Top PDF EKSPRESI WAJAH ANAK - ANAK DALAM PENCIPTAAN KARYA LUKIS.

EKSPRESI WAJAH ANAK - ANAK DALAM PENCIPTAAN KARYA LUKIS.

EKSPRESI WAJAH ANAK - ANAK DALAM PENCIPTAAN KARYA LUKIS.

sebuah ekspresi anak, baik itu sedih, murung ataupun bahagia dengan didukung oleh background langit dan awan sebagai pelengkap utama eksprsi pada anak . Kondisi psikologis dapat mempengaruhi ekspresi anak, karena emosi anak cenderung lebih cepat berubah-ubah. Ekspresi anak inilah yang menjadi inspirasi yang di tuangkan pada karya seni lukis. Dari karya ini diharapkan agar seorang apresiator atau penghayat akan bisa mengenali dunia dan tingkah laku terhadap anak (masa kecil) yang sudah dilaluinya dan mengenali ekspresi jiwa yang dibawa dari masa kecilnya, karena banyak pelajaran yang dapat diambil dari ekspresi seorang anak.
Baca lebih lanjut

43 Baca lebih lajut

LUKISAN EKSPRESIONISTIK DAVAREZA : Ekspresi Wajah dan Gerakan Anak dalam Penciptaan Karya Lukis.

LUKISAN EKSPRESIONISTIK DAVAREZA : Ekspresi Wajah dan Gerakan Anak dalam Penciptaan Karya Lukis.

Menjadi tantangan tersendiri mengolah visualisasi bentuk ekspresi wajah dan gerakan refleks tubuh anak kecil yang masih polos dalam mengartikan maksud kedalam lukisan, dan di akhir pembuatan karya lukis sebagai finishing penulis menggunakan teknik Aquarel atau transparan adalah cara melukis dengan menggunakan cat air atau pinel (pernis untuk lukisan) dengan sapuan warna yang tipis sehingga hasilnya tembus pandang, teknik ini mempunyai keunggulan sebagai pelapis karya lukisan sehingga gambar pada karya tidak cepat rusak dan tahan dari suhu lembab yang bertujuan agar lukisan tidak diserang jamur. Dan karya dilanjutkan kedalam proses pengemasan menggunakan frame viber berwarna hitam agar karya terlihat lebih rapih.
Baca lebih lanjut

54 Baca lebih lajut

LUKISAN EKSPRESIONISTIK DAVAREZA : Ekspresi Wajah dan Gerakan Anak dalam Penciptaan Karya Lukis - repository UPI S PSR 0707945 Title

LUKISAN EKSPRESIONISTIK DAVAREZA : Ekspresi Wajah dan Gerakan Anak dalam Penciptaan Karya Lukis - repository UPI S PSR 0707945 Title

Muhamad Reza, 2015 LUKISAN EKSPRESIONISTIK DAVAREZA Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu LUKISAN EKSPRESIONISTIK DAVAREZA Ekspresi Wajah dan[r]

5 Baca lebih lajut

KURA KURA SEBAGAI SUMBER IDE DALAM PENCIPTAAN KARYA LUKIS

KURA KURA SEBAGAI SUMBER IDE DALAM PENCIPTAAN KARYA LUKIS

Kura-kura berbiak dengan bertelur (ovipar). Sejumlah beberapa butir (pada kura-kura darat) hingga lebih dan seratus butir telur ( pada beberapa jenis penyu) diletakkan setiap kali bertelur, biasanya pada lubang pasir di tepi sungai atau laut, untuk kemudian ditimbun dan dibiarkan menetas dengan bantuan panas matahari. Telur menetas kurang lebih setelah dua bulan (50-70 hari) tersimpan dipasir. Jenis kelamin anak kura-kura yang bakal lahir salah satunya ditentukan oleh suhu pasir tempat telur-telur itu tersimpan. Pada kebanyakan jenis kura-kura, suhu diatas rata-rata kebiasaan akan menghasilkan hewan betina. Dan sebaliknya, suhu di bawah rata-rata cenderung menghasilkan banyak hewan jantan.
Baca lebih lanjut

46 Baca lebih lajut

KURA-KURA SEBAGAI SUMBER IDE DALAM PENCIPTAAN KARYA LUKIS.

KURA-KURA SEBAGAI SUMBER IDE DALAM PENCIPTAAN KARYA LUKIS.

