Top PDF Ekstraksi Minyak Atsiri Dari Bunga Cengkeh Dengan Menggunakan Metode Ultrasonik

Ekstraksi Minyak Atsiri Dari Bunga Cengkeh Dengan Menggunakan Metode Ultrasonik

Ekstraksi Minyak Atsiri Dari Bunga Cengkeh Dengan Menggunakan Metode Ultrasonik

Bahan baku bunga cengkeh yang dikeringkan kemudian dihaluskan dan blender selanjutnya diayak dengan menggunakan ayakan dengan ukuran 20 mesh. Kemudian bunga cengkeh yang sudah diayak tadi ditimbang dengan neraca analitik sebanyak 50 gram. Selanjutnya menimbang etanol, heksana sesuai perbandingan yang sudah ditentukan dengan menggunakan timbangan kodok, kemudian bahan yang sudah ditimbang tadi dicampur jadi satu di dalam labu leher 1 sebesar 500ml, selanjutnya dimasukkan ke dalam alat ultrasonikasi dengan dilengkapi kondensor yang sudah terpasang di atas labu leher 1. Setelah rangkaian ekstraksi dengan alat ultrasonikasi yang sudah terisi aquadest setelah siap kemudian diatur suhunya dan waktu ekstraksi. Setelah proses ekstraksi selama 3 jam selesai kemudian dilakukan proses penyaringan dengan menggunakan rangkaian alat Erlenmeyer vacuum, setelah itu ditampung dalam Erlenmeyer 500ml dan ditutup dengan alumunium foil dan didinginkan pada suhu 5 0 C selama 24 jam. Selanjutnya setelah didinginkan bahan disaring dengan kertas saring, kemudian dilakukan proses pemisahan pelarut dengan minyak dengan menggunakan alat rotary evaporator. Hasilnya dilakukan proses analisis hasil minyak cengkeh tersebut dengan GCMS.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Pengambilan Minyak Atsiri Bunga Cengkeh (Clove Oil) Menggunakan Pelarut N-heksana Dan Benzena

Pengambilan Minyak Atsiri Bunga Cengkeh (Clove Oil) Menggunakan Pelarut N-heksana Dan Benzena

Minyak cengkeh merupakan salah satu jenis minyak atsiri yang dapat diperoleh dari bunga, tangkai atau gagang bunga dan daun cengkeh. Kandungan minyak atsiri bunga cengkeh men- capai 21,3% dengan kadar eugenol antara 78-95%, dari tangkai atau gagang bunga menca- pai 6% dengan kadar eugenol antara 89-95%, dan dari daun cengkeh mencapai 2-3% dengan kadar eugenol antara 80-85%. Kandungan terbesar minyak cengkeh adalah eugenol, yang bermanfaat dalam pembuatan vanilin, eugenil metil eter, eugenil asetat, dll. Ektraksi dengan pelarut adalah salah satu metode yang digunakan untuk ekstraksi minyak atsiri bunga ceng- keh. Pelarut yang digunakan dalam proses ekstraksi adalah n-heksana dan benzena. Peneli- tian ini bertujuan untuk mengetahui rendemen yang diperoleh dengan menggunakan pelarut n-heksana dan benzene serta mengetahui komponen-komponen minyak cengkeh yang terambil dengan pelarut n-heksana dan benzena. Tahapan penelitian diawali dengan mengeringkan bunga cengkeh dengan dijemur di bawah sinar matahari selama 1 minggu. Setelah itu, bu- nga cengkeh kering ditumbuk sampai halus. Bunga cengkeh diekstraksi menggunakan soxhlet dengan 100 mL pelarut pada suhu didihnya selama 15 siklus (+ 80 menit). Dari percobaan yang telah dilakukan dihasilkan rendemen ekstrak bunga cengkeh dengan pelarut n-heksana sebesar 17,61% dan kadar eugenol 65,02%. Sedangkan dengan pelarut benzene, rendemen ekstraks bunga cengkeh sebesar 18,90% dan kadar eugenol 8,81%. Oleh karena itu, ekstraksi minyak atsiri bunga cengkeh dengan menggunakan pelarut n-heksana relatif lebih baik karena memberikan kadar eugenol lebih besar daripada pelarut benzena.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Aplikasi Metode Microwave Hydrodistillation pada Ekstraksi Minyak Atsiri dari Bunga Kamboja (Plumeria alba)

Aplikasi Metode Microwave Hydrodistillation pada Ekstraksi Minyak Atsiri dari Bunga Kamboja (Plumeria alba)

