Top PDF Dominan H1 Otak Kanan H2 Otak Kiri

Dominan H1 Otak Kanan H2 Otak Kiri

Dominan H1 Otak Kanan H2 Otak Kiri

Mengetahui kemampuan otak anak pada usia 7 sampai 12 tahun sangat baik untuk membuat orang tua dan guru menjadi lebih selektif dalam menentukan metode pembelajaran yang cocok untuk diterapkan kepada anak. Dalam metode pembelajaran yang diterapkan oleh para orang tua dan guru kepada anak kebanyakan, merupakan metode yang sama, sedangkan kemampuan otak pada setiap anak berbeda. Melalui aplikasi ini kita dapat mengetahui kecenderungan kemampuan otak yang dimiliki oleh masing–masing anak, apakah itu cenderung ke otak kanan atau cenderung ke otak kiri. Melalui aplikasi ini juga dapat ditemukan solusi metode pembelajaran yang tepat untuk lebih mengembangkan bakat anak
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Aplikasi Metode Mann-Whitney Dalam Menentukan Ada Tidaknya Perbedaan Indeks Prestasi Antara Mahasiswa Dominan Otak Kanan Dan Mahasiswa Dominan Otak kiri

Aplikasi Metode Mann-Whitney Dalam Menentukan Ada Tidaknya Perbedaan Indeks Prestasi Antara Mahasiswa Dominan Otak Kanan Dan Mahasiswa Dominan Otak kiri

Irwan Widiatmoko dalam bukunya yang berjudul ”Super Great Memory” (2008) menyatakan pada umumnya manusia, khususnya di Indonesia lebih cenderung menggunakan otak kiri saja, terutama dalam mengingat. Ini sesuai penelitian Habibie Center bahwa hanya tiga persen pengguna otak kanan di Indonesia. Dan tentu saja ingatan tersebut tidak kuat atau ingatan tersebut menjadi jangka pendek sesuai dengan sifat otak kiri pada gambar diatas.

55 Baca lebih lajut

Karya Ilmiah Mengenai Kinerja Otak Kiri

Karya Ilmiah Mengenai Kinerja Otak Kiri

Bagi siswa SMA terdapat sistem penjurusan IPA dan IPS yang pada hakikatnya mengandalkan kedua fungsi otak. Namun, setelah terjadi perkembangan lahir suatu paradigma baru mengenai kedua jurusan ini dimana kebanyakan anak IPA cenderung memiliki pemikiran yang dominan pada belahan otak kirinya sedangkan anak IPS cenderung memiliki pemikiran dominan pada belahan otak kanannya. Dalam hal kompetisi kognitif, orang yang memiliki dominan pemikiran otak kiri seperti halnya anak IPA akan cenderung mudah untuk mendapatkan nilai optimal, sebaliknya dalam hal kompetisi afektif, orang yang memiliki dominan pemikiran otak kanan seperti halnya anak IPS akan cenderung mudah untuk mendapatkan nilai optimal.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

PERBANDINGAN KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIKA DALAM MEMECAHKAN MASALAH DITINJAU DARI OTAK KIRI ATAU OTAK KANAN.

PERBANDINGAN KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIKA DALAM MEMECAHKAN MASALAH DITINJAU DARI OTAK KIRI ATAU OTAK KANAN.

Agar suatu penelitian dapat memberikan hasil yang sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan, maka perlu adanya desain penelitian. Dalam melakukan penelitian, terlebih lagi untuk penelitian kuantitatif, salah satu langkah yang penting ialah membuat desain penelitian. Desain penelitian pada hakikatnya merupakan suatu strategi untuk mencapai tujuan penelitian yang telah ditetapkan dan berperan sebagai pedoman atau penuntun peneliti pada seluruh proses penelitian. 3 Penelitian ini akan membandingkan dan melihat perbedaan kemampuan koneksi matematika antara siswa yang dominan otak kiri dan siswa yang dominan otak kanan. Untuk sampel dengan kategori seimbang, maka sampel tersebut tidak diambil karena tidak masuk sebagai kriteria sampel. Desain penelitian ini digambarkan pada tabel berikut:
Baca lebih lanjut

71 Baca lebih lajut

Cara menyeimbangkan Otak kanan dan Kiri

Cara menyeimbangkan Otak kanan dan Kiri

Sebagaimana telah dijelaskan pada bagian sebelumnya bahwa, setiap individu memiliki kecenderungan untuk dominan pada salah satu dari dua belahan otak yang ada, bisa dominan pada fungsi belahan otak kanan, atau dominan pada fungsi belahan otak kiri. Individu yang dominan pada belahan otak kiri merupakan individu yang akan nampak teratur, mengerjakan sesuatu dengan aturan yang jelas, ia akan mengerjakan sesutu secara bertahap sebagaimana yang telah ia buat. Individu dengan dominasi otak kiri merupakan individu yang berpikir secara detail. Dalam melihat suatu masalah biasanya ia menganalisa secara mendalam dan rinci. Orang-orang dengan dominan pada belahan otak kiri biasanya merupakan pemikir yang serius dengan mengkaitkan pada logika dan penalaran yang rasional.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Model Pembelajaran Berbasis Proyek Otak

Model Pembelajaran Berbasis Proyek Otak

Adalah gelombang otak yang terjadi pada saat seseorang yang mengalami relaksaksi atau mulai istirahat dengan tanda- tanda mata mulai menutup atau mulai mengantuk. Anda menghasilkan gelombang alpha setiap akan tiduro tepatnya masa peralihan antara sadar dan tidak sadar. Fenomena alpha banyak dimanfaatkan oleh para pakar hypnosis untuk mulai memberikan sugesti kepada pasiennya. Orang yang memulai meditasi (meditasi ringan) juga menghasilkan gelombang alpha. Frekwensi alpha 8 -1. hz o merupakan frekwensi pengendalio penghubung pikiran sadar dan bawah sadar. Anda bisa mengingat mimpi Andao karena Anda memiliki gelombang alpha. Kabur atau jelas sebuah mimpi yang bisa Anda ingato tergantung kualitas dan kuantitas gelombang alpha pada saat Anda bermimpi.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Pengaruh Penyeimbangan Kerja Otak Kanan dan Otak Kiri terhadap Kemampuan Memahami Materi Pengenalan Berhitung Matematika Pada Siswa Kelas A R.a Tarbiyatussibyan Boyolangu - Institutional Repository of IAIN Tulungagung G) BAB V

Pengaruh Penyeimbangan Kerja Otak Kanan dan Otak Kiri terhadap Kemampuan Memahami Materi Pengenalan Berhitung Matematika Pada Siswa Kelas A R.a Tarbiyatussibyan Boyolangu - Institutional Repository of IAIN Tulungagung G) BAB V

kemampuan memahami materi pengenalan berhitung matematika pada siswa kelas A RA Tarbiyatussibyan. Hasil penelitian penyeimbangan kerja otak kanan dan otak kiri sangat membantu dalam pembelajaran matematika. Karena dengan adanya penerapan penyeimbangan kerja otak kanan dan otak kiri siswa dapat lebih mudah memahami konsep yang abstrak dalam

2 Baca lebih lajut

S TE 0707302 Chapter1

S TE 0707302 Chapter1

Dari gambar 1.1 di atas, tampak bahwa belahan otak kiri terutama berhubungan dengan aktifitas-aktifitas seperti bahasa, menulis, membaca, mendengar, menghitung, logika, analisis, urutan dll. Sementara belahan otak kanan berhubungan dengan hal-hal seperti kreatifitas, konseptual, seni/warna, musik, emosi, imajinasi dan sebagainya. Dalam menyimpan informasi, belahan otak kiri cenderung memiliki sifat memori jangka pendek sedangkan belahan otak kanan justru dapat menyimpan informasi dalam jangka waktu yang lama.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

SATUAN ACARA PENYULUHAN SAP PENDIDIKAN K

SATUAN ACARA PENYULUHAN SAP PENDIDIKAN K

Brain Excercise adalah serangkaian latihan gerak yang sederhana untuk memudahkan kegiatan belajar dan penyesuaian dengan tuntutan sehari-hari. Brain Excercise membuka bagian-bagian otak yang sebelumnya tertutup atau terhambat sehingga kegiatan belajar/bekerja berlangsung menggunakan seluruh otak atau whole brain (Ayinosa, 2009). Rangkaian gerakan yang dilakukan bisa memudahkan kegiatan dan memperbaiki konsentrasi belajar siswa, menguatkan motivasi belajar, meningkatkan rasa percaya diri, membangun harga diri, rasa kebersamaan, meningkatkan daya ingat dan membuat siswa lebih mampu mengendalikan stress.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Perbedaan Prestasi Belajar Matematika dengan dan Tanpa Pemberian Brain GYM pada Peserta Didik Kelas Xi IPS Tahun Ajaran 2012/2013 T2 942011013 BAB II

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Perbedaan Prestasi Belajar Matematika dengan dan Tanpa Pemberian Brain GYM pada Peserta Didik Kelas Xi IPS Tahun Ajaran 2012/2013 T2 942011013 BAB II

belakang dan depan tubuh, dan juga bagian belakang (occipital) dan depan otak (frontal lobe). Garis tengah partisipasi adalah garis bayangan vertikal di tengah tubuh (dilihat dari samping); tergantung partisipasi batin pada suatu kegiatan apakah seseorang berada di depan atau di belakang garis tersebut. Informasi diterima oleh otak bagian belakang (batang otak atau brainstem) yang merekam semua pengalaman, lalu informasi diproses dan diteruskan ke otak bagian depan untuk diekspresikan sesuai tuntutan dan keinginannya. Peserta didik yang mengalami kurang fokus (underfocused) disebut “kurang perhatian”, “kurang pengertian”, “terlambat bicara”, atau “hiperaktif”. Sementara sebagian lain adalah anak yang terlalu mengalami fokus lebih (overfocused) dan berusaha terlalu keras. Contoh gerakan untuk dimensi ini adalah burung hantu.
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

Perancangan Perpustakaan Dan Galeri Designer's Idea Center Dengan Konsep Visual Thinking.

Perancangan Perpustakaan Dan Galeri Designer's Idea Center Dengan Konsep Visual Thinking.

Dengan demikian, pada kesempatan tugas perancangan desain interior ini penulis tertarik untuk membuat fasilitas perpustakaan untuk desainer yang mampu memfasilitasi desainer dalam mencari ide, dengan menstimulasi otak kiri dan kanan secara unik dengan konsep desain yang akan diterapkan. Dengan dibuatnya konsep perpustakaan dan desain interior terintegrasi yang unik dan menarik maka desainer akan dapat terdorong untuk mengembangkan ide dan memacu kreativitasnya.

20 Baca lebih lajut

Pengaruh Penyeimbangan Kerja Otak Kanan dan Otak Kiri terhadap Kemampuan Memahami Materi Pengenalan Berhitung Matematika Pada Siswa Kelas A R.a Tarbiyatussibyan Boyolangu - Institutional Repository of IAIN Tulungagung F) BAB IV

Pengaruh Penyeimbangan Kerja Otak Kanan dan Otak Kiri terhadap Kemampuan Memahami Materi Pengenalan Berhitung Matematika Pada Siswa Kelas A R.a Tarbiyatussibyan Boyolangu - Institutional Repository of IAIN Tulungagung F) BAB IV

Prosedur yang peneliti lakukan dalam penelitian ini adalah dengan memberikan tes awal (Senin, 7 Mei 2012) berupa pre-test tentang materi pengenalan angka pada kedua kelompok yang hasilnya akan digunakan untuk melakukan uji homogenitas. Pada hari berikutnya (Selasa-Jum’at, 8-11 Mei 2012) siswa akan diberikan pelajaran matematika materi pengenalan berhitung matematika disesuaikan kondisi siswa dengan tetap memperhatikan kinerja kedua belahan otak yang diusahakan tetap seimbang. Untuk bagaimana proses pembelajaran yang berusaha menyeimbangkan kerja kedua belahan otak akan dijelaskan pada bagian pelaksanaan penelitian. Akhir penelitian (Sabtu, 12 Mei 2012) kedua kelompok akan diberikan post-test untuk mengetahui kemampuan siswa pada kedua kelompok tersebut dan hasilnya akan digunakan untuk mengukur uji T-test.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Pengaruh Penyeimbangan Kerja Otak Kanan dan Otak Kiri terhadap Kemampuan Memahami Materi Pengenalan Berhitung Matematika Pada Siswa Kelas A R.a Tarbiyatussibyan Boyolangu - Institutional Repository of IAIN Tulungagung C) BAB I

Pengaruh Penyeimbangan Kerja Otak Kanan dan Otak Kiri terhadap Kemampuan Memahami Materi Pengenalan Berhitung Matematika Pada Siswa Kelas A R.a Tarbiyatussibyan Boyolangu - Institutional Repository of IAIN Tulungagung C) BAB I

Sistem pembelajaran di sekolah TK ataupun RA umumnya meng-aktifasi otak kiri. Dengan hanya melihat kurikulumnya, terutama pelajaran matematika yang mempunyai porsi lebih banyak daripada pelajaran lainnya. Belum lagi pelajaran menghafal, juga merupakan pelajaran yang meng-aktifasi otak kiri dengan berpikir secara logis. Hal ini menyebabkan otak kurang seimbang, terutama pada otak kanan. Lemahnya otak kanan menyebabkan tidak kooperatif dan kreatif, anak mempunyai EQ (Emotional Quotient) lemah.

11 Baca lebih lajut

Hukum Dasar Otak kiri dan

Hukum Dasar Otak kiri dan

Ketika "otak rasional" kelelahan dan tidak dapat menuntaskan sebuah pekerjaan, maka "otak intuitif" akan melanjutkannya.. Otak dan hati berusaha dekat.[r]

1 Baca lebih lajut

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KONSEP DAN LANDASAN TEORI - Internalisasi Sempoa Dalam Kehidupan Masyarakat Tionghoa Di Kota Medan

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KONSEP DAN LANDASAN TEORI - Internalisasi Sempoa Dalam Kehidupan Masyarakat Tionghoa Di Kota Medan

KPO SEMPOA SIP Indonesia dalam buku yang berjudul Information Book of Sempoa. 2010. Buku ini membantu penulis dalam menelusuri sejarah sempoa, menjelaskan tentang keseimbangan otak kanan dan otak kiri, dan memuat sebuah penelitian tentang perbedaan tingkat kecerdasan anak-anak di Tiongkok yang menggunakan sempoa dengan anak-anak yang berada di Amerika Serikat yang menggunakan kalkulator dalam pelajaran berhitung.

8 Baca lebih lajut

FUNGSI KOGNITIF PASIEN STROKE ISKEMIK DENGAN MENGGUNAKAN MINI MENTAL STATE EXAMINATION (MMSE) DI POLI SARAF RSUD DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO MOJOKERTO

FUNGSI KOGNITIF PASIEN STROKE ISKEMIK DENGAN MENGGUNAKAN MINI MENTAL STATE EXAMINATION (MMSE) DI POLI SARAF RSUD DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO MOJOKERTO

Proses kognitif atau proses mental luhur adalah proses berfikir bersama-sama dengan mekanisme persepsi, belajar dan mengingat memberikan informasi untuk membuat keputusan, membentuk fungsi psikologis dan secara kolektif (Nugroho, 2004). Penurunan atau gangguan kognitif merupakan efek yang biasa terjadi pada stroke. Penurunan kognitif berkaitan erat dengan penurunan penampilan aktivitas hidup daripada defisit motorik (Aminah et al., 2008). Gangguan fungsi kognitif atau fungsi luhur yang terjadi berupa gangguan orientasi, perhatian, konsentrasi, daya ingat dan bahasa serta fungsi intelektual (Setyopranoto et al., 2000). Dilaporkan terdapat perbedaan bermakna terjadinya gangguan fungsi kognitif antara stroke hemoragik dan iskemik dengan lokasi hemisfer kiri. Di mana stroke iskemik lebih banyak menimbulkan gangguan fungsi kognitif daripada stroke hemoragik dengan lesi hemisfer kiri (Nugroho, 2004).
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Pengaruh Brain Gym Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VII Di SMP Islam Durenan Trenggalek - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Pengaruh Brain Gym Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VII Di SMP Islam Durenan Trenggalek - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

“Efektivitas Brain Gym dalam Mencerdaskan Matematis Siswa”, dalam http://Efektivitas Brain Gym terhadap Kecerdasan Matematis Siswa.. Bila Otak Kanan dan Otak Kiri Seimbang.[r]

2 Baca lebih lajut

ULANGAN HARIAN BAB I DAN BAB II

ULANGAN HARIAN BAB I DAN BAB II

a. saraf sensorik – rangsang – konduktor – saraf motorik – gerak b. saraf sensorik – rangsang – otak – saraf motorik – gerak c. rangsang – saraf sensorik – konduktor – saraf motorik – gerak d. rangsang – saraf sensorik – otak – saraf motorik – gerak

4 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu - Pengukuran Creative Intelligence pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumetera Utara

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu - Pengukuran Creative Intelligence pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumetera Utara

Pada zaman ini, pengetahuan atau kecerdasan bukanlah hal yang bisa selalu bertahan tanpa adanya kreativitas. Disaat pengetahuan tersendat, maka kreativitaslah yang akan bekerja (Sugiarto,2011). Kreatif akan membawa keseimbangan , kedalaman, dan kepekaan dalam pencarian intelektual. kreativitas berkaitan dengan tiga hal yaitu kemampuan untuk mengkombinasikan, memecahkan masalah, dan cerminan kemampuan operasional. Artinya, otak kanan dan otak kiri haruslah berjalan seimbang, dengan kata lain manusia harus secara kreatif menggunakan otak kiri dalam menyelesaikan masalah
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Show all 9362 documents...