Kura-kura berbiak dengan bertelur (ovipar). Sejumlah beberapa butir (pada kura-kura darat) hingga lebih dan seratus butir telur ( pada beberapa jenis penyu) diletakkan setiap kali bertelur, biasanya pada lubang pasir di tepi sungai atau laut, untuk kemudian ditimbun dan dibiarkan menetas dengan bantuan panas matahari. Telur menetas kurang lebih setelah dua bulan (50-70 hari) tersimpan dipasir. Jenis kelamin anak kura-kura yang bakal lahir salah satunya ditentukan oleh suhu pasir tempat telur-telur itu tersimpan. Pada kebanyakan jenis kura- kura, suhu diatas rata-rata kebiasaan akan menghasilkan hewan betina. Dan sebaliknya, suhu di bawah rata-rata cenderung menghasilkan banyak hewan jantan.
Baca lebih lanjut

46 Baca lebih lajut

S SRP 1103594 Chapter1

S SRP 1103594 Chapter1

Imajinasi dalam istilah seni bisa disebut langkah awal untuk berkarya seni lukis, tanpa imajinasi sebuah karya seni lukis tidak akan tercipta. Ide sejenis yang telah ditulis dalam skripsi penciptaan di Departemen Pendidikan Seni Rupa UPI yaitu: Danar Bakti (Ekspresi Wajah Anak sebagai Gagasan Berkarya Seni Lukis) 2012 dan Kiki Rahmat Hidayat (Piranti Teknologi sebagai Ide Gagasan Berkarya Seni Lukis) 2012, yang ditulis dalam kajian faktual.

4 Baca lebih lajut

EKSPRESI WAJAH PADA ANAK-ANAK SEBAGAI SUMBER IDE DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS.

EKSPRESI WAJAH PADA ANAK-ANAK SEBAGAI SUMBER IDE DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS.

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa konsep pengantar karya TA berjudul Ekspresi Wajah Anak - Anak Sebagai Sumber Ide Dalam Penciptaan Karya Seni Lukis adalah betul- betul karya sendiri, bukan plagiat dan tidak dibuatkan oleh orang lain. Hal-hal yang bukan karya saya, dalam konsep pengantar karya ini diberi citasi (kutipan) dan ditunjukkan dalam daftar pustaka.

11 Baca lebih lajut

Kehidupan Dunia Anak-anak dalam imajinasi Visual.

Kehidupan Dunia Anak-anak dalam imajinasi Visual.

Tugas Akhir ini mengungkapkan gagasan imajinasi penulis dalam bentuk karya seni lukis, yang terinspirasi dari kehidupan dunia anak-anak, khususnya di pedesaan. Anak-anak sekarang ini cenderung memiliki sifat yang egois karena suguhan teknologi yang semakin canggih seperti gadget. Hubungan sosial antar sesama jadi berkurang. Namun, anak-anak zaman dahulu apalagi anak pedesaan memiliki sifat dan karakter yang baik dan bisa diarahkan, hubungan sosial yang dimiliki antar sesama temannya sangat baik. Kehidupan dunia anak-anak sebagai sumber ide merupakan imajinasi dari pengamatan. Anak-anak biasanya memiliki daya imajinasi dan fantasi yang tinggi, anak-anak sering menganggap apapun yang ada disekitarnya menjadi hidup. Permasalahan yang dibahas dalam Tugas Akhir ini meliputi (1) Seperti apa fantasi dalam dunia anak-anak usia 5-8 tahun (2) Bagaimana merumuskan konsep penciptaan karya seni lukis tentang kehidupan dunia anak-anak pedesaan usia 5-8 tahun (3) Bagaimana implementasi visual kehidupan anak-anak apabila diterapkan dan dalam karya seni lukis. Tujuan Tugas Akhir ini yaitu (1) Mendiskripsikan fantasi dunia anak-anak usia 5-8 tahun. (2) Merumuskan konsep penciptaan kehidupan dunia anak-anak pedesaan usia 5-8 tahun dalam imajinasi visual. (3) Mengetahui bagaimana implementasi visual kehidupan anak-anak dalam sebuah karya seni lukis. Metode yang digunakan dalam penuisan Tugas Akhir ini adalah Implementsi Teoritik dan Implementasi Visual. Implementasi Teoritik mencakup tinjauan karya secara teoritik dan konseptual penulis sedangkan Implementasi Visual mencakup konsep bentuk, medium, dan teknik. Kehidupan dunia anak-anak dapat divisualisasikan dalam bentuk-bentuk yang baru, seperti karakter yang diwujudkan dalam figur seorang anak kecil dengan ekspresi wajah yang polos, lugu, dan ceria serta kegiatan- kegiatan yang menyenangkan seperti bermain. Dengan memilih bentuk anak kecil sesuai dengan imajinasi ini sebagai konsep penciptaan, memberi pola dan bentuk yang dinamis untuk menampilkan bentuk karya dua dimensi karya seni lukis dimana visualisasinya diwujudkan dalam media kanvas dan menggunakan cat minyak.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

WAJAH ANAK DOWN SYNDROME SEBAGAI OBJEK DALAM LUKISAN POTRET.

