Top PDF Deteksi IgM Terhadap Antigen Lipopolisakarida (lps) O9 Kuman Salmonella Typhi Pada Demam Tifoid

Deteksi IgM Terhadap Antigen Lipopolisakarida (lps) O9 Kuman Salmonella Typhi Pada Demam Tifoid

Deteksi IgM Terhadap Antigen Lipopolisakarida (lps) O9 Kuman Salmonella Typhi Pada Demam Tifoid

Alhamdulillah segala puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya serta atas ridha-Nya sehingga penulis dapat mengikuti Program Pendidikan Dokter Spesialis Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Sumatera Utara dan menyelesaikan penulisan tesis yang berjudul. Deteksi IgM Terhadap Antigen Lipopolisakarida (lps) O9 Kuman Salmonella typhi Pada Demam Tifoid. Tesis ini disusun untuk memenuhi persyaratan dan merupakan tugas akhir pendidikan Magister Kedokteran Klinik di Bidang Ilmu Patologi Klinik pada Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Deteksi IgM Terhadap Antigen Lipopolisakarida (lps) O9 Kuman Salmonella Typhi Pada Demam Tifoid

Deteksi IgM Terhadap Antigen Lipopolisakarida (lps) O9 Kuman Salmonella Typhi Pada Demam Tifoid

Pada hari ini saya dr. Yetti Ferulina Akbar saat ini sedang menjalani pendidikan Dokter Spesialis Patologi Klinik FK USU. Ingin menjelasakan kepada Bapak.Ibu tentang penelitian yang akan saya lakukan berjudul “DETEKSI IgM TERHADAP ANTIGEN LIPOPOLISAKARIDA (LPS) O9 KUMAN SALMONELLA TYPHI DEMAM TIFOID ”. Penelitian ini di lakukan untuk mengetahui diagnosa demam tifoid secara lebih cepat dan tepat serta untuk mengetahui ada tidaknya tifoid karier pada pasien.

13 Baca lebih lajut

Deteksi IgM Terhadap Antigen Lipopolisakarida (lps) O9 Kuman Salmonella Typhi Pada Demam Tifoid

Deteksi IgM Terhadap Antigen Lipopolisakarida (lps) O9 Kuman Salmonella Typhi Pada Demam Tifoid

antibodi IgG terhadap antigen flagella d (Hd) dan antibodi terhadap antigen Vi Salmonella typhi. Uji ELISA yang sering dipakai untuk mendeteksi adanya antigen Salmonella typhi dalam spesimen klinis adalah double antibody sandwich ELISA. Chaicumpa dkk (1992) mendapatkan sensitivitas uji ini sebesar 95% pada sampel darah, 73% pada sampel feses dan 40% pada sampel sumsum tulang. Pada penderita yang didapatkan Salmonella typhi pada darahnya, uji ELISA pada sampel urine didapatkan sensitivitas 65% pada satu kali pemeriksaan dan 95% pada pemeriksaan serial serta spesifisitas 100%. 26 Penelitian oleh Fadeel dkk (2004) terhadap sampel urine penderita demam tifoid mendapatkan sensitivitas uji ini sebesar 100% pada deteksi antigen Vi serta masing-masing 44% pada deteksi antigen O9 dan antigen Hd. Pemeriksaan terhadap antigen Vi urine ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut akan tetapi tampaknya cukup menjanjikan, terutama bila dilakukan pada minggu pertama sesudah panas timbul, namun juga perlu diperhitungkan adanya nilai positif juga pada kasus dengan Brucellosis. 17,27
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

Deteksi IgM Terhadap Antigen Lipopolisakarida (lps) O9 Kuman Salmonella Typhi Pada Demam Tifoid

Deteksi IgM Terhadap Antigen Lipopolisakarida (lps) O9 Kuman Salmonella Typhi Pada Demam Tifoid

Simple dipstick assay for the detection of Salmonella typhi-specific IgM antibodies and the evolution of the immune response in patients with typhoid fever.. Molecular biology as a diag[r]

7 Baca lebih lajut

Deteksi IgM Terhadap Antigen Lipopolisakarida (lps) O9 Kuman Salmonella Typhi Pada Demam Tifoid

Deteksi IgM Terhadap Antigen Lipopolisakarida (lps) O9 Kuman Salmonella Typhi Pada Demam Tifoid