Faktor-faktor lain yang mempengaruhi kualitas minyak kamboja adalah metode budidaya tanaman serta penentuan umur panen, kemudian proses pengeringan, dan waktu penyimpanan setelah pengeringan [6]. Penelitian mengenai berbagai macam metode ekstraksi yang diikuti dengan analisis kualitas senyawa minyak esensial dari bunga kamboja telah dilakukan oleh Pitpiangchan dkk menggunakan bunga kamboja jenis Plumeria obtuse l. [7]. Salah satu metode untuk mengambil minyak atsiri bunga kamboja yang telah dilakukan adalah metode distilasi air (water distillation) atau metode konvensional. Firdaus dkk telah melakukan riset tentang ekstraksi minyak atsiri dari bunga kamboja menggunakan metode distilasi dengan pelarut air (water
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Formulasi dan uji aktivitas antioksidan emulgel minyak atsiri bunga Cengkeh menggunakan metode (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) DPPH

Formulasi dan uji aktivitas antioksidan emulgel minyak atsiri bunga Cengkeh menggunakan metode (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) DPPH

Minyak atsiri bunga cengkeh (MABC) mengandung eugenol yang berkhasiat sebagai antioksidan. MABC diformulasi menjadi emulgel karena emulgel dapat menghantarkan zat aktif yang bersifat hidrofobik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik fisik-kimia sediaan emulgel MABC dan aktivitas antioksidan MABC sebelum dan sesudah diformulasi menjadi sediaan emulgel. Dibuat 4 formula emulgel MABC. Formula 1 mengandung 5% MABC, formula 2 mengandung 10% MABC, formula 3 mengandung 15% MABC dan formula 4 mengandung 20% MABC. Uji karakteristik fisik meliputi uji organoleptis (warna, bau dan bentuk) dan uji akseptabilitas (kemudahan saaat penggunaan, homogenitas, sensasi yang ditimbulkan dan kelarutan saat pencucian). Uji kimia meliputi uji pH, viskositas, daya sebar dan daya lekat. Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (1,1-Difenil-2-pikrilhidrazil ). Hasil penelitian menunjukkan,
Baca lebih lanjut

154 Baca lebih lajut

Ektraksi Minyak Atsiri dari Bunga Cengkeh dengan Pelarut Etanol Dan N-Heksana

Ektraksi Minyak Atsiri dari Bunga Cengkeh dengan Pelarut Etanol Dan N-Heksana

Ekstraksi minyak bunga cengkeh dengan menggunakan pelarut etanol dan n-heksana telah dilakukan. Pengaruh waktu ekstraksi dan juga perbandingan jumlah bunga cengkeh dan jumlah pelarut juga dipelajari. Dengan menggunakan etanol sebagai pelarut, besarnya rendemen minyak bunga cengkeh dipengaruhi oleh lamanya ekstraksi dan perbandingan massa bunga cengkeh dan pelarut. Sementara itu kinerja n-heksana sebagai pelarut juga dipengaruhioleh waktu ekstraksi. Karakteristik bobot jenis atau densitas dan indeks bias minyak yang dihasilkan lebih rendah dari standar mutu yag ditetapkan, sehingga menjadi tantangan yang perlu ditentukan solusinya. Kadar eugenol dalam minyak cengkeh hasil ekstraksi dengan etanol lebih tinggi dibandingkan dengan n-heksana, sebaliknya kandungan -Caryophyllene lebih rendah. Etanol dan n-heksana menunjukkan pelarut yang baik untuk ekstraksi minyak bunga cengkeh, meskipun variabel proses yang lain masih perlu diinvestigasi kondisi terbaiknya. 5. REFERENSI
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Ektraksi Minyak Atsiri dari Bunga Cengkeh dengan Pelarut Etanol dan N-Heksana

