dapat menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal sedemikian rupa sehingga proses belajar (di dalam/di luar kelas) menjadi lebih efektif. 12 Video dapat menggambarkan suatu objek
Baca lebih lanjut

113 Baca lebih lajut

Deskripsi Kemampuan Pemahaman Konseptual Matematis Siswa Pada Materi Segiempat ditinjau dari Gaya Belajar Siswa SMP Negeri 1 Bissappu

Deskripsi Kemampuan Pemahaman Konseptual Matematis Siswa Pada Materi Segiempat ditinjau dari Gaya Belajar Siswa SMP Negeri 1 Bissappu

Matematika sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah dinilai memegang peranan penting dalam sistem pendidikan seluruh dunia. Matematika dianggap mampu meningkatkan pengetahuan siswa, terutama dalam berpikir logis, rasional, kritis, cermat, efektif, dan efisien. Matematika, the queen of the sciences, memiliki peran yang besar dalam dunia pendidikan. Dalam kurikulum pendidikan di Indonesia, pengetahuan tentang matematika wajib dimiliki pada berbagai jenjang pendidikan formal baik tingkat SD, SMP, Maupun SMA. Matematika dapat menjadi solusi dalam permasalahan pendidikan sebagaimana yang di ungkapkan (Zakaria, 2010) menekankan bahwa tujuan dari bentuk pendidikan matematika ialah untuk
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Profil Level Berpikir Statistis Siswa dalam memecahkan masalah Matematika ditinjau dari Gaya Kognitif

Profil Level Berpikir Statistis Siswa dalam memecahkan masalah Matematika ditinjau dari Gaya Kognitif

Penelitian yang dilakukan Jones menggabungkan deskripsi pemikiran statistis siswa kelas 2 SD pada empat proses berpikir statistis dan empat level berpikir statistis melalui lintasan belajar hipotetis dalam eksperimen mengajar. Hasil penelitian tersebut didapatkan bahwa secara keseluruhan siswa kelas 2 SD menunjukkan 84% pemikiran level transisi dan mereka tidak lagi menunjukkan pemikiran idiosinkratis. 13 Sedangkan hasil penelitian Martadiputra dan Tapilouw dijelaskan bahwa mahasiswa S1 yang sedang mengikuti perkuliahan Statistika Dasar, kemampuan berpikir statistisnya masih belum optimal karena baru mencapai level transisi dan kuantitatif. Hanya sebagian kecil mahasiswa yang kemampuan berpikir statistisnya memasuki level analitis. Adapun secara khusus berkenaan dengan kemampuan berpikir statistis dengan fokus menganalisis dan menginterpretasikan data, ternyata belum ada mahasiswa yang mencapai level analitis. 14 Berdasarkan kedua penelitian tersebut, peneliti ingin melanjutkan pengembangan level berpikir statistis dengan subjek penelitian yaitu siswa SMP kelas VIII dengan dibedakan gaya kognitifnya. Peneliti ingin mengetahui apakah level berpikir statistis siswa SMP dengan gaya kognitif yang berbeda sama dengan level berpikir statistis mahasiswa dan siswa SD. Hal ini perlu dilakukan karena setiap orang berbeda dalam berpikir termasuk berpikir statistis. Untuk dapat merangsang dan melatih kemampuan berpikir statistis siswa, maka perlu digunakan cara atau teknik yang tepat dalam pembelajaran yang dapat merangsang siswa untuk menggunakan semua potensi yang dimiliki.
Baca lebih lanjut

120 Baca lebih lajut

Analisis Kreativitas Siswa Dalam Memecahkan Masalah Matematika Ditinjau Dari Gaya kognitif Pada Siswa Kelas VII Di MTs Negeri Jambewangi Selopuro Blitar - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Analisis Kreativitas Siswa Dalam Memecahkan Masalah Matematika Ditinjau Dari Gaya kognitif Pada Siswa Kelas VII Di MTs Negeri Jambewangi Selopuro Blitar - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

