Top PDF UJI EFEKTIVITAS BENZALKONIUM KLORIDA KONSENTRASI 0,001% DENGAN pH 4 (Terhadap Aktivitas Bakteri Staphylococcus aureus)

UJI EFEKTIVITAS BENZALKONIUM KLORIDA KONSENTRASI 0,001% DENGAN pH 4 (Terhadap Aktivitas Bakteri Staphylococcus aureus)

UJI EFEKTIVITAS BENZALKONIUM KLORIDA KONSENTRASI 0,001% DENGAN pH 4 (Terhadap Aktivitas Bakteri Staphylococcus aureus)

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas benzalkonium klorida konsentrasi 0,001% dan pengaruh pH terhadap efektivitas benzalkonium klorida sebagai pengawet pada sediaan steril terhadap aktivitas bakteri Staphylococcus aureus. Proses penelitian dilakukan dalam beberapa tahap mulai dari pengecekan identitas dan kemurnian bahan serta bakteri yang digunakan didasarkan pada Certificate of Analysis, pembuatan dapar asetat pH 4, pembuatan sediaan benzalkonium klorida konsentrasi 0,001%, pembuatan media uji, pembuatan kontrol positif dan negatif, pembuatan suspensi mikroba segar, pengenceran suspensi mikroba, perhitungan jumlah mikroba awal dengan metode Angka Lempeng Total (ALT), proses inokulasi bakteri ke dalam sediaan, dan proses perhitungan jumlah mikroba dalam sediaan.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

UJI EFEKTIVITAS BENZALKONIUM KLORIDA KONSENTRASI 0,001% DENGAN pH 5 (Terhadap Aktivitas Bakteri Staphylococcus aureus)

UJI EFEKTIVITAS BENZALKONIUM KLORIDA KONSENTRASI 0,001% DENGAN pH 5 (Terhadap Aktivitas Bakteri Staphylococcus aureus)

iv KATA PENGANTAR Assalamualaikum wr.wb. Puji syukur atas rahmat dan hidayah Allah SWT sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “UJI EFEKTIVITAS BENZALKONIUM KLORIDA KONSENTRASI 0,001% DENGAN pH 5 (Terhadap Aktivitas Bakteri Staphylococcus aureus )” untuk memenuhi salah satu persyaratan akademik dalam menyelesaikan Program Sarjana Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang.

21 Baca lebih lajut

SKRIPSI NADA AULIA UJI EFEKTIVITAS BENZALKONIUM KLORIDA KONSENTRASI 0,001% DENGAN

SKRIPSI NADA AULIA UJI EFEKTIVITAS BENZALKONIUM KLORIDA KONSENTRASI 0,001% DENGAN

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas benzalkonium klorida konsentrasi 0,001% dan pengaruh pH terhadap efektivitas benzalkonium klorida sebagai pengawet pada sediaan steril terhadap aktivitas bakteri Staphylococcus aureus. Proses penelitian dilakukan dalam beberapa tahap mulai dari pengecekan identitas dan kemurnian bahan serta bakteri yang digunakan didasarkan pada Certificate of Analysis, pembuatan dapar asetat pH 4, pembuatan sediaan benzalkonium klorida konsentrasi 0,001%, pembuatan media uji, pembuatan kontrol positif dan negatif, pembuatan suspensi mikroba segar, pengenceran suspensi mikroba, perhitungan jumlah mikroba awal dengan metode Angka Lempeng Total (ALT), proses inokulasi bakteri ke dalam sediaan, dan proses perhitungan jumlah mikroba dalam sediaan.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

UJI EFEKTIVITAS BENZALKONIUM KLORIDA KONSENTRASI 0,001% DENGAN pH 8 (Terhadap Aktivitas Bakteri Staphylococcus aureus)

UJI EFEKTIVITAS BENZALKONIUM KLORIDA KONSENTRASI 0,001% DENGAN pH 8 (Terhadap Aktivitas Bakteri Staphylococcus aureus)

iv KATA PENGANTAR Puji syukur atas rahmad dan hidayah Allah SWT sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “ EFEKTIFITAS BENZALKONIUM KLORIDA KONSENTRASI 0,001% DALAM pH 8 (Terhadap Aktivitas Bakteri Staphylococcus aureus )” untuk memenuhi salah satu persyaratan akademik dalam menyelesaikan Program Sarjana Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang.