WAJAH ANAK DOWN SYNDROME SEBAGAI OBJEK DALAM LUKISAN POTRET.

Setelah pembahasan dan proses visualisasi maka dapat disimpulkan bahwa: (1). Konsep penciptaan lukisan adalah menghadirkan realita kehidupan kepada masyarakat melalui ekspresi wajah khas yang dimiliki anak Down Syndrome, ditemukan tiga karakter yang dipengaruhi tingkat IQ tinggi, sedang, rendah dan tema penciptaan lukisan adalah gambaran tentang kehidupan anak Down Syndrome melalui gerak, ekspresi, dan karakter wajah yang dimiliki. (2). Bentuk karya yang diciptakan adalah realistik berupa lukisan potret. Dimana setiap panel berisi satu wajah yang menggambarkan ekspresi wajah dari anak Down Syndrome. (3) Teknik visualisasi lukisan adalah perpaduan teknik kering dengan cara membuat arsir menggunakan media pastel dan teknik basah dengan cat akrilik, melalui berbagai tahap yaitu proses sketsa, kemudian memberi warna dasar objek, dilanjutkan dengan proses bagian detail objek, kemudian membuat warna backgound hingga finishing (4). Hasil karya yang diciptakan berjumlah 12 lukisan dengan judul “Hening” (80cm x 70cm) 2014 , “Kerudung Putih” (80cm x70cm) 2014 , “Gaya” (80cm x 70cm) 2014 , “Muncung” (80cm x70cm) 2015 ,“Sendiri” (80cm x 70cm) 2015 , “Mencoba Untuk Sama” (80cm x 70cm) 2015 , “Jauh” (110cm x80cm) 2015 , “Ganteng” (100cm x 80cm) 2015 , “Smile” (110cm x 80cm) 2015 , “Disini Aku” (110cm x 80cm) 2015 , “Perhatikan Aku!” (110cm x 80cm) 2015 ,” Cahaya” (110cm x 80cm) 2015.
Baca lebih lanjut

108 Baca lebih lajut

(ABSTRAK) EKSPRESI WAJAH DALAM SENI LUKIS.

(ABSTRAK) EKSPRESI WAJAH DALAM SENI LUKIS.

Karya lukis ini difungsikan untuk mengkomunikasikan segala bentuk ekspresi yang penulis alami, semacam catatan yang merepresentasikan kejadian tertentu dalam sebuah karya dua dimensi khususnya lukisan. Dari sini, media rekam yang jamak kita jumpai di sekeliling kita seperti film, video, foto dialihfungsikan menjadi kumpulan lukisan oleh penulis dengan media campur (cat minyak dan cat akrilik) di atas kanvas untuk menyampaikan ekspresi kejadian yang pernah dialaminya ke apresiator melalui sebuah lukisan.

2 Baca lebih lajut

Kehidupan Dunia Anak-anak dalam Imajinasi Visual HALAMAN AWAL.

Kehidupan Dunia Anak-anak dalam Imajinasi Visual HALAMAN AWAL.

Tugas Akhir ini mengungkapkan gagasan imajinasi penulis dalam bentuk karya seni lukis, yang terinspirasi dari kehidupan dunia anak-anak, khususnya di pedesaan. Anak-anak sekarang ini cenderung memiliki sifat yang egois karena suguhan teknologi yang semakin canggih seperti gadget . Hubungan sosial antar sesama jadi berkurang. Namun, anak-anak zaman dahulu apalagi anak pedesaan memiliki sifat dan karakter yang baik dan bisa diarahkan, hubungan sosial yang dimiliki antar sesama temannya sangat baik. Kehidupan dunia anak-anak sebagai sumber ide merupakan imajinasi dari pengamatan. Anak-anak biasanya memiliki daya imajinasi dan fantasi yang tinggi, anak-anak sering menganggap apapun yang ada disekitarnya menjadi hidup. Permasalahan yang dibahas dalam Tugas Akhir ini meliputi (1) Seperti apa fantasi dalam dunia anak-anak usia 5-8 tahun (2) Bagaimana merumuskan konsep penciptaan karya seni lukis tentang kehidupan dunia anak-anak pedesaan usia 5-8 tahun (3) Bagaimana implementasi visual kehidupan anak-anak apabila diterapkan dan dalam karya seni lukis. Tujuan Tugas Akhir ini yaitu (1) Mendiskripsikan fantasi dunia anak-anak usia 5-8 tahun. (2) Merumuskan konsep penciptaan kehidupan dunia anak-anak pedesaan usia 5-8 tahun dalam imajinasi visual. (3) Mengetahui bagaimana implementasi visual kehidupan anak-anak dalam sebuah karya seni lukis. Metode yang digunakan dalam penuisan Tugas Akhir ini adalah Implementsi Teoritik dan Implementasi Visual. Implementasi Teoritik mencakup tinjauan karya secara teoritik dan konseptual penulis sedangkan Implementasi Visual mencakup konsep bentuk, medium, dan teknik. Kehidupan dunia anak-anak dapat divisualisasikan dalam bentuk-bentuk yang baru, seperti karakter yang diwujudkan dalam figur seorang anak kecil dengan ekspresi wajah yang polos, lugu, dan ceria serta kegiatan- kegiatan yang menyenangkan seperti bermain. Dengan memilih bentuk anak kecil sesuai dengan imajinasi ini sebagai konsep penciptaan, memberi pola dan bentuk yang dinamis untuk menampilkan bentuk karya dua dimensi karya seni lukis dimana visualisasinya diwujudkan dalam media kanvas dan menggunakan cat minyak.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Ibu sebagai sumber ide dalam penciptaan karya seni lukis

Ibu sebagai sumber ide dalam penciptaan karya seni lukis

Karya “Wanita Karir in Action”, adalah penggambaran ibu yang bekerja di ruang publik. Di satu sisi, tuntutan pekerjaan yang meminta profesionalitas sehingga mau tidak mau berusaha sebaik mungkin demi karir yang digelutinya untuk capaian yang terbaik, namun disisi lain kewajiban atas kodrat yang juga dibebankan terhadapnya tidak boleh dilupakan. Polemik disini merupakan aspek nurani si perempuan terhadap tanggung jawabnya. Bagi penulis merupakan hal yang ironis ketika karir sang ibu lebih penting namun anaknya menjadi terlantar, walaupun alih-alih bekerja untuk kehidupan keturunannya (anak) namun dari segi kuantitas waktu juga sangat berpengaruh besar terhadap kualitas hubungan antara ibu dan anak. Warna yang ditampilkan menggunakan warna yang mencolok, menyiratkan bahwa menjaga sebuah karir harus lebih menonjol dari yang lain. Tampil cantik dan sempurna demi karir. Teknik yang digunakan dalam pembuatan lukisan ini sebagian besar menggunakan teknik kering. Komposisi tertutup dengan center of interest ditengah-tengah bidang gambar.
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

S PSR 0707945 Abstract

S PSR 0707945 Abstract

Gambaran sosok anak sering diartikan alami, polos, ceria, aktif dan unik. Karakter seorang anak cenderung spontan dengan tingkat luapan emosional yang sangat tinggi dan berakhir dengan cara yang tiba-tiba. Ekspresi pikiran, perasaan dan keinginan seorang anak secara visual seperti tertawa, menangis, marah, serta gerakan ekspresif anak menjadi karakter sangat lucu, unik, dan menggemaskan. Pada karya penciptaan lukisan ini penulis terinspirasi dari ketertarikan penulis terhadap perilaku anak-anak di lingkungan penulis sendiri dan sebagai bentuk kasih sayang yang sangat besar terhadap anaknya Davareza. Penulis mencoba mengabadikan kebersamaan serta keunikan berekspresi Davareza ke dalam sebuah karya lukisan, ekspresi wajah dan gerakan spontan anak dijadikan subject matter dalam sebuah karya lukisan, serta kepolosan anak dalam meluapkan emosi perasaannya melalui ekspresi wajah dan gerakan menjadi keunikan karakter pada anak. Dengan tujuan memvisualisasikan berbagai ekspresi wajah dan gerak tubuh anak ke dalam penciptaan lukisan dalam tugas akhir ini, penulis menggunakan metode penciptaan karya yang dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu, proses pengolahan ide, kontemplasi dan stimulasi, sampai proses kreasi dan teknik berkarya. Visual yang ditampilkan dalam lukisan yaitu ekspresi wajah yang mewakili perasaan emosional anak dalam berekspresi serta gerak spontan anak dengan visual gerakan menggunakan efek sapuan kuas tegas. Selain itu, warna latar pada lukisan disesuaikan dengan suasana hati anak ketika berekspresi. Hasil karya berupa enam buah karya lukisan ekspresi wajah dan gerak anak yang dibuat dengan berbagai ukuran dengan objek anak bernama Davareza, semoga hasil karya penciptaan ini diharapkan dapat menambah semangat apresiasi berkesenirupaan dan motivasi dalam berkarya seni lukis bagi pendidikan seni rupa maupun masyarakat umum.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

AKTIFITAS IBU DALAM MENGASUH ANAK SEBAGAI SUMBER IDE DALAM PENCIPTAAN SENI LUKIS.

AKTIFITAS IBU DALAM MENGASUH ANAK SEBAGAI SUMBER IDE DALAM PENCIPTAAN SENI LUKIS.

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa konsep pengantar karya TA berjudul Aktivitas Ibu dalam mengasuh anak Sebagai Sumber Ide Dalam Penciptaan Karya Seni Lukis adalah betul-betul karya sendiri dan tidak dibuatkan oleh orang lain. Hal-hal yang bukan karya saya, dalam konsep pengantar karya ini diberi citasi (kutipan) dan ditunjukkan dalam daftar pustaka.

13 Baca lebih lajut

Ikan maskoki sebagai sumber ide dalam penciptaan karya lukis

Ikan maskoki sebagai sumber ide dalam penciptaan karya lukis

Kesimpulannya adalah seni merupakan ekspresi seorang seniman yang ada dalam pikirannya yang kemudian dituangkan pada suatu bidang. Baik yang bersifat dua dimensi ataupun tiga dimensi. Seni juga merupakan hasil karya manusia yang mengkomunikasikan pengalaman-pengalaman batin atau ungkapan emosional seorang seniman yang terbabar ke dalam bentuk karyanya. Selain itu seni juga merupakan usaha manusia untuk menciptakan bentuk-bentuk yang menyenangkan dalam arti bentuk yang dapat membingkai perasaan keindahan dan perasaan keindahan itu dapat terpuaskan apabila dapat menangkap harmoni atau satu kesatuan dari bentuk yang disajikan.
Baca lebih lanjut

40 Baca lebih lajut

GAYA HIDUP MEMBELI SEBAGAI TEMA DALAM PENCIPTAAN KARYA LUKIS

GAYA HIDUP MEMBELI SEBAGAI TEMA DALAM PENCIPTAAN KARYA LUKIS

Jauh sebelum kehadiran Pop Art, seni adalah suatu hal yang mahal dan eksklusif yang hanya dimiliki oleh orang kaya, media, dan seniman itu sendiri. Pada masa itu, mereka menterjemahkan keindahan melalui teori-teori idealis mereka yang memiliki filosofi tersendiri. Dan kemudian lahirlah abstrak ekspresionisme. Sesuai namanya, masyarakat awam tidak dapat menikmati keindahan tanpa berpikir panjang dan mencerna hasil karya dari aliran ini. Butuh pemahaman yang seksama untuk mengartikannya. Kemudian lahirlah pemikiran yang dapat mengubah keadaan tersebut, yaitu sebuah pemikiran untuk dapat menikmati keindahan hasil karya seni dengan cara yang lebih mudah di mengerti.
Baca lebih lanjut

43 Baca lebih lajut

KEHIDUPAN ANAK ANAK MARGINAL DI PERKOTAAN SEBAGAI SUMBER IDE DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS

KEHIDUPAN ANAK ANAK MARGINAL DI PERKOTAAN SEBAGAI SUMBER IDE DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS

tertentu di kota, agar tidak mengganggu dan merusak “keindahan kota” atau mengganggu kenyamanan warga kota tertentu. Dengan berlandaskan pada aturan yang ada, aparat pemerintah dapat menangkap dan menghukum anak-anak pekerja di sektor informal yang dianggap tidak memperhatikan berbagai larangan yang telah dibuat oleh pemerintah. Di sinilah berbagai tindak kekerasan mudah terjadi terhadap mereka. Peraturan pemerintah telah membuat anak-anak tersebut berada di pihak yang selalu salah dan kalah. Ketiadaan perlindungan hukum, berbagai macam aturan yang berkenaan dengan upaya meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat kota memang telah disusun oleh pemerintah, namun tidak demikian halnya dengan aturan-aturan untuk anak-anak yang bekerja di sektor informal. Ketiadaan hukum yang melindungi anak-anak seperti ini membuat mereka mudah menjadi korban tindak kekerasan orang-orang yang lebih dewasa di sekitar mereka, termasuk diantaranya adalah aparat pemerintah. Ketiadaan hukum ini sekaligus juga mencerminkan belum adanya perhatian yang cukup serius terhadap anak-anak pekerja di sektor informal di daerah perkotaan (Heddy,2001:43).
Baca lebih lanjut

48 Baca lebih lajut

JURNAL TUGAS AKHIR - EKSPRESI WAJAH MUSISI TERKENAL SEBAGAI SUMBER INSPIRASI DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS - ISI Denpasar

JURNAL TUGAS AKHIR - EKSPRESI WAJAH MUSISI TERKENAL SEBAGAI SUMBER INSPIRASI DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS - ISI Denpasar

Ide serta tema-tema pada karya seni lukis diwujudkan melalui proses penjajagan, percobaan, persiapan, pembentukan dan penyelesaian akhir. Dalam penciptaan karya seni lukis, mengorganisir unsur-unsur seni rupa yang dipadukan dengan teknik sesuai kemampuan yang ditekuni selama proses belajar, dengan penerapan warna untuk mencapai karakter serta suasana pada karya yang diwujudkan secara ekspresif. Sehingga kesan yang dicapai adalah ringan, namun penuh warna pada masing-masing karya dengan menggunakan cat akrilik dan pisau palet, dilakukan tahap demi tahap secara menyeluruh, agar dapat tercipta karakteristik objek yang diinginkan. Perwujudan objek diungkapkan melalui gagasan serta mempergunakan sejarah perjalanan masih-masing obyek karya sehingga dapat merepresentasikan maksud yang diinginkan pencipta ke dalam karya seni lukis.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

EKSPRESI WAJAH DALAM SENI LUKIS

EKSPRESI WAJAH DALAM SENI LUKIS

Pengertian tekstur secara umum adalah kualitas permukaan suatu benda. Tekstur dalam karya lukis memiliki tekstur semu dan nyata. Semu adalah sebuah kesan yang bisa dirasakan lewat indera mata namun jika diraba tidak ada, sedangkan tekstur nyata merupakan tekstur yang benar-benar bisa dirasakan melalui indera peraba. Tekstur yang akan penulis tampilkan dalam karya lukisnya kali ini adalah tekstur semu, terbentuk dari pengolahan warna yang ditorehkan di atas bidang lukis. Dapat menimbulkan kesan bertekstur jadi tidak dapat dirasakan oleh indra peraba. Dalam berkarya seni, kali ini penulis menampilkan tekstur semu pada karya yang menyatakan kesan tonjolan atau lekukan dari bentuk benda yang bertekstur. Dengan beberapa goresan garis yang saling bertumpukan dan dengan kombinasi warna-warna tertentu akan menghasilkan kesan volume pada subyek yang digambarkan pada sebidang kanvas.
Baca lebih lanjut

91 Baca lebih lajut

BURUNG SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS

BURUNG SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS

Tugas Akhir ini memvisualisasikan gagasan pemikiran penulis dalam bentuk karya lukis, yang menjadikan karakter bentuk burung sebagai sumber ide. Permasalahan yang dibahas dalam Tugas Akhir ini, yaitu; 1. Bagaimana karakter bentuk burung? 2. Bagaimana mengolah atau mengembangkan bentuk burung kedalam karya seni lukis? 3. Bagaimana memvisualisasikan keindahan bentuk burung kedalam karya seni lukis? Tujuan Tugas Akhir ini adalah 1. Mendeskripsikan ragam bentuk burung. 2. Mengolah susunan ragam bentuk burung ke dalam konsep karya seni lukis.3. Memvisualisasikan gagasan estetika ragam bentuk burung ke dalam karya seni lukis menggunakan teknik sapuan kanvas Pembentukkan karya seni lukis dengan konsep burung berdasarkan pengalaman dan pengamatan penulis melihat burung dari sudut pandang yang berbeda.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...