diklasifikasikan dalam dua dimensi. Pertama , berhubungan dengan cara informasi atau konsep pelajaran yang disajikan pada siswa melalui penerimaan atau penemuan. Kedua , Menyangkut cara bagaimana siswa dapat mengaitkan informasi itu pada struktur kognitif yang telah ada (telah dimiliki dan diingat siswa tersebut. Ruseffendi (1991) membedakan antara belajar menghafal dengan belajar bermakna. Pada belajar menghafal, siswa dapat belajar dengan menghafalkan apa yang sudah diperolehnya. Sedangkan belajar bermakna adalah belajar memahami apa yang sudah diperolehnya, dan dikaitkan dengan keadaan lain sehingga apa yang ia pelajari akan lebih dimengerti. Suparno (1997) menyatakan bahwa belajar bermakna terjadi apabila siswa mencoba menghubungkan fenomena baru ke dalam struktur pengetahuan mereka dalam setiap penyelesaian masalah. 5
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

DESKRIPSI BERPIKIR RELASIONAL SISWA SMP MA’ARIF NU 1 AJIBARANG DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF

DESKRIPSI BERPIKIR RELASIONAL SISWA SMP MA’ARIF NU 1 AJIBARANG DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan berpikir relasional siswa SMP Ma’arif NU 1 Ajibarang dalam memecahkan masalah matematika ditinjau dari gaya kognitif pada materi garis singgung lingkaran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data data dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII H SMP Ma’arif NU 1 Ajibarang, responden pada penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik purpose sampling. Siswa dibagi dalam dua kelompok, yakni siswa dengan kelompok Field Dependent dan Field Independent. Masing - masing kelompok dipilih tiga siswa untuk dijadikan responden dalam penelitian ini. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan tes dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa siswa dengan gaya kognitif Field Independent telah mampu berpikir relasional dan dapat memenuhi semua indikator, cenderung mengerjakan secara singkat tetapi dapat menjelaskan yang dituliskan, siswa dengan kelompok Field Dependent belum sepenuhnya memenuhi indikator, cenderung mengerjakan secara terurut dan terkadang tidak dapat menjelaskan apa yang ditulisnya.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

AKTIVITAS METAKOGNISI DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI GAYA BELAJAR SISWA KELAS V SD N 03 SINGOSARI TAHUN AJARAN 2016/2017

AKTIVITAS METAKOGNISI DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI GAYA BELAJAR SISWA KELAS V SD N 03 SINGOSARI TAHUN AJARAN 2016/2017

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan : (1) aktivitas metakognisi siswa dengan gaya belajar visual dalam memecahkan masalah matematika pada kelas V SD N 03 Singosari, (2) aktivitas metakognisi siswa dengan gaya belajar audio dalam memecahkan masalah matematika pada kelas V SD N 03 Singosari, (3) aktivitas metakognisi siswa dengan gaya belajar kinestetik dalam memecahkan masalah matematika pada kelas V SD N 03 Singosari. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek yang terdapat dalam penelitian ini adalah siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, te, angket, dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan terdiri dari tiga komponen analisis, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) aktivitas metakognisi siswa dengan gaya belajar visual dalam memecahkan masalah matematika yaitu : a) pada aspek pengetahuan strategi siswa terlebih dahulu memahami soal dengan membaca inti atau ide pokok soal atau masalah ; b) siswa melakukan elaboration; c) siswa melakukan organizational yaitu mengorganisasi ide-ide pokok, hal-hal yang diketahui dan ditanyakan melalui tulisan kedalam lembar jawab namun belum secara maksimal. 2) Aktivitas metakognisi siswa dengan gaya belajar audio dalam memecahkan masalah matematika pada aspek pengetahuan strategi adalah a) siswa terlebih dahulu memahami soal dengan cara membaca secara keseluruhan dari soal atau masalah ; b) siswa tidak melakukan elaboration; c) siswa melakukan organizational yaitu menuliskan hal-hal yang diketahui dan ditanyakan kedalam lembar jawab. 3) Aktivitas metakognisi siswa dengan gaya belajar kinestetik dalam memecahkan masalah matematika pada aspek pengetahuan strategi adalah a) siswa terlebih dahulu memahami soal dengan membaca soal secara keseluruhan ; b) siswa melakukan elaboration yaitu kegiatan mengingat materi yang berhubungan dengan melihat soal dan menyebutkan materi soal yang diminta ; c) siswa melakukan organizational yaitu siswa mengorganisasi ide-ide pokok, hal-hal yang diketahui dan ditanyakan kedalam lembar soal.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Profil kemampuan berpikir aljabar siswa dalam memecahkan masalah aljabar ditinjau dari gaya belajar Kolb