Ektraksi Minyak Atsiri dari Bunga Cengkeh dengan Pelarut Etanol dan N-Heksana

Ekstraksi minyak bunga cengkeh dengan menggunakan pelarut etanol dan n-heksana telah dilakukan. Pengaruh waktu ekstraksi dan juga perbandingan jumlah bunga cengkeh dan jumlah pelarut juga dipelajari. Dengan menggunakan etanol sebagai pelarut, besarnya rendemen minyak bunga cengkeh dipengaruhi oleh lamanya ekstraksi dan perbandingan massa bunga cengkeh dan pelarut. Sementara itu kinerja n-heksana sebagai pelarut juga dipengaruhi oleh waktu ekstraksi. Karakteristik bobot jenis atau densitas dan indeks bias minyak yang dihasilkan lebih rendah dari standar mutu yag ditetapkan, sehingga menjadi tantangan yang perlu ditentukan solusinya. Kadar eugenol dalam minyak cengkeh hasil ekstraksi dengan etanol lebih tinggi dibandingkan dengan n-heksana, sebaliknya kandungan  -Caryophyllene lebih rendah. Etanol dan n-heksana menunjukkan pelarut yang baik untuk ekstraksi minyak bunga cengkeh, meskipun variabel proses yang lain masih perlu diinvestigasi kondisi terbaiknya. 5. REFERENSI
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

EKSTRAKSI MINYAK ATSIRI KAMBOJA DENGAN METODE DISTILASI MENGGUNAKAN STEAM BASAH DENGAN VARIASI JENIS BUNGA KAMBOJA (Plumeria Tourn. ex L).

EKSTRAKSI MINYAK ATSIRI KAMBOJA DENGAN METODE DISTILASI MENGGUNAKAN STEAM BASAH DENGAN VARIASI JENIS BUNGA KAMBOJA (Plumeria Tourn. ex L).

Pada penelitian ini dilakukan ekstraksi minyak atsiri kamboja dengan 3 variasi jenis bunga, yaitu kamboja merah, kuning, dan merah. Metode ekstraksi yang dipilih menggunakan distilasi basah. Kadar dan komponen minyak atsiri dalam kamboja juga diteliti dengan menggunakan metode standar analisis bahan baku minyak atsiri (ekstraksi dengan pelarut heksana selama 20 siklus). Adapun analisis komponen minyak atsiri yang dihasilkan dilakukan dengan menggunakan Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS). Data eksperimental yang didapatkan digunakan untuk menghitung parameter-parameter proses ekstraksi, seperti tekanan uap dan koefisien perpindahan massa minyak atsiri.
Baca lebih lanjut

48 Baca lebih lajut

Pengaruh Ukuran Bahan terhadap Rendemen dan Karakteristik Minyak Atsiri Rimpang Temu Hitam (Curcuma aeruginosa Roxb.) dengan Metode Ekstraksi Refluks dan Ekstraksi Ultrasonik

Pengaruh Ukuran Bahan terhadap Rendemen dan Karakteristik Minyak Atsiri Rimpang Temu Hitam (Curcuma aeruginosa Roxb.) dengan Metode Ekstraksi Refluks dan Ekstraksi Ultrasonik

Temu hitam merupakan salah satu tanaman yang berpotensi sebagai penghasil minyak atsiri. Minyak atsiri rimpang temu hitam mempunyai potensi sebagai antioksidan, antijamur, antibakteri, anthelmintik, dan antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh variasi ukuran bahan (melingkar, memanjang, dadu) dari rimpang temu hitam terhadap rendemen, sifat fisik, dan komponen kimia minyak atsiri rimpang temu hitam pada metode ekstraksi refluks dan ekstraksi ultrasonik. Proses pengambilan minyak atsiri dalam penelitian ini menggunakan etanol 96% sebanyak 400 ml sebagai pelarut dengan bobot simplisa yang digunakan sebanyak 100 g. Dari hasil penelitian didapatkan warna minyak coklat tua jernih dengan bau khas temu hitam. Nilai densitas berkisar antara 0,8417 – 0,8724 g/ml dan nilai indeks bias berkisar antara 1,3422 – 1,3487. Rendemen terbesar dihasilkan pada variasi ukuran bahan memanjang pada metode ekstraksi refluks sebesar 4,989%. Hasil uji GC-MS diperoleh 29 komponen utama, dengan delapan komponen senyawaan dominan yaitu, 2,4-Di- spironorbornylcyclobuta-1,3-dione, Curdione/Neurocurdion, β-elemen, Curzerene, Valerenal/Iso-Vellerdiol, Elemene, Germacrone dan Curcumol.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Uji Transport Emulgel Minyak Atsiri Bunga Cengkeh dengan Penambahan Enhancer Propilen Glikol dan Asam Oleat

Uji Transport Emulgel Minyak Atsiri Bunga Cengkeh dengan Penambahan Enhancer Propilen Glikol dan Asam Oleat

ABSTRAK: Kuncup bunga cengkeh mengandung senyawa eugenol yang merupakan minyak atsiri yang ter­ bukti sebagai antiinflamasi. Untuk mendapatkan efek antiinflamasi yang optimal diperlukan suatu ranca- ngan formulasi sediaan topikal berupa emulgel minyak atsiri bunga cengkeh (MABC) dengan penambahan enhancer kombinasi propilen glikol (PG) dan asam oleat (AO) yang dapat meningkatkan kemampuan eu­ genol dalam menembus lapisan kulit sehingga didapatkan daya antiinflamasi yang optimal dengan metode Simplex Lattice Design (SLD). Diformulasikan 3 formula emulgel dengan perbandingan PG dan AO dalam emulgel: 100%:0% (FI); 50%:50% (FII); dan 0%:100% (FIII). Masing-masing formula dilakukan uji trans­ port dengan alat uji difusi tegak Franz menggunakan media kulit punggung mencit dan ditetapkan kadarnya menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) serta diukur parameter uji transport yang meliputi daya permeabilitas, flux, koefisien difusi dan lag time. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode SLD. Analisis data yang diperoleh menunjukkan adanya peningkatan pada para meter flux, permeabilitas, dan koefisien difusi serta penurunan pada lag time secara signifikan pada emugel dengan enhancer diban­ dingkan emulgel tanpa penambahan enhancer propilen glikol dan asam oleat. Diperoleh formulasi optimum emulgel MABC dengan penambahan 100% enhancer propilen glikol sebagai formula yang mempunyai para- meter flux, permeabilitas, koefisien difusi, dan lag time paling baik dan nilai enhancement ratio 1,05 – 1,94. Kata kunci: emulgel; enhancer; propilen glikol; asam oleat; Simplex Lattice Design
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Pengaruh Konsentrasi Pelarut Etanol Terhadap Ekstrak Minyak Atsiri Dari Akar Bunga Anggrek (Orchidaceae) Dengan Maserasi-Ultrasonik

Pengaruh Konsentrasi Pelarut Etanol Terhadap Ekstrak Minyak Atsiri Dari Akar Bunga Anggrek (Orchidaceae) Dengan Maserasi-Ultrasonik

Kelebihan dari metode ultrasonic dibandingkan dengan maserasi adalah kecepatan ekstraksinya, dibandingkan dengan ekstraksi secara termal atau konvensional. Metode ultrasonik ini lebih aman, lebih singkat, dan meningkatkan jumlah rendemen kasar (Handayani dan Sriherfyna, 2016). Pengaruh konsentrasi pelarut maserasi- ultrasonik terhadap persentase rendemen minyak atsiri akar bunga anggrek dalam proses ekstrasi dapat dilihat pada gambar 3.

5 Baca lebih lajut

Evaluasi Sifat Fisik Dan Uji Iritasi Sediaan Salep Minyak Atsiri Bunga Cengkeh Dalam Basis Larut Air

Evaluasi Sifat Fisik Dan Uji Iritasi Sediaan Salep Minyak Atsiri Bunga Cengkeh Dalam Basis Larut Air

Uji iritasi sediaan selep basis larut air dilakukan terhadap hewan uji marmot dengan menggunakan metode Draize (1959). Penelitian ini menggunakan 6 ekor marmot berumur rata-rata 2 bulan dan berat badan rata-rata 500 g. Rambut marmot dicukur pada bagian punggungnya sampai bersih. Untuk menghilangkan bulu halus digunakan veet sebagai perontok bulu-bulu halus. Pencukuran dilakukan secara hati-hati agar tidak melukai punggung marmut. Punggung marmut dibagi menjadi 6 bagian yang berbentuk bujur sangkar. Yang akan diberikan perlakuan sediaan salep dengan konsentrasi 5%, 10%, 15%, basis, kontrol sakit dan kontrol sehat.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PENINGKATAN RENDEMEN MINYAK ATSIRI DAUN CENGKEH (Syzygium aromaticum) DENGAN METODE DELIGNIFIKASI DAN FERMENTASI

PENINGKATAN RENDEMEN MINYAK ATSIRI DAUN CENGKEH (Syzygium aromaticum) DENGAN METODE DELIGNIFIKASI DAN FERMENTASI

serta cara destilasinya. Mutu minyak atsiri sangat ditentukan oleh sifat dan senyawa kimia yang terkandung di dalamnya (Megawati et al., 2010). Melihat begitu pesatnya perkembangan minyak atsiri di dunia perdagangan perlu adanya perlakuan untuk memaksimalkan minyak atsiri yang dihasilkan. Banyak macam perlakuan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi minyak atsiri antara lain pengeringan, pengecilan ukuran, pelayuan, pemotongan dan fermentasi. Penelitian Rulianah (2012), pada ekstraksi minyak nilam dengan metode fermentasi dan biolignifikasi menggunakan kapang
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Penetapan Kadar Minyak Atsiri Bunga Cengkeh dan Daun Cengkeh (Eugenia caryophyllata Tumberg) Menggunakan Alat Stahl

Penetapan Kadar Minyak Atsiri Bunga Cengkeh dan Daun Cengkeh (Eugenia caryophyllata Tumberg) Menggunakan Alat Stahl

Penetapan kadar minyak atsiri dilakukan dengan metode destilasi air menggunakan alat Stahl. Sedangkan pengujian mutu minyak cengkeh dilakukan dengan menggunakan piknometer untuk bobot jenis dan refraktometer untuk indeks bias.

10 Baca lebih lajut

Pengaruh Metode Dan Jenis Pelarut Ekstraksi Terhadap Rendemen Dan Kualitas Minyak Atsiri Nilam

Pengaruh Metode Dan Jenis Pelarut Ekstraksi Terhadap Rendemen Dan Kualitas Minyak Atsiri Nilam

Indonesia merupakan salah satu negara penghasil minyak atsiri yang cukup penting di dunia. Sekitar 40 spesies tanaman native Indonesia dapat menghasilkan minyak atsiri. Beragam sumber minyak atsiri dapat dijumpai dengan mudah seperti tanaman nilam, cengkeh, kayu manis, dan berbagai macam bunga (seperti melati, mawar, kenanga, kamboja, kantil, dan cempaka). Minyak-minyak atsiri tersebut dapat diperoleh dari bagian daun, bunga, tangkai ataupun ranting tanaman. Salah satu minyak atsiri Indonesia yang terkenal adalah minyak nilam (patchouli oil).
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

EVALUASI UJI IRITASI DAN UJI SIFAT FISIK SEDIAAN EMULGEL MINYAK ATSIRI BUNGA CENGKEH (Syzigium aromaticum)

EVALUASI UJI IRITASI DAN UJI SIFAT FISIK SEDIAAN EMULGEL MINYAK ATSIRI BUNGA CENGKEH (Syzigium aromaticum)

Evaluasi daya iritasi sediaan emulgel dilakukan terhadap hewan uji marmut dengan menggunakan metode Draize (1959). Dengan menggunakan 6 ekor marmut berumur rata-rata 2 bulan. Rambut marmut dicukur pada bagian punggungnya sampai bersih. Untuk membantu menghilangkan bulu halus digunakan veet. Punggung marmut dibagi menjadi 6 bagian dengan luas yang sama kemudian diberikan perlakuan sediaan emulgel F1, F2, F3, basis, kontrol sakit dan kontrol sehat. Masing-masing sampel iritan sebanyak 0,5 gram dioleskan pada bagian punggung marmut yang telah dicukur, lalu ditutup dengan kasa steril kemudian direkat-kan dengan plester. Setelah 24 jam, plester dibuka dan dibiarkan selama 1 jam, lalu diamati. Setelah diamati, bagian tersebut ditutup kembali dengan plester yang sama dan dilakukan pengamatan kembali setelah 72 jam. (Irsan et al, 2013). Untuk setiap keadaan kulit diberi nilai seperti pada Tabel II. (Draize, 1959).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Penetapan Kadar Minyak Atsiri Bunga Cengkeh dan Daun Cengkeh (Eugenia caryophyllata Tumberg) Menggunakan Alat Stahl

Penetapan Kadar Minyak Atsiri Bunga Cengkeh dan Daun Cengkeh (Eugenia caryophyllata Tumberg) Menggunakan Alat Stahl

Penetapan kadar minyak atsiri dilakukan dengan metode destilasi air menggunakan alat Stahl. Sedangkan pengujian mutu minyak cengkeh dilakukan dengan menggunakan piknometer untuk bobot jenis dan refraktometer untuk indeks bias.

1 Baca lebih lajut

TEKNOLOGI EKSTRAKSI MINYAK ATSIRI DARI KULIT JERUK MENGGUNAKAN METODE MICROWAVE HYDRODIFFUSION AND GRAVITY

TEKNOLOGI EKSTRAKSI MINYAK ATSIRI DARI KULIT JERUK MENGGUNAKAN METODE MICROWAVE HYDRODIFFUSION AND GRAVITY

Tanaman jeruk telah lama populer menjadi sumber minyak atsiri, karena mulai dari buah, kulit dan daunnya bisa diekstrak minyaknya. Diantaranya yang paling populer adalah jeruk manis-keprok (Citrus Aurantium). Rasanya manis, segar, harga relatif murah, dan mudah didapat dimana saja, kapan saja karena ketersediannya hampir sepanjang tahun. Buah jeruk menjadi salah satu buah yang sangat diminati oleh masyarakat, karena aromanya menyegarkan dan menjadi sumber vitamin C. Hal ini ditandai dengan semakin meningkatnya konsumsi jeruk di Indonesia sebesar 12,15% per tahun.Bahkan produksi buah jeruk di Indonesia menempati peringkat ke-3 dari total produksi buah- buahan di Indonesia. Menurut data BPS pada tahun 2011, produksi buah jeruk sekitar 2,5 juta ton dengan luas pertanaman diperkirakan lebih dari 100.000 hektar dan terus meningkat dari tahun ke tahun. Hasil limbah kulit jeruk sekitar 500.000 ton per tahun. (Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika, 2012). Sehingga prospek pemanfaatan limbah buah jeruk yang berupa kulit jeruk diambil minyak atsirinya cukup besar, apalagi manfaatnya luas di berbagai bidang.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

EKSTRAKSI  MINYAK ATSIRI DARI DAUN Eucalyptus grandis MENGGUNAKAN  ISOLAT ENZIM Selulase

EKSTRAKSI MINYAK ATSIRI DARI DAUN Eucalyptus grandis MENGGUNAKAN ISOLAT ENZIM Selulase

yang berfluktuatif, namun jika dirata-ratakan nilai tersebut akan semakin meningkat seiring dengan bertambahnya konsentrasi enzim. Hal ini dikarenakan seiring dengan meningkatnya temperatur dan konsentrasi enzim maka bobot jenis yang dihasilkan akan berfluktuatif antar masing masing perlakuan. Namun, jika dilihat dari rata-rata hasil perolehan bobot jenis antar perlakuan maka semakin tinggi temperatur dan konsentrasi enzim bobot bjenis akan semakin meningkat. Ini dikarenakan pada temperatur yang tinggi akan menguapkan kotoran yang tidak berguna bagi kualitas minyak. Menurut hasil penelitian Widiyanto (2014). Mengenai bobot jenis yang akan terpengaruh dengan adanya kotoran yang masuk ke dalam minyak atsiri yang dapt menurunkan kualitas minyak atsiri.
Baca lebih lanjut

89 Baca lebih lajut

EKSTRAKSI MINYAK ATSIRI BUNGA KRISAN (Chrysanthemum Cinerariaefolium) DENGAN PELARUT ETANOL DAN N HEKSANA

EKSTRAKSI MINYAK ATSIRI BUNGA KRISAN (Chrysanthemum Cinerariaefolium) DENGAN PELARUT ETANOL DAN N HEKSANA

Krisan (Chrysanthemum sp.) merupakan tanaman bunga hias berupa perdu dengan sebutan lain seruni atau bunga emas (Golden Flower). Krisan merupakan salah satu jenis bunga potong penting di dunia. Minyak atsiri adalah ekstrak alami dari jenis tumbuhan tertentu, baik berasal dari daun, bunga, kayu, biji-bijian bahkan putik bunga. Minyak atsiri atau yang disebut juga dengan essential oils, etherial oils, atau volatile oils adalah salah satu komoditi yang memiliki potensi besar di Indonesia. Kegunaan minyak atsiri bunga krisan adalah bahan penurun panas (anti-piretik), anti-biotik, anti- radang (anti-inflamasi), menurunkan tekanan darah (hipotensif), dan membersihkan darah . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelarut yang terbaik antara etanol dan n-heksana untuk ekstraksi minyak atsiri dari bunga krisan.
Baca lebih lanjut

61 Baca lebih lajut

Efek Minyak Atsiri Bunga Cengkeh (Syzygium aromaticum) Sebagai Anti Depresan Pada Tikus Putih (Rattus novergicus)

Efek Minyak Atsiri Bunga Cengkeh (Syzygium aromaticum) Sebagai Anti Depresan Pada Tikus Putih (Rattus novergicus)

Penelitian dalam tugas akhir ini berjudul “ Efek Minyak Atsiri Bunga Cengkeh (Sygizium aromaticum) Sebagai Anti Depresan Pada Tikus Putih (Rattus novergicus). Tugas akhir ini diajukan untuk memenuhi persyaratan Pendidikan Sarjana Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang.

23 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects