Top PDF Efikasi Ekstrak Daun Srikaya (Annona Squamosa) terhadap Larva Aedes Aegypti

Efikasi Ekstrak Daun Srikaya (Annona Squamosa) terhadap Larva Aedes Aegypti

Efikasi Ekstrak Daun Srikaya (Annona Squamosa) terhadap Larva Aedes Aegypti

Larvasida adalah suatu zat yang digunakan untuk membunuh larva nyamuk (WHO, 2002). Larvasida yang umum digunakan saat ini adalah larvasida berbahan dasar kimia sintetis yaitu bubuk abate yang mengandung insektisida temefos (Hoedojo dan Zulhasril, 2008). Resistensi terhadap temefos telah ditemukan di Brazil, Kuba, El Savador, Argentina, Venezuela, Peru, Kolombia (Grisales et al ., 2013) dan Thailand (Jiranjanakit et al., 2007). Resistensi temefos juga terjadi di Indonesia, seperti Banjarmasin (Istiana et al. , 2012)dan Surabaya (Rahardjo, 2006). Berkembangnya resistensi, peningkatan biaya insektisida sintetis, dan efek yang berbahaya terhadap manusia dan populasi non target merupakan alasan pencarian produk-produk berbahan dasar tanaman pada belakangan ini (Ghosh et al ., 2012) (Velu et al. , 2015).
Baca lebih lanjut

76 Baca lebih lajut

Efikasi Ekstrak Daun Srikaya (Annona Squamosa) terhadap Larva Aedes Aegypti

Efikasi Ekstrak Daun Srikaya (Annona Squamosa) terhadap Larva Aedes Aegypti

Indonesia adalah negara dengan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terbanyak di Asia Tenggara.DBD merupakan penyakit yang dapat menyebabkan kematian, oleh karena itu pencegahan harus dilakukan untuk memberantas penularan DBD.Larvasida yang umum digunakan saat ini adalah larvasida sintetis Temefos (Abate).Larvasida sintetis mulai mengalami resistensi dan memiliki efek yang berbahaya terhadap manusia dan populasi non-target, sehingga diperlukan alternatif berbahan dasar tanaman.Daun srikaya (Annona squamosa) mengandung zat aktif Acetogenin yang memiliki daya larvasida.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efikasi ekstrak daun srikaya (Annona squamosa) terhadap larva Aedes aegypti. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan penelitian post test only control group design dengan 7 perlakuan yaitu 5 konsentrasi (0,01%; 0,025%; 0,05%; 0,075%.; 0,1%) ekstrak daun srikaya (Annona squamosa), kontrol positif (abate), dan kontrol negatif (air) serta dilakukan 4 kali pengulangan.Hasil dari penelitian ini adalah ekstrak daun srikaya (Annona squamosa) memiliki efikasi terhadap larva Aedes aegypti dengan LC 50
Baca lebih lanjut

76 Baca lebih lajut

Efikasi Ekstrak Daun Srikaya (Annona Squamosa) terhadap Larva Aedes Aegypti

Efikasi Ekstrak Daun Srikaya (Annona Squamosa) terhadap Larva Aedes Aegypti

Indonesia adalah negara dengan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terbanyak di Asia Tenggara.DBD merupakan penyakit yang dapat menyebabkan kematian, oleh karena itu pencegahan harus dilakukan untuk memberantas penularan DBD.Larvasida yang umum digunakan saat ini adalah larvasida sintetis Temefos (Abate).Larvasida sintetis mulai mengalami resistensi dan memiliki efek yang berbahaya terhadap manusia dan populasi non-target, sehingga diperlukan alternatif berbahan dasar tanaman.Daun srikaya (Annona squamosa) mengandung zat aktif Acetogenin yang memiliki daya larvasida.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efikasi ekstrak daun srikaya (Annona squamosa) terhadap larva Aedes aegypti. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan penelitian post test only control group design dengan 7 perlakuan yaitu 5 konsentrasi (0,01%; 0,025%; 0,05%; 0,075%.; 0,1%) ekstrak daun srikaya (Annona squamosa), kontrol positif (abate), dan kontrol negatif (air) serta dilakukan 4 kali pengulangan.Hasil dari penelitian ini adalah ekstrak daun srikaya (Annona squamosa) memiliki efikasi terhadap larva Aedes aegypti dengan LC 50
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Efikasi Ekstrak Daun Srikaya (Annona Squamosa) terhadap Larva Aedes Aegypti

Efikasi Ekstrak Daun Srikaya (Annona Squamosa) terhadap Larva Aedes Aegypti

Indonesia adalah negara dengan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terbanyak di Asia Tenggara.DBD merupakan penyakit yang dapat menyebabkan kematian, oleh karena itu pencegahan harus dilakukan untuk memberantas penularan DBD.Larvasida yang umum digunakan saat ini adalah larvasida sintetis Temefos (Abate).Larvasida sintetis mulai mengalami resistensi dan memiliki efek yang berbahaya terhadap manusia dan populasi non-target, sehingga diperlukan alternatif berbahan dasar tanaman.Daun srikaya ( Annona squamosa ) mengandung zat aktif Acetogenin yang memiliki daya larvasida.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efikasi ekstrak daun srikaya ( Annona squamosa ) terhadap larva Aedes aegypti . Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan penelitian post test only control group design dengan 7 perlakuan yaitu 5 konsentrasi (0,01%; 0,025%; 0,05%; 0,075%.; 0,1%) ekstrak daun srikaya ( Annona squamosa ), kontrol positif (abate), dan kontrol negatif (air) serta dilakukan 4 kali pengulangan.Hasil dari penelitian ini adalah ekstrak daun srikaya ( Annona squamosa ) memiliki efikasi terhadap larva Aedes aegypti dengan LC 50
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Efikasi Ekstrak Daun Srikaya (Annona Squamosa) terhadap Larva Aedes Aegypti

Efikasi Ekstrak Daun Srikaya (Annona Squamosa) terhadap Larva Aedes Aegypti

Annona sp. merupakan jenis tanaman nangka-nangkaan yang banyak tumbuh di Indonesia, diantaranya adalah Annona squamosa (srikaya). Annona sp . mengandung acetogenin yang memiliki daya insektisida yang menyebabkan kematian larva nyamuk dengan merusak susunan dinding traktus digestivusnya (Costa et al ., 2014).

4 Baca lebih lajut

Efikasi Ekstrak Daun Srikaya (Annona Squamosa) terhadap Larva Aedes Aegypti

Efikasi Ekstrak Daun Srikaya (Annona Squamosa) terhadap Larva Aedes Aegypti

Peserta Seminar dan Workshop Basic Surgical Skills 2013 Lampiran 2 Dokumentasi Pelaksanaan Penelitian Simplisia daun srikaya Annona squamosa Simplisia dihaluskan menjadi serbuk.[r]

13 Baca lebih lajut

Efikasi Ekstrak Daun Srikaya (Annona Squamosa) terhadap Larva Aedes Aegypti

Efikasi Ekstrak Daun Srikaya (Annona Squamosa) terhadap Larva Aedes Aegypti

Cancer Chemoprevention Research Center (CRCC), 2012. Srikaya (Annona squamosa L.) . Fakultas Farmasi UGM. Available from: http://ccrc.farmasi.ugm.ac.id/en/?page_id=2288 [Accessed 28 May 2015]. Charlesworth, S., 2008. Mosquito Life Cycle (Generalized) . In: Hill, C.A. and

5 Baca lebih lajut

Efikasi Ekstrak Daun Srikaya (Annona Squamosa) terhadap Larva Aedes Aegypti

Efikasi Ekstrak Daun Srikaya (Annona Squamosa) terhadap Larva Aedes Aegypti

Racun organik sintetik yang digunakan saat ini adalah organoklorin, organofosfat, karbamat, dan piretroid. Organoklorin tidak hanya bekerja sebagai racun neuromuskular, tetapi juga sebagai racun perut, beberapa lainnya sebagai fumigant. Contoh insektisida organoklorin adalah metoksiklor, klorden, heptaklor, dan toksafen. Organofosfat memiliki mekanisme kerja menginhibisi kolinensterase sehingga menghambat transmisi dari impuls saraf. Organofosfat sering digunakan sebagai larvasida. Contoh organofosfat adalah malathion, parathion, temefos, diazion, dan klorpirifos. Karbamat memiliki mekanisme kerja yang sama dengan organofosfat, namun kurang efektif sebagai larvasida. Contoh karbamat adalah prolan dan dinitrofenol. Piretroid merupakan racun pada neuromuscular, tidak digunakan pada larva karena biaya yang tinggi (WHO, 2002) (Hoedojo dan Zulhasril, 2008).
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

KARYA TULIS ILMIAH PENGARUH FILTRAT BIJI SRIKAYA ( Annona squamosa) TERHADAP LARVA NYAMUK Aedes aegypti

KARYA TULIS ILMIAH PENGARUH FILTRAT BIJI SRIKAYA ( Annona squamosa) TERHADAP LARVA NYAMUK Aedes aegypti

Leatemia, J.A and M.B Isman.2001.crude seed extract of annona squomosa (annonaceae) as a potential botanical insecticide. Faculty of agricultural sciences. Plant science.248-2357 main mall. University of British Colimbia. Vancouver. BC.Canada

18 Baca lebih lajut

Uji Toksisitas Akut Oral Ekstrak Etanol Daun Srikaya (Annona squamosa L.) Terhadap Mencit (Mus musculus)

Uji Toksisitas Akut Oral Ekstrak Etanol Daun Srikaya (Annona squamosa L.) Terhadap Mencit (Mus musculus)

Dalam rangka pengembangan pemanfaatan daun srikaya sebagai bahan obat, perlu dilakukan penelitian mengenai efikasi dan keamanannya. Oleh karena itu, pada penelitian ini akan dipelajari derajat keamanan dan efek-efek yang ditimbulkan pada penggunaan ekstrak etanol daun srikaya (Annona squamosa L.) sebagai obat tradisional, dengan menentukan dosis toksisitas akut (LD 50 ) serta

4 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Aktivitas Sitotoksik Ekstrak Etanol Daun Srikaya (Annona Squamosa L) Terhadap Sel T47d.

PENDAHULUAN Aktivitas Sitotoksik Ekstrak Etanol Daun Srikaya (Annona Squamosa L) Terhadap Sel T47d.

Hampir seluruh bagian tanaman srikaya dapat dimanfaatkan untuk mengobati berbagai penyakit. Daun tumbuhan ini digunakan untuk mengatasi encok, batuk, selesma, demam, rematik, gangguan saluran pencernaan dan penyakit kulit, serta menurunkan kadar asam urat yang tinggi dalam darah (Ahmad, 2007). Daun srikaya juga dapat digunakan sebagai astringen, antiradang, antelmintik, antifertilitas, zat pemicu pematangan bisul dan antitumor (Dalimarta, 2003). Penelitian menunjukkan bahwa fraksi kloroform dan etanol ekstrak daun Annona squamosa bersifat toksik terhadap larva Artemia salina dan sel HeLa
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Uji Efikasi Ekstrak Biji Srikaya (Annona squamosa L) Sebagai Bioininteksida Dalam Upaya Integrated Vector Management Terhadap Aedes aegypti

Uji Efikasi Ekstrak Biji Srikaya (Annona squamosa L) Sebagai Bioininteksida Dalam Upaya Integrated Vector Management Terhadap Aedes aegypti