Profil kemampuan berpikir aljabar siswa dalam memecahkan masalah aljabar ditinjau dari gaya belajar Kolb

Matematika pada dasarnya merupakan sebuah bahasa yang terdiri dari simbol-simbol dan aturan-aturan yang telah disepakati bersama. Bidang kajian matematika yang disebut dengan bahasa adalah aljabar. 5 Menurut Stacey Ve Macgroger aljabar merupakan bidang kajian yang penting dalam matematika yang memiliki peranan cukup besar dalam pemikiran matematika. Aljabar dianggap sebagai bahasa matematika yang digambarkan dengan simbol, tabel, kata-kata dan grafik. 6 Aljabar merupakan materi yang penting, tidak hanya dalam matematika juga bidang yang lain. Katz mengatakan bahwa aljabar merupakan salah satu kunci untuk sukses dalam matematika dan aljabar menggambarkan suatu hal yang kritis serta penting dalam kemajuan matematika. Dalam mempelajari aljabar banyak sekali manfaatnya , tidak hanya dalam matematika saja akan tetapi juga pada bidang yang lain. Seperti dalam aktivitas sehari-hari, aljabar digunakan baik secara eksplisit atau implisit. Oleh sebab itu aljabar merupakan materi yang harus dikuasai dengan baik oleh para siswa. 7
Baca lebih lanjut

115 Baca lebih lajut

ANALISIS KREATIVITAS SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF REFLEKTIF DAN IMPULSIF

ANALISIS KREATIVITAS SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF REFLEKTIF DAN IMPULSIF

Gambar 4.2 Jawaban siswa RF 2 soal nomor 1 ................................... Gambar 4.3 Jawaban siswa RF 3 soal nomor 1 ................................... Gambar 4.4 Jawaban siswa RF 4 soal nomor 1 ................................... Gambar 4.5 Jawaban siswa RF 1 soal nomor 2 ................................... Gambar 4.6 Jawaban siswa RF 2 soal nomor 2 ................................... Gambar 4.7 Jawaban siswa RF 3 soal nomor 2 ................................... Gambar 4.8 Jawaban siswa RF 4 soal nomor 2 ................................... Gambar 4.9 Jawaban siswa RF 1 soal nomor 3 ................................... Gambar 4.10 Jawaban siswa RF 2 soal nomor 3 ................................... Gambar 4.11 Jawaban siswa RF 3 soal nomor 3 ................................... Gambar 4.12 Jawaban siswa RF 4 soal nomor 3 ................................... Gambar 4.13 Jawaban siswa RF 1 soal nomor 4 ................................... Gambar 4.14 Jawaban siswa RF 2 soal nomor 4 ................................... Gambar 4.15 Jawaban siswa RF 3 soal nomor 4 ................................... Gambar 4.16 Jawaban siswa RF 4 soal nomor 4 ................................... Gambar 4.17 Jawaban siswa RF 1 soal nomor 5 ................................... Gambar 4.18 Jawaban siswa RF 2 soal nomor 5 ................................... Gambar 4.19 Jawaban siswa RF 3 soal nomor 5 ................................... Gambar 4.20 Jawaban siswa RF 4 soal nomor 5 ................................... Gambar 4.21 Jawaban siswa RF 1 soal nomor 6 ................................... Gambar 4.22 Jawaban siswa RF 2 soal nomor 6 ................................... Gambar 4.23 Jawaban siswa RF 3 soal nomor 6 ................................... Gambar 4.24 Jawaban siswa RF 4 soal nomor 6 ................................... Gambar 4.25 Jawaban siswa IM 1 soal nomor 1 ................................... Gambar 4.26 Jawaban siswa IM 2 soal nomor 1 ................................... Gambar 4.27 Jawaban siswa IM 3 soal nomor 1 ................ .................. Gambar 4.28 Jawaban siswa IM 4 soal nomor 1 ...................................
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PENGARUH GAYA BELAJAR DAN PERHATIAN SISWA TERHADAP KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA  Pengaruh Gaya Belajar Dan Perhatian Siswa Terhadap Kemampuan Memecahkan Masalah Matematika Pada Siswa Kelas V SDN Soropadan No. 108 Surakarta Tahun Ajaran 2015/201