18 Baca lebih lajut

SKRIPSI NIKEN RETNO PALUPI UJI EFEKTIVITAS BENZALKONIUM KLORIDA. KONSENTRASI 0,001% DENGAN ph 8 PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS ILMU KESEHATAN

SKRIPSI NIKEN RETNO PALUPI UJI EFEKTIVITAS BENZALKONIUM KLORIDA. KONSENTRASI 0,001% DENGAN ph 8 PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS ILMU KESEHATAN

Puji syukur atas rahmad dan hidayah Allah SWT sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “EFEKTIFITAS BENZALKONIUM KLORIDA KONSENTRASI 0,001% DALAM pH 8 (Terhadap Aktivitas Bakteri Staphylococcus aureus)” untuk memenuhi salah satu persyaratan akademik dalam menyelesaikan Program Sarjana Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang.

15 Baca lebih lajut

UJI EFEKTIVITAS BENZALKONIUM KLORIDA KONSENTRASI 0,001% DENGAN pH 7 (Terhadap Aktivitas Bakteri Staphylococcus aureus) PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2016

UJI EFEKTIVITAS BENZALKONIUM KLORIDA KONSENTRASI 0,001% DENGAN pH 7 (Terhadap Aktivitas Bakteri Staphylococcus aureus) PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2016

3 sediaan tetes mata tetapi dengan menggunakan pH yang mendekati pH optimum pertumbuhan bakteri. Dengan demikian akan diketahui masih efektif atau tidak benzalkonium dengan konsentrasi terkecil dan menggunakan pH netral dalam menghambat pertumbuhan bakteri. Sehingga pada uraian diatas dilakukan penelitian “Uji Efektivitas Pengawet Benza lkonium Klorida 0,001% b/v terhadap aktivitas bakteri Staphylococcus aureus dengan pH 7”.

20 Baca lebih lajut

UJI EFEKTIVITAS BENZALKONIUM KLORIDA KONSENTRASI 0,025% b/v DENGAN pH 4 (Terhadap Aktivitas Bakteri Pseudomonas aeruginosa)

UJI EFEKTIVITAS BENZALKONIUM KLORIDA KONSENTRASI 0,025% b/v DENGAN pH 4 (Terhadap Aktivitas Bakteri Pseudomonas aeruginosa)

Pengawet yang sering digunakan pada sediaan adalah benzalkonium klorida karena memiliki rentang pH yang luas, spektrum luas, toksisitas rendah dan relatif stabil. Benzalkonium klorida memiliki rentang konsentrasi yaitu 0,01%-0,02%. Tetapi dalam rentang konsentrasi tersebut benzalkonium klorida tidak efektif terhadap beberapa bakteri, salah satunya adalah Pseudomonas aeruginosa. Sehingga, perlu dilakukan peningkatan konsentrasi dan modifikasi pH agar dapat menghambat aktivitas bakteri Pseudomonas aeruginosa.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

SKRIPSI ATHIRAH RIANDITA UJI EFEKTIVITAS BENZALKONIUM KLORIDA KONSENTRASI 0,001% DENGAN

SKRIPSI ATHIRAH RIANDITA UJI EFEKTIVITAS BENZALKONIUM KLORIDA KONSENTRASI 0,001% DENGAN

4. Bapak Drs. Sugiyartono, MS., Apt. selaku pembimbing I dan Ibu Arina Swastika Maulita, S.Farm., Apt. selaku pembimbing II yang dengan ikhlas dan sabar membimbing saya dalam mengerjakan skripsi ini sampai selesai. 5. Bapak Drs. H. Achmad Inoni, Apt. dan Ibu Dian Ermawati, S.Farm.,

17 Baca lebih lajut

SKRIPSI YUDHA SASMITA RACHMAN UJI EFEKTIVITAS BENZALKONIUM KLORIDA KONSENTRASI 0,001% DENGAN

SKRIPSI YUDHA SASMITA RACHMAN UJI EFEKTIVITAS BENZALKONIUM KLORIDA KONSENTRASI 0,001% DENGAN

Sediaan Steril adalah sediaan yang bebas dari mikroorganisme hidup, baik bentuk vegetatif maupun spora Untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme diperlukan pengawet. Pengawet merupakan suatu bahan yang dapat mengganggu pertumbuhan dan metabolisme mikroorganisme. Pemakaiannya merupakan suatu usaha untuk mengendalikan bakteri maupun jamur, yaitu segala kegiatan yang dapat menghambat, membasmi, atau menyingkirkan mikroorganisme. Salah satu bakteri yang dapat mengkontaminasi sediaan steril yaitu Staphylococcus aureus. Penambahan pengawet sangat penting pada sediaan farmasi multiguna atau sediaan yang rentan menjadi media perkembangbiakan mikroorganisme. Pengawet ditambahkan pada produksi obat-obatan steril, seperti tetes mata dan sediaan injeksi dosis ganda, dan juga untuk sediaan nonsteril, seperti sediaan oral, krim, gel, suppositoria, dan kapsul yang mengandung cairan. Benzalkonium klorida merupakan pengawet yang sering digunakan karena toksisitasnya rendah, tidak korosif dan memiliki rentang pH yang luas.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

UJI EFEKTIVITAS BENZALKONIUM KLORIDA KONSENTRASI 0,025% b/v DENGAN pH 5 (Terhadap Aktivitas Bakteri Pseudomonas aeruginosa)

UJI EFEKTIVITAS BENZALKONIUM KLORIDA KONSENTRASI 0,025% b/v DENGAN pH 5 (Terhadap Aktivitas Bakteri Pseudomonas aeruginosa)

Aktivitas daya hambat benzalkonium klorida meningkat dengan pH, ia memiliki range aktivitas antimikrobanya pada pH 4 – 10 (Rowe, et al., 2009). Perubahan pH juga berpengaruh terhadap kereaktifan gugus asam atau basa pada permukaan sel atau dalam sel mikroorganisme. Dengan meningkatnya pH atau bertambah basa media, kadar anion sel akan bertambah besar sehingga meningkatkan aktivitas obat yang bersifat kation aktif. Benzalkonium klorida merupakan antibakteri yang bersifat basa lemah, dengan meningkatnya pH, sifat ionisasi bertambah kecil, bentuk tak terionisasinya semakin besar, sehingga jumlah obat yang menembus membran biologis bertambah besar pula (Siswandono dan Soekarjo, 2011).
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

UJI EFEKTIVITAS BENZALKONIUM KLORIDA KONSENTRASI 0,025% DENGAN pH 7 (Terhadap Aktivitas Bakteri Pseudomonas aeruginosa)

UJI EFEKTIVITAS BENZALKONIUM KLORIDA KONSENTRASI 0,025% DENGAN pH 7 (Terhadap Aktivitas Bakteri Pseudomonas aeruginosa)

3. Drs. H. Achmad Inoni, Apt selaku Tim Penguji yang memberikan saran, masukan dan kritik yang telah membangun terhadap skripsi yang telah saya kerjakan. 4. Dian Ermawati, S.Farm., M.Farm., Apt, selaku Tim Penguji sekaligus Dosen Wali yang telah meluangkan banyak waktunya untuk membimbing saya sejak semester awal hingga skripsi ini terselesaikan.

20 Baca lebih lajut

UJI EFEKTIVITAS BENZALKONIUM KLORIDA KONSENTRASI 0,025% DENGAN pH 6 (Terhadap Aktivitas Bakteri Pseudomonas aeruginosa)

UJI EFEKTIVITAS BENZALKONIUM KLORIDA KONSENTRASI 0,025% DENGAN pH 6 (Terhadap Aktivitas Bakteri Pseudomonas aeruginosa)

iv KATA PENGANTAR Puji syukur atas rahmad dan hidayah Allah SWT sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “ EFEKTIFITAS BENZALKONIUM KLORIDA KONSENTRASI 0,025% DENGAN Ph 6 (Terhadap Aktivitas Bakteri Pseudomonas aeruginosa )” untuk memenuhi salah satu persyaratan akademik dalam menyelesaikan Program Sarjana Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang.

18 Baca lebih lajut

BENZALKONIUM KLORIDA BENZALKONIUM CHLORIDE

BENZALKONIUM KLORIDA BENZALKONIUM CHLORIDE

Gangguan pada saluran gastrointestinal. Jika tertelan larutan benzalkonium klorida dengan konsentrasi tinggi menyebabkan luka ringan hingga berat pada mulut, lidah dan sepanjang saluran cerna, disertai dengan hipersalivasi, vomiting, diare dan konvusi. Dapat juga timbul asidosis metabolik. Pada beberapa kasus menyebabkan hipotensi, shock, konvulsi, respiratory paralysis dan koma.

10 Baca lebih lajut

Uji Efektivitas Pengawet Benzalkonium Klorida Dalam Dua Macam Obat Tetes Mata Nafazolin Hidroklorida Yang Beredar Di Pasaran.

Uji Efektivitas Pengawet Benzalkonium Klorida Dalam Dua Macam Obat Tetes Mata Nafazolin Hidroklorida Yang Beredar Di Pasaran.

Jurursan Farmasi FMIPA Universitas Padjadjaran, Jatinangor-Sumedang ABSTRAK Telah dilakukan penelitian mengenai uji efektivitas pengawet Benzalkonium Klorida 0,01% dalam dua sediaan tetes mata yang beredar di pasaran. Pengujian dilakukan terhadap 2 produk, yaitu produk O yang mengandung Nafazolin Hidroklorida dan produk Z yang mengandung Nafazolin Hidroklorida dan Seng Sulfat. Uji efektivitas pengawet Benzalkonium Klorida dilakukan terhadap 4 mikroba uji, Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa, Escherichia coli dan Candida albicans. Data yang diperoleh dari hasil penelitian kemudian diuji secara statistika menggunakan desain eksperimen faktorial 4x8x2 dan uji Newman Keuls. Hasil penelitian menunjukkan pengawet Benzalkonium Klorida dalam produk O dan Z efektif mematikan mikroba uji dan mencegah terjadinya kontaminasi. Pengujian statistika menggunakan desain eksperimen faktorial 4x8x2 menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap efektivitas pengawet Benzalkonium Klorida pada produk O dan produk Z.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

UJI EFEKTIVITAS BENZALKONIUM KLORIDA 0,01 % b/v SEBAGAI PENGAWET PADA SEDIAAN INJEKSI DIFENHIDRAMIN HIDROKLORIDA DOSIS GANDA

UJI EFEKTIVITAS BENZALKONIUM KLORIDA 0,01 % b/v SEBAGAI PENGAWET PADA SEDIAAN INJEKSI DIFENHIDRAMIN HIDROKLORIDA DOSIS GANDA

HIDROKLORIDA DOSIS GANDA Sediaan farmasi wadah dosis ganda, berpeluang terkontaminasi mikroba, sehingga dapat membahayakan kesehatan, kerusakan produk, perubahan estetika, dan perubahan efikasi sediaan. Untuk menjaga sterilitas sediaan dan meminimalkan kontaminasi mikroba maka dalam sediaan injeksi dosis ganda diperlukan adanya pengawet. Pengawet yang digunakan dalam penelitian ini adalah benzalkonium klorida 0,01% b/v pada sediaan injeksi difenhidramin hidroklorida.

22 Baca lebih lajut

SKRIPSI FELA MUFIDAH. UJI EFEKTIVITAS BENZALKONIUM KLORIDA 0,01 % b/v SEBAGAI PENGAWET PADA SEDIAAN INJEKSI DIFENHIDRAMIN HIDROKLORIDA DOSIS GANDA

SKRIPSI FELA MUFIDAH. UJI EFEKTIVITAS BENZALKONIUM KLORIDA 0,01 % b/v SEBAGAI PENGAWET PADA SEDIAAN INJEKSI DIFENHIDRAMIN HIDROKLORIDA DOSIS GANDA

A research about the effectiveness test of benzalkonium cloride 0.01% toward multiple dose of difenhidramin hidroklorida injection has been conducted. The test was experimented by using direct inoculation method, thus by taking the materials using spuit injection asepticly which then taken into media named tioglikolat and kasamino. The samples were taken five times during 28 days storage time. Before they were put into the media, For tioglikolat media, the samples were melted in comparison 1:1, while for kasamino media, the samples were melted in comparison 1:5, which then they both were incubated. Tioglikolat media was incubated in temperature of 30-35 o C for 14 days, while for kasamino media it is incubated in temperature of 20-25 o C for 14 days. The reflection of this research can be seen from the positive control which showed there were microbe accretions, while the negative control showed that the materials were already sterile. The microbes used in this research were Bacillus subtilis for tioglikolat media, while for kasamino media, it used Candida albicans. The research of this research showed that benzalkonium klorida 0.01% is effective and having anti- microbe, or in another words, it is capable to maintain the materials still sterile during 28 days, after sealing the open drug packaging and conducted the first stabbing.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Uji Koefisien Fenol Tiga Jenis Produk Pembersih Lantai Dengan Kandungan Benzalkonium Klorida - Ubaya Repository

Uji Koefisien Fenol Tiga Jenis Produk Pembersih Lantai Dengan Kandungan Benzalkonium Klorida - Ubaya Repository

dan produk C mempunlai nilai koefisien fenol libitibesar oan nga lang berartr bahrva kedua produk pembersih lantai tersebut mernptrn5ai da1,a desinfellan,vang ba ik_. t \ ,.[r]

1 Baca lebih lajut

PENGARUH FREKUENSI PENGAMBILAN TERHADAP EFEKTIVITAS BENZALKONIUM KLORIDA 0,01% b/v PADA SEDIAAN DIFENHIDRAMIN HCl DOSIS GANDA

PENGARUH FREKUENSI PENGAMBILAN TERHADAP EFEKTIVITAS BENZALKONIUM KLORIDA 0,01% b/v PADA SEDIAAN DIFENHIDRAMIN HCl DOSIS GANDA

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana benzalkonium klorida 0,01% b/v dapat mempertahankan sterilitas sediaan injeksi difenhidramin hidroklorida dosis ganda dari frekuensi pengambilan berulang selama 5 kali pengambilan. Metode yang digunakan adalah metode inokulasi langsung dengan mengacu pada prosedur uji sterilitas yang tercantum pada Farmakope Indonesia edisi IV. Pengujian sampel dilakukan secara aseptis di laminar air flow cabinet selama 5 hari dan dilakukan pengambilan sampel sebanyak 5 kali. Pengujian sampel dilakukan pada hari ke-1, 2, 3, 4, dan 5. Setiap kali pengambilan sampel diambil sebanyak 2 ml, dilakukan replikasi sebanyak tiga kali dan sampel diinkubasi selama 14 hari pada suhu 30-35°C untuk media pertumbuhan tioglikolat dan untuk media pertumbuhan kassamino diinkubasi selama 7 hari pada suhu 20-25°C. Sampel yang digunakan dalam keadaan terbuka, diperlakukan sama kemudian disampling dan disimpan pada suhu terkendali.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS BENZALKONIUM KLORIDA 0,0002% SEBAGAI PENGAWET SEDIAAN TETES MATA ZINK SULFAT (Terhadap Aktivitas Bakteri Pseudomonas aeruginosa)

EFEKTIVITAS BENZALKONIUM KLORIDA 0,0002% SEBAGAI PENGAWET SEDIAAN TETES MATA ZINK SULFAT (Terhadap Aktivitas Bakteri Pseudomonas aeruginosa)

3 Pihak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga belum banyak melakukan pengujian efektivitas pengawet dalam sediaan steril seperti obat mata. Larutan tetes mata dapat dikemas dalam wadah dosis ganda ketika ditujukan untuk penggunaan individu. Wadah untuk sediaan tetes mata harus steril pada saat mengisi dan menutup. Wadah langsung untuk sediaan mata disegel sehingga sterilitas dipastikan pada saat penggunaan pertama. Kemasan yang digunakan pada sediaan tetes mata tidak harus berinteraksi secara fisika atau kimia dengan formulasi dengan cara apapun untuk mengubah kekuatan, kualitas, atau kemurnian produk obat. Kemasan harus memenuhi persyaratan yang berlaku (Aldrich, et al., 2013). Walaupun tidak dimasukkan ke dalam rongga rongga bagian tubuh, sediaan untuk mata digunakan pada daerah yang berhubungan dengan jaringan-jaringan yang sangat peka terhadap kontaminan dan membutuhkan tingkat kemurniaan yang tinggi (Lachman dkk., 2008)
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

UJI EFEKTIFITAS BENZALKONIUM KLORIDA 0,02% b/v SEBAGAI PENGAWET PADA SEDIAAN INJEKSI DIFENHIDRAMIN HIDROKLORIDA DOSIS GANDA

UJI EFEKTIFITAS BENZALKONIUM KLORIDA 0,02% b/v SEBAGAI PENGAWET PADA SEDIAAN INJEKSI DIFENHIDRAMIN HIDROKLORIDA DOSIS GANDA

Telah dilakukan penelitian mengenai uji efektifitas pengawet benzalkonium klorida dengan konsentrasi 0,02 % b/v terhadap sediaan injeksi difenhidramin hidroklorida dosis ganda. Pengujian dilakukan dengan metode inokulasi langsung yaitu mengambil sediaan menggunakan spuit injeksi secara aseptis yang kemudian dimasukkan ke dalam media tioglikolat dan kasamino. Sampel diambil sebanyak 5 kali dalam jangka waktu penyimpanan 28 hari, sebelum dimasukkan kedalam media sampel diencerkan terlebih dahulu menggunakan aqua pro injeksi, untuk media tioglikolat sampel diencerkan dengan perbandingan 1 : 2 sedangkan untuk kasamino sampel diencerkan dengan perbandingan 1 : 10, yang kemudian diinkubasi, media tioglikolat diinkubasi pada suhu 30 - 35°C selama 14 hari, sedangkan untuk media kasamino diinkubasi pada suhu 20 - 25°C selama 14 hari. Penafsiran hasil dalam penelitian ini dapat dilihat dari kontrol positif yang menunjukan adanya pertumbuhan mikroba, sedangkan kontrol negatif menunjukan sterilnya sediaan, Mikroba yang di pakai dalam penelitian ini adalah Bacillus subtilis untuk media tioglikolat sedangkan Candida albicans untuk media kasamino. Data yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukan bahwa pengawet benzalkonium klorida dengan konsentrasi 0,02 % b/v efektif mempunyai daya antibakteri atau mampu mempertahankan sediaan tetap steril dalam jangka waktu penyimpanan 28 hari setelah segel kemasan terbuka dan penusukan sediaan.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects