Top PDF EKSTRAKSI SILIKA DARI ABU SEKAM PADI MENGGUNAKAN PELARUT NaOH

EKSTRAKSI SILIKA DARI ABU SEKAM PADI MENGGUNAKAN PELARUT NaOH

EKSTRAKSI SILIKA DARI ABU SEKAM PADI MENGGUNAKAN PELARUT NaOH

Rice plant as a primary staple food of Indonesia needs to increase from year to year. Currently, rice processing byproducts and wastes not fully utilized. Husk is a byproduct when the rice milling process and produce quite a lot of waste, which amounted to 20% of the weight of the grain. Increasing the the economic value of waste rice can be done by utilizing silica from rice husk ash, silica can be isolated from rice husk is simply by burning. The aims of this research were to determined the extraction of rice husk ash silica using NaOH solvent and the effect of heating temperature, heating time and alkali concentration to yield a silica. Design of this research was using factorial design with two levels and three variable: the heating temperature, heating time and concentration of alkaline with the number of trials is 2 3 = 8 times to repeat 2 times. The results of this research was indicate the heating temperature and heating time used did not significant the yield of the resulting silica, the significant is the concentration of NaOH used were 0.5 and 1 N. Based on the results obtained by XRD analysis of the percentage weight of the compound in the sample 1 (yield silica) is Fe 2 SiV compound which amount to 76.9% and sample 2
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Ekstraksi - EKSTRAKSI SILIKA DARI ABU SEKAM PADI MENGGUNAKAN PELARUT NaOH - repository perpustakaan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Ekstraksi - EKSTRAKSI SILIKA DARI ABU SEKAM PADI MENGGUNAKAN PELARUT NaOH - repository perpustakaan

Sekam padi memiliki kandungan silika yang cukup tinggi yaitu sebesar 18-22% (Luh,1991). Oleh sebab itu sekam padi merupakan bahan baku yang cukup potensial sebagai sumber bio-silika dari sumber terbarukan dan sekaligus mampu meningkatkan nilai tambah sekam padi. Silika banyak dimanfaatkan untuk berbagai keperluan dengan berbagai ukuran tergantung aplikasi yang dibutuhkan seperti dalam industri ban, karet, gelas, semen, beton, keramik, tekstil, kertas, kosmetik, elektronik, cat, film, pasta gigi, adsorben, dan lain-lain (Kirk-Othmer, 1984; Sun, 2001). Silika yang terdapat di dalam sekam padi memiliki sifat amorf, memiliki ukuran ultra fine, dan sangat reaktif (Chandrasekhar, 2003). Dengan demikian penggunaan bio-silika akan menghasilkan produk yang memiliki sifat yang berbeda dengan kualitas yang lebih baik. Penambahan silika amorf ke dalam adonan keramik mampu memberikan kekuatan keramik yang lebih baik dibandingkan dengan penambahan silika kristalin (Hanafi, 2010).
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Recovery Cu (II) dengan Teknik Ekstraksi Fasa Padat Menggunakan Adsorben Silika dari Abu Sekam Padi – Kitosan

Recovery Cu (II) dengan Teknik Ekstraksi Fasa Padat Menggunakan Adsorben Silika dari Abu Sekam Padi – Kitosan

Pengembangan metode pemisahan dan analisis sampai saat ini terus dikembangkan. Salah satu metode yang dikembangkan adalah ekstraksi fasa padat (EFP) dengan menggunakan adsorben. Beberapa kelebihan estraksi fasa padat adalah proses ekstraksi lebih

6 Baca lebih lajut

SINTESIS DAN KARAKTERISASI ZEOLIT ZSM-5 DARI BAHAN DASAR ALAMI DENGAN METODE HIDROTERMAL MENGGUNAKAN AIR LAUT.

SINTESIS DAN KARAKTERISASI ZEOLIT ZSM-5 DARI BAHAN DASAR ALAMI DENGAN METODE HIDROTERMAL MENGGUNAKAN AIR LAUT.

Sintesa zeolit ZSM-5 dengan menggunakan abu sekam padi sebagai sumber silika telah dilakukan oleh beberapa peneliti dengan metode alkali hidrotermal menggunakan air destilasi sebagai pelarut pada temperatur 195 o C dengan lama inkubasi 24 jam [5]. Zeolit NaX telah disintesis dari fly ash batu bara Ombilin dengan metode alkali hidrotermal menggunakan air laut pada temperatur 60 o C dengan lama inkubasi 4 hari. Zeolit NaX yang terbentuk secara kualitas dan kuantitas lebih baik menggunakan air laut dibanding air destilasi pada variasi temperatur proses [6].
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Optimasi Kelajuan Suhu Annealing untuk Ekstraksi Silika dari Abu Sekam Padi serta Uji Kandungan Molekul

Optimasi Kelajuan Suhu Annealing untuk Ekstraksi Silika dari Abu Sekam Padi serta Uji Kandungan Molekul

Spektroskopi FTIR merupakan spektroskopi inframerah yang dilengkapi dengan transformasi Fourier untuk deteksi dan analisis hasil spektrumnya. Inti spektroskopi FTIR adalah interferometer Michelson yaitu alat untuk menganalisis frekuensi dalam sinyal gabungan. Spektrum inframerah tersebut dihasilkan dari pentrasmisian cahaya yang melewati sampel, pengukuran intensitas cahaya dengan detektor dan dibandingkan dengan intensitas tanpa sampel sebagai fungsi panjang gelombang. Spektrum inframerah yang diperoleh kemudian diplot sebagai intensitas fungsi energi, panjang gelombang ( µ m) atau bilangan gelombang (cm -1 ). 17 Analisis gugus fungsi suatu sampel dilakukan dengan membandingkan pita absorbsi yang terbentuk pada spektrum infra merah menggunakan tabel korelasi dan menggunakan spektrum senyawa pembanding (yang sudah diketahui). Berikut adalah contoh tabel gugus fungsi yang terdapat pada senyawa silika.
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

Pembuatan Nanosilika Gel dari Silika Abu Sekam Padi - Repositori UIN Alauddin Makassar

Pembuatan Nanosilika Gel dari Silika Abu Sekam Padi - Repositori UIN Alauddin Makassar

yang menunjukkan bahwa sekam padi mengandung silika sebanyak 87-97%. Proses ekstraksi silika dari sekam padi tersebut menggunakan proses ekstraksi metode refluks. Sementara itu, proses pembuatan nanopartikel silika menggunakan metode ultrasonik milling. Metode ultrasonik milling adalah metode untuk memecahkan partikel dengan memanfaatkan gelombang ultrasonik yang akan menghasilkan fenomena kavitasi. Berdasarkan penelitian, dapat disimpulkan bahwa sekam padi yang digunakan pada penelitian ini memiliki kandungan silika yaitu 93,46%. Silika gel yang dihasilkan dibagi menjadi tiga dengan masing-masing perlakuan yang berbeda-beda yaitu silika gel tanpa proses sonikasi (TN), silika gel dengan proses sonikasi selama 60 menit (N 60) dan selama 120 menit (N 120). Silika gel tersebut memiliki ukuran partikel, morfologi, kandungan unsur, parameter kisi, bentuk kristal, fasa kristal serta nilai kadar air dan kemampuan adsorbsi yang berbeda-beda. Sesuai penelitian yang telah dilakukan, kiesel gel 60 GF 254 memiliki nilai kadar air dan
Baca lebih lanjut

119 Baca lebih lajut

PENGARUH pH DAN WAKTU AGING DALAM SINTESIS SILIKA XEROGEL BERBASIS SEKAM PADI

PENGARUH pH DAN WAKTU AGING DALAM SINTESIS SILIKA XEROGEL BERBASIS SEKAM PADI

Sebanyak 5 g abu sekam padi yang telah dipreparasi ditambahkan 30 mL HCl 1 M dan campuran tersebut diaduk selama 2 jam lalu disaring. Endapan yang diperoleh kemudian dicuci dengan akuades sampai bebas asam. Endapan dikeringkan lalu dikarakterisasi menggunakan XRF dan IR. Endapan ditimbang 5 g dan ditambahkan 60 mL NaOH 1 M kemudian dididihkan 1 jam 95 O C dengan pengadukan kemudian disaring, filtrat yang diperoleh merupakan Na 2 SiO 3 .

7 Baca lebih lajut

BINDER GEOPOLIMER MENGGUNAKAN ALKALI AKTIVATOR SODIUM SILIKAT (Na2 SiO3) SERTA SODIUM HIDROKSIDA (NaOH)

BINDER GEOPOLIMER MENGGUNAKAN ALKALI AKTIVATOR SODIUM SILIKAT (Na2 SiO3) SERTA SODIUM HIDROKSIDA (NaOH)

adalah 94-96% dan apabila nilainya mendekati atau di bawah 90% kemungkinan disebabkan oleh sampel sekam yang terkontaminasi oleh zat lain. Dalam hal ini telah dilakukan beberapa penelitian yang menggunakan konsep penggantian semen dalam pembuatan beton yaitu abu sekam padi yang akan dicampur fly ash yang memiliki kandungan silika yang tinggi dan dapat dimanfaatkan sebagai pengikat (pozzolan) untuk pengganti sebagian semen dalam pembuatan beton. Akan tetapi untuk fly ash yang digolongkan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) [30] dan harus dikurangi penggunaannya. Untuk aktifator digunakan sodium silikat (Na 2 SiO 3 ) yang berfungsi mempercepat reaksi
Baca lebih lanjut

195 Baca lebih lajut

OPTIMALISASI EKSTRAKSI SILIKA DARI ABU SEKAM PADI PADA PEMBUATAN SILIKA GEL (VARIASI WAKTU EKSTRAKSI DAN SUHU PENGERINGAN)

OPTIMALISASI EKSTRAKSI SILIKA DARI ABU SEKAM PADI PADA PEMBUATAN SILIKA GEL (VARIASI WAKTU EKSTRAKSI DAN SUHU PENGERINGAN)

terbentuk kemudian dikeringkan dengan menggunakan suhu operasi tertentu yaitu 130 ℃ dan 160 ℃ . Hasil penelitian menunjukkan titik optimum waktu ektraksi terjadi pada waktu 210 menit dan suhu pengeringan 160 ℃ dengan kadar silika sebesar 68,89 % dan daya serap sebesar 33,59 %.

12 Baca lebih lajut

Pembentukan Ukuran Pori dari Silika Sekam Padi dengan Penambahan Gliserol sebagai Template

Pembentukan Ukuran Pori dari Silika Sekam Padi dengan Penambahan Gliserol sebagai Template

dan komponen organik sebagai template berupa surfaktan kemudian dilakukan kalsinasi untuk menghilangkan komponen organiknya (Larsen,2000). Template dipakai sebagai cetakan (pembantu dan pengarah) dalam pembentukan pori, dimana partikel koloidal primer akan mengisi celah-celah di antara susunan templat, sehingga ketika templat dikeluarkan dari partikel silika, akan terbentuk partikel yang berongga (Yang, 2011).

5 Baca lebih lajut

Sintesis dan Karakterisasi Silika Mesopori Dari Limbah Kaca Bening

Sintesis dan Karakterisasi Silika Mesopori Dari Limbah Kaca Bening

Dari uraian diatas, peneliti tertarik melakukan penelitian mengenai silika mesopori dengan menggunakan metode kalsinasi pada suhu 900 0 C dengan menggunakan sampel limbah kaca botol bening. Untuk mendapatkan natrium silikat, sebelum proses kalsinasi dilakukan serbuk kaca ditambahkan dengan natrium hidroksida pellet. Kemudian padatan natrium silikat yang diperolehakan ditambahkan dengan aquades. Larutan natrium silikat yang terbentuk ditambahkan asam klorida hingga pH mencapai 7 sehingga terbentuk hidrogel yang dengan mudah dapat dipisahkan dengan sentrifugasi, kemudian dikeringkan dalam oven hingga terbentuk silika kering.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

PENGARUH SUHU SINTERING TERHADAP KARAKTERISTIK STRUKTUR DAN MIKROSTRUKTUR KOMPOSIT MgO-SiO2 BERBASIS SILIKA SEKAM PADI

PENGARUH SUHU SINTERING TERHADAP KARAKTERISTIK STRUKTUR DAN MIKROSTRUKTUR KOMPOSIT MgO-SiO2 BERBASIS SILIKA SEKAM PADI

Sekam padi merupakan salah satu limbah pertanian yaang berasal dari proses pengilingan padi. Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung pada tahun 2010, Gabah Kering Giling (GKG) yang dihasilkan mencapai 2,81 juta ton dengan sekam padi yang diperoleh sekitar 20-25% terhadap berat GKG (Bharadwaj et.al., 2004) sehingga sekam padi yang diproduksi mencapai 0,562 juta ton per tahun. Kerapatan jenis (bulk density) yang dimiliki oleh sekam padi sebesar 150 kg/m 3 dengan sifat fisik berupa tekstur yang kasar dan berwarna kuning kecoklat-coklatan (Valchev et al., 2009) seperti diperlihatkan pada Gambar 2.5.
Baca lebih lanjut

53 Baca lebih lajut

Jurnal Teknologi Kimia Unimal http:ft.unimal.ac.idteknik_kimiajurnal PENGARUH TEMPERATUR PENGERINGAN DAN KONSENTRASI ASAM SITRAT PADA PEMBUATAN SILIKA GEL DARI SEKAM PADI Meriatna

Jurnal Teknologi Kimia Unimal http:ft.unimal.ac.idteknik_kimiajurnal PENGARUH TEMPERATUR PENGERINGAN DAN KONSENTRASI ASAM SITRAT PADA PEMBUATAN SILIKA GEL DARI SEKAM PADI Meriatna

dapat didehidrasi sehingga berubah menjadi padatan atau butiran mirip kaca yang bersifat tidak elastis. Abu sekam mula-mula digerus dan diayak dengan ayakan 100 mesh. Hal ini dimaksudkan untuk menghomogenkan ukuran abu dan memperluas permukaan abu agar pada tahap berikutnya lebih efektif. Pada umunya temperatur kerja silika gel sampai pada 220 o C, jika dioperasikan lebih dari batas temperatur kerjanya maka kandungan air dalam silika gel akan hilang dan menyebabkan kemampuan adsorpsinya hilang. Sifat ini menjadikan silika gel dimanfaatkan sebagai zat penyerap, pengering dan penopang katalis. Pengaruh suhu pengeringan terhadap kadar silika dapat dilihat pada gambar 3.1
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

SINTESIS DAN KARAKTERISASI SILIKA DARI ABU SEKAM PADA TERMODIFIKASI SISTEIN SEBAGAI ADSORBEN LOGAM EMAS (Au).

SINTESIS DAN KARAKTERISASI SILIKA DARI ABU SEKAM PADA TERMODIFIKASI SISTEIN SEBAGAI ADSORBEN LOGAM EMAS (Au).

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user SINTESIS DAN KARAKTERISASI SILIKA DARI ABU SEKAM PADI TERMODIFIKASI SISTEIN SEBAGAI ADSORBEN LOGAM EMAS Au Disusun oleh :[r]

1 Baca lebih lajut

PENGARUH PENAMBAHAN SILIKA ABU SEKAM PADI PADA KATALIS KARBON TERHADAP KINERJA DSSC.

PENGARUH PENAMBAHAN SILIKA ABU SEKAM PADI PADA KATALIS KARBON TERHADAP KINERJA DSSC.

Dengan ini saya menyatakan bahwa isi Skripsi saya yang berjudul “ PENGARUH PENAMBAHAN SILIKA ABU SEKAM PADI PADA KATALIS KARBON TERHADAP KINERJA DSSC” adalah hasil kerja saya dan sepengetahuan saya hingga saat ini isi Skripsi tidak berisi materi yang telah dipublikasikan atau ditulis oleh orang lain atau materi yang telah diajukan untuk mendapatkan gelar kesarjanaan di Universitas Sebelas Maret atau perguruan tinggi lainnya kecuali telah dituliskan di daftar pustaka Skripsi ini dan segala bentuk bantuan dari semua pihak telah ditulis dibagian ucapan terimakasih. Isi Skripsi ini boleh dirujuk atau difotokopi secara bebas tanpa harus memberitahu penulis.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

SINTESIS MEMBRAN KITOSAN TERMODIFIKASI SILIKA ABU SEKAM PADI UNTUK PROSES DEKOLORISASI

SINTESIS MEMBRAN KITOSAN TERMODIFIKASI SILIKA ABU SEKAM PADI UNTUK PROSES DEKOLORISASI

Telah dilakukan penelitian mengenai sintesis membran kitosan termodifikasi silika abu sekam padi untuk proses dekolorisasi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh penambahan massa silika abu sekam padi terhadap karakteristik membran kitosan-silika, serta untuk mengetahui kemampuan membran kitosan-silika dalam proses dekolorisasi zat warna. Dilakukan variasi komposisi membran kitosan-silika sebesar 1:0; 1:0,5; 1:1; 1:1,5; 1:2 (v/v). Karakteristik membran kitosan-silika dapat dilihat dari gugus fungsi membran menggunakan FTIR, kapasitas penyerapan menggunakan metode gravimetri, permeabilitas membran menggunakan metode mekanika fluida, dan aplikasi membran untuk proses dekolorisasi menggunakan spektrofotometer UV- Vis. Hasil karakterisasi kapasitas penyerapan air dan permeabilitas membran menunjukkan bahwa adanya peningkatan seiring dengan penambahan massa silika abu sekam padi. Karakterisasi gugus fungsi menunjukkan adanya gugus fungsi baru yaitu -OH, -NH 2 , -Si-O-R dan -Si-O-Si. Komposisi terbaik diperoleh pada
Baca lebih lanjut

68 Baca lebih lajut

Jurnal Teoretis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil Abstrak - Pengaruh Penggunaan Abu Sekam Padi terhadap Sifat Mekanik Beton Busa Ringan

Jurnal Teoretis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil Abstrak - Pengaruh Penggunaan Abu Sekam Padi terhadap Sifat Mekanik Beton Busa Ringan

Dalam pembuatan beton busa ringan, pertama-tama pasir, semen dan abu sekam padi, diaduk hingga tercampur rata dan homogen menggunakan mixer beton. Kemudian air dimasukkan secara perlahan - lahan dalam campuram dan diaduk hingga menjadi adukan yang homogen. Setelah adukan menjadi homogen, masukkan busa yang dihasilkan oleh foam generator. Sebelum memasukkan busa, foam agent dilarutkan terlebih dahulu dengan air dengan rasio 1 : 30 (berdasarkan volume). Setelah 7 hari, benda uji dikeluarkan dari cetakkan kemudian diletakkan di laboratorium pada suhu 25 0 C. Benda uji disimpan
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Sintesis Zeolit dari Abu Sekam Padi (Oryza Sativa L.) dengan Penambahan Surfaktan Sodium Dodecyl Benzene Sulfonate (SDBS) sebagai Adsorben Logam Timbal (Pb) - Repositori UIN Alauddin Makassar

Sintesis Zeolit dari Abu Sekam Padi (Oryza Sativa L.) dengan Penambahan Surfaktan Sodium Dodecyl Benzene Sulfonate (SDBS) sebagai Adsorben Logam Timbal (Pb) - Repositori UIN Alauddin Makassar

Tanaman padi adalah tanaman yang mudah ditemukan terlebih di pedesaan. Tanaman padi juga termasuk dalam jenis tanaman rumput-rumputan. Tanaman padi merupakan tanaman yang berumur pendek karena hanya berumur kurang dari satu tahun dan berproduksi satu kali. Setelah padi berbuah dan di panen maka padi tersebut tidak dapat tumbuh kembali dan akan mati. Tanaman padi dikelompokkan ke dalam dua bagian yaitu bagian vegetatif yang terdiri dari akar yang berfungsi untuk menyerap unsur hara pada tanah, batang padi yang beruas-ruas dan daun yang berbeda-beda yang mempunyai ciri sisik dan daun telinga. Bagian generatif yaitu malai yang tumbuh pada ujung buku paling atas dan gabah yang disebut dengan buah padi (Mubaroq, 2013: 134-135).
Baca lebih lanjut

79 Baca lebih lajut

Adsorpsi Zn(II) dan Cd(II) pada hibrid amino-silika dari abu sekam padi

Adsorpsi Zn(II) dan Cd(II) pada hibrid amino-silika dari abu sekam padi

Sekam padi dibersihkan dari tanah, kerikil, dan kotoran lainnya, dicuci dengan air dan dibilas dengan akuades, lalu dikeringkan dalam oven. Sekam padi bersih dan kering dibakar dengan nyala api sehingga diperoleh arang sekam yang berwarna hitam. Arang ini kemudian diabukan pada suhu 700 °C selama 4 jam dalam tungku. Abu sekam berwarna putih yang diperoleh kemudian digerus dan diayak dengan ayakan 200 mesh. Selanjutnya, sebanyak 5 g dicuci dengan 10 ml H 2 SO 4 5%, dinetralkan

11 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...