PENGARUH GAYA BELAJAR DAN PERHATIAN SISWA TERHADAP KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA Pengaruh Gaya Belajar Dan Perhatian Siswa Terhadap Kemampuan Memecahkan Masalah Matematika Pada Siswa Kelas V SDN Soropadan No. 108 Surakarta Tahun Ajaran 2015/201

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap siswa kelas V SDN Soropadan no.108 Surakarta tahun ajaran 2015/2016, diketahui bahwa perhatian siswa berpengaruh signifikan terhadap kemampuan siswa memecahkan masalah matematika. Hal ini berdasarkan pada hasil uji t yang telah dilakukan, terbukti dengan nilai Prob. t perhatian siswa sebesar 0,009. Berarti nilai Prob. t < alfa (0,009 < 0,05). Dalam penelitian ini, terbukti bahwa terdapat pengaruh positif dari perhatian siswa terhadap kemampuan memecahkan masalah matematika. Berdasarkan uji regresi ganda yang dilakukan, apabila terjadi peningkatan perhatian siswa sebanyak 1 poin, maka akan terjadi peningkatan kemampuan memecahkan masalah matematika sebesar 0,627 x 1 poin.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Analisis Kreativitas Siswa Dalam Memecahkan Masalah Matematika Ditinjau Dari Gaya kognitif Pada Siswa Kelas VII Di MTs Negeri Jambewangi Selopuro Blitar - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Analisis Kreativitas Siswa Dalam Memecahkan Masalah Matematika Ditinjau Dari Gaya kognitif Pada Siswa Kelas VII Di MTs Negeri Jambewangi Selopuro Blitar - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

ANALISIS KREATIVITAS SISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF FIELD DEPENDENT DAN FIELD INDEPENDENT PADA SISWA KELAS VII E MTs NEGERI JAMBEWANGI SELOPURO[r]

1 Baca lebih lajut

Profil Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Ditinjau dari Gaya Belajar Siswa Visual

Profil Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Ditinjau dari Gaya Belajar Siswa Visual

Penelitian yang dilakukan oleh Fakhrudin (2010) dengan judul “Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematik Siswa Melalui Pembelajaran dengan Pendekatan Open Ended” menyatakan secara umum hasil kemampuan tentang pemecahan masalah matematika siswa SMP belum memuaskan sekitar 30,67% dari skor ideal. Sementara itu, hasil wawancara peneliti dengan salah satu guru di SMP N 6 Jepara mengungkapkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika terdiri dari 3 kategori, yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Di SMP N 6 Jepara sendiri, kemampuan pemecahan masalah matematika dengan kriteria rendah masih sangat banyak. Rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematika sudah seharusnya menjadi hal yang harus dibenahi. Menurut Mousa (2014) guru atau pendidik dapat menggunakan pemahaman akan gaya belajar untuk memaksimalkan hasil belajar siswa dan mendukung pembelajaran yang efektif dengan menggunakan metode pengajaran berbagai gaya belajar. Setiap siswa memiliki gaya belajar yang berbeda-beda untuk dapat dengan mudah memahami dan menyelesaikan masalah yang ditemukannya. Perbedaan inilah yang perlu diketahui oleh guru tentang bagaimana gambaran dari kemampuan masing-masing siswa dalam belajar untuk dapat menemukan pemecahan masalah matematika (Arfiana, 2018).
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

BERPIKIR REFLEKTIF SISWA SMP DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI PERBEDAAN GAYA KOGNITIF Ahmad Nasriadi

BERPIKIR REFLEKTIF SISWA SMP DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI PERBEDAAN GAYA KOGNITIF Ahmad Nasriadi

