Top PDF Diplomasi Indonesia terhadap Unesco dalam Meresmikan Subak sebagai Warisan Budaya Dunia

Diplomasi Indonesia terhadap Unesco dalam Meresmikan Subak sebagai Warisan Budaya Dunia

Diplomasi Indonesia terhadap Unesco dalam Meresmikan Subak sebagai Warisan Budaya Dunia

kepada UNESCO untuk mendapatkan pengakuan sebagai warisan budaya dunia. Dan adanya upaya pemerintah untuk membangkitkan kesadaran masyarakat Indonesia khususnya masyarakat lokal akan pentingnya menjaga dan melestarikan budaya asli Indonesia sebagai cerminan dan jati diri bangsa. Upaya yang dilakukan Indonesia dalam memperjuangkan Subak ini menggunakan seluruh track/jalur. Dalam ilmu hubungan internasional istilah ini dikenal dengan Multi-track Diplomacy. Pemerintah bekerja sama dengan lembaga satuan petani subak dan juga kementrian pariwisata dan ekonomi kreatif untuk melakukan berbagai upaya agar nilai dan makna subak tidak lenyap oleh pengaruh globalisai dan moderniasi serta pengaruh budaya luar yang masuk ke Indonesia dengan berbagai kegiatan, baik itu seminar, diskusi dan pameran Subak, dan dengan didirikannya museum subak yang berisikan sejarah serba-serbi Subak, untuk mulai mengajukan subak agar masuk kedalam nominasi Daftar Representatif Warisan Budaya Tak Benda. Diawali dengan pengajuan Pemerintah Provinsi Bali pada tahun 2000 dengan misi gabungan antara Pemerintah Indonesia, UNESCO dan world bank. Pengusulan tahun 2000 ini dalam bentuk single nomination yang terdiri dari 3 diawali dari joint mission antara pemerintah Indonesia, UNESCO dan World Bank. Pengusulan dalam bentuk nominasi tunggal(single nomination) yang terdiri dari 3 wilayah subak yaitu : situs Jatiluwuh, Situs Taman Ayun, dan DAS Pakerisan. Pengusulan pertama ini adalah pemeriksaan tahap awal oleh UNESCO, karena dalam persyaratan masuk dalam nominasi warisan budaya tak benda harus melalui penyaringan- penyaringan berkas dan dokumen terlebih dahulu dan ada standar-standar yang harus dipenuhi.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Diplomasi Indonesia terhadap UNESCO dalam Meresmikan Noken sebagai Warisan Budaya Indonesia Tahun 2012

Diplomasi Indonesia terhadap UNESCO dalam Meresmikan Noken sebagai Warisan Budaya Indonesia Tahun 2012

Dengan segala pertimbangan maka akhirnya Noken atau tas rajutan khas Papua akhirnya diakui sebagai Warisan Budaya Dunia Tak Benda dalam Sidang UNESCO di Paris, Prancis pada tanggal 2 Desember 2012 lalu. Keputusan itu diketuk palu oleh Arley Gill dari Grenada yang menjadi ketua Sidang Komite Antar-Pemerintah ke-7 untuk Perlindungan Warisan Budaya Takbenda dan pengakuan UNESCO ini akan mendorong upaya melindungi dan mengembangkan warisan budaya Noken, yang dimiliki oleh lebih dari 250 suku bangsa di Provinsi Papua dan Papua Barat.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PARTISIPASI PETANI DALAM PENGELOLAAN WARISAN BUDAYA DUNIA CATUR ANGGA BATUKARU.

PARTISIPASI PETANI DALAM PENGELOLAAN WARISAN BUDAYA DUNIA CATUR ANGGA BATUKARU.

Lanskap Budaya Provinsi Bali merupakan Situs Warisan Budaya Dunia yang diakui oleh UNESCO di tahun 2012. Situs tersebut terletak di Provinsi Bali dan terdiri dari empat kawasan yaitu Pura Ulun Danu Batur dan Danau Batur, Pura Taman Ayun, Daerah Aliran Sungai (DAS) Pakerisan, dan Catur Angga Batukaru. Keempat kawasan dalam Lanskap Budaya Provinsi Bali dianggap mampu merefleksikan filosofi Tri Hita Karana dalam sistem pengairan tradisional, subak, pada sistem pertanian di Bali. Penerapan filosofi Tri Hita Karana dalam sistem pertanian di Bali telah berlangsung selama berabad-abad dan mampu menciptakan tidak saja keindahan bentang alam sawah berundak, tetapi juga kebudayaan pertanian yang kuat.Akan tetapi, derasnya arus pembangunan dan pariwisata di Bali mengancam keberadaan dan keberlangsungan sistem pengairan tradisional subak.Diakuinya Lanskap Budaya Provinsi Bali sebagai Situs Warisan Budaya Dunia merupakan salah satu upaya pemerintah untuk melindungi dan melestarikan sistem pengairan subak di Bali.Pemberian status Warisan Budaya Dunia menyebabkan Pemerintah Indonesia harus menerapkan ketentuan pengelolaan yang diberlakukan oleh UNESCO.Penelitian ini hendak melihat partisipasi petani dalam pengelolaan Situs Lanskap Budaya Provinsi Bali dengan memfokuskan penelitian pada kawasan Catur Angga Batukaru di Kabupaten Tabanan.Kawasan ini dipilih karena merupakan kawasan terluas dengan tingkat kompleksitas ekologi paling lengkap dibandingkan dengan kawasan lainnya dalam Lanskap Budaya Provinsi Bali.Penelitian ini menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif untuk melengkapi data dan informasi yang dibutuhkan dalam memahami partisipasi petani dalam pengelolaan kawasan Catur Angga Batukaru.Data kuantitatif diperoleh dari kuesioner berisi pertanyaan dan wawancara terstruktur untuk memperoleh pendapat dan gagasan dari petani yang dapat dituangkan dalam perencanaan pengelolaan dan pelestarian Catur Angga Batukaru.Data kualitatif berasal dari observasi dan analisa informasi yang diperoleh dengan teknik perencanaan partisipatif (participatory planning).Penelitian ini diharapkan mampu menjadi acuan pengelolaan berbasis masyarakat
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

PERAN DIPLOMASI HIBRIDA DALAM MEMPROMOSIKAN BATIK INDONESIA SEBAGAI WARISAN BUDAYA DUNIA

PERAN DIPLOMASI HIBRIDA DALAM MEMPROMOSIKAN BATIK INDONESIA SEBAGAI WARISAN BUDAYA DUNIA

Upaya aktor tradisional mempromosikan batik sebagai ikon Indonesia yang mendunia mulai menampakkan hasil. Sejak batik mendapatkan pengakuan UNESCO sebagai Intangible Cultural Heritages (kekayaan tak benda) pada 2009 lalu, yang dilanjutkan pencanangan Hari Batik Nasional oleh pemerintah mulai 2010, industri batik Indonesia kian menggeliat. Diplomasi budaya melalui pemakaian batik dalam ajang-ajang internasional juga gencar dilakukan. Dengan demikian, pasar batik akan terus meluas sehingga bisa meningkatkan devisa dan menggerakkan ekonomi rakyat. Batik kian digemari semua kalangan. Ekspornya pun terus meningkat pesat, tidak hanya dalam bentuk produk sandang melainkan juga produk kerajinan untuk keperluan rumah tangga.
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

Diplomasi Indonesia Terhadap Unesco Dalam Meresmikan Tari Saman Sebagai Warisan Budaya Indonesia

Diplomasi Indonesia Terhadap Unesco Dalam Meresmikan Tari Saman Sebagai Warisan Budaya Indonesia

Setelah melalui proses yang panjang, akhirnya perjuangan indonesia membuahkan hasil. Dipatenkannya Tari Saman di sampaikan dalam sebuah sidang akbar. Sidang UNESCO itu dibuka pada 22 November 2011 malam oleh Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono didampingi Direktur Jenderal UNESCO Madame Irina Bokova, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, Perwakilan Pemerintah Provinsi Bali, dan Wakil Direktur-Jenderal Bidang Kebudayaan UNESCO, Franceso Bandarin. Melalui sidang tersebut, tepat pukul 09.47 WITA Seni Budaya Tari Saman dari Gayo Lues dan sekitarnya di Provinsi Aceh resmi masuk ke dalam Daftar Warisan Budaya Tak Benda yang memerlukan pelindungan mendesak UNESCO pada tanggal 24 November 2011. Tanggal 24 November dikenal sebagai Hari Tari Saman.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Kebijakan Pemerintah Indonesia dalam Mempertahankan Irigasi (Subak) di Lingkungan Masyarakat Bali Pasca Diresmikan sebagai Warisan Budaya

Kebijakan Pemerintah Indonesia dalam Mempertahankan Irigasi (Subak) di Lingkungan Masyarakat Bali Pasca Diresmikan sebagai Warisan Budaya

Jatiluwih sebagai Warisan Budaya Dunia (World Cultural Heritage) dikarenakan memiliki potensi berupa subak yang diaktualisasikan dengan sawah berterasering yang sangat unik dan sangat berbeda dengan subak yang lainnya serta didukung oleh kehidupan masyarakatnya yang agraris religius dalam mendukung atau sebagai ujung tombak masyarakat Subak Jatiluwih. Hal inilah yang menjadi poin plus dari UNESCO untuk menetapkan Jatiluwih sebagai Warisan Budaya Dunia. Dalam perkembangannya, masyarakat Jatiluwih belum merasakan manfaat dari ditetapkannya Jatiluwih sebagai Warisan Budaya Dunia, sehingga masyarakat bersikap kurang tanggap terhadap hak dan kewajiban sebagai konsekuensi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia tersebut. Untuk itu, perlu dicarikan jalan keluar agar status Warisan Budaya Dunia tersebut benar ±benar dirasakan manfaat positifnya oleh masyarakat Jatiluwih, khususnya masyarakat subak. Konsekuensi Jatiluwih sebagai Warisan Budaya Dunia adalah bahwa Jatiluwih mulai banyak dikunjungi oleh wisatawan, baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara untuk melihat secara langsung keindahan sawah berterasering dan sistem subaknya tersebut. Dengan adanya kreativitas dari masyarakat Subak Jatiluwih akan dapat memberikan kontribusi terhadap kepariwisataan Jatiluwih secara umum dalam mendukung Jatiluwih sebagai Warisan Budaya Dunia. Dengan demikian, masyarakat lokal merasa mendapatkan manfaat dari perkembangan pariwisata di Jatiluwih dan adanya status Warisan Budaya Dunia tersebut. Di samping itu, kelestarian subak beserta sawah berterasering yang dijiwai Agama Hindu juga dapat dipertahankan.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Partisipasi Petani dalam Pengelolaan Warisan Budaya Dunia Catur Angga Batukaru.

Partisipasi Petani dalam Pengelolaan Warisan Budaya Dunia Catur Angga Batukaru.

pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat setelah ditandatanganinya perjanjian antara masyarakat Lihir, pemerintah, dan Lihir Management Company (LMC) (Bainton, et al, 2011:88). Akan tetapi, perjanjian yang ditandatangani di tahun 1995 tersebut tidak secara jelas memberikan pembagian hasil pertambangan untuk masyarakat Lihir, serta bagaimana bentuk tanggung jawab dari perusahaan pengelolaan tambang LMC dan Pemerintah Papua Nugini (Filler, 1997). Perjanjian tersebut juga tidak memberikan bentuk pengelolaan pelestarian kawasan dan warisan masyarakat Lihir yang akan dilakukan (Bainton, et al, 2010:89). Tahun 2007, Stepwise Heritage and Tourism dikontrak oleh Lihir Gold Limited (LGL), yang menggantikan LMC di tahun 2005, untuk memfasilitasi workshop pengelolaan pelestarian kawasan dan budaya dengan masyarakat Lihir dan mendokumentasikan hasil yang diperoleh. Stepwise Heritage and Tourism menggunakan pendekatan SSH dan mendapatkan bahwa ada lima hal yang dipercaya oleh masyarakat setempat menjadi dasar dalam pengelolaan pelestarian warisan budaya lokal. Kelima hal tersebut terdiri dari: men’s house institutions, custom law, language, matrilineal clan system, danleadership. Semuanya dirangkum dalam sebuah Perencanaan Warisan Budaya Lihir yang dijadikan acuan dasar dalam pembuatan kebijakan pengelolaan pelestarian kawasan dan budaya di Pulau Lihir (Bainton, et al, 2011).
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

Partisipasi Petani dalam Pengelolaan Warisan Budaya Dunia Catur Angga Batukaru.

Partisipasi Petani dalam Pengelolaan Warisan Budaya Dunia Catur Angga Batukaru.

Lansing, J. Stephen, Yunus Arbi, dan D.A. Wiwik Dharmiasih. (2011). “The Proposal to Create a UNESCO World Heritage Cultural Landscape: Celebrating the Subaks and Water Temples of Bali” dalam Bali dalam Proses Pembentukan Karakter Bangsa, editor: I Nyoman Darma Putra dan I Gde Pitana, Pustaka Larasan, Denpasar.

1 Baca lebih lajut

Diplomasi total sebagai upaya pencitraan Indonesia di dunia International

Diplomasi total sebagai upaya pencitraan Indonesia di dunia International

Proses globalisasi dan revolusi informasi sebagai fenomena besar yang terus bergulir, telah mendorong perubahan- perubahan mendasar pada tatanan dan ruang pada sebuah negara tidak terkecuali Indonesia. Dampak yang paling kita rasakan dari proses globalisasi adalah semakin eratnya saling ketergantungan antar-negara dan antar-masalah. Sementara itu, revolusi informasi telah membuat dunia terasa semakin kecil, dengan lintas informasi yang semakin cepat, dalam jumlah besar, dan global jangkauannya. Manifestasinya sangat terasa dalam kehidupan keseharian kita, yaitu semakin menyempitnya jarak ruang dan jarak waktu. Kedua fenomena itu bukan saja menghadirkan banyak manfaat dan peluang, tetapi juga membawa potensi bencana.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Partisipasi Petani Dalam Pengelolaan Warisan Budaya Dunia Catur Angga Batukaru.

Partisipasi Petani Dalam Pengelolaan Warisan Budaya Dunia Catur Angga Batukaru.

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif analitik dengan metode kualitatif yang memberikan perhatian pada data ilmiah dan data dalam hubungannya dengan konteks keberadaannya (Ratna, 2008:47-48). Ciri-ciri penelitian kualitatif adalah: (1) memberikan perhatian utama pada makna dan pesan, sesuai dengan hakikat obyek, yaitu sebuah studi kultural; (2) lebih mengutamakan proses dibandingkan dengan hasil penelitian sehingga makna selalu berubah; (3) tidak ada jarak antara subyek peneliti dan obyek peneliti, subyek peneliti sebagai instrumen utama sehingga terjadi interaksi langsung diantaranya; (4) desain dan kerangka penelitian bersifat sementara sebab penelitian bersifat terbuka; dan (5) penelitian bersifat ilmiah, terjadi dalam konteks sosial budaya masing-masing (Ratna, 2008:47-48). Metode kualitatif pada dasarnya digunakan untuk menghasilkan data tentang pengalaman seseorang dan makna-makna tindakan yang dilakukan oleh aktor sosial.Penelitian kualitatif juga mengacu pada karakteristik, simbol, dan deskripsi unit analisa yang diteliti (Berg, 1989:3). Metode kuantitatif yang dipakai adalah untuk melihat praktek-praktek dan nilai-nilai petani dalam pengelolaan kawasan dan tantangan yang dihadapi dalam sistem pengelolaan tersebut.Metode ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner dan melakukan wawancara terstruktur kepada petani di kawasan Catur Angga Batukaru.Masukdan dan gagasan yang diperoleh dapat digunakan untuk mengidentifikasi pemangku kepentingan yang terlibat dalam pengelolaan kawasan Catur Angga Batukaru dan untuk merumuskan rencana pengelolaan kawasan secara berkelanjutan.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT JATILUWIH, POTENSI WARISAN BUDAYA DUNIA.

KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT JATILUWIH, POTENSI WARISAN BUDAYA DUNIA.

Agar dapat menyusun perencanaan seperti itu serta melaksanakan, maka konsep Tri Hita Karana dan konsep-konsep lain yang sejalan dengan itu perlu dipahami dan diimplementasikan secara sungguh-sungguh. Tanpa demikian bukan tidak mungkin akan timbul berbagai masalah yang mengganggu langkah pencapaian tujuan pengelolaan Subak Jatiluwih sebagai WBD, yakni melestarikan lingkungan alam dan budaya setempat. Dikatakan demikian karena sebagaimana dikemukakan oleh Basrowi dan Sukidin (2003), Mustain (2007), dan Yunita (1986), bahwa setiap manusia yang bersifat rasional akan memiliki motivasi kuat untuk melakukan suatu kegiatan yang menjanjikan keuntungan bagi dirinya sendiri. Dilihat dari perspektif teori pertukaran, maka keuntungan dalam konteks teori rasionalitas itu lebih mengarah kepada keuntungan finansial berupa uang tunai sebagai hasil dari pertukaran. Dalam konteks ini pendapat Damsar (2006 : 33), penting untuk dicermati, yakni sebagai berikut.
Baca lebih lanjut

44 Baca lebih lajut

Upaya perlindungan warisan budaya yang telah terdaftar dalam ICH UNESCO : pengungkapan arti dan makna syair tari saman

Upaya perlindungan warisan budaya yang telah terdaftar dalam ICH UNESCO : pengungkapan arti dan makna syair tari saman

P uji Syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas selesainya laporan penelitian isu aktual terkait dengan “Upaya Pelindungan Warisan Budaya Yang Telah Terdaftar Dalam ICH UNESCO: Pengungkapan Arti Dan Makna Syair Tari Saman”. Penelitian ini sangat penting dan aktual mengingat semakin lama bahasa Gayo semakin ditinggalkan oleh generasi muda, dan teristimewa syair-syair yang mengiringi Tarian Saman semakin tidak dimengerti arti dan maknanya oleh generasi muda. Usaha penelitian ini tentu saja bermaksud untuk melestarikan bahasa daerah Gayo Lues sekaligus melestarikan syair-syair Tari Saman yang dilantunkan dengan memakai bahasa daerah Gayo Lues tersebut. Syair-syair Tari Saman dalam bahasa Gayo Lues ini juga sangat penting untuk ditafsirkan karena syair-syair tersebut penuh dengan nilai-nilai budaya yang dapat berfungsi sebagai pembentuk karakter serta menjadi identitas budaya masyarakat Gayo Lues.
Baca lebih lanjut

84 Baca lebih lajut

DIPLOMASI BUDAYA INDONESIA MELALUI BATIK

DIPLOMASI BUDAYA INDONESIA MELALUI BATIK

Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia adalah batik. Kata batik berasal dari bahasa jawa yaitu “amba” yang berarti menulis dan “nitik” berarti titik. Batik secara historis berasal dari zaman nenek moyang yang dikenal sejak abad XVII yang ditulis dan dilukis pada daun lontar. Saat itu pola atau motif batik masih didominasi dengan bentuk binatang dan tanaman. Dalam sejarah perkembangannya batik banyak mengalami perkembangan yaitu dari corak-corak lukisan binatang dan tanaman, beralih pada motif abstrak yang menyerupai awan, relief candi, wayang beber dan sebagainya. Melalui penggabungan corak lukisan dan seni dekorasi pakaian, muncul seni batik tulis seperti yang dikenalpada saat ini. 3
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Persepsi Masyarakat Jatiluwih Terhadap Ditetapkannya Jatiluwih Sebagai Warisan Budaya Dunia di Kabupaten Tabanan.

Persepsi Masyarakat Jatiluwih Terhadap Ditetapkannya Jatiluwih Sebagai Warisan Budaya Dunia di Kabupaten Tabanan.

Seni budaya yang dimiliki masyarakat Jatiluwih, seperti: joged, gong wanita, arja, topeng, wayang, sekaa shanti, sekaa angklung, dan lain-lain. Dengan kembali tergalinya seni budaya masyarakat tersebut, selanjutnya diintensifkan tentang pengelolaannya, sehingga dapat dijadikan atraksi wisata untuk wisatawan yang datang ke Daya Tarik Wisata Jatiluwih. Dengan demikian, wisatawan akan dapat memperpanjang masa kunjungannya dan lebih banyak membelanjakan uangnya pada Daya Tarik Wisata Jatiluwih. Atraksi wisata yang melibatkan masyarakat Jatiluwih secara langsung akan lebih memperkuat kesadaran masyarakat Jatiluwih
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Citra Indonesia Dimata Dunia - Gerakan Kebebasan Informasi Dan Diplomasi Publik.

Citra Indonesia Dimata Dunia - Gerakan Kebebasan Informasi Dan Diplomasi Publik.

Any entity which plays an identifiable role in international relations may be termed an actor. The Pope, the Secretary-General of the UN, British Petroleum, Botswana and the IMF are thus all actors. The terms is now widely used by both scholars and practitioners in international relations as it is a way of avoiding the obvious limitations of the word state. Although it lacks precision it does possess scope and flexibility. Its use also conveys the variety of personalities, organizations and institutions that play a role at present. Some authors have argued that, in effect, the system can be conceived of as a mixed actor model because the relative significance of the state has been reduced (Evans & Newham, 1998:4-5). Kegiatan Koalisi memperjuangkan aspek legal bagi kebebasan memperoleh informasi melalui sebuah undang-undang, dilakukan dengan melibatkan keikutsertaan masyarakat dalam negeri seperti melalui kegiatan regional public consultation, yaitu melakukan pertemuan dengan para pejabat pemerintah daerah dan para tokoh masyarakat di banyak daerah di Indonesia, melakukan diskusi, workshop, dengan kelompok-kelompok masyarakat tertentu seperti dengan mahasiswa, politisi, pengelola media massa, wartawan, pengusaha, dan dengan DPR RI, pejabat departemen, dan nondepartemen di tingkat pusat yang memiliki tugas dan fungsi yang berkaitan erat dengan kepentingan isu kebebasan informasi.
Baca lebih lanjut

366 Baca lebih lajut

DIPLOMASI PUBLIK JEPANG TERHADAP INDONESIA MELALUI BUDAYA POP JEPANG

DIPLOMASI PUBLIK JEPANG TERHADAP INDONESIA MELALUI BUDAYA POP JEPANG

menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya ilmiah yang berjudul “ Diplomasi Publik Jepang Terhadap Indonesia Melalui Budaya Pop Jepang ” adalah benar-benar hasil karya sendiri, kecuali kutipan yang sudah saya sebutkan sumbernya, belum pernah diajukan pada institusi mana pun, dan bukan karya jiplakan. Saya bertanggung jawab atas keabsahan dan kebenaran isinya sesuai dengan sikap ilmiah yang harus dijunjung tinggi.

15 Baca lebih lajut

Perbedaan antara Diplomasi Budaya dengan

Perbedaan antara Diplomasi Budaya dengan

Diplomasi merupakan salah satu instrumen penting dalam pelaksanaan kepentingan nasional suatu negara. Diplomasi bagaikan alat utama dalam pencapaian kepentingan nasional yang berkaitan dengan negara lain atau organisasi internasional. Melalui diplomasi inilah sebuah negara dapat membangun citra tentang dirinya. Dalam hubungan antar negara, pada umumnya diplomasi dikencarkan sejak tingkat paling awal sebuah negara hendak melakukan hubungan bilateral dengan negara lain hingga keduanya mengembangkan hubungan selanjutnya.

2 Baca lebih lajut

Diplomasi Publik Jepang Terhadap Indonesia Melalui Budaya Pop Jepang

Diplomasi Publik Jepang Terhadap Indonesia Melalui Budaya Pop Jepang

Dalam karya ilmiahnya ini penulis akan memfokuskan pembahasan materi pada alasan dan kepentingan diplomasi budaya pop Jepang terhadap Indonesia terkait dengan kepentingan ekonomi Jepang. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepentingan apa saja yang dimiliki Jepang dalam melakukan diplomasi publik terhadap Indonesia melalui budaya pop Jepang.

15 Baca lebih lajut

UPAYA DIPLOMASI INDONESIA MELALUI PROGRAM RUMAH BUDAYA INDONESIA DI BERLIN (JERMAN)

UPAYA DIPLOMASI INDONESIA MELALUI PROGRAM RUMAH BUDAYA INDONESIA DI BERLIN (JERMAN)

Menurut josep nye dalam tulisannya Public diplomacy and Soft Power” menjelaskan bahwa Soft power adalah “the ability to get what you want through attraction rather than through coercion or payments. 8 Dengan menggunakan soft power, pihak lain dapat melakukan hal yang menguntungkan kita tanpa kita meminta atau memaksanya untuk melakukan demikian. 9 soft power suatu negara bersumber dari budaya, nilai-nilai, dan kebijakan Wawasan mengenai soft power telah mengubah cara-cara berhubungann berbagai negara, di antaranya Korea Selatan,Jepang,Amerika Serikat,Jerman dan lain-lain. Negara-negara ini tidak hanya berhubungan di bidang militer dan ekonomi, tetapi juga melalui pameran-pameran kebudayaan, pemberian beasiswa, bahkan ekspor budaya mereka ke Negara-negara lain seperti tertuang dalam musik,film rumah budaya Jerman yaitu Goethe Institute dan lain-lain, ini membuktikan bahwa soft power sangat penting digunakan oleh Negara-negara maju karena soft power sudah dijadikan sebagai ajang promosi dan
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...