Background: Typhoid fever is a systemic infectious disease caused by Salmonella typhi. That is still widely found in many developing countries that are mainly located in the tropical and subtropical. Clinical diagnosis of typhoid fever is difficult because there is no typical clinical manifestation, therefore we need laboratory tests. IMBI (Magnetic Binding Inhibition Immunoassay) is one of serological examination or it more popularly known as Tubex TF, a semi-quantitative examination with the principle of detecting the presence of IgM antibodies of O9 lipopolysaccharide antigen in Salmonella typhi.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Deteksi IgM Terhadap Antigen Lipopolisakarida (lps) O9 Kuman Salmonella Typhi Pada Demam Tifoid

Deteksi IgM Terhadap Antigen Lipopolisakarida (lps) O9 Kuman Salmonella Typhi Pada Demam Tifoid

penunjang diagnosis demam tifoid. Diagnosis pasti demam tifoid ditegakkan bila ditemukan isolat Salmonella typhi pada media kultur bahan pemeriksaan yang berasal dari penderita. Bahan pemeriksaan untuk kultur dapat menggunakan darah, aspirat sumsum tulang, feses, atau urine. Kultur darah masih digunakan sebagai standar baku emas karena prosedur pengambilan bahan pemeriksaan darah relatif kurang invasif dibandingkan dengan aspirasi sumsum tulang. Sensitivitas pemeriksaan kultur darah penderita demam tifoid pada minggu pertama 60-80% bila prosedur kultur memenuhi syarat, yaitu volume bahan pemeriksaan darah minimal 5-15 ml untuk penderita dewasa dan anak 2-3 ml, penderita belum mendapat terapi antibiotik. Sensitivitas kultur Salmonella typhi dari bahan pemeriksaan aspirat sumsum tulang lebih
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

GAMBARAN HASIL METODE DIPSTIK IgM/IgG BERDASARKAN LAMA DEMAM PADA DEMAM TIFOID WIDAL O/H TITER 1/160 - Repository Universitas Muhammadiyah Semarang

GAMBARAN HASIL METODE DIPSTIK IgM/IgG BERDASARKAN LAMA DEMAM PADA DEMAM TIFOID WIDAL O/H TITER 1/160 - Repository Universitas Muhammadiyah Semarang

Pemeriksaan serologis dengan mendeteksi adanya IgM dapat dilakukan dengan pemeriksaan tes tubex, typhidot, dan dipstick. Tes tubex hanya bisa mendeteksi adanya IgM namun tidak bisa mendeteksi IgG. Tes dipstik Salmonella adalah tes yang dapat dipercaya untuk mendeteksi antibodi IgM spesifik terhadap antigen lipopolisakarida (LPS) dari S. typhi dan S. paratyphi, yang didasarkan atas ikatan antara IgM spesifik S. typhi dengan LPS. Typhidot adalah sebuah metode dignostik yang didesain sebagai alternatif diagnosis cepat dari demam tifoid (Sabir et al., 2003). Typhidot dapat mendeteksi adanya IgM dan IgG yang terdapat pada protein membran luar S. typhi. Pemeriksaan Typhidot akan mendapatkan hasil positif 2-3 hari setelah infeksi dan dapat mengidentifikasi secara spesifik antibodi IgM dan IgG terhadap antigen S. typhi (Hayat, 2011). Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Mallikarjun (2018), tes widal untuk diagnosis demam tifoid dari 794 sampel menunjukkan angka
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Uji Diagnostik Pemeriksaan Tubex TF dan Widal Terhadap Baku Emas Kultur Salmonella typhi Pada Penderita Tersangka Demam Tifoid.

Uji Diagnostik Pemeriksaan Tubex TF dan Widal Terhadap Baku Emas Kultur Salmonella typhi Pada Penderita Tersangka Demam Tifoid.

Pemeriksaan Tubex-TF adalah pemeriksaan serologis semi kuantitatif in vitro untuk mendeteksi antibodi IgM terhadap antigen lipopolisakarida (LPS) O9 yang digunakan sebagai sarana penunjang diagnosis demam tifoid yang relatif baru. Prinsip pemeriksaan Tubex-TF adalah Inhibition Magnetic Binding Immunoassay (IMBI), dengan prosedur pemeriksaan cukup sederhana dan hasilnya relatif cepat diperoleh. Antigen lipopolisakarida (LPS) O9 hanya dimiliki oleh kuman Salmonella typhi serogrup D. Lim dkk. pada penelitiannya terhadap Tubex-TF
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

DETEKSI ANTIBODI IMUNOGLOBULIN M SALMONELLA TYPHI UNTUK DIAGNOSIS DEMAM TYPHOID MENGGUNAKAN ASSAY POLYMERASE CHAIN REACTION GEN FLAGELIN SEBAGAI BAKU EMAS DI RSUP SANGLAH DENPASAR.

DETEKSI ANTIBODI IMUNOGLOBULIN M SALMONELLA TYPHI UNTUK DIAGNOSIS DEMAM TYPHOID MENGGUNAKAN ASSAY POLYMERASE CHAIN REACTION GEN FLAGELIN SEBAGAI BAKU EMAS DI RSUP SANGLAH DENPASAR.

Typhoid fever is a acute systemic illness and caused by Salmonella typhi which is transmitted through the digestive tract. Usually investigation is often done by using Widal examination that takes into account the increase in titer after 10-14 days so could not be used as an early inspection. Examination with IgM antibody detection of Salmonella typhi using Tubex-TF expected to be used for early diagnosis of typhoid fever.

20 Baca lebih lajut

Efektivitas Antibakteri Infusa Kunyit Asam dan Jamu Kemasan terhadap Kuman Penyebab Diare secara In Vitro | Suryani | Jurnal Mutiara Medika 1642 4538 1 PB

Efektivitas Antibakteri Infusa Kunyit Asam dan Jamu Kemasan terhadap Kuman Penyebab Diare secara In Vitro | Suryani | Jurnal Mutiara Medika 1642 4538 1 PB

There are many types of bacteria that cause food poisoned. One of the bacterias is Salmonella typhi. This type of bacteria mostly inhabit the farm animals or wild animals. Mostly bacterias on cats, dogs, rats, flies and cockroaches defile chickens, meat, eggs and raw milk. Salmonella typhi defiles riped foods during storage and serving. Researches meant to detect Salmonella presence on foods sold at restaurants in Yogyakarta are rarely conducted. This research was in demand to find out the safety of the restaurant foods.

6 Baca lebih lajut

PROPORSI PEMERIKSAAN IgM ANTI-Salmonella typhi POSITIF MENGGUNAKAN TYPHIDOT DENGAN PEMERIKSAAN WIDAL POSITIF PADA PASIEN KLINIS DEMAM TIFOID AKUT DI RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG

PROPORSI PEMERIKSAAN IgM ANTI-Salmonella typhi POSITIF MENGGUNAKAN TYPHIDOT DENGAN PEMERIKSAAN WIDAL POSITIF PADA PASIEN KLINIS DEMAM TIFOID AKUT DI RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG

Keluhan demam merupakan gejala klinis terpenting yang muncul pada semua penderita demam tifoid. Demam muncul secara tiba-tiba kemudian dalam 1-2 hari menjadi parah dengan tipe demam step ladder temperature chart yang ditandai dengan demam timbul kemudian naik secara bertahap tiap harinya dan mencapai titik tertinggi pada akhir minggu pertama, setelah itu demam akan bertahan tinggi dan pada minggu keempat demam akan turun perlahan. Bersamaan dengan munculnya gejala demam sering ditemukan pula keluhan gastrointestinal seperti muntah, mual , diare dan dan pada tahap lanjut terjadi konstipasi dan dapat muncul gambaran peritonitis akibat perforasi usus. Manifestasi gejala mental kadang-kadang mendominasi gambaran klinis, seperti konfusi, stupor, psikotik atau koma. Gejala lain yang tidak spesifik seperti batuk, malaise, sakit kepala, menggigil sering muncul pada awal perjalanan penyakit (Pastoor, 2007).
Baca lebih lanjut

52 Baca lebih lajut

UJI KONFIRMASI WIDAL POSITIF O TITER 1/640 DENGAN RAPID TEST IgM ANTI Salmonella typhi PADA PENDERITA SUSPEK DEMAM TIFOID - Repository Universitas Muhammadiyah Semarang

UJI KONFIRMASI WIDAL POSITIF O TITER 1/640 DENGAN RAPID TEST IgM ANTI Salmonella typhi PADA PENDERITA SUSPEK DEMAM TIFOID - Repository Universitas Muhammadiyah Semarang

Pemeriksaan baru untuk menunjang diagnosis demam tifoid yaitu rapid test IgM anti Salmonellatyphi yang lebih sensitif dan spesifik dibandingkan widal karena pada rapid test terdapat antigen LPS yang dapat mendeteksi Salmonella typhi secara spesifik. Hasil pemeriksaan AIM rapid test IgM anti Salmonella typhi yang memiliki sensitifitas dan spesifisitas 100% dari 30 sampel yang masuk dalam kriteria inklusi pada penelitian ini, didapatkan hasil pada pasien widal positif O titer 1/640 sebanyak 8 sampel (27%) positif IgM anti Salmonella typhi dan 22 sampel (73%) negatif IgM anti Salmonella typhi.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Daya Hambat Daun Asam Jawa (Tamarindus indica) Terhadap Pertumbuhan Salmonella typhi Penyebab Demam Tifoid

Daya Hambat Daun Asam Jawa (Tamarindus indica) Terhadap Pertumbuhan Salmonella typhi Penyebab Demam Tifoid

Diameter zona hambat disk yang berisi ekstrak daun asam jawa dibandingkan dengan zona hambat yang terdapat pada kontrol positif yaitu kloramfenikol 30 µg/disk sebesar 35 mm, maka zona hambat ekstrak daun asam jawa terhadap S. typhi BA07.4 lebih kecil. Meski demikian, maserasi dan infusa daun asam jawa memiliki potensi sebagai antibakteri karena mampu menghambat pertumbuhan S. typhi BA07.4 yang ditunjukkan dengan adanya zona hambat disekitar disk.

6 Baca lebih lajut

Uji Resistensi dan Sensitivitas Bakteri Salmonella thypi Pada Orang Yang Sudah Pernah Menderita Demam Tifoid Terhadap Antibiotik | Indang | Biocelebes 3901 12419 1 PB

Uji Resistensi dan Sensitivitas Bakteri Salmonella thypi Pada Orang Yang Sudah Pernah Menderita Demam Tifoid Terhadap Antibiotik | Indang | Biocelebes 3901 12419 1 PB

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dalam uji resistensi dan sensitivitas bakteri Salmonella thypi pada orang yang pernah menderita demam tifoid terhadap antibiotikdapat disimpulkan bahwa bakteri Salmonella thypi resisten terhadap 4 jenis antibiotik yaitu Ampicillin, Amoxicillin, Cepalexin, dan Chloram- phenicol, dan bakteri Salmonella thypi sensitif terhadap 4 jenis antibiotik yaitu Cefoperazone, Cefatoxime, Ceftazidime, dan Ceftriaxone.Hasil zona daya hambat yang diperoleh yaitu untuk antibiotik Ampicillin 5,95 mm, Amoxicillin 6,9 mm, Cepalexin 7,9 mm, Chloramphenicol 8,1 mm, Amikacin 15,71 mm, Fosfomycin 19,55 mm, Cefatoxime 21,35 mm, Ceftazidime 22,6 mm, Cefoperazone 23,4 mm, dan Ceftriaxone 25,95 mm.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Deteksi dan Karakterisasi Senyawa Antimikroba Pada Tubuh Pheretima javanica terhadap Salmonella typhi dan Staphylococcus aureus

Deteksi dan Karakterisasi Senyawa Antimikroba Pada Tubuh Pheretima javanica terhadap Salmonella typhi dan Staphylococcus aureus

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang berjudul “Deteksi dan Karakterisasi Senyawa Antimikroba Pada Tubuh Pheretima javanica terhadap Salmonella typhi dan Staphylococcus aureus” adalah benar-benar hasil karya sendiri, kecuali jika disebutkan sumbernya dan belum pernah diajukan pada instansi manapun, serta bukan karya jiplakan. Saya bertanggung jawab atas keabsahan dan kebenaran isinya sesuai dengan sikap ilmiah yang harus dijunjung tinggi.

18 Baca lebih lajut

Perbandingan Pemeriksaan IgM Anti Salmonella typhi dengan Metode ICT dan ELISA pada Pasien Widal Positif

Perbandingan Pemeriksaan IgM Anti Salmonella typhi dengan Metode ICT dan ELISA pada Pasien Widal Positif

Bakteri Salmonella enterica serovar typhi (S.typhi) merupakan bakteri Gram negatif yang bersifat patogen fakultatif intraseluler, yang masuk kedalam tubuh manusia dan menyebabkan penyakit infeksi sistemik akut yang disebut demam tifoid. Deteksi dini antibodi anti S.typhi masih merupakan tantangan dalam penegakan diagnosis laboratorium demam tifoid.

23 Baca lebih lajut

DETEKSI DAN KARAKTERISASI SENYAWA ANTIMIKROBA PADA TUBUH Pheretima javanica TERHADAP Salmonella typhi DAN Staphylococcus aureus

DETEKSI DAN KARAKTERISASI SENYAWA ANTIMIKROBA PADA TUBUH Pheretima javanica TERHADAP Salmonella typhi DAN Staphylococcus aureus

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala limpahan, rahmat, taufik dan hidayah-Nya, atas kehendak-Nya penulis dapat menyelesaikan penulisan Karya Tulis Ilmiah (Skripsi) yang berjudul “Deteksi dan Karakterisasi Senyawa Antimikroba pada Tubuh Pheretima javanica terhadap Staphylococcos aureus dan Salmonella typhi”.

18 Baca lebih lajut

FAKTOR VIRULENSI Salmonella enterica SEROVAR TYPHI.

FAKTOR VIRULENSI Salmonella enterica SEROVAR TYPHI.

Salmonella adalah penyebab utama dari penyakit yang disebarkan melalui makanan (foodborne diseases).Pada umumnya, serotipe Salmonella menyebabkan penyakit pada organ pencernaan. Salmonella typhi bisa berada dalam air, es, debu, sampah kering yang bila organisme ini masuk ke dalam vehicle yang cocok (daging, kerang dan sebagainya) akan berkembang biak mencapai dosis infeksi.

4 Baca lebih lajut

Konsep dan teori penyebab terjadinya pen

Konsep dan teori penyebab terjadinya pen

Suhu tubuh berangsung-angsur turun dan normal kembali di akhir minggu. Hal itu jika terjadi tanpa komplikasi atau berhasil diobati. Bila keadaan membaik, gejala-gejala akan berkurang dan temperature mulai turun. Meskipun demikian justru pada saat ini komplikasi perdarahan dan perforasi cenderung untuk terjadi, akibat lepasnya kerak dari ulkus. Sebaliknya jika keadaan makin memburuk, dimana toksemia memberat dengan terjadinya tanda-tanda khas berupa delirium atau stupor, otot-otot bergerak terus, inkontinensia alvi dan inkontinensia urin. Meteorisme dan timpani masih terjadi, juga tekanan abdomen sangat meningkat diikuti dengan nyeri perut. Penderita kemudian mengalami kolaps. Jika denyut nadi sangat meningkat disertai oleh peritonitis lokal maupun umum, maka hal ini menunjukkan telah terjadinya perforasi usus sedangkan keringat dingin, gelisah, sukar bernapas dan kolaps dari nadi yang teraba denyutnya member gambaran adanya perdarahan. Degenerasi miokardial toksik merupakan penyebab umum dari terjadinya kematian penderita demam tifoid pada minggu ketiga.
Baca lebih lanjut

47 Baca lebih lajut

PROPORSI PEMERIKSAAN IgM ANTI Salmonella typhi O9 POSITIF MENGGUNAKAN TUBEX DENGAN PEMERIKSAAN WIDAL POSITIF PADA PASIEN KLINIS DEMAM TIFOID AKUT DI RSUD Dr. H. ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG

PROPORSI PEMERIKSAAN IgM ANTI Salmonella typhi O9 POSITIF MENGGUNAKAN TUBEX DENGAN PEMERIKSAAN WIDAL POSITIF PADA PASIEN KLINIS DEMAM TIFOID AKUT DI RSUD Dr. H. ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG

Masa tunas demam tifoid berlangsung antara 10 – 14 hari (Sudoyo A.W., 2010). Demam tifoid memiliki gejala klinik yang bervariasi dan tidak khas, dari sangat ringan sampai berat dengan komplikasi yang berbahaya (KMK 2006; Intan M.F., 2010). Gejala klinik demam tifoid yang timbul pada minggu pertama sakit yaitu berupa keluhan demam, nyeri kepala, pusing, nyeri otot, anoreksia, mual, muntah, obstipasi atau diare, perasaan tidak enak di perut, dan dapat disertai batuk atau ditemukan adanya epistaksis. Gejala klinik demam tifoid pada minggu kedua akan tampak semakin jelas, yaitu berupa demam, bradikardia relatif, lidah yang berselaput, hepatomegali, splenomegali, meteroismus, somnolen, stupor, koma, delirium, atau psikosis. Demam tifoid bila tidak ditangani dengan baik, dapat mengakibatkan komplikasi seperti perdarahan intestinal, perforasi usus, trombositopenia, koagulasi vaskular diseminata, hepatitis tifosa, miokarditis, pankreatitis tifosa, hingga kematian (Sudoyo A.W., 2010; Intan M.F., 2010).
Baca lebih lanjut

57 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...