Kembali ke pemecahan masalah matematika, memperhatikan tingkatan berpikir siswa belum lah cukup. Dalam memecahkan masalah matematika, perbedaan karakteristik siswa perlu mendapat perhatian guru. sebab Sedekat apapun hubungan keluarganya siswa tetap memiliki berbagai perbedaan, baik dalam hal minat, sikap, motivasi, kemampuan dalam menyerap suatu informasi, gaya belajar, dan sebagainya (Ratumanan, 2003). Semua faktor siswa tersebut idealnya turut menjadi perhatian guru dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Salah satu faktor siswa yang juga penting untuk diperhatikan guru adalah gaya kognitif. Hal ini dikarenakan bahwa gaya kognitif berhubungan dengan cara penerimaan dan pemrosesan informasi seseorang, sehingga sangat berpengaruh terhadap keberhasilan siswa memecahkan masalah.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

KARAKTERISTIK BERFIKIR KREATIF SISWA KELAS VII SMPN 1 KRAGAN DALAM MEMECAHKAN DAN MENGAJUKAN MASALAH MATEMATIKA MATERI PERBANDINGAN DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF.

KARAKTERISTIK BERFIKIR KREATIF SISWA KELAS VII SMPN 1 KRAGAN DALAM MEMECAHKAN DAN MENGAJUKAN MASALAH MATEMATIKA MATERI PERBANDINGAN DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF.

2. Publikasi sebagian atau keseluruhan isi tesis pada jurnal atau forum ilmiah lain harus seijin dan menyertakan tim pembimbing sebagai author dan FKIP UNS sebagai institusinya. Apabila dalam waktu sekurang-kurangnya satu semester (enam bulan sejak pengesahan Tesis) saya tidak melakukan publikasi dari sebagian atau keseluruhan isi Tesis ini, maka Prodi Magister Pendidikan Matematika FKIP UNS berhak mempublikasikannya pada jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Prodi Magister Pendidikan Matematika FKIP UNS. Apabila saya melakukan pelanggaran dari ketentuan publikasi ini, maka saya bersedia mendapatkan sanksi akademik yang berlaku.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENGARUH GAYA BELAJAR DAN PERHATIAN SISWA TERHADAP  KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA PADA   Pengaruh Gaya Belajar Dan Perhatian Siswa Terhadap Kemampuan Memecahkan Masalah Matematika Pada Siswa Kelas V SDN Soropadan No. 108 Surakarta Tahun Ajaran 2

PENGARUH GAYA BELAJAR DAN PERHATIAN SISWA TERHADAP KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA PADA Pengaruh Gaya Belajar Dan Perhatian Siswa Terhadap Kemampuan Memecahkan Masalah Matematika Pada Siswa Kelas V SDN Soropadan No. 108 Surakarta Tahun Ajaran 2

Fitria Rahmawati/ A510120200. PENGARUH GAYA BELAJAR DAN PERHATIAN SISWA TERHADAP KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA PADA SISWA KELAS V SDN SOROPADAN NO. 108 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2015/2016. Skripsi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta. Maret 2016.

17 Baca lebih lajut

Profil penalaran adaptif siswa dalam memecahkan masalah Matematika ditinjau dari gaya kognitif Field Dependent dan Field Independent

Profil penalaran adaptif siswa dalam memecahkan masalah Matematika ditinjau dari gaya kognitif Field Dependent dan Field Independent

Siswa yang memiliki gaya kognitif field dependent cenderung mudah terganggu dan mudah bingung sehingga kurang memiliki kemampuan menyelesaikan masalah serta cenderung berpikir global, mamandang objek sebagai satu kesatuan dengan lingkungannya 36 . Sebaliknya, siswa yang memiliki gaya kognitif field independent akan lebih mudah dalam menyelesaikan masalah matematika karena memiliki kemampuan menganalisis untuk memisahkan objek dari lingkungan sekitarnya. Hal ini mengindikasikan bahwa gaya kognitif berdasarkan kecenderungan di atas sangat berkaitan dengan penalaran adaptif siswa dalam memecahkan masalah, karena penalaran adaptif merupakan penalaran dengan pemberian argumentasi yang masuk akal dan didasarkan pada sifat-sifat matematis. Siswa akan memiliki karateristik strategi atau pendekatan yang berbeda dalam memahami, memilih strategi, menerapkan strategi, membuat kesimpulan dengan pemberian argumentasi yang didasarkan pada sifat matematis.
Baca lebih lanjut

97 Baca lebih lajut

BAGAIMANA KEMAMPUAN SISWA SD DENGAN GAYA KOGNITIF FIELD INDEPENDEN MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA?