Senyawa asetogenin lainnya seperti asimisin efektif terhadap serangga hama seperti A. aegypti, A. vittatum, A. gossypii, Colliphora vicina, Epilachna varivertis, Tetranychus urticae, dan nematoda Caenohrbiditis elegans. Senyawa tersebut diketahui memiliki 256 isomer dimana bulatasin ialah komponen yang paling toksik. Bulatasin dapat menyebabkan 80% kematian A.aegypti, A. gossypii dan Diabrotica undecimpunctata dengan konsentrasi 1, 10, atau 24 ppm secara berturut-turut. Isomer lain yang juga memiliki sifat toksik yang tinggi ialah bulatasinon. Beberapa isomer dari asetogenin tersebut bisa digunakan sebagai repelent (Li et.al (1990); Herndanez dan Angel (1997) dalam Kulsum (1998)).
Baca lebih lanjut

123 Baca lebih lajut

EFEK DEKOK DAUN SRIKAYA( ANNONA SQUAMOSA ) SEBAGAI LARVASIDA TERHADAP LARVA AEDES SP

EFEK DEKOK DAUN SRIKAYA( ANNONA SQUAMOSA ) SEBAGAI LARVASIDA TERHADAP LARVA AEDES SP

Tindakan yang telah dilakukan untuk mengendalikan penyakit tersebut adalah pemberantasan vektor dengan insektisida sintetis, namun terdapat masalah yang timbul diantaranya mengakibatkan [r]

1 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS DAYA LARVASIDA EKSTRAK DAUN DAN BIJI SIRSAK (Annona muricata L.) TERHADAP MORTALITAS LARVA NYAMUK Aedes aegypti (Studi di Laboratorium Parasitologi) - STIKES Insan Cendekia Medika Repository

EFEKTIVITAS DAYA LARVASIDA EKSTRAK DAUN DAN BIJI SIRSAK (Annona muricata L.) TERHADAP MORTALITAS LARVA NYAMUK Aedes aegypti (Studi di Laboratorium Parasitologi) - STIKES Insan Cendekia Medika Repository

Pada konsentrasi 15% selama 60 menit terjadi kematian pada larva Aedes aegypti, kematian larva Aedes aegypti berjumlah 2 larva (40% kematian). Menurut (Nugroho, 2011) salah satu jenis tanaman yang mempunyai potensi sebagai sumber larvasida nabati adalah sereh (Cymbopogon nardus (L) Rendle). Kandungan kimia sereh lebih banyak terdapat pada batang dan daun, dan kandungan yang paling besar yaitu sitronelal dan geraniol.

5 Baca lebih lajut

Efikasi Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya L) sebagai Larvasida pada Larva Aedes aegypti.

Efikasi Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya L) sebagai Larvasida pada Larva Aedes aegypti.

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui efikasi daun pepaya sebagai larvasida alami pada larva nyamuk Aedes aegypti. Penelitian menunjukkan, daun papaya memiliki kandungan saponin, yaitu zat yang dapat merusak membran sel serangga. Terdapat juga Flavonoid yang bersifat inhibitor pernafasan yang menghambat sistem pernapasan nyamuk Aedes aegypti. Selain itu tanin dalam daun pepaya bersifat toksik yang dapat mengurangi nafsu makan serangga dengan penghambatan aktivitas enzim pencernaan. Terakhir enzim papanin dalam daun pepaya berfungsi sebagai penghambat metabolisme pada nyamuk. Namun belum ada uji in vivo yang menguji efek larvasida. Temuan dalam penelitian diharapkan dapat memperkuat bukti ilmiah tentang potensi daun pepaya sebagai larvasida alami untuk larva nyamuk Aedes aegypti.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

Efikasi Ekstrak Daun dan Bunga Kecombrang (Etlingera elatior) terhadap Larva Aedes aegypti

Efikasi Ekstrak Daun dan Bunga Kecombrang (Etlingera elatior) terhadap Larva Aedes aegypti

Abstrak. Pengendalian vektor penular demam berdarah dengue (DBD) yang selama ini dikenal yaitu pengendalian secara kimia, biologi dan modifikasi lingkungan. Pengendalian vektor DBD di Indonesia masih banyak dilakukan dengan menggunakan insektisida dari golongan organofosfat (malation dan temefos). Penggunaan insektisida kimia dalam jangka waktu lama akan memberi efek menekan dan menyeleksi serangga vektor sasaran untuk menjadi toleran sampai resisten. Salah satu solusi alternatif yaitu menggunakan larvasida yang berasal dari tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan daya bunuh ekstrak daun dan bunga kecombrang (Etlingera elatior) terhadap larva nyamuk Ae. aegypti. Jenis penelitian yang digunakan yaitu eksperimental murni, besar sampel ditentukan berdasarkan rumus federer sehingga diperoleh 6 konsentrasi perlakuan dan 4 pengulangan. Terdapat 2 kelompok kontrol yaitu kontrol positif dan kontrol negatif dimana kontrol positif menggunakan Bacillus thuringiensis dan kontrol negatif menggunakan air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada uji akhir untuk ekstrak daun kecombrang diperoleh nilai LC 50 sebesar 1,204% dan LC 90 sebesar 2,053%, sedangkan untuk ekstrak
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

HERLIYANA IKA SARI PUTRI 15.131.0014 PROGRAM STUDI DIPLOMA III ANALIS KESEHATAN

HERLIYANA IKA SARI PUTRI 15.131.0014 PROGRAM STUDI DIPLOMA III ANALIS KESEHATAN

Pendahuluan: Pemberantasan larva merupakan salah satu pengendalian vektor Aedes aegypti. Insektisida dari tumbuhan merupakan sarana pengendalian alternatif yang layak dikembangkan, karena mudah terurai di lingkungan dan relatif aman. Salah satu insektisida dari tumbuhan yaitu ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia) yang mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, polifenol, dan saponin. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas larvasida ekstrak daun binahong pada kematian larva Aedes aegypti. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksperimental. Populasi sampel yaitu larva Aedes aegypti. Sampel diambil di Desa Candi Mulyo Jombang, sebanyak 125 larva Aedes aegypti dengan teknik purposive sampling. Konsentrasi ekstrak daun binahong yang digunakan yaitu 10%, 20%, 30%, 40% dan 50%. Setiap perlakuan berisi 25 larva uji dan diamati dalam waktu 1 jam, 4 jam, 8 jam dan 12 jam. Hasil: Pada penelitian ini diperoleh hasil ekstrak daun binahong, konsentrasi 10%, 20% dan 30% mampu membunuh larva Aedes aegypti dalam waktu 12 jam. Konsentrasi 40% dan 50% mampu membunuh larva Aedes aegypti dalam waktu 8 jam. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun binahong pada konsentrasi 10%, 20%, 30%, 40% dan 50% mampu membunuh larva Aedes aegypti. Sehingga diharapkan masyarakat dapat mengaplikasikan ekstrak daun binahong untuk pengendalian larva Aedes aegypti.
Baca lebih lanjut

85 Baca lebih lajut

AKTIVITAS SITOTOKSIK FRAKSI POLAR EKSTRAK ETANOL DAUN SRIKAYA (Annona squamosa L.)  Aktivitas Sitotoksik Fraksi Polar Ekstrak Etanol Daun Srikaya (Annona Squamosa L.) Terhadap Sel T47d.

AKTIVITAS SITOTOKSIK FRAKSI POLAR EKSTRAK ETANOL DAUN SRIKAYA (Annona squamosa L.) Aktivitas Sitotoksik Fraksi Polar Ekstrak Etanol Daun Srikaya (Annona Squamosa L.) Terhadap Sel T47d.

Gambar 9. Pengaruh perlakuan fraksi polar ekstrak etanol daun srikaya konsentrasi 100 µ g/mL terhadap morfologi sel T47D (2) dibanding sel tanpa perlakuan (1). Induksi selama 24 jam, anak panah menunjukan sel mati (i) dan sel hidup (ii). ................. 20

11 Baca lebih lajut

PEMANFAATAN EKSTRAK DAUN PANDAN WANGI (Pandanus amaryllifolius Roxb.) SEBAGAI LARVASIDA ALAMI

PEMANFAATAN EKSTRAK DAUN PANDAN WANGI (Pandanus amaryllifolius Roxb.) SEBAGAI LARVASIDA ALAMI

Cara kerja penelitian dimulai dari pembuatan ekstrak daun pandan wangi secara perkolasi yaitu menyiapkan satu set alat perkolasi yang terdiri dari: corong pisah, perkolator, erlenmeyer dan gelas kimia, menimbang sejumlah 30 gram serbuk daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) yang akan diekstraksi, memasukkan bahan ke dalam gelas kimia, membasahinya dengan cairan penyari 10% dari berat bahan, kemudian mendiamkannya selama 1 jam, memasukkan bahan yang telah dibasahi ke dalam bejana perkolator, melapisi bagian atas serbuk dengan kertas saring, meneteskan cairan penyari dari corong pisah ke dalam serbuk dengan kecepatan tetes 1 ml/menit hingga cairan penyari mencapai tinggi 1 cm di atas permukaan serbuk, kemudian mendiamkannya selama 24 jam, membuka kran perkolator dengan kecepatan 1 ml/menit, menambahkan cairan penyari dari corong pisah
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN PANDAN (Pandanus amaryllifolius Roxb.) SEBAGAI LARVASIDA ALAMI TERHADAP LARVA Aedes Aegypti | Mutiarasari | Healthy Tadulako 8744 28726 1 PB

UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN PANDAN (Pandanus amaryllifolius Roxb.) SEBAGAI LARVASIDA ALAMI TERHADAP LARVA Aedes Aegypti | Mutiarasari | Healthy Tadulako 8744 28726 1 PB

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) hingga saat ini masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Kasus tertinggi DBD pada provinsi Sulawesi Tengah yaitu Kota Palu. Daun pandan juga diketahui sebagai larvasida. Adanya efek daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) terhadap nyamuk Aedes aegypti. Pada daun pandan terdapat senyawa kimia yang terkandung di dalamnya seperti saponin, alkaloid, flavonoid, tanin, dan polifenol. Untuk mengetahui efektifitas ekstrak daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) sebagai larvasida alami terhadap larva Aedes aegypti. Pada penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimental dengan rancangan true experimental posttest control. Bentuk true experimental dalam penelitian ini adalah posttest only control design. Desain penelitian ini dipilih karena dalam desain ini terdapat dua kelompok yang masing-masing dipilih secara random. Sampel yang digunakan untuk setiap perlakuan sebanyak 25 larva Aedes aegypti, sehingga untuk mengetahui jumlah keseluruhan sampel yang dibutuhkan yaitu dengan perhitungan 25 larva × jumlah perlakuan = 25 × 24 = 500 larva Aedes aegypti. Dari hasil uji pendahuluan didapatkan hasil pada konsentrasi 0,5%, 0,6%, 0,7% dan 1% tidak terdapat larva yang mati setelah paparan 24 jam. Dari hasil ini terlihat bahwa ekstrak daun pandan tidak memiliki efek yang berarti sebagai larvasida pada larva nyamuk Aedes aegypti. Hasil ini menunjuk bahwa kematian pada sampel larva nyamuk Aedes aegypti yang mengindikasi bahwa larva resisten terhadap ekstrak daun pandan. Pada kontrol (+) yaitu bubuk abate yang menyebabkan kematian 100% pada larva nyamuk. Ekstrak daun pandan (Pandanus amaryllifolius Roxb.) tidak efektif digunakan sebagai larvasida pada larva Aedes aegypti.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...