BAGAIMANA KEMAMPUAN SISWA SD DENGAN GAYA KOGNITIF FIELD INDEPENDEN MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA?

National Council of Teacher Mathematic (NCTM, 2000) menetapkan ada 5 (lima) keterampilan yang harus dikuasai siswa melalu pembelkajaran matematika, yaitu (1) Pemecahan Masalah, (2) Penalaran dan pembuktian, (3) Koneksi, (4) Komunikasi, (5) Representasi . Soedjadi (2000) menyatakan bahwa melalui pelajaran Matematika diharapkan dapat menumbuhkan kemampuan- kemampuan yang lebih bermanfaat untuk mengatasi masalah-masalah yang diperkirakan akan dihadapi peserta didik di masa depan. Kemampuan tersebut diantaranya adalah kemampuan memecahkan masalah. Lebih lanjut Ruseffendi (2000) menyatakan bahwa kemampuan memecahkan masalah amatlah penting, bukan saja bagi mereka yang dikemudian hari akan mendalami Matematika, melainkan juga bagi mereka yang akan menerapkannya, baik dalam bidang studi lain maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Epistemic cognition peserta didik dalam memecahkan masalah matematika ditinjau dari gaya kognitif visualizer dan verbalizer

Epistemic cognition peserta didik dalam memecahkan masalah matematika ditinjau dari gaya kognitif visualizer dan verbalizer

mengungkapkan bahwa di bidang mate matika Indonesia berada pada peringkat 38 dari 42 negara. Se la in itu, Indonesia berada pada ranking amat rendah dala m ke ma mpuan me maha mi informasi yang ko mple ks, teori, analisis dan pemecahan masalah, pe maka ian alat, prosedur dan pemecahan masalah, dan me laku kan investigasi 3 . Oleh karenanya perlu adanya upaya untuk me mperba iki dan mengembangkan mutu pendidikan menjadi lebih baik, khususnya dalam mengembangkan pengetahuan mate matika.

6 Baca lebih lajut

Epistemic cognition peserta didik dalam memecahkan masalah matematika ditinjau dari gaya kognitif visualizer dan verbalizer.

Epistemic cognition peserta didik dalam memecahkan masalah matematika ditinjau dari gaya kognitif visualizer dan verbalizer.

Pada tahap merencanakan, peserta didik dengan gaya kognitif visualizer mela kukan justifikasi terhadap strategi yang akan digunakan dengan me mberikan a lasan yang logis. Na mu n salah satu peserta didik dengan gaya kognitif visualizer yang lain tidak menentukan strategi yang akan digunakan. Pada tahap menerap kan, peserta didik dengan gaya kognitif visualizer me la kukan justifikasi terhadap langkah-langkah pengerjaan dengan me mbe rikan a rgu men yang logis dan me mberikan alasan berdasarkan argumen mate matis. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Elen yang menyatakan bahwa siswa visualizer me mbe rikan a lasan yang logis dala m me milih alte rnatif ja waban yang digunakan sebagai solusi dari permasalahan 6 . Na mun salah satu peserta didik dengan gaya kognitif visualizer yang lain terlihat ragu-ragu ket ika me mbe rikan a rgumen pernyataan yang mendukung. Pada tahap me mverifikasi, peserta didik dengan gaya kognitif visualizer me laku kan justifikasi te rhadap solusi yang diperoleh dengan me mberikan a lasan yang logis dan berdasarkan fakta yang ada. Oleh karena pernyataan tersebut, peserta didik dengan gaya kognitif visualizer mela kukan justifikasi cenderung ke rasional e mpiris.
Baca lebih lanjut

172 Baca lebih lajut

DESKRIPSI PENGETAHUAN PROSEDURAL MATEMATIKA DITINJAU DARI GAYA BELAJAR SISWA SMP NEGERI 2 KEDUNGBANTENG

DESKRIPSI PENGETAHUAN PROSEDURAL MATEMATIKA DITINJAU DARI GAYA BELAJAR SISWA SMP NEGERI 2 KEDUNGBANTENG

Hasil dari penelitian menunjukkan: pengetahuan prosedural matematika siswa dengan gaya beajar visual mampu menyajikan model matematika dari suatu masalah nyata dalam bentuk tabel, penget[r